Tag: jakarta

  • Riset BRIN Deteksi Obat Diabetes Cemari Sungai di Jakarta

    Riset BRIN Deteksi Obat Diabetes Cemari Sungai di Jakarta

    7cloud.asia – Perairan di Jakarta, baik sungai maupun pantai tak hanya tercemar sampah, tetapi juga mengandung limbah obat-obatan. Pada 2021 silam, riset penulis menemukan Teluk Jakarta terkontaminasi material acetaminophen atau parasetamol.

    Dalam penelitian terbaru, penulis kembali mendapati obat lain, yakni metformin terdeteksi di air sungai Jakarta untuk pertama kalinya. Metformin adalah obat diabetes yang paling umum diresepkan di dunia.

    Pada Juni 2022, penulis bersama tim peneliti dari BRIN, Laboratorium Kesehatan DKI Jakarta, serta dua universitas di Inggris menemukan metformin di tiga dari enam titik sampel di Sungai Angke.

    Temuan ini menambah daftar panjang pencemaran zat aktif farmasi di perairan dan sungai di Indonesia.

    Dari toilet ke sungai: Bagaimana metformin mencemari air?
    Metformin adalah obat untuk mengontrol kadar gula darah orang dengan diabetes tipe 2. Berbeda dengan obat kebanyakan, metformin tidak hancur diolah oleh tubuh manusia. Akibatnya, obat ini keluar hampir utuh melalui urine.

    Saat seseorang yang mengonsumsi metformin buang air kecil, obat tersebut langsung masuk ke sistem pembuangan rumah tangga.

     

    Masalahnya, di kota metropolitan seperti Jakarta, sebagian besar limbah dari toilet domestik berakhir di sungai tanpa diolah secara memadai.

    Sungai Angke sendiri, tempat ditemukannya metformin, menerima beban pencemaran dari berbagai sumber. Mulai dari limbah domestik yang tak diolah, limbah industri, hingga sampah padat.

    Kondisi inilah yang menciptakan jalur langsung bagi metformin dan zat farmasi lainnya untuk masuk ke ekosistem perairan.

    Analisis kualitas air di enam titik sampel yang kami lakukan menunjukkan tingkat pencemaran yang bervariasi antara 27 hingga 414 nanogram per liter (ng/L).

    Pencemaran air
    Kadar metformin yang terdeteksi di Sungai Angke, Jakarta. Koagouw et al (2024), CC BY
    Situs ketiga memiliki kadar metformin tertinggi. Ini ditandai dengan air yang lebih keruh, warna air yang pekat, dan kadar mangan (unsur logam) yang sangat tinggi.

    Kehadiran metformin di Sungai Angke tidak bisa dianggap sepele. Kadarnya memang tidak separah di negara lain, tapi juga tidak bisa dibilang aman.

    Baca: Mayoritas sungai di Indonesia dalam kondisi tercemar

    Studi ini menemukan bahwa konsentrasi terendah (27 ng/L) berada di persentil kelima data global, sementara konsentrasi tertinggi (414 ng/L) berada di persentil ke-40 dari kisaran global.

    Artinya, kadar terendah metformin di Sungai Angke lebih tinggi daripada 5 persen data sungai di dunia. Sementara, kadar tertingginya lebih tinggi daripada 40 persen data global, sehingga cukup mengkhawatirkan.

    Studi sebelumnya di berbagai belahan dunia sudah membuktikan bahwa metformin berdampak negatif terhadap organisme air, bahkan pada kadar rendah sekitar 100 ng/L saja sudah bisa memicu efek biologis.

    Misalnya pada kerang biru (Mytilus edulis), paparan metformin dapat memicu gangguan reproduksi dan kerusakan jaringan tubuh.

    Sedangkan pada ikan, metformin dapat menghambat perkembangan embrio, pertumbuhan, metabolisme, dan sistem reproduksi.

    Baca: Upaya Komunitas Tumbuh Pohon Nusantara merawat Sungai Angke

    Yang lebih mengkhawatirkan, metformin sulit terurai secara alami. Tanpa degradasi yang sempurna, senyawa kimia ini dan produk turunannya (guanylurea) bisa dengan mudah terakumulasi dan masuk kembali ke dalam rantai makanan.

    Air sungai yang tercemar juga berpotensi digunakan untuk irigasi pertanian atau perikanan. Ujungnya, metformin bisa kembali masuk ke tubuh manusia lewat air minum, ikan, atau sayuran yang menggunakan air tercemar.

    Paparan jangka panjang terhadap residu obat ini bisa menimbulkan resiko serius bagi kesehatan manusia, meskipun dampak pastinya masih terus diteliti.

    Pemerintah memang sudah mengatur standar baku mutu air sungai atau limbah. Namun, obat-obatan farmasi seperti metformin ini belum termasuk dalam daftar resmi zat berbahaya yang diatur dalam regulasi.

    Regulasi seperti apa dan apa yang harus dilakukan akan diulas dalam tulisan selanjutnya.

    Artikel ini telah terbit di The Conversation, Penulis: Wulan Koagouw (Senior Researcher, Badan Riset dan Inovasi Nasional/BRIN)

  • Cuaca Hari Ini: Hati-hati, Jakarta dan Beberapa Wilayah Berpotensi Hujan Sangat Lebat

    Cuaca Hari Ini: Hati-hati, Jakarta dan Beberapa Wilayah Berpotensi Hujan Sangat Lebat

    7cloud.asia – Kondisi hujan dengan intensitas lebat hingga sangat lebat berpotensi mengguyur Jakarta dan beberapa wilayah lainnya pada Minggu (16/11/2025). Masyarakat diimbau waspada.

    Laman resmi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyebut selain Jakarta, wilayah lain yang berpotensi hujan lebat hingga sangat lebat adalah Sumatera Utara, Kepulauan Riau, Banten, Jawa Barat, Jawa Timur dan Nusa Tenggara Timur.

    Sementara hujan berintensitas sedang hingga lebat berpotensi mengguyur wilayah Aceh, Sumatera Barat, Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Bengkulu, Lampung, Jawa Tengah, Yogyakarta, Bali, Nusa Tenggara Barat.

    Selain itu hujan berintensitas sedang hingga lebat juga berpeluang menggyur wilayah Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan.

    Kondisi cuaca seperti ini berpeluang pula terjadi di wilayah Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Papua Barat Daya, Papua Barat, Papua Tengah, Papua Pegunungan, Papua dan Papua Selatan.

    BMKG juga mengimbau masyarakat untuk mewaspadai potensi angin kencang di wilayah Banten, Jawa Barat dan Lampung.

    Dengan adanya cuaca seperti ini, BMKG mengimbau masyarakat agar mewaspadai potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor, pohon tumbang, dan lain-lain yang dapat terjadi sewaktu-waktu.

  • Cuaca Hari Ini: Siap Payung, Siang dan Sore Seluruh Wilayah Jakarta Berpotensi Hujan

    Cuaca Hari Ini: Siap Payung, Siang dan Sore Seluruh Wilayah Jakarta Berpotensi Hujan

    7cloud.asia – Kondisi cuaca hujan dengan intensitas ringan hingga hujan disertai petir berpotensi mengguyur seluruh wilayah Jakarta pada Senin (17/11/2025) siang dan sore hari.

    Laman resmi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyebut, pada pagi hari, potensi hujan berintensitas sedang akan terjadi di wilayah Jakarta Barat, Jakarta Utara dan Jakarta Selatan.

    Di waktu yang sama, cuaca di wilayah lainnya diprediksi berawan tebal hingga hujan dengan intensitas ringan.

    Malamnya hujan disertai petir berpotensi terjadi di wilayah Kepulauan Seribu. Sementara cuaca di wilayah lainnya diprediksi berawan tebal hingga hujan dengan intensitas ringan.

    Untuk wilayah lainnya di Indonesia, BMKG mmprediksi hujan berintensitas sedang hingga lebat berpotensi mengguyur wilayah Aceh, Riau, Kepulauan Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Lampung, Daerah Istimewa Yogyakarta, Bali.

    Kondisi cuaca serupa berpotensi pula terjadi di wilayah Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara.

    Selain itu wilayah Maluku Utara, Papua Barat Daya, Papua Barat, Papua Tengah, Papua dan Papua Selatan berpotensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat.

    Selanjutnya hujan dengan intensitas lebat hingga sangat lebat berpotensi mengguyur wilayah Sumatera Utara, Sumatera Barat, Kepulauan Bangka Belitung, Bengkulu, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Tengah, Maluku dan Papua Pegunungan.

    BMKG juga mengajak masyarakat untuk mewaspadai potensi angin kencang di wilayah Sumatera Barat, Lampung, Banten dan Nusa Tenggara Timur.

  • Rampung Ditataulang, Kampung Tanah Merah Resmi Berganti Nama Jadi Tanah Harapan

    Rampung Ditataulang, Kampung Tanah Merah Resmi Berganti Nama Jadi Tanah Harapan

    7cloud.asia – Anda tentu belum lupa dengan Kampung Tanah Merah Jakarta Utara. Pada 2023, Kmapung Tanah Merah sempat menjadi buah bibir karena kebakaran Depo Plumpang yang memakan sejumlah korban jiwa.

    Pada Selasa (18/11/2025), Kampung Tanah Merah resmi berganti nama menjadi Kampung Tanah Harapan, bersamaan dengan diresmikannya penataan pemukiman padat penduduk itu oleh Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung.

    Peresmian Tanah Merah menjadi kampung Tanah Harapan dilakukan secara simbolis melalui penandatanganan prasasti.

    Dalam sambutannya, Pramono Anung menegaskan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta berkomitmen menghadirkan hunian yang layak serta pelayanan yang menyentuh langsung kebutuhan warga, baik dari sisi infrastruktur maupun pelayanan sosial.

    Pramono Anung mengatakan, dirinya sudah meminta Asisten Pembangunan dan Asisten Pemerintahan untuk segera mempersiapkan dan memperbaiki berbagai kebutuhan,

    “Mulai dari penataan saluran air-karena wilayah ini rawan banjir-perbaikan jalan, hingga penyediaan pos bantuan hukum. Bahkan, saya telah menandatangani Kepgub Nomor 973 Tahun 2025 tentang Penamaan Tanah Harapan ini,” ujarnya.

    Baca: PN Jakarta Selatan kabulkan gugatan warga Kampung Tanah Merah

    Pramono Anung menambahkan, penataan kawasan tidak sebatas mengganti nama, melainkan menghadirkan perubahan nyata melalui berbagai bentuk dukungan sosial. Seperti pemberian KJP, KJMU, pemutihan ijazah, pos bantuan hukum, pendirian Koperasi Merah Putih, dan lainnya.

    ”Yang paling penting, saya juga meminta agar PAM Jaya mulai masuk ke wilayah ini yang sebelumnya belum pernah terlayani, karena kebutuhan air bersih adalah isu utama,” jelas Gubernur Pramono.

    Pada kesempatan ini, Pemprov DKI juga menyalurkan berbagai bantuan untuk meningkatkan kenyamanan dan keamanan warga Kampung Tanah Harapan.

    Bantuan tersebut meliputi Alat Pemadam Api Ringan (APAR), dukungan pengembangan UMKM, pemasangan CCTV, alat olahraga, gerobak kebersihan, alat bantu penyandang disabilitas.

    Penataan kawasan yang telah dan akan dilakukan oleh berbagai perangkat daerah dan BUMD Pemprov DKI Jakarta, mencakup pembangunan jalan, saluran, gapura, vertical garden, jaringan PAM, lampu penerangan, hingga pemasangan sheet pile.

    Pramono Anung berharap, penataan kampung Tanah Merah ini dapat membawa perubahan signifikan bagi warga.

    Baca: Kawasan Kebayoran Lama akan ditataulang

    Pramono Anung tegaskan komitmennya menjadi pemerintahan yang hadir, tanggap, dan responsif terhadap kebutuhan serta aspirasi masyarakat di setiap wilayah.

    “Ini bukan sekadar mengganti nama kawasan, tetapi upaya menghadirkan identitas baru yang mencerminkan cita-cita, optimisme, dan harapan warga untuk kehidupan yang lebih layak,” tegasnya.

    Sejarah Kampung Tanah Merah
    Kampung Tanah Harapan mencakup enam RW yang tersebar di tiga kelurahan dan dua kecamatan. Masuk wilayah Kecamatan Koja, yakni RW 08, 09, 10, dan 11 (Kelurahan Rawa Badak Selatan) dan RW 07 di Kelurahan Tugu Selatan.

    Sedangkan RW 22 di Kelurahan Kelapa Gading Barat, masuk wilayah Kecamatan Kelapa Gading.

    Berdasarkan Surat Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 190/HGB/DA/76 tertanggal 5 April 1976, Tanah Merah merupakan milik negara dengan status hak guna bangunan (HGB) atas nama Pertamina.

    Baca: Revitaliasi Kawasan Kota Tua Jakarta

    Dikutip dari Kompas.com (11/1/2012) total tanah negara di Tanah Merah mencapai 153 hektare. Namun pada kenyataannya, area yang digunakan sebagai Depo Pertamina Plumpang hanya sekitar 70 hektar.

    Sisanya, sebanyak 83 hektare diokupasi oleh warga. Pertamina memiliki lahan di Tanah Merah sejak tahun 1968 dengan membelinya dari PT Mastraco.

    Pada tahun 1974 Pertamina mulai memagari tanah tersebut. Namun pada tahun 1980-an warga mulai banyak menghuni kawasan yang belum dimanfaatkan oleh Pertamina.

    Inventarisasi yang dilakukan pada tahun 1986 mencatat, ada 344 bangunan tumbuh di tanah itu dengan sebanyak 1.284 keluarga tinggal. Jumlah tersebut terus melonjak dari waktu ke waktu.

    Seiring dengan pertambahan penduduk, muncul sejumlah permasalahan antara Pertamina dan warga Tanah Merah. Di antaranya rencana penggusuran yang urung dilakukan.

  • Cuaca Akhir Pekan: Sebagian Besar Kota di Indonesia Bakal Hujan, Termasuk Jakarta

    Cuaca Akhir Pekan: Sebagian Besar Kota di Indonesia Bakal Hujan, Termasuk Jakarta

    7cloud.asia – Kondisi hujan dengan intensitas ringan hingga hujan disertai petir berpotensi mengguyur sebagian besar kota di Indonesia, termasuk Jakarta pada Sabtu (22/11/2025).

    Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melalui kanal youtube resminya menyebut hujan berintensitas ringan berpotensi terjadi di Kota Banda Aceh, Medan, Padang, Jambi, Bengkulu, Palembang, Pangkal Pinang, Serang.

    Kondisi cuaca serupa juga berpotensi terjadi di Kota Bandung, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, Mataram, Denpasar, Palangkaraya, Banjarmasin, Palu, Mamuju, Gorontalo, Manado, Kendari, Ternate, Ambon, Sorong, Manokwari, Nabire, Jayapura dan Jayawijaya.

    Kemudian hujan dengan intensitas sedang berpotensi mengguyur Kota Jakarta, Tanjung Selor dan Makassar. Sedangkan hujan berintensitas lebat berpotensi mengguyur Kota Bandar Lampung.

    Sementara hujan disertai petir berpotensi melanda Kota Pontianak, Samarinda dan Merauke.

    BMKG juga mengajak masyarakat yang tinggal di wilayah pesisir agar mewaspadai potensi banjir rob di sejumlah wilayah pesisir. Seperti pesisir Aceh, pesisir Sumatera Utara, pesisir Lampung, pesisir Jambi, pesisir Kepulauan Bangka Belitung, pesisir Banten.

    Pesisir utara Jakarta, pesisir selatan Jawa Barat, pesisir Jawa Timur, pesisir Nusa Tenggara Barat, pesisir Bali, pesisir Kalimantan Selatan, pesisir Kalimantan Utara, pesisir Kalimantan Barat, pesisir Sulawesi Utara  juga berpotensi terjadi banjir rob.

     

  • Berkat Sektor Perdagangan, Angka Pengangguran di Jakarta Turun Menjadi 6,05 Persen

    Berkat Sektor Perdagangan, Angka Pengangguran di Jakarta Turun Menjadi 6,05 Persen

    7cloud.asia – Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung menyampaikan, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Jakarta turun 0,13 persen, dari 6,18 persen menjadi 6,05 persen per Agustus 2025.

    Penurunan ini didorong oleh penyerapan tenaga kerja di sektor perdagangan yang menyumbang sebesar 23,01 persen, sektor pengangkutan dan pergudangan sebesar 23,01 persen, serta sektor akomodasi dan makanan minuman sebesar 12,67 persen.

    “Yang berkaitan dengan tingkat pengangguran terbuka (TPT) juga turun 6,05 persen sampai dengan Agustus 2025. Lebih rendah dibandingkan periode sebelumnya,” ujar Pramono, dalam acara Press Conference APBD 2025 di Balairung, Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (21/11/2025).

    Pramono memaparkan, upaya Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta dalam menyelenggarakan bursa kerja, termasuk untuk disabilitas turut menyumbang penyerapan tenaga kerja.

    Baca: Pengangguran muda Indonesia capai 17,3 persen

    Ia pun menilai pertumbuhan positif di sektor ini mempertegas peran Jakarta sebagai kota jasa, sekaligus sebagai hub perdagangan regional.

    Pemprov DKI Jakarta, kata Pramono, berkomitmen untuk terus menggelar bursa kerja dan upskilling disabilitas secara periodik. Upaya ini turut memberikan ruang bagi penyandang disabilitas agar bisa mendapatkan kesempatan yang sama untuk bekerja di Jakarta.

    Di sisi lain, Jakarta juga mempertahankan posisinya sebagai magnet investasi nasional yang menyumbang 14,24 persen dari total investasi nasional.

    Realisasi investasi pada triwulan ketiga 2025 tercatat mencapai Rp204,13 triliun atau tumbuh 6,4 persen dari tahun sebelumnya.

    “Yang juga menggembirakan adalah aktivitas investasi yang menyerap tenaga kerja kurang lebih 338.310 tenaga kerja,” ungkapnya.

    Baca: Jumlah pengangguran Agustus 2025 capai 7,46 juta orang

    Untuk menjaga tren positif ini, Pemprov DKI akan melakukan sejumlah hal. Yakni penyederhanaan perizinan, optimalisasi mal pelayanan publik, serta promosi penanaman modal melalui Jakarta Investment Festival dan Jakarta Investment Center.

    Selain itu, Pemprov DKI juga akan terus membuka ruang di semua sektor, termasuk sektor olahraga agar Jakarta berkembang menjadi kota sport tourism.

    “Hal itu mulai terlihat ketika kami mengadakan Jakarta International Marathon atau Jakarta Running Festival, dan sekarang semua perusahaan-perusahaan besar meminta privilege untuk bisa mengadakan acara tersebut di Jakarta,” tandasnya.

    Meski demikian, ia mengaku akan tetap melakukan pembatasan penyelenggaraan maraton agar acara Jakarta Running Festival maupun Jakarta International Marathon tetap terjaga dengan baik.

  • Hingga Pertengahan November, Kasus DBD di Jakarta Selatan Capai 1.384

    Hingga Pertengahan November, Kasus DBD di Jakarta Selatan Capai 1.384

    7cloud.asia – Suku Dinas Kesehatan (Sudinkes) Jakarta Selatan telah menangani 1.384 kasus demam berdarah dengue (DBD) sejak Januari hingga pertengahan November 2025.

    “Sampai pertengahan November ini, total kasus DBD di Jakarta Selatan tercatat 1.384,” kata Kepala Suku Dinas Kesehatan Jakarta Selatan, Yudi Dimyati.

    Yudi mengatakan angka tersebut berasal dari laporan bulanan di 10 kecamatan, dengan pola fluktuatif sejak Januari 2025

    Menurut data Sudinkes Jaksel, kasus tertinggi terjadi pada Juli sebanyak 181 kasus, disusul Januari 169 kasus dan Februari 141 kasus.

    Baca: Kasus DBD Tinggi, Menkes Minta Warga Tidak Panik

    Kemudian, secara wilayah, lima kecamatan dengan kasus tertinggi sepanjang 2025 adalah Pancoran dengan 216 kasus, Jagakarsa 192 kasus, Mampang Prapatan 171 kasus, Pasar Minggu 160 kasus, dan Pesanggrahan 145 kasus.

    Dia mengatakan kasus DBD masih menjadi perhatian serius, meski beberapa bulan terakhir menunjukkan tren penurunan. “Kita terus memonitor dan memperkuat langkah pencegahan di seluruh kecamatan,” ucapnya.

    Upaya Suku Dinas Jakarta Selatan menangani DBD di wilayahnya, di antaranya memaksimalkan peran kader Juru Pemantau Jentik (Jumantik) untuk melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) dua kali seminggu.

    Baca: Kasus DBD Naik Hampir 3 Kali Lipat

    Lalu, melakukan pengasapan atau fogging di lingkungan sekolah dan pemukiman warga, serta sosialisasi kepada warga tentang pencegahan DBD, termasuk juga praktek pembuatan perangkap nyamuk (flytrap) di sejumlah sekolah.

    Yudi juga mengimbau masyarakat segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan bila mengalami gejala demam tinggi, nyeri otot, atau tanda-tanda yang mengarah pada DBD.

    Berdasarkan data yang dihimpun ANTARA, Dinas Kesehatan DKI Jakarta menangani 9.362 kasus DBD hingga pertengahan November 2025. Jakarta Barat menjadi wilayah kasus DBD tertinggi di Jakarta dengan 2.676 kasus.

    Sumber: Antaranews

  • Puluhan Pohon Menteng Bakal Hijaukan Taman Menteng

    Puluhan Pohon Menteng Bakal Hijaukan Taman Menteng

    7cloud.asia – Sebanyak 40 pohon menteng (Baccaurea racemosa)  bakal menambah rindang area Taman Menteng, Jakarta Pusat

    Penanaman pohon menteng ini dilakukan pada Jumat (21/11/202) lalu dengan dihadiri langsung oleh Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta, Rano Karno, sebagai bagian peringatan sebuah media nasional simbol awal gerakan tanam pohon bertajuk “Merawat Masa Depan”.

    Dalam sambutannya, Wagub Rano menegaskan pentingnya aksi nyata dalam menjaga lingkungan di tengah meningkatnya dampak perubahan iklim dan degradasi ekologis.

    “Kita butuh kontribusi nyata dalam pelestarian alam. Saat ini, kita merasakan langsung dampak perubahan iklim. Karena itu, kegiatan tanam pohon seperti ini sangat penting sebagai bagian dari upaya bersama merawat masa depan,” ujarnya.

    Rano juga menyoroti manfaat ekologis pohon buah, termasuk pohon menteng, yang memiliki peran penting dalam menghidupkan kembali ekosistem perkotaan.

    Ia menjelaskan keberadaan tanaman buah dapat menarik berbagai jenis burung, sehingga taman bukan hanya hijau, tetapi juga hidup dan dinamis.

    “Tempat ini damai dan tenang, tapi kita jarang mendengar suara burung karena minim tanaman buah. Dengan menanam pohon Menteng, kita juga menghidupkan ekosistem—menghadirkan kembali burung-burung dan kehidupan lain di taman,” ucapnya.

    Baca: Kawasan Barito bakal jadi tempat konservasi air dan ruang ekologi berkelanjutan

    Wagub Rano juga menegaskan, Pemprov DKI Jakarta terus berkomitmen pada pembangunan berkelanjutan, mitigasi perubahan iklim, serta konservasi alam.

    Upaya tersebut sejalan dengan arah pengembangan green economy yang tengah dibangun di Jakarta. Berdasarkan ketentuan perundang-undangan, Jakarta seharusnya memiliki 20 persen ruang terbuka hijau (RTH).

    “Karena itu, kami terus menambah RTH dengan memanfaatkan aset daerah yang bisa diubah menjadi taman dan ruang publik, termasuk di area kolong tol,” tambahnya.

    Wagub Rano mencontohkan sejumlah ruang publik yang kini menjadi tujuan favorit warga, seperti Tebet Eco Park dan Taman Lapangan Banteng. Tingginya antusiasme masyarakat dinilai sebagai bukti bahwa kebutuhan akan ruang hijau semakin besar.

    Adapun Taman Menteng adalah sebuah taman yang berlokasi di kawasan Menteng, Jakarta Pusat. Taman Menteng dulunya adalah Stadion Menteng.

    Taman ini berdiri di atas lahan seluas 2,9 hektare, dan memiliki koleksi 30 spesies tanaman yang berbeda. Taman Menteng juga memiliki beragam fasilitas pendukung seperti taman bermain untuk anak-anak serta lapangan futsal dan basket.

    Uniknya, di Taman Menteng ini terdapat pula 44 sumur resapan untuk membantu penyerapan air hujan ke dalam tanah.

    Baca: Kota-kota di dunia didorong memperbanyak taman dan hutan kota

    Tentang pohon menteng
    Pohon menteng yang namanya diabadikan menjadi kawasan elit di Jakarta, kini semakin sulit ditemukan di Jakarta.

    Dahulu pohon menteng biasa tumbuh di pekarangan, tetapi sekarang sudah sulit ditemui akibat desakan penduduk dan penanaman tanaman buah lain yang lebih disukai.
    Tumbuhan ini asli dari Pulau Jawa dan Pulau Sumatra.

    Sekilas buah menteng mirip dengan buah duku tetapi tangkai buahnya panjang dan di setiap satu tangkai yang melekat ke pohon terdapat banyak buah serta tajuk pohonnya berbeda. Rasa buahnya biasanya masam (kecut) meskipun ada pula yang manis.

    Setidaknya ada 4 jenis buah yang mirip dengan menteng ini, yaitu :
    1. Menteng atau rambai (Minang) atau Rambe (Sumsel).

    2. Kapundung (Sunda) atau kapunduang (Minang), buah mirip rambai namun berukuran lebih besar, berkulit tebal sehingga isi buah hampir sama dengan rambai.

    3. Langsat atau lansek (Minang) atau duku palembang (Sumsel) atau duku condet (Jabodetabek).

    4. Duku (Minang), buahnya lebih besar dari langsat, di setiap buah ada biji sedang pada langsat belum tentu, lebih panjang di mana perbandingan tinggi buah dibandingkan garis tengahnya lebih panjang tinggi buahnya.

  • Jakarta Punya Sawah Abadi, Simak Lokasinya di Sini

    Jakarta Punya Sawah Abadi, Simak Lokasinya di Sini

    7cloud.asia – Bertani padi di Jakarta? Mungkin Anda berpikir tidak mungkin dilakukan. Tetapi ternyata itu bisa dilakukan.

    Jakarta memiliki sejumlah lahan sawah yang tersebar di berbagai titik. Pada 2022, luas lahan sawah baku di Jakarta secara keseluruhan mencapai sekitar 414 hektare, meskipun jumlah ini terus berkurang seiring waktu.

    Jakarta Utara memiliki area sawah terluas, yaitu sekitar 341 hektar, yang tersebar di kecamatan seperti Cilincing (area Rorotan). Beberapa hektare di antaranya merupakan sawah abadi yang dikelola oleh pemerintah provinsi.

    Sedangkan di Jakarta Barat terdapat sekitar 45 hektare sawah, yang terletak di Kecamatan Kalideres dan Kembangan.

    Sementara Jakarta Timur memiliki sekitar 28 hektare sawah yang tersebar di tiga lokasi, yaitu Kebun Bibit Ujung Menteng, Sawah Abadi Ujung Menteng, dan kawasan pertanian di Halim Perdanakusuma.

    Baca: Ketimbang cetak sawah baru, pemerintah didorong optimalkan lahan yang sudah ada

    Kepala UPT Pusat Pengembangan Benih dan Proteksi Tanaman Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta, Hendra Junianto mengatakan, keberadaan sawah di tengah ibu kota menjadi bukti nyata bahwa produksi pangan lokal tetap dapat berjalan.

    Sawah Abadi ini di Jakarta ini merupakan aset berharga yang harus dijaga untuk melindungi lahan produktif dari alih fungsi.

    “Keberhasilannya menunjukkan bahwa inovasi dan kerja keras dapat meningkatkan hasil panen sekaligus memaksimalkan pemanfaatan lahan guna mendukung target swasembada pangan nasional, khususnya beras,” ungkapnya saat memimpin panen di Ujung Menteng, Jakarta Timur, Selasa (25/11/2025)

    Sementara itu, Kepala BPS Jakarta Timur, Septiana Tri Setiowati menuturkan, pihaknya bertugas menghitung dan memotret kondisi pertanian di Jakarta.

    “Hasil catatan kami, pada 2024 dengan luas panen 28 hektare dan panen dua kali dalam setahun, produksi padi khusus Jakarta Timur mencapai 172 ton,” bebernya.

    Baca: Cetak sawah baru bukan solusi menuju ketahanan pangan

    Tri menyebut, proses penghitungan panen dilakukan menggunakan metode Kerangka Sampel Area (KSA), yaitu metode objektif yang mengintegrasikan data spasial dari citra satelit dan peta lahan dengan data lapangan untuk menentukan luas panen.

    Setelah luas panen diperoleh, angka tersebut dikalikan dengan produktivitas dari survei ubinan untuk menghitung produksi total. Metode ini sudah digunakan selama puluhan tahun.

    “Saya berharap meskipun hasil panen padi belum dapat memenuhi kebutuhan pangan secara keseluruhan, namun keberadaan lahan pertanian ini tetap menjadi bentuk dukungan terhadap ketahanan pangan di Jakarta,” tandasnya.

    Hari itu sebanyak 9,2 ton gabah berhasil dipanen dari Kebun Bibit di Jalan Tambun Rengas, RT 01/08, Kelurahan Ujung Menteng, Kecamatan Cakung, Jakarta Timur. Proses panen dilakukan di lahan seluas sekitar 1,9 hektare.

    Panen dilakukan menggunakan satu unit alat berat otomatis jenis combine harvester atau mesin pemanen padi, sehingga prosesnya lebih cepat dibanding cara manual.

    Baca: Alih fungsi lahan pertanian picu krisis harga pangan

    Hendra mengatakan, panen ini menghasilkan gabah berkualitas unggul. Peningkatan hasil panen, salah satunya didorong oleh penerapan Plant Growth Promoting Rhizobacteria (PGPR) pada benih padi sebelum fase persemaian.

    Menurutnya, PGPR merupakan kelompok bakteri menguntungkan yang mampu melakukan kolonisasi rizosfer atau lapisan tipis tanah di sekitar perakaran hingga berdampak positif pada pertumbuhan tanaman.

    “Sebagai bentuk komitmen menjaga ketahanan pangan dan melestarikan lahan pertanian, alhamdulillah hari ini kita berhasil melakukan panen padi di Kebun Bibit atau Sawah Abadi Ujung Menteng dengan hasil memuaskan, mencapai 9,2 ton,” ujarnya,.

    Hendra menjelaskan, padi yang dipanen adalah varietas Ciherang, salah satu varietas unggul yang digemari petani karena potensi hasilnya tinggi, perawatannya mudah, dan cocok ditanam di lahan irigasi pada musim hujan maupun kemarau. Selain itu, varietas ini dapat tumbuh di dataran rendah hingga 500 mdpl.

    “Panen padi di lokasi ini merupakan kegiatan rutin setiap empat bulan. Padi hasil panen tidak digiling menjadi beras, tetapi dijadikan benih. Benih unggul ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan kelompok tani yang akan didistribusikan kepada petani di Jakarta,” terangnya.

     

  • Jerman dan Uni Eropa Bantu Percepatan Transformasi Digital Jakarta

    Jerman dan Uni Eropa Bantu Percepatan Transformasi Digital Jakarta

    7cloud.asia – Pemerintah provinsi (Pemprov) DKI Jakarta terus berusaha memperluas jejaring internasional Jakarta dalam tata kelola digital, inovasi perkotaan, dan mobilitas berkelanjutan.

    Untuk mewujudkan hal ini, pekan lalu Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung melakukan kunjungan ke Berlin, Jerman. 

    Di sana Pramono bertemu pimpinan GIZ (German Corporation for International Cooperation) serta perwakilan BMZ (Federal Ministry for Economic Cooperation and Development) di Rotes Rathaus, Berlin, pada Senin (24/11/202) lalu.

    Pramono Anung mengapresiasi dukungan Pemerintah Jerman dan Uni Eropa dalam percepatan transformasi digital Jakarta. Dukungan tersebut diberikan melalui berbagai program pengembangan kapasitas, termasuk inisiatif Smart Change.

    Pramono menegaskan, Jakarta tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga mitra aktif yang berkontribusi dalam membangun model kota masa depan berbasis inovasi dan kolaborasi global.

    Baca: Apa dampak yang dirasakan warga jika Jakarta jadi Kota Global

    “Saya ingin menegaskan bahwa kemitraan antara Jakarta dan Berlin melalui GIZ bukan hanya kerja sama administratif. Ini adalah upaya bersama mendorong batasan inovasi agar kota menjadi lebih manusiawi, inklusif, dan efisien,” ujar Pramono, dalam siaran pers Pemprov DKI, Kamis (27/11/2025).

    Salah satu agenda utama dalam pertemuan tersebut adalah penguatan Jakarta Future City Hub, yang kini berkembang sebagai wadah kolaborasi antara pemerintah, startup, akademisi, dan masyarakat sipil.

    Melalui program tersebut, Jakarta bersama GIZ telah menghasilkan 40 rekomendasi kebijakan, mendukung 89 startup, melatih 24 lembaga inkubasi, serta melibatkan lebih dari 15.800 peserta dalam program publik berbasis inovasi.

    Jakarta Future City Hub bukan proyek jangka pendek. Ini adalah fondasi kolaboratif bagi transformasi digital Jakarta ke depan. Kami berkomitmen memastikan The Hub terus hidup, tumbuh, dan menjadi ruang eksperimen kebijakan berbasis data dan inovasi,” lanjut Pramono.

    Selain sektor digital, dalam pertemuan ini juga membahas rencana perluasan kerja sama di sektor mobilitas hijau. Kerja sama ini fokus pada pengembangan transportasi umum berbasis energi bersih serta digitalisasi layanan untuk meningkatkan kualitas mobilitas warga.

    Baca: Peringkat Jakarta dalam Global Cities Index 2025

    Jakarta menargetkan pengoperasian 10.000 bus listrik pada 2030. Gubernur Pramono pun membuka peluang kerja sama dalam penelitian, proyek percontohan, serta pemanfaatan big data dan kecerdasan buatan untuk pengelolaan armada dan perencanaan rute.

    Pramono mengatakan, Pemprov melihat potensi kolaborasi dalam digitalisasi Transjakarta, penerapan Mobility as a Service, dan integrasi data lintas moda.

    ”Ini bukan hanya membuat transportasi lebih efisien tetapi juga lebih nyaman, lebih mudah diakses, dan lebih ramah lingkungan bagi warga,” jelasnya.

    Pramono menyampaikan, kolaborasi ini akan menjadi contoh kemitraan strategis antar kota dunia dalam menghadapi tantangan urbanisasi global. Ia juga mengundang GIZ untuk memperdalam kolaborasi teknis dalam fase lanjutan transformasi kota.

    “Saya yakin bahwa perjalanan kita masih panjang. Jika kita melanjutkan kemitraan ini dengan visi dan keberanian, kita tidak hanya memecahkan tantangan Jakarta, tetapi turut menginspirasi kota-kota lain di Asia dan dunia,” tandas Pramono.