Tag: kota

  • Kenaikan Harga Tiket TransJakarta: Antara Tuntutan Efisiensi dan Kemampuan Masyarakat

    Kenaikan Harga Tiket TransJakarta: Antara Tuntutan Efisiensi dan Kemampuan Masyarakat

    7cloud.asia – Tidak terasa, pada 2025 ini Transjakarta (TJ) telah beroperasi 21 tahun. Berawal hanya melayani satu jalur Blok M-Stasiun Kota, TransJakarta kini berkembang ke kawasan Jabodetabek,

    Selama 21 tahun itu pula, harga tiket Transjakarta stabil di angka Rp3.500 per perjalanan.
    Namun agaknya setelah dua dekade, harga tiket TransJakarta akan naik. Pemerintah Jakarta menyatakan perlunya penyesuaian gelontoran subsidi tiket.

    Seperti yang diketahui, pemerintah memberikan subsidi harga tiket TransJakarta melalui skema public service obligation/PSO.

    Artinya, Pemerintah Jakarta menggelontorkan subsidi dari APBD yang jumlahnya triliunan tiap tahun untuk menanggung beban harga tiket sesungguhnya yang angkanya mencapai belasan ribu rupiah.

    Gubernur Pramono Anung mengatakan penyesuaian diperlukan lantaran pendapatan berbagai pos anggaran seperti transfer daerah dan dana bagi hasil (DBH) jeblok karena kondisi perekonomian makro yang sedang kurang sehat.

    Namun jika pemerintah sedang menghadapi kondisi buruknya perekonomian, masyarakat tentunya juga merasakan hal serupa secara langsung.

    Baca: Warganet usulkan tarif TransJakarta naik jadi Rp7000

    Ketika wacana kenaikan tarif TransJakarta muncul, pertanyaannya bukan semata “berapa besar kenaikannya”. Melainkan bagaimana akibatnya pada penumpang di tengah harga barang dan jasa yang terus melangit.

    Seberapa kuat daya beli masyarakat?
    Menurut data Kementerian Perhubungan (2024), biaya transportasi menyedot 12,46 persen pengeluaran rumah tangga di Indonesia.

    Padahal, standar Bank Dunia (2023) angka idealnya biaya transportasi tidak lebih dari 10 persen dari total biaya hidup bulanan.

    Jika kita menelisik ketika TransJakarta menetapkan tarif Rp3.500 pada 2005, UMP Jakarta saat itu adalah Rp711.843 per bulan.

    Dengan asumsi biaya perjalanan pulang-pergi harian adalah Rp7 ribu, tarif tersebut setara dengan sekitar 0.49 persen dari UMP.

    20 tahun berselang, UMP Jakarta saat ini sudah sebesar Rp5,4 juta. Tarif sekarang secara proporsional bisa mencapai sekitar Rp26 ribu pulang pergi atau Rp780 ribu per bulan. Angka tersebut berporsi 14,5 persen dari UMP.

    Baca: Tarif LRT dan MRT belum naik, tarif TransJakarta kemungkinan naik

    Sementara jika mengikuti batas maksimal beban transportasi Bank Dunia terhadap pendapatan per bulan, angka ideal ada di Rp9 ribu sekali jalan.

    Jika merujuk pada angka tiket riil (tanpa subsidi) per penumpang yang saat ini sebesar Rp13 ribu. Maka pemda Jakarta masih perlu memberi subsidi sebesar Rp4 ribuan per pelanggan.

    Namun apakah angka Rp9 ribu bisa diterima oleh semua lapisan kalangan masyarakat? Jawabannya tentu tidak. Sebab, tidak semua orang memiliki penghasilan rutin dan sebesar UMP.

    Ada sekitar 30 juta jiwa yang menetap di kawasan Jabodetabek. Dan secara proporsi lebih dari separuh orang berusia produktif yang ada merupakan pekerja informal.

    Ujian pemerataan dan keadilan transportasi umum
    Bagi Pemprov DKI Jakarta, kebijakan ini memang perlu perhitungan matang. Karena meski harus berhemat duit daerah, Pemprov DKI Jakarta tetap harus mengkedepankan fungsi pelayanan publiknya.

    Sebagai titik tengah, pemerintah Jakarta perlu menggeser fokus dari subsidi untuk tarif flat ke subsidi dari sisi permintaan (demand-side subsidies), yang secara khusus menargetkan kelompok rentan.

    Baca: Berkat TransJakarta, Jakarta masuk daftar 20 kota dengan layanan transportasi terbaik di dunia

    Hal ini sukses dilakukan pemerintah kota Bogotá (Kolombia) dan Buenos Aires (Argentina) sebelumnya.

    Fungsi ini sebenarnya juga sudah oleh Pemda Jakarta. Belum lama ini Pemda Jakarta menerbitkan Peraturan Gubernur Jakarta Nomor 33 Tahun 2025 tentang Pemberian Layanan Angkutan Umum Massal Gratis Bagi 15 Kelompok Masyarakat Tertentu.

    Meski tampak progresif, kebijakan ini sekaligus membuka perdebatan baru soal keadilan spasial dan sosial mengenai siapa yang berhak atas mobilitas gratis.

    Pun dengan bagaimana mekanisme verifikasi pendapatan dilakukan, dan sejauh mana program semacam ini mampu mendorong pergeseran moda secara berkelanjutan tanpa membebani kas daerah.

    Pendekatannya bisa melalui integrasi data Kartu Jakarta Pintar (KJP) dengan sistem Jakarta Kini (JAKI) dan Dinas atau unit Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) sehingga penerima manfaat transportasi gratis dapat diverifikasi otomatis dan transparan.

    Penguatan transportasi pengumpan (mikrotrans) dan jalur pejalan kaki juga menjadi kunci agar biaya keseluruhan perjalanan warga menurun.

    Artikel ini pertama kali terbit di The Conversation, Penulis: Nirma Yossa (Peneliti Pusat Riset Kependudukan, Badan Riset dan Inovasi Nasional/BRIN) dan Inayah Hidayati (Direktorat Kebijakan Pembangunan Manusia, Kependudukan dan Kebudayaan BRIN)

     

  • Cuaca Hari Ini: Seluruh Kota di Pulau Jawa Berpotensi Hujan

    Cuaca Hari Ini: Seluruh Kota di Pulau Jawa Berpotensi Hujan

    7cloud.asia – Kondisi cuaca hujan dengan intensitas ringan hingga hujan disertai petir berpotensi mengguyur seluruh kota di Pulau Jawa pada Jumat (14/11/2025).

    Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) dalam kanal youtube resminya mengukapkan Kota Serang, Bandung, Semarang, Yogyakarta berpotensi hujan dengan intensitas ringan.

    Sementara Kota Jakarta berpotensi hujan dengan intensitas sedang. Kota Surabaya berpotensi dilanda hujan disertai petir.

    Sedangkan kota-kota lainnya juga berpotensi hujan berintensitas ringan hingga hujan disertai petir. Kota Medan, Pekanbaru, Bengkulu, Jambi, Pangkal Pinang, Mataram, Pontianak, Palangkaraya, Samarinda berpotensi hujan berintensitas ringan.

    Kondisi cuaca serupa berpeluang pula terjadi di Kota Mamuju, Palu, Gorontalo, Manado, Ambon, Ternate, Sorong, Manokwari, Jayawijaya dan Jayapura.  

    Kemudian hujan berintensitas sedang berpotensi mengguyur Kota Tanjung Pinang dan Nabire. Sedangkan hujan disertai petir berpotensi melanda Kota Bandar Lampung, Denpasar, Kupang, Tanjung Selor, Banjarmasin, Makassar, Kendari dan Merauke.

    BMKG juga memprediksi adanya angin kencang yang akan melanda wilayah Sulawesi Selatan.

    Tak hanya hujan dan angin kencang, BMKG memprediksi adanya banjir rob di sejumlah wilayah pesisir. Seperti pesisir Kepulauan Riau, pesisir Bangka Belitung, pesisir Lampung, pesisir Selatan Jawa Barat.

    Selain itu pesisir Jawa Tengah bagian utara, pesisir Jawa Timur, pesisir Kalimantan Selatan dan pesisir Kalimantan Barat juga berpotensi terjadi banjir rob.

  • Cuaca Hari Ini: Seluruh Wilayah di Pulau Jawa Berpeluang Hujan

    Cuaca Hari Ini: Seluruh Wilayah di Pulau Jawa Berpeluang Hujan

    7cloud.asia – Kondisi cuaca hujan dengan intensitas ringan hingga hujan disertai petir berpeluang mengguyur seluruh wilayah Pulau Jawa pada Rabu (19/11/2025).

    Melalui kanal youtube resmi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), hujan berintensitas ringan akan terjadi di Kota Serang, Jakarta, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Aceh, Medan, Pekanbaru, Tanjung Pinang, Jambi, Bengkulu.

    Selain itu Kota Mataram, Palangkaraya, Manado, Gorontalo, Palu, Mamuju, Makassar, Kendari, Ternate, Ambon, Manokwari, Jayapura dan Jayawijaya berpotensi juga terjadi hujan dengan intensitas ringan.

    Kemudian hujan dengan intensitas sedang berpotensi mengguyur Kota Bandar Lampung, Surabaya, Banjarmasin, Sorong dan Merauke.

    Sedangkan  hujan disertai petir berpotensi melanda Kota Padang, Pangkal Pinang, Pontianak, Tanjung Selor, Samarinda dan Nabire.

    BMKG juga mengajak masyarakat yang tinggal di wilayah pesisir agar mewaspadai potensi banjir rob di sejumlah wilayah pesisir. Seperti pesisir Aceh, pesisir Sumatera Utara, pesisir Sumatera Barat, pesisir Banten, pesisir utara Jakarta, pesisir Jawa Barat.

    Pesisir Jawa Timur, pesisir Nusa Tenggara Barat, pesisir Kalimantan Selatan, pesisir Kalimantan Utara, pesisir Sulawesi Utara  juga berpotensi terjadi banjir rob.

     

  • Kota Yogyakarta Bakal Buat 60 Biopori Jumbo untuk Mengantisipasi Penutupan TPA Piyungan

    Kota Yogyakarta Bakal Buat 60 Biopori Jumbo untuk Mengantisipasi Penutupan TPA Piyungan

    7cloud.asia – Pemerintah Kota Yogyakarta terus menyiapkan langkah antisipasi menjelang rencana penutupan penuh Tempat Pembuangan Akhir atau TPA Piyungan tahun depan.

    Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo saat memberikan pengarahannya menegaskan bahwa seluruh transporter harus memperkuat upaya pengurangan sampah sebelum masuk depo.

    Ia meminta agar sampah yang dibawa ke depo hanya berupa sampah residu, hasil dari proses pemilahan yang dilakukan, baik oleh warga maupun transporter itu sendiri.

    “Pemilahan sampah harus menjadi budaya. Yang masuk ke depo hanyalah residu. Untuk organik dan anorganik harus selesai di wilayah,” tegasnya.

     

    Baca: Pemkot Yogyakarta gandeng BRIN untuk atasi masalah sampah

    Untuk mendukung penanganan sampah organik, Wali Kota mengungkapkan rencana pembangunan biopori jumbo di wilayah yang sampahnya dibuang ke Depo Mandalakrida dan Depo Kebun Raya/Gembira Loka.

    “Kami menargetkan pembuatan sekitar 60 biopori jumbo. Biopori jumbo ini akan
    ditempatkan yang dekat dengan transporter sehingga dapat meringankan beban kerja transporter,” ungkapnya.

    Selain itu, Pemkot juga akan terus melanjutkan program pemberian galon bekas air mineral sebagai sarana pemilahan. Galon-galon tersebut dipakai untuk memisahkan sampah organik basah mentah dan sampah organik basah matang.

    Sementara untuk sampah anorganik, Hasto menegaskan bahwa tidak boleh lagi dibawa ke depo. Sampah anorganik harus dimaksimalkan penyerapannya melalui bank sampah atau melalui jaringan perosok yang selama ini menjadi mitra transporter di lapangan.

    Baca: Pemerintah kota Yogyakarta dorong warga memilah sampah

    Dengan mekanisme ini, volume sampah yang dibawa ke depo bisa berkurang signifikan.

    Pada kesempatan tersebut Hasto juga meminta para Mantri Pamong Praja dan lurah untuk aktif mendampingi para transporter untuk memastikan proses pemilahan berjalan, dan segera merespons apabila transporter di lapangan menemui kendala.

    “Jangan sampai transporter bekerja sendiri. Kalau ada masalah, perangkat wilayah harus yang pertama tahu,” ujar Hasto.

    Ia berharap melalui penguatan pemilahan, pembangunan biopori jumbo, optimalisasi bank sampah, serta pendampingan intensif perangkat wilayah, maka Kota Yogyakarta dapat menghadapi penutupan TPA Piyungan ini dengan lebih siap dan lebih tangguh.

  • Cuaca Hari Ini: Sejumlah Kota Berpotensi Hujan Disertai Petir, Diantaranya Yogyakarta

    Cuaca Hari Ini: Sejumlah Kota Berpotensi Hujan Disertai Petir, Diantaranya Yogyakarta

    7cloud.asia – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi sejumlah kota berpotensi hujan disertai petir pada Kamis (20/11/2025). Diantaranya adalah Yogyakarta.  

    Melalui kanal youtube resmi BMKG, selain Yogyakarta, hujan disertai petir berpotensi melanda Kota Tanjung Pinang, Padang, Jambi, Pangkal Pinang, Palembang, Bandar Lampung, Tanjung Selor, Pontianak, Banjarmasin, Mamuju dan Manado.

    Sedangkan hujan berintensitas ringan berpeluang terjadi di Kota Banda Aceh, Medan, Pekanbaru, Bengkulu, Serang, Jakarta, Bandung, Semarang, Surabaya, Mataram, Samarinda, Palangkaraya, Gorontalo, Palu, Makassar, Kendari.

    Kondisi cuaca serupa berpeluang pula terjadi di Kota Ambon, Sorong, Manokwari, Nabire, Jayapura, Jayawijaya dan Merauke. Kemudian Hujan berintensitas sedang berpotensi mengguyur Kota Ternate.

    BMKG juga mengajak masyarakat yang tinggal di wilayah pesisir agar mewaspadai potensi banjir rob di sejumlah wilayah pesisir. Seperti pesisir Aceh, pesisir Sumatera Utara, pesisir Sumatera Barat, pesisir Kepulauan Bangka Belitung, pesisi Banten.

    Pesisir utara Jakarta, pesisir Jawa Barat, pesisir Jawa Timur, pesisir Nusa Tenggara Barat, pesisir Kalimantan Selatan, pesisir Kalimantan Utara, pesisir Sulawesi Utara  juga berpotensi terjadi banjir rob.

     

     

  • Cuaca Hari Ini: BMKG Keluarkan Peringatan Dini Cuaca Ekstrem, Status Awas untuk Wilayah Ini

    Cuaca Hari Ini: BMKG Keluarkan Peringatan Dini Cuaca Ekstrem, Status Awas untuk Wilayah Ini

    7cloud.asia – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem berupa hujan sangat lebat di wilayah Aceh pada Jumat (21/11/2025). Kondisi cuaca seperti ini berada pada status awas.

    Hal ini diungkapkan oleh prakirawan BMKG, Nazmi Nariyah dalam kanal youtube resmi BMKG. “Terdapat peringatan dini dengan kategori awas yang berpotensi menyebabkan hujan sangat lebat hingga ekstrem di wilayah Aceh,” kata Nazmi.

    BMKG juga mengajak masyarakat untuk bersiaga menghadapi hujan disertai petir di Kota Tanjung Pinang, Tanjung Selor, Samarinda, Banjarmasin, Mamuju, Ternate dan Nabire. Sementara hujan berintensitas sedang berpotensi mengguyur Kota Medan, Makassar, Sorong dan Merauke.

    Sedangkan hujan dengan intensitas ringan berpotensi terjadi di Kota Banda Aceh, Pekanbaru, Padang, Jambi, Bengkulu, Palembang, Pangkal Pinang, Bandar Lampung, Jakarta, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Surabaya.

    Selain itu Kota Mataram, Pontianak, Palangkaraya, Gorontalo, Manado, Kendari, Ambon, Manokwari, Jayawijaya dan Jayapura juga berpotensi terjadi hujan dengan intensitas ringan.  

    BMKG juga mengajak masyarakat yang tinggal di wilayah pesisir agar mewaspadai potensi banjir rob di sejumlah wilayah pesisir. Seperti pesisir Aceh, pesisir Sumatera Utara, pesisir Sumatera Barat, pesisir Jambi, pesisir Kepulauan Bangka Belitung, pesisir Banten.

    Pesisir utara Jakarta, pesisir Jawa Barat, pesisir Jawa Timur, pesisir Nusa Tenggara Barat, pesisir Bali, pesisir Kalimantan Selatan, pesisir Kalimantan Utara, pesisir Kalimantan Barat, pesisir Sulawesi Utara  juga berpotensi terjadi banjir rob.

     

  • Cuaca Akhir Pekan: Sebagian Besar Kota di Indonesia Bakal Hujan, Termasuk Jakarta

    Cuaca Akhir Pekan: Sebagian Besar Kota di Indonesia Bakal Hujan, Termasuk Jakarta

    7cloud.asia – Kondisi hujan dengan intensitas ringan hingga hujan disertai petir berpotensi mengguyur sebagian besar kota di Indonesia, termasuk Jakarta pada Sabtu (22/11/2025).

    Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melalui kanal youtube resminya menyebut hujan berintensitas ringan berpotensi terjadi di Kota Banda Aceh, Medan, Padang, Jambi, Bengkulu, Palembang, Pangkal Pinang, Serang.

    Kondisi cuaca serupa juga berpotensi terjadi di Kota Bandung, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, Mataram, Denpasar, Palangkaraya, Banjarmasin, Palu, Mamuju, Gorontalo, Manado, Kendari, Ternate, Ambon, Sorong, Manokwari, Nabire, Jayapura dan Jayawijaya.

    Kemudian hujan dengan intensitas sedang berpotensi mengguyur Kota Jakarta, Tanjung Selor dan Makassar. Sedangkan hujan berintensitas lebat berpotensi mengguyur Kota Bandar Lampung.

    Sementara hujan disertai petir berpotensi melanda Kota Pontianak, Samarinda dan Merauke.

    BMKG juga mengajak masyarakat yang tinggal di wilayah pesisir agar mewaspadai potensi banjir rob di sejumlah wilayah pesisir. Seperti pesisir Aceh, pesisir Sumatera Utara, pesisir Lampung, pesisir Jambi, pesisir Kepulauan Bangka Belitung, pesisir Banten.

    Pesisir utara Jakarta, pesisir selatan Jawa Barat, pesisir Jawa Timur, pesisir Nusa Tenggara Barat, pesisir Bali, pesisir Kalimantan Selatan, pesisir Kalimantan Utara, pesisir Kalimantan Barat, pesisir Sulawesi Utara  juga berpotensi terjadi banjir rob.

     

  • Cuaca Hari Ini: Sejumlah Kota Besar Bakal Hujan, Termasuk Surabaya

    Cuaca Hari Ini: Sejumlah Kota Besar Bakal Hujan, Termasuk Surabaya

    7cloud.asia – Sejumlah kota besar berpotensi hujan dengan intensitas ringan hingga hujan disertai petir pada Senin (24/11/2025), termasuk Kota Surabaya.

    Selain Kota Surabaya, hujan berintensitas ringan berpotensi pula terjadi di Kota Banda Aceh, Pekanbaru, Tanjung Pinang, Bengkulu, Jambi, Pangkal Pinang, Bandung, Yogyakarta, Denpasar, Mataram, Kupang, Samarinda, Palu, Gorontalo, Ternate, Ambon, Manokwari, Jayawijaya dan Merauke.

    Sementara hujan berintensitas sedang berpeluang mengguyur Kota  Medan, Palembang, Mamuju, Makassar dan Jayapura. Sedangkan hujan disertai petir berpotensi melanda Kota Padang, Semarang, Pontianak, Tanjung Selor, Pontianak dan Banjarmasin,

    BMKG juga mengajak masyarakat yang tinggal di wilayah pesisir agar mewaspadai potensi banjir rob di sejumlah wilayah pesisir. Seperti pesisir Aceh, pesisir Sumatera Utara, pesisir Jambi, pesisir Kepulauan Bangka Belitung, pesisir Lampung, pesisir Banten.

    Pesisir utara Jakarta, pesisir selatan Jawa Barat, pesisir Jawa Tengah, pesisir Jawa Timur, pesisir Nusa Tenggara Barat, pesisir Kalimantan Selatan, pesisir Kalimantan Utara, pesisir Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah juga berpotensi terjadi banjir rob.

     

     

  • Urbanisasi Terus Meningkat: Jumlah Kota Besar di Dunia Terus Bertambah

    Urbanisasi Terus Meningkat: Jumlah Kota Besar di Dunia Terus Bertambah

    7cloud.asia – Laporan terbaru Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyebut dunia mengalami urbanisasi yang pesat, dengan kota-kota kini menampung 45 persen dari populasi global yang berjumlah 8,2 miliar jiwa.

    Menurut laporan Prospek Urbanisasi Dunia 2025 dari Departemen Ekonomi dan Sosial PBB, sejak 1950, ketika hanya 20 persen dari 2,5 miliar penduduk dunia tinggal di kota, populasi perkotaan telah meningkat lebih dari dua kali lipat.

    Pada 2050, diproyeksikan bahwa dua pertiga pertumbuhan populasi global akan terjadi di kota-kota, dengan sepertiga sisanya di kota kecil.

    Jumlah kota besar, kawasan perkotaan dengan 10 juta penduduk atau lebih, telah meningkat empat kali lipat dari delapan pada tahun 1975, menjadi 33 pada tahun 2025. Lebih dari separuhnya, tepatnya 19 kota berada di Asia.

    Ibu kota Mesir, Kairo, adalah satu-satunya kota di luar Asia yang masuk 10 besar.

    Daftar kota besar diperkirakan akan bertambah menjadi 37 pada tahun 2050 karena populasi Addis Ababa (Etiopia), Dar es Salaam (Tanzania), Hajipur (India), dan Kuala Lumpur (Malaysia) berada di jalur untuk melampaui angka 10 juta.

    Kecil tapi perkasa
    Di seluruh dunia, lebih banyak orang tinggal di kota-kota kecil dan menengah, yang tumbuh lebih cepat daripada kota besar, terutama di Afrika dan Asia.

    Para ahli menganalisis sekitar 12.000 kota. Mayoritas, 96 persen, memiliki penduduk kurang dari satu juta jiwa, sementara 81 persen memiliki penduduk kurang dari 250.000 jiwa.

    Jumlah total kota telah meningkat lebih dari dua kali lipat sejak tahun 1975, dan proyeksi menunjukkan jumlahnya dapat melebihi 15.000 jiwa pada pertengahan abad ini, dengan sebagian besar kota memiliki populasi di bawah 250.000 jiwa.

    Meskipun banyak kota terus berkembang, laporan yang dirilis pada 18 November itu mengungkapkan bahwa kota-kota lain mengalami penurunan populasi.

    “Beberapa kota mengalami penyusutan populasi meskipun populasi negara mereka bertambah, sementara yang lain justru bertambah meskipun populasi nasional menurun,” katanya.

    Sebagian besar kota yang menyusut memiliki penduduk kurang dari 250.000 jiwa pada tahun 2025. Lebih dari sepertiganya berada di China dan 17 persen berada di India.

    Namun, Mexico City dan Chengdu, China, termasuk di antara kota-kota sangat besar yang juga mengalami penurunan populasi.

    Kota kecil dan daerah pedesaan
    Sementara itu, kota – yang didefinisikan memiliki setidaknya 5.000 penduduk – merupakan jenis permukiman yang paling umum di lebih dari 70 negara, sebuah kelompok yang beragam yang mencakup Jerman, India, Uganda, dan Amerika Serikat.

    Daerah pedesaan tetap menjadi jenis permukiman yang paling umum di 62 negara. Angka ini menurun dibandingkan dengan 116 negara pada tahun 1975, dan jumlah ini diperkirakan akan terus menurun menjadi 44 negara pada tahun 2050.

    Afrika Sub-Sahara adalah satu-satunya kawasan yang terus mengalami pertumbuhan dalam hal ini, dan diperkirakan akan menyumbang hampir seluruh pertumbuhan penduduk pedesaan di masa mendatang.

  • Tiang Tol JORR di Cilincing Kini Berhiaskan Mural

    Tiang Tol JORR di Cilincing Kini Berhiaskan Mural

    7cloud.asia – Sebanyak 10 pilar di kolong Tol Jakarta Outer Ring Road (JORR) atau Lingkar Luar Jakarta di Jalan Raya Cilincing, Kelurahan Kalibaru, Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara kini telah dipercantik dengan mural.

    Pembuatan mural ini dikerjakan oleh empat petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) untuk menambah keindahan.

    Lurah Kalibaru, Sukarmin mengatakan, pembuatan mural ini dalam upaya penataan kawasan di bawah kolong tol agar menjadi lebih rapi, bersih, dan estetik, serta menghilangkan kesan kumuh.

    “Pembuatan mural ini untuk menjawab tantangan lingkungan yang meniadakan kesan kumuh serta menciptakan keteraturan visual di sepanjang jalur bawah tol,” ujarnya, Senin (24/11/2025) sebagaimana dikutip beritajakarta.id.

    Baca: Taman di kolong Tol Wiyoto Wiyono

    Sukarmin menjelaskan, pengerjaan mural ini dilakukan oleh 10 pasukan oranye sejak 5 November lalu, dan rampung 23 November 2025 kemarin.

    Mural yang menghiasi pilar-pilar tersebut didominasi motif abstrak. Selain itu, terdapat pula gambar pelabuhan, pantai, Monas, rumah joglo, dan lainnya.

    “Motif dan ilustrasi yang ditampilkan menggambarkan semangat kebersihan, ketertiban, dan kebersamaan. Hal ini sejalan dengan upaya kelurahan untuk menciptakan lingkungan yang lebih indah dan nyaman,” terangnya.

    Ia berharap, melalui sentuhan mural di sejumlah pilar tol tersebut dapat memberikan kesan positif untuk lingkungan Kalibaru. Bahkan, warga semakin nyaman dan semangat untuk bersama-sama menjaga kebersihan lingkungan.

    Baca: Pemprov DKI Jakarta manfaatkan kolong tol jadi ruang terbuka hijau

    “Mural ini juga dapat dinikmati oleh para pengendara yang melintas agar tidak bosan saat mengendarai dan dapat menghilangkan rasa lelah karena tertarik melihat keindahan yang ada,” ungkapnya.

    Sementara itu, salah seorang warga RW 12, Kelurahan Kalibaru, Nur Jannah (47) mengaku tertarik melihat lukisan mural di sejumlah pilar tol tersebut.

    Mural warna warni ini tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga membawa pesan positif bagi masyarakat.

    “Bagus dan cantik-cantik sekali. Mari kita menjaga keindahan mural itu dengan tidak melakukan vandalisme,” tandasnya.