Tag: lingkungan

  • Prinsip Ramah Lingkungan di Kantor: Mulai Daur Ulang hingga Gunakan Bank yang Tak Mendukung Bahan Bakar Fosil

    Prinsip Ramah Lingkungan di Kantor: Mulai Daur Ulang hingga Gunakan Bank yang Tak Mendukung Bahan Bakar Fosil

    7cloud.asia – Menerapkan gaya hidup ramah lingkungan di tempat kerja harus diakui  menjadi tantangan yang tak mudah. 

    Harus diakui hampir tidak mungkin mencapai zero waste saat menjalankan bisnis, jadi yang dapat kita lakukan adalah memberikan dampak sekecil mungkin pada lingkungan.

    Tetapi ada banyak hal yang dapat dilakukan sebuah perusahaan untuk mengambil peran dalam merawat lingkungan sekaligus mengantisipasi perubahan iklim.

    Langkah sederhana untuk lebih ramah ligkungan ini secara bersamaan bisa mengirimkan pesan yang kuat kepada karyawan dan konsumen, bahwa perusahaan telah menerapkan prinsip ramah lingkungan.

    Dilansir prettyslow.life, sebuah survei yang dilakukan oleh Sendle mengungkap 75% konsumen mengatakan bahwa keberlanjutan sangat penting bagi mereka.

    Baca: Desain ramah lingkungan antar Bandara Banyuwangi raih Aga Khan Award

    Jadi, mulai sekarang cobalah untuk membuat keputusan terbaik yang bisa dilakukan dan selalu memperhatikan jejak karbon yang kita hasilkan.

    Dan, sebenarnya hanya butuh satu pendorong kecil bagi perusahaan untuk mulai menerapkan prinsip ramah lingkungan dan mengurangi jejak karbon mereka!

    Semua hal kecil tampak tidak berarti jika dilakukan sendiri, tetapi akan memberi dampak besar jika dilakukan bersama.

    Plus, melakukan semua upaya ini di kantor pada akhirnya akan menginspirasi kolega Anda untuk juga melakukan hal yang sama di rumah, sehingga akan menciptakan lingkaran gerakan lingkungan yang lebih baik.

    Baca: Kurir sepeda, cara e-comerce ini agar lebih ramah lingkungan

    Berikut beberapa prinsip ramah lingkungan yang dapat diterapkan di kantor: 

    Adakan program daur ulang.

    Siapkan tempat sampah terpisah, satu khusus untuk sampah daur ulang di area umum kantor dan dorong semua orang untuk mendaur ulang kertas, karton, plastik, dan aluminium.

    Menanam pohon

    Jika Anda memiliki ruang terbuka, adakan acara penanaman pohon. Pohon membantu menyerap karbon dioksida (CO2) dari atmosfer dan menjadi tempat hidup alias habitat bagi satwa liar.

    Siapa tahu, tak lama setelah Anda menanam pohon maka akan menmukan kupu-kupu. Indah bukan?

    Baca: Cara internetan yang ramah lingkungan

    Acara yang ramah lingkungan 

    Ajak kolega Anda untuk membawa makanan dari bahan organik dan bersumber lokal. Gunakan piring, gelas, dan peralatan yang dapat digunakan kembali untuk mengurangi limbah.

    Satu hal yang perlu diperhatikan adalah mengatur acara kumpul-kumpul yang menghasilkan polusi seminimal mungkin.

    Ini artinya, tak ada makanan yang terbuang atau plastik sekali pakai, juga seminar yang dibuat dengan mempertimbangkan keberlanjutan dan acara penguatan tim yang tidak merugikan bumi.

    Dorong paperless

    Dorong tim Anda untuk menggunakan dokumen digital dan email daripada mencetak dokumen. Jika pencetakan diperlukan, gunakan kedua sisi kertas untuk mengurangi limbah.

    Baca: Gaya hidup ramah lingkungan nggak cuma suka tanaman

    Matikan alat elektronik

    Dorong kolega untuk mematikan komputer dan alat elektronik lainnya saat mereka meninggalkan kantor. Langkah sederhana ini efektif untuk menghemat energi.

    Jadwalkan kerja bakti 

    Jika ada taman atau ruang hijau di dekat kantor Anda, atur acara pembersihan untuk mengambil sampah dan puing-puing.

    Sebarkan prinsip ramah lingkungan

    Gunakan Hari Bumi menjaid momen untuk meningkatkan kesadaran tentang masalah lingkungan dan dorong kolega Anda untuk mengambil peran untuk ikut merawat planet Bumi.

    Ingat, tindakan kecil dapat membuat perbedaan besar dalam melindungi lingkungan, jadi mulailah dari yang kecil dan dorong orang lain untuk melakukan hal yang sama! 

    Baca: Baking soda, bahan pembersih yang ramah lingkungan

    Bekerja secara hybrid
    Pandemi Covid membuat bekerja dari rumah menjadi norma yang jamak dilakukan, Demi lingkungan bekerja dari rumah atau secara hybrid bisa jaid pilihan untuk selamanya.

    Mengurangi perjalanan ke kantor berarti menggunakan lebih sedikit mobil, sehingga mengurangi jejak karbon perusahaan Anda. 

    Banyak orang ingin bekerja dari rumah beberapa hari dalam seminggu. Bekerja dari rumah membuat mereka lebih bahagia dan lebih produktif serta memungkinkan perusahaan menjadi lebih kompetitif saat merekrut talenta baru.

    Gunakan angkutan umum
    Jika jenis usaha Anda mengharuskan karyawan datang ke kantor setiap hari, insentif untuk  mereka yang menggunakan transportasi umum bisa jadi alternatif.

    Di negara-negara maju seperti Prancis, perusahaan sudah menawarkan keuntungan bagi pekerjanya yang memutuskan untuk menggunakan sepeda atau transportasi umum daripada mobil pribadi.

    Baca: Konsep slow city yang lebih ramah lingkungan

    Menggunakan produk ramah lingkungan

    Selangkah lebih maju dan mulai menggunakan solusi web hosting ramah lingkungan dan memilih bank yang tidak mendukung bahan bakar fosil.

    Gunakan Hari Bumi untuk menularkan semangat peduli lingkungan kepada kolega Anda. 
    Mengubah gaya hidup jaid lebih ramah lingkungan mungkin terasa menakutkan.

    Tetapi, percayalah sebagian besar perubahan yang dapat kita lakukan sebagai individu sangat mudah diterapkan dan tidak memerlukan waktu atau pun uang tambahan.

    Jadi jangan lagi ada alasan untuk menunda gaya hidup ramah lingkungan.

     

  • Gerakan Rumah Mungil Sedang Ngetrend, Apa Manfaatnya untuk Lingkungan?

    Gerakan Rumah Mungil Sedang Ngetrend, Apa Manfaatnya untuk Lingkungan?

    7cloud.asia – Sejak awal tahun 2000an muncul gerakan baru di Amerika Serikat, yakni gerakan tiny house atau rumah mungil.

    Gerakan rumah mungil adalah gerakan sosial dan arsitektur yang mengadvokasi tinggal di rumah kecil dan kompak yang biasanya berukuran 100 hingga 400 kaki persegi atau maksimal 37 meter persegi,

    Sejak lahir, gerakan rumah mungil dengan cepat menyebar ke banyak kota lain di dunia. Gerakan rumah mungil didorong oleh keinginan untuk hidup lebih sederhana, lebih berkelanjutan dan fokus pada pengalaman daripada kepemilikan harta benda.

    Baca: Dampak fast fashion untuk lingkungan

    Rumah mungil dirancang agar fungsional dan efisien, dengan furnitur multifungsi dan solusi penyimpanan untuk memaksimalkan fungsi ruang.

    Banyak penggemar rumah mungil juga fokus untuk meminimalkan dampak lingkungan mereka dengan menggunakan energi terbarukan, toilet yang bisa mengomposkan, serta gaya hidup ramah lingkungan dan berkelanjutan lainnya.

    Gerakan rumah mungil semakin populer dalam beberapa tahun terakhir antara lain karena meningkatnya biaya perumahan, kekhawatiran tentang kelestarian lingkungan, dan keinginan untuk gaya hidup yang lebih sederhana dan minimalis.

    Baca: Ubah gaya hidup yuk demi kelestarian lingkungan

    Pendukung gerakan rumah mungil melihat, cara ini untuk mencapai kebebasan finansial yang lebih besar, mengurangi dampak lingkungan, dan menyederhanakan hidup mereka.

    Rumah mungil adalah ruang hidup kecil yang berfungsi penuh.Rumah mungil dirancang untuk memaksimalkan efisiensi ruang dan sering menyertakan furnitur multifungsi dan solusi penyimpanan.

    Rumah mungil dapat berupa van atau rumah tapak dan dapat disesuaikan agar sesuai dengan kebutuhan dan preferensi individu pemilik rumah.

    Baca: Wujudkan tempat kerja yang ramah lingkungan

    Rumah mungil sering dilihat sebagai cara untuk mengurangi biaya hidup dan meminimalkan dampak lingkungan, serta cara untuk menyederhanakan gaya hidup seseorang.

    Harga rumah mungil di Inggris sangat bervariasi tergantung pada faktor seperti ukuran, bahan, dan lokasi. Umumnya, rumah mungil yang dibangun secara profesional di Inggris dapat menelan biaya antara £30.000 dan £100.000 atau lebih.

    Undang-undang tentang tinggal di rumah mungil di Inggris bervariasi tergantung pada faktor-faktor seperti lokasi, zonasi, dan kode bangunan. Secara umum, menemukan tempat yang sah untuk tinggal di rumah kecil di Inggris tidaklah mudah.

    Baca: Mengenal gaya hidup minimalis yang membebaskan

    Dalam banyak kasus, rumah mungil dianggap sebagai bangunan sementara dan mungkin tidak diizinkan sebagai tempat tinggal permanen.

    Namun, tinggal di rumah mungil secara legal di Inggris tetap dimungkinkan jika mematuhi peraturan perencanaan dan pembangunan setempat.

    Di Indonesia, rumah mungil mungkin diwujudkan dalam bentuk rumah sangat sederhana dengan ukuran 21 hingga 42 meter persegi. 

    Baca: Kiat menggunakan internet yang ramah lingkungan

    Ada banyak manfaat potensial tinggal di rumah mungil, berikut beberapa di antaranya sebagaimana dilansir prettyslow.life:

    Biaya hidup lebih rendah

    Salah satu manfaat paling signifikan tinggal di rumah mungil adalah berkurangnya biaya hidup. Dengan ruang yang lebih kecil, ada biaya yang lebih rendah untuk memanaskan, mendinginkan, dan memelihara rumah.

    Selain itu, banyak rumah mungil dibangun di atas roda, memungkinkan fleksibilitas lokasi dan biaya tanah yang lebih rendah.

    Baca: 17 Kiat mewujudkan gaya hidup ramah lingkungan

    Mengurangi dampak lingkungan

    Rumah mungil biasanya memiliki jejak lingkungan yang lebih kecil daripada rumah tradisional. 

    Rumah mungil menggunakan lebih sedikit sumber daya untuk membangun dan membutuhkan lebih sedikit energi untuk beroperasi, menjadikannya lebih berkelanjutan dan ramah lingkungan.

    Gaya hidup yang disederhanakan

    Dengan ruang terbatas, tinggal di rumah mungil mendorong gaya hidup yang lebih sederhana dengan lebih sedikit harta benda dan fokus pada pengalaman dan hubungan daripada barang-barang materi.

    Baca: Gaya hidup nggak ramah lingkungan yang layak kamu tinggalkan

    Lebih banyak waktu luang

    Dengan biaya hidup yang lebih rendah dan gaya hidup yang disederhanakan, banyak orang yang tinggal di rumah mungil menemukan bahwa mereka memiliki lebih banyak waktu dan kebebasan finansial untuk mengejar hasrat dan hobi mereka.

    Lebih mobile

    Banyak rumah mungil dibangun di atas roda, memungkinkan mobilitas dan fleksibilitas yang lebih besar dalam hal tempat tinggal dan perjalanan.

    Kustomisasi

    Rumah mungil dapat disesuaikan agar sesuai dengan kebutuhan individu dan preferensi pemilik rumah, menciptakan ruang yang secara unik sesuai dengan gaya hidup dan kepribadian mereka.

    Baca: Konsep slow city yang lebih ramah lingkungan

    Pemeliharaan yang lebih murah

    Dengan ruangan yang lebih sedikit dan ukuran luas yang lebih sedikit, rumah mungil membutuhkan lebih sedikit waktu dan upaya untuk membersihkan dan merawat, membebaskan lebih banyak waktu untuk aktivitas lain.

    Sumber: prettyslow.life

  • Menengok Pemberdayaan Masyarakat Pesisir sebagai Kampung Bahari Nusantara

    Menengok Pemberdayaan Masyarakat Pesisir sebagai Kampung Bahari Nusantara

    RUANGKOTA.COM – Kampung Bungin, Desa Pantai Bakti, Muara Gembong, Bekasi, Jawa Barat memiliki pantai yang cantik yang bisa dijadikan tujuan wisata di Bekasi

    Selain pariwisata, Kampung Bungin juga memiliki potensi ekonomi kelautan dan maritim cukup tinggi dalam sektor perikanan dan rumput laut. Namun potensi ini belum dikelola optimal sehingga belum berdampak signifikan pada kesejahteraan masyarakat. 

    Desa yang berlokasi sekitar 120 kilometer dari Jakarta ini juga menghadapi masalah lingkungan, pantainya terkikis abrasi yang terus mengancam tempat tinggal warga.

    Desa Pantai Bakti berpenduduk 6.282 jiwa. Sebagian besar masyarakat di desa seluas 3.401 hektare ini bekerja sebagai nelayan, budidaya tambak ikan, dan rumput laut.

    Baca: Ribuan desa pesisir terancam hilang akibat perubahan iklim

    Dengan dibantu Perkumpulan Insan Tani dan Nelayan Indonesia (Intani), PT Pegadaian dan  Korps Marinir TNI Angkatan Laut, Desa Pantai Bakti dikembangkan menjadi salah satu  Kampung Bahari Nusantara atau KBN

    Implementasi program kampung bahari nusantara ini dimulai dengan pemberdayaan ekonomi masyarakat pesisir dengan peningkatan kapasitas masyarakat, khususnya petani rumput laut yang menjadi mata pencaharian sebagian besar warga kampung Bungin selain nelayan.

    Pelatihan Budidaya Rumput Laut berkelanjutan, yang diselenggarakan pada 11-13 Juli 2023 lalu dengan menghadirkan pakar dari IPB dan BRIN. 

    Baca: Perubahan iklim picu ‘bedol desa’ di Pantura

    Ada 30 peserta pelatihan dari tiga kelompok tani di Desa Pantai Bakti. Mereka umumnya sudah membudidayakan rumput laut secara turun temurun, namun kualitas dan hasil produksi dan nilai ekonomi rumput lautnya masih rendah.

    Para petani rumput laut, tidak hanya mendapatkan pelatihan budidaya, tetapi juga akan terjun praktek dengan membangun demplot budidaya rumput laut dan mendapat pendampingan hingga panen.

    “Selain pelatihan dan pendampingan, Intani juga siap menjadi off-taker untuk pasar lokal dan ekspor rumput laut,” kata Ketua Umum Intani Guntur Subagja Mahardika.

    Baca: Desa pesisir ini terdampak perubahan iklim, bangkit dengan listrik tenaga surya

    Guntur mengapresiasi kepedulian TNI AL mengembangkan masyarakat pesisir lewat program Kampung Bahari Nusantara, sebagai dari bagian meningkatkan ketahanan nasional. 

    Ia berharap kolaborasi Korps Marinir TNI AL dan Pegadaian lewat program Kampung Bahari Nusantara ini dapat membangun dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir secara berkelanjutan. 

    Dijelaskan, pengembangan budidaya rumput laut juga akan menjadi bagian dari program Gade Integrated Farming yang merupakan kolaborasi Pegadaian dengan Intani di berbagai daerah di Indonesia.

    Baca: Nasib nelayan terombang-ambing oleh perubahan iklim

    “Melalui program ini kita bangun ekosistem pertanian dan perikanan secara terintegrasi dan ramah lingkungan,” jelasnya.

    Mayor TNI AL Deny Aprianto Putro memaparkan program Kampung Bahari Nusantara (KBN) digagas oleh Korps Marinir TNI AL.

    “Program yang melibatkan masyarakat ini dapat memperkuat ketahanan nasional dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” papar Deny.

    Baca: Kebijakan ekspor pasir laut ancam ekosistem laut

    Deny menambahkan secara keseluruhan ada empat program utama yang dilakukan yakni Bela Negara, Pendidikan, Lingkungan dan Pemberdayaan Masyarakat.

    “Pelatihan dan pendampingan budidaya rumput laut bersama Intani dan Pegadaian ini merupakan bagian dari program ekonomi, pemberdayaan masyarakat,” ujarnya

    Kepala Business Support Kanwil VIII Pegadaian Suyanto memaparkan Pegadaian mendukung program Kampung Bahari Nusantara antara lain melalui pemberdayaan ekonomi petani rumput laut, peningkatan fasilitas Kesehatan berupa pelayanan posyandu, dan di sektor Pendidikan membangun Tempat Pendidikan Al-Qur’an (TPA) di Kampung Bungin Muara Gembong.

    “Kami bekerjasama dengan Intani dalam beberapa program dan saat ini dengan TNI AL,” paparnya.

    Baca: Butuh kebijakan yang memihak nelayan yang terdampak perubahan iklim

    Program Kampung Bahari Nusantara diresmikan Wakil Presiden RI Prof Dr KH Maruf Amin di Pulau Untung Jawa, Kepulauan Seribu Jakarta, 15 Mei 2023. 

    Dalam sambutannya, Wapres berharap dalam program Kampung Bahari Nusantara ini TNI AL juga turut berperan dalam menjaga keberlangsungan lingkungan dan memitigasi perubahan iklim.

    “Saya harapkan TNI AL juga menjadi pandu bagi masyarakat pesisir dalam menjadikan isu perubahan iklim sebagai bagian dari program literasi dan edukasi di Kampung Bahari Nusantara,” ujar Wapres.

    Kepala Staf TNI AL Laksamana Muhammad Ali menjelaskan saat ini ada 68 Kampung Bahari Nusantara, akan dikembangkan terutama membangun ketahanan nasional di perbatasan, di pulau-pulau terluar.

  • Perubahan Iklim Jadi Momentum Tuk Jalani Gaya Hidup Frugal Living

    Perubahan Iklim Jadi Momentum Tuk Jalani Gaya Hidup Frugal Living

    7cloud.asia – Pandemi Covid-19 telah mengubah banyak hal dalam kehidupan. Salah satunya adalah makin banyaknya orang yang menjalani gaya hidup frugal living.

    Dalam kondisi yang serba tidak menentu, masyarakat makin sadar bahwa memikirkan dana darurat itu penting. Itu sebabnya frugal living menjadi pilihan. Pandemi membuat seseorang semakin dapat mengukur bagaimana kondisi keuangan (financial), seberapa kuat pondasi keuangannya dalam menghadapi ketidakpastian ekonomi.

    Sejumlah pesohor seperti Mark Zuckerberg, Steve Jobs, Ratu Elizabeth II, Leonardo  de Caprio, dan pesohor lainnya adalah beberapa contoh yang mempraktikkan gaya hidup frugal living ini.

    Baca: Gaya hidup minimalis lebih ramah lingkungan

    Frugal living secara sederhana sering diartikan sebagai gaya hidup hemat atau irit.  Pengeluaran diatur dengan ketat agar pendapatan bisa disisihkan untuk mengantisipasi kondisi darurat.

    Jhon White, seorang professor filosopi pendidikan  dalam tulisannya “The Frugal Life, and Why We Should Educate for It” menjelaskan bahwa frugal living harus diadopsi oleh generasi masa depan.

    “Pandemi Covid-19 dan perubahan iklim (climate change) harus menjadi momentum untuk mendeklarasikan frugal living dan mengajarkannya kepada generasi masa kini,” tulis Jhon White.

    Baca: Dampak gaya hidup konsumtif bagi lingkungan

    Jumlah penduduk dunia yang terus meningkat, sumber daya yang semakin terbatas mau tidak mau membuat manusia harus mengadopsi gaya hidup yang hemat, tidak menghambur-hamburkan sumber daya dengan percuma, tidak makan dengan berlebihan, tidak memproduksi sampah yang tidak perlu, dan masih banyak kebiasaan-kebiasaan buruk yang merusak bumi.

    Konsep hidup frugal living secara langsung dapat berhubungan dengan upaya-upaya menyelamatkan bumi dari pencemaran lingkungan.

    Oleh sebagian orang, frugal living mungkin dinilai dinilai pelit dan berlebihan.  Tapi, sesungguhnya konsep frugal living tidak sedangkal itu.

    Baca: Dampak fast fashion bagi lingkungan

    Frugal Living diartikan sebagai konsep dimana seseorang mengalokasikan dana yang dimilikinya dengan kesadaran penuh dan pertimbangan masak-masak.

    Pengadopsi frugal living akan mengambil keputusan dengan pertimbangan dan analisis yang baik disertai dengan strategi pencapaian tujuan keuangan masa depan yang jelas.

    Pengadopsi frugal living akan memilih memasak makanan sehat daripada membeli makanan di luar. Dia akan lebih memilih membeli produk lokal berkualitas ketimbang maniak merek tertentu.

    Penganut frugal living juga tidak memusingkan fesyen atau gadget yang terus menerus up to date selama apa yang dimilikinya masih bisa digunakan.

    Baca: Gerakan rumah mungil yang lebih ramah lingkungan

    Jadi, para penganut frugal living akan terus menikmati hidup berkualitas dengan standar yang mereka tetapkan tanpa harus goyah dengan pendapat orang lain, demi tercapainya tujuan keuangan jangka panjang yang telah ditetapkan.

    Kajian atas konsep frugal living semakin berkembang, tidak hanya menghubungkan gaya hidup dengan tujuan keuangan pribadi jangka panjang.

    Frugal living juga tentang keberlangsungan lingkungan dan kehidupan seluruh manusia di masa yang akan datang.

    Baca: Slow fashion yang lebih ramah lingkungan

     

    Beberapa langkah praktis yang dapat dilakukan dalam menerapkan Frugal Living antara lain

    1. Tujuan finansial (financial goals) yang jelas dan masuk akal.

    Tujuan keuangan tentunya sesuatu yang dibutuhkan, yang dapat meningkatkan kualitas kehidupan kita.

    Merumuskan financial goals yang jelas dan masuk akal akan membantu kita untuk dapat mencapainya, agar semua upaya yang dilakukan tidak sia-sia.

    Tujuan keuangan bisa saja mengumpulkan dana pernikahan, membeli rumah, tabungan pendidikan anak, merencanakan pensiun dini, mengamankan dana darurat yang cukup, atau memiliki dana pensiun yang cukup.

    Baca: Slow city yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan

    2. Selalu analisis kebutuhan vs keinginan sebelum belanja

    Hasil analisis terhadap perilaku konsumen menunjukkan bahwa pengeluaran untuk memenuhi gaya hidup jauh lebih besar daripada pengeluaran membeli barang-barang yang dibutuhkan.

    Jadi dapat disimpulkan banyak uang yang dikeluarkan untuk membeli barang yang tidak memberikan manfaat yang sesungguhnya diperlukan.

    3. Hindari utang konsumtif

    Bisa dibayangkan betapa kacaunya kondisi keuangan jika harus membeli barang konsumtif, yang mungkin saja tidak sepenuhnya dibutuhkan, namun harus dibeli dengan kredit. 

    Baca: Prinsip ramah lingkungan di tempat kerja

    4. Tidak terpengaruh tren

    Terus menerus mengikuti perkembangan fashion, gadget, mobil, atau benda-benda lain sangat dihindari dalam konsep frugal living

    Menghindari siklus konsumerisme dan tidak melakukan impulsif buying adalah perilaku yang harus dijaga dalam frugal living. Berhentilah memikirkan ekspektasi orang lain atas diri kita.

    5. Yakini hidup bukan untuk saat ini saja

    Masih ada hari esok, masih ada anak-anak yang perlu diperjuangkan, masih ada generasi penerus yang akan menggantungkan hidupnya di bumi ini. Frugal living tidak hanya untuk kebaikan diri sendiri, tapi untuk keberlangsungan bumi.

    Referensi :

    White Jhon. 2021. The Frugal Life and Why We Should Educate for It. London Review of Education 19 (1).

  • Seperti Ini Media Memotret Aksi Lingkungan yang Dilakukan Kaum Muda

    Seperti Ini Media Memotret Aksi Lingkungan yang Dilakukan Kaum Muda

     

    7cloud.asia – Isu lingkungan di Indonesia kembali menjadi salah satu hal yang mendapat perhatian khusus jelang Pemilihan Umum (Pemilu) 2024. Kaum muda kerap digadang-gadang sebagai “penentu masa depan”.

    Sebagian besar dari kaum muda “menaruh perhatian serius pada kerusakan lingkungan dan perubahan iklim” dan isu lingkungan pun dipercaya menjadi isu strategis yang menarik minat pemilih muda.

    Di sisi lain, wacana media, survei politik maupun pemberitaan seputar partisipasi kaum muda acap kali hanya membahas preferensi politik mereka terkait calon presiden atau pun partai politik tertentu.

    Pertanyaan-pertanyaan yang diajukan pun relatif sederhana. Minim pula ulasan media terkait aksi kaum muda dalam isu politik dan lingkungan.

    Sehingga, ruang untuk keberagaman bentuk ‘partisipasi non elektoral’ kaum muda termasuk dalam isu lingkungan ini menjadi amat kurang.

    Baca: Bumi butuh aksi nyatamu untuk lebih peduli lingkungan

    Berikut telaah bagaimana pemberitaan aksi lingkungan yang dilakukan kaum muda, sebagaimana ditulis oleh Detta Rahmawan, Justito Adiprasetio dan Kunto Adi Wibowo yang diterbitkan di The Conversation.

     

     

    Salah satu ruang untuk memperbincangkan partisipasi kaum muda khususnya dalam aksi lingkungan adalah lewat pemberitaan di media.

    Kami mencoba menelusuri berita di media online terkait partisipasi anak muda selama 2021-2022 dengan menggunakan kombinasi kata kunci “gerakan”, “aktivisme”, “partisipasi”, “gerakan politik”, dan “komunitas” dengan “anak muda”, “muda”, “pemuda”, “generasi Z”, “milenial”, “kaum muda”, “remaja”, “mahasiswa”, dan “pelajar”.

    Kemudian kami memfokuskan hasilnya pada isu lingkungan dan menguraikan dua isu utama yang muncul, yaitu mengenai keragaman isu dan aktor yang terlibat.

    Baca: Pentingnya memilih pemimpin yang pro lingkungan di Pemilu 2024

    Kami menelaah 350 berita mengenai partisipasi kaum muda dan menemukan sekitar 38% di antaranya (134 berita) berkaitan dengan kritik, aksi, atau protes secara langsung seperti demonstrasi.

    Ada juga aksi tidak langsung kaum muda, seperti pernyataan berisi kritik atas nama organisasi atau pun audiensi kepada pemerintah.

    Temuan di atas menandakan praktik partisipasi kaum muda dalam isu lingkungan kerap digambarkan dengan kritik dan aksi protes.

    Selanjutnya, pemberitaan juga kerap menayangkan aksi langsung oleh kaum muda. Contohnya: gerakan bersih-bersih sampah dan partisipasi anak muda dalam hari peringatan tertentu (hari bumi, hari peduli sampah, hari sumpah pemuda, dan lain-lain).

     
    Grafik 1: Tema Pemberitaan. (Author Provided)

    Baca: Pentingnya isu pelestarian lingkungan di Pemilu 2024

    Isu-isu ekonomi, korupsi, dan demokrasi serta kebebasan sipil konsisten menjadi isu penting bagi kaum muda – seperti yang dilaporkan dalam beragam survei.

    Namun, dalam penelusuran kami, hanya 65 berita tentang isu demokrasi dan kebebasan sipil yang beririsan dengan partisipasi kaum muda dalam isu lingkungan.

    Irisan dengan isu sosial-ekonomi pun ternyata lebih kecil lagi (35 berita) dengan fokus berita seputar kesejahteraan buruh, tani, atau masyarakat sekitar pabrik dan tambang.

    Padahal, ulasan tentang kaum muda yang bekerja dan berkarier dalam pekerjaan terkait lingkungan, dan sorotan bahwa korupsi akan memperparah krisis iklim dapat menjadi contoh kelindan isu ekonomi, korupsi dan lingkungan.

    Kendati demikian, mayoritas (79%) pemberitaan terkait partisipasi kaum muda ternyata lebih berfokus pada isu-isu lokal dan daerah dibandingkan dengan isu yang bersifat nasional (21%).

    Baca: Begini seharusnya kampanye lingkungan dilakukan

    Temuan ini menarik dan patut diapresiasi di tengah kecenderungan pemberitaan di media online yang Jakarta-sentris. 

    Hal ini juga memperlihatkan potensi mengaitkan isu keterlibatan kaum muda pada isu lingkungan dengan hal-hal yang secara geografis lebih dekat dengan mereka.

    Kami mendefinisikan aktor sebagai subjek individu dan perwakilan organisasi yang menjadi narasumber atau disebutkan dalam pemberitaan.

    Dari total 350 berita partisipasi kaum muda, 219 di antaranya menyebutkan aktor individu tertentu: sebanyak 164 anak muda berusia di bawah 35 tahun, dan 55 pihak dari generasi lebih tua berusia di atas 35 tahun.

     
    Grafik 2: Usia Aktor dalam pemberitaan. (Author provided)

    Baca: Gerakan rumah mungil sedang ngetrend di Barat, ini manfaatnya untuk lingkungan

    Masih cukup banyak berita tanpa aktor individu dan kami juga menggarisbawahi sangat minim berita dengan aktor kaum muda perempuan.

    Hal ini amat disayangkan, karena, penceritaan profil kaum muda serta praktik partisipasi mereka amat penting sebagai bagian dari cara memupuk “harapan, agensi, dan aksi” kaum muda.

     
    Grafik 3: Jenis Kelamin Aktor dalam Pemberitaan. (Author provided)

    Selain itu, pemberitaan profil juga berguna untuk pengenalan keterlibatan kaum muda dalam isu lingkungan, dan pembelajaran tentang bagaimana kaum muda lain berorganisasi dan mengatur keterlibatan mereka.

    Sementara itu, ada 186 organisasi yang berkaitan dengan berita partisipasi kaum muda terkait isu lingkungan.

    Baca: Sisi gelap fast fashion untuk lingkungan

    Namun, hanya Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia atau GMNI (48 berita), Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia atau GMKI ( 22 berita), dan Gerakan Pemuda (GP) Ansor (21 berita) yang cukup sering diberitakan.

    Organisasi GMNI dan GMKI kerap muncul dalam berita yang memperlihatkan kritik terhadap kerusakan lingkungan. Adapun GP Ansor termuat dalam berita tentang aksi langsung penyelesaian masalah lingkungan, seperti kegiatan penanaman pohon untuk konservasi.

    Kami melihat masih banyak ruang bagi berbagai organisasi pegiat isu lingkungan di Indonesia agar lebih sering muncul dalam pemberitaan,

    Sekaligus menampilkan anggota organisasi mereka yang berusia muda serta memperlihatkan beragam bentuk keterlibatan kaum muda dalam isu lingkungan.

    Penting juga untuk memastikan bahwa penggambaran partisipasi kaum muda (baik melalui kritik maupun aksi langsung) sebaiknya dilakukan secara komprehensif. Agar penggambarannya dapat menjelaskan konteks isu, tidak hanya terfokus pada peristiwa tertentu.

    Baca: 21 film soal lingkungan yang wajib ditonton

    Memperluas penggambaran aksi kaum muda di media

    Relevansi praktik partisipasi nonelektoral dan keterlibatan kaum muda dalam isu lingkungan dengan keseharian mereka menjadi penting.

    Sebab, saat ini kaum muda ditengarai menjaga jarak dari politik praktis. Mereka enggan berpartisipasi lewat partai politik.

     

    Secara umum, partisipasi kaum muda dalam isu-isu politik juga masih rendah. Sebuah survei oleh KOMPAS memperlihatkan masih banyak anak muda yang jarang mengikuti berita politik, jarang ikut serta dalam diskusi atau perdebatan politik di media sosial.

    Mayoritas mereka pun tidak pernah mengikuti kegiatan yang diselenggarakan oleh organisasi politik.

    Dalam konteks politik praktis, media perlu lebih menyoroti misalnya, minimnya persentase anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) berusia muda baik di periode 2014-2019, maupun periode 2019-2024. 

    Baca: Kolaborasi Pandawara dan warga Lampung bersihkan pantai terkotor di Indonesia

    Pemberitaan partisipasi kaum muda semestinya dapat mendorong mereka menjadi motor politik hijau dan tidak lagi diremehkan dalam ruang politik formal (institusi publik dan partai).

    Selain itu, penggambaran kaum muda yang berpartisipasi dalam isu politik sering kali memperlihatkan mereka yang memiliki privilese tertentu seperti kekayaan material, pendidikan tinggi, maupun kekerabatan dengan politikus lain.

    Media perlu memperbanyak sosok atau profil kaum muda yang inklusif dan tidak selalu ideal, seperti berasal dari kalangan kelas menengah ke bawah, berasal dari akar rumput, masyarakat adat, dan terutama perempuan muda.

    Harapannya, pemberitaan ini dapat mengesankan keragaman praktik partisipasi agar isu lingkungan lebih relevan bagi kaum muda.

    Pengungkapan penulis: 

    Detta Rahmawan adalah anggota tim peneliti yang berkolaborasi dengan Development Dialogue Asia untuk melakukan studi ini.

    Justito Adiprasetio adalah anggota tim peneliti yang berkolaborasi dengan Development Dialogue Asia untuk melakukan studi ini.

    Kunto adalah anggota tim peneliti yang berkolaborasi dengan Development Dialogue Asia untuk melakukan studi ini.

     

  • Trend Tidak Mencuci Pakaian: Perempuan Lebih Bisa Menerima Jika Alasannya Demi Lingkungan

    Trend Tidak Mencuci Pakaian: Perempuan Lebih Bisa Menerima Jika Alasannya Demi Lingkungan

    Ilustrasi mencuci pakaian Foto: samsung

    7cloud.asia – Trend tidak mencuci pakaian yang dikampanyekan Brian Szabo ternyata tak begitu saja diikuti oleh para perempuan. 

    Setidaknya fakta itu dituturkan oleh Mac Bishop, pendiri perusahaan pakaian Wool& Prince untuk mereka yang tidak suka mencuci pakaian.

    Dia menjelaskan, ketika mempromosikan merek perempuan Wool& dia mengubah fokusnya pada “kenyamanan dan kesederhanaan”, yang selaras dengan konsumen laki-laki, “terutama mereka yang sudah tidak suka mencuci pakaian”.

    Sebagai korban iklan pencucian seksis selama puluhan tahun, menurutnya perempuan lebih sulit diperkenalkan pada pikiran untuk tidak mencuci pakaian mereka. Riset mengatakan bahwa untuk perempuan, alasan lingkungan akan lebih mudah diterima.

    Baca: Brian Szabo kenalkan gaya tidak mencuci pakaian

    Setelah terpapar iklan binatu seksis selama berabad-abad, para perempuan menjadi kurang responsif terhadap gagasan tidak mencuci pakaian, menurut dia.

    Dan penelitian yang mendukungnya, menunjukkan bahwa untuk para perempuan, lingkungan hidup adalah alasan yang lebih efektif.

    Saat ini, merek Wool& menjual pakaian wol dari domba merino, dengan “menantang” pelanggan mengenakan pakaian yang sama setiap hari selama 100 hari.

    Pelajaran yang diambil adalah “berkurangnya jumlah cucian karena mengenakan merino setiap hari,” menurut Rebecca Eby dari Wool&.

    Baca: Slow fashion, gaya berpakaian yang lebih ramah lingkungan

    Salah satu pelanggan Wool& adalah Chelsea Harry dari Connecticut, Amerika Serikat. Kepada BBC Culture, ia mengaku dibesarkan di sebuah rumah tempat semuanya dicuci setelah digunakan.

    “Handuk dicuci setelah sekali pakai, piyama setelah sekali pakai.” katanya menjelaskan sikapnya soal tidak mencuci pakaian.

    Suatu musim panas, Harry tinggal bersama neneknya, yang mengajarinya untuk meletakkan piyamanya di bawah bantal di pagi hari dan memakainya lagi pada malam berikutnya.

    Belakangan, dia bertemu dengan suaminya, yang katanya, “hampir tidak pernah mencuci pakaian.”

    Baca: Dampak fast fashion pada lingkungan

    Kemudian, selama pandemi, Harry mulai mendaki. Inilah saat segalanya benar-benar berubah.

    “Jelas Anda tidak bisa mandi setelah berjalan sepanjang hari dan tidur di tempat tidur gantung atau tenda,” katanya.

    Orang lain di komunitas hiking merekomendasikan pakaian dalam ExOfficio, yang bisa dipakai keesokan harinya atau dicuci dan dikeringkan dengan cepat.

    Setelah menggunakan merek pakaian itu dan pakaian wol lainnya, Harry menemukan dia bisa mendaki dan melakukan perjalanan selama berhari-hari dan tetap merasa nyaman.

    “Kemudian,” katanya, “Saya mulai berpikir: Mengapa saya tidak melakukan ini dalam kehidupan sehari-hari?”

    Baca: Thrifting, beli pakaian bekas demi lingkungan

    Harry tidak khawatir dengan bau. “Saya mempercayai hidung saya,” katanya.

    Mengenakan pakaian baru dengan campuran wol yang berbeda, dia bisa mencium bau dirinya sendiri – sesuatu yang tidak pernah terjadi pada pakaiannya yang lain, katanya, bahkan saat dia bepergian ke daerah tropis seperti Timur Tengah di musim panas.

    Seperti Brian Szabo, dia menggunakan trik untuk tidak mencuci pakaian. Yakni dengan menganginkan pakaiannya semalaman, menyemprotkan cuka atau vodka ke ketiaknya.

    “Saya sangat suka, ketika di penghujung hari saya menggantung pakaian berbahan wol, legging wol, kaus kaki wol,” katanya. “Saya menggantungnya di jendela, kemudian mandi, memakai pakaian dalam ExOfficio, dan di pagi hari, saya memakai baju-baju itu lagi.”

    “Salah satu hal terburuk bagi daya tahan pakaian adalah pencucian,” demikian kata Mark Sumner, dosen mode berkelanjutan di University of Leeds.

    Saat dicuci, ia menambahkan, pakaian bisa robek, menyusut, dan kehilangan warna.

    Baca: Bahaya mikroplastik untuk kesehatan

    Bersama rekannya Mark Taylor, Sumner mempelajari bagaimana serat mikro dari cucian rumah tangga berakhir pada hewan laut.

    Dia memang mengatakan mengurangi frekuensi mencuci pakaian adalah pilihan yang tepat untuk lingkungan, tapi dia tidak mendukung gerakan tidak mencuci sama sekali.

    “Kami tidak ingin orang berpikir bahwa mereka tidak bisa mencuci karena pencucian menghancurkan planet ini,” kata Sumner kepada BBC Culture.

    “Ini soal mencoba mendapatkan keseimbangan dengan benar.”

    Mencuci pakaian penting untuk alasan medis dan kebersihan, katanya, misalnya untuk penderita eksim yang berusaha menghindari iritasi yang disebabkan oleh bakteri alami kulit yang berkembang biak di dalam pakaian kita.

    Baca: Tidur siang sejenak bagus untuk kesehatan otak

     

    Penting juga untuk harga diri orang agar “tidak merasa malu dengan pakaiannya karena kotor atau bau”.

    Jika Anda terpengaruh orang lain untuk menentukan seberapa sering Anda perlu mencuci pakaian, pikirkan lagi.

    Mengenai kebiasaan mencuci, kata Sumner dan Taylor, tidak ada rata-rata: Kita semua menggunakan suhu pencucian, siklus pencucian, dan kombinasi warna dan kain yang berbeda.

    Dan para ilmuwan sendiri menghadapi teka-teki yang sama seperti kita semua. “Saya sudah berkutat dalam industri tekstil kira-kira selama 30 tahun,” kata Sumner.

    “Dan saya tahu bahan katun perlu dipisahkan dari bahan sintetis, dan warna putih dipisahkan dari warna lain… Tapi terus terang, saya tidak punya waktu.”

    Baca: Ini yang terjadi jika kita tak cukup tidur

    Tampaknya, pendekatan terbaik adalah bersikap fleksibel. “Jika pakaian tidak berbau, jangan repot-repot [mencucinya],” kata Sumner.

    “Dan saat mencuci, lakukan apa yang diperlukan untuk membersihkan, tapi dengan cara yang paling efektif.”

    Ia menyarankan untuk mencuci pakaian pada suhu yang lebih rendah, atau mencuci pakaian sebentar tanpa deterjen.

    Selain itu – terlalu sering mencuci pakaian bisa menghabiskan waktu dalam hidup Anda. Siapa yang punya waktu?

    “Saya sangat tertarik dengan isu keberlanjutan, pengelolaan lingkungan dan sumber daya alam,” kata Harry. “Tapi saya juga peduli dengan waktu.”

    Brian Szabo juga peduli dengan keberlanjutan, tetapi juga memiliki alasan lain untuk tidak terlalu bersemangat mencuci pakaian.

    “Saya punya hal lain yang harus dilakukan,” katanya. “Saya punya anjing untuk diajak jalan-jalan.”

    Anda dapat membaca versi asli tulisan ini dengan judul The rise of the ‘no-wash’ movement di BBC Culture.

  • Pentingnya Tindakan Kolektif Tuk Atasi Sampah Plastik yang Mencemari Lingkungan

    Pentingnya Tindakan Kolektif Tuk Atasi Sampah Plastik yang Mencemari Lingkungan

    7cloud.asia – Sekitar 300 juta ton plastik diproduksi di seluruh dunia setiap tahunnya, dan hanya setengahnya yang dapat didaur ulang.

    Banyak orang percaya solusi untuk polusi plastik global adalah dengan mengurangi jumlah plastik yang digunakan. Namun, beberapa masalah lingkungan muncul dengan asumsi luas ini.

    Pertama, pengurangan produksi plastik tidak mengatasi masalah plastik yang sudah telanjur mencemari lingkugan khususnya perairan/laut.

    Kedua, kebijakan saat ini belum efektif terhadap produksi plastik. Bahkan penelitian menunjukkan bahwa produksi justru meningkat, dan diproyeksikan akan terus meningkat.

    Tapi harapan belum hilang, dan tentunya belum terlambat untuk melakukan tindakan terkait sampah plastik ini.

    Baca: Beragam teknologi untuk tangani masalah sampah plastik

    Meskipun ada cara di mana individu dapat mengurangi penggunaan plastik dalam aktivitas sehari-hari, sains dan teknologi telah memungkinkan kita untuk mendorong batasan dari apa yang mungkin kita pikirkan. 

    Tindakan kolektif penting untuk atasi masalah sampah plastik ini. Seperti yang pernah dilakukan pada 1987 untuk atasi kebocoran Ozon. Protokol Montreal diperkenalkan untuk mencegah kerusakan lebih lanjut yang disebabkan bocornya lapisan ozon Bumi.

    Selama periode waktu tertentu, umat manusia mampu menghilangkan lebih dari 98% zat berbahaya yang menyebabkan kerusakan, sebagai akibatnya mencegah sekitar 2 juta kasus kanker kulit.

    Jika dunia bisa bersatu seperti pada tahun 1987, maka kita bisa bersama-sama mengatasi masalah polusi plastik yang kini telah sangat meresahkan.

    Baca: Robries, memberi nilai lebih pada sampah plastik

    Sebuah studi oleh Institut Nicholas mengatasi kesenjangan antara pengetahuan teknologi untuk mengatasi polusi plastik.

    Penelitian ini menciptakan inventarisasi komprehensif dari 52 teknologi yang saat ini sedang digunakan atau sedang dikembangkan untuk mencegah kebocoran polusi plastik atau mengumpulkan polusi plastik yang ada.

    Studi tersebut menyimpulkan bahwa mencegah plastik memasuki saluran air dan mengumpulkan plastik yang mencemari laut/perairan mendesak dilakukan guna memastikan perawatan sistem perairan dan kesehatan manusia.

    Dua contoh dari daftar ini termasuk Plastic Fischer Trash Boom dan Hoola One. Yang pertama dibuat di Jerman pada tahun 2019, yang teknologinya bertujuan untuk mengumpulkan mikroplastik dari air.

    Baca: Mengenal bioplastik, plastik yang disebut ramah lingkungan

    Sedangkan yang kedua adalah Hoola One adalah ruang hampa yang dibuat di Kanada pada tahun 2019, yang dimaksudkan untuk mengekstraksi mikroplastik dan makroplastik dari lingkungan laut.

    Selain inovasi atau pengembangan teknologi, untuk menggarap atau menyelesaikan masalah sampah plastik ini juga butuh political will atau kebijakan masing-masing negara untuk mengurangi sampah plastik.

    Salah satunya terwujud dalam kebijakan sosial plastik. Di mana ada perusahaan sosial yang dikenal sebagai bank plastik yang membayar tarif di atas harga pasar untuk sampah plastik.

    Bank plastik ini bertindak sebagai toko serba ada bagi masyarakat miskin dunia, dan menerima sampah plastik sebagai bentuk mata uang.

    Baca: Pandawara berhasil gerakkan seribu orang bersihkan pantai terkotor di Indonesia

    Ekosistem daur ulang mereka dipertahankan melalui penjualan dan penggunaan apa yang mereka sebut “Social Plastic®”.

    Hal ini mendorong orang untuk mengumpulkan plastik yang terikat di laut sebelum memasuki saluran air.

    Selanjutnya plastik ini dapat diperdagangkan untuk keuntungan sosial, termasuk uang, makanan, dan layanan lainnya (seperti biaya sekolah).

    Bank plastik bertujuan membuat plastik terlalu berharga untuk dibuang. Setelah terkumpul, sampah plastik kemudian akan dijual ke perusahaan, yang akan membayar sekitar tiga kali lipat dari harga plastik biasanya.

    Baca: Mengurangi sampah plastik dengan produk isi ulang dari Siklus

    Sumber: earth.org 

  • Helen Dewi Kirana Bawa Misi Lingkungan ke Jakarta Fashion and Food Festival atau JF3

    Helen Dewi Kirana Bawa Misi Lingkungan ke Jakarta Fashion and Food Festival atau JF3

    7cloud.asia – Kain batik dari senja hingga subuh koleksi Helen Dewi Kirana yang ditampilkan di atas panggung Jakarta Fashion and Food Festival atau JF3 itu, membawa misi lingkungan lewat produk-produk yang ditampilkan.

    Helen menyadari tren busana berbeda di waktu pagi dan malam memiliki dampak kurang baik bagi lingkungan, karena menghasilkan pencemaran tekstil yang tidak sedikit, dari pewarna, kain, dan lain-lain.

    Makanya tema ‘from dusk till dawn’ ia pilih untuk menunjukkan bahwa menggunakan barang yang sama adalah hal yang baik karena ramah untuk lingkungan.

    “Barang yang sama bisa kamu pakai terus untuk gaya kasual sampai ke pesta pernikahan dan party yang lain pun bisa,” kata Helen saat diskusi JF3 bersama wartawan di Jakarta Utara, Selasa (18/7/2023).

    Baca: Slow fashion, solusi dampak lingkungan dari fast fashion

    Dilansir Antaranews.com, melalui koleksinya di JF3 ke-12 ini Helen berusaha menunjukkan tidak ada yang salah dengan penggunaan berulang produk berbahan pakaian yang sama. Pilihan ini justru bagus untuk lingkungan.

    Dan kain batik dipilih dalam pertunjukan malam itu, karena selain menonjolkan produk warisan budaya Indonesia juga dibuat dari bahan ramah lingkungan.

    Helen juga ingin menunjukkan bahwa kain buatan tangan (handmade) ini dapat dipadu-padankan dengan gaya busana kasual, tak harus formal.

    Adapun target pemakai kain batik koleksi senja hingga subuh dari Nes by HDK (Helen Dewi Kirana) memiliki rentang usia 20 sampai 30 tahun.

    Baca: Dampak fast fashion untuk lingkungan

    Meski diakuinya, umumnya penyuka kain batik di Indonesia berusia di atas 30 tahun.

    “Kami mencoba membuat tren, bukan mengikuti tren. Misinya harus lingkungan. Pilarnya empat, education, environment, women empowerment, dan children empowerment,” kata Helen.

    Teknik pembuatan busana koleksi NES by HDK antara lain pengikatan (tie-dye) asal Jepang yang disebut shibori dan pewarnaan khas nusantara salah satunya ‘piring selampad’ dengan memanfaatkan pewarna alami yang ramah lingkungan.

    Alternatif pemanfaatan sisa kain menjadi aspek misi lingkungan yang dilakukan Helen.

    Di tangannya, sisa kain digunakan untuk menghasilkan produk pelengkap busana, seperti aksesoris dan millineris, yang termasuk pelengkap busana milineris adalah tas, sepatu, topi, ikat pinggang, syal, selendang, dan lain sebagainya.

    Baca: Trend tidak mencuci pakaian, karena malas atau demi lingkungan?

    Helen juga mengajak seluruh pihak ikut berperan dalam meminimalkan isi lemari dengan konsep ‘reused fashion’ yang ditawarkan dalam koleksinya.

    “Jadi pakai, pakai, pakai lagi, supaya enggak terlalu banyak pakaian yang terbuang. Kayaknya kasihan bumi kalau lebih banyak yang terbuang,” kata Helen.

    Pada tahun 2023 menjadi pertama kalinya JF3 digelar di luar Jakarta. JF3 di Serpong berlangsung lebih dulu dari 17-19 Juli, sedangkan di Kelapa Gading nanti berlangsung 21-26 Juli melibatkan total 59 desainer terkemuka.

    Dengan mengusung tema Gaya Lokal Lebih Vokal JF3 berkomitmen mendukung industri tanah air dengan memberikan dampak positif dan nilai ekonomi yang lebih besar bagi seluruh pelaku mode yang terlibat.

    Baca: Perempuan bisa menerima trend tidak mencuci pakaian karena alasan lingkungan

    Keberadaan JF3 yang reguler digelar setiap tahun merupakan salah satu cara mengangkat kreativitas masyarakat dengan dorongan dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Banten dari dinas terkait seperti dinas perindustrian perdagangan, pariwisata dan ekonomi kreatif, kebudayaan.

    Ini tujuannya membantu anak muda dalam dunia fesyen di Jakarta dan sekitarnya dalam mendorong usaha mereka lebih maju lagi.

    Kalau ada produk lokal mungkin nanti bisa dikurasi dicek kualitasnya atau dibina sampai mereka bisa mencapai standar yang diinginkan pasar.

    ‘Power to empower’, adalah tema yang dipilih tahun ini karena ini saatnya JF3 untuk bergerak mengajak berbagai pihak supaya sama-sama melakukan sesuatu agar kreativitas pelaku industri fesyen di Indonesia lebih maju lagi.

    Baca: Frugal living, cara cerdas jalani hidup dan merawat lingkungan

    Salah satunya lewat kerja sama JF3 dengan kedutaan Prancis melalui pusat kebudayaan dan bahasa Prancis yang berada di bawah naungan Kedutaan Besar Prancis IFI, agar bisa mengundang desainer Prancis untuk berpartisipasi dalam kegiatan pameran tahun ini.

    “Supaya kita banyak belajar, karena Paris tombaknya fesyen, kita bisa bertukar pikiran dan bekerja sama ke depannya,” kata Advisor JF3 Thresia Mareta.

    Kualitas produk pasti bisa meningkat karena akses, akses pasar, akses bahan baku, akses pendanaan, bisa didapatkan solusinya tidak hanya dari dalam negeri, tapi juga banyak pihak dari luar negeri melalui program Pintu Incubator bekerja sama dengan IFI.

    “Tahun lalu kami membawa dua brand lokal dan artisan tenun untuk ikut premiere show, kita bekali sebelum berangkat, sehingga matang dan siap, pergi engga zonk, sudah siap, punya kemampuan (terampil),” kata Thresia.

    Baca: Mengapa gaya hidup minimalis lebih ramah lingkungan

     

  • Mengenal Konsep Desain Biofilik: Menghadirkan Alam ke Dalam Lingkungan Binaan

    Mengenal Konsep Desain Biofilik: Menghadirkan Alam ke Dalam Lingkungan Binaan

    7cloud.asia – Gaya hidup ramah lingkungan kini semakin dilirik banyak orang. Berbagai upaya untuk kembali ke alam dilakukan, termasuk dalam desain bangunan dan kota sehingga kemudian lahirlah desain biofilik. 

    Mungkin kamu bertanya-tanya apa sih desain biofilik itu? Desain biofilik adalah pendekatan arsitektur dan desain interior yang menggabungkan elemen alam dan alam ke dalam lingkungan binaan.

    Wujud desain biofilik bisa ditemukan di Bandara Changi, Singapura yang memasukkan hutan kecil di dalamnya.

    Baca:  Slow city, konsep baru tata kelola kota yang lebih ramah lingkungan

    Istilah “biophilia” yang menjadi dasar terminologi desain biofilik diciptakan oleh ahli biologi Edward O. Wilson. Kata ini mengacu pada hubungan manusia yang melekat dan kedekatan dengan alam. 

    Desain biofilik mengakui banyak manfaat menghubungkan manusia dengan alam di ruang hidup dan kerja mereka.

    Untuk itu desain biofilik berusaha untuk menciptakan lingkungan yang meningkatkan kesejahteraan penghuni, produktivitas, dan kualitas hidup secara keseluruhan dengan menggabungkan elemen, pola, dan proses alami.

    Baca: 8 tanaman yang bisa menyerap polusi udara

    Manfaat desain biofilik antara lain dapat mengurangi stres, meningkatkan produktivitas, meningkatkan fungsi kognitif, meningkatkan kreativitas, dan secara keseluruhan meningkatkan kesejahteraan penghuninya.

    Dengan mengintegrasikan alam ke dalam lingkungan binaan kita, desain Biofilik bertujuan untuk menciptakan ruang yang mendorong hubungan mendalam antara manusia dan alam.

    Desain biofilik mendasarkan pada beberapa prinsip utama berikut ini: 

     

    Baca: Tanaman yang diyakini bisa membawa keberuntungan

    Alam di dalam ruang

    Desain biofilik melibatkan pengintegrasian tanaman hidup yang sebenarnya, fitur air, dan bahan alami seperti kayu dan batu ke dalam desain.

    Ini mungkin termasuk taman dalam ruangan, dinding hijau, atau penempatan tanaman yang strategis.

    Cahaya dan pemandangan alami

    Desain biofilik memaksimalkan penggunaan cahaya alami dan memberikan pemandangan luar ruangan merupakan aspek penting dari desain biofilik.

    Jendela besar, skylight, dan tata letak terbuka yang memungkinkan cahaya matahari yang cukup dan pemandangan alam membantu menciptakan koneksi ke alam.

     

    Baca: Mengenal mitos kehidupan bernama pohon hayat

    Bentuk dan pola organik

    Desain biofilik menggunakan bentuk dan pola organik mengalir yang meniru yang ditemukan di alam dapat membangkitkan rasa tenang dan relaksasi.

    Garis lengkung, pola fraktal, dan bentuk biomorfik dapat dimasukkan ke dalam elemen arsitektur, perabotan, dan karya seni.

    Bahan dan tekstur alami

    Desain biofilik menggabungkan bahan alami seperti kayu, batu, bambu, dan tekstil alami dapat menciptakan hubungan taktil dengan lingkungan.

    Tekstur yang menyerupai elemen alami, seperti permukaan yang kasar atau halus, dapat meningkatkan pengalaman indrawi.

    Baca: Menggali makna pohon hayat yang menjadi logo IKN

    Kualitas udara dalam ruangan

    Desain Biofilik juga mempertimbangkan kualitas udara dalam ruangan dengan menggabungkan sistem ventilasi yang tepat dan menggunakan bahan rendah VOC (senyawa organik yang mudah menguap).

    Kualitas udara yang baik mendukung lingkungan yang lebih sehat dan nyaman menjaid pertimbangan utama dalam konsep desain biofilik

    Habitat satwa liar dan keanekaragaman hayati

    Merancang ruang yang mendukung satwa liar dan mempromosikan keanekaragaman hayati adalah aspek lain dari desain biofilik. Ini dapat mencakup fitur yang menarik dan mendukung flora dan fauna lokal.

    Sumber: prettyslow.life, baca artikel asli di sini

  • Yuk! Kenali Jenis Sampah Plastik dan Nilai Ekonominya

    Yuk! Kenali Jenis Sampah Plastik dan Nilai Ekonominya

     
    7cloud.asia – Beberapa tahun belakangan ini pemerintah mulai menerapkan kebijakan yang membatasi penggunaan barang berbahan plastik guna mengurangi sampah plastik.
     
    Pembatasan penggunaan air mineral dalam botol plastik dan kantong belanja plastik sudah mulai berlaku secara merata guna mengurangi sampah plastik.
     
    Tidak hanya itu, untuk mengurangi sampah plastik Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) juga sudah menerapkan aturan pelarangan penggunaan botol plastik di dalam lingkungan kementrian.
     
    Dampak terbesar yang dipicu sampah plastik adalah mengganggu habitat dan kesehatan makhluk hidup. Ini karena hewan bisa secara tidak sengaja mengonsumsi sampah plastik dan keracunan dan mati.
     
    Sampah plastik yang tidak bisa didaur-ulang akan memicu berbagai masalah lingkungan, karena zat yang terkandung di dalamnya bisa mencemari tanah dan air. 
     
    Meski penggunaan plastik dibatasi, produksi sampah plastik di Indonesia masih tergolong tinggi. Indonesia merupakan salah satu produsen sampah plastik terbesar di dunia.
     
    Kondisi ini diperburuk oleh rendahnya kemampuan daur ulang sampah plastik di Indonesia.
    Di sisi lain, masih banyak yang tergantung pada sampah plastik. Diperkirakan ada 3,7 juta orang di 25 provinsi yang masih bergantung pada sampah plastik dan sampah daur ulang. 
    Sampah plastik memang masih memiliki nilai ekonomi. Sampah plastik dihargai Rp500/kg untuk plastik kresek dan mulai dari Rp5.000/kg untuk sampah botol.
     
    Karena nilainya yang masih tinggi maka sampah plastik didaur ulang kembali agar lebih
    bermanfaat dan bisa digunakan. Namun demikian, sampah plastik harus diolah dengan baik dan benar agar tidak mencemari lingkungan.
     
     
    Sampah plastik tidak hanya terdiri dari satu tipe saja. Ada beberapa jenis sampah plastik yang berbeda dan setiap sampah tersebut membutuhkan penanganan yang berbeda juga.
     
    Tidak semua sampah plastik bisa didaur ulang kembali karena ada beberapa jenis yang membutuhkan proses khusus agar bisa digunakan kembali. 
     
    Di bawah ini beberapa jenis sampah plastik yang bisa ditemui di sekitar kita: 
     
    Sedotan
    Sedotan merupakan salah satu sampah plastik yang tidak bisa didaurulang. Sedotan plastik juga sering membawa masalah bagi mamalia laut karena mereka menganggap plastik sedotan sebagai makanan.
     
    Kondisi ini sangatlah mengkhawatirkan karena plastik tidak akan bisa dicerna oleh hewan dan akan membuatnya tersedak bahkan meninggal. Plastik sedotan sangat berbahaya dan harus menjadi salah satu prioritas untuk di daur ulang.
     
     
    Sampah plastik kantong belanja
    Kantong belanja juga merupakan jenis sampah plastik yang paling mudah ditemukan. Sampah berjenis kantong plastik belanja biasanya berbahan dasar Low Density Polyethylene atau LDPE yang bisa terurai secara alami meskipun butuh waktu yang sangat lama.
     
    Hingga saat ini juga sudah mulai ada banyak alternatif kantong belanja lain yang bisa digunakan oleh Anda agar dapat mengurangi pengunaannya.

     
    Sampah botol plastik
    Botol plastik merupakan salah satu jenis sampah plastik yang banyak ditemui. Botol plastik biasanya berasal dari minuman kemasan.
     
    Botol plastik dibuat dengan berbahan dasar Polyethylene Terephtalate atau disebut juga sebagai plastik PET.
     
    Botol plastik berbahan dasar PET umumnya mempunyai warna bening dan tidak boleh untuk digunakan sebagai tempat penyimpanan minum lebih dari satu kali.
     
     
    Sampah botol plastik juga mempunyai kandungan yang berbahaya apabila terkena air panas oleh karena itu sampah plastik jenis ini butuh pengolahan yang ekstra hati – hati.
     
    Botol shampoo atau kosmetik.
    Sampah plastik yang satu ini  mempunyai bahan dasar High Density Polyethylene dengan sifatnya yang lebih tebal daripada LDPE.
     
    Plastik yang berbahan dasar HDPE membutuhkan proses yang lebih rumit dan panjang agar bisa diolah dan menjadi hancur.
     
    Tapi karena sifatnya yang cenderung lebih padat, membuat plastik HDPE menjadi cocok untuk didaur ulang kembali menjadi sesuatu yang lebih bernilai jual.