Tag: jakarta

  • Kabel Udara di Jalan Kuningan Barat Raya Dirapikan

    Kabel Udara di Jalan Kuningan Barat Raya Dirapikan

    7cloud.asia – Semrawutnya kabel di Jakarta tak hanya sangat mengganggu keindahan kota tapi juga membahayakan keselamatan pengguna jalan.

    Karena itu Pemprov DKI Jakarta dalam beberapa kesempatan terus berusaha merapikan kabel-kabel di jalanan Kota Jakarta.

    Pada Jumat (11/4/2025) misalnya, Pasukan Kuning Suku Dinas Bina Marga Jakarta Selatan merapikan kabel udara semrawut di Jalan Kuningan Barat Raya, Kelurahan Kuningan Barat, Kecamatan Mampang Prapatan.

    Perapian kabel udara ini dilakukan bersama petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) Jakarta Selatan.

    Lurah Kuningan Barat, Isno Usnodo mengatakan, kabel udara tersebut dirapikan agar tidak membahayakan masyarakat, khususnya penggunaan jalan.

    “Setelah merima aduan warga, kami langsung melakukan koordinasi dengan Sudin Bina Marga dan Asosiasi Penyelenggara Jaringan Telekomunikasi (Apjatel) untuk merapikan kabel itu,” ujarnya, Jumat (11/4/2025).

    Menurut Isno, kabel yang semrawut dikarenakan pekerjaan beberapa vendor penyedia jaringan telekomunikasi yang kurang bertanggungjawab.

    “Sebelumnya ada perbaikan dengan memasang jaringan kabel. Namun, pengerjaannya tidak rapi hingga kabel-kabel terlihat menjuntai,” terangnya.

    Ia berharap, di Jalan Kuningan Barat Raya segera tersedia Sarana Jaringan Utilitas Terpadu (SJUT). Sehingga, kabel-kabel udara bisa segera dipindahkan di bawah tanah.

    “Kami berterimakasih kepada warga yang sudah melaporkan adanya kabel semrawut, sehingga di wilayah Kuningan Barat ini tetap rapi kembali,” ungkapnya

    Sentara itu, salah seorang warga setempat, Hilman (48) mengapresiasi petugas yang merespons cepat aduan warga dengan segera merapikan kabel udara tersebut.

    “Kami ingin semua yang sudah rapi ini bisa dijaga bersama, apalagi jangan sampai bisa membahayakan warga,” tandasnya.

  • Dukcapil Jakarta Pantau Pendatang Baru Secara Daring

    Dukcapil Jakarta Pantau Pendatang Baru Secara Daring

    7cloud.asia – Suku Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Jakarta Selatan mengawasi data pendatang baru melalui laman daring agar tepat dan akurat.

    “Untuk cek pendatang bisa melalui ‘website’. Jadi, bisa cek langsung,” kata Kepala Suku Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Jakarta Selatan Muhammad Nurrahman dilansir Antaranews.com, Minggu (13/4/2025).

    Nurrahman mengatakan melalui laman https://kependudukancapil.jakarta.go.id/amuba/, maka masyarakat bisa memantau berapa banyak pendatang baru ke Jakarta pasca mudik Lebaran.

    Dari laman tersebut, sudah tersimpan identitas para pendatang mulai dari penghasilan, jenis kelamin, kelompok umur hingga wilayah Jakarta yang akan dituju.

    “Makanya kita kan mensyaratkan penjamin tempat tinggal, untuk cek kondisi kartu keluarga (KK) di alamat tersebut,” ujarnya.

    Baca: Pemprov DKI Jakarta izinkan pendatang baru ikuti pelatihan kerja

    Nantinya, data ini diperbaharui secara berkala setiap H+1 selama periode pemantauan, yakni dari Selasa (8/4/2025) hingga Minggu.

    Kemudian, diingatkan pula kepada pendatang baru untuk mempunyai Surat Keterangan Pindah Warga Negara Indonesia (SKPWNI) atau surat pindah dari daerah asal jika ingin tinggal di Jakarta.

    Terlebih, pemerintah sudah tidak lagi melaksanakan Operasi Yustisi sejak 2018 sehingga pendatang baru penting untuk memiliki dokumen kependudukan.

    Dia juga mengimbau kepada mereka yang tidak berkeinginan pindah untuk tetap melapor kepada RT/RW setempat.

    Berdasarkan data dari Dinas Dukcapil DKI, sebanyak 1.084 pendatang baru masuk ke Jakarta pada periode Selasa (8/4/2025) – Jumat (11/4/2025). Dari jumlah tersebut, 572 di antaranya adalah perempuan dan 512 laki-laki.

    Wilayah yang menjadi tujuan terbanyak yakni Jakarta Timur. Disusul Jakarta Selatan, Jakarta Barat, Jakarta Utara, Jakarta Pusat, dan Kepulauan Seribu.

    Baca: Urbanisasi jadi harapan sekaligus masalah bagi perekonomian kota

  • Jakarta Pelopori Penggunaan Truk Sampah Listrik di Indonesia

    Jakarta Pelopori Penggunaan Truk Sampah Listrik di Indonesia

    7cloud.asia – Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta mulai mengoperasikan truk sampah ramah lingkungan bertenaga listrik tipe compactor berkapasitas enam meter kubik yang sepenuhnya menggunakan tenaga listrik dan bebas emisi.

    Truk sampah ini menggunakan sistem plug-in dan mampu memadatkan sampah secara otomatis dengan pengoperasian yang minim kebisingan sehingga lebih ramah lingkungan.

    Langkah ini menjadikan Jakarta sebagai salah satu pelopor daerah di Indonesia yang menggunakan truk sampah listrik dalam kegiatan operasional pengelolaan sampahnya.

    Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Asep Kuswanto mengatakan, tahun ini pihaknya sudah mengadakan lima unit truk pengangkut sampah jenis compactor listrik yang ramah lingkungan dan bebas emisi.

    Menurutnya, langkah ini merupakan bagian dari upaya DKI Jakarta dalam mengurangi polusi udara dan emisi karbon dari sektor transportasi, khususnya armada pengangkut sampah.

    “Ini merupakan semangat mengurangi polusi udara dan emisi karbon. Kita mulai menggagasnya melalui operasional compactor listrik ke depannya. Tahun ini kami mengadakan lima unit compactor listrik termasuk charger-nya, dengan kapasitas enam sampai tujuh meter kubik,” ujar Asep, Senin (14/4/2025).

    Baca: RDF Rorotan disebut solusi palsu pengelolaan sampah di Jakarta

    Ia menyampaikan, unit compactor listrik ini memiliki spesifikasi teknis yang telah disiapkan secara matang untuk mendukung operasional pengelolaan sampah di wilayah DKI Jakarta.

    Asep menjelaskan, compactor ini berkapasitas enam meter kubik, sistem full elektrik, tanpa emisi dan tanpa kebisingan.

    Seluruh proses pengoperasian menggunakan tenaga listrik dengan sistem plug-in dan dapat memadatkan sampah secara otomatis.

    Adapun dimensi alat mencakup panjang 3.300 mm, lebar 1.700 mm, tinggi 1.950 mm, dan berat kosong lebih kurang 1.700 kilogram. Daya listrik yang dibutuhkan sebesar 1,5 kW, 3 phase.

    Compactor ini juga dilengkapi panel kendali digital, safety switch, serta hydraulic control unit yang menjamin pengoperasian alat secara aman dan efisien.

    Asep menyebut, pengadaan truk compactor listrik ini juga merupakan bagian dari peremajaan armada truk pengangkut sampah milik Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta.

    Baca: Pengolahan sampah menjadi energi terbarukan atau RDF

    Dengan mengganti sebagian armada lama berbahan bakar fosil ke kendaraan berbasis listrik, pihaknya berupaya membangun sistem pengelolaan sampah yang lebih ramah lingkungan dan modern.

    “Seluruh sampah yang diangkut ke RDF Plant Rorotan menggunakan truk compactor, termasuk lima unit truk compactor listrik ini. Kedepannya kita akan terus tambah lagi,” katanya.

    Selain itu, Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) akan disiapkan di beberapa lokasi strategis seperti pool truk Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, RDF Plant Rorotan, dan TPST Bantar Gebang.

    Teknologi pengisian dayanya menggunakan sistem super fast charging, yang memungkinkan baterai kendaraan terisi penuh hanya dalam waktu 20 hingga 30 menit.

    “Kami juga telah melatih para operator untuk mengoperasikan compactor listrik ini. Pengoperasiannya cukup mudah dan tidak jauh berbeda dengan compactor konvensional berbahan bakar solar, sehingga adaptasi berjalan lancar,” ucapnya.

    Asep menambahkan, upaya ini menjadi bagian dari visi jangka panjang Pemprov DKI Jakarta dalam membangun sistem pengelolaan sampah yang rendah karbon dan berkelanjutan.

    Dia optimistis seluruh armada truk sampah di Jakarta dapat menggunakan compactor listrik di masa depan, seiring dengan perkembangan teknologi dan infrastruktur pendukungnya.

    “Jakarta ingin menunjukkan bahwa transisi menuju kendaraan ramah lingkungan bukan hal yang mustahil. Semua bisa dimulai dari sekarang, dan bukan tidak mungkin ke depan seluruh truk sampah kami adalah truk listrik,” tandasnya.

     

  • Penuhi Kebutuhan Hunian Layak, Pemprov DKI Jakarta Berencana Membangun dan Merevitalisasi Sembilan Rusunawa

    Penuhi Kebutuhan Hunian Layak, Pemprov DKI Jakarta Berencana Membangun dan Merevitalisasi Sembilan Rusunawa

    7cloud.asia – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta tercatat sudah membangun sebanyak 33.830 unit rumah susun sederhana sewa (rusunawa) yang tersebar di lima wilayah kota administrasi hingga tahun 2024.

    “Sampai dengan tahun 2024 sebanyak 156 blok, 87 tower dengan jumlah 33.830 unit yang tersebar di lima wilayah kota,” ujar Sekretaris Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PRKP) DKI Jakarta Meli Budiastuti seperti dilansir Antaranews.com.

    Rusunawa merupakan bentuk penyediaan fasilitas hunian vertikal untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) terhadap hunian layak dan terjangkau.

    Masyarakat dapat menghuni rusunawa dengan membayar uang sewa setiap bulan. Sistem ini akan terus didorong hingga lima tahun ke depan.

    Pemprov DKI Jakarta melalui Dinas PRKP DKI Jakarta berencana membangun dan merevitalisasi sembilan rusunawa antara lain Rusunawa Rorotan IX tahap I JU (dua tower 16 lantai, 484 unit) dan Rorotan IX tahap II JU (5 tower 16 lantai, 1.210 unit).

    Baca: Warga kolong Tol Angke dipindahkan ke Rusunawa

    Kemudian, Rusunawa Padat Karya tahap II JU (2 tower 16 lantai, 381 unit), revitalisasi Rusunawa Komarudin JT (5 tower 16 lantai, 1.059 unit), revitalisasi Rusunawa Marunda cluster C JU (5 tower 20 lantai, 1.440 unit).

    Lalu, pembangunan Rusunawa Jalan Tongkol tahap II JU (3 tower 7 lantai, 206 unit), pembangunan Rusunawa Bojong Indah JB (3 tower 18 lantai, 604 unit),

    Juga pembangunan Rusunawa Semper Cakung Drain tahap I (4 tower 16 lantai, 798 unit), dan pembangunan Rusunawa Muara Angke (1 tower 16 lantai 250 unit).

    “Selain sembilan lokasi tersebut, Dinas PRKP masih memiliki stok lahan di enam lokasi yang baru akan dilakukan proses DED (detail engineering design/rancang bangun rinci) pembangunan rusunawa sebanyak 27 tower, 5.148 unit,” ujar Meli.

    Sesuai data BPS tahun 2021, angka kebutuhan hunian layak di DKI sebanyak 268.489 kepala keluarga (KK), sedangkan angka kebutuhan pemilikan rumah sebanyak 1.862.440 KK.

    Baca: Harga sewa rusunawa Pasar Rumput diturunkan

    Oleh karena itu, Pemprov DKI Jakarta menggencarkan pembangunan rusunawa untuk memenuhi kebutuhan perumahan warga Jakarta.

    Salah satu rusunawa terbaru yang sudah rampung dibangun dan segera diresmikan yakni Rusunawa Green Jagakarsa, Jakarta Selatan.

    Rusunawa Jagakarsa memiliki sebanyak 723 unit hunian. Dari jumlah ini, sebanyak 58 unit (terdiri dari tiga tipe unit disabilitas tiga dan tipe unit keluarga 55 unit) untuk pemohon kategori disabilitas.

    Untuk pemohon kategori masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) terdampak atau terprogram (unit keluarga dengan dua kamar tidur) sebanyak 266 unit.

    Sementara untuk pemohon kategori MBR atau Umum (unit keluarga dengan dua kamar tidur) sebanyak 399 unit.

  • Perlu Langkah Intensif untuk Mencegah Tawuran di Jakarta

    Perlu Langkah Intensif untuk Mencegah Tawuran di Jakarta

    7cloud.asia – Pencegahan tawuran remaja di Jakarta perlu dilakukan secara intensif dan melibatkan lintas sektor agar kejadian itu bisa diminimalisir.

    “Kita tidak bisa pungkiri, pengawasannya (terhadap remaja) memang kurang,” kata Anggota Komisi E DPRD DKI Jakarta Farah Savira di Jakarta, Senin (14/4/2025).

    Menurut dia, Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk (PPAPP), Dinas Sosial, Dinas Pendidikan DKI Jakarta harus terjun langsung mengatasi persoalan tawuran di Jakarta.

    Apalagi, lanjut dia, mayoritas pelaku tawuran kebanyakan dari kalangan remaja yang notabene masih duduk di bangku sekolah.

    Baca: Penanganan anak yang terlibat tawuran

    Farah juga menyoroti bahwa harus ada sinergi antara Pemprov DKI dan pihak sekolah untuk tindakan riil dan konkret kepada pelaku tawuran, khususnya bagi mereka yang masih sekolah.

    Farah tak memungkiri mereka yang terlibat tawuran karena minimnya pengawasan dan perhatian dari orang tua, hal ini dikarenakan mereka tidak langsung dalam pengawasan orang tua, melainkan melalui kerabat atau keluarga.

    “Bisa juga mereka kekurangan perhatian dari orang tua, mereka ditelantarkan,” ujarnya.

    Oleh karena itu, kata Farah, harus ada intervensi yang masif dari dinas-dinas terkait untuk mensosialisasikan pencegahan tawuran di lingkungan warga.

    Baca: 80 Persen pelajar yang terlibat tawuran menerima KJP

    Selain itu, fungsi Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTA) harus digalakkan supaya mereka bisa menyalurkan bakat dan hobinya.

    “Alasan mungkin kuat adalah mereka juga tidak punya atau kekurangan tempat untuk menyalurkan hobi,” katanya.

    Dalam wawancara dengan 7cloud.asia beberapa waktu lalu, petugas Bapas Jakarta Barat, Rahmat Ali Akbar mengatakan bahwa tawuran remaja banyak terjadi di lingkungan padat penduduk.

    Angka tawuran tertinggi tercatat di Jakarta Timur, Jakarta Barat dan Jakarta Utara. Selain faktor ekonomi, tawuran juga dipicu kondisi lingkungan.

     

     

  • Perlu Langkah Intensif untuk Mencegah Tawuran di Jakarta

    Perlu Langkah Intensif untuk Mencegah Tawuran di Jakarta

    7cloud.asia – Pencegahan tawuran remaja di Jakarta perlu dilakukan secara intensif dan melibatkan lintas sektor agar kejadian itu bisa diminimalisir.

    “Kita tidak bisa pungkiri, pengawasannya (terhadap remaja) memang kurang,” kata Anggota Komisi E DPRD DKI Jakarta Farah Savira di Jakarta, Senin (14/4/2025).

    Menurut dia, Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk (PPAPP), Dinas Sosial, Dinas Pendidikan DKI Jakarta harus terjun langsung mengatasi persoalan tawuran di Jakarta.

    Apalagi, lanjut dia, mayoritas pelaku tawuran kebanyakan dari kalangan remaja yang notabene masih duduk di bangku sekolah.

    Baca: Penanganan anak yang terlibat tawuran

    Farah juga menyoroti bahwa harus ada sinergi antara Pemprov DKI dan pihak sekolah untuk tindakan riil dan konkret kepada pelaku tawuran, khususnya bagi mereka yang masih sekolah.

    Farah tak memungkiri mereka yang terlibat tawuran karena minimnya pengawasan dan perhatian dari orang tua, hal ini dikarenakan mereka tidak langsung dalam pengawasan orang tua, melainkan melalui kerabat atau keluarga.

    “Bisa juga mereka kekurangan perhatian dari orang tua, mereka ditelantarkan,” ujarnya.

    Oleh karena itu, kata Farah, harus ada intervensi yang masif dari dinas-dinas terkait untuk mensosialisasikan pencegahan tawuran di lingkungan warga.

    Baca: 80 Persen pelajar yang terlibat tawuran menerima KJP

    Selain itu, fungsi Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTA) harus digalakkan supaya mereka bisa menyalurkan bakat dan hobinya.

    “Alasan mungkin kuat adalah mereka juga tidak punya atau kekurangan tempat untuk menyalurkan hobi,” katanya.

    Dalam wawancara dengan 7cloud.asia beberapa waktu lalu, petugas Bapas Jakarta Barat, Rahmat Ali Akbar mengatakan bahwa tawuran remaja banyak terjadi di lingkungan padat penduduk.

    Angka tawuran tertinggi tercatat di Jakarta Timur, Jakarta Barat dan Jakarta Utara. Selain faktor ekonomi, tawuran juga dipicu kondisi lingkungan.

     

     

  • Pemprov DKI Jakarta Siapkan Layanan Transportasi Gratis untuk 15 Golongan Masyarakat

    Pemprov DKI Jakarta Siapkan Layanan Transportasi Gratis untuk 15 Golongan Masyarakat

    7cloud.asia – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta berkoordinasi dengan dinas terkait di luar Jakarta untuk menyiapkan layanan transportasi umum secara gratis bagi 15 golongan masyarakat.

    Layanan transportasi umum gratis ini ditujukan untuk mendukung akses mobilisasi warga Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek).

    “Kami terus berkoordinasi dengan dinas terkait di luar Jakarta. Saat ini, persiapan layanan transportasi umum gratis bagi 15 golongan masyarakat tengah kami siapkan,” ujar Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta, Syafrin Liputo dalam keterangan di Jakarta, Rabu (16/4/2025).

    Adapun 15 golongan masyarakat penerima manfaat layanan transortasi umum gratis tersebut, yakni PNS Pemprov DKI Jakarta, pensiunan PNS, tenaga kontrak Pemprov DKI Jakarta, siswa penerima KJP Plus, penghuni Rusunawa, Tim Penggerak PKK dan karyawan bergaji setara UMP.

    Baca: Makin banyak warga beralih ke transportasi publik

    Nantinya, mereka yang berhak mendapatkan layanan transportasi umum gratis bisa mendaftarkan diri melalui skema pendaftaran di Bank DKI.

    Liputo menjelaskan bahwa pendaftaran juga dapat dilakukan melalui aplikasi Transjakarta, MRT Jakarta dan LRT Jakarta.

    Pendaftaran meliputi proses pendaftaran, verifikasi, validasi data, produksi dan distribusi kartu hingga aktivasi kartu dalam bentuk fisik maupun digital.

    Adapun layanan angkutan umum gratis bagi warga Jakarta akan menggunakan Kartu Layanan Gratis (KLG) Transjakarta dan sistem digital.

    Baca: Keberadaan transportasi publik di Jakarta semakin lengkap

    Sedangkan pendaftaran melalui Transjakarta, MRT Jakarta dan LRT Jakarta berlaku bagi penduduk ber-KTP Kepulauan Seribu, penerima Raskin domisili Jabodetabek dan anggota TNI/Polri, veteran Republik Indonesia.

    Penyandang disabilitas, lansia di atas 60 tahun, pengurus rumah ibadah, pendidik PAUD serta golongan Jumantik, pengurus Karang Taruna, Dasawisma dan Posyandu.

    Liputo mengatakan, masyarakat yang telah terdaftar dan memiliki KLG Transjakarta, maka dapat langsung menggunakan kartu tersebut untuk mengakses layanan gratis di MRT Jakarta dan LRT Jakarta.

    “Pada tanggal 24 April bertepatan dengan Hari Angkutan Nasional, Pemprov DKI Jakarta juga akan menghadirkan layanan transportasi gratis sepanjang hari itu, meliputi Transjakarta (BRT, Non-BRT dan Mikrotrans), MRT Jakarta dan LRT Jakarta,” katanya.

  • Puluhan Bank Sampah Unit di Jakarta Pusat Tidak Aktif Beroperasi

    Puluhan Bank Sampah Unit di Jakarta Pusat Tidak Aktif Beroperasi

    7cloud.asia – Suku Dinas Lingkungan Hidup (LH) Jakarta Pusat mencatat, saat ini sudah ada 386 RW di 44 kelurahan di delapan kecamatan, telah membentuk bank sampah unit (BSU).

    Bank Sampah Unit adalah fasilitas pengelolaan sampah yang melayani wilayah setingkat RT, RW, kelurahan, atau desa yang dikelola secara kolektif oleh masyarakat, badan usaha, dan/atau pemerintah daerah.

    Kepala Suku Dinas LH Jakarta Pusat, Slamet Riyadi menjelaskan, pada Februari lalu tercatat 77 dari 386 RW di Jakarta Pusat belum membentuk Bank Sampah Unit.

    Namun dalam kurun waktu kurang dari dua bulan, seluruh RW akhirnya memiliki Bank Sampah Unit.

    “Jadi, total keseluruhannya tercatat 413 Bank Sampah Unit telah berdiri di Jakarta Pusat.” tegasnya.

    Dijelaskan Slamet, jumlah Bank Sampah Unit setiap RW bervariasi antara satu hingga ada yang sampai tiga unit. Namun diakuinya dari sejumlah Bank Sampah Unit yang ada tidak semuanya beroperasi maksimal.

    Baca: Industri daur ulang kekurangan suplai sampah plastik

    Diungkapkan Slamet, dari total 413 Bank Sampah Unit yang ada hanya 342 yang telah beroperasi maksimal. Sedangkan sisanya sebanyak 71 Bank Sampah Unit lainnya termasuk dalam kategori tidak aktif.

    Karena itu, Slamet meminta jajarannya untuk melakukan penguatan ke Bank Sampah Unit yang termasuk kategori tidak aktif.

    Selain akan melakukan pembinaan dan penguatan, Slamet mengaku bakal berkordinasi dengan jajaran kelurahan setempat agar mempercepat prosesnya.

    Diharapkan, keberadaan Bank Sampah Unit ini bisa mengurangi beban sampah yang harus dibuang ke TPST Bantar Gebang dan memberikan dampak ekonomis bagi masyarakat.

    “Kami akan menggencarkan sosialisasi pengelolaan sampah dari rumah sehingga. Dukungan warga terhadap bank sampah semakin massif,” tandasnya.

    Sebelumnya, Wali Kota Jakarta Pusat, Arifin mengatakan penanganan sampah merupakan salah satu isu prioritas yang perlu penanganan serius.

    Baca: 343 Pemda diingatkan agar serius dalam kelola sampah

    Karena itu, dia menekankan pentingnya pengelolaan sampah efektif dan efisien yang harus dijalankan semua pihak salah satunya dengan membentuk bank sampah unit.

    “Sampah isu prioritas yang harus segera ditangani. Karena itu perlu pengelolaan sampah efektif dan efisien yang harus dijalankan semua pihak agar menciptakan lingkungan lebih baik bagi warga,” katanya Februari lalu seperti dilansir Jakarta.go.id.

    Dilanjutkan Arifin, kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran semua pihak untuk turut berpartisipasi mengolah sampah. Bahkan, diharapkannya pengelolaan bisa dilakukan sejak lingkup terkecil sosial di lingkungan RT/RW.

    Kelanjutannya, Arifin berharap dukungan seluruh RT/RW agar bisa mengatasi perosalan sampah dari hulu. Soluisnya, Arifin mengajak seluruh pengurus RT/RW dan jajarannya untuk merealisasikan pembentukan BSU 386 RW yang ada di Jakarta Pusat.

    “Saya minta dukungan dan partisipasi para RW, untuk berkoordinasi dengan jajaran RT agar dapat menggerakkan warga melakukan pemilahan sampah dan menjadi nasabah bank sampah di masing-masing RW,” imbaunya.

  • Tertibkan Parkir Liar di Jakarta, Pramono Anung Akan Gandeng Kepolisian

    Tertibkan Parkir Liar di Jakarta, Pramono Anung Akan Gandeng Kepolisian

    7cloud.asia – Selama ini Ika tidak pernah bermasalah dengan cara pembayaran parkir di Jalan Cikini Raya, Jakarta Pusat.

    Mau hari libur apalagi hari kerja, setiap mobil mendekat, petugas parkir berseragam biru langsung menghampiri, dan menanyakan berapa lama dia akan parkir di sana.

    Setelah menyebutkan perkiraan lamanya, Ika akan menyodorkan uang elektronik untuk diproses. Dia memberikan tiket parkir, lalu dia menuju lokasi acara.

    Dengan cara ini, Ika merasa nyaman parkir di pinggir jalan Cikini Raya. Karena dia tahu retribusi parkir pasti akan masuk ke kas daerah, dan tidak masuk kantung preman.

    Namun, beberapa hari lalu dia mengalami kejadian tak mengenakkan. Seorang laki berbadan gempal dengan wajah cengengesan memintanya membayar dengan uang tunai. Besarnya Rp10 ribu, padahal dia parkir di sana kurang dari sejam.

    Ika memprotes sambil menunjuk spanduk yang terpasang tak jauh dari lokasi parkir itu. Tapi laki-laki itu tak bergeming dan tetap memaksanya membayar tunai.

    Baca: Lokasi Penerapan tarif parkir progresif untuk kendaraan tak lolos uji emisi

    “Saya minta tiket parkir, tapi dia menolak. Saya masih ingin berdebat, tapi mas suami langsung menyodorkan nominal yang diminta. Dia malas meladeni drama-drama preman begitu,” tulis Ika di akun facebooknya.

    Ika mengaku kesal dan kecewa dengan kejadian ini. Kesal, ujarnya, karena saya tahu tak ada lagi yang bisa saya lakukan selain memenuhi keinginan preman-preman itu.

    Apa yang dialami Ika ini mungkin juga menimpa banyak warga Jakarta lainnya. Mereka bukan enggan membayar tarif parkir, tapi mereka ingin uang yang mereka bayarkan masuk ke kas daerah.

    Keluhan soal parkir liar ternyata sampai ke telinga Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung. Dia berencana menggandeng pihak kepolisian untuk menuntaskan persoalan parkir liar bersama dengan Satpol PP.

    ‘Penertiban parkir liar juga akan menyasar sejumlah kawasan dan jalur sepeda,”
    “Kami akan bekerjasama dengan kepolisian untuk menertibkan parkir di mana-mana,” tegasnya, Sabtu (19/4/2025).

    Pramono Anung mengaku dirinya baru mengetahui setelah menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta bahwa perparkiran merupakan bisnis yang menggiurkan.

    Baca: Tarif parkir di kawasan ini capai Rp60.000/jam

    Dicontohkannya, parkir kawasan Pasar Induk Kramat Jati yang mencapai 15 hektare merupakan rebutan berbagai pihak untuk mengelolanya.

    Demikian juga dengan kawasan Tanah Abang yang relatif ramai dipastikan menjadi sumber penghasilan yang besar. Namun, ada sejumlah oknum yang memanfaatkan sejumlah titik di bahu dan badan jalan menjadi parkir liar.

    Pramono Anung memastikan, terhadap pelanggar seperti itu akan dilakukan penertiban dengan tegas. Menurutnya, upaya penertiban itu tidak melanggar prinsip demokrasi dan bertujuan menegakkan ketertiban umum dengan adil.

    “Tidak hanya menyasar kawasan sentra ekonomi. Penertiban parkir liar juga akan menyasar sejumlah kawasan dan jalur sepeda yang kerap dimanfaatkan menjadi lokasi parkir liar,” tuturnya.

    Khusus mengenai jalur sepeda, Pramono Anung mengatakan akan membenahi sejumlah jalur lintasan sepeda dan trotoar agar tidak dimanfaatkan menjadi lokasi parkir liar.

    “Untuk parkir liar yang seperti itulah tugas Satpol PP, ” tandasnya.

  • Masalah Lingkungan yang Dihadapi Jakarta dan Upaya Mengatasinya

    Masalah Lingkungan yang Dihadapi Jakarta dan Upaya Mengatasinya

    7cloud.asia – Salah satu masalah lingkungan paling mendesak yang dihadapi Jakarta adalah naiknya permukaan air laut.

    Dinas Sumber Daya Air Provinsi DKI Jakarta menyatakan bahwa sekitar 18-20 persen wilayah Jakarta telah berada di bawah permukaan laut, dan angkanya akan terus bertambah.

    Dampak langsung dari naiknya permukaan air laut ini adalah risiko banjir yang semakin meningkat, mengancam ketahanan infrastruktur dan kehidupan sehari-hari warga.

    Dalam laporan Greenpeace, The Projected Economic Impact of Extreme Sea-Level Rise in Seven Asian Cities in 2030, hampir 17 persen dari total luas daratan Jakarta berada di bawah level kenaikan muka air laut jika banjir 10 tahunan terjadi pada tahun 2030.

    Bagian utara Jakarta paling berisiko terkena banjir akibat kenaikan muka air laut karena memiliki elevasi rendah.

    Area yang palingber potensi terkena dampak adalah bangunan perumahan dan komersial, Monumen Nasional dan Balai Kota Jakarta, serta pusat perbelanjaan di sepanjang pantai.

    Di sinilah keadilan kota menjadi isu utama. Sementara sebagian warga mampu melindungi diri dengan membangun rumah yang lebih tinggi atau pindah ke wilayah yang lebih aman, banyak penduduk miskin tidak memiliki pilihan ini.

    Mereka terjebak dalam siklus kerugian ekonomi, sosial, dan kesehatan yang dipicu krisis iklim.

    Baca: RDF Rorotan disebut sebagai solusi palsu pengelolaan sampah di Jakarta

    Ketidakmampuan untuk beradaptasi terhadap dampak krisis iklim ini bukanlah semata-mata karena kekurangan sumber daya individu, melainkan akibat dari ketidaksetaraan sistemik yang membuat mereka terpinggirkan dalam perencanaan kota.

    Krisis iklim bukan hanya tentang permukaan air laut yang naik, tetapi juga melibatkan polusi udara yang semakin memburuk di Jakarta.

    Tingginya tingkat polusi udara, terutama dari kendaraan bermotor dan industri, telah menciptakan kondisi udara yang tidak sehat bagi penduduk.

    Pendeteksi polusi, IQ Air, sering kali menunjukkan bahwa kualitas udara di Jakarta berada di tingkat yang sangat berbahaya, meningkatkan risiko penyakit pernapasan dan kesehatan lainnya.

    Selain itu, tingkat polusi udara di Jakarta juga diakibatkan oleh 8 PLTU batu bara dalam radius 100 km. Kemudian, pada tahun 2020 lembaga penelitian Centre for Research on Energy and Clean Air (CREA) mencatat bahwa Jakarta juga dikelilingi 118 fasilitas industri yang turut berkontribusi terhadap pencemaran udara di Jakarta.

    Satu studi kasus yang mencolok adalah peningkatan angka penyakit pernapasan pada masyarakat di daerah perkotaan.

    Penyakit asma dan gangguan pernapasan lainnya semakin melonjak, menunjukkan bahwa Jakarta bukan lagi tempat yang aman untuk tumbuh kembang bagi generasi mendatang.

    Ruang terbuka hijau (RTH) Jakarta yang sedikit menjadi cerminan ketimpangan dalam akses terhadap fasilitas umum.

    Baca: Strategi iklim Indonesia kurang berkeadilan

    Daerah-daerah dengan pengembangan properti mewah memiliki taman-taman yang terawat dan ruang terbuka hijau yang luas, sementara kawasan padat penduduk di pinggiran Jakarta hampir tidak memiliki akses terhadap ruang hijau yang memadai.

    Kesejahteraan fisik dan mental masyarakat terkait erat dengan akses mereka terhadap alam.

    Di sinilah konsep keadilan kota kembali menjadi relevan. Masyarakat yang lebih miskin tidak hanya menghadapi permasalahan ekonomi, tetapi juga terampas hak mereka untuk hidup di lingkungan yang sehat dan layak.

    Pengembangan kota yang cenderung mengabaikan kebutuhan lingkungan komunitas rentan hanya memperdalam ketidaksetaraan.

    Untuk menjadikan Jakarta kota yang lebih layak huni dan berdaya tahan atau resilient city, langkah-langkah yang diambil tidak boleh hanya bersifat teknis, tetapi harus juga mencakup dimensi sosial. Keberlanjutan lingkungan dan ketahanan kota harus dibangun berdasarkan keadilan kota.

    Pertama, transisi energi harus mencakup semua lapisan masyarakat.
    Menggantikan sumber energi fosil dengan energi terbarukan bukan hanya soal mengurangi polusi, tetapi juga soal memastikan bahwa manfaat dari perubahan ini dapat dirasakan oleh semua warga, termasuk yang paling rentan.

    Pemerintah harus memberikan subsidi dan insentif kepada komunitas yang paling terkena dampak, untuk memastikan bahwa mereka dapat beradaptasi dengan lebih baik.

    Kedua, reformasi transportasi umum.
    Transportasi umum harus difokuskan pada peningkatan aksesibilitas bagi semua warga.

    Transportasi umum yang terjangkau dan efisien bukan hanya cara untuk mengurangi polusi udara, tetapi juga sarana untuk menciptakan mobilitas sosial, terutama bagi warga berpenghasilan rendah.

    Meningkatkan akses ke transportasi umum dapat membantu mengurangi ketergantungan pada kendaraan pribadi dan mengurangi tingkat stres kota secara keseluruhan.

    Ketiga, pembangunan berkelanjutan harus mengedepankan kebutuhan komunitas yang rentan. Proyek-proyek revitalisasi perkotaan perlu dirancang dengan mempertimbangkan dampak jangka panjang terhadap kehidupan masyarakat sekitar, dan bukan hanya didorong oleh keuntungan komersial.

    Investasi dalam RTH di wilayah-wilayah padat penduduk dapat membantu mengatasi ketidakadilan ini, meningkatkan kualitas hidup bagi mereka yang paling membutuhkan.