Tag: kota

  • Cuaca Hari Ini: Banten Berpotensi Hujan Sangat Lebat Disertai Angin Kencang, Status “Siaga”

    Cuaca Hari Ini: Banten Berpotensi Hujan Sangat Lebat Disertai Angin Kencang, Status “Siaga”

    7cloud.asia – Hujan dengan intensitas lebat hingga sangat lebat disertai angin kencang berpotensi mengguyur wilayah Banten pada Selasa (17/02/2026).

    Dalam laman resmi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) status “Siaga” ini berlaku pula untuk wilayah Jakarta, Aceh, Jambi, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Utara, Sulawesi Selatan dan Maluku Utara.

    Sementara wilayah lainnya, seperti Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Sumatera Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Lampung, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan berpotensi hujan berintensitas sedang hingga lebat.

    Kondisi cuaca serupa berpeluang pula mengguyur wilayah Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara, Maluku, Papua Barat Daya, Papua Barat, Papua Tengah, Papua Pegunungan dan Papua.

    BMKG juga mengimbau masyarakat agar mewaspadai potensi angin kencang yang tak hanya melanda wilayah Banten, tetapi juga melanda wilayah Nusa Tenggara Barat dan Sulawesi Utara.       

  • Program “Mundur, Munggah, Madhep Kali” di Yogyakarta Mengubah Wajah Sungai Winongo Jadi Asri

    7cloud.asia – Melalui skema penataan kawasan, Pemerintah Kota Yogyakarta terus menggenjot program revitalisasi pemukiman di pinggir sungai guna menghapus kesan kumuh sekaligus meningkatkan aspek keselamatan warga.

    Salah satu fokus utama saat ini menyasar Kampung Bangunrejo yang terletak di bantaran Sungai Winongo, di pusat Kota Yogyakarta.

    Program revitalisasi yang dikenal dengan konsep Mundur, Munggah, Madhep Kali (M3K) ini menjadi strategi utama dalam menata hunian masyarakat agar lebih layak huni dan memiliki aksesibilitas yang memadai.

    Melalui program ini, rumah warga yang semula membelakangi sungai diatur kembali agar menghadap ke arah aliran air Sungai Winongo

    Perubahan fisik di Kampung Bangunrejo membawa angin segar bagi kehidupan sosial warga. Kawasan yang sebelumnya masuk dalam daftar 11 kelurahan kumuh di Yogyakarta kini perlahan mulai berseri.

    Baca: Pembangunan IPAL Komunal di Pemukiman Pinggir Sungai Code

    Langkah kolaboratif antara legislatif dan warga ini diharapkan menjadi percontohan bagi wilayah bantaran sungai lainnya di Kota Yogyakarta demi mewujudkan kota yang lebih berkelanjutan dan tangguh bencana.

    Wakil Ketua Komisi A DPRD Kota Yogyakarta, Indaruwanto Eko Cahyono, menjelaskan bahwa langkah ini bukan sekadar urusan estetika, melainkan bagian penting dari mitigasi bencana di kawasan padat penduduk.

    Menurutnya, langkah ini adalah program mitigasi. Kalau rumah terlalu mepet ke sungai, ini rawan longsor dan banjir. Selain itu penataan melahirkan akses jalan yang memungkinkan untuk pemadam kebakaran atau ambulans bisa lewat.

    “Jadi, ini bagian dari pemerintah kota untuk memberikan layanan maksimal agar saat ada bencana, bantuan tidak terhambat alasan akses,” ujar Indaruwanto saat meninjau lokasi di Kampung Bangunrejo seperti dilansir di laman resmi Pemkot Yogyakarta.

    Senada dengan hal tersebut, Anggota Komisi A DPRD Kota Yogyakarta, Haryanto, menekankan bahwa konsep M3K memiliki fleksibilitas sesuai dengan ketersediaan lahan milik warga.

    Baca: Mengintip Konsep Drainase Lestari yang Diterapkan Pemkot Yogyakarta

    Jika lahan terbatas, fokus utama adalah memundurkan bangunan dan mengubah orientasi rumah ke arah sungai.

    “Mundur, Munggah, Madhep Kali. Kalau pekarangan sempit, bisa ditingkat (munggah). Tapi kalau tidak ada lahan untuk tingkat, yang penting mundur saja dan tetap menghadap sungai (madhep kali). Tujuannya agar area depan rumah menjadi ruang terbuka yang bersih,” terang Haryanto.

    Dampak dari penataan ini mulai dirasakan secara signifikan oleh masyarakat setempat. Kawasan yang dulunya merupakan bagian dalam rumah atau gang sempit, kini berubah menjadi akses jalan yang cukup lebar.

    Haryanto menambahkan bahwa dengan rumah yang menghadap sungai, perilaku masyarakat diharapkan berubah menjadi lebih peduli terhadap kebersihan aliran air.

    “Dahulu ini bukan jalan, tapi bagian dalam rumah. Sekarang sudah tertata, bahkan mobil pemadam kebakaran ukuran kecil sudah bisa masuk. Kalau rumah sudah menghadap sungai, masyarakat otomatis akan menjaga kebersihan karena sungai menjadi halaman depan mereka,” tambahnya.

  • Bakal Direvitalisasi, Taman Semangi Nantinya Bisa Dimanfaatkan Masyarakat Umum

    Bakal Direvitalisasi, Taman Semangi Nantinya Bisa Dimanfaatkan Masyarakat Umum

    7cloud.asia – Taman Semanggi, Jakarta Pusat yang selama ini bersifat pasif akan dihidupkan lagi lewat proyek revitalisasi menggunakan skema pembiayaan kreatif berbasis hak penamaan (naming rights).

    Peletakan batu pertama (groundbreaking) revitalisasi Taman Semanggi dilakukan pada Jumat (20/2/2026) oleh Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung.

    Kegiatan ini sekaligus menjadi awal penataan ruang terbuka hijau (RTH) di salah satu simpul strategis Kota Jakarta yang dilaksanakan secara kolaboratif bersama PT Media Indra Buana.

    Taman Semanggi yang memiliki luas sekitar enam hektare yang tersebar di empat sisi kawasan Simpang Susun Semanggi menjadi salah satu paru-paru kota Jakarta.

    Nantinya, taman ini akan dilengkapi berbagai fasilitas publik, seperti jalur pedestrian, area olahraga, plaza kegiatan, ruang komunal, elemen air, serta kolam resapan dan tampungan air guna meningkatkan kualitas lingkungan dan pengelolaan limpasan air hujan.

    Dalam sambutannya, Pramono Anung menyampaikan, Taman Semanggi merupakan kawasan bersejarah yang digagas presiden pertama Republik Indonesia pertama, Soekarno, pada 1962.

    Bentuk simpang susun yang menyerupai empat helai daun semanggi merepresentasikan fungsi, konektivitas, dan transformasi, sekaligus nilai estetika dan kehidupan yang tetap relevan hingga saat ini.

    “Pemerintah Provinsi DKI Jakarta ingin kawasan ini benar-benar menjadi tempat yang ikonik dan dapat dimanfaatkan oleh semua orang dengan baik. Taman Semanggi akan menjadi simbol regenerasi dari gagasan Bung Karno yang tetap kontekstual dengan kebutuhan Jakarta hari ini,” ujarnya.

    Pramono menjelaskan konsep revitalisasi Taman Semanggi mengusung tiga pendekatan utama. Pertama, regeneration, yakni pemulihan ekologi kawasan melalui penataan lanskap dan penanaman vegetasi.

    Kedua, reconnection, yaitu penguatan keterhubungan antarruang agar kawasan taman seluas kurang lebih enam hektare ini dapat diakses dengan lebih mudah, aman, dan nyaman.

    “Kemudian, ada reactivation, yaitu mengaktifkan kembali kawasan taman agar dapat dimanfaatkan oleh seluruh kelompok masyarakat. Yang paling penting, seluruh penataan ini dilakukan tanpa mengganggu lalu lintas yang ada. Kawasan Semanggi merupakan koridor transportasi utama sekaligus wajah Jakarta,” jelasnya.

    Pramono menyampaikan pembangunan kawasan ini membutuhkan anggaran sekitar Rp134 miliar yang sepenuhnya tidak bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

    Skema tersebut memungkinkan pembangunan berjalan tanpa membebani kas daerah sekaligus menjamin keberlanjutan pengelolaan taman ke depan.

    “Selama ini, kawasan Taman Semanggi cenderung berfungsi pasif dan terfragmentasi oleh arus lalu lintas. Melalui revitalisasi, kawasan ini akan ditata menjadi ruang publik yang aktif, terintegrasi, dan inklusif dengan menghubungkan fungsi ekologi, mobilitas pejalan kaki dan pesepeda, serta aktivitas sosial masyarakat,” pungkasnya.

  • Malioboro Bakal Dijadikan Kawasan Pedestrian Penuh pada 2026

    Malioboro Bakal Dijadikan Kawasan Pedestrian Penuh pada 2026

    7cloud.asia – Kawasan Malioboro bersiap memasuki babak baru. Pada 2026, ikon pariwisata Yogyakarta ini ditargetkan menjadi kawasan pedestrian penuh (full pedestrian).

    Hal ini seiring langkah strategis Pemda Daerah Istimewa Yogyakarta dalam menata lalu lintas, parkir, serta moda transportasi ramah lingkungan di pusat kota termasuk Jalan Malioboro.

    Kebijakan tersebut merupakan bagian dari upaya penataan ruang publik yang berkelanjutan, peningkatan kenyamanan pejalan kaki, sekaligus pengurangan emisi di kawasan inti perkotaan.

    Sekretaris Daerah (Sekda) Daerah Istimewa Yogyakarta, Ni Made Dwipanti Indrayanti, menyampaikan bahwa penerapan pedestrian penuh sejatinya ditargetkan mulai 2025.

    Namun, berbagai pertimbangan teknis dan sosial membuat implementasinya perlu dilakukan secara bertahap agar tidak menimbulkan gangguan terhadap mobilitas masyarakat maupun aktivitas ekonomi di kawasan Malioboro.

    Baca: Pemerintah Kota Yogyakarta serius kurangi tekanan di kawasan Sumbu Filosofi

    “Tahun 2026 ini diharapkan sudah ada indikasi kuat menuju kawasan pedestrian penuh, dengan penataan jalan-jalan penyangga terlebih dahulu,” ujar Ni Made di Kompleks Kepatihan, awal Februari lalu sebagaimana dilansir di laman resmi Pemprov DIY.

    Tujuan akhir dari kebijakan ini bukan sekadar pembatasan kendaraan, melainkan menghadirkan Malioboro sebagai ruang publik yang nyaman, sehat, dan berkelanjutan.

    Ke depan, kebijakan pembatasan kendaraan juga akan dikaji untuk diterapkan secara bertahap di sepanjang Sumbu Filosofi Yogyakarta dengan pendekatan yang disesuaikan dengan karakteristik masing-masing kawasan.

    Penataan akan difokuskan pada pembenahan ruas-ruas jalan di sekitar Malioboro atau sirip-sirip kawasan yang akan menampung pergerakan lalu lintas ketika pembatasan kendaraan diterapkan.

    Ruas jalan penyangga seperti Jalan Mataram, Jalan Bhayangkara, dan kawasan sekitarnya disiapkan agar mampu mengakomodasi peralihan arus kendaraan secara tertib dan terkendali.

    “Ketika Malioboro menjadi kawasan pedestrian penuh, harus dipastikan parkir, logistik usaha, dan aktivitas pedagang tetap terakomodasi melalui sistem pengaturan yang jelas dan tertib,” jelas Ni Made.

    Baca: Kawasan Malioboro bakal dijadikan kawasan rendah emisi

    Selain pengaturan lalu lintas, Pemprov DIY juga memberi perhatian serius pada persoalan parkir dan aktivitas pedagang kaki lima (PKL).

    Inventarisasi kantong parkir komunal serta penataan lokasi PKL menjadi bagian dari upaya menjaga keberlanjutan aktivitas ekonomi di kawasan Malioboro.

    Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan DIY, Chrestina Erni Widyastuti, menegaskan penerapan pedestrian penuh Malioboro merupakan bagian dari upaya mewujudkan kawasan rendah emisi di pusat Kota Yogyakarta sekaligus meningkatkan kualitas ruang publik bagi pejalan kaki.

    Sebagai tahapan awal, Dishub DIY akan menerapkan pembatasan kendaraan berbahan bakar minyak (BBM) di sepanjang Jalan Malioboro.

    Seluruh kendaraan BBM, termasuk kendaraan pribadi, angkutan umum berbasis BBM, becak motor (bentor), dan Maxride, tidak diperbolehkan melintas di Jalan Malioboro. Akses kawasan akan difokuskan pada moda transportasi ramah lingkungan.

    Baca: UNESCO akui sumbu filosofi Yogyakarta jadi warisan budaya dunia

    “Jika Malioboro sudah menjadi kawasan pedestrian penuh, kendaraan yang masih menggunakan BBM tidak bisa masuk. Yang diperbolehkan hanya transportasi ramah lingkungan,” kata Erni.

    Untuk mendukung mobilitas pengunjung dan warga, Pemda DIY telah menyiapkan berbagai alternatif transportasi berbasis energi bersih, seperti becak listrik dan bus listrik Si Thole.

    Pemprov DIY juga terus mendorong pengembangan moda transportasi berbasis energi alternatif lainnya.

    Dishub DIY juga akan memasang portal pembatas di sejumlah akses masuk Malioboro serta menyiapkan skema khusus pengaturan bongkar muat logistik bagi pelaku usaha, agar distribusi barang tetap berjalan tanpa mengganggu fungsi kawasan pedestrian.

    Erni menegaskan, keberhasilan penerapan kawasan pedestrian penuh tidak hanya ditentukan oleh regulasi, tetapi juga konsistensi penegakan aturan serta kesadaran masyarakat.

    “Ini membutuhkan dukungan semua pihak, mulai dari pemerintah, aparat, hingga masyarakat,” imbuhnya.

    Baca: Kawasan Malioboro ditataulang sesuai maknanya dalam Sumbu Filosofi Yogyakarta

  • Cuaca Hari Ini: Hati-hati, Tiga Kota Ini Berpotensi Hujan Disertai Petir

    Cuaca Hari Ini: Hati-hati, Tiga Kota Ini Berpotensi Hujan Disertai Petir

    7cloud.asia – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi hujan disertai petir melanda tiga kota di Indonesia pada Senin (09/03/2026).

    Melalui akun youtube resminya, BMKG menyebut ketiga kota tersebut adalah Kota Bandar Lampung, Banjarmasin dan Merauke.

    Kemudian hujan dengan intensitas sedang berpeluang mengguyur Kota Bengkulu, Bandung, Semarang, Tanjung Selor, Kupang, Mamuju dan Makassar.

    Selanjutnya hujan berintensitas ringan berpotensi terjadi di Kota Medan, Padang, Pangkal Pinang, Palembang, Serang, Yogyakarta, Surabaya, Pontianak, Samarinda, Palangkaraya, Denpasar, Mataram.

    Selain itu, Kota Kendari, Palu, Gorontalo, Manado, Ternate, Sorong, Manokwari, Nabire, Jayapura dan Jayawijaya juga berpotensi terjadi hujan berintensitas ringan.

    Sedangkan untuk wilayah Jakarta, BMKG memprakirakan cuaca berawan tebal hingga hujan ringan hampir di seluruh wilayah pada pagi hari. Namun wilayah Kepulauan Seribu diprediksi hujan disertai petir.

    Siang hingga sore hari hujan dengan intensitas sedang berpotensi mengguyur wilayah Jakarta Timur dan Jakarta Selatan. Wilayah lainnya diprediksi berawan tebal hingga hujan berintensitas ringan.

    Malamnya hujan dengan intensitas ringan berpotensi terjadi di wilayah Jakarta Selatan, Jakarta Timur dan Kepulauan Seribu. Wilayah lainnya diprediksi berawan tebal.

  • Cuaca Hari Ini: Sebagian Besar Kota Berpotensi Hujan, Termasuk Jakarta dan Surabaya

    Cuaca Hari Ini: Sebagian Besar Kota Berpotensi Hujan, Termasuk Jakarta dan Surabaya

    7cloud.asia – Kondisi cuaca sebagian besar kota di Indonesia berpotensi hujan dengan intensitas ringan hingga hujan disertai petir pada Selasa (10/03/2026). Diantaranya kota Jakarta dan Surabaya.

    Melalui kanal youtube resmi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), hujan berintensitas ringan berpotensi mengguyur Kota Padang, Bengkulu, Palembang, Pangkal Pinang, Serang, Jakarta, Semarang, Yogyakarta, Surabaya.

    Kota Pontianak, Palangkaraya, Banjarmasin, Samarinda, Denpasar, Kupang, Makassar, Palu, Manado, Ternate, Ambon, dan seluruh wilayah Papua juga berpotensi terjadi hujan dengan intensitas ringan.

    Selanjutnya hujan dengan intensitas sedang berpotensi mengguyur Kota Mamuju serta hujan disertai petir berpeluang terjadi di Kota Bandar Lampung, Tanjung Selor dan Mataram.

    Tak hanya hujan, BMKG juga memprediksi potensi angin kencang di wilayah Bali, Banten, Maluku, Maluku Utara, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Papua Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah dan Sulawesi Tenggara.

    Dengan kondisi cuaca seperti ini, BMKG mengajak masyarakat untuk mewaspadai potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor dan pohon tumbang.

     

  • Fungsi Ruang Terbuka Hijau di Yogyakarta Diperluas: Jadi Pusat Aktivitas Warga

    Fungsi Ruang Terbuka Hijau di Yogyakarta Diperluas: Jadi Pusat Aktivitas Warga

    7cloud.asia – Pemerintah Kota Yogyakarta terus berupaya mengoptimalkan pemanfaatan ruang terbuka hijau (RTH) di wilayahnya.

    Saat ini, Kota Yogyakarta memiliki 64 ruang terbuka hijau publik. Adapun proporsi ruang terbuka terbuka hijau tercatat 23,351 persen dari total luas Kota Yogyakarta.

    Untuk mendekati target ideal 30 persen dari luas kota, Pemkot Yogyakarta terus mendorong optimalisasi pemanfaatan lahan yang ada serta kolaborasi dengan sektor privat.

    Sejalan dengan tujuan ini Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo, menegaskan ruang terbuka hijau publik harus memiliki fungsi terintegrasi.

    “Ruang terbuka hijau publik harus punya fungsi lingkungan, sosial, dan juga ekonomi. Anak-anak mendapatkan haknya untuk bermain, warga punya tempat rekreasi dan bertemu, UMKM bisa ada ruang, dan bisa dimanfaatkan untuk Unit Pupuk Organik (UPO),” tegasnya.

    Baca: Ruang terbuka hijau bagus untuk kesehatan mental warga kota

    Dengan pendekatan tersebut, ruang terbuka hijau di Kota Yogyakarta diarahkan menjadi ruang produktif yang tidak hanya memperbaiki kualitas lingkungan, tetapi juga memperkuat jejaring sosial dan ekonomi warga.

    Ruang terbuka hijau diharapkan tidak lagi sekadar menjadi elemen penghijauan, tetapi benar-benar berfungsi sebagai ruang aktivitas warga, pusat edukasi lingkungan, hingga penguatan ekonomi masyarakat.

    Dengan demikian keberadaan ruang terbka hijau dapat memberi dampak langsung bagi kualitas hidup warga.

    Melalui Dinas Lingkungan Hidup Kota Yogyakarta, Pemkot mendorong pengembangan ruang terbuka hijau publik berbasis kampung agar dapat dimanfaatkan untuk kegiatan sosial, pertanian kota, hingga pengelolaan pupuk organik.

    Kepala Bidang Ruang Terbuka Hijau Publik DLH Kota Yogyakarta, Rina Aryati Nugraha, menjelaskan RTH mencakup seluruh area hijauan di wilayah kota yang memiliki fungsi ekologis sekaligus sosial.

    “Jadi RTH itu seluruh hijauan yang ada di kota itu. Tapi yang terpenting bagaimana ruang tersebut bisa dimanfaatkan masyarakat,” ujarnya dikutip di laman resmi Pemkot Yogyakarta.

    Baca: Menanam pohon terbukti efektif turunkan efek pulau panas perkotaan

    Tahun 2026 ini, ujar Rina, akan ada dua lokasi baru di Prenggan dan Tegalgendu yang ditata dengan pendekatan lanskap yang memungkinkan pemanfaatan lebih luas, termasuk untuk edukasi dan kegiatan warga.

    Ruang terbuka hijau Tegalgendu dirancang dengan konsep integrated farming. Di dalamnya akan terdapat area pertanian kota yang memanfaatkan pupuk organik hasil olahan masyarakat.

    “Nanti ada pertanian, dan pupuknya dari hasil olahan organik di situ. Sekalian untuk edukasi juga, jadi masyarakat bisa belajar bagaimana pertanian di kota itu,” jelas Rina.

    Selain menjadi ruang edukasi lingkungan, ruang terbuka hijau juga difungsikan sebagai ruang bermain anak, tempat interaksi sosial, hingga lokasi penyelenggaraan kegiatan masyarakat.

    “Biar anak-anak bisa tumbuh kembang dengan sehat. Kalau di rumahnya sempit, mereka bisa berlarian di RTH dengan udara yang lebih segar,” katanya.

    Secara ekologis, vegetasi di RTH berperan menyerap cemaran udara, menghasilkan oksigen, serta meningkatkan daya resap air hujan di kawasan perkotaan yang padat.

  • Cuaca Hari Ini: Sebagian Besar Kota di Indonesia Cerah dan Berawan, Namun Masih Ada Peluang Hujan

    Cuaca Hari Ini: Sebagian Besar Kota di Indonesia Cerah dan Berawan, Namun Masih Ada Peluang Hujan

    7cloud.asia – Cuaca sebagian besar kota di Indonesia diprediksi cerah berawan pada Sabtu (13/03/2026). Tetapi masih ada peluang hujan dengan intensitas ringan hingga hujan disertai petir di sejumlah kota.

    Dalam kanal youtube resmi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), hujan berintensitas ringan berpotensi terjadi di Kota Banda Aceh, Medan, Pekanbaru, Padang, Jambi, Palembang, Pangkal Pinang, Bengkulu, Bandar Lampung.

    Kondisi cuaca serupa berpeluang pula terjadi di Kota Semarang, Yogyakarta, Surabaya, Palangkaraya, Samarinda, Denpasar, Mataram, Kendari, Mamuju, Palu, Gorontalo, Ternate, Ambon, Sorong, Manokwari, Nabire dan Jayapura.

    Sementara hujan dengan intensitas sedang berpotensi mengguyur Kota Kupang, Jayawijaya dan Merauke. Kemudian hujan disertai petir berpeluang mengguyur Kota Tanjung Pinang, Tanjung Selor, Banjarmasin dan Manado.

    BMKG juga mengajak masyarakat agar mewaspadai potensi angin kencang yang dapat terjadi di wilayah Maluku, Nusa Tenggara Timur, Papua, Sulawesi Selatan dan Sulawesi Utara.

     

  • Cuaca Hari Ini: Surabaya dan Beberapa Kota Berpotensi Hujan Disertai Petir

    Cuaca Hari Ini: Surabaya dan Beberapa Kota Berpotensi Hujan Disertai Petir

    7cloud.asia – Kondisi cuaca hujan disertai petir berpotensi melanda Surabaya dan beberapa kota besar lainnya pada Senin (16/03/2026).

    Melalui kanal youtube resmi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) hujan disertai petir juga berpotensi mengguyur Kota Pangkal Pinang, Bandar Lampung, Banjarmasin dan Tanjung Selor.

    Sementara hujan dengan intensitas sedang berpeluang mengguyur Kota Kupang dan Nabire. Sedangkan hujan berintensitas ringan berpotensi terjadi di Kota Medan, Pekanbaru, Padang, Jambi, Bengkulu, Palembang, Bandung, Semarang, Yogyakarta.

    Kota Pontianak, Palangkaraya, Samarinda, Denpasar, Mataram, seluruh wilayah Sulawesi, Ternate, Ambon dan sebagian besar Papua juga berpeluang terjadi hujan dengan intensitas ringan.

    Untuk wilayah Jakarta dan sebagian besar kota lainnya, BMKG memprediksi cuaca cerah dan berawan. 

  • Cuaca Hari Ini: Siap Payung, Sebagian Wilayah Jakarta Berpotensi Hujan

    Cuaca Hari Ini: Siap Payung, Sebagian Wilayah Jakarta Berpotensi Hujan

    7cloud.asia – Kondisi cuaca hujan dengan intensitas ringan hingga sedang berpotensi mengguyur sebagian wilayah Jakarta pada Jumat (20/03/2026).

    Melalui kanal youtube resmi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), hujan dengan intensitas ringan berpeluang terjadi di wilayah Jakarta Timur pada pagi hari. Sedangkan wilayah lainnya diprediksi berawan hingga berawan tebal.

    Siang hingga sore hari kondisi cuaca berawan hingga hujan ringan berpotensi terjadi di hampir seluruh wilayah Jakarta. Hanya wilayah Jakarta Selatan yang diprediksi hujan dengan intensitas sedang.

    Selanjutnya pada malam hari hujan berintensitas sedang berpotensi mengguyur wilayah Jakarta Timur dan Kepulauan Seribu. Wilayah lainnya diprediksi berawan tebal hingga hujan dengan intensitas ringan.  

    Untuk kota-kota besar lainnya, BMKG memprediksi hujan dengan intensitas ringan terjadi di Kota Medan, Jambi, Padang, Bandung, Yogyakarta, Pontianak, Palangkaraya, Makassar, Palu, Kendari, Ternate, Sorong, Manokwari, Jayapura, Nabire dan Jayawijaya.

    Kemudian hujan dengan intensitas sedang berpotensi mengguyur Kota Serang, Semarang, Samarinda, Mamuju dan Merauke. Sedangkan hujan disertai petir berpotensi melanda Kota Palembang, Pangkal Pinang, Surabaya, Tanjung Selor dan Banjarmasin.