7cloud.asia – Hujan lebat mengguyur beberapa wilayah sejak November lalu. Namun ada pula hujan lebat yang baru terjadi di bulan Desember. Diantaranya di Pulau Timor, Nusa Tenggara Timur. Wilayah ini berpotensi hujan lebat hingga 20 Desember
Kepala Stasiun Meteorologi El Tari Kupang, Sti Nenotek menjelaskan dengan kondisi cuaca seperti itu, masyarakat diimbau mewaspdai potensi bencana hidrometerologi seperti banjir, banjir bandang, longsor, dll.
“Waspada dampak hujan lebat seperti banjir dan tanah longsor hingga 20 Desember 2023 ini,” ujarnya seperti yang dilansir Antaranews pada Rabu (13/12/2023).
Menurutnya hal ini terjadi karena sebagian wilayah NTT berada pada musim hujan dengan kondisi suhu muka laut yang hangat dan kelembapan yang cukup basah di tiap lapisan atmosfer.
Hal lain yang juga ikut mempengaruhi adalah adanya sirkulasi siklonik di laut Timor.
Kondisi ini menyebabkan sebagian besar wilayah NTT berpotensi hujan intensitas sedang hingga lebat, yang disertai petir dan angin kencang.
Dengan demikian, Sti mengingatkan masyarakat pada enam kabupaten/kota yang berada di Pulau Timor yakni Belu, Malaka, Timor Tengah Selatan (TTS) mewaspadai potensi bencana hidrometeorologi.
Wilayah lain yang juga harus mewaspadai potensi bencana adalah Timor Tengah Utara (TTU), Kabupaten Kupang, dan Kota Kupang.
Beberapa potensi bencana itu seperti pohon tumbang, jalanan licin, banjir, banjir bandang, tanah longsor, serta kerusakan atap bangunan maupun fasilitas umum.
Bagi masyarakat yang tinggal di daerah dengan topografi curam atau tebing, Sti mengingatkan agar waspada terhadap potensi longsor.
“Waspada potensi banjir bandang dan longsor saat hujan dengan durasi panjang,” kata Sti.
Pihaknya, lanjut Sti, terus berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) di setiap kabupaten/kota untuk meneruskan informasi peringatan dini maupun prakiraan cuaca kepada masyarakat.
Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Timor Tengah Selatan, Yerry Otte Nakamnanu menjelaskan pihaknya telah melakukan mitigasi bencana di beberapa titik yang rawan banjir dan longsor.
Salah satunya dengan melakukan pengerukan saluran air menggunakan alat berat.
Upaya lainnya adalah dengan melakukan pengalihan dan pembuatan tanggul empangan aliran air di kali yang akan mengarah ke pemukiman penduduk pada saat curah hujan tinggi.
“Ini dilakukan untuk mengurangi risiko bencana banjir dan longsor,” kata Yerry.
Reporter: Nurakhmayani

Leave a Reply