Bantu Pengungsi Gaza, PMI Lakukan Layanan Kesehatan Keliling

Written by

in

7cloud.asia – Berbagai cara dilakukan pemerintah Indonesia untuk membantu para pengungsi di Gaza. Salah satunya dengan melakukan layanan kesehatan keliling secara door to door dari tenda ke tenda.

Layanan kesehatan ini dilakukan oleh Palang Merah Indonesia (PMI) bekerjasama dengan Lembaga Bantuan Medis di Gaza dengan target melayani 1.000 pengungsi.

“Target layanan kesehatan keliling PMI tahap pertama ini ditargetkan untuk 1.000 pasien. Setelah target tercapai, PMI akan terus melanjutkan layanan kesehatan tersebut dan menyasar ke beberapa penampungan darurat lainnya,” jelas Ketua Tim Kemanusiaan PMI untuk Gaza, Arifin Muh Hadi seperti yang dikutip Antaranews.

Baca: PBB prihatin dengan serangan Israel ke Rafah

Selanjutnya Arifin menjelaskan dirinya beserta beberapa anggota PMI tengah berada di perbatasan Rafah Palestina sengaja memberi pelayanan kesehatan keliling secara door to door. 

Hal ini untuk mempermudah para pengungsi mengakses layanan Kesehatan. Apalagi banyak pengungsi yang tidak dapat beranjak untuk menuju ke fasilitas layanan Kesehatan darurat.

“Layanan Kesehatan Keliling ini merupakan upaya PMI dalam mendekatkan layanan kesehatan bagi warga pengungsi yang sakit. Bagi warga yang sakit namun tidak memungkinkan beranjak ke fasilitas kesehatan darurat, mereka mendapatkan layanan door to door,” terangnya.

Menurutnya layanan kesehatan keliling yang dilakukan oleh PMI ini sangat efektif mengingat terbatasnya fasilitas kesehatan di Gaza tidak sebanding dengan membludaknya jumlah pasien.

Baca: Serangan Israel tewaskan lebih dari 27 ribu warga Palestina

“Pendekatan layanan kesehatan keliling ini sangat efektif mengingat jumlah rumah sakit yang beroperasi semakin berkurang, sementara itu kapasitas tampung pasien di rumah sakit yang ada juga sangat terbatas,” urainya.

Sementara itu, Kepala Penanggulangan Bencana PMI Pusat, Ridwan Sobri Carman menyatakan, dalam memberikan layanan kesehatan, relawan PMI dibagi ke dalam 2 tim.

Tim tersebut terdiri dari 1 dokter dan 2 perawat dan beroperasi di Rafah dan Khan Younis. “Tim Medis mitra PMI di Wilayah Gaza yang kami mobilisasi terdiri dari 2 tim, masing masing tim didukung oleh satu dokter dan dua perawat. Kedua tim medis ini terus menyasar beberapa penampungan pengungsi di Rafah, Gaza maupun Younis”, ungkap Ridwan.

Baca: Israel sebut Rafah sasaran berikutnya

Bantuan medis door to door PMI ini sejalan dengan harapan WHO yang menekankan perlunya peningkatan cakupan imunisasi rutin.

Selain itu, penyediaan obat penyakit tidak menular, psikotropika, dan anestesi untuk memenuhi kebutuhan kesehatan masyarakat dan mencegah penyebaran penyakit menular.

Seperti yang diwartakan sebelumnya, sejak konflik Israel-Hamas pecah pada 7 Oktober 2023 sejumlah infrastruktur di wilayah Gaza hancur total.

Termasuk di dalamnya sejumlah rumah sakit yang tidak luput dari sasaran serangan dan pengeboman tentara Israel.

UNRWA dalam laporan resminya menyampaikan bahwa akibat serbuan Israel fungsi dan akses pelayanan kesehatan sangat terganggu akibat terbatasnya akses listrik dan air.

Kini hanya empat dari 22 pusat layanan kesehatan UNRWA beroperasi. Kondisi ini tentu saja menimbulkan bencana kesehatan yang luar biasa.

Apalagi cuaca dingin dan buruknya sistem sanitasi membuat banyak pengungsi yang jatuh sakit. Sehingga, layanan kesehatan bagi warga Gaza di pengungsian menjadi kebutuhan primer.

Reporter: Nurakhmayani

 

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *