Tag: transportasi publik

  • 12 Tahun TransJakarta: Investasi di Sektor Transportasi Publik Berdampak Signifikan pada Ekonomi Kota

    12 Tahun TransJakarta: Investasi di Sektor Transportasi Publik Berdampak Signifikan pada Ekonomi Kota

    7cloud.asia – Pada Jumat (27/3/2026) lalu digelar perayaan 12 tahun PT Transportasi Jakarta (TransJakarta). Peringatan ini menjadi penanda perjalanan panjang TransJakarta sebagai tulang punggung transportasi publik di ibu kota.

    Peringatan 12 tahun TransJakarta itu dipusatkan di Halte Transjakarta Tosari, Menteng, Jakarta Pusat dengan mengusung tema “Melangkah Lebih Jauh, 12 Tahun Menghubungkan Kehidupan Jakarta”.

    Memasuki usia ke-12, TransJakarta terus memperkuat layanannya melalui berbagai inovasi. Salah satunya adalah perluasan rute hingga ke kawasan Bodetabek guna mendukung mobilitas para pekerja.

    Layanan menuju Bandara Soekarno-Hatta juga menunjukkan kinerja positif, dengan melayani 18,9 ribu pelanggan dalam 13 hari selama periode mudik Lebaran 2026.

    Dalam kesempatan itu, Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung menyampaikan apresiasinya atas kinerja TransJakarta yang terus berkembang. Hingga kini, layanan ini telah melayani sekitar 1,4 juta penumpang setiap hari.

    Layanan ini tidak hanya memudahkan mobilitas warga, tetapi juga memberi kontribusi besar terhadap perekonomian, dengan dampak mencapai Rp73,8 triliun.

    Baca: Berkat TransJakarta, Jakarta masuk 20 kota dengan layanan transportasi terbaik di dunia

    “Dengan capaian tersebut, TransJakarta telah memberikan kontribusi yang luar biasa bagi sistem transportasi di Jakarta. Bahkan, berdasarkan data Time Out 2025, Jakarta menempati peringkat ke-17 dunia untuk infrastruktur terbaik, dan di Asia berada di posisi kedua setelah Singapura,” ujar Pramono.

    Ia menambahkan, investasi pada sektor transportasi publik melalui TransJakarta membawa dampak ekonomi signifikan. Setiap Rp1 triliun uang yang diinvestasikan mampu menghasilkan dampak ekonomi sekitar Rp3,2 triliun.

    “Momentum ini harus dijaga. Semakin besar TransJakarta, harapan publik pun semakin tinggi,” tegasnya.

    Pramono juga menekankan pentingnya menjaga kualitas layanan seiring dengan meningkatnya kebutuhan masyarakat. Ia menyatakan dukungan penuh terhadap upaya peningkatan disiplin operasional dan keselamatan layanan.

    “Kami mendukung penindakan tegas, termasuk pemberian sanksi kepada operator maupun pramudi yang lalai. Saya juga telah meminta Direktur Utama TransJakarta untuk mengambil langkah tegas dalam setiap pelanggaran,” ungkapnya.

    Sementara itu, Ketua DPRD DKI Jakarta, Khoirudin, menambahkan, dukungan terhadap penguatan layanan transportasi publik diwujudkan melalui alokasi Public Service Obligation (PSO) sebesar Rp4,8 triliun, atau sekitar 5,99 persen dari total APBD.

    Baca: Metamorfosa Jakarta lewat penataan transportasi publik

    “Setiap Rp1 triliun PSO memberikan dampak ekonomi sekitar Rp3,2 triliun. Ini merupakan bentuk imbal balik pemerintah kepada masyarakat atas kontribusi pajak, yang kami kembalikan dalam bentuk layanan transportasi publik,” ujarnya.

    Menurut Khoirudin, transportasi merupakan salah satu komponen pengeluaran terbesar rumah tangga. Karena itu, kehadiran layanan publik yang terjangkau dan berkualitas diharapkan dapat memberi manfaat nyata bagi masyarakat.

    Direktur Utama TransJakarta, Welfizon Yuza, menjelaskan peningkatan kualitas layanan juga dilakukan melalui program Transjakarta Akademi sebagai upaya penguatan kompetensi pramudi.

    “Sebanyak 125 peserta telah dipersiapkan untuk mendukung peremajaan pramudi Mikrotrans. Program ini merupakan kerja sama Pemprov DKI Jakarta, TransJakarta, dan Baznas, dengan pembiayaan SIM dan sertifikasi melalui program CSR,” jelasnya.

    Selain itu, TransJakarta juga menyiapkan 20 pramudi terbaik untuk mengikuti program pertukaran ke Jepang, sebagai bagian dari upaya meningkatkan standar pelayanan dan profesionalisme.

    Melalui berbagai capaian dan inovasi tersebut, diharapkan TransJakarta akan terus berkembang sebagai sistem transportasi publik yang modern, terintegrasi, dan berkelanjutan, sekaligus menjadi kebanggaan warga Jakarta.

    Baca: Warga didorong beralih ke transportasi publik demi terwujudnya kota rendah emisi

  • MRT Jakarta Gandeng WRI untuk Menghitung Reduksi Emisi

    MRT Jakarta Gandeng WRI untuk Menghitung Reduksi Emisi

    7cloud.asia – PT MRT Jakarta (Perseroda) menggandeng World Resources Institute (WRI) Indonesia untuk menyusun metodologi serta menghitung reduksi emisi dari operasional MRT Jakarta.

    Kerja sama ini menjadi langkah konkret dalam mendukung upaya penurunan emisi dari sektor transportasi perkotaan.

    Sektor transportasi merupakan penyumbang utama emisi gas rumah kaca (GRK) dan polusi udara di Jakarta, dengan kontribusi mencapai 27 persen dari total emisi GRK.

    Sekitar 90 persen emisi sektor ini dihasilkan oleh transportasi darat, yang didominasi oleh kendaraan pribadi seperti motor dan mobil, yang memicu polusi karbon monoksida hingga 96 persen.

    Penataan sektor transportasi publik diharapkan dapat menurunkan emisi karbon ini.

    Direktur Utama MRT Jakarta, Tuhiyat menyampaikan, kerja sama ini merupakan wujud komitmen perusahaan dalam menurunkan emisi sektor transportasi secara terukur.

    Baca: Menuju kota rendah emisi, warga Jakarta didorong gunakan transportasi publik

    Fokus utama kolaborasi meliputi pengembangan metodologi perhitungan reduksi emisi melalui survei peralihan moda (mode shift) serta inventarisasi jejak karbon.

    “Selain itu, kerja sama ini juga akan memperkuat proses validasi dan registrasi penurunan emisi melalui Sistem Registri Nasional Pengendalian Perubahan Iklim (SRN PPI), sekaligus membuka peluang pengembangan Nilai Ekonomi Karbon (NEK),” ujar Tuhiyat, Rabu (1/4/2026).

    Menurut Tuhiyat, hasil perhitungan tersebut tidak hanya sejalan dengan Peta Jalan Keberlanjutan MRT Jakarta 2022–2030, tetapi juga memperkuat tata kelola pengukuran, pelaporan, dan verifikasi emisi agar lebih kredibel, transparan, dan akuntabel.

    “Rencananya kerja sama ini akan berlangsung selama satu tahun ke depan,” katanya.

    Sementara itu, Managing Director WRI Indonesia, Arief Wijaya menekankan pentingnya pendekatan berbasis data untuk memperkuat kontribusi transportasi publik dalam aksi iklim.

    “Selama ini, kontribusi transportasi publik terhadap penurunan emisi sering belum terlihat secara jelas dalam angka. Dengan metodologi yang kuat, kita bisa menunjukkan bahwa transportasi publik adalah salah satu intervensi paling strategis dalam mencapai target iklim perkotaan,” tuturnya.

    Baca: Metamorfosa Jakarta lewat penataan transportasi publik

    Kesepakatan MRT dan WRI dituangkan dalam perjanjian kerja sama yang ditandatangani Direktur Utama PT MRT Jakarta (Perseroda), Tuhiyat, bersama Managing Director WRI Indonesia, Arief Wijaya.

    Penandatanganan turut disaksikan Kepala Bappeda DKI Jakarta Atika Nur Rahmania, Board Member WRI Indonesia William Sabandar, serta Deputy Head of Low Carbon Infrastructure British Embassy Jakarta Phoebe Rimmer.

    Kolaborasi ini juga mendapat dukungan dari UK Partnering for Accelerated Climate Transitions (UK PACT) Pemerintah Inggris.

    Selain penandatanganan, rangkaian kegiatan juga diisi dengan dialog strategis mengenai peran operator transportasi publik dalam mendukung dekarbonisasi transportasi perkotaan.

    Diskusi ini menghadirkan perwakilan dari Kementerian Perhubungan RI, Dinas Perhubungan DKI Jakarta, MRT Jakarta, dan PT Transportasi Jakarta (Transjakarta).

  • DPR Dorong Kebijakan Transportasi Publik untuk Kurangi Kepadatan di Bali

    DPR Dorong Kebijakan Transportasi Publik untuk Kurangi Kepadatan di Bali

    7cloud.asia – Ketua Komisi V DPR, Lasarus, mendorong pemerintah untuk merumuskan kebijakan transportasi publik yang lebih terintegrasi guna mengurai kepadatan lalu lintas di Bali.

    Upaya tersebut menjadi penting mengingat mobilitas masyarakat dan wisatawan di Pulau Dewata terus meningkat, sementara pergerakan orang dari satu wilayah ke wilayah lain masih menjadi persoalan utama yang perlu segera ditangani.

    Lasarus mengungkapkan bahwa penanganan kepadatan di jalur penyeberangan Ketapang–Gilimanuk pun dinilai perlu menjadi perhatian bersama.

    Ia menilai persoalan tersebut dapat diurai melalui pendekatan penataan transportasi yang lebih terintegrasi, sebagaimana yang pernah dilakukan dalam penanganan arus penyeberangan di Merak–Bakauheni.

    “Ini salah satu cara kita menyelesaikan persoalan di Ketapang–Gilimanuk ini. Kita urai seperti kita mengurai di Merak–Bakauheni,” ujar Lasarurs dalam Rapat Kerja (Raker) bersama Menteri Perhubungan, Kementerian Pekerjaan Umum, dan Gubernur Bali di Komplek DPR, Jakarta, Rabu (6/4/2026).

    Baca: Bali dan Yogyakarta makin disesaki wisatawan

    Politisi PDI Perjuangan ini menekankan, penanganan persoalan transportasi di Bali tak bisa dilakukan oleh satu kementerian.

    Dibutuhkan sinergi antara Kementerian Perhubungan, Kementerian PU, serta pemerintah daerah agar berbagai program penataan transportasi publik di Bali dapat berjalan efektif.

    Ia juga mendorong agar pemerintah segera merumuskan kebijakan transportasi publik yang dapat diterapkan secara nyata di daerah.

    Langkah tersebut dinilai penting untuk mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap kendaraan pribadi sekaligus menekan konsumsi bahan bakar.

    “Kebijakan transportasi publik ini tolong Pak Menteri bisa studi dan melakukan tindak lanjut. Tentu harus didukung juga dengan pendanaan dari gubernur dan pemerintah daerah setempat,” katanya.

    Baca: Pariwisata jadi kontributor utama timbulan sampah di Bali

    Komisi V menilai penguatan transportasi publik juga dapat berdampak pada efisiensi penggunaan energi. Dengan meningkatnya penggunaan transportasi massal, kepadatan lalu lintas dapat berkurang dan konsumsi bahan bakar kendaraan pun dapat ditekan.

    “Tujuannya bagaimana kepadatan dikurangi, pemakaian bahan bakar juga otomatis bisa lebih efisien,” jelasnya.

    Di sisi lain, DPR juga menyoroti rencana pembangunan infrastruktur transportasi di Bali, termasuk pengembangan transportasi berbasis laut seperti water taxi.

    Pengembangan transportasi publik diharapkan dapat menjadi salah satu alternatif mobilitas masyarakat sekaligus mendukung konektivitas antarwilayah di Bali.

    “Bali ini kan masalahnya siklus perpindahan orang dari satu tempat ke tempat lain itu yang jadi persoalan utama hari ini,” pungkasnya.

    Foto:KilasJatim.com

  • Pemprov DKI Jakarta Buka Peluang Pengembangan LRT Jakarta hingga ke Pluit

    Pemprov DKI Jakarta Buka Peluang Pengembangan LRT Jakarta hingga ke Pluit

    7cloud.asia – Pemprov DKI Jakarta membuka peluang pengembangan jalur LRT Jakarta hingga kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK) 2 dan terhubung langsung dengan Bandara Soekarno-Hatta (Soetta).

    “Tadi saya bisik-bisik kepada CEO Agung Sedayu, mungkin sudah waktunya untuk dibuka LRT dari Velodrome sampai dengan tempat ini (PIK 2),” kata Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung saat meresmikan area klenteng Tian Fu Gong di PIK, Jakarta Utara, Minggu (17/5/2026).

    Rencana pengembangan LRT Jakarta hingga wilayah utara Jakarta dan PIK 2 diperkirakan menjadi salah satu proyek strategis jangka panjang Pemprov DKI Jakarta dalam mewujudkan sistem transportasi modern dan terintegrasi di kawasan metropolitan.

    Rencana tersebut disebut menjadi bagian penting untuk menyempurnakan konektivitas transportasi massal di Jakarta melalui sistem loop atau jalur terintegrasi.

    Pramono menjelaskan, secara trase atau jalur, pengembangan LRT Jakarta saat ini sebenarnya telah memperoleh izin dari pemerintah pusat hingga kawasan Ancol.

    Baca: LRT Jakarta Velodrome-Manggarai Ditarget Beroperasi Agustus 2026

    Menurutnya, pengembangan jaringan transportasi di wilayah utara Jakarta menjadi langkah strategis agar konektivitas antarkawasan semakin baik.

    “Untuk LRT, secara trase sebenarnya sudah mendapatkan izin dari pemerintah pusat sampai dengan Ancol,” ujar Pramono.

    Dia mengatakan, proyek LRT Jakarta yang saat ini tengah berjalan adalah penyambungan jalur dari Velodrome menuju Manggarai.

    Jalur tersebut memiliki panjang sekitar 12,2 kilometer dengan 11 titik stasiun dan nilai investasi mencapai Rp11,5 triliun.

    Pramono optimistis proyek sambungan Velodrome-Manggarai dapat diresmikan pada Agustus mendatang. Kehadiran jalur tersebut diyakini akan memperkuat integrasi transportasi publik di ibu kota.

    Baca: Kawasan Manggarai Didorong Jadi Pusat Integrasi Antarmoda

    Menurutnya, pengembangan selanjutnya dapat diteruskan menuju Jakarta Utara. Jalur LRT nantinya direncanakan melintasi Tanjung Priok, Jakarta International Stadium (JIS), hingga Ancol.

    Pramono memaparkan, kalau kemudian LRT Jakarta dilanjutkan dari Velodrome ke Jakarta Utara, Tanjung Priok, dari Tanjung Priok kemudian ke JIS, dari JIS ke Ancol.

    “Maka lajur lanjutan yang masih perlu dipersiapkan adalah sambungan dari Ancol menuju PIK 2 hingga terkoneksi ke Bandara Soekarno-Hatta,” paparnya.

    Bila seluruh jaringan tersebut berhasil diwujudkan, maka sistem transportasi Jakarta akan tersambung secara menyeluruh.

    Selain itu, kata Pramono, saat ini konektivitas transportasi massal Jakarta baru mencapai sekitar 93 persen.

    Baca: Metamorfosa Jakarta lewat Penataan Transportasi Publik

    Oleh karena itu, Pemprov DKI Jakarta berupaya menyelesaikan jalur loop yang belum terhubung agar mobilitas masyarakat semakin mudah dan efisien.

    “Kalau itu sudah bisa disambungkan, maka loop Jakarta ini transportasinya sudah tersambung ke keseluruhan. Sampai hari ini baru 93 persen,” kata dia.

    Pramono berharap proyek pengembangan tersebut dapat menjadi tonggak baru penguatan transportasi publik di Jakarta, sekaligus mendukung konektivitas kawasan penyangga hingga akses menuju bandara.

    Selain mengurangi kemacetan, integrasi antarmoda juga dinilai akan meningkatkan minat masyarakat menggunakan transportasi publik.

  • Kawasan Kota Tua Jadi Zona Rendah Emisi, Pengunjung Diimbau Gunakan Transportasi Publik

    Kawasan Kota Tua Jadi Zona Rendah Emisi, Pengunjung Diimbau Gunakan Transportasi Publik

    7cloud.asia – Pengelola Kawasan Kota Tua Jakarta mendorong wisatawan menggunakan transportasi publik saat berkunjung ke kawasan wisata bersejarah tersebut. Hal ini sejalan dengan rencana pengembangan kawasan tersebut menjadi zona rendah emisi.

    Kepala Unit Pengelola Kawasan Kota Tua Jakarta Denny Aputra dikutip Antaranews.com, Minggu (14/6/2026) mengatakan Kota Tua selama ini menjadi salah satu tujuan wisata favorit yang mudah diakses menggunakan transportasi publik.

    Saat ini Kawasan Kota Tua Jakarta dapat diakses dengan menggunakan kereta rel listrik (KRL) ataupun TransJakarta.

    Denny mengatakan integrasi transportasi publik di kawasan tersebut akan terus diperkuat seiring program revitalisasi Kota Tua yang ditargetkan rampung pada 2029.

    “2029 Transjakarta dan MRT itu akan terkoneksi melalui Stasiun Kota. Stasiun terkoneksi, MRT terkoneksi, Transjakarta terkoneksi,” terang Denny.

    Sementara wisatawan yang datang ke Kawasan Kota Tua tak hanya berasal dari Jakarta, tetapi juga datang dari daerah penyangga hingga luar kota.

    Baca: Kawasan Kota Tua Bakal Jadi Tujuan Wisata Utama di Jakarta

    “Wisatawan dari Serang, Banten, menjadi salah satu kelompok yang kerap memanfaatkan kereta untuk berkunjung ke Kota Tua,” kata dia.

    Selain penguatan konektivitas transportasi publik, pengelola Kawasan Kota Tua juga menyiapkan sejumlah peningkatan fasilitas, seperti program pemilahan sampah perbaikan akses jalan, peningkatan keamanan kawasan, serta penguatan layanan informasi bagi pengunjung.

    Selain kemudahan akses, kawasan Kota Tua juga menghadirkan suasana yang berbeda bagi pengunjung. Wisatawan dapat menikmati bangunan bersejarah dan ruang terbuka yang menjadi daya tarik tersendiri.

    Denny berharap kemudahan akses transportasi publik dan daya tarik yang ada dapat mendorong semakin banyak wisatawan datang ke Kota Tua.

    Dan, terintegrasinya transportasi publik diharapkan akan mengurangi penggunaan kendaraan pribadi sehingga kawasan wisata tersebut menjadi lebih nyaman dan ramah lingkungan.

    Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan pengelola Kawasan Kota Tua menyiapkan sejumlah konsep pengembangan antara lain dengan menghadirkan jalur trem listrik dan penerapan kawasan rendah emisi atau Low Emission Zone (LEZ).

    Baca: Jakarta Akan Terus Perluas Kawasan Rendah Emisi

    “Salah satunya kita akan membangun juga LEZ atau Low Emission Zone. Jadi kita akan membatasi kendaraan nanti ketika sudah jadi semuanya,” kata Denny.

    Konsep tersebut, menurut Denny, menjadi bagian dari upaya menjadikan Kota Tua sebagai tujuan wisata berkelas global sekaligus memperkuat identitas sejarah kawasan.

    Selain itu, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga berencana menghidupkan kembali moda transportasi trem yang pernah beroperasi di kawasan tersebut. Namun, trem yang direncanakan nantinya akan menggunakan tenaga listrik.

    Menurut Denny, jalur trem direncanakan melintasi kawasan wisata Kota Tua dan terhubung dengan sejumlah titik strategis, termasuk area dekat Sunda Kelapa. Meski demikian, detail jalur masih dalam pembahasan.

    Denny menambahkan revitalisasi dilakukan untuk menghidupkan kembali nilai sejarah kawasan sekaligus meningkatkan kenyamanan wisatawan.

    “Pak Gubernur melihat bahwa itu menjadi moda transportasi awal, membangun sejarahnya kembali, dan memastikan revitalisasi Kota Tua di 2029 ini menjadi destinasi Jakarta, kota global,” katanya.

  • Kemajuan Pengembangan Transportasi Publik Jakarta Dipaparkan di Mayors Forum

    Kemajuan Pengembangan Transportasi Publik Jakarta Dipaparkan di Mayors Forum

    7cloud.asia – Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk memperkuat sektor transportasi dengan cakupan layanan transportasi publik yang telah mencapai 92,5 persen.

    Untuk menguatkan layanan transportasi publik, Pemprov DKI Jakarta mengalokasikan Rp4,2 triliun pada 2026 untuk memperluas layanan Transjabodetabek.

    Selain itu, Pemprov DKI Jakarta melanjutkan pengembangan jaringan MRT hingga 46,5 kilometer pada 2034 dan LRT hingga 21,8 kilometer pada 2029.

    Jakarta juga menyiapkan pusat Transit-Oriented Development (TOD) baru di Dukuh Atas pada 2027 bersama Shenzhen Metro untuk mengintegrasikan lima moda transportasi sekaligus meningkatkan konektivitas kawasan.

    Kemajuan pelayanan publik termasuk transportasi publik di Jakarta ini dipaparkan Pramono dalam forum Mayors Forum: Providing Reliable and Efficient Municipal Services pada rangkaian World Cities Summit (WCS) 2026 di Singapura, pada Minggu (14/6/2026).

    Baca: Metamorfosa Jakarta lewat Penataan Transportasi Publik

    Forum yang diikuti sekitar 100 pemimpin kota dunia, termasuk London, Berlin, dan Guangzhou, ini menjadi wadah pertukaran pengalaman serta peluang kerja sama internasional dalam pengelolaan dan peningkatan layanan dasar perkotaan.

    Kehadiran Jakarta dalam forum ini sekaligus memperkuat kolaborasi antarkota untuk mewujudkan Jakarta yang inklusif, berkelanjutan, dan ramah bagi seluruh warga.

    Selain pengembangan transportasi publik, dalam kesempatan itu Pramono Anung juga memaparkan kemajuan di sektor pendidikan.

    Salah satunya program Kartu Jakarta Pintar dan Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul yang telah menjangkau 707.477 siswa serta 15.825 mahasiswa.

    Baca: Investasi di Sektor Transportasi Publik Berdampak Signifikan pada Ekonomi Kota

    Pemprov DKI Jakarta juga menyediakan pendidikan gratis di 103 sekolah swasta guna memperluas akses terhadap pendidikan berkualitas.

    Sementara itu, di sektor kesehatan, layanan Pasukan Putih bagi lanjut usia (lansia) dan penyandang disabilitas serta layanan konseling gratis JakCare dihadirkan untuk memastikan masyarakat memperoleh akses layanan kesehatan yang lebih mudah.

    Pramono menegaskan, pelayanan publik yang andal dan efisien merupakan fondasi penting dalam mewujudkan Jakarta sebagai kota global yang semakin layak huni bagi semua.

    “Kami masih memiliki banyak hal yang harus dilakukan. Namun, kami tetap berkomitmen menjadikan Jakarta sebagai kota global yang lebih layak huni bagi semua,” ujarnya.

  • Pedestrian Deck Dukuh Atas Bakal Integrasikan Enam Moda Transportasi Publik

    Pedestrian Deck Dukuh Atas Bakal Integrasikan Enam Moda Transportasi Publik

    7cloud.asia – Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung resmi mencanangkan Pedestrian Deck Dukuh Atas di kawasan Kuningan, Setiabudi, Jakarta Selatan, Minggu (21/6/2026).

    Fasilitas ini dirancang untuk memudahkan mobilitas masyarakat dengan mengintegrasikan layanan moda transportasi publik di Jakarta, yakni TransJakarta, LRT, KRL, MRT, kereta bandara.

    “Tadi telah disampaikan oleh Dirut MRT bahwa ini empat moda akan terkoneksikan, padahal kenyataannya bukan hanya empat, menjadi enam moda terkoneksikan,” ujar Pramono.

    Pramono menyampaikan, pembangunan pedestrian deck ini tidak akan memindahkan patung Jenderal Sudirman. Patung Jenderal Sudirman tetap akan ditempatkan di lokasi yang sama sehingga akan menambah estetika kota.

    “Setelah kami merenungkan berhari-hari, patung Jenderal Sudirman tetap akan di tempat ini, jadi tidak akan kita geser, supaya tidak menjadi polemik,” ucap Pramono.

    Baca: Patung Jenderal Besar Sudirman Akan Dipindah ke Lokasi Strategis

    Pramono pun memproyeksikan tempat ini agar menghadirkan fasilitas layanan imigrasi, sehingga transportasi kereta bandara yang juga akan terintegrasi menjadi lebih hidup. Selain itu, area ini juga akan mengakomodasi produk UMKM lokal dengan konsep duty free.

    Dalam acara ini, Pramono juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Jepang melalui Ministry of Land Infrastructure Transport and Tourism (MLIT) dan Urban Renaissance yang menyusun awal kajian tentang pedestrian deck ini.

    Dengan adanya pedestrian deck ini, enam moda transportasi publik akan terhubung sehingga mobilitas masyarakat akan semakin mudah dan nyaman.

    Pramono juga meyakini keberadaan pedestrian deck ini akan mengurangi kemacetan di kawasan sekitar.

    Dia berharap, pembangunan fasilitas ini akan menjadikan sistem transportasi Jakarta lebih baik. Ia menyebut, sistem transportasi publik Jakarta saat ini telah menduduki peringkat nomor dua di ASEAN dan delapan di ASIA.

    Baca: Jalur LRT Jakarta Akan Diperpanjang Hingga Dukuh Atas

    “Semoga pembangunan ini akan membuat Jakarta menjadi semakin baik transportasinya,” katanya.

    Direktur Utama PT MRT Jakarta, Tuhiyat menyampaikan, pembangunan pedestrian deck Dukuh Atas ini sepenuhnya dibiayai oleh PT MRT dan tidak menggunakan APBD DKI Jakarta.

    “Pendanaan dari pembangunan proyek ini sepenuhnya oleh MRT Jakarta,” ujar dia.

    Tuhiyat juga menjelaskan soal rencana pembangunan pedestrian deck dan patung Jenderal Sudirman di lokasi tersebut.

    Di dalam pedestrian deck yang akan dibangun, nantinya terdapat anjungan yang dapat dilintasi oleh masyarakat. Dari anjungan tersebut, masyarakat bisa melihat patung Sudirman lebih dekat.

    Baca: Pembangunan TOD Dukuh Atas Dipercepat

  • Rencana Kenaikan Tarif Transjabodetabek Bertentangan dengan Upaya Pengendalian Polusi Udara Jakarta

    Rencana Kenaikan Tarif Transjabodetabek Bertentangan dengan Upaya Pengendalian Polusi Udara Jakarta

    7cloud.asia – Rencana Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk menaikkan tarif layanan Transjabodetabek bertentangan dengan upaya pengendalian pencemaran udara dan transformasi sistem transportasi perkotaan yang selama ini diklaim menjadi prioritas pemerintah.

    Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Jakarta mengapresiasi langkah Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terus mendorong perluasan layanan dan infrastruktur transportasi publik Selama beberapa tahun terakhir.

    Perluasan infrastruktur transportasi publik ini bertujuan untuk mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap kendaraan pribadi. Langkah tersebut sejalan dengan kebutuhan mendesak Jakarta dalam mengatasi persoalan kualitas udara yang terus memburuk.

    Namun, rencana kenaikan tarif justru berpotensi menghambat peralihan masyarakat menuju transportasi publik dan mendorong kembali penggunaan kendaraan pribadi.

    “Rencana kenaikan tarif Transjabodetabek bertentangan dengan upaya Pemerintah Jakarta dalam mengendalikan pencemaran udara,” ujar Direktur Eksekutif Walhi Jakarta, Muhammad Aminullah dikutip dari laman resmi WALHI.

    Baca: Menyoal Kenaikan Tarif TransJakarta

    Selama ini, lanjut Aminullah, pemerintah berupaya meningkatkan sarana dan prasarana transportasi publik untuk menggeser pola mobilitas warga yang didominasi kendaraan pribadi. Namun kebijakan kenaikan tarif justru berpotensi menghambat tujuan tersebut

    Persoalan ini menjadi semakin penting mengingat Jakarta masih menghadapi krisis kualitas udara yang serius.

    Berdasarkan berbagai pemantauan kualitas udara, Jakarta secara konsisten berada dalam kategori udara tidak sehat dalam sebagian besar hari sepanjang tahun.

    Salah satu penyumbang utama pencemaran udara berasal dari sektor transportasi melalui emisi kendaraan bermotor yang terus meningkat seiring bertambahnya jumlah kendaraan pribadi.

    Dalam konteks tersebut, mendorong peralihan moda transportasi dari kendaraan pribadi menuju transportasi publik merupakan salah satu strategi paling penting untuk mengurangi emisi sektor transportasi.

    Baca: Warga Usulkan Tarif TransJakarta Maksimal Rp7000

    Terlebih, meskipun Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyebut cakupan layanan Transjakarta telah menjangkau sekitar 90 persen wilayah Jakarta, tingkat penggunaan transportasi publik masih relatif rendah.

    Data pemerintah menunjukkan pengguna transportasi publik baru mencapai sekitar 23,4 persen masyarakat Jakarta.

    Angka tersebut menunjukkan bahwa tantangan utama transportasi publik Jakarta saat ini adalah meningkatkan daya tarik layanan agar semakin banyak masyarakat bersedia meninggalkan kendaraan pribadi.

    Dalam kondisi demikian, kenaikan tarif justru berisiko menjadi disinsentif bagi masyarakat untuk beralih ke transportasi publik.

    Transjakarta masih menghadapi tantangan besar untuk menarik minat masyarakat. Kenaikan tarif berpotensi menurunkan jumlah pengguna transportasi publik dan mendorong sebagian warga kembali menggunakan kendaraan pribadi.

    “Jika hal itu terjadi, maka upaya pengendalian pencemaran udara akan semakin sulit dicapai, dan menjauhkan jakarta dari upaya pengendalian pencemaran udara,” Kata Aminullah.

    Baca: Ketimbang Memangkas Subsidi Transportasi Publik, Pemprov DKI Jakarta Diminta Menggali Potensi Parkir

    WALHI Jakarta menegaskan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tidak dapat berlindung di balik narasi tingginya beban subsidi transportasi publik.

    Transportasi publik tidak dapat dipandang semata sebagai pengeluaran fiskal, melainkan investasi sosial dan ekologis yang menghasilkan manfaat jauh lebih besar bagi kota.

    Hal itu mulai dari pengurangan kemacetan, penurunan emisi, peningkatan kualitas udara, hingga penghematan biaya kesehatan masyarakat akibat pencemaran udara.

    Selain itu, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung masih memiliki kewajiban untuk menjalankan berbagai mandat perbaikan kualitas udara sebagaimana ditegaskan dalam putusan Mahkamah Agung terkait gugatan pencemaran udara Jakarta.

    Salah satu langkah yang seharusnya diprioritaskan adalah mempercepat transformasi sistem transportasi menuju moda yang lebih ramah lingkungan dan terjangkau bagi seluruh warga.

    Pemprov DKI Jakarta seharusnya memperluas aksesibilitas dan keterjangkauan transportasi publik, bukan justru meningkatkan hambatan bagi masyarakat untuk menggunakannya.

    “Di tengah krisis kualitas udara yang terus berlangsung, transportasi publik harus diposisikan sebagai isalah satu nstrumen utama pemulihan lingkungan dan perlindungan kesehatan warga,” tutup Aminullah.

  • Dewan Transportasi Kota Jakarta Usulkan Tarif TransJakarta Naik Jadi Rp5000 dan Mikrotrans Tak Lagi Gratis

    Dewan Transportasi Kota Jakarta Usulkan Tarif TransJakarta Naik Jadi Rp5000 dan Mikrotrans Tak Lagi Gratis

    7cloud.asia – Ketua Dewan Transportasi Kota Jakarta (DTKJ) Sugihardjo mengusulkan penyesuaian tarif transportasi publik di Jakarta, Transjakarta dan Mikrotrans.

    Menurut Sugihardjo, setelah melakukan kajian mendalam, pihaknya mengusulkan tarif tunggal Rp5.000 untuk layanan TransJakarta di dalam Jakarta. Kajian itu juga telah dibahas melalui dialog publik bersama berbagai pihak.

    “Besarannya untuk yang dalam kota Jakarta kita mengusulkan Rp5.000,” kata Sugihardjo di Balai Kota, Jumat (3/7/2026).

    Ia menjelaskan tarif tersebut akan berlaku untuk layanan TransJakarta yang terintegrasi dengan mikrotrans, BRT, maupun non-BRT.

    Menurut dia, meski tarif BRT naik dari Rp3.500 menjadi Rp5.000, masyarakat yang sebelumnya harus membayar lebih saat berpindah layanan justru akan diuntungkan.

    “Kalau misalnya selama ini Rp3.500 naik BRT terus nyambungnya nggak ke BRT, ke non-BRT, berarti nambahnya berapa? Rp3.500 dua kali kan, jadi Rp7.000. Kalau sekarang dengan Rp5.000 naik apa turun ongkosnya?” papar Sugihardjo.

    Baca: Kenaikan Tarif Transjabodetabek Bertentangan dengan Upaya Pengendalian Polusi Udara Jakarta

    Selain tarif dalam kota, DTKJ juga mengusulkan tarif penyesuaian TransJabodetabek sebesar Rp10.000.

    Menurut dia, dengan tarif tersebut, penumpang TransJabodetabek nantinya juga dapat menggunakan layanan TransJakarta dalam satu skema tarif yang terintegrasi.

    “Apalagi nanti kalau misalnya kita mendorong sebetulnya integrasinya bukan sesama moda transportasi jalan, tapi dengan LRT dan MRT,” ungkap Sugihardjo.

    DTKJ juga mengusulkan agar layanan Mikrotrans atau angkot pengumpan yang dijalankan Transjakarta tidak lagi digratiskan melainkan dikenakan tarif sebesar Rp2.000.

    Menurut Sugihardjo, selama layanan angkutan pengumpan TransJakarta saat ini masih gratis, terdapat kemungkinan jumlah penumpang yang tercatat tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya.

    Baca: Menyoal Rencana Kenaikan Harga Tiket TransJakarta

    Oleh karena itu, usulan tarif tersebut bertujuan agar data jumlah penumpang Mikrotrans lebih akurat sekaligus mencegah potensi manipulasi data penumpang.

    Ia menjelaskan, selama ini ada target kilometer dan jumlah penumpang untuk operasional Mikrotrans. Menurut dia, dengan tarif gratis, jika target jumlah penumpang tidak terpenuhi, dikhawatirkan ada manipulasi data penumpang agar target tetap tercapai.

    “Selama ini dalam kontrak antara Transjakarta dan operator ada target untuk kilometer tempuh, ada target untuk jumlah penumpang. Nah kaitan dengan ini waktu gratis.

    Misalnya jumlah penumpangnya kurang, kalau saya jadi operator, ‘Agar target tidak kena potong, saya tapping sendiri saja supaya target terpenuhi’,” katanya.

    Kendati demikian, ia menyebut usulan itu masih dalam tahap kajian dan belum menjadi keputusan final. Menurut dia, penyesuaian tarif juga harus diikuti dengan peningkatan kualitas layanan agar masyarakat tetap nyaman menggunakan transportasi umum.

    Baca: Investasi di Sektor Transportasi Publik Berdampak Signifikan pada Ekonomi Kota

    “Kami mendorong untuk adanya penyesuaian tarif tapi harus diimbangi dengan peningkatan kualitas layanan. Nah ini kami sudah usulkan,” ujar Sugihardjo.

    Sugihardjo juga menilai kualitas layanan Mikrotrans perlu ditingkatkan. Ia mengaku masih menerima banyak keluhan masyarakat.

    Keluhan itu mulai dari armada yang datang bergerombol sehingga waktu tunggu menjadi lama, hingga sopir yang berkendara dengan kecepatan tinggi.

    Menurut dia, operator tidak boleh hanya mengejar target operasional tanpa memerhatikan kualitas layanan dan keselamatan penumpang.

    “Saya sudah bilang ke Transjakarta, jangan sampai dulu layanan jelek karena kejar setoran, sekarang cuma transformasi saja dari kejar setoran jadi kejar kilometer, kan nggak benar. Nah itu tetap harus pembinaan,” ujar Sugihardjo.

  • Pembangunan LRT Jakarta Koridor Pegangsaan Dua–Manggarai Hampir Rampung, Ditargetkan Beroperasi Agustus

    Pembangunan LRT Jakarta Koridor Pegangsaan Dua–Manggarai Hampir Rampung, Ditargetkan Beroperasi Agustus

    7cloud.asia – Pembangunan LRT Jakarta koridor Pegangsaan Dua–Manggarai telah mencapai 95 persen dan ditargetkan siap diresmikan pada Agustus 2026 mendatang.

    Koridor LRT Jakarta ini memiliki panjang 12,2 kilometer ini dilayani 11 stasiun yang akan memperkuat konektivitas transportasi publik dari kawasan utara menuju pusat Jakarta.

    Lima stasiun baru yang dibangun meliputi Rawamangun, Pramuka, Kayu Manis, Matraman, dan Manggarai. Seluruh stasiun dirancang terintegrasi dengan layanan Transjakarta.

    Khusus di Stasiun Manggarai, penumpang juga dapat melanjutkan perjalanan menggunakan KRL Commuter Line dan Kereta Api Bandara.

    Koridor LRT Jakarta Pegangsaan Dua–Manggarai direncanakan memiliki waktu tempuh sekitar 28 menit. Koridor LRT Jakarta Pegangsaan Dua–Manggarai diproyeksikan melayani 60.000–80.000 penumpang per hari secara bertahap. Setiap rangkaian kereta memiliki kapasitas maksimal 275 penumpang.

    Total investasi pembangunan koridor LRT Jakarta Pegangsaan Dua–Manggarai mencapai Rp12,5 triliun. Investasi tersebut mencakup pembangunan prasarana, stasiun, jalur rel, serta berbagai fasilitas penunjang dalam satu jaringan.

    Baca: Stasiun LRT Manggarai Didorong Jadi Pusat Integrasi Antarmoda

    Berbeda dengan MRT Jakarta, LRT Jakarta ini sepenuhnya dikelola oleh Pemprov DKI Jakarta melalui PT Jakpro yang memiliki anak perusahaan, yaitu PT LRT Jakarta.

    ”Saat ini progresnya sudah sekitar 95 persen,” kata Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, seusai meninjau kesiapan sekaligus mengikuti uji coba operasional LRT Jakarta bersama Direktur Utama PT Jakarta Propertindo (Jakpro), Iwan Takwin, di Stasiun LRT Rawamangun, Jakarta Timur, Selasa (14/7/2026).

    Pramono Anung menyebut seluruh pekerjaan pengangkatan girder telah rampung 100 persen, termasuk pemasangan girder terakhir di atas jalur Double-Double Track Manggarai.

    Saat ini, pekerjaan difokuskan pada penyelesaian jalur rel dari Matraman hingga Manggarai yang ditargetkan selesai pada akhir Juli 2026.

    Pengujian berkala telah dilakukan dari Stasiun Velodrome hingga Stasiun Kayu Manis sepanjang 3,6 kilometer.

    Adapun untuk pengujian menyeluruh pada koridor Pegangsaan Dua–Manggarai, PT Jakpro tengah berkoordinasi dengan Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan.

    Baca: Pemprov DKI Jakarta Buka Peluang Pengembangan LRT Jakarta hingga ke Pluit

    “Ini akan menjadi milestone yang mengubah wajah Jakarta karena memperkuat konektivitas transportasi publik,” imbuh Pramono.

    Selama ini perjalanan dari wilayah utara menuju pusat kota sering menghadapi kemacetan yang luar biasa. Dengan hadirnya LRT Jakarta, konektivitas akan semakin baik dan masyarakat memiliki pilihan transportasi publik yang lebih nyaman.

    Pembiayaan kreatif
    Untuk mendukung keberlanjutan operasional, Pemprov DKI Jakarta membuka peluang pembiayaan kreatif, termasuk melalui pemanfaatan hak penamaan (naming rights) stasiun.

    Selain itu, pengembangan kawasan berorientasi transit (Transit Oriented Development/TOD) akan dilakukan melalui kolaborasi antara Pemprov DKI Jakarta, PT Jakpro, dan PT LRT Jakarta.

    “Tiketnya tentu harus tetap terjangkau oleh masyarakat. Tarif akan dikelola secara profesional dengan tetap mempertimbangkan kemampuan masyarakat dan keberlanjutan layanan,” jelasnya.

    Baca: Jalur LRT Jakarta Akan Diperpanjang Hingga Dukuh Atas

    Pemprov DKI Jakarta juga menyiapkan pengembangan jalur dari Manggarai hingga Dukuh Atas sepanjang sekitar dua kilometer.

    Pembangunan ditargetkan dimulai pada awal 2027 dan selesai pada 2028 dengan estimasi anggaran sekitar Rp2,7 triliun yang bersumber dari APBD DKI Jakarta.

    Pramono mengatakan, jika LRT Jakarta ini nanti tersambung sampai Dukuh Atas, seluruh jaringan akan benar-benar terintegrasi.

    “Ini akan menjadi wajah baru transportasi Jakarta sekaligus memperkuat konektivitas dengan MRT, KRL, Transjakarta, hingga Kereta Cepat Whoosh pada tahap pengembangan berikutnya,” tandas Pramono

    Ia menambahkan, pembangunan LRT Jakarta dikerjakan oleh tenaga kerja dalam negeri. Ia berharap koridor tersebut menjadi contoh pengembangan transportasi publik yang terintegrasi serta memberikan manfaat nyata bagi mobilitas masyarakat.