7cloud.asia – Pemerintah Kota Yogyakarta terus menyiapkan langkah antisipasi menjelang rencana penutupan penuh Tempat Pembuangan Akhir atau TPA Piyungan tahun depan.
Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo saat memberikan pengarahannya menegaskan bahwa seluruh transporter harus memperkuat upaya pengurangan sampah sebelum masuk depo.
Ia meminta agar sampah yang dibawa ke depo hanya berupa sampah residu, hasil dari proses pemilahan yang dilakukan, baik oleh warga maupun transporter itu sendiri.
“Pemilahan sampah harus menjadi budaya. Yang masuk ke depo hanyalah residu. Untuk organik dan anorganik harus selesai di wilayah,” tegasnya.
Baca: Pemkot Yogyakarta gandeng BRIN untuk atasi masalah sampah
Untuk mendukung penanganan sampah organik, Wali Kota mengungkapkan rencana pembangunan biopori jumbo di wilayah yang sampahnya dibuang ke Depo Mandalakrida dan Depo Kebun Raya/Gembira Loka.
“Kami menargetkan pembuatan sekitar 60 biopori jumbo. Biopori jumbo ini akan
ditempatkan yang dekat dengan transporter sehingga dapat meringankan beban kerja transporter,” ungkapnya.
Selain itu, Pemkot juga akan terus melanjutkan program pemberian galon bekas air mineral sebagai sarana pemilahan. Galon-galon tersebut dipakai untuk memisahkan sampah organik basah mentah dan sampah organik basah matang.
Sementara untuk sampah anorganik, Hasto menegaskan bahwa tidak boleh lagi dibawa ke depo. Sampah anorganik harus dimaksimalkan penyerapannya melalui bank sampah atau melalui jaringan perosok yang selama ini menjadi mitra transporter di lapangan.
Baca: Pemerintah kota Yogyakarta dorong warga memilah sampah
Dengan mekanisme ini, volume sampah yang dibawa ke depo bisa berkurang signifikan.
Pada kesempatan tersebut Hasto juga meminta para Mantri Pamong Praja dan lurah untuk aktif mendampingi para transporter untuk memastikan proses pemilahan berjalan, dan segera merespons apabila transporter di lapangan menemui kendala.
“Jangan sampai transporter bekerja sendiri. Kalau ada masalah, perangkat wilayah harus yang pertama tahu,” ujar Hasto.
Ia berharap melalui penguatan pemilahan, pembangunan biopori jumbo, optimalisasi bank sampah, serta pendampingan intensif perangkat wilayah, maka Kota Yogyakarta dapat menghadapi penutupan TPA Piyungan ini dengan lebih siap dan lebih tangguh.

Leave a Reply