Tag: cuaca

  • Cuaca Hari Ini, 3 Wilayah DKI Jakarta Berpotensi Hujan Pada Siang Hari

    Cuaca Hari Ini, 3 Wilayah DKI Jakarta Berpotensi Hujan Pada Siang Hari

    7cloud.asia – Memasuki awal pekan, cuaca di tiga wilayah di DKI Jakarta yaitu Jakarta Barat, Jakarta Selatan dan Jakarta Timur berpotensi hujan dengan intensitas ringan pada Senin (04/12/2023) siang.

    Dilihat dari laman resmi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) pada pagi hari cuaca seluruh wilayah DKI Jakarta berawan kecuali wilayah Kepulauan Seribu yang berpotensi hujan ringan.    

    Pada siang hari Jakarta Pusat, Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu diperkirakan berawan.

    Hujan dengan intensitas ringan diprediksi kembali mengguyur wilayah Jakarta Selatan dan Jakarta Barat pada malam hari. Sedangkan wilayah lainnya diperkirakan cerah berawan pada malam hari.

    Suhu udara pada hari ini di Jakarta diperkirakan berada pada kisaran minimum 24 hingga 29 derajat celsius dengan tingkat kelembaban udara berada pada kisaran 85-100 persen.

    Sementara untuk wilayah lainnya di Indonesia BMKG memperkirakan hujan lebat dengan curah hujan 50mm/hari mengguyur wilayah Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau, Jambi.

    Selain itu, hujan lebat juga berpotensi mengguyur wilayah Kepu Bangka Belitung, Sumatera Selatan, Lampung, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur.

    Wilayah Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Kalimantan Utara, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Papua Barat dan Papua juga berpeluang terjadi hujan lebat.

    Dengan kondisi cuaca seperti ini, BMKG memperingatkan bencana hidrometeorologi yang kemungkinan terjadi seperti banjir, banjir bandang, dan tanah longsor yaitu di wilayah Aceh, Sumatera Utara.

    Bencana seperti ini juga berpotensi terjadi di Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Lampung, Banten, Jawa Barat, DKI Jakarta, Jawa Tengah.

    Selain itu, wilayah DI Yogyakarta, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, juga berpeluang terjadi bencana hidometeorologi.

    Wilayah lainnya yang berpotensi terjadi bencana hidometeorologi adalah wilayah Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, dan Papua.

    BMKG juga memprediksi hujan lebat di sejumlah perairan yaitu Samudra Hindia sebelah barat dan Utara Aceh, Laut Andaman, Selat Malaka.

    Hujan lebat juga diperkirakan terjadi di Selat Karimata, Laut China Selatan, Laut Natuna, Laut Jawa, Laut Sulawesi, Laut Filipina, Selata Makassar dan Laut Arafuru.

    Suhu udara berkisar antara 19 hingga 34 derajat celsius. Sushu terendah diperkirakan terjadi di Kota Bandung serta suhu tertinggi diperkirakan terjadi di Kota Surabaya dan Kendari.

    Reporter: Nurakhmayani

  • Cuaca Ekstrem Berpotensi Melanda Wilayah Ini, BMKG Imbau Masyarakat Waspada Bencana

    Cuaca Ekstrem Berpotensi Melanda Wilayah Ini, BMKG Imbau Masyarakat Waspada Bencana

    7cloud.asia – Sejumlah wilayah dii Jawa Tengah dan Sulawesi Utara berpotensi mengalami cuaca ekstrem hingga Kamis (07/12/2023). 

    Karena itu, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengimbau  masyarakat waspada terhadap kemungkinan terjadinya bencana hidrometeorologi akibat cuaca ekstrem ini.

    Melansir Antaranews, Kepala Kelompok Teknisi BMKG Stasiun Meteorologi Tunggul Wulung Cilacap, Teguh Wardoyo menjelaskan ada beberapa faktor yang menyebabkan cuaca ekstrem di wilayah Jawa Tengah.

    Faktor pertama, aktifnya Madden-Julian Oscillation (MJO) di wilayah Samudra Hindia yang berpengaruh terhadap pembentukan awan.

    Selanjutnya faktor kedua, aktifnya gelombang atmosfer Rossby Ekuator dan Kelvin di sekitar Pulau Jawa, serta adanya sirkulasi siklonik di utara Pulau Jawa.

    Faktor ketiga, hangatnya suhu muka laut di wilayah perairan Jateng khususnya Laut Jawa dan kelembapan udara yang cukup tinggi dari lapisan permukaan hingga lapisan 500 milibar dan labilitas lokal kuat yang mendukung proses konvektif pada skala lokal.

    “Kondisi tersebut menyebabkan peningkatan potensi cuaca ekstrem berupa hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang di beberapa wilayah Jateng pada 4-6 Desember,” ujarnya.

    Cuaca ekstrem tersebut diprakirakan terjadi antara lain di Kabupaten Cilacap, Banyumas, Purbalingga, Banjarnegara, Wonosobo, Magelang, Tegal, dan Brebes, serta Pekalongan. 

    “Terkait dengan cuaca ekstrem yang berpotensi di wilayah-wilayah tersebut, kami mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi berupa banjir, tanah longsor, dan angin kencang terutama untuk masyarakat yang berada dan tinggal di wilayah rawan bencana hidrometeorologi,” papar Teguh.

    Selain itu, BMKG juga memprediksi hujan lebat disertai angin kencang melanda wilayah Sulawesi Utara (Sulut) hingga Kamis.

    “BMKG mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem hingga 7 Desember 2023,” ucap Koordinator Bidang Observasi dan Informasi BMKG Stasiun Meteorologi Sam Ratulangi Manado, Ben A Molle.

    Sebagian besar wilayah kabupaten dan kota di provinsi ujung utara Sulawesi tersebut memperoleh peringatan dini cuaca ekstrem dari BMKG.

    “Waspadai potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang,” katanya.

    Peringatan dini cuaca ekstrem pada Selasa (05/12/2023) mencakup wilayah Kota Manado, Kota Bitung, Kota Tomohon, Kota Kotamobagu, Kabupaten Minahasa Utara, Kabupaten Minahasa, Kabupaten Minahasa Selatan.

    Kabupaten Bolaang Mongondow, Kabupaten Bolaang Mongondow Utara, dan Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan juga diperkirakan terjadi cuaca ekstrem.

    Pada hari berikutnya, Rabu, cuaca ekstrem berpotensi melanda wilayah Kota Manado, Kota Bitung, Kota Tomohon, Kabupaten Minahasa, Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan, Kabupaten Bolaang Mongondow Utara, dan Kabupaten Kepulauan Sitaro.

    Sedangkan pada Kamis, cuaca ekstrem berpotensi terjadi di Kota Tomohon, Kabupaten Minahasa, Kabupaten Minahasa Selatan.

    Kabupaten Bolaang Mongondow, Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan, Kabupaten Bolaang Mongondow Utara, Kabupaten Kepulauan Sangihe, dan Kabupaten Kepulauan Talaud juga berpotensi dilanda cuaca ekstrem. 

    Reporter: Nurakhmayani

  • Dua Wilayah di Jakarta Berpotensi Hujan Disertai Petir Serta Angin Kencang, BMKG Imbau Warga Waspada Banjir dan Pohon Tumbang  

    Dua Wilayah di Jakarta Berpotensi Hujan Disertai Petir Serta Angin Kencang, BMKG Imbau Warga Waspada Banjir dan Pohon Tumbang  

     

    7cloud.asia – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini untuk wilayah Jakarta Selatan dan Jakarta Timur. Kedua wilayah ini berpotensi hujan disertai petir dan angin kencang pada Rabu (06/12/2023).

    Berdasarkan laman resmi BMKG, kondisi cuaca seperti ini diperkirakan terjadi pada sore dan malam hari. Sedangkan pada pagi harinya cuaca berawan berpotensi menyelimuti seluruh wilayah DKI Jakarta.

    Kemudian pada siang hari, hujan dengan intensitas sedang berpeluang mengguyur wilayah Jakarta Selatan dan Jakarta Timur.

    Wilayah Jakarta Barat diperkirakan hujan dengan intensitas ringan. Sementara wilayah lainnya diprediksi berawan.

    Pada malam hari hujan dengan intensitas ringan berpotensi terjadi di Jakarta Barat, Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu.

    Suhu udara berkisar antara 24 hingga 30 derjat celsius. Dengan tingkat kelembaban antara 80 hingga 95 persen.

    Selain itu, BMKG juga mengingatkan adanya curah hujan yang tinggi disertai angin kencang juga berpeluang terjadi di wilayah Nusa Tenggara Timur hingga 10 Desember mendatang.

    “Dibutuhkan kewaspadaan terkait ancaman curah hujan tinggi,” ujar Kepala Stasiun Klimatologi Kelas II NTT, Rahmattulloh Adji seperti dikutip Antaranews..

    Ia menyampaikan Zona Musim di NTT saat ini berada dalam periode peralihan musim berdasarkan Monitoring Awal Musim Hujan.

    Hasil analisa menunjukkan bahwa di sebagian wilayah NTT akan mengalami curah hujan tinggi atau lebih besar dari 150 mm per dasarian dengan peluang 71 sampai 90 persen.

    Atas kondisi itu, lanjutnya, BMKG telah mengeluarkan peringatan dini dengan tiga kategori status yakni Waspada, Siaga, dan Awas.

    Status Awas berlaku untuk wilayah Kecamatan Amfoang Barat Laut, Amfoang Selatan, Amfoang Tengah, Amfoang Timur, dan Amfoang Utara di Kabupaten Kupang.

    Peluang curah hujan bisa lebih besar dari 300 mm per dasarian. Hal yang sama juga berlaku untuk Kecamatan Fatumnasi dan Nunbena di Kabupaten Timor Tengah Selatan.

    Selanjutnya, Kecamatan Langke Rembong dan Wae Rii di Kabupaten Manggarai diberi peringatan Siaga karena curah hujan diprakirakan lebih besar dari 200 mm.

    Sedangkan Kecamatan Cibal, Cibal Barat, Lelak, Rahong Utara, Ruteng, Satar Mese, dan Satar Mese Utara diberi peringatan Waspada karena prakiraan curah hujan lebih besar dari 150 mm.

    Dengan peringatan dini tiga status ini Adji berharap masyarakat dan pemerintah setempat dapat melakukan langkah antisipasi.

    Beberapa hal yang menjadi pertimbangan yakni waspada potensi rusaknya tanaman pertanian atau perkebunan akibat banjir.

    Selain itu, kondisi cuaca seperti ini juga dapat meningkatkan peluang kejadian longsor pada daerah berlereng.

    Masyarakat, lanjut dia, juga harus waspada meningkatnya potensi kejadian banjir di kawasan pemukiman.

    “Segera lakukan evakuasi apabila hujan deras sudah lebih dari satu jam,” ujarnya.

     

    Reporter: Nurakhmayani

  • Cuaca Hari Ini: 16 Provinsi Berpotensi Hujan Lebat

    Cuaca Hari Ini: 16 Provinsi Berpotensi Hujan Lebat

    7cloud.asia – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan sejumlah daerah di 16 provinsi di Indonesia berpotensi terdampak hujan lebat pada Kamis (7/12/2023).

    Prakirawan BMKG Efa Septiani saat menyampaikan informasi prakiraan cuaca secara virtual diikuti secara daring di Jakarta, mengatakan kondisi cuaca yang diwarnai hujan lebat ini karena angin permukaan di wilayah Indonesia bagian utara umumnya didominasi angin yang bertiup dari arah barat laut.

    Sedangkan daratan Indonesia didominasi angin yang bertiup dari arah timur hingga tenggara dengan kecepatan berkisar antara 5 sampai 40 KM per jam

    Ia mengatakan, situasi itu berdampak pada potensi hujan lebat di sejumlah daerah, yakni Aceh yang meliputi Kota Subulussalam, Aceh Selatan, Gayo Lues, Aceh Barat Daya, Aceh Utara, Aceh Timur, dan Aceh Tenggara.

    Baca Juga: Ganjar Usulkan Isu Lingkungan dan Perubahan Iklim Masuk Kurikulum

    Peringatan waspada hujan lebat juga berpotensi melanda Sumatera Utara, yakni Kota Medan, Deli Serdang, Tapanuli Tengah, dan Langkat.

    Situasi yang sama juga diprediksi melanda Sumatera Barat, tepatnya di Kepulauan Mentawai, Pesisir Selatan, Solok Selatan, Dharmasraya, dan Kota Padang.

    Masyarakat di wilayah Bengkulu juga perlu mewaspadai potensi hujan lebat yang berpeluang mengguyur Bengkulu Utara dan Mukomuko. Sedangkan di Kepulauan Riau melanda Kota Batam dan Karimun.

    Sejumlah daerah di wilayah Jawa Barat juga diprakirakan terdampak hujan lebat, yakni Kabupaten Bogor, Kota Bogor, Bandung Barat, Subang, Purwakarta, Majalengka, dan Cirebon.

     

    Baca Juga: Pertanian Indonesia Pengguna Pestisida Terbesar di Dunia, Apa Dampaknya pada Lingkungan?

    Berikutnya wilayah Jawa Tengah, hujan lebat berpotensi mengguyur Jepara, Pasti, Tegal, Brebes, Purworejo, Kudus, Demak, Wonosobo, Kebumen, dan Banyumas.

    Situasi serupa berpotensi melanda Jawa Timur, tepatnya di Malang dan Probolinggo. Hujan lebat di Provinsi Banten berpeluang melanda Lebak.

    Wilayah Kalimantan Barat meliputi Kota Raya, Kota Pontianak, Mempawah, Kapuas Hulu, Sintang, Sambas, Kota Singkawang, Bengkayang, Sanggau, dan Landak.

    Status waspada hujan lebat juga berlaku di Kalimantan Tengah, tepatnya di Murung Raya. hujan lebat di Kalimantan Timur diprakirakan melanda Kutai Timur, Mahakam Hulu, Kutai Barat, Kutai Kartanegara, dan Kota Samarinda.

    Baca Juga: Menimbang Keseriusan Negara-negara di Dunia Kurangi Konsumsi Batu bara

    Hujan lebat juga diprakirakan melanda Kalimantan Utara, tepatnya di Malinau. Sulawesi Barat di Mamuju Tengah dan Mamuju.

    Prakiraan hujan lebat di wilayah timur Indonesia diprakirakan melanda Papua Barat, tepatnya di Manokwari Selatan dan Fakfak.

    Sedangkan di Papua melanda Tolikara, Mamberamo Tengah, Jayawijaya, Yahukimo, Mimika, Asmat, Nduga, Boven Digoel, Pegunungan Bintang, Yalimo, dan Puncak Jaya.

    “Perlu diwaspadai juga angin kencang di beberapa wilayah di Indonesia seperti di Aceh, Sumatera, Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Jawa Barat, Yogyakarta, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Utara, dan juga Kalimantan Selatan,” katanya.

    Sumber: Antaranews

  • Prakiraan Cuaca: Waspadai Hujan Disertai Kilat dan Angin Kencang di Jakarta Selatan

    Prakiraan Cuaca: Waspadai Hujan Disertai Kilat dan Angin Kencang di Jakarta Selatan

    7cloud.asia – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan kondisi cuaca di sebagian besar wilayah Jakarta akan diguyur hujan ringan pada siang hari.

    “Waspada potensi hujan disertai kilat/petir dan angin kencang berdurasi singkat yang dapat terjadi di sebagian wilayah Jakarta selatan pada sore hari,” demikian. BMKG melalui laman resminya www.bmkg.go.id.

    Dalam prakiraan cuaca BMKG itu, Pada pagi hari, kondisi cuaca di Jakarta umumnya akan berawan dan cerah berawan. 

    Di malam harinya, cuaca Jakarta Selatan dan Jakarta Timur diprakirakan turun hujan berintensitas ringan, sisanya berawan serta berawan tebal.

    Baca: Musim hujan diperkirakan mulai Bulan November

    Sementara kondisi cuaca di wilayah penyangganya yaitu Bekasi dan Depok, Jawa Barat pada pagi dan malam diprediksi berawan, namun siang harinya hujan dengan intensitas ringan.

    Sedangkan di Kota Bogor, Jawa Barat, pagi hari diprakirakan berawan, siang hujan sedang, dan malamnya hujan ringan.

    “Waspada potensi hujan yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang pada rentang waktu antara siang hingga malam hari di sebagian wilayah Kabupaten dan Kota Bogor, Kota Depok, Kabupaten dan Kota Bekasi, Kabupaten Karawang,” jelas BMKG.

    Untuk wilayah Kota Tangerang, Banten, pagi hingga siang diprediksi hujan berintensitas ringan, dan malam harinya berawan.

    Baca: Sebagian wilayah Indonesia sudah masuk musim hujan

    Berikut informasi prakiraan cuaca Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) selengkapnya yang dikutip dari laman resmi BMKG:

    Jakarta Barat:

    Pagi: Berawan, Siang: Hujan Ringan, Malam: Berawan Tebal

    Jakarta Pusat

    Pagi: Cerah Berawan, Siang: Berawan, Malam:  Berawan

    Jakarta Selatan

    Pagi: Berawan, Siang: Hujan Ringan. Malam: Hujan Ringan

    Jakarta Timur

    Pagi: Berawan, Siang: Hujan Ringan. Malam:  Hujan Ringan

    Jakarta Utara

    Pagi: Cerah Berawan, Siang: Berawan, Malam: Berawan

    Kepulauan Seribu

    Pagi: Cerah Berawan, Siang: Hujan Ringan, Malam: Berawan Tebal

    Bekasi

    Pagi: Berawan, Hujan Siang: Ringan, Malam: Berawan

    Depok

    Pagi: Berawan, Siag: Hujan Ringan, Malam: Berawan

    Kota Bogor

    Pagi: Berawan, Siang: Hujan Sedang, Malam: Hujan Ringan

    Tangerang:

    Pagi: Hujan Ringan, Siang: Hujan, Malam: Ringan Berawan

  • Prakiraan Cuaca: Hampir Seluruh Wilayah Jakarta Cerah dan Berawan Sepanjang Senin

    Prakiraan Cuaca: Hampir Seluruh Wilayah Jakarta Cerah dan Berawan Sepanjang Senin

    7cloud.asia – Memasuki awal pekan kedua bulan Desember,cuaca di hampir seluruh wilayah Jakarta diperkirakan cerah berawan dan berawan sepanjang Senin (11/12/2023).

    Hanya wilayah Jakarta Timur yang cuaca nya berpotensi hujan dengan intensitas  ringan pada siang hari. Suhu udara berkisar antara 23 hingga 33 derajat celsius. Tingkat kelembaban antara 60 hingga 95 persen.

    Demikian juga dengan kota-kota di Indonesia. Cuaca berawan diperkirakan menyelimuti sebagian besar kota di Indonesia.

    Meski demikian, berdasarkan laman resmi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika beberapa kota diperkirakan hujan dengan intensitas ringan hingga hujan disertai petir.

    Hujan dengan intensitas ringan berpotensi terjadi pada pagi hari di Kota Pontianak, Banjarmasin, Tarakan, Tanjung Pinang, Ambon, Kupang, Mamuju.

    Pada siang hari hujan dengan intensitas ringan berpeluang terjadi di Kota Serang, Jambi, Surabaya, Tanjung Pinang, Bandar Lampung, Ambon, Manokwari, Pekanbaru, Makassar, Kendari, Manado.

    Kemudian pada malam hari BMKG memperkirakan hujan ringan terjadi di Kota Banda Aceh, Yogyakarta, Bandung, Kupang, Makassar, Manado, Palembang dan Medan.

    Hujan dengan intensitas sedang pada Senin siang berpeluang mengguyur Kota Banda Aceh, Pontianak dan Medan. Lalu pada malam harinya kondisi cuaca seperti ini juga berpotensi terjadi di Kota Bandar Lampung.

    Hujan disertai petir diperkirakan melanda Kota Banjarmasin, Pangkal Pinang dan Kupang pada siang hari. Kemudian cuaca disertai petir juga berpotensi terjadi di Kota Jambi dan Pekanbaru pada Senin malam.

    Suhu udara berkisar antara 18 hingga 35 derajat celcius. Suhu terendan diperkirakan terjadi di Kota Bandung dan suhu tertinggi diperkirakan terjadi di Kota Surabaya.

     Reporter: Nurakhmayani

  • Ilmuwan China Kembangkan Teknologi AI untuk Prakiraan Cuaca

    Ilmuwan China Kembangkan Teknologi AI untuk Prakiraan Cuaca

    7cloud.asia – Para ilmuwan baru-baru ini berhasil mengembangkan sebuah model baru untuk prakiraan cuaca submusiman menggunakan teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).

    Model baru ini, yang dinamai “FuXi-Subseasonal” dan dikembangkan oleh tim ilmuwan dari Akademi Kecerdasan Buatan untuk Ilmu Pengetahuan Shanghai, Universitas Fudan.

    Selain itu Pusat Iklim Nasional China, mewakili kemajuan signifikan dalam pemodelan iklim berbasis AI dengan rentang prakiraan yang diperluas hingga 42 hari.

    Model baru ini diluncurkan pada Jumat (8/12) di Paviliun China dalam sesi ke-28 Konferensi Para Pihak dalam Konvensi Kerangka Kerja Perserikatan Bangsa-Bangsa tentang Perubahan Iklim (COP28) di Dubai, Uni Emirat Arab, ungkap Universitas Fudan.

    Baca: Di tengah fenomena El Nino BMKG imbsu perlu lakukan manajemen air

    Menurut para ilmuwan, anomali submusiman secara signifikan berkontribusi pada peristiwa iklim yang berdampak tinggi.

    Hal ini meningkatkan kemampuan prediksi pada skala waktu tersebut merupakan persyaratan mendesak untuk memajukan ilmu iklim.

    Model baru ini mengintegrasikan arsitektur pengubah dengan sampel acak terpandu (guided random sample) dalam ruang laten untuk memperhitungkan ketidakpastian yang mendasari prediksi submusimanan.

    Dengan demikian, model ini dapat menghasilkan prakiraan dengan akurasi yang lebih tinggi daripada prakiraan Pusat Eropa untuk Prakiraan Cuaca Jangka Menengah (European Centre for Medium-Range Weather Forecasts/ECMWF).

    Baca: BMKG keluarkan peringatan dini seluruh Indonesia

    Menurut Qi Yuan, direktur Akademi Kecerdasan Buatan untuk Ilmu Pengetahuan Shanghai yang juga profesor di Universitas Fudan, model baru ini mengatasi berbagai kendala terkait kondisi awal yang tidak akurat.

    Selain itu, sinyal pemaksaan eksternal (external forcing signal) yang tidak memadai pada skala waktu submusiman dan mengatasi kesenjangan yang mencolok dalam prakiraan cuaca.

    “Pencapaian ini menjawab tantangan teknis yang telah lama ada dalam penelitian perubahan iklim. Pencapaian ini menawarkan potensi untuk penilaian yang lebih tepat waktu dan akurat terhadap risiko terkait iklim,” tutur Qi.

    Selain itu, model baru ini juga secara signifikan meningkatkan kemampuan dalam memprediksi fenomena atmosferis Osilasi Madden-Julian (Madden-Julian Oscillation/MJO), dengan memperluas kemampuan prediksi MJO dari 30 menjadi 36 hari.

    “Prediksi MJO yang akurat sangat penting bagi perencanaan pertanian, kesiapsiagaan bencana dan mitigasi risiko, serta penelitian iklim jangka panjang,” tambah Qi.

    Baca: Curah hujan tinggi, waspada bahaya banjir dan longsor

    Melalui prakiraan submusiman untuk proses cuaca besar, seperti panas yang intens, pendinginan yang parah, dan curah hujan yang lebat, “FuXi-Subseasonal” dapat mencapai tingkat presisi yang tinggi yang tidak dapat dicapai oleh metode teknis tradisional, kata Qi.

    Seiring dengan kemajuan yang dicapai dengan kemampuan AI-nya yang canggih, model ini pasti akan membuat kemajuan signifikan dalam mengatasi spektrum tantangan yang lebih luas terkait iklim.

    Sehingga memberikan kontribusi pada pemberdayaan pengembangan energi terbarukan, pembangunan sistem tenaga listrik jenis baru, pemastian ketahanan pangan pertanian, serta pencapaian transformasi sosial-ekonomi yang berkelanjutan, lanjut Qi.

    Dunia perlu menemukan jalur inovasi teknologi yang lebih efektif untuk mengatasi risiko iklim global yang makin parah. AI memiliki potensi yang luar biasa dalam manajemen risiko perubahan iklim, kata Wu Libo, seorang profesor di Universitas Fudan.

    “Dengan teknologi canggih seperti ini, kita dapat mengatasi risiko perubahan iklim secara lebih baik,” ujarnya.

    Sumber: Antaranews 

  • Seharian Cuaca di Jakarta Cerah Berawan

    Seharian Cuaca di Jakarta Cerah Berawan

    7cloud.asia – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperkirakan seluruh wilayah Jakarta sepanjang hari Selasa (12/12/2023) cerah dan berawan.

    Suhu berkisar antara 23 hingga 33 derajat celsius dengan tingkat kelembaban antara 60 hingga 100 persen.

    Demikian pula cuaca di sebagian besar kota di Indonesia. cuaca cerah dan berawan mendominasi kota-kota besar.

    Meski demikian, beberapa wilayah berpotensi diguyur hujan lebat diatas 50 mm/hari. Wilayah tersebut meliputi Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau, Jambi, Sumatera Selatan.

    Selain itu hujan lebat berpotensi mengguyur wilayah Kepulauan Bangka Belitung, Lampung, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Utara, Kalimantan Timur.

    Hujan lebat diprediksi mengguyur wilayah Kalimantan Selatan.Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat dan Papua.

    BMKG mengimbau masyarakat waspada dengan potensi hujan disertai kilat/petir atau hujan badai di beberapa wilayah di Indonesia.

    Di laman resmi BMKG, wilayah yang berpeluang mengalami hujan badai ini adalah Aceh, Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau, Bengkulu, Jambi, Sumatera Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Jawa Barat.

    Kondisi cuaca seperti ini bisa saja terjadi di wilayah  DI Yogyakarta, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan.

    Selain itu wilayah Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Maluku Utara, Maluku dan Papua Barat juga diperkirakan terjadi hujan badai.

    Tidak hanya di darat, BMKG memperkirakan hujan dengan intensitas lebat di wilayah perairan berpotensi terjadi di Laut Cina Selatan, Perairan Barat Aceh hingga Sumatera Barat, Selat Malaka, Laut Natuna.

    Selain itu hujan lebat berpotensi terjadi di perairan utara Kalimantan Barat, Selat Makassar, Laut Jawa, Laut Flores, Teluk Tomini, Teluk Bone, Laut Seram, Laut Banda, Laut Maluku, dan Laut Arafura

    BMKG juga memperkirakan angin kencang diatas 45 km/jam berpeluang terjadi di beberapa wilayah yaitu Aceh, Sumatera Selatan, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Utara dan Kalimantan Selatan.

    Reporter: Nutakhmayani

     

  • BMKG Keluarkan Peringatan Dini untuk Beberapa Wilayah, Masyarakat Diimbau Waspada

    BMKG Keluarkan Peringatan Dini untuk Beberapa Wilayah, Masyarakat Diimbau Waspada

    7cloud.asia – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini untuk beberapa wilayah di Indonesia yang berpotensi diguyur hujan lebat diatas 50 mm/hari pada Rabu (13/12/2023).

    Dilihat dari laman resmi BMKG, wilayah yang berpotensi diguyur hujan lebat adalah wilayah Sumatra Utara, Sumatra Barat, Riau, Kepulauan Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Lampung.

    Selain itu, hujan lebat juga berpotensi mengguyur wilayah Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Utara, Kalimantan Timur.

    Wilayah Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat dan Papua juga diprediksi hujan lebat.

    Dengan kondisi cuaca seperti ini, BMKG memperingatkan warga adanya potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir, banjir bandang, dan tanah longsor di wilayah tersebut.

    BMKG juga memperkirakan adanya potensi hujan disertai kilat/petir atau hujan badai di wilayah Aceh, Sumatra Barat, Riau, Kepulauan Riau, Jambi, Kepulauan Bangka Belitung, Jawa Barat, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat.

    Cuaca serupa juga berpotensi melanda wilayah Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Gorontalo, Maluku Utara dan Maluku.

    Sedangkan angin kencang diatas 45 km/jam yang akan menerjang  wilayah  Aceh, Jawa Barat, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Utara dan Kalimantan Selatan.

    Hujan lebat juga diprediksi terjadi di wilayah perairan seperti  Laut Cina Selatan, Perairan sebelah barat Aceh hingga Sumatra Barat, Selat Malaka, Laut Natuna, Perairan utara Kalimantan Barat Selat Makassar.

    Selain itu hujan lebat juga diperkirakan terjadi di Laut Jawa, Laut Flores, Teluk Tomini, Teluk Bone, Laut Seram, Laut Banda, Laut Maluku, dan Laut Arafura.

    Untuk kota-kota lain di Indonesia, BMKG memperkirakan sebagian besar cerah dan cerah berawan. Suhu berkisar antara 21 hingga 34 derajat celsius.

    Suhu terendah di Kota Bandung dan suhu tertinggi diperkirakan terjadi di Kota Serang, Semarang dan Surabaya.

    Sementara untuk Kota Jakarta sepanjang Rabu ini cuaca diperkirakan cerah dan berawan. Suhu bekisar antara 23 hingga 31 derajat celsius. Tingkat kelembaban antara 65 hingga 90 persen.

    Reporter: Nurakhmayani

  • BMKG Perkirakan Hujan Lebat Hingga 20 Desember di Wilayah Ini, Masyarakat Diimbau Waspada Bencana

    BMKG Perkirakan Hujan Lebat Hingga 20 Desember di Wilayah Ini, Masyarakat Diimbau Waspada Bencana

     

    7cloud.asia – Hujan lebat mengguyur beberapa wilayah sejak November lalu. Namun ada pula hujan lebat yang baru terjadi di bulan Desember. Diantaranya di Pulau Timor, Nusa Tenggara Timur. Wilayah ini berpotensi hujan lebat hingga 20 Desember

    Kepala Stasiun Meteorologi El Tari Kupang, Sti Nenotek menjelaskan dengan kondisi cuaca seperti itu, masyarakat diimbau mewaspdai potensi bencana hidrometerologi seperti banjir, banjir bandang, longsor, dll.

    “Waspada dampak hujan lebat seperti banjir dan tanah longsor hingga 20 Desember 2023 ini,” ujarnya seperti yang dilansir Antaranews pada Rabu (13/12/2023).

    Menurutnya hal ini terjadi karena sebagian wilayah NTT berada pada musim hujan dengan kondisi suhu muka laut yang hangat dan kelembapan yang cukup basah di tiap lapisan atmosfer.

    Hal lain yang juga ikut mempengaruhi adalah adanya sirkulasi siklonik di laut Timor.

    Kondisi ini menyebabkan sebagian besar wilayah NTT berpotensi hujan intensitas sedang hingga lebat, yang disertai petir dan angin kencang.

    Dengan demikian, Sti mengingatkan masyarakat pada enam kabupaten/kota yang berada di Pulau Timor yakni Belu, Malaka, Timor Tengah Selatan (TTS) mewaspadai potensi bencana hidrometeorologi.

    Wilayah lain yang juga harus mewaspadai potensi bencana adalah Timor Tengah Utara (TTU), Kabupaten Kupang, dan Kota Kupang.

    Beberapa potensi bencana itu seperti pohon tumbang, jalanan licin, banjir, banjir bandang, tanah longsor, serta kerusakan atap bangunan maupun fasilitas umum.

    Bagi masyarakat yang tinggal di daerah dengan topografi curam atau tebing, Sti mengingatkan agar waspada terhadap potensi longsor.

    “Waspada potensi banjir bandang dan longsor saat hujan dengan durasi panjang,” kata Sti.

    Pihaknya, lanjut Sti, terus berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) di setiap kabupaten/kota untuk meneruskan informasi peringatan dini maupun prakiraan cuaca kepada masyarakat.

    Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Timor Tengah Selatan, Yerry Otte Nakamnanu menjelaskan pihaknya telah melakukan mitigasi bencana di beberapa titik yang rawan banjir dan longsor.

    Salah satunya dengan melakukan pengerukan saluran air menggunakan alat berat.

    Upaya lainnya adalah dengan melakukan pengalihan dan pembuatan tanggul empangan aliran air di kali yang akan mengarah ke pemukiman penduduk pada saat curah hujan tinggi.

    “Ini dilakukan untuk mengurangi risiko bencana banjir dan longsor,” kata Yerry.

     

    Reporter: Nurakhmayani