Tag: gaza

  • Majelis Umum PBB Menyerukan Gencatan Senjata di Gaza

    Majelis Umum PBB Menyerukan Gencatan Senjata di Gaza

    7cloud.asia – Presiden Majelis Umum PBB, Dennis Francis mengulangi seruannya untuk gencatan senjata di Gaza, di mana lebih dari 24.000 orang telah tewas akibat serangan Israel sejak 7 Oktober 2023.

    Ketika berbicara dalam KTT ke-19 Gerakan Non Blok (GNB) di Kampala, Uganda, dia mengakui bahwa ketidakmampuan untuk menyelesaikan masalah-masalah global telah membuat relevansi PBB dipertanyakan.

    “Saya harus memberitahu Anda bahwa saya sangat prihatin dan kecewa dengan bencana yang sedang berlangsung di Jalur Gaza. Oleh karena itu, saya menyerukan kepada gerakan ini untuk mengerahkan pengaruhnya dalam menghentikan pembantaian yang kita semua saksikan secara menyedihkan,” kata Francis.

    Diplomat asal Trinidad dan Tobago itu juga menyerukan gencatan senjata kemanusiaan segera dan pembebasan semua sandera.

    Baca: Menlu Retno sesalkan tak ada gencatan senjata

    “Saya yakin bahwa solusi politik yang dinegosiasikan adalah satu-satunya jalan bagi Israel dan Palestina untuk mewujudkan hak fundamental mereka atas kehidupan damai, berdasarkan solusi dua negara. Sebagai presiden Majelis Umum, saya akan mendukung dan mendorong setiap dan semua inisiatif untuk mencapai tujuan tersebut,” tutur Francis.

    Ketua Komisi Uni Afrika, Moussa Faki Mahamat mengatakan Afrika mengutuk perang ilegal yang tidak dapat diterima, tidak bermoral, dan tidak sah di Gaza. 

    Mahamat menuntut diakhirinya segera perang tidak adil terhadap rakyat Palestina.

    Mahamat kemudian menuntut implementasi segera solusi dua negara dan mendesak semua negara GNB untuk menuntut keadilan internasional dan hukum internasional bagi semua orang yang memperjuangkan kebebasan dan martabat.

    Sebanyak 58 menteri luar negeri dari berbagai negara anggota GNB dengan suara bulat mengutuk serangan terhadap Gaza, dan memuji gugatan kasus genosida yang diajukan Afrika Selatan terhadap Israel di Mahkamah Internasional.

    Baca: Badan kemanusiaan PBB desak perang Hamas-Israel segera diakhiri

    Dalam pidatonya di KTT tersebut, Presiden Afrika Selatan Cyril Ramaphosa mengkritik ketidakmampuan PBB, khususnya Dewan Keamanan, di mana AS telah memveto beberapa resolusi yang kritis terhadap Israel.

    “Kita harus membangun sistem pemerintahan global yang adil dan merata, dan memiliki kapasitas untuk menanggapi kebutuhan semua orang dalam situasi ancaman dan kerugian,” ujar Ramaphosa.

    KTT GNB yang berlangsung sepekan, merupakan pertemuan negara-negara terbesar di dunia setelah PBB. Pertemuan tingkat tinggi itu dihadiri 120 negara anggota GNB, 18 negara pengamat, dan 10 organisasi.

    Di lain pihak, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menolak seruan untuk menghentikan pemboman terhadap daerah kantong yang diblokade tersebut.

    Netanyahu juga menolak mengambil langkah menuju pembentukan negara Palestina, dalam skenario pascaperang yang dia siapkan.

    Sumber: Anadolu

  • Putusan Mahkamah Internasional, Israel Harus Cegah Aksi Genosida di Jalur Gaza

    Putusan Mahkamah Internasional, Israel Harus Cegah Aksi Genosida di Jalur Gaza

    7cloud.asia – Mahkamah Internasional (ICJ) memutuskan bahwa Israel harus mengambil tindakan untuk mencegah aksi genosida terhadap warga Palestina di Jalur Gaza.

    Ketua Mahkamah Joan Donoghue mengatakan pengadilan sangat khawatir dengan hilangnya nyawa di Jalur Gaza akibat serangan militer Israel yang hingga kini masih berlangsung.

    Mahkamah juga memutuskan bahwa Israel harus memastikan pasukannya tidak melakukan genosida dan mengambil sejumlah langkah untuk memperbaiki situasi kemanusiaan.

    Selain itu, ICJ juga menuntut Israel agar dalam waktu satu bulan melapor ke mahkamah tentang apa yang mereka lakukan untuk menjunjung tinggi hasil putusan sidang tersebut.

    Baca: Mahkamah Internasional putuskan tuduhan genosida Israel

    Pengadilan tinggi PBB itu tidak memerintahkan gencatan senjata, namun mengabulkan sejumlah langkah darurat yang diminta Afrika Selatan seraya pengadilan mengadili kasus yang menuding Israel melakukan genosida.

    ICJ mengakui hak warga Palestina di Gaza untuk dilindungi dari aksi genosida.

    Dengan mengadukan kasus ini ke Mahkamah Internasional, Afrika Selatan telah meminta ke pengadilan agar agresi militer Israel yang masih berlangsung dan telah menewaskan lebih dari 25.000 warga Palestina agar dapat segera dihentikan.

    Namun demikian, pengadilan tidak mengabulkan permohonan tersebut.

    Sumber: WAFA

  • Kerajaan Arab Saudi Sebut Kebijakan Sistematis Israel Bikin Penduduk Gaza Kelaparan

    Kerajaan Arab Saudi Sebut Kebijakan Sistematis Israel Bikin Penduduk Gaza Kelaparan

    7cloud.asia – Kerajaan Arab Saudi pada Minggu (28/01/2024) menuduh Israel menerapkan kebijakan sistematis yang membuat penduduk Jalur Gaza kelaparan.

    “Israel menerapkan kebijakan kelaparan yang sistematis di Jalur Gaza,” kata Menteri Luar Negeri Arab Saudi, Pangeran Faisal bin Farhan saat konferensi pers gabungan dengan mitranya dari Mesir Sameh Shoukry di Kairo.

    Pangeran Faisal menyerukan agar Israel diwajibkan “melakukan apa yang menjadi komitmen bersama, yakni mematuhi hukum internasional dan hukum kemanusiaan.”

    “Kita membutuhkan sebuah resolusi internasional yang bernilai dan mengikat untuk menghentikan agresi pendudukan Israel terhadap Gaza,” kata Menlu Farhan.

    Baca: Putusan Mahkamah Internasional dinilai tak cukup kuat menekan Israel

    Sementara itu, Shoukry menyerukan penerapan putusan sementara Mahkamah Internasional (ICJ) tentang perang Israel di Gaza dan menyerukan “kepatuhan terhadap aturan legitimasi internasional.”

    ICJ pada Jumat (26/1) menganggap klaim Afrika Selatan bahwa Israel melakukan genosida masuk akal.

    Pihak mahkamah lantas mengeluarkan putusan sementara yang mendesak Israel untuk berhenti menghalangi pengiriman bantuan ke Gaza dan untuk memperbaiki situasi kemanusiaan.

    Baca: Mahkamah Internasional putuskan tuduhan genosida Israel

    Israel tidak menggubris putusan sementara ICJ, dengan terus melakukan serangan intensif di Jalur Gaza di mana sedikitnya 26.422 warga Palestina.

    Sebagian besar korban tewas adalah perempuan dan anak-anak. Sedangkan 65.087 lainnya terluka sejak 7 Oktober, menurut otoritas kesehatan Palestina.

    Otoritas Israel mengatakan hampir 1.200 orang tewas dalam serangan Hamas.

    Agresi Israel telah menyebabkan 85 persen penduduk Gaza mengungsi di tengah krisis makanan, air bersih dan obat-obatan, dengan 60 persen infrastruktur di wilayah kantong tersebut rusak atau hancur, menurut PBB.

    Sumber: Anadolu

  • Akibat Serangan Israel, 17 Ribu Anak Palestina Hidup Tanpa Pendamping  

    Akibat Serangan Israel, 17 Ribu Anak Palestina Hidup Tanpa Pendamping  

     

    7cloud.asia – Sedikitnya 17.000 anak di Jalur Gaza, Palestina, saat ini hidup tanpa didampingi atau terpisah dari orang tua atau kerabat mereka, demikian menurut estimasi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada Jumat (2/2).

    Jonathan Crickx, Kepala Komunikasi di Dana Anak Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNICEF) untuk Negara Palestina, mengatakan bahwa angka tersebut setara dengan 1 persen dari 1,7 juta warga yang mengungsi di Gaza.

    Adapun total populasi di daerah kantong itu tercatat sekitar 2,3 juta jiwa. Crickx, yang mengunjungi Gaza pekan ini, mengatakan bahwa dirinya bertemu dengan 12 anak di sana.  

    Baca: Serangan Israel tewaskan 27 ribu lebih warga Palestina

    Tiga di antaranya telah kehilangan orang tua mereka.”Di balik setiap statistik itu terdapat seorang anak yang harus menerima kenyataan baru yang mengerikan ini,” katanya.

    Sebagai contoh, Razan (11), yang kehilangan hampir semua anggota keluarganya, dan kakinya harus diamputasi

    “Dia masih terguncang, belajar untuk hidup dengan disabilitas dalam konteks di mana layanan rehabilitasi tidak tersedia,” ungkap Crickx.

    Karena kurangnya makanan, air, dan tempat tinggal, keluarga besar pun tidak mampu merawat anak-anak tambahan. Hal itu membuat kesehatan mental anak-anak Palestina sangat terdampak.

    Baca: Lebih dari 4 ribu siswa Palestina terbunuh di jalur Gaza

    Selain itu, anak-anak tersebut juga menunjukkan tingkat kecemasan yang sangat tinggi, kehilangan nafsu makan, insomnia, dan kepanikan setiap kali mendengar pengeboman.

    “UNICEF saat ini memperkirakan bahwa hampir semua anak Gaza, lebih dari satu juta, membutuhkan dukungan kesehatan mental dan psikososial,” tuturnya. 

    “Satu-satunya cara agar dukungan kesehatan mental dan psikososial ini dapat diberikan dalam skala besar adalah dengan gencatan senjata,” pungkas Crickx.

    Sumber: Antaranews 

  • Bantu Pengungsi Gaza, PMI Lakukan Layanan Kesehatan Keliling

    Bantu Pengungsi Gaza, PMI Lakukan Layanan Kesehatan Keliling

    7cloud.asia – Berbagai cara dilakukan pemerintah Indonesia untuk membantu para pengungsi di Gaza. Salah satunya dengan melakukan layanan kesehatan keliling secara door to door dari tenda ke tenda.

    Layanan kesehatan ini dilakukan oleh Palang Merah Indonesia (PMI) bekerjasama dengan Lembaga Bantuan Medis di Gaza dengan target melayani 1.000 pengungsi.

    “Target layanan kesehatan keliling PMI tahap pertama ini ditargetkan untuk 1.000 pasien. Setelah target tercapai, PMI akan terus melanjutkan layanan kesehatan tersebut dan menyasar ke beberapa penampungan darurat lainnya,” jelas Ketua Tim Kemanusiaan PMI untuk Gaza, Arifin Muh Hadi seperti yang dikutip Antaranews.

    Baca: PBB prihatin dengan serangan Israel ke Rafah

    Selanjutnya Arifin menjelaskan dirinya beserta beberapa anggota PMI tengah berada di perbatasan Rafah Palestina sengaja memberi pelayanan kesehatan keliling secara door to door. 

    Hal ini untuk mempermudah para pengungsi mengakses layanan Kesehatan. Apalagi banyak pengungsi yang tidak dapat beranjak untuk menuju ke fasilitas layanan Kesehatan darurat.

    “Layanan Kesehatan Keliling ini merupakan upaya PMI dalam mendekatkan layanan kesehatan bagi warga pengungsi yang sakit. Bagi warga yang sakit namun tidak memungkinkan beranjak ke fasilitas kesehatan darurat, mereka mendapatkan layanan door to door,” terangnya.

    Menurutnya layanan kesehatan keliling yang dilakukan oleh PMI ini sangat efektif mengingat terbatasnya fasilitas kesehatan di Gaza tidak sebanding dengan membludaknya jumlah pasien.

    Baca: Serangan Israel tewaskan lebih dari 27 ribu warga Palestina

    “Pendekatan layanan kesehatan keliling ini sangat efektif mengingat jumlah rumah sakit yang beroperasi semakin berkurang, sementara itu kapasitas tampung pasien di rumah sakit yang ada juga sangat terbatas,” urainya.

    Sementara itu, Kepala Penanggulangan Bencana PMI Pusat, Ridwan Sobri Carman menyatakan, dalam memberikan layanan kesehatan, relawan PMI dibagi ke dalam 2 tim.

    Tim tersebut terdiri dari 1 dokter dan 2 perawat dan beroperasi di Rafah dan Khan Younis. “Tim Medis mitra PMI di Wilayah Gaza yang kami mobilisasi terdiri dari 2 tim, masing masing tim didukung oleh satu dokter dan dua perawat. Kedua tim medis ini terus menyasar beberapa penampungan pengungsi di Rafah, Gaza maupun Younis”, ungkap Ridwan.

    Baca: Israel sebut Rafah sasaran berikutnya

    Bantuan medis door to door PMI ini sejalan dengan harapan WHO yang menekankan perlunya peningkatan cakupan imunisasi rutin.

    Selain itu, penyediaan obat penyakit tidak menular, psikotropika, dan anestesi untuk memenuhi kebutuhan kesehatan masyarakat dan mencegah penyebaran penyakit menular.

    Seperti yang diwartakan sebelumnya, sejak konflik Israel-Hamas pecah pada 7 Oktober 2023 sejumlah infrastruktur di wilayah Gaza hancur total.

    Termasuk di dalamnya sejumlah rumah sakit yang tidak luput dari sasaran serangan dan pengeboman tentara Israel.

    UNRWA dalam laporan resminya menyampaikan bahwa akibat serbuan Israel fungsi dan akses pelayanan kesehatan sangat terganggu akibat terbatasnya akses listrik dan air.

    Kini hanya empat dari 22 pusat layanan kesehatan UNRWA beroperasi. Kondisi ini tentu saja menimbulkan bencana kesehatan yang luar biasa.

    Apalagi cuaca dingin dan buruknya sistem sanitasi membuat banyak pengungsi yang jatuh sakit. Sehingga, layanan kesehatan bagi warga Gaza di pengungsian menjadi kebutuhan primer.

    Reporter: Nurakhmayani

     

  • Eskalasi Kekerasan Terus Terjadi, PM Palestina Mengundurkan Diri

    Eskalasi Kekerasan Terus Terjadi, PM Palestina Mengundurkan Diri

    ruangkotacom – Perdana Menteri Palestina Mohammad Shtayyeh, Senin (26/2/2024), mengumumkan pengunduran diri dari pemerintahannya.

    Shtayyeh yang memerintah sebagian wilayah Tepi Barat yang diduduki, mengatakan “langkah-langkah politik baru” diperlukan mengingat perubahan realitas di Gaza, Palestina.

    Sejak 2007, kepemimpinan Palestina terbagi antara Otoritas Palestina pimpinan Abbas, yang menjalankan kekuasaan terbatas di Tepi Barat, dan Hamas yang menguasai Gaza.

    “Saya mengajukan pengunduran diri pemerintah kepada Presiden (Mahmud Abbas),” kata Shtayyeh.

    Baca: Amerika dan negara-negara Arab rumuskan negara Palestina yang merdeka

    Ia menambahkan bahwa itu terjadi setelah “perkembangan terkait agresi di Jalur Gaza dan eskalasi di Tepi Barat dan Yerusalem”.

    Shtayyeh mengatakan ia telah mengajukan pengunduran diri pada Selasa pekan lalu, tetapi secara resmi mengajukannya “secara tertulis” pada Senin.

    Abbas menghadapi kemarahan yang meningkat sejak perang meletus pada 7 Oktober antara Israel dan Hamas.

    Baca: Mewujudkan Palestina yang berdaulat

    Banyak yang mengkritik presiden Palestina itu karena tidak mengutuk keras serangan Israel di sana dan meningkatnya kekerasan di Tepi Barat.

    Pengunduran diri pemerintah di Tepi Barat terjadi sementara beberapa negara, termasuk AS, menyerukan reformasi Otoritas Palestina yang akan mengambil alih seluruh wilayah Palestina setelah perang di Gaza berakhir.

    “Tahap selanjutnya dan tantangan-tantangannya memerlukan langkah-langkah pemerintah dan politik baru yang mempertimbangkan realitas baru di Jalur Gaza,” kata Shtayyeh dalam pidato singkat yang mengumumkan pengunduran diri itu.

    Baca: Keputusan Mahkamah Internasional diharapkan hentikan impunitas pada Israel

    Ia menyerukan konsensus antarPalestina dan “perluasan kekuasaan Otoritas (Palestina) atas seluruh tanah Palestina”.

    Perang di Gaza pecah setelah militan Hamas menyerang Israel selatan pada 7 Oktober. Israel menyebut korban mencapai 1.160, sebagian besar warga sipil. 

    Serangan balasan militer Israel di Gaza sejauh ini telah menewaskan sedikitnya 29.782 orang, kebanyakan dari mereka adalah perempuan dan anak-anak, menurut kementerian kesehatan wilayah tersebut.

    Sumber: VOA Indonesia

  • Mediator Hamas dan Israel Pesimistis Akan Dicapai Kesepakatan Gencatan Senjata

    Mediator Hamas dan Israel Pesimistis Akan Dicapai Kesepakatan Gencatan Senjata

    7cloud.asia – Mediator Israel, Hamas dan Qatar, pada Selasa (27/2/2024), semuanya mengecilkan sinyalemen yang disampaikan oleh Presiden AS Joe Biden soal gencatan senjata di Gaza.

    Sebelumnya Biden mengatakan bahwa kesepakatan baru untuk gencatan senjata dan pembebasan sandera dalam perang lima bulan Israel dengan militan Hamas dapat segera dicapai akhir pekan ini.

    Hamas kini mempertimbangkan proposal, yang disetujui oleh Israel pada pembicaraan dengan mediator di Paris pekan lalu, untuk gencatan senjata yang akan menunda pertempuran selama 40 hari selama Ramadan.

    Ramadan sebagai bulan suci dan ibadah puasa umat Islam, yang akan menjadi perpanjangan gencatan senjata pertama dalam perang tersebut.

    Baca: Biden berharap kesepakatan gencatan senjata dicapai akhir pekan ini

    Delegasi kedua pihak berada di Qatar minggu ini untuk berusaha membahas rincian usulan gencatan senjata itu.

    Namun juru bicara Kementerian Luar Negeri Qatar Majed al-Ansari mengatakan, Kami belum memiliki kesepakatan akhir mengenai masalah apa pun yang menghambat pencapaian kesepakatan.

    “Kami tetap berharap bahwa kami bisa mencapai semacam kesepakatan.” ujarnya.

    Dilansir VOA Indonesia, seorang pejabat Hamas mengatakan bahwa masih ada kesenjangan besar yang harus dijembatani.

    “Masalah utama dan terutama tentang gencatan senjata dan penarikan pasukan Israel tidak disebutkan dengan jelas, sehingga menunda pencapaian kesepakatan.”

    Baca: PM Palestina mengundurkan diri

    Israel tidak mengomentari secara langsung optimisme Biden perihal kesepakatan gencatan senjata.

    Namun juru bicara pemerintah Israel, Tal Heinrich, mengatakan kesepakatan apa pun masih mengharuskan Hamas untuk membatalkan “tuntutan aneh, yang tidak masuk akal, yang sulit dipahami.”

    “Kami bersedia. Namun pertanyaannya apakah Hamas bersedia,” katanya.

    Situs berita Israel Ynet mengutip pejabat senior Israel yang tidak disebutkan namanya yang mengatakan bahwa mereka tidak memahami “dasar optimisme [Biden].”

    Biden mengatakan, pada Senin (26/2/2024), bahwa dia berharap akan ada gencatan senjata pada tanggal 4 Maret.

    Baca: Mungkinkah mewujudkan Palestina yang merdeka

    Dia kemudian mengatakan kepada komedian Seth Meyers dalam acara larut malamnya di televisi NBC,

    “Ramadan akan segera tiba [pada 10 Maret], dan sudah ada kesepakatan dari Israel bahwa mereka tidak akan terlibat dalam serangan selama Ramadan juga, untuk memberi kami waktu untuk membebaskan semua [100 atau lebih] sandera.”

    Menurut salah satu sumber yang dekat dengan perundingan itu, usulan Paris tersebut akan membuat Hamas membebaskan sebagian namun tidak semua sandera yang mereka tahan.

    Ini sebagai imbalan atas pembebasan ratusan warga Palestina yang dipenjara oleh Israel, dan peningkatan bantuan kemanusiaan bagi warga Palestina yang kelaparan di Gaza.

    Juga penarikan mundur pasukan Israel dari sejumlah area padat penduduk di daerah kantong di sepanjang garis pantai Laut Mediterania itu.

    Sumber: VOA Indonesia

  • Kemenkes Gaza: Korban Tewas Akibat Serangan Israel Lampaui 30.000 Orang

    Kemenkes Gaza: Korban Tewas Akibat Serangan Israel Lampaui 30.000 Orang

    7cloud.asia – Kementerian Kesehatan Gaza mengatakan serangan Israel ke Gaza sejak Oktober 2023 lalu telah menewaskan setidaknya 30.035 orang, dan 70.457 lainnya terluka.

    Terakhir adalah serangan Israel yang menewaskan sedikitnya 70 orang dan melukai 280 lainnya ketika massa warga Palestina menunggu bantuan kemanusiaan di Kota Gaza.

    Insiden terjadi di bundaran al-Nabusi di bagian barat kota. Militer Israel mengatakan sedang memeriksa peristiwa tersebut.

    Di tempat lain di Gaza, Pasukan Pertahanan Israel melaporkan mereka melakukan operasi darat di Gaza utara, serta melancarkan serangan udara di daerah Khan Younis di bagian selatan Jalur Gaza.

    Baca: PM Palestina mengundurkan diri

    Di Jenewa, Kepala Badan HAM PBB Volker Turk mengatakan semua pihak dalam perang Israel-Hamas telah melakukan kejahatan perang.

    “Sudah waktunya – seharusnya sudah sebelum ini – untuk perdamaian, penyelidikan dan akuntabilitas,” kata Turk kepada Dewan Hak Asasi Manusia PBB.

    Ia juga memperingatkan tentang rencana serangan Israel di Rafah, wilayah selatan Gaza yang diperkirakan kini dihuni 1,5 juta warga Palestina.

    Banyak dari mereka adalah pengungsi dari wilayah lain untuk mencari keselamatan. Menurut Turk, serangan di Rafah “akan mendorong penduduk Gaza yang sedang mengalami mimpi buruk ke dalam dimensi baru kehancuran.”

    Baca: 80 Persen warga Gaza terusir dari rumahnya akibat serangan Israel

    Para pejabat Israel telah menyebutkan akan mengevakuasi warga sipil dari Rafah. Tetapi mereka belum memberi rincian tentang ke mana warga Palestina bisa pergi.

    Mesir, yang berbatasan dengan Rafah, menyatakan tidak akan membuka perbatasannya dengan Palestina.

    Sebagian besar wilayah Gaza telah luluh lantak akibat serangan besar-besaran Israel sebagai balasan atas serangan Hamas pada 7 Oktober yang menewaskan 1.200 orang di Israel.

    PBB, pada Rabu (28/2/2024), menyatakan bahwa orang-orang yang mencoba mendistribusikan atau menerima bantuan kemanusiaan di Jalur Gaza menghadapi tantangan yang mengancam nyawa.

    Baca: Mewujudkan Palestina yang merdeka dan berdaulat

    Berbicara kepada wartawan di New York, juru bicara PBB Stephane Dujarric mengatakan bahaya yang ditimbulkan oleh konflik yang sedang berlangsung ini telah mendorong PBB berulang kali menyerukan gencatan senjata kemanusiaan.

    “Memang, ada truk-truk yang menyeberang dari Israel ke Gaza. Situasi di Gaza, seperti yang telah kami jelaskan berkali-kali, hampir mustahil bagi kami untuk melakukan pekerjaan kemanusiaan,” kata Dujarric.

    “Ada konflik aktif yang sedang terjadi. Ada pelanggaran hukum dan ketertiban. Kurang koordinasi dalam bidang keamanan dan penyelesaian konflik dengan Israel.

    Kami telah memaparkan semua tantangan itu. Tetapi semua itu tidak membuat kami berhenti bekerja.”

    Sumber: VOA Indonesia

     

  • UNICEF: Anak-anak di Jalur Gaza Kena Dampak Serius Akibat Perang Israel

    UNICEF: Anak-anak di Jalur Gaza Kena Dampak Serius Akibat Perang Israel

    7cloud.asia – Direktur Eksekutif Badan PBB untuk Anak-anak (UNICEF), Catherine Russell, kembali memperingatkan komunitas internasional tentang dampak perang Israel yang serius terhadap anak-anak di Jalur Gaza.

    Ia mengatakan bahwa anak-anak di Gaza menderita malnutrisi akut dan berada di ambang kematian.

    Melalui akun media sosial X miliknya, Russell, mengaku terkejut atas laporan sehari sebelumnya yang menyebutkan sekitar 10 anak meninggal akibat malnutrisi di Gaza.

    “Hal baru yang mengerikan di Gaza bahwa hingga kini sedikitnya sepuluh anak meninggal karena kekurangan gizi dan dehidrasi, sementara masih banyak anak lainnya yang berada di ambang kematian”, tulisnya.

    Baca: Genosida di Jalur Gaza akan terus berlanjut jika tak ada gencatan senjata

    Dia menambahkan bahwa 1 dari 6 anak di bawah usia dua tahun di Gaza utara mengalami malnutrisi akut.

    Russell menyerukan “gencatan senjata sekarang”, dengan alasan bahwa “setiap menit berarti” bagi anak-anak di Gaza yang menghadapi malnutrisi “mematikan”.

    Menurutnya, keterlambatan satu menit dalam mengakses makanan, air, perawatan medis dan perlindungan dari peluru dan bom Israel bagi anak-anak Palestina di Gaza akan menimbulkan imbas yang mengerikan.

    Baca: Lebih dari 17 ribu anak hidup tanpa pendamping

    “Semua ini tak mungkin terjadi tanpa adanya gencatan senjata kemanusiaan di Gaza,” kata ketua UNICEF tersebut yang juga pernah menyebut Gaza sebagai “tempat paling berbahaya di dunia bagi anak-anak.”

    Para pejabat UNICEF telah mengeluarkan banyak peringatan sejak awal perang Israel di Gaza yang telah membunuh sebagian besar anak-anak dan perempuan.

    Salah satu pejabat UNICEF baru-baru ini mengatakan bahwa anak-anak di Gaza berkali-kali terpaksa menghindari pemboman Israel selama beberapa bulan terakhir dan mereka hanya makan sehari sehari.

    Sumber: IRNA-OANA

  • Gencatan Senjata di Gaza Kini Tergantung pada SIkap Kelompok Hamas, Israel Tetap Didesak Buka Kran Bantuan Kemanusiaan

    Gencatan Senjata di Gaza Kini Tergantung pada SIkap Kelompok Hamas, Israel Tetap Didesak Buka Kran Bantuan Kemanusiaan

    7cloud.asia – Presiden AS Joe Biden mengatakan harapan gencatan senjata di Gaza kini ada di tangan Hamas.

    Namun pada saat yang sama, dia mengatakan Israel “tidak punya alasan” selain mengizinkan lebih banyak bantuan kemanusiaan masuk ke wilayah yang dilanda perang untuk membantu warga Palestina yang kelaparan.

    Dalam perjalanan kembali ke Washington dari Camp David, Biden mengatakan, “Israel telah bekerja sama. Ada tawaran yang masuk akal. Kami tidak tahu apa… kita akan mengetahuinya dalam beberapa hari apakah gencatan senjata akan terwujud. Kita membutuhkan gencatan senjata.”

    Dia memperingatkan kondisi bahaya akan meningkat jika Israel dan Hamas gagal mencapai gencatan senjata di Gaza pada awal bulan suci Ramadan minggu depan.

    “Jika kita menghadapi keadaan di mana hal ini terus berlanjut selama Ramadan, Israel dan Yerusalem… bisa menjadi sangat, sangat berbahaya,” kata Biden.

    Pernyataan Biden disampaikan sehari setelah Wakil Presiden AS Kamala Harris menerima anggota Kabinet Israel pada masa perang.

    Baca: Tanpa gencatan senjata, genosida di Gaza akan berlanjut

    Mereka datang ke Washington meskipun ditentang Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu karena pemerintahan Biden mengintensifkan upaya mendorong lebih banyak bantuan kemanusiaan ke Gaza yang dilanda perang.

    Wakil Presiden AS Kamala Harris pada juga Senin mendesak Hamas untuk menerima persyaratan perjanjian yang diusulkan.

    Salah satunya, pembebasan sekitar 100 sandera yang tersisa akan menghasilkan gencatan senjata selama enam minggu dan memungkinkan gelombang bantuan kemanusiaan di seluruh wilayah Gaza.

    Pejabat-pejabat Gedung Putih mengatakan Benny Gantz, saingan politik Netanyahu yang berhaluan tengah, meminta pertemuan itu.

    Gedung Putih percaya bahwa penting bagi Harris dari pemerintahan Partai Demokrat, untuk duduk bersama pejabat terkemuka Israel meskipun Netanyahu keberatan.

    Biden, Harris, dan pejabat senior lainnya di pemerintahan semakin blak-blakan menyatakan ketidakpuasan atas meningkatnya jumlah korban tewas di Gaza dan penderitaan warga Palestina yang tidak bersalah sementara perang sudah berlangsung hampir lima bulan.

    Baca: Diharapkan tercapai gencatan senjata di Gaza sebelum masuk Ramadan

    Pertemuan terjadi setelah AS pda Sabtu lalu mengirim bantuan kemanusiaan pertama ke Gaza. Diperkirakan bantuan kemanusiaan akan terus dikirim melalui udara.

    Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Antony Blinken juga mendesak Israel untuk memaksimalkan “segala cara yang memungkinkan” untuk memberikan lebih banyak bantuan kemanusiaan ke Gaza.

    Blinken mengatakan bahwa situasi yang dihadapi puluhan ribu warga Palestina yang mengungsi saat ini tidak dapat diterima dan tidak berkelanjutan.

    “Israel harus memaksimalkan segala cara, setiap metode yang memungkinkan untuk memberikan bantuan kepada orang-orang yang membutuhkannya,” kata Blinken sebelum bertemu dengan Perdana Menteri Qatar Sheikh Mohammed bin Abdulrahman Al Thani di Departemen Luar Negeri.

    Blinken mengulangi seruan pemerintahan Biden agar Israel membuka penyeberangan perbatasan baru guna memungkinkan lebih banyak bantuan kemanusiaan masuk ke Gaza, namun hal ini ditentang oleh Israel.

    “Perlu lebih banyak penyeberangan. Perlu lebih banyak bantuan untuk masuk. Dan begitu bantuan itu masuk, maka kita perlu memastikan bahwa bantuan tersebut dapat sampai ke orang-orang yang membutuhkan.”

    Baca: Frustasi dengan situasi di Gaza, PM Palestina mengundurkan diri

    Jadi, kita akan terus menekannya setiap hari, karena situasinya semakin buruk, sikap Israel tidak bisa diterima,” kata Blinken.

    Kelaparan kini membayangi Jalur Gaza yang terkepung di sepanjang garis pantai Laut Mediterania karena pasokan bantuan, yang sudah sangat dibatasi sejak dimulainya perang pada Oktober lalu, semakin berkurang dalam sebulan terakhir.

    Perundingan gencatan senjata terus berlanjut di Kairo, tetapi belum ada terobosan yang jelas.

    “Kita berpeluang untuk segera melakukan gencatan senjata yang bisa membawa pulang para sandera, yang secara dramatis dapat meningkatkan jumlah bantuan kemanusiaan yang masuk ke warga Palestina yang sangat membutuhkannya. … Hamaslah yang harus mengambil keputusan apakah mereka siap atau tidak. untuk terlibat dalam gencatan senjata itu,” kata Blinken.

    Berdiri di samping Blinken, Sheikh Mohammed berkata, “Qatar, Amerika Serikat, dan mitra kita akan selalu gigih untuk memastikan kesepakatan ini terwujud.”

    Israel tidak ikut serta dalam perundingan di Kairo dan menyalahkan Hamas karena tidak memberikan daftar nama sandera yang masih ditahan militan di Gaza.

    Baca: AS dan negara-negara Arab rumuskan negara Palestina yang merdeka

     

    Biden menghadapi tekanan politik yang meningkat di dalam negeri atas cara pemerintahannya menangani perang Israel-Hamas. Perang itu dipicu serangan Hamas di Israel selatan yang menewaskan 1.200 orang. Hamas juga menyandera sekitar 250 orang.

    Pada pemilihan pendahuluan presiden di Michigan minggu lalu, lebih dari 100.000 pemilih dari Partai Demokrat memberikan suara “tidak berkomitmen”.

    Biden menang mudah tetapi suara “tidak berkomitmen” mencerminkan desakan pemilih yang secara terkoordinasi menyatakan ketidaksenangan atas dukungan presiden yang tak tergoyahkan bagi Israel sementara operasi militer Israel di Gaza telah menewaskan lebih dari 30.000 orang Palestina.

    Jumlah suara yang diraih Biden mengkhawatirkan Partai Demokrat. Pasalnya, Biden menang di negara bagian itu hanya dengan selisih 154.000 suara pada 2020.

    Gantz, yang menurut jajak pendapat bisa menjadi kandidat kuat perdana menteri jika pemungutan suara diadakan hari ini, dipandang sebagai seorang politikus moderat.

    Tetapi pandangannya belum jelas mengenai negara Palestina. Bagi Biden, pembentukan negara Palestina penting demi terwujudnya perdamaian yang abadi setelah konflik berakhir. Namun, Netanyahu dengan tegas menentang.

    Sementara itu, Hamas tampaknya tidak tergesa-gesa mencapai gencatan senjata sementara menjelang bulan suci Ramadan, yang dimulai minggu depan.

    Gencatan ini akan menunda serangan yang telah direncanakan Israel terhadap Rafah, kota di Gaza selatan di mana separuh penduduk Gaza kini mencari perlindungan.

    Sumber: VOA Indonesia