Tag: jakarta

  • Dengan JAKI, Warga Jakarta Dapat Memantau Kualitas Udara Setiap Saat

    Dengan JAKI, Warga Jakarta Dapat Memantau Kualitas Udara Setiap Saat

    7cloud.asia – Warga Jakarta kini dapat selalu memantau kualitas udara Jakarta dengan mengakses informasi secara real-time melalui aplikasi Jakarta Kini (JAKI) dan website resmi udara.jakarta.go.id.

    Selain memantau kualitas udara Jakarta, lewat aplikasi JAKI ini, warga Jakarta juga dapat mengetahui langkah yang perlu diambil saat akan beraktivitas di luar ruang.

    Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Asep Kuswanto mengatakan, informasi kualitas udara yang disajikan melalui JAKI dan udara.jakarta.go.id menggunakan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) sesuai Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor 14 Tahun 2020.

    “ISPU ini merupakan indeks atau angka tanpa satuan, yang digunakan untuk menggambarkan kondisi mutu udara ambien di lokasi tertentu dan didasarkan kepada dampak terhadap kesehatan manusia, nilai estetika dan makhluk hidup lainnya,” ujar Asep, Minggu (20/4/2025).

    Asep menjelaskan, saat ini terdapat 111 Stasiun Pemantau Kualitas Udara (SPKU) di Jakarta.

    Data dari SPKU ini dapat diakses masyarakat melalui laman resmi milih Pemprov DKI Jakarta yang dilengkapi fitur-fitur unggulan, seperti peta lokasi SPKU secara geospasial.

    Baca: Libur Lebaran membuat kualitas udara Jakarta membaik

    Juga pemeringkatan kualitas udara dari yang terbaik hingga terburuk, serta panduan langkah-langkah yang perlu diambil saat kualitas udara memburuk.

    “Saya mengimbau warga Jakarta untuk mengakses platform resmi karena fitur-fitur yang tersedia sudah terstandarisasi, lengkap, dan mudah dipahami. Dengan data yang valid dan akurat, platform ini bisa menjadi panduan utama masyarakat dalam mengambil keputusan saat beraktivitas di luar ruangan,” jelas Asep.

    Sementara itu, Direktur Indonesia untuk Clean Air Asia, Ririn Radiawati Kusuma menjelaskan, setiap negara memiliki standar kualitas udara yang berbeda, disesuaikan dengan karakteristik lokal masing-masing.

    Indeks kualitas udara di China, ujarnya, berbeda dengan Amerika Serikat, dan tentunya juga berbeda dengan Indonesia.

    “Indeks ini biasanya disertai dengan rekomendasi aktivitas luar ruangan yang relevan dengan kondisi kesehatan masyarakat di wilayah tersebut,” ucapnya.

    Sementara Badan Kesehatan Dunia (World Health Organisation/WHO) menerbitkan panduan kualitas udara Global (WHO global air quality guidelines) secara periodik sejak tahun 1987.

    Baca: Kebijakan pembatasan kendaraan bermotor di Jakarta

    Panduan ini bertujuan untuk menjadi alat bantu bagi pemerintah negara-negara di dunia dalam mengurangi paparan polusi udara terhadap manusia. Panduan ini juga disusun untuk digunakan oleh peneliti dan pemangku kepentingan lainnya dalam topik kualitas udara.

    Panduan kualitas udara WHO disusun berdasarkan peneltian dampak polusi udara bagi kesehatan manusia.

    Pada panduannya yang diterbitkan tahun 2015, WHO menyarankan kadar tertinggi terhadap beberapa parameter polusi udara yaitu kadar partikulat PM2.5 dan PM10, serta kadar ozon, sulfur dioksida, nitrogen dioksida, dan karbon monoksida.

    WHO juga menerbitkan basis data kualitas udara sekitar (WHO Ambient Air quality database) untuk kadar nitrogen dioksida, PM2.5, dan PM10 berdasarkan laporan pengukuran di lapangan dari negara-negara anggotanya

    Ririn juga mengapresiasi inisiatif berbagai institusi yang memasang sensor pemantauan kualitas udara, khususnya untuk parameter PM2.5, sebagai bentuk peningkatan kesadaran publik terhadap isu udara.

    Namun, dia menyarankan agar masyarakat tetap merujuk pada data resmi dari pemerintah setempat.

    Ririn menambahkan, sebagian besar sensor pada platform internasional seperti IQAir dipasang oleh sebagian besar individu dan sistem perawatan serta validasinya belum tentu diketahui.

    Karena itu, selain memperhatikan data dari pihak swasta atau perorangan, warga Jakarta disarankan membandingkan juga dengan data resmi milik pemerintah.

    “Yang terpenting, informasi ini menjadi panduan penting agar masyarakat dapat beraktivitas dengan aman setiap harinya,” tandas Ririn.

    Baca: Langkah untuk mengatasi polusi udara di Jakarta dan sekitarnya

  • Cuaca Hari Ini: Siang Hingga Sore, Sebagian Wilayah Jakarta Berpotensi Hujan

    Cuaca Hari Ini: Siang Hingga Sore, Sebagian Wilayah Jakarta Berpotensi Hujan

    7cloud.asia – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi hujan dengan intensitas ringan hingga sedang berpeluang terjadi disebagian wilayah Jakarta pada Senin (21/04/2025) siang hingga sore.

    Dalam laman resminya, BMKG menyebut wilayah Jakarta Timur, Jakarta Selatan dan Jakarta Barat akan diguyur hujan dengan intensitas ringan hingga sedang.

    Sementara pada pagi dan malam hari, BMKG memprediksi cuaca cerah berawan di seluruh wilayah Jakarta.

    Sedangkan kondisi cuaca kota-kota lainnya di Indonesia, mayoritas berpeluang terjadi hujan dengan intensitas ringan hingga hujan disertai petir.

    Kota   Banda Aceh, Medan, Pekanbaru, Tanjung Pinang, Bengkulu, Serang, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Surabaya berpeluang terjadi hujan dengan intensitas ringan.    

    Demikian pula Kota Kupang, Palangkaraya, Samarinda, Makassar, Palu, Ternate, Ambon, Sorong, Manokwari, Jayapura dan Jayawijaya juga berpotensi terjadi hujan ringan.  

    Selanjutnya hujan dengan intensitas sedang berpotensi mengguyur Kota Tanjung Selor, Mamuju dan Gorontalo.  

    Sedangkan hujan disertai petir berpotensi melanda Kota Padang, Jambi, Palembang, Pangkal Pinang, Bandar Lampung, Pontianak, Kendari, Manado, Nabire dan Merauke.

    BMKG juga mengingatkan masyarakat mewaspadai cuaca ekstrem yang masih berpotensi melanda wilayah Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Maluku Utara, Maluku dan Papua.

     

     

     

     

     

     

  • Pemprov DKI Jakarta Akan Gratiskan Transportasi Umum di Hari Besar Nasional

    Pemprov DKI Jakarta Akan Gratiskan Transportasi Umum di Hari Besar Nasional

    7cloud.asia – Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung menyatakan, Pemprov DKI tengah menyusun kebijakan untuk menggratiskan layanan transportasi umum pada perayaan hari-hari besar nasional, termasuk HUT DKI Jakarta.

    Kebijakan ini diharapkan menjadi langkah awal dalam pengaturan transportasi yang lebih baik di Jakarta, sekaligus mendorong warga beralih ke trasportasi umum.

    “Mudah-mudahan apa yang menjadi semangat kami untuk mulai memberikan gratis bagi angkutan umum, termasuk 15 golongan kemarin dalam rapat,” ujar Pramono Anung di Balai Kota Jakarta, Senin (21/4/2025).

    Pramono menjelaskan, Pemprov DKI telah memutuskan untuk memberikan subsidi layanan transportasi umum kepada 15 kelompok masyarakat tertentu agar bisa menikmati layanan secara gratis.

    Baca: Biaya transportasi gratis untuk perempuan di Hari Kartini

    Adapun 15 golongan tersebut meliputi:

    1. PNS Pemprov DKI Jakarta dan pensiunan PNS

    2. Tenaga kontrak Pemprov DKI Jakarta

    3. Siswa penerima KJP Plus

    4. Karyawan bergaji UMP melalui Bank DKI

    5. Penghuni Rusunawa

    6. Tim Penggerak PKK

    7. Penduduk ber-KTP Kepulauan Seribu

    Baca: Biaya transportasi gratis untuk 15 golongan masyarakat di Jakarta

    8. Penerima Raskin domisili Jabodetabek

    9. Anggota TNI dan Polri

    10. Veteran RI

    11. Penyandang disabilitas

    12. Lansia di atas 60 tahun

    13. Pengurus rumah ibadah

    14. Pendidik PAUD

    15. Juru Pemantau Jentik (Jumantik).

    Baca: Makin banyak warga Jakarta yang beralih ke transportasi umum

    Pramono Anung menambahkan kemacetan merupakan salah satu persoalan utama di Jakarta. Karena itu, Pemprov DKI berupaya mengubah kebiasaan masyarakat dari penggunaan kendaraan pribadi ke transportasi umum.

    “Kami tahu bahwa salah satu persoalan di Jakarta adalah kemacetan. Dan kemacetan itu bisa diatasi kalau kemudian kebiasaan masyarakat yang dulunya menggunakan transportasi pribadi, diubah menjadi transportasi umum,” ucapnya.

    Ia menambahkan, Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno juga secara rutin menggunakan transportasi umum ke Balai Kota setiap hari Senin (21/4/2025). Langkah tersebut diharapkan dapat menjadi teladan bagi masyarakat.

    “Kalau saya sekarang sudah tinggal di rumah dinas sehingga dekat, jadi tidak perlu transportasi umum,” ujarnya.

    Lebih lanjut, Pramono mengungkapkan bahwa Pemprov DKI telah bekerja sama dengan Pemprov Banten untuk membuka rute baru Transjakarta Alam Sutera–Blok M yang akan resmi beroperasi pada 24 April 2025.

    “Dengan demikian secara perlahan kami akan membuka ruas-ruas baru dan rute-rute baru untuk menghubungkan Transjabodetabek yang sekarang ini secara perlahan akan kita bangun,” tandasnya.

  • Cuaca Hari Ini: Siap Payung, Mayoritas Wilayah di Jakarta Berpotensi Hujan

    Cuaca Hari Ini: Siap Payung, Mayoritas Wilayah di Jakarta Berpotensi Hujan

    7cloud.asia – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi mayoritas wilayah Jakarta berpotensi hujan berintensitas ringan hampir di seluruh wilayah Jakarta pada Minggu (27/04/2025) siang hingga sore.

    Dalam laman resminya, BMKG menyebut hujan berintensitas ringan berpotensi terjadi di wilayah Jakarta Timur, Jakarta Selatan, Jakarta Utara, Jakarta Pusat dan Jakarta Barat. Hanya wilayah Kepulauan Seribu yang berpotensi berawan.

    Kemudian pada pagi dan malam hari seluruh wilayah Jakarta diprediksi cerah hingga berawan tebal.

    Potensi hujan dengan intensitas ringan juga akan terjadi di Kota Banda Aceh, Medan, Padang, Pekanbaru, Tanjung Pinang, Jambi, Bengkulu, Pangkal Pinang, Bandar Lampung, Semarang, Yogyakarta.

    Selain itu, Kota Palangkaraya, Samarinda, Banjarmasin, Palu, Gorontalo, Ternate, Manokwari, Nabire dan Jayapura berpotensi terjadi hujan dengan intensitas ringan.     

    Selanjutnya hujan dengan intensitas sedang berpotensi mengguyur Kota Tanjung Selor, Mamuju, Kendari dan Sorong. Sedangkan hujan disertai petir Kota Manado, Jayawijaya dan Merauke.

    BMKG juga mengingatkan warga adanya potensi cuaca ekstrem yang melanda sebagian wilayah Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, Maluku Utara dan sebagian besar Papua.

    Selain itu, potensi banjir rob disejumlah pesisir juga masih terjadi seperti pesisir Sumatera Utara, pesisir Kepulauan Riau, pesisir Banten, pesisir Jakarta, pesisir Jawa Barat, pesisir Kalimantan Selatan.

    Banjir rob berpotensi pula melanda pesisir Nusa Tenggara Barat, pesisir Nusa Tenggara Timur, pesisir Sulawesi Utara dan pesisir Maluku.

     

  • Pemasangan Kamera CCTV di 100 Titik Permukiman Padat Penduduk di Jakarta

    Pemasangan Kamera CCTV di 100 Titik Permukiman Padat Penduduk di Jakarta

    7cloud.asia – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mulai merealisasikan program pemasangan kamera pengawas atau CCTV di lingkungan permukiman warga.

    Pemasangan CCTV ini merupakan bagian dari quick wins Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung dalam rangka menekan angka kejahatan di tingkat lingkungan masyarakat.

    Pemasangan 100 titik CCTV di lingkungan permukiman warga ini memanfaatkan skema Corporate Social Responsibility (CSR).

    Pelaksana tugas (Plt) Kepala Unit Pengelola Perangkat dan Jaringan Sistem Elektronik Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik (Kominfotik) DKI Jakarta, Aditia Prana Kusuma mengatakan, 100 titik tersebut merupakan proyek percontohan yang difokuskan di wilayah padat penduduk.

    Juga kawasan permukiman kumuh sesuai Pergub DKI Jakarta Nomor 33 Tahun 2024 tentang Peningkatan Kualitas Permukiman.

    Ia menyampaikan, lokasi ini telah melalui proses koordinasi dengan pihak kelurahan setempat agar sesuai kebutuhan dan situasi di lapangan.

    Baca: Rencana pengoperasian taman hingga malam di Jakarta

    Pemasangan CCTV juga mengandalkan infrastruktur yang sudah ada, yaitu jaringan JakWIFI untuk mempercepat implementasi.

    “CCTV pasti butuh listrik dan internet. Jadi lokasi yang sudah ada JakWIFI dan titiknya pas itu yang kita manfaatkan,” katanya, Jumat (25/4).

    Aditia menjelaskan, proses pemasangan CCTV saat ini sedang berjalan dengan target seluruh unit dapat terpasang dan aktif (live) paling lambat bulan depan.

    “Bertahap, yang sudah terpasang nyala, tampil. Begitu terus sampai semua selesai,” ucapnya.

    Menurutnya, Pemprov DKI Jakarta melalui Suku Dinas Kominfotik juga telah melakukan survei ke wilayah-wilayah sasaran sebelum pelaksanaan.

    Terkait akses terhadap rekaman CCTV, terutama jika terjadi tindak kriminal, warga disarankan untuk melapor terlebih dahulu ke pihak kepolisian.

    Baca: Upaya Pramono Anung tertibkan parkir liar di Jakarta

    “Biasanya nanti dari polisi ada surat permohonan untuk akses rekaman ke kita. Ini untuk menjaga perlindungan data pribadi,” ungkapnya.

    Aditia menambahkan, program ini akan diterapkan di lima wilayah kota administrasi Jakarta. Sementara pemasangan CCTV untuk wilayah Kepulauan Seribu dimulai di area strategis seperti dermaga.

    “Dermaga itu kan poros orang keluar masuk. Mungkin tahun ini baru tiga atau empat titik dulu di sana. Bertahap,” ucapnya.

    Ia berharap, dengan adanya pemasangan CCTV ini, Pemprov DKI dapat meningkatkan keamanan dan kerukunan warga di tingkat RT dan RW.

    “Keberadaan CCTV di kawasan permukiman warga dapat menciptakan lingkungan yang lebih aman dan nyaman bagi masyarakat,” tandasnya.

  • Belasan Ribu Ijazah Masih Tertahan di Sekolah, Pemprov DKI Jakarta Akan Lakukan Pemutihan

    Belasan Ribu Ijazah Masih Tertahan di Sekolah, Pemprov DKI Jakarta Akan Lakukan Pemutihan

    7cloud.asia – Dinas Pendidikan DKI Jakarta mencatat ada belasan ribu lembar ijazah masih tertahan di puluhan sekolah di seantero Jakarta. Adapun, masa penahanan beragam mulai satu tahun hingga belasan tahun.

    Kondisi inilah yang mendorong Pemerintah Provinsi DKI Jakarta di bawah Pramono Anung-Rano Karno menjalankan program pemutihan ijazah.

    “Jadi ijazah yang tertahan, apakah itu 5 tahun, 10 tahun, atau bahkan yang 2 tahun pun saya minta untuk dibantu,” kata Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung di Jakarta, Minggu (27/4/2025).

    Menurut dia, saat ini masih ada belasan ribu ijazah warga DKI Jakarta yang masih tertahan karena pemiliknya tidak sanggup untuk menebus.

    Untuk itu, kata dia Pemprov DKI Jakarta akan berupaya menebus semua ijazah warga yang ditahan karena dipastikan mereka tidak mampu.

    Baca: Program “Quick Wins” Pramono Anung dan Rano Karno di Jakarta

    “Jumlahnya banyak banget sampai belasan ribu,” ujar Pramono.

    Ia menambahkan pada tahap awal Pemprov DKI Jakarta bekerja sama dengan BAZNAS Bazis DKI telah menebus sebanyak 117 ijazah dari berbagai tingkatkan dengan nilai anggaran yang dikeluarkan sebanyak Rp500 juta lebih.

    Pramono berharap bahwa pemutihan ijazah ini bisa diselesaikan dalam 100 hari kerja sebagai Gubernur DKI Jakarta setelah resmi dilantik pada 20 Februari 2025.

    “Periode pertama kurang lebih nilainya sekitar Rp500 juta. Tapi saya minta ini tidak berhenti sekali aja. Pemutihan ijazah, dan lain-lain bisa diselesaikan segera dalam waktu sebelum 100 hari,” katanya.

    Pemutihan ijazah memang menjadi salah satu program prioritas Pramono Anung-Rano Karno setelah terpilih menjadi gubernr/wakil gubernur DKI Jakarta.

    Baca: Pramono Anung-Rano Karno akan lanjutkan normalisasi Sungai Ciliwung

    Ketua Tim Transisi Pramono Anung-Rano Karno Ima Mahdiah menyebut, pasangan ini akan memakai dana Badan Amil Zakat Nasional-Badan Zakat Infak Sedekah (Baznas-Bazis) DKI Jakarta untuk menebus ijazah siswa yang ditahan di sekolah.

    Bazis, ujar Ima, juga ada bantuan untuk utang pendidikan. Jadi, bukan hanya dari zakat, bukan hanya dari zakat tapi juga dari infak, sodaqoh (sedekah), dan dari hibah.

    “Jadi, kita gabungkan semua ini setidaknya bisa membantu utang pendidikan,” kata Ima di kawasan Pondok Kelapa, Duren Sawit, Jakarta Timur, Januari lalu.

    Ima menegaskan, seharusnya pihak sekolah tidak boleh menahan ijazah muridnya. Pramono juga akan membuat langkah baru agar masyarakat Jakarta terbebas dari kasus penahanan ijazah.

    “Nah, nanti ketika Pak Pramono dilantik beliau akan bikin suatu gebrakan agar masyarakat Jakarta yang masih tertahan ijazahnya agar dibebaskan,” ujar Ima saat itu.

  • Kendaraan Bermotor, PLTU Batu Bara dan Fasilitas Industri Jadi Sumber Polusi Udara di Jakarta

    Kendaraan Bermotor, PLTU Batu Bara dan Fasilitas Industri Jadi Sumber Polusi Udara di Jakarta

    7cloud.asia – Krisis iklim yang dihadapi warga Jakarta bukan hanya tentang permukaan air laut yang naik, tetapi juga masalah polusi udara yang semakin memburuk di Jakarta.

    Tingginya tingkat polusi udara, terutama dari kendaraan bermotor dan industri, telah menciptakan kondisi udara yang tidak sehat bagi warga Jakarta.

    Pendeteksi polusi, IQ Air, sering kali menunjukkan bahwa kualitas udara di Jakarta berada di tingkat yang mengkhawatirkan dan bahkan dalam status bahaya dan meningkatkan risiko penyakit pernapasan dan kesehatan lainnya.

    Selain itu, tingkat polusi udara di Jakarta juga diakibatkan oleh 8 Pembangkit Listrik Tenaga Uap batu bara dalam radius 100 kilometer.

    Pada tahun 2020 lembaga penelitian Centre for Research on Energy and Clean Air (CREA) mencatat bahwa Jakarta juga dikelilingi 118 fasilitas industri yang turut berkontribusi terhadap pencemaran udara di Jakarta.

    Satu studi kasus yang mencolok adalah peningkatan angka penyakit pernapasan pada masyarakat di daerah perkotaan.

    Baca: Hanya tujuh negara yang penuhi standar kualitas udara WHO

    Penyakit asma dan gangguan pernapasan lainnya semakin melonjak, menunjukkan bahwa Jakarta bukan lagi tempat yang aman untuk tumbuh kembang bagi generasi mendatang.

    Ruang terbuka hijau (RTH) Jakarta yang sedikit menjadi cerminan ketimpangan dalam akses terhadap fasilitas umum.

    Daerah-daerah dengan pengembangan properti mewah memiliki taman-taman yang terawat dan ruang terbuka hijau yang luas, sementara kawasan padat penduduk di pinggiran Jakarta hampir tidak memiliki akses terhadap ruang hijau yang memadai.

    Padahal, kesejahteraan fisik dan mental masyarakat terkait erat dengan akses mereka terhadap alam.

    Di sinilah konsep keadilan kota kembali menjadi relevan. Masyarakat yang lebih miskin tidak hanya menghadapi permasalahan ekonomi, tetapi juga terampas hak mereka untuk hidup di lingkungan yang sehat dan layak.

    Pengembangan kota yang cenderung mengabaikan kebutuhan lingkungan komunitas rentan hanya memperdalam ketidaksetaraan.

    Baca: Dampak polusi udara pada kesehatan dan ekonomi global

    Untuk menjadikan Jakarta kota yang lebih layak huni dan berdaya tahan atau resilient city, langkah-langkah yang diambil tidak boleh hanya bersifat teknis, tetapi harus juga mencakup dimensi sosial.

    Organisasi lingkungan Greenpeace mengingatkan, keberlanjutan lingkungan dan ketahanan kota harus dibangun berdasarkan keadilan kota.

    Karena itu, terkait pengembangan Kota Jakarta, Greenpeace merekomendasikan sejumlah hal berikut ini:

    Pertama, transisi energi harus mencakup semua lapisan masyarakat.
    Menggantikan sumber energi fosil dengan energi terbarukan bukan hanya soal mengurangi polusi, tetapi juga soal memastikan bahwa manfaat dari perubahan ini dapat dirasakan oleh semua warga, termasuk yang paling rentan.

    Pemerintah harus memberikan subsidi dan insentif kepada komunitas yang paling terkena dampak, untuk memastikan bahwa mereka dapat beradaptasi dengan lebih baik.

    Baca: Transportasi publik harus dibenahi untuk atasi polusi udara di Jakarta

    Kedua, reformasi transportasi umum.
    Transportasi umum harus difokuskan pada peningkatan aksesibilitas bagi semua warga.

    Transportasi umum yang terjangkau dan efisien bukan hanya cara untuk mengurangi polusi udara, tetapi juga sarana untuk menciptakan mobilitas sosial, terutama bagi warga berpenghasilan rendah.

    Meningkatkan akses ke transportasi umum dapat membantu mengurangi ketergantungan pada kendaraan pribadi dan mengurangi tingkat stres kota secara keseluruhan.

    Ketiga, pembangunan berkelanjutan harus mengedepankan kebutuhan komunitas yang rentan.

    Proyek-proyek revitalisasi perkotaan perlu dirancang dengan mempertimbangkan dampak jangka panjang terhadap kehidupan masyarakat sekitar, dan bukan hanya didorong oleh keuntungan komersial.

    Investasi dalam RTH di wilayah-wilayah padat penduduk dapat membantu mengatasi ketidakadilan ini, meningkatkan kualitas hidup bagi mereka yang paling membutuhkan.

     

  • Dewan Transportasi Kota Jakarta Usulkan Kenaikan Tarif TransJakarta, Besaran Upah Minimum Jadi Pertimbangan

    Dewan Transportasi Kota Jakarta Usulkan Kenaikan Tarif TransJakarta, Besaran Upah Minimum Jadi Pertimbangan

    7cloud.asia – Ketua Dewan Transportasi Kota Jakarta (DTKJ), Haris Muhammadun kembali menyampaikan rekomendasinya kepada Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung terkait penyesuaian tarif moda transportasi Transjakarta.

    Hal ini disampaikan Haris saat bertemu dengan Gubernur Pramono dalam audiensi di Balai Kota Provinsi DKI Jakarta, Senin (28/4/2025).

    “Ini juga disinggung tadi. DTKJ sendiri kan sudah menyampaikan rekomendasinya dua kali kalau tidak salah terhadap pimpinan Jakarta sebelum-sebelumnya. Dan ini tadi juga kami sampaikan juga,” kata Haris

    Ia menyampaikan, tarif Transjakarta belum mengalami kenaikan sejak lama. Karena itu, pemerintah perlu melakukan penyesuaian tarif.

    Baca: Layanan TransJakarta diperluas hingga Bodetabek

    Rekomendasi kenaikan tarif TransJakarta ini, menurut Haris, disampaikan karena DTKJ melihat adanya kemampuan dan kemauan masyarakat Jakarta untuk membayar tarif transportasi yang lebih tinggi.

    “Artinya memang dari 2003-2004 itu kan gak naik-naik ya atau gak disesuaikan. Nah sebetulnya ATP-WTPnya (Ability To Pay dan Willingness To Pay) kan sudah,” ujarnya.

    Haris menambahkan, DTKJ akan bekerja sama dengan tim Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta untuk mengkaji hal ini secara teknis.

    “Ini juga nanti akan dikaji secara teknikal oleh tim Pak Kadisub dengan DTKJ. Kita akan bersama-sama menajamkan itu,” ucapnya.

    Kepala Dishub DKI Jakarta, Syafrin Liputo menjelaskan, tarif Rp3.500 yang berlaku saat ini sudah tidak mengalami perubahan sejak 2005 atau selama 20 tahun terakhir.

    Baca: Rute Transjakarta yang bersinggungan dengan jalur MRT akan dihapus

    Rencana penyesuaian tarif Transjakarta sebenarnya sudah dilakukan sejak lama, namun masih perlu kajian yang lebih dalam.

    “Rencana penyesuaian ini sudah cukup lama dan kami harapkan bahwa terkait tarif ini juga bisa kita detailkan pembahasannya untuk mendapatkan persetujuan,” terangnya.

    Syafrin menambahkan, berbagai variabel akan dipertimbangkan dalam kajian kenaikan tarif. Salah satunya adanya ketidaksesuaian antara tarif Transjakarta dengan perkembangan Upah Minimum Provinsi (UMP) DKI Jakarta.

    Ia menjelaskan variabel-variabel yang berpengaruh terhadap tarif akan menjadi kajian detail dan dilaporkan kepada Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung.

    “Variabel berpengaruh terhadap tarif itu menjadi kajian detail kami untuk kami laporkan kepada Pak Gubernur, satu kata kuncinya adalah pada tahun 2005 UMP Jakarta itu masih sekitar Rp800.000, tarif Rp3.500 saat ini UMP-nya berapa, tarif masih Rp3.500,” katanya.

    Baca: Pengamat sebut kenaikan tarif Transjakarta akan bebani masyarakat

     

  • Mungkinkah Jakarta dan Sekitarnya Terbebas dari Banjir?

    Mungkinkah Jakarta dan Sekitarnya Terbebas dari Banjir?

    7cloud.asia – Banjir besar yang melanda Jabodetabek pada awal Maret 2025 menjadi perhatian sekaligus pengingat keras bahwa penanganan banjir selama ini belum tuntas sehingga menyebabkan kejadian yang berulang.

    Momentum banjir Jabodetabek selanjutnya menjadi studi kasus yang dibahas dalam Rapat Koordinasi Nasional Penanggulangan Bencana (Rakornas PB) pada 18-20 Maret 2025 lalu.

    Usulan rekomendasi yang telah disampaikan pada Rakornas PB kemudian ditandaklanjuti dengan diskusi “Ngopi Bareng BNPB road to Adexco 2025 ” bertajuk “Bisakah Jabodetabek bebas banjir?”.

    Membuka diskusi, Kepala Subdirektorat Penegakan Hukum dan Penanganan Sengketa Penataan Ruang Wilayah II Kementerian ATR/BPN Audrei Winny Cynthiasari menyoroti pedoman cetak biru dalam rencana penggunaan lahan.

    Menurutnya, penyusunan tata ruang dalam upaya pengurangan risiko bencana perlu mempertimbangkan kawasan rawan bencana serta analisa daya dukung dan tampung lingkungan. Hal ini penting untuk menghasilkan rencana tata ruang yang mengakomodasi kebutuhan tata ruang pada lokasi tertentu.

    Baca Juga: Kementerian ATR/BPN Diminta Rigid dalam Perencanaan Pembangunan untuk Cegah Banjir Besar Terulang di Bekasi

    Untuk mengurangi risiko banjir misalnya, penerapan zero delta Q dapat diupayakan untuk mengurangi limpasan. Zero delta Q merupakan konsep pengelolaan sumber daya air dengan cara menahan atau menampung limpasan air permukaan.

    Penertiban tata ruang sudah diupayakan melalui pengaturan tata ruang hingga penggunaannya berdasarkan jenis aktivitas. Namun, celah penyalahgunaan ruang tetap terjadi di lapangan.

    Upaya pembinaan dilakukan untuk monitoring penyalahgunaan lahan terus dilakukan melalui penegakan hukum, tidak hanya pada pelanggarannya, namun juga pengembalian lingkungan yang terdampak dari pelanggaran.

    Selain penataan ruang, upaya pengurangan risiko banjir juga membutuhkan peran infrastruktur yang memadai. Direktur Sungai dan Pantai Kementerian PUPR Dwi Purwantoro mengatakan pola penataan sangat berpengaruh terhadap pola aliran air.

    Di Jabodetabek, pertumbuhan penduduk yang pesat mengakibatkan kebutuhan lahan untuk tempat tinggal dan kebutuhan lainnya meningkat. Saat ini tutupan lahan di wilayah Jabodetabek sudah mencapai lebih dari 80 persen.

    Baca Juga: Greenpeace: Banjir Jabodetabek Jadi Bukti Nyata Ancaman Krisis Iklim

    Hal ini berarti aliran air yang bisa masuk ke tanah hanya 20%. Keadaan ini jauh dari kata ideal yang seharusnya resapan air ke tanah sebanyak 60-70 persen.

    Upaya mitigasi struktural telah dilakukan oleh pemerintah pusat, melalui pembangunan dry dam di Ciawi (Ciliwung dan Jakarta) dan Cimahi. Kedua dam ini mampu mereduksi 22 persen, masih ada 16 kilometer yang belum tertanggul.

    Selain itu juga percepatan pelaksanaan pembebasan tanah untuk memitigasi melalui pembangunan infrastruktur. Pada area hulu, Pemerintah tengah membangun delapan titik kolam retensi untuk penampungan air hujan di wilayah puncak.

    Dari segi mitigasi non struktural, Direktur Mitigasi Bencana BNPB Berton Suar Panjaitan menyampaikan bahwa Pemerintah Pusat melalui BNPB melakukan koordinasi lintas pihak pelaku-pelaku seperti Kementerian/Lembaga, dunia usaha, non pemerintahan, media dan masyarakat.

    Selain itu, upaya pengurangan risiko banjir juga dilakukan melalui pedoman mitigasi banjir, penguatan desa tangguh bencana bersama pemerintah darah, serta edukasi dan simulasi evakuasi kejadian dengan keterlibatan masyarakat.

    Baca Juga: Bukan Hanya Karena Krisis Iklim, Banjir Jabodetabek Juga Dipicu Tata Ruang yang Amburadul

    Pengurangan risiko bencana dengan pendekatan kearifan lokal memegang peranan penting dalam membangun kesadaran masyarakat.

    Komitmen pemerintah pusat dan daerah sangat penting dalam upaya penanganan banjir. Komitmen ini tidak hanya terkait anggaran namun juga koordinasi seluruh pelaku kebencanaan termasuk para pelaku dunia usaha.

    Mewujudkan Jabodetabek bebas banjir membutuhkan perencanaan yang komprehensif dengan melibatkan semua sektor.

    Salah satu bentuk upaya kolaboratif pengurangan risiko non struktural adalah melalui Asia Disaster Management & Civil Protection Expo & Conference (Adexco 2025).

    Kegiatan ini akan menjadi wadah bertemunya berbagai unsur penanggulangan bencana termasuk pihak swasta yang bergerak dalam bidang peralatan dan layanannya kebencanaan.

    Kegiatan yang akan diselenggarakan pada bulan September mendatang dilengkapi muatan edukasi melalui seminar kebencanaan. Seluruh lapisan dan unsur masyarakat dapat hadir untuk meningkatkan wawasan kebencanaan.

    Baca Juga: IAI Jakarta Rekomendasikan 8 Langkah Cegah Banjir Besar Kembali Terulang di Jabodetabek

  • Cuaca Hari Ini: Jakarta dan Mayoritas Kota di Indonesia Berpotensi Hujan

    Cuaca Hari Ini: Jakarta dan Mayoritas Kota di Indonesia Berpotensi Hujan

    7cloud.asia – Hujan dengan intensitasitas ringan hingga hujan disertai petir berpotensi mengguyur Jakarta dan mayoritas kota di Indonesia pada Senin (05/05/2025).

    Dalam laman resmi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi hujan dengan intensitas ringan berpeluang terjadi di Kepulauan Seribu pada pagi hari. Sedangkan wilayah lainnya diprediksi cerah dan berawan.

    Selanjutnya pada siang hingga sore hari, hujan berintensitas ringan berpeluang terjadi di wilayah Jakarta Selatan, Jakarta Timur dan Jakarta Utara. Wilayah lainnya diprediksi cerah berawan. Malam harinya seluruh wilayah diperkirakan cerah berawan.

    Hujan dengan intensitas ringan juga berpotensi  terjadi di Kota Medan, Pekanbaru, Tanjung Pinang, Bengkulu, Jambi, Palembang, Pangkal Pinang, Bandar Lampung, Semarang, Denpasar, Mataram, Kupang.

    Kondisi cuaca serupa berpeluang pula terjadi di Kota Palangkaraya, Samarinda, Makassar, Kendari, Gorontalo, Manado, Ambon, Ternate, Manokwari dan Jayapura.  

    Kemudian hujan dengan intensitas sedang berpotensi mengguyur Kota Bandung dan Merauke. Sedangkan hujan disertai petir berpotensi melanda Kota Yogyakarta, Tanjung Selor, Mamuju, Palu, Sorong, Nabire dan Jayawijaya.

    BMKG juga mengingatkan masyarakat mewaspadai potensi cuaca ekstrem di wilayah Sumatera, Jawa, Bali, Kalimantan, Sulawesi, Maluku Utara, Maluku dan Papua.