Tag: kota

  • Cuaca Hari Ini: Siap Payung, Sebagian Jakarta Bakal Hujan

    Cuaca Hari Ini: Siap Payung, Sebagian Jakarta Bakal Hujan

    7cloud.asia – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi sebagian wilayah Jakarta akan hujan dengan intensitas ringan pada Senin (20/04/2026).

    Dalam laman resmi BMKG, hujan dengan intensitas ringan tersebut berpotensi terjadi pada pagi hari di wilayah Jakarta Barat dan Jakarta Selatan. Wilayah lainnya diprediksi cerah dan berawan.

    Kemudian siang hingga sore hari hujan dengan intensitas ringan berpotensi terjadi di Jakarta Selatan dan Jakarta Timur. Wilayah lainnya diprediksi berawan.

    Selanjutnya pada malam hari hujan berintensitas ringan berpotensi terjadi di wilayah Jakarta Barat, Jakarta Selatan dan Kepulauan Seribu.  

    Tak hanya Jakarta, hujan berintensitas ringan berpotensi pula mengguyur Kota Aceh, Medan, Pekanbaru, Jambi, Pangkal Pinang, Bengkulu, Serang, Tanjung Selor, Samarinda, Pontianak, Mataram, Kupang, Manado, Palu, Ternate, Sorong, Manokwari, Jayapura dan Jayawijaya.

    Sementara hujan dengan intensitas sedang berpotensi mengguyur Kota Bandung, Gorontalo, Mamuju, Nabire dan Merauke. Sedangkan Hujan disertai petir berpotensi melanda Kota Tanjung Pinang, Padang, Palembang, Bandar Lampung, Banjarmasin dan Denpasar.

     

  • Cuaca Hari Ini: Mayoritas Kota Berpotensi Hujan, Termasuk Surabaya

    Cuaca Hari Ini: Mayoritas Kota Berpotensi Hujan, Termasuk Surabaya

    7cloud.asia – Kondisi cuaca mayoritas kota di Indonesia berpeluang hujan dengan intensitas ringan hingga hujan disertai petir pada Jumat (24/04/2026). Diantaranya Kota Surabaya.

    Melalui akun youtube resmi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), hujan berintensitas ringan berpotensi terjadi di Aceh, Medan, Pekanbaru, Tanjung Pinang, Padang, Jambi, Bengkulu, Bandar Lampung, Jakarta, Semarang, Yogyakarta.

    Selain itu, hujan dengan intensitas ringan berpeluang pula terjadi di Kota Surabaya, Pontianak, Tanjung Selor, Denpasar, Mataram, Kupang, Makassar, Mamuju, Gorontalo, Ternate, Ambon, Sorong, Nabire, Jayapura dan Jayawijaya.

    Sementara hujan dengan intensitas sedang berpeluang mengguyur Kota Serang, Bandung dan Merauke. Sedangkan hujan disertai petir berpotensi terjadi di Kota Palembang.

    BMKG juga mengimbau masyarakat yang berada di wilayah Nusa Tenggara Timur agar mewaspadai potensi angin kencang dengan kecepatan masimal 25 knot.

     

  • Cuaca Akhir Pekan: Seluruh Wilayah Jakarta Berpotensi Hujan Pada Siang Hari

    Cuaca Akhir Pekan: Seluruh Wilayah Jakarta Berpotensi Hujan Pada Siang Hari

    7cloud.asia – Seluruh wilayah Jakarta berpotensi hujan dengan intensitas ringan pada Sabtu (25/04/2026) siang hingga sore hari.

    Dalam laman resmi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), pada pagi hari, cuaca di Jakarta diprediksi cerah hingga hujan dengan intensitas ringan. Malamnya seluruh wilayah Jakarta diprediksi berawan tebal.

    Hujan dengan intensitas ringan juga berpeluang terjadi di Kota Banda Aceh, Pekanbaru, Padang, Jambi, Palembang, Bengkulu, Serang, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Pontianak, Mataram, Kupang.

    Kondisi cuaca seperti ini berpotensi pula terjadi di Kota Makassar, Kendari, Mamuju, Ternate, Ambon, Sorong, Nabire, Jayapura, Jayawijaya dan Merauke.  

    Sementara hujan dengan intensitas sedang berpotensi mengguyur Kota Medan. Kemudian hujan disertai petir berpeluang melanda Kota Tanjung Pinang, Pangkal Pinang, Bandar Lampung dan Banjarmasin.

    BMKG juga mengajak masyarakat agar mewaspadai potensi angin kencang di wilayah Jawa Timur dan Nusa Tenggara Timur.

     

  • 20 Kota di Dunia Dipercaya Memimpin Gerakan Menuju Kota Nol Sampah

    20 Kota di Dunia Dipercaya Memimpin Gerakan Menuju Kota Nol Sampah

    7cloud.asia – Memperingati Hari Tanpa Limbah Internasional pada akhir Maret lalu, 20 kota di seluruh dunia dinobatkan menjadi Kota Menuju Tanpa Limbah.

    Inisiatif ini dipimpin oleh Dewan Penasihat Sekretaris Jenderal PBB tentang Tanpa Limbah, dengan dukungan dari UN-Habitat dan Program Lingkungan PBB (United Nation Environment Programme/UNEP)).

    Inisiatif ini menyoroti kota-kota yang menunjukkan pendekatan ambisius dan inovatif untuk mengurangi limbah, memajukan solusi ekonomi sirkular, dan membangun sistem perkotaan yang lebih berkelanjutan, tangguh, dan inklusif.

    Kota-kota yang terpilih adalah Accra (Ghana), Bologna (Italia), Chefchaouen (Maroko), Dar es Salaam (Tanzania), Kota Dehiwala (Sri Lanka), Florianópolis (Brasil), Gaziantep (Turki), George Town (Malaysia), Kota Hangzhou (China), Kota Iloilo (Filipina).

    Kisumu (Kenya), Kuala Lumpur (Malaysia), Lilongwe (Malawi), San Fernando (Filipina), San Francisco (Amerika Serikat), Kota Sanya (China), Suzhou (China), Varkala (India), Kota Yokohama (Jepang) dan Zapopan (Meksiko).

    Dilansir di laman resmi UNEP, pemerintah dan warga kota menjadi bagian penting dari upaya global untuk mengatasi krisis sampah dan dampaknya terhadap lingkungan, iklim, keanekaragaman hayati, kesehatan dan kehidupan manusia.

    Baca: Lebih Separuh Warga Bali Telah Memilah Sampah

    Disebutkan, umat manusia menghasilkan lebih dari 2,1 miliar ton sampah padat perkotaan setiap tahunnya.

    Iisiatif 20 Kota Menuju Nol Limbah ini bertujuan untuk mengakui kepemimpinan dan inovasi kota, mendorong pertukaran praktik terbaik dan pelajaran yang dipetik.

    Kota-kota ini juga diharapkan menginspirasi kota-kota lain untuk mempercepat upaya menuju nol limbah dan mendukung implementasi pendekatan ekonomi sirkular di tingkat lokal

    Meskipun masih menghadapi tantangan limbah, kota-kota terpilih menerapkan berbagai solusi, termasuk pencegahan limbah makanan, pengelolaan limbah organik, sistem penggunaan kembali dan pengisian ulang.

    Kota-kota ini juga akan menerapkan model daur ulang inklusif yang mendukung pekerja informal, kebijakan untuk mengurangi produk sekali pakai, dan inisiatif keterlibatan masyarakat untuk mendorong perubahan perilaku.

    José Manuel Moller, Wakil Ketua Dewan Penasihat Sekretaris Jenderal PBB tentang Nol Limbah, mengatakan penunjukan 20 kota ini penting, bukan karena mereka memiliki peta jalan terbaik di atas kertas, tetapi karena mereka mengubah ambisi menjadi tindakan.

    Baca: Kota Ini Benar-benar Tanpa Sampah dan Jadikan Tempat Daur Ulang Sebagai Pusat Komunitas

    ”Yang membedakan mereka adalah kemauan mereka untuk menerapkan solusi nyata, mulai dari pemilahan sampah di sumbernya dan pengomposan hingga sistem penggunaan kembali, inklusi sektor informal, dan keterlibatan warga,” ujarnya.

    Kota-kota ini, lanjutnya, menunjukkan bahwa nol limbah bukanlah visi yang jauh atau latihan komunikasi. Ini praktis, lokal, dan dapat dicapai ketika kota-kota memimpin dengan tindakan nyata.

    Pada saat banyak kota masih dalam tahap perencanaan, kota-kota ini membuktikan bahwa implementasi adalah ujian kepemimpinan yang sesungguhnya.

    Inisiatif ini berkontribusi langsung pada Tujuan Pembangunan Berkelanjutan, khususnya SDG 11 (Kota dan Komunitas Berkelanjutan), SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab), dan SDG 13 (Aksi Iklim).

    Kota-kota yang terpilih akan secara resmi diakui sehubungan dengan Hari Internasional Tanpa Limbah dan dipamerkan di platform global untuk berbagi pengalaman dan menginspirasi tindakan lebih lanjut.

    Seiring pertumbuhan populasi perkotaan, kepemimpinan kota-kota ini menggarisbawahi peran penting pemerintah daerah dalam mendorong transisi menuju masa depan tanpa limbah dan sirkular.

    Baca: Mengintip Bagaimana Kota-kota di Jepang Mengelola Sampah

  • Dari Kuala Lumpur hingga San Fransisco: Kisah Sukses Pemerintah Kota Mengelola Sampah Perkotaan

    Dari Kuala Lumpur hingga San Fransisco: Kisah Sukses Pemerintah Kota Mengelola Sampah Perkotaan

    7cloud.asia – Direktur Eksekutif UNEP, Inger Andersen menyatakan bahwa solusi untuk polusi dan sampah adalah peluang untuk menata ulang ekonomi dunia melalui inovasi, sirkularitas, dan kesetaraan.

    Hal ini dia sampaikan dalam peringatan Hari Tanpa Limbah Internasional pada akhir Maret lalu. Dalam kesempatan itu UNEP menetapkan 20 kota di seluruh dunia menjadi Kota Menuju Tanpa Limbah.

    Kota-kota yang terpilih adalah Accra (Ghana), Bologna (Italia), Chefchaouen (Maroko), Dar es Salaam (Tanzania), Kota Dehiwala (Sri Lanka), Florianópolis (Brasil), Gaziantep (Turki), George Town (Malaysia), Kota Hangzhou (China), Kota Iloilo (Filipina).

    Kisumu (Kenya), Kuala Lumpur (Malaysia), Lilongwe (Malawi), San Fernando (Filipina), San Francisco (Amerika Serikat), Kota Sanya (China), Suzhou (China), Varkala (India), Kota Yokohama (Jepang) dan Zapopan (Meksiko).

    Inisiatif ini bertujuan mengurangi 2,1 miliar ton sampah padat perkotaan yang dihasilkan setiap tahun, yang berkontribusi signifikan terhadap perubahan iklim dan degradasi lingkungan.

    Kota-kota ini, yang didukung oleh UN-Habitat dan Program Lingkungan PBB (UNEP), akan berbagi praktik terbaik untuk menginspirasi keberlanjutan perkotaan secara global. Kota-kota ini telah menunjukkan upaya nyata dalam mengurangi produksi sampah mereka.

    Baca: Kota ini hampir tanpa sampah dan jadikan tempat daur ulang jadi pusat komunitas

    Kota Iloilo (Filipina) misalnya, meningkatkan pemulihan bahan daur ulang sebesar 48 persendalam tiga tahun dengan meningkatkan pengomposan dan memperkuat program ekonomi sirkular.

    Sementara Gaziantep, Turki menerapkan pengolahan mekanis-biologis dan mengintegrasikan pengumpul sampah informal ke dalam sistem formal yang lebih aman.

    Kuala Lumpur, Malaysia Menerapkan model “4P” (Publik-Swasta-Masyarakat-Kemitraan) untuk mencapai pengurangan sampah organik dan anorganik yang signifikan pada tahun 2040.

    “Dari model tanggung jawab produsen yang kuat di San Francisco (AS) dan Kota Suzhou (China), hingga sistem pengisian ulang di Bologna (Italia), dan inklusi pemulung di Kuala Lumpur (Malaysia) dan Zapopan (Meksiko), 20 Kota Nol Limbah adalah bukti dari hal ini,” ujar Inger dalam pernyataannya yang dirilis di laman resmi UNEP.

    “Kami memuji kepemimpinan dan komitmen warga, otoritas, dan sektor swasta mereka. Kota-kota ini dapat menginspirasi komunitas di seluruh dunia untuk mempercepat tindakan melawan krisis polusi dan limbah,” tambahnya.

    Baca: Mengapa Kopenhagen selalu menjadi kota paling ramah lingkungan

    Direktur Eksekutif UN-Habitat, Anacláudia Rosbach juga menekankan bahwa kota-kota berada di garis depan transisi nol limbah.

    Rosbach menegaskan, pemerintah daerah dan regional berada di garis depan dalam pengelolaan sampah.

    Pemerintah kotalah yang membentuk kembali ekonomi lokal, memengaruhi pola konsumsi, dan memajukan solusi inklusif yang mengintegrasikan pekerja informal dan komunitas.

    Inisiatif yang didukung UNEP dan UN Habitat ini, ujarnya, menggarisbawahi peran penting kota sebagai pelaksana perubahan.

    “Ini menunjukkan bagaimana tindakan lokal, ketika didukung oleh tata kelola dan kemitraan yang kuat, dapat mempercepat perubahan menuju sistem perkotaan yang lebih tangguh, sirkular, dan inklusif,” tambahnya.

  • Jumlah Kendaraan Capai 172 Juta Unit: Kemacetan Akibatkan Kerugian Puluhan Triliun Setahun

    Jumlah Kendaraan Capai 172 Juta Unit: Kemacetan Akibatkan Kerugian Puluhan Triliun Setahun

    7cloud.asia – Permasalahan kemacetan di kawasan perkotaan masih menjadi tantangan utama dalam sistem transportasi di Indonesia.

    Pendekatan pengendalian lalu lintas yang bersifat statis dinilai tak mampu merespons dinamika pergerakan kendaraan secara real-time. Kondisi ini berdampak pada meningkatnya waktu tempuh, antrean panjang, serta inefisiensi jaringan jalan.

    Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan, Aan Suhanan memaparkan kondisi aktual transportasi di Indonesia. Ia menyebut jumlah kendaraan pada tahun 2025 mencapai 172,9 juta unit dengan pertumbuhan rata-rata 4,5 persen per tahun.

    Tingkat kemacetan di lima kota besar mencapai 54,9 persen, dengan waktu terbuang hingga 118 jam per pengemudi setiap tahun. Kerugian ekonomi akibat kemacetan bahkan mencapai Rp77 triliun atau sekitar 2,2 persen dari GDP Jakarta.

    “Kondisi ini menunjukkan perlunya transformasi menuju sistem transportasi berbasis data dan terintegrasi,” ucap Dirjen Aan dalam webinar bertajuk “Mengurai Kemacetan Kota dengan Artificial Intelligence: Transformasi Manajemen Lalu Lintas Menuju Smart Mobility di Indonesia” pada Selasa (28/4/2026).

    Sebagai upaya mengatasi permasalahan tersebut, pemerintah telah mengembangkan sistem berbasis Intelligent Transportation Systems (ITS) seperti Area Traffic Control System (ATCS) dan Arterial Transport Management System (AtMS).

    Sistem ini telah diterapkan di ratusan simpang dan puluhan ruas jalan untuk meningkatkan efisiensi pengelolaan lalu lintas.

    Selain itu, implementasi ITS juga diterapkan pada transportasi publik melalui program Teman Bus yang telah beroperasi di 14 wilayah metropolitan.

    Program ini didukung oleh 817 unit bus dan 57 unit feeder dengan tingkat keterisian mencapai 71,42 persen. Layanan ini bahkan berhasil menarik 72 persen pengguna beralih dari moda sepeda motor dan 23 persen dari kendaraan pribadi.

    “Ke depan, penerapan ITS memiliki peluang besar untuk analisis data lalu lintas dan pengendalian sistem secara adaptif, meskipun masih menghadapi tantangan regulasi dan kesiapan kelembagaan,” pungkasnya.

    Pelaksana Harian Kepala Pustral UGM, Prof. Ikaputra menyampaikan bahwa transformasi sistem transportasi perlu diarahkan pada pendekatan yang adaptif dan berbasis data.

    Ia menilai perkembangan kecerdasan buatan membuka peluang besar dalam meningkatkan kinerja sistem transportasi modern.

    Teknologi seperti machine learning dan Large Language Models memungkinkan pengolahan data lalu lintas secara real-time serta prediksi kemacetan secara lebih akurat.

    Namun, penerapan teknologi ini masih menghadapi tantangan seperti keterbatasan infrastruktur digital, integrasi data, serta kesiapan sumber daya manusia.

    “AI tidak hanya menjadi alat bantu analisis, tetapi turut berpotensi menjadi bagian inti dalam sistem manajemen lalu lintas modern,” kata Ikaputra.

    Sementara Guru Besar Departemen Teknik Sipil dan Lingkungan UGM, Prof. M. Zudhy Irawan, menjelaskan peran penting kecerdasan buatan dalam sistem transportasi masa depan.

    Ia menilai kebutuhan terhadap AI semakin mendesak seiring meningkatnya kompleksitas sistem transportasi dan volume data yang dihasilkan.

    Large Language Models dinilai mampu memahami bahasa manusia, menganalisis data kompleks, serta mengambil keputusan secara adaptif. Kemampuan ini memungkinkan sistem transportasi menjadi lebih responsif terhadap perubahan kondisi di lapangan.

    “LLM mampu membuat keputusan cerdas seperti manusia dalam mengoptimalkan sinyal lalu lintas dan memprediksi arus kendaraan,” ungkapnya.

    Zudhy juga memaparkan bahwa LLM memiliki empat peran utama dalam sistem transportasi. Pertama, sebagai pemroses informasi dari berbagai sumber seperti sensor, kamera, GPS, dan laporan pengguna.

    Kedua, sebagai pengkode pengetahuan yang mengorganisasi aturan lalu lintas dan perilaku pengguna jalan. Ketiga, sebagai generator komponen untuk mendukung pengembangan sistem berbasis AI. Keempat, sebagai fasilitator keputusan yang mampu memberikan solusi optimal dalam pengelolaan lalu lintas.

    Lebih lanjut, Zudhy menyoroti bahwa penerapan LLM juga telah digunakan dalam berbagai aspek transportasi modern. Teknologi ini dimanfaatkan pada kendaraan otonom, sistem lampu lalu lintas adaptif, transportasi publik, hingga navigasi cerdas.

    Selain itu, LLM juga berperan dalam meningkatkan keselamatan jalan dan efisiensi logistik. Meski demikian, terdapat sejumlah risiko yang perlu diantisipasi dalam implementasinya.

    “Teknologi ini memang memberi banyak kemudahan dalam mengelola transportasi, tetapi kita tidak boleh abai terhadap risikonya, terutama terkait akurasi informasi dan keamanan data yang harus benar-benar dijaga,” tuturnya.

    Di sisi lain, tantangan implementasi AI dalam transportasi juga mencakup isu privasi data dan keamanan siber. Sistem transportasi modern mengandalkan data perjalanan pengguna yang berpotensi menimbulkan risiko kebocoran informasi.

    Selain itu, bias dalam sistem AI dapat memengaruhi keputusan yang dihasilkan, terutama bagi wilayah terpencil atau kelompok rentan. Permasalahan lain terkait regulasi dan tanggung jawab hukum juga masih menjadi perhatian.

    “Tanpa tata kelola yang jelas, pemanfaatan AI justru berpotensi menghadirkan risiko baru, sehingga aspek etika, regulasi, dan perlindungan pengguna harus menjadi prioritas,” tegas Zudhy.

  • Cuaca Hari Ini: Pagi Hingga Malam, Jakarta Berpotensi Hujan

    Cuaca Hari Ini: Pagi Hingga Malam, Jakarta Berpotensi Hujan

    7cloud.asia – Kondisi cuaca di Jakarta berpotensi hujan dengan intensitas ringan hingga sedang pada Senin (04/05/2026) pagi hingga malam hari.

    Dalam laman resmi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) pada pagi hari, wilayah Jakarta diprediksi berawan tebal hingga hujan berintensitas ringan.

    Selanjutnya kondisi cuaca masih sama pada siang dan sore hari. Namun, wilayah Jakarta Selatan berpotensi hujan dengan intensitas sedang. Lalu malamnya kondisi cuaca berawan hingga hujan dengan intensitas ringan.

    Sementara mayoritas kota di Indonesia masih berpeluang terjadi hujan dengan intensitas ringan hingga hujan disertai petir.

    Hujan berintensitas ringan berpotensi terjadi di Kota Banda Aceh, Pekanbaru, Jambi, Padang, Pangkal Pinang, Bengkulu, Bandar Lampung, Serang, Semarang, Yogyakarta, Palangkaraya, Tanjung Selor, Samarinda, Denpasar.

    Kota Manado, Palu, Makassar, Gorontalo, Kendari, Ternate, Ambon, Jayapura, Jayawijaya dan Merauke juga berpeluang terjadi hujan dengan intensitas ringan.  

    Selanjutnya hujan dengan intensitas sedang berpeluang mengguyur Kota Bandung, Mamuju dan Nabire. Sedangkan hujan disertai petir berpeluang melanda Kota Tanjung Pinang, Palembang, Pontianak dan Banjarmasin.

     

  • Cuaca Hari Ini: Pagi Hingga Sore Sebagian Jakarta Bakal Hujan

    Cuaca Hari Ini: Pagi Hingga Sore Sebagian Jakarta Bakal Hujan

    7cloud.asia – Kondisi cuaca hujan dengan intensitas ringan berpotensi mengguyur sebagian wilayah Jakarta pada Rabu (06/05/2026) pagi hingga sore hari.

    Laman resmi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyebut hujan dengan intensitas ringan berpotensi terjadi di Kepulauan Seribu pada pagi hari. Wilayah lainnya diprediksi berawan tebal.

    Kemudian pada siang dan sore hari hujan dengan intensitas ringan berpeluang mengguyur wilayah Jakarta Selatan dan Jakarta Barat. Wilayah lainnya diprediksi berawan tebal. Malamnya, seluruh wilayah Jakarta diprakirakan berawan tebal.

    Hujan dengan intensitas ringan hingga hujan disertai petir berpotensi pula mengguyur sejumlah kota di Indonesia. Seperti Kota Banda Aceh, Medan, Pekanbaru, Pangkal Pinang, Bengkulu, Serang, Semarang berpotensi terjadi hujan berintensitas ringan.

    Kondisi cuaca serupa berpotensi pula terjadi di Kota, Pontianak, Samarinda, Palangkaraya, Banjarmasin, Denpasar, Mataram, Makassar, Palu, Gorontalo, Manado, Ternate, Ambon, Sorong, Manokwari, Nabire, Jayawijaya, Jayapura dan Merauke.

    Sementara hujan dengan intensitas sedang berpotensi mengguyur Kota Padang, Tanjung Selor, Mamuju dan Kendari. Hujan disertai petir Kota Tanjung Pinang, Jambi, Palembang dan Bandar Lampung.

     

  • Cuaca Hari Ini: Mayoritas Kota Berpotensi Hujan, Termasuk Bandung

    Cuaca Hari Ini: Mayoritas Kota Berpotensi Hujan, Termasuk Bandung

    7cloud.asia – Kondisi cuaca mayoritas kota di Indonesia berpotensi hujan dengan intensitas ringan hingga hujan disertai petir pada Kamis (07/05/2026).

    Dalam laman resmi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyebut hujan intensitas ringan berpotensi terjadi di Kota Banda Aceh, Medan, Pekanbaru, Padang, Bengkulu, Palembang, Pangkal Pinang, Bandung, Semarang, Yogyakarta.

    Selain itu Kota Palangkaraya, Samarinda,Mataram, Makassar, Kendari, Palu, Gorontalo, Ternate, Ambon, Sorong, Nabire, Jayawijaya dan Merauke juga berpotensi hujan dengan intensitas ringan.  

    Kemudian hujan dengan intensitas sedang berpotensi mengguyur Kota Mamuju. Hujan disertai petir berpotensi melanda Kota Tanjung Pinang, Jambi, Bandar Lampung, Pontianak, Banjarmasin, Tanjung Selor.

    Untuk Jakarta, pada pagi hari seluruh wilayah diprediksi cerah dan berawan. Siang dan sore hujan dengan intensitas ringan berpotensi mengguyur wilayah Jakarta Selatan, Jakarta Timur dan Jakarta Utara. Wilayah lainnya diprediksi berawan.

    Selanjutnya pada malam hari, seluruh wilayah Jakarta diprediksi cerah dan berawan tebal.

  • Cuaca Hari Ini: Sebagian Besar Kota Berpotensi Hujan, Termasuk Semarang

    Cuaca Hari Ini: Sebagian Besar Kota Berpotensi Hujan, Termasuk Semarang

    7cloud.asia – Meski sebagian wilayah Indonesia saat ini tengah memasuki musim kemarau, namun masih ada potensi hujan yang mengguyur sebagian besar kota, termasuk Semarang pada Sabtu (09/05/2026).

    Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) dalam kanal youtube resminya memprediksi hujan intensitas ringan berpotensi terjadi di Kota Banda Aceh, Medan, Pekanbaru, Jambi, Bengkulu, Palembang, Serang, Semarang, Yogyakarta.

    Kondisi cuaca serupa berpotensi pula terjadi di Kota Pontianak, Palangkaraya, Samarinda, Tanjung Selor, Manado, Gorontalo, Palu, Makassar, Kendari, Ambon, Sorong, Manokwari, Nabire, Jayawijaya dan Merauke.

    Sementara hujan intensitas sedang berpeluang terjadi di Kota Tanjung Pinang, Padang dan Mamuju. Sedangkan hujan disertai petir berpotensi melanda Kota Pangkal Pinang dan Banjarmasin,

    BMKG juga mengajak masyarakat agar mewaspadai angin kencang dengan kecepatan 25 knot yang berpotensi melanda Kepulauan Bangka Belitung, Nusa Tenggara Timur dan Sulawesi Utara.