7cloud.asia – Musik tanjidor dan ondel-ondel mengiringi aksi demonstrasi dalam Parade Hantar Warga dari lapangan IRTI Monas menuju Balaikota DKI Jakarta pada Rabu (10/12/2025) siang.
Di depan Balaikota, mereka melanjutkan dengan aksi palang pintu untuk dapat masuk bertemu Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung.
Tentu saja mereka tak dapat masuk ke Balaikota yang dijaga ketat aparat kepolisian dan sejumlah petugas pengamanan dalam balaikota.
Aksi yang digagas oleh LBH Jakarta ini, mengajak warga untuk menagih sejumlah janji kepada Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung.
Baca: Aparat Kepolisian Gunakan Granat Gas Air Mata Dalam Menangani Demonstrasi
Dalam orasinya mereka menolak penggusuran yang masih terjadi di sejumlah wilayah di Jakarta.
“Ada di Kampung Tongkol Dalam, ada di Srengseng Sawah, ada di Lenteng Agung, ada di Tanah Kusir, ada juga di Sunter Jaya yang juga memperjuangkan hak-haknya,” ujar Nabil, salah satu pengacara publik LBH Jakarta.
Tuntutan lainnya adalah tolak reklamasi di Pulau Pari, Kepulauan Seribu. Seperti yang disampaikan salah seorang warga Pulau Pari, Asmania, reklamasi dilakukan tanpa memperhatikan aspirasi warga setempat.
Baca: Maraknya Demo di Daerah Berakar dari Pemusatan Anggaran
Reklamasi tersebut merusak lingkungan hidup serta mengancam warga yang umumnya menggantungkan mata pencahariannya dari laut.
Kami, ujarnya, butuh laut, bukan reklamasi. Biarkan kami sejahtera di Pulau kami sendiri, biarkan kami sejahtera di darat kami dan laut kami.
“Cukup kami yang mengolah pulau kami, bukan korporasi. Tidak ada sejarahnya kami sejahtera karena korporasi. Kami sejahtera oleh laut dan darat kami,” kata Asmania dalam orasinya.
Baca: Malabeli Demonstran dengan Tuduhan Makar, Tidak Sensitif dengan Keluhan Masyarakat
Para demonstran membawa sejumlah poster berisi tuntutan mereka, diantaranya tolak privatisasi air, jaminan hak-hak dan kesejahteraan pekerja.
Mereka juga menuntut perlindungan untuk kelompok rentan dari tindakan kekerasan dan diskriminasi serta segera bahas rancangan peraturan daerah bantuan hukum untuk warga Jakarta.
Aksi yang berjalan tertib dan lancar ini menarik para pengguna jalan termasuk warga asing. Tak kunjung berjumpa dengan gubernur maupun wakil gubernur, para demonstran membubarkan diri dengan tertib.

Leave a Reply