Tag: jakarta

  • Diiringi Ondel-ondel, Korban Penggusuran di Jakarta Geruduk Balaikota

    Diiringi Ondel-ondel, Korban Penggusuran di Jakarta Geruduk Balaikota

    7cloud.asia – Musik tanjidor dan ondel-ondel mengiringi aksi demonstrasi dalam Parade Hantar Warga dari lapangan IRTI Monas menuju Balaikota DKI Jakarta pada Rabu (10/12/2025) siang.

    Di depan Balaikota, mereka melanjutkan dengan aksi palang pintu untuk dapat masuk bertemu Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung.

    Tentu saja mereka tak dapat masuk ke Balaikota yang dijaga ketat aparat kepolisian dan sejumlah petugas pengamanan dalam balaikota.

    Aksi yang digagas oleh LBH Jakarta ini, mengajak warga untuk menagih sejumlah janji kepada Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung.

    Baca: Aparat Kepolisian Gunakan Granat Gas Air Mata Dalam Menangani Demonstrasi

    Dalam orasinya mereka menolak penggusuran yang masih terjadi di sejumlah wilayah di Jakarta.

    “Ada di Kampung Tongkol Dalam, ada di Srengseng Sawah, ada di Lenteng Agung, ada di Tanah Kusir, ada juga di Sunter Jaya yang juga memperjuangkan hak-haknya,” ujar Nabil, salah satu pengacara publik LBH Jakarta.

    Tuntutan lainnya adalah tolak reklamasi di Pulau Pari, Kepulauan Seribu. Seperti yang disampaikan salah seorang warga Pulau Pari, Asmania, reklamasi dilakukan tanpa memperhatikan aspirasi warga setempat.

    Baca: Maraknya Demo di Daerah Berakar dari Pemusatan Anggaran

    Reklamasi tersebut merusak lingkungan hidup serta mengancam warga yang umumnya menggantungkan mata pencahariannya dari laut.

    Kami, ujarnya,  butuh laut, bukan reklamasi. Biarkan kami sejahtera di Pulau kami sendiri, biarkan kami sejahtera di darat kami dan laut kami.

    “Cukup kami yang mengolah pulau kami, bukan korporasi. Tidak ada sejarahnya kami sejahtera karena korporasi. Kami sejahtera oleh laut dan darat kami,” kata Asmania dalam orasinya.

    Baca: Malabeli Demonstran dengan Tuduhan Makar, Tidak Sensitif dengan Keluhan Masyarakat

    Para demonstran membawa sejumlah poster berisi tuntutan mereka, diantaranya tolak privatisasi air, jaminan hak-hak dan kesejahteraan pekerja. 

    Mereka juga menuntut perlindungan untuk kelompok rentan dari tindakan kekerasan dan diskriminasi serta segera bahas rancangan peraturan daerah bantuan hukum untuk warga Jakarta.

    Aksi yang berjalan tertib dan lancar ini menarik para pengguna jalan termasuk warga asing. Tak kunjung berjumpa dengan gubernur maupun wakil gubernur, para demonstran membubarkan diri dengan tertib. 

  • Cuaca Hari Ini: Siap Payung, Pagi Hingga Sore Jakarta Berpotensi Hujan

    Cuaca Hari Ini: Siap Payung, Pagi Hingga Sore Jakarta Berpotensi Hujan

    7cloud.asia – Kondisi cuaca hujan dengan intensitas ringan hingga sedang berpotensi mengguyur wilayah Jakarta pada Minggu (14/12/2025) pagi hingga sore.

    Berdasarkan laman resmi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), pada pagi hingga malam hari hari hujan dengan intensitas sedang berpotensi mengguyur wilayah Jakarta barat dan Jakarta Selatan. Sedangkan wilayah lainnya berpotensi hujan berintensitas ringan.

    Malam harinya hampir seluruh wilayah Jakarta berawan tebal. Peluang hujan dengan intensitas ringan akan terjadi di wilayah Kepulauan Seribu.

    Sementara untuk wilayah lainnya di Indonesia hujan berintensitas lebat hingga sangat lebat berpotensi mengguyur wilayah Aceh, Sumatera Utara, Riau, Sumatera Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Bengkulu, Lampung.

    Demikian juga wilayah Banten, Jawa Barat, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Barat, Sulawesi Utara, Maluku Utara dan Maluku.

    Untuk wilayah Sumatera Barat, Kepulauan Riau, Jambi, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan berpotensi diguyur hujan dengan intensitas sedang hingga lebat.

    Kondisi cuaca serupa juga terjadi di wilayah Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Papua Barat Daya, Papua Barat, Papua Tengah, Papua Pegunungan, Papua dan Papua Selatan.

  • Jakarta Terus Berkembang, Tapi Ruang Aman Bagi Warganya Justru Menyempit

    Jakarta Terus Berkembang, Tapi Ruang Aman Bagi Warganya Justru Menyempit

    7cloud.asia – Greenpeace Indonesia bersama The SMERU Research Institute, baru-baru ini merilis riset terbaru mengenai kondisi warga di tiga wilayah yaitu Bantar Gebang, Marunda, dan Pulau Pari.

    Riset ini mengungkap paradoks Jakarta yang saat ini sedang mengejar ambisi menjadi 50 besarkota global dunia. Bahkan baru-baru ini PBB menyebut Jakarta sebagai kota terpadat di dunia.

    Namun di balik status tersebut, terdapat kenyataan yang tak indah yakni warga paling rentan justru menanggung dampak terberat dari krisis iklim, ketidakpastian ruang hidup, dan kebijakan yang belum sepenuhnya berpihak pada mereka.

    Bantar Gebang, Marunda dan Pulau Pari dipilih karena menjadi cermin kontras megacity: kota yang terus membesar, sementara ruang aman bagi sebagian warganya semakin mengecil.

    Ketiga lokasi dipilih karena karakteristiknya yang merepresentasikan spektrum kerentanan terhadap krisis iklim, lingkungan, dan sosial-ekonomi sehingga memberikan gambaran yang komprehensif mengenai variasi tantangan yang dihadapi masyarakat perkotaan, khususnya di kawasan Jakarta.

    Juru Kampanye Keadilan Iklim Greenpeace Indonesia, Jeanny Sirait mengatakan, ketiga wilayah ini menghadapi masalah yang hampir serupa, di antaranya dominasi kepentingan ekonomi besar atas ruang hidup warganya, serta lemahnya tata kelola dan layanan dasar dari Pemerintah Provinsi Jakarta yang belum optimal.

    “Masalah-masalah ini pun diperparah dengan krisis iklim dan lingkungan yang memperburuk kerentanan sosial dan ekonomi warga di ketiga wilayah ini,” ujarnya dalam Konferensi Pers Solusi Iklim Berbasis Komunitas, beberapa waktu lalu.

    Baca: Jakarta jadi Kota Global: apa manfaatnya bagi warga?

    Di Pulau Pari, Kepulauan Seribu, misalnya, krisis iklim memicu abrasi dan menggerus 7 hingga 10 meter garis pantai.

    Di sisi lain, warga Rusunawa Marunda, Jakarta Utara, masih harus menanggung efek domino dari pencemaran udara yang ditimbulkan dari aktivitas industri ekstraktif besar yang mengepung kawasan permukiman tersebut.

    Sementara di Bantar Gebang, meski secara administratif tidak berada di wilayah Jakarta, namun volume sampah dari Jakarta yang terus meningkat semakin memperburuk kondisi lingkungan dan kehidupan warga sekitar, termasuk pemulung, yang tinggal di sekitar Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantar Gebang.

    “Krisis iklim dan lingkungan yang terjadi di ketiga wilayah ini pun semakin memperburuk kondisi sosial dan ekonomi warga yang jadi kelompok rentan akibat kemiskinan struktural serta minimnya partisipasi warga dalam kebijakan iklim dan perkotaan dari Pemprov Jakarta,” sambung Jeanny.

    Meski kerap dilupakan dan dilibatkan dalam pembuatan kebijakan, warga Pulau Pari, Marunda, dan Bantar Gebang terus beradaptasi dengan mengembangkan solusi berbasis komunitas yang mampu menjawab kebutuhan lokal di daerah mereka.

    Warga Pulau Pari menginisiasi penanaman mangrove sebagai upaya untuk mengatasi abrasi, banjir rob, serta pemulihan habitat ikan dan ekosistem laut.

    Para nelayan juga melakukan adaptasi perikanan tangkap dan budidaya untuk mengatasi turunnya volume tangkapan di tengah suhu laut yang semakin tinggi.

    Baca: Ketimpangan jadi salah satu hambatan Jakarta menjadi Kota Global

    Sulitnya akses terhadap layanan dasar seperti pendidikan dan kesehatan mendorong warga Bantar Gebang untuk mendirikan pusat pendidikan khusus bagi anak pemulung.

    Di tengah timbunan sampah yang semakin menumpuk, warga Bantar Gebang yang mayoritas berprofesi sebagai pemulung juga memegang peran penting dalam memilah dan mengurangi volume sampah.

    Warga di sekitar TPST Bantar Gebang pun mengembangkan budidaya maggot untuk mengolah sampah organik, serta mengelola tempat pengelolaan sampah reduce, reuse, recycle (TPS3R) sebagai upaya pengelolaan sampah plastik dan material lain yang masih memiliki nilai ekonomi.

    Bagi warga Rusunawa Marunda yang mayoritas hidup di bawah garis kemiskinan, inisiasi program pengelolaan greenhouse untuk memenuhi kebutuhan pangan serta pemberdayaan ekonomi perempuan.

    Greenhouse ini juga membantu memperkuat ketahanan ekonomi warga di tengah keterbatasan lapangan kerja dan kemiskinan struktural yang terjadi di Marunda.

    Peneliti SMERU Annabel Noor Asyah menambahkan, penelitian yang menggunakan pendekatan campuran dengan dominasi metode kualitatif ini juga menemukan perlunya reformasi struktural di tingkat pemerintah provinsi untuk mendorong adaptasi iklim, sosial, dan ekonomi di tiga lokasi tersebut.

    “Pemprov Jakarta harus meningkatkan kualitas tata kelola yang partisipatif dan transparan, khususnya dalam kebijakan iklim, untuk mengakomodasi kebutuhan dan karakteristik spesifik kelompok marjinal dan rentan seperti di Pulau Pari, Marunda, dan Bantargebang,” kata Abel.

    Baca: Kriteria yang harus dipenuhi Jakarta untuk menjadi Kota Global

    “Pemprov juga harus kembali menggiatkan musyawarah perencanaan pembangunan (musrenbang), memperbanyak dialog dengan warga, serta memperbanyak kajian krisis iklim.”

    Di samping itu, perlindungan sosial adaptif, penguatan layanan dasar yang memadai, dan transformasi kebijakan yang berpihak kepada komunitas perlu dilakukan untuk menjamin keberlangsungan berbagai inisiatif berbasis komunitas tersebut, baik di tingkat nasional maupun daerah.

    Peningkatan skala solusi berbasis komunitas juga dapat dilakukan dengan mengaplikasikannya di lokasi lain di Jakarta, bahkan wilayah lain di Indonesia untuk membantu masyarakat beradaptasi di tengah dampak krisis iklim yang semakin nyata.

    “Sayangnya,” sambung Jeanny, “berbagai solusi berbasis komunitas ini kerap diabaikan dan tidak mendapat dukungan sistemik dari Pemprov Jakarta. Padahal, ketahanan iklim serta manfaat sosial dan ekonomi, hanya dapat dicapai melalui kombinasi solusi komunitas dan dukungan regulasi yang kuat.”

    Jeanny juga menyoroti bahwa Pemprov DKI Jakarta telah memiliki rujukan kebijakan seperti Pergub No. 90 Tahun 2021 tentang Rencana Pembangunan Rendah Karbon.

    Juga Perda No. 4 tahun 2019 tentang pelibatan masyarakat dalam berbagai tahapan pengolahan sampah. Namun, praktik kebijakan ini tidak berjalan optimal.

    Dukungan regulasi di tingkat nasional sangat dibutuhkan, RUU Keadilan Iklim yang saat ini masih terparkir di DPR perlu segera disahkan agar pelibatan warga dalam mengatasi krisis iklim dapat dimaksimalkan.

  • Cuaca Hari Ini: Waspada, Hujan Berpotensi Guyur Seluruh Wilayah Jakarta Siang Hingga Sore

    Cuaca Hari Ini: Waspada, Hujan Berpotensi Guyur Seluruh Wilayah Jakarta Siang Hingga Sore

    7cloud.asia – Kondisi cuaca hujan dengan intensitas ringan hingga hujan disertai petir berpotensi mengguyur seluruh wilayah Jakarta pada Sabtu (20/12/2025) siang hingga sore.

    Melalui laman resmi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), hujan dengan intensitas sedang berpotensi mengguyur wilayah Jakarta Barat, Jakarta Selatan dan Jakarta Timur pada pagi hari. Wilayah lainnya berpotensi hujan dengan intensitas ringan.

    Pada malam hari cuaca di wilayah Jakarta umumnya berawan hingga hujan dengan intensitas ringan. Namun wilayah Kepulauan Seribu berpotensi terjadi hujan disertai petir.

    Sedangkan wilayah lainnya BMKG memprediksi hujan dengan intensitas lebat hingga sangat lebat di wilayah Kepulauan Bangka Belitung, Jawa Tengah, Bali, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Gorontalo dan Sulawesi Tengah.

    Sementara hujan dengan intensitas sedang hingga lebat berpotensi mengguyur wilayah Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Bengkulu, Lampung, Banten, Jawa Barat, Yogyakarta, Jawa Timur.

    Kondisi cuaca serupa berpotensi pula terjadi di wilayah Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Utara, Sulawesi Utara, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Maluku, Papua Tengah, Papua Pegunungan, Papua dan Papua Selatan.

    Dengan kondisi cuaca seperti ini, BMKG mengimbau masyarakat agar mewaspadai potensi bencana hidrometeorologi berupa banjir, banjir bandang, longsor, pohon tumbang yang dapatb terjadi sewaktu-waktu.

  • Cuaca Hari Ini: Jakarta Berpotensi Hujan Disertai Petir

    Cuaca Hari Ini: Jakarta Berpotensi Hujan Disertai Petir

    7cloud.asia – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi kondisi cuaca di Jakarta berpotensi terjadi hujan disertai petir pada Sabtu (27/12/2025) pagi.

    Dalam laman resminya, BMKG memprediksi pada Sabtu pagi wilayah Jakarta Timur dan Jakarta Selatan berpotensi terjadi hujan disertai petir. Wilayah lainnya diprediksi berawan tebal hingga hujan berintensitas ringan.

    Namun pada siang hingga malam hari, BMKG memprediksi cuaca berawan tebal di  seluruh wilayah Jakarta.

    Sementara kota-kota besar lainnya, BMKG memprediksi terjadi hujan berintensitas ringan hingga hujan disertai petir.

    Hujan intensitas ringan berpotensi terjadi di Kota Banda Aceh, Medan, Pekanbaru, Padang, Jambi, Semarang, Surabaya, Palangkaraya, Tanjung Selor, Denpasar, Mataram, Kupang, Makassar, Kendari, Mamuju, Palu, Manado, Ternate, Ambon, Sorong, Manokwari, Jayapura dan Jayawijaya.

    Kemudian hujan berintensitas sedang berpeluang mengguyur Kota Palembang, Serang, Yogyakarta, Pontianak, Samarinda dan Nabire. Hujan disertai petir berpotensi  Kota Tanjung Pinang, Bengkulu, Bandar Lampung, Bandung, Banjarmasin dan Merauke.  

     

  • APBD DKI Jakarta Tahun 2026 Disahkan: Anggaran Pendidikan Mencapai 26,5 Persen

    APBD DKI Jakarta Tahun 2026 Disahkan: Anggaran Pendidikan Mencapai 26,5 Persen

    7cloud.asia – Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung mengungkapkan, dalam mengelola APBD 2026 pihaknya akan fokus pada penanganan sejumlah isu strategis.

    Diantaranya, penanganan sampah, pengendalian banjir, pencegahan stunting, penanggulangan kemiskinan dan penanganan kemacetan.

    “Kami berkomitmen menggunakan anggaran secara optimal agar manfaatnya dapat dirasakan oleh seluruh warga Jakarta,” ujar Pramono, Jumat (26/12/2025).

    Diharapkan Pramono, penetapan APBD 2026 dan Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 44 Tahun 2025 ini dapat mengakselerasi pelaksanaan program dan kebijakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mulai awal tahun.

    Sementara itu, Kepala Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD) DKI Jakarta, Michael Roland memaparkan, sejumlah mandatory spending berupa anggaran infrastruktur pelayanan publik dialokasikan sebesar 43,06 persen dari total belanja daerah di luar bantuan keuangan.

    “Kalau sesuai aturan, minimal harus dialokasikan hanya 40 persen”, ungkapnya.

    Selanjutnya Michael merinci alokasi APBD 2026 yang turun lebih dari Rp10 triliun dibanding tahun sebelumnya.

    Di sektor pendidikan, Pemprov DKI Jakarta telah mengalokasikan anggaran fungsi pendidikan senilai Rp19,75 triliun atau 26,5 persen dari Belanja Daerah. Ini berarti telah melebihi mandatory spending sesuai aturan perundangan minimal 20 persen.

    Alokasi anggaran tersebut antara lain untuk menganggarkan Kartu Jakarta Pintar (KJP) Plus sebesar Rp3,25 triliun dan Kartu Jakarta Mahasiswa Unggu (KJMU) sebesar Rp 399 miliar.

    Ada juga pos anggaran untuk sekolah swasta gratis sebesar Rp282,46 miliar serta rehab sekolah dan fasilitas pendidikan sebesar Rp126,12 miliar.

    Kemudian, untuk bidang kesehatan, sejumlah pos anggaran yang dialokasikan, di antaranya BPJS Kesehatan sebesar Rp1,40 triliun, pembangunan fasilitas kesehatan sebesar Rp360,49 miliar, penyediaan alat kesehatan sebesar Rp165,16 miliar dan Pasukan Putih senilai Rp 43,49 miliar.

    Sementara untuk bantuan sosial, sejumlah pos anggaran yang dialokasikan, antara lain Kartu Lansia Jakarta (KLJ) sebesar Rp625,89 miliar, Kartu Anak Jakarta (KAJ) sebesar Rp100,10 miliar, dan Kartu Penyandang Disabilitas Jakarta (KPDJ) sebesar Rp76,45 miliar.

    Pemprov DKI Jakarta juga akan meningkatkan infrastruktur kota agar layak dan memadai dengan alokasi anggaran sebesar Rp3,77 triliun.

    Lalu peningkatan produktivitas dan daya saing ekonomi berkelanjutan sebesar Rp582 miliar dan peningkatan modal manusia yang berdaya saing senilai Rp17,58 triliun.

    Ada pula program penciptaan penghidupan masyarakat yang layak dan mandiri dengan anggaran sebesar Rp2,70 triliun, transformasi tata kelola pemerintahan yang dinamis dan responsif sebesar Rp2,36 triliun.

    Sementara, penciptaan mobilitas dan kawasan berorientasi transit sebesar Rp7,82 triliun, serta optimalisasi pembangunan rendah karbon dan berketahanan iklim sebesar Rp6,27 triliun.

    “Dalam urusan pekerjaan umum dan tata ruang, kami membagi menjadi beberapa pos, yaitu pengendalian banjir dengan anggaran Rp3,64 triliun, pengelolaan sampah Rp1,38 triliun, serta pembangunan jembatan dan flyover sebesar Rp 289,72 miliar,” bebernya.

    Sedangkan untuk urusan perhubungan, Pemprov DKI Jakarta menganggarkan subsidi transportasi umum, dengan rincian: subsidi Transjakarta sebesar Rp3,75 triliun, subsidi Bus Sekolah sebesar Rp105,38 miliar.

    Adapun subsidi MRT Jakarta sebesar Rp536,70 miliar, subsidi LRT Jakarta sebesar Rp325,28 miliar dan layanan angkutan kapal perairan sebesar Rp100,19 miliar.

    “Untuk urusan ketenagakerjaan, kami akan terus mengadakan pelatihan keterampilan kerja kejuruan dan Mobile Training Unit (MTU) dengan anggaran sebesar Rp63,44 miliar, pelatihan SIM A sebesar Rp1,2 miliar, pembentukan tenaga kerja mandiri sebesar Rp4,33 miliar, dan pelatihan peningkatan produktivitas sebesar Rp1,25 miliar,” paparnya.

    Untuk urusan industri dan perdagangan, beberapa pos anggaran dialokasikan, seperti program penggunaan dan pemasaran produk dalam negeri sebesar Rp13,34 miliar, program pemberdayaan UMKM sebesar Rp17,59 miliar, serta program pembangunan dan perencanaan industri sebesar Rp23,55 miliar.

    Di ranah komunikasi dan informatika, Pemprov DKI Jakarta mengalokasikan Rp185,29 miliar untuk managed service CCTV dan Rp18,25 miliar untuk sistem pengendalian banjir.

    “Seluruh program ini akan dilaksanakan secara transparan dan akuntabel. Kami berharap, APBD 2026 ini dapat dirasakan manfaatnya secara luas oleh warga Jakarta,” tandasnya.

     

  • Cuaca Hari Ini: Siap Payung, Seharian Jakarta Berpotensi Hujan

    Cuaca Hari Ini: Siap Payung, Seharian Jakarta Berpotensi Hujan

    7cloud.asia – Kondisi hujan dengan intensitas ringan hingga sedang berpotensi mengguyur Jakarta pada Selasa (30/12/2026) pagi hingga malam.

    Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) dalam laman resminya menyebut, hujan berintensitas sedang berpotensi mengguyur wilayah Jakarta Barat, Jakarta Pusat dan Jakarta Selatan.

    Wilayah lainnya diprediksi berawan hingga hujan berintensitas ringan.

    Siang dan sore hari, hujan berintensitas sedang berpotensi mengguyur wilayah Jakarta Barat, Jakarta Selatan, Jakarta Pusat dan Jakarta Utara. Wilayah lainnya diprediksi berawan.

    Malamnya hujan dengan intensitas ringan berpotensi terjadi di wilayah Jakarta Barat, Jakarta Selatan dan Kepulauan Seribu. Sedangkan wilayah lainnya diprediksi berawan.

    Sedangkan wilayah lainnya seperti Aceh, Sumatera Utara, Kepulauan Bangka Belitung, Bengkulu, Lampung, Banten, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan berpotensi hujan dengan intensitas lebat hingga sangat lebat.

    Sementara hujan berintensitas sedang hingga lebat berpotensi mengguyur wilayah wilayah Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Jawa Barat, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah.

    Kondisi cuaca serupa berpotensi pula terjadi di wilayah Kalimantan Utara, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat Daya, Papua Barat, Papua Tengah, Papua Pegunungan, Papua dan Papua Selatan.

  • Dua JPO Ramah Disabilitas Resmi Dioperasikan Pemprov DKI Jakarta

    Dua JPO Ramah Disabilitas Resmi Dioperasikan Pemprov DKI Jakarta

    7cloud.asia – Pemprov DKI Jakarta resmi mengoperasikan dua Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) baru, yakni JPO Pesanggrahan di Jakarta Barat dan JPO Pangkalan Jati di Cipinang Melayu, Jakarta Timur.

    Peresmian kedua JPO ini sekaligus dilakukan Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung di JPO Pesanggrahan, Jakarta Barat, pada Selasa (30/12/2025).

    Pembangunan kedua infrastruktur ini merupakan respons cepat Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta atas aspirasi warga yang disampaikan melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang).

    Dua JPO ini dilengkapi dengan fasilitas lift untuk mendukung kegiatan semua kalangan masyarakat, termasuk lansia dan penyandang disabilitas.

    Karena itu, Pramono mengajak masyarakat untuk bersama-sama merawat dan menjaga fasilitas yang telah dibangun. Dia menegaskan, Pemprov DKI Jakarta berupaya hadir dan memenuhi kebutuhan warga.

    Baca: Vandalisme di JPO Phinisi

    “Dua JPO ini adalah dua JPO yang diminta oleh warga kemudian dilakukan rapat Musrenbang dan akhirnya diputuskan pada bulan April yang lalu dan sekarang Alhamdulillah sudah selesai,” ujar Pramono.

    Pramono menjelaskan, kedua jembatan ini memiliki spesifikasi modern dengan material khusus yang disebut conwood (concrete wood).

    Penggunaan material beton menyerupai kayu ini dipilih bukan tanpa alasan, yakni untuk mencegah kembali terulangnya kasus pencurian tangga JPO yang kerap terjadi.

    ”JPO yang tidak lagi dibuat dari besi, tetapi dari conwood. Jadi conwood itu concrete wood. Maka dengan demikian, pengalaman kita di beberapa tempat yang dulu materinya diambil, di tempat ini pasti gak bisa karena kalau diambil gak akan bisa dijual,” jelas Pramono.

    Dua JPO ini memiliki masing-masing keunikan, yang dapat terlihat pada desain ornamen dengan mengangkat kearifan lokal.

    Baca: JPO dengan lift lebih ramah disabilitas

    JPO Pesanggrahan di Jakarta Barat sendiri memiliki panjang 31 meter dan lebar tiga meter, serta dihiasi ornamen ikan cupang dan bunga anggrek.

    Sedangkan JPO Pangkalan Jati di Jakarta Timur memiliki panjang 27 meter dan lebar tiga meter, dengan ornamen daun pinang yang menjadi ciri khas wilayah Cipinang.

    Pramono menyampaikan, pembangunan berbagai infrastruktur, seperti JPO dan halte akan terus dilakukan di berbagai wilayah lainnya. Ia pun membuka peluang bagi pihak swasta untuk bekerja sama dalam pembangunan infrastruktur serupa ke depannya.

    “Untuk membangun JPO tidak perlu semuanya dari APBD. Kita juga bisa menggunakan kerja sama dengan perusahaan, pribadi dan sebagainya selama kemudian transparan dan terbuka yang saling memberikan keuntungan,” jelasnya.

  • Cuaca Hari Ini: Sebagian Wilayah Jakarta Berpotensi Hujan Pagi Hingga Sore

    Cuaca Hari Ini: Sebagian Wilayah Jakarta Berpotensi Hujan Pagi Hingga Sore

    7cloud.asia – Sebagian wilayah Jakarta berpotensi hujan dengan intensitas ringan hingga sedang pada Rabu (31/12/2025) pagi hingga sore hari.

    Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) dalam laman resminya menyebut hujan dengan intensitas ringan hingga sedang berpeluang mengguyur wilayah Jakarta Selatan pada pagi hari. Wilayah lainnya diprediksi berawan.

    Selanjutnya siang hingga sore hujan berintensitas ringan berpeluang terjadi di wilayah Jakarta Selatan dan Jakarta Barat. Wilayah lainnya diprediksi berawan. Malamnya, seluruh wilayah Jakarta diprediksi berawan.

    Sedangkan sebagian besar kota lainnya di Indonesia, BMKG memprediksi hujan dengan intensitas ringan hingga hujan disertai petir.

    Hujan berintensitas ringan berpotensi terjadi di Kota Banda Aceh, Medan, Padang, Jambi, Bengkulu, Pangkal Pinang, Palembang, Bandung, Semarang, Surabaya, Samarinda, Kupang, Gorontalo, Palu, Mamuju, Manado, Kendari, Ternate, Ambon, Nabire, Sorong dan Jayawijaya.

    Kemudian hujan dengan intensitas sedang berpotensi mengguyur Kota Tanjung Selor, Yogyakarta, Makassar dan Merauke. Sedangkan hujan disertai petir berpotensi melanda Kota Pekanbaru, Bandar Lampung, Serang, Pontianak, Palangkaraya dan Banjarmasin.

     

  • Cuaca Hari Ini: Hujan Sangat Lebat Berpotensi Guyur Sejumlah Wilayah Termasuk Banten

    Cuaca Hari Ini: Hujan Sangat Lebat Berpotensi Guyur Sejumlah Wilayah Termasuk Banten

    7cloud.asia – Hujan dengan intensitas lebat hingga sangat lebat berpotensi mengguyur sejumlah wilayah pada Jumat (02/01/2026), termasuk Banten.

    Dalam laman resmi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi selain Banten, hujan berintensitas lebat hingga sangat lebat akan mengguyur wilayah Aceh, Kepulauan Bangka Belitung, Bengkulu, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur.

    Selain itu wilayah Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara dan Kalimantan Selatan juga berpeluang terjadi hujan dengan intensitas lebat hingga sangat lebat.

    Kemudian hujan berintensitas sedang hingga lebat berpotensi mengguyur wilayah Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Lampung, Yogyakarta, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur.

    Wilayah Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat Daya, Papua Barat, Papua Tengah, Papua Pegunungan, Papua dan Papua Selatan juga berpotensi terjadi hujan berintensitas sedang hingga lebat.

    Untuk wilayah Jakarta hujan dengan intensitas sedang berpotensi mengguyur wilayah Jakarta Timur pada pagi hari.  Sedangkan wilayah lainnya berpotensi hujan berintensitas ringan.

    Siangnya hujan berintensitas sedang berpotensi mengguyur wilayah Jakarta Selatan. Wilayah Kepulauan Seribu diprediksi hujan disertai petir. Wilayah lainnya BMKG memprediksi berawan tebal hingga hujan berintensitas ringan.

    Selanjutnya pada malam hari, seluruh wilayah Jakarta diprediksi berawan tebal hingga hujan dengan intensitas ringan.

    BMKG juga mengajak masyarakat agar mewaspadai potensi angin kencang yang akan melanda wilayah Banten dan Jawa Barat.