Fungsi Ruang Terbuka Hijau di Yogyakarta Diperluas: Jadi Pusat Aktivitas Warga

Written by

in

7cloud.asia – Pemerintah Kota Yogyakarta terus berupaya mengoptimalkan pemanfaatan ruang terbuka hijau (RTH) di wilayahnya.

Saat ini, Kota Yogyakarta memiliki 64 ruang terbuka hijau publik. Adapun proporsi ruang terbuka terbuka hijau tercatat 23,351 persen dari total luas Kota Yogyakarta.

Untuk mendekati target ideal 30 persen dari luas kota, Pemkot Yogyakarta terus mendorong optimalisasi pemanfaatan lahan yang ada serta kolaborasi dengan sektor privat.

Sejalan dengan tujuan ini Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo, menegaskan ruang terbuka hijau publik harus memiliki fungsi terintegrasi.

“Ruang terbuka hijau publik harus punya fungsi lingkungan, sosial, dan juga ekonomi. Anak-anak mendapatkan haknya untuk bermain, warga punya tempat rekreasi dan bertemu, UMKM bisa ada ruang, dan bisa dimanfaatkan untuk Unit Pupuk Organik (UPO),” tegasnya.

Baca: Ruang terbuka hijau bagus untuk kesehatan mental warga kota

Dengan pendekatan tersebut, ruang terbuka hijau di Kota Yogyakarta diarahkan menjadi ruang produktif yang tidak hanya memperbaiki kualitas lingkungan, tetapi juga memperkuat jejaring sosial dan ekonomi warga.

Ruang terbuka hijau diharapkan tidak lagi sekadar menjadi elemen penghijauan, tetapi benar-benar berfungsi sebagai ruang aktivitas warga, pusat edukasi lingkungan, hingga penguatan ekonomi masyarakat.

Dengan demikian keberadaan ruang terbka hijau dapat memberi dampak langsung bagi kualitas hidup warga.

Melalui Dinas Lingkungan Hidup Kota Yogyakarta, Pemkot mendorong pengembangan ruang terbuka hijau publik berbasis kampung agar dapat dimanfaatkan untuk kegiatan sosial, pertanian kota, hingga pengelolaan pupuk organik.

Kepala Bidang Ruang Terbuka Hijau Publik DLH Kota Yogyakarta, Rina Aryati Nugraha, menjelaskan RTH mencakup seluruh area hijauan di wilayah kota yang memiliki fungsi ekologis sekaligus sosial.

“Jadi RTH itu seluruh hijauan yang ada di kota itu. Tapi yang terpenting bagaimana ruang tersebut bisa dimanfaatkan masyarakat,” ujarnya dikutip di laman resmi Pemkot Yogyakarta.

Baca: Menanam pohon terbukti efektif turunkan efek pulau panas perkotaan

Tahun 2026 ini, ujar Rina, akan ada dua lokasi baru di Prenggan dan Tegalgendu yang ditata dengan pendekatan lanskap yang memungkinkan pemanfaatan lebih luas, termasuk untuk edukasi dan kegiatan warga.

Ruang terbuka hijau Tegalgendu dirancang dengan konsep integrated farming. Di dalamnya akan terdapat area pertanian kota yang memanfaatkan pupuk organik hasil olahan masyarakat.

“Nanti ada pertanian, dan pupuknya dari hasil olahan organik di situ. Sekalian untuk edukasi juga, jadi masyarakat bisa belajar bagaimana pertanian di kota itu,” jelas Rina.

Selain menjadi ruang edukasi lingkungan, ruang terbuka hijau juga difungsikan sebagai ruang bermain anak, tempat interaksi sosial, hingga lokasi penyelenggaraan kegiatan masyarakat.

“Biar anak-anak bisa tumbuh kembang dengan sehat. Kalau di rumahnya sempit, mereka bisa berlarian di RTH dengan udara yang lebih segar,” katanya.

Secara ekologis, vegetasi di RTH berperan menyerap cemaran udara, menghasilkan oksigen, serta meningkatkan daya resap air hujan di kawasan perkotaan yang padat.

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *