Tag: kota

  • Cuaca Hari Ini: Hujan Disertai Petir Berpotensi Terjadi di Beberapa Kota Termasuk Surabaya

    Cuaca Hari Ini: Hujan Disertai Petir Berpotensi Terjadi di Beberapa Kota Termasuk Surabaya

    7cloud.asia – Kondisi cuaca hujan disertai petir berpotensi melanda Surabaya dan beberapa kota di Indonesia pada Rabu (27/05/2026).

    Melalui akun youtube resmi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), hujan disertai petir juga berpotensi melanda Kota Tanjung Pinang, Surabaya, Tanjung Selor dan Ternate.

    Sementara hujan dengan intensitas sedang berpotensi mengguyur Kota Manado dan Manokwari.

    Sedangkan hujan intensitas ringan berpotensi mengguyur Kota Medan, Bandung, Semarang, Palangkaraya, Mamuju, Gorontalo, Kendari, Ambon, Sorong, Jayapura dan Jayawijaya.

    Untuk wilayah Jakarta, cuaca diprediksi cerah hingga berawan pada pagi, siang dan malam hari. Namun, masih ada peluang hujan berintensitas ringan di wilayah Jakarta Selatan dan Jakarta Timur.

  • Konsep Slow City: Memperlambat Transportasi Meningkatkan Aksesibilitas Warga Kota

    Konsep Slow City: Memperlambat Transportasi Meningkatkan Aksesibilitas Warga Kota

    7cloud.asia – Memperlambat transportasi di kota-kota memberikan manfaat yang sangat besar bagi kesehatan masyarakat, perekonomian, dan lingkungan, jadi mengapa kita masih terobsesi dengan kecepatan?

    Seperti yang dikatakan Mahatma Gandhi: “Ada lebih banyak hal yang perlu dihidupkan daripada meningkatkan kecepatan hidup”.

    Apa yang disampaikan Ghandi ini juga tentang kesejahteraan fisik dan mental kita sebagai warga kota, serta kesehatan kota dalam arti yang luas.

    Selama satu abad terakhir kita telah diberi tahu, dan sebagian besar menerima, sebuah cerita bahwa “perjalanan yang lebih cepat akan menghemat waktu dan membuat semua orang lebih sejahtera”. Ini adalah mitos, bukan kenyataan.

    Bagaimana perilaku orang ketika perjalanan yang lebih cepat menjadi mungkin di kota-kota? Kita berasumsi mereka sampai ke tujuan lebih cepat dan “menghemat” waktu.

    Tetapi perluasan wilayah yang menyertai kecepatan berarti lebih banyak waktu dihabiskan untuk perjalanan, dan orang-orang harus bekerja lebih lama untuk membayar semua biaya kecepatan.

    Baca: Slow City Konsep Penataan Kota yang Membahagiakan Warganya

    Paradoks besar zaman modern adalah semakin cepat kita bergerak, semakin sedikit waktu yang kita miliki. Intinya, ada Lebih banyak waktu dapat dihemat dengan memperlambat transportasi kota daripada dengan mempercepatnya.

    Tanpa kita sadari, kecepatan berdampak buruk pada kehidupan kita. Kecepatan kota yang lebih tinggi meningkatkan angka kematian dan cedera di jalan raya, polusi udara, kurangnya aktivitas fisik, biaya infrastruktur, permintaan energi, dan dampak darurat iklim.

    Selama model, kebijakan, investasi, sikap, dan perilaku didasarkan pada keyakinan bahwa “lebih cepat selalu lebih baik”, perencanaan kota tidak akan mampu menyelesaikan krisis iklim dan ekologi saat ini.

    Cara mengatasi kecanduan pada kecepatan
    Alternatif untuk mencoba melaju lebih cepat adalah dengan “memperlambat kota”, seperti yang kami jelaskan dalam buku kami, Slow Cities: Conquering our speed addiction for health and sustainability (Slow City: Mengatasi kecanduan kecepatan kita untuk kesehatan dan keberlanjutan).

    Alih-alih “mobilitas” yang fokus pada seberapa jauh Anda dapat pergi dalam waktu tertentu), tujuan dari slow city adalah aksesibilitas (seberapa banyak yang dapat Anda capai dalam waktu tersebut).

    Perencanaan untuk kecepatan dan mobilitas berfokus pada penghematan waktu, yang jarang terjadi dalam praktiknya. Perencanaan untuk aksesibilitas berfokus pada waktu yang dimanfaatkan dengan baik.

    Baca: Cittaslow Mendorong Gerakan Slow City di Seluruh Dunia

    Di tempat-tempat yang kaya akan aksesibilitas, Anda tidak perlu bergerak cepat. Oleh karena itu, berjalan kaki, bersepeda, dan transportasi umum adalah cara bepergian yang lebih disukai.

    Moda transportasi yang lambat dan aktif ini juga merupakan moda yang paling sehat dan berkelanjutan, karena tidak membutuhkan kendaraan bermotor sehingga rendah emisi.

    Strategi slow city memanfaatkan banyak aspek kebijakan perencanaan, termasuk penurunan batas kecepatan sebagai bagian dari pendekatan holistik seperti Vision Zero.

    Konsep vision zero ini bertujuan untuk tidak ada kematian atau cedera serius di jalan raya.

    Slow city juga menyangkut perencanaan tata guna lahan untuk memperpendek jarak ke tujuan. Konsep slow city juga tentang penataan ulang jalan untuk mempromosikan moda perjalanan yang “lebih lambat” dan menciptakan ruang lambat.

    Bagaimana mewujudkan konsep slow city, ikuti dalam tulisan selanjutnya. Artikel ini diterjemahkan dari The Conversation, baca artikel asli di sini.

  • Cuaca Hari Ini: Waspada! Siklon Tropis Jangmi Dapat Memicu Hujan Lebat di Sejumlah Wilayah

    Cuaca Hari Ini: Waspada! Siklon Tropis Jangmi Dapat Memicu Hujan Lebat di Sejumlah Wilayah

    7cloud.asia – Siklon tropis Jangmi memicu hujan dengan intensitas sedang hingga lebat di sejumlah wilayah di Indonesia pada Kamis (28/05/2026).

    Melalui akun instagram resmi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), siklon tropis Jangmi terpantau pada Rabu (27/05/2026) pukul 07.00 di laut Filipina Utara Papua.

    Kecepatan angin maksimum diatas 25 knot dalam waktu 24 jam kedepan diprakirakan meningkat tetapi masih pada kategori 1 (satu) dengan pergerakan ke arah utara.

    Siklon tropis Jangmi ini memicu hujan dengan intensitas sedang hingga lebat di wilayah Sulawesi Utara, Maluku Utara, Papua Barat Daya, Papua Barat dan Papua.

    Tak hanya hujan dan angin, siklon tropis Jangmi juga memicu gelombang tinggi 1,25-2,5 meter di Laut Sulawesi bagian timur, Perairan Kepulauan Sangihe, Perairan Kepulauan Talaud.

    Kondisi seperti ini juga berpotensi melanda Laut Maluku, Perairan Raja Ampat bagian utara, Perairan utara Biak dan Samudera Pasifik utara Maluku hingga utara Papua.

    Untuk wilayah lainnya, BMKG memprediksi hujan intensitas ringan di Kota Pekanbaru, Tanjung Pinang, Padang, Pangkal Pinang, Semarang, Pontianak, Tanjung Selor, Samarinda, Banjarmasin, Palu, Mamuju, Kendari, Ambon, Manokwari, Jayapura, Jayawijaya dan Merauke.

    Sementara hujan dengan intensitas sedang berpeluang mengguyur Kota Medan, Palangkaraya dan Nabire.

     

  • Cuaca Hari Ini: Mayoritas Kota Cerah dan Berawan, tetapi Masih Ada potensi Hujan

    Cuaca Hari Ini: Mayoritas Kota Cerah dan Berawan, tetapi Masih Ada potensi Hujan

    7cloud.asia – Mayoritas kota di Indonesia diprakirakan cerah dan berawan pada Jumat (29/05/2026). Namun, masih ada potensi hujan dengan intensitas ringan hingga hujan disertai petir di sejumlah kota.

    Melalui akun youtube resmi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), hujan intensitas ringan berpotensi terjadi di Kota Tanjung Pinang, Padang, Jambi, Pangkal Pinang, Bandung, Semarang, Pontianak, Samarinda.

    Selain itu, Kota Gorontalo, Palu, Mamuju, Ternate, Nabire, Jayapura dan Jayawijaya juga berpotensi hujan dengan intensitas ringan.

    Sementara hujan dengan intensitas sedang berpotensi mengguyur Kota Medan dan Merauke. Sedangkan hujan disertai petir berpotensi melanda Kota Pekanbaru, Palangkaraya, Tanjung Selor dan Manado.

    Untuk wilayah Jakarta, pada pagi hingga malam hari mayoritas wilayah diprediksi cerah dan berawan. Namun masih ada peluang hujan dengan intensitas ringan di wilayah Jakarta Timur dan Jakarta Utara pada siang dan sore hari.

    BMKG juga mengajak masyarakat agar mewaspadai potensi angin kencang dengan kecepatan maksimal 25 knot di Kepulauan Bangka Belitung, Nusa Tenggara Timur, Papua Barat dan Sulawesi Utara.

  • Melindungi Warga Miskin dari Panas Perkotaan: Belajar dari Ruang Pendingin di Kampung Ketandan Surabaya

    Melindungi Warga Miskin dari Panas Perkotaan: Belajar dari Ruang Pendingin di Kampung Ketandan Surabaya

     

    7cloud.asia – Memanasnya suhu Bumi akibat perubahan iklim memicu ketimpangan baru di perkotaan: perlindungan dari paparan panas ekstrem.

    Warga miskin penghuni kampung kota harus rela tersengat panas hingga 36°C pada siang hari.

    Sebagian warga miskin ini harus bekerja di luar ruangan, entah mengojek daring ataupun memanggul bakul jualan. Bahkan ada lansia yang meninggal dunia karena terpapar panas membara saat tengah mengantre gas elpiji bersubsidi.


    Sementara bagi orang-orang kaya, panas ekstrem hanya dianggap sebagai gangguan kenyamanan. Mereka mudah menghindari panas dengan menyalakan AC, duduk nyaman di mobil, akses ke ruang publik berpendingin, hingga staycation di hotel.

    Di sebuah kampung di Surabaya, inisiatif melindungi masyarakat miskin dari panas sebenarnya sudah muncul dan kita perlu mengapresiasinya. Namun, terobosan itu masih memiliki tantangan.

    Lagipula, dibandingkan dengan 48,6 juta warga yang terkena panas ekstrem, inisiatif tersebut masih sangat kecil.

    Di sinilah pemerintah seharusnya bergerak memperluas inisiatif tersebut di kota-kota besar agar lebih banyak warga yang terhindar dari panas ekstrem.

    Inisiatif tempat berpendingin perlu dukungan

    Teknologi pendingin bersama merupakan sebuah inovasi agar masyarakat miskin perkotaan bisa mencari kesejukan di tengah sengatan panas. Di Kampung Ketandan, Surabaya, kolaborasi lembaga masyarakat, universitas, swasta, dan masyarakat setempat menyulap balai RW sebagai ruang pendingin bersama. 

    Di balai RW, warga Ketandan yang ingin beristirahat dan menghindari paparan panas dapat menyewa ruangan tersebut dengan memindai barcode, melakukan top up saldo, dan mengakses sistem melalui telepon pintar.

    Namun, pemanfaatan teknologi ini terbelit tantangan karena tak semua warga mahir menggunakan telepon pintar. Keberlanjutannya juga bergantung pada kapasitas pengelolaan operasional ruang oleh komunitas.

    Alhasil, bukannya memperluas akses ke tempat sejuk, teknologi digital justru berisiko meminggirkan masyarakat yang sulit melek digital seperti lansia.

    Merancang teknologi pendingin untuk semua warga

    Pengalaman di Kampung Ketandan Surabaya memberi pelajaran, teknologi murah dan dapat diakses oleh masyarakat miskin belum tentu mengatasi masalah panas perkotaan.

    Langkah yang lebih komprehensif adalah perubahan tata kelola dan dukungan sistem kota yang bisa menaungi seluruh warganya di kala panas melanda.

    Pemerintah perlu hadir untuk memastikan teknologi dalam mengatasi panas ekstrem, tidak berhenti pada proyek percontohan jangka pendek. Teknologi pendingin harus menjadi solusi inklusif dan dapat diterapkan di kawasan yang lebih luas. 

    Ada berbagai cara untuk melakukannya. Misalnya, melalui pemasangan paving block ataupun atap yang lebih memantulkan sinar matahari, maupun atap tanaman atau green roof. Bisa juga dengan menyediakan fasilitas ruang pendingin di kantor-kantor pemerintahan. Cara ini sudah banyak dilakukan di negara-negara maju.

    Di Indonesia, sejumlah riset berbasis teknologi digital untuk memantau dan menangani dampak urban heat island (UHI) mulai bermunculan.

    Mulai dari pemetaan kawasan dengan risiko panas tinggi menggunakan citra satelit Landsat-8 , pengembangan instrumen berbasis spatial intelligence untuk membantu perancangan kota yang lebih sejuk.

    Pengembangan teknologi tersebut dapat memberikan informasi tentang distribusi dan intensitas panas di perkotaan. Harapannya, pemerintah bisa mengandalkan data ini untuk merumuskan strategi penanganan panas.

    Perlu dukungan kebijakan

    Riset menyebutkan panas ekstrem menjadi ancaman serius bagi kesehatan dan kualitas hidup masyarakat miskin. El Nino yang melanda dunia, termasuk Indonesia tahun ini seharusnya menjadi alarm bagi pemerintah untuk segera menyiapkan langkah penanganan.


    Untuk melindungi masyarakat miskin di perkotaan, pemerintah juga bisa membuat sejumlah kebijakan.

    Pertama, pemerintah perlu menempatkan panas ekstrem sebagai isu prioritas dalam kebijakan perkotaan dan penanggulangan bencana.

    Hingga saat ini penanganan panas ekstrem sering kali masih “menumpang” pada manajemen penanganan iklim lainnya, seperti pengurangan emisi karbon dan pengendalian banjir.

    Tak heran, jika riset dan inovasi penanganan panas masih sulit berkembang menjadi bagian dari sistem operasional kota.

    Kedua, pengembangan teknologi penanganan panas ekstrem perlu mempertemukan kebutuhan masyarakat, pemerintah dan pengembangan teknologi oleh universitas dan lembaga riset.

    Selama ini, berbagai inovasi masih berjalan secara terpisah dalam lingkup proyek dan riset jangka pendek. Padahal kolaborasi antar-aktor penting untuk memadukan teknologi dalam layanan publik perkotaan dan berkelanjutan. 

    Ketiga, pengembangan teknologi perlu disertai pendekatan yang lebih inklusif secara digital. Pemerintah bersama pengembang teknologi dan masyarakat perlu bekerja sama untuk memastikan bahwa sistem layanan digital yang dirancang untuk penanganan panas ekstrem tidak menyulitkan kelompok masyarakat tertentu.

    Aplikasi yang digunakan sebaiknya sederhana dan dekat dengan kebiasaan digital masyarakat sehari-hari, sehingga mereka tidak perlu mempelajari hal baru yang rumit. Selain itu, pemerintah masih perlu mengakomodasi layanan nondigital agar masyarakat yang belum melek digital bisa mengaksesnya.


    Nimas Maninggar, Peneliti bidang kebijakan inovasi/inovasi wilayah, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN)

    Artikel ini terbit pertama kali di The Conversation. Baca artikel sumber.

  • Cuaca Hari Ini: Siap Payung, Sebagian Jakarta Bakal Hujan

    Cuaca Hari Ini: Siap Payung, Sebagian Jakarta Bakal Hujan

    7cloud.asia – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi hujan dengan intensitas ringan akan mengguyur sebagian wilayah Jakarta pada Sabtu (30/05/2026).

    Dalam laman resmi BMKG, hujan dengan intensitas ringan berpeluang terjadi di wilayah Jakarta Utara dan Jakarta Timur pada pagi hari. Wilayah lainnya diprediksi cerah hingga berawan tebal.

    Selanjutnya pada siang dan sore hari, peluang hujan berintensitas ringan terjadi di wilayah Jakarta Selatan, Jakarta Utara dan Jakarta Timur. Sedangkan wilayah lainnya diprediksi cerah hingga berawan tebal.

    Malamnya, hujan berintensitas ringan berpotensi terjadi di wilayah Jakarta Barat, Jakarta Selatan dan Jakarta Timur. Wilayah lainnya diprakirakan cerah hingga berawan tebal.

    Sedangkan kota-kota lainnya di Indonesia, seperti Kota Medan, Tanjung Pinang, Pangkal Pinang, Bandung, Semarang, Pontianak, Palangkaraya, Samarinda, Palu, Mamuju, Kendari berpotensi hujan dengan intensitas ringan.

    Selain itu, hujan dengan intensitas ringan juga berpotensi terjadi di Kota Ternate, Ambon, Manokwari, Nabire, Jayapura, Jayawijaya dan Merauke.

    BMKG mengajak masyarakat di Kota Jambi, Banjarmasin, Tanjung Selor dan Gorontalo untuk mewaspadai hujan disertai petir. Selain itu, masyarakat di wilayah Nusa Tenggara Timur juga perlu waspada dengan potensi angin kencang.

  • Cuaca Hari Ini: Sebagian Kota Berpotensi Hujan, Termasuk Yogyakarta

    Cuaca Hari Ini: Sebagian Kota Berpotensi Hujan, Termasuk Yogyakarta

    7cloud.asia – Kondisi cuaca hujan dengan intensitas ringan berpotensi terjadi di sebagian kota di Indonesia, termasuk Yogyakarta pada Minggu (31/05/2026).

    Melalui kanal youtube resmi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), hujan dengan intensitas ringan juga berpeluang terjadi di Kota Medan, Jambi, Pekanbaru, Tanjung Pinang, Pangkal Pinang, Bandung, Pontianak, Tanjung Selor, Banjarmasin.

    Kota, Mamuju, Palu, Kendari, Gorontalo, Manado, Ternate, Sorong, Manokwari, Nabire, Jayawijaya dan Jayapura juga berpotensi terjadi hujan dengan intensitas ringan. Sementara hujan  berintensitas sedang berpotensi mengguyur Kota Merauke.

    Sedangkan untuk Kota Jakarta, BMKG memprediksi sebagian besar wilayah cerah dan berawan tebal dari pagi hingga malam hari.

    Namun masih ada peluang hujan dengan intensitas ringan di wilayah Jakarta Utara, Jakarta Timur dan Jakarta Selatan pada siang dan sore hari.

  • Cuaca Hari Ini: BMKG Keluarkan Peringatan Dini Status Siaga Hujan Sangat Lebat di Sejumlah Wilayah Jawa Barat

    Cuaca Hari Ini: BMKG Keluarkan Peringatan Dini Status Siaga Hujan Sangat Lebat di Sejumlah Wilayah Jawa Barat

    7cloud.asia – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini hujan intensitas lebat hingga sangat lebat di sejumlah wilayah Jawa Barat pada Senin (01/06/2026). Status cuaca, “Siaga”

    Melalui akun instagram (IG) resminya, hujan berintensitas lebat hingga sangat lebat berpotensi mengguyur sejumlah wilayah Jawa Barat yang meliputi Kabupaten Bogor, Kabupaten dan Kota Sukabumi, Kabupaten Cianjur.

    Wilayah lain yang berstatus “Siaga” hujan lebat hingga sangat lebat adalah Maluku Utara yang meliputi Kabupaten Halmahera Selatan, Kabupaten Halmahera Tengah dan Kabupaten Halmahera Timur.

    Peringatan dini ini juga berlaku disejumlah wilayah Maluku yang meliputi Kota Ambon, Kabupaten Buru Selatan, Kabupaten Seram bagian Barat, Kabupaten Maluku Tengah, Kabupaten Kepulauan Aru.

    Sementara di Papua, peringatan dini hujan lebat hingga sangat lebat berlaku untuk Kabupaten Dogiyai.

    Sedangkan untuk wilayah Jakarta, BMKG memprediksi cuaca berawan hingga berawan tebal hampir di seluruh wilayah pada pagi hari. Peluang hujan dengan intensitas sedang terjadi di wilayah Jakarta Barat dan Jakarta Selatan.

    Hujan ini masih akan terus berlanjut hingga siang dan sore. Sementara wilayah lainnya diprediksi berawan tebal hingga hujan berintensitas ringan.

    Malamnya, hampir semua wilayah Jakarta berpeluang terjadi hujan dengan intensitas ringan. Hanya wilayah Kepulauan Seribu yang diprediksi berawan tebal.

  • Cuaca Hari Ini: Pagi Hingga Malam Sebagian Jakarta Berpotensi Hujan

    Cuaca Hari Ini: Pagi Hingga Malam Sebagian Jakarta Berpotensi Hujan

    7cloud.asia – Sebagian wilayah Jakarta berpotensi hujan dengan intensitas ringan pada Selasa (02/06/2026) pagi hingga malam hari.

    Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi hujan berintensitas ringan akan terjadi di wilayah Jakarta Selatan dan Jakarta Timur pada pagi hari hingga sore hari. Wilayah lainnya diprediksi cerah dan berawan tebal.

    Malamnya hujan dengan intensitas ringan berpotensi terjadi di wilayah Jakarta Timur, Jakarta Selatan dan Jakarta Utara. Wilayah lainnya diprediksi cerah hingga berawan.

    Untuk wilayah lain di Indonesia, hujan dengan intensitas sedang hingga lebat berpotensi mengguyur wilayah Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat, Riau, Kepulauan Riau, Kepulauan Bangka Belitung, Banten.

    Selain itu wilayah Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Maluku Utara, Maluku dan Papua Pegunungan juga berpotensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat.

    BMKG mengajak masyarakat di wilayah Jawa Barat agar berhati-hati dengan hujan berintensitas lebat hingga sangat lebat yang berpotensi mengguyur wilayah Jawa Barat.

    Tak hanya hujan, BMKG juga mengajak masyarakat di wilayah Aceh, Bali, Kepulauan Bangka Belitung, Kepulauan Riau untuk mewaspadai potensi angin kencang.

     

     

  • Cuaca Hari Ini: Waspada! Bandung dan Beberapa Kota Berpotensi Hujan Disertai Petir

    Cuaca Hari Ini: Waspada! Bandung dan Beberapa Kota Berpotensi Hujan Disertai Petir

    7cloud.asia – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi hujan disertai petir akan melanda Kota Bandung dan beberapa kota lainnya pada Rabu (03/06/2026).

    Melalui youtube resmi BMKG, hujan disertai petir juga berpeluang terjadi di Kota Pontianak dan Palangkaraya.

    Sedangkan hujan dengan intensitas ringan berpotensi terjadi di Kota Medan, Tanjung Pinang, Jambi, Pangkal Pinang, Palembang, Bandar Lampung, Semarang, Banjarmasin, Samarinda, Tanjung Selor.

    Kondisi cuaca serupa berpotensi pula terjadi di Kota Mamuju, Kendari, Palu, Manado, Ternate, Ambon, Sorong, Manokwari, Nabire, Jayapura dan Jayawijaya.

    Sementara untuk Kota Jakarta, BMKG memprakirakan seluruh wilayah cerah dan berawan pada pagi hari. Peluang hujan terjadi pada siang dan sore di wilayah Jakarta Timur dan Jakarta Selatan. Wilayah lainnya diprediksi berawan tebal.

    Malamnya, hujan ringan berpeluang terjadi di wilayah Jakarta Timur, Jakarta Selatan, Jakarta Pusat dan Jakarta Utara. Wilayah lainnya diprediksi berawan tebal.