Kendaraan Bermotor, PLTU Batu Bara dan Fasilitas Industri Jadi Sumber Polusi Udara di Jakarta

Written by

in

7cloud.asia – Krisis iklim yang dihadapi warga Jakarta bukan hanya tentang permukaan air laut yang naik, tetapi juga masalah polusi udara yang semakin memburuk di Jakarta.

Tingginya tingkat polusi udara, terutama dari kendaraan bermotor dan industri, telah menciptakan kondisi udara yang tidak sehat bagi warga Jakarta.

Pendeteksi polusi, IQ Air, sering kali menunjukkan bahwa kualitas udara di Jakarta berada di tingkat yang mengkhawatirkan dan bahkan dalam status bahaya dan meningkatkan risiko penyakit pernapasan dan kesehatan lainnya.

Selain itu, tingkat polusi udara di Jakarta juga diakibatkan oleh 8 Pembangkit Listrik Tenaga Uap batu bara dalam radius 100 kilometer.

Pada tahun 2020 lembaga penelitian Centre for Research on Energy and Clean Air (CREA) mencatat bahwa Jakarta juga dikelilingi 118 fasilitas industri yang turut berkontribusi terhadap pencemaran udara di Jakarta.

Satu studi kasus yang mencolok adalah peningkatan angka penyakit pernapasan pada masyarakat di daerah perkotaan.

Baca: Hanya tujuh negara yang penuhi standar kualitas udara WHO

Penyakit asma dan gangguan pernapasan lainnya semakin melonjak, menunjukkan bahwa Jakarta bukan lagi tempat yang aman untuk tumbuh kembang bagi generasi mendatang.

Ruang terbuka hijau (RTH) Jakarta yang sedikit menjadi cerminan ketimpangan dalam akses terhadap fasilitas umum.

Daerah-daerah dengan pengembangan properti mewah memiliki taman-taman yang terawat dan ruang terbuka hijau yang luas, sementara kawasan padat penduduk di pinggiran Jakarta hampir tidak memiliki akses terhadap ruang hijau yang memadai.

Padahal, kesejahteraan fisik dan mental masyarakat terkait erat dengan akses mereka terhadap alam.

Di sinilah konsep keadilan kota kembali menjadi relevan. Masyarakat yang lebih miskin tidak hanya menghadapi permasalahan ekonomi, tetapi juga terampas hak mereka untuk hidup di lingkungan yang sehat dan layak.

Pengembangan kota yang cenderung mengabaikan kebutuhan lingkungan komunitas rentan hanya memperdalam ketidaksetaraan.

Baca: Dampak polusi udara pada kesehatan dan ekonomi global

Untuk menjadikan Jakarta kota yang lebih layak huni dan berdaya tahan atau resilient city, langkah-langkah yang diambil tidak boleh hanya bersifat teknis, tetapi harus juga mencakup dimensi sosial.

Organisasi lingkungan Greenpeace mengingatkan, keberlanjutan lingkungan dan ketahanan kota harus dibangun berdasarkan keadilan kota.

Karena itu, terkait pengembangan Kota Jakarta, Greenpeace merekomendasikan sejumlah hal berikut ini:

Pertama, transisi energi harus mencakup semua lapisan masyarakat.
Menggantikan sumber energi fosil dengan energi terbarukan bukan hanya soal mengurangi polusi, tetapi juga soal memastikan bahwa manfaat dari perubahan ini dapat dirasakan oleh semua warga, termasuk yang paling rentan.

Pemerintah harus memberikan subsidi dan insentif kepada komunitas yang paling terkena dampak, untuk memastikan bahwa mereka dapat beradaptasi dengan lebih baik.

Baca: Transportasi publik harus dibenahi untuk atasi polusi udara di Jakarta

Kedua, reformasi transportasi umum.
Transportasi umum harus difokuskan pada peningkatan aksesibilitas bagi semua warga.

Transportasi umum yang terjangkau dan efisien bukan hanya cara untuk mengurangi polusi udara, tetapi juga sarana untuk menciptakan mobilitas sosial, terutama bagi warga berpenghasilan rendah.

Meningkatkan akses ke transportasi umum dapat membantu mengurangi ketergantungan pada kendaraan pribadi dan mengurangi tingkat stres kota secara keseluruhan.

Ketiga, pembangunan berkelanjutan harus mengedepankan kebutuhan komunitas yang rentan.

Proyek-proyek revitalisasi perkotaan perlu dirancang dengan mempertimbangkan dampak jangka panjang terhadap kehidupan masyarakat sekitar, dan bukan hanya didorong oleh keuntungan komersial.

Investasi dalam RTH di wilayah-wilayah padat penduduk dapat membantu mengatasi ketidakadilan ini, meningkatkan kualitas hidup bagi mereka yang paling membutuhkan.

 

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *