Tag: jakarta

  • Cuaca Hari Ini: Siap Payung, Jakarta Berpotensi Hujan Siang Hingga Sore

    Cuaca Hari Ini: Siap Payung, Jakarta Berpotensi Hujan Siang Hingga Sore

    7cloud.asia – Kondisi cuaca hujan dengan intensitas ringan berpotensi mengguyur seluruh wilayah Jakarta pada Sabtu (03/01/2026) siang hingga sore.

    Dilansir di laman resmi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), pada pagi hari cuaca di seluruh wilayah Jakarta diprediksi berawan tebal hingga hujan dengan intensitas ringan.

    Malamnya, masih ada peluang hujan dengan intensitas ringan di Kepulauan Seribu. Sedangkan wilayah lainnya diprediksi berawan tebal.

    Sementara wilayah lainnya di Indonesia, BMKG memprediksi hujan berintensitas sedang hingga lebat di wilayah Sumatera Utara, Sumatera Barat, Kepulauan Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Bengkulu, Lampung, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat.

    Kondisi cuaca serupa berpotensi pula terjadi di wilayah Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat Daya, Papua Barat, Papua Tengah, Papua Pegunungan, Papua dan Papua Selatan.

    Selanjutnya hujan berintensitas lebat hingga sangat lebat berpotensi mengguyur wilayah Kalimantan Utara dan Kalimantan Selatan.

    BMKG juga mengajak masyarakat agar mewaspadai potensi angin kencang di wilayah Aceh, Kepulauan Riau, Maluku dan Nusa Tenggara Timur.

     

  • Cuaca Hari Ini: Siap Payung, Seluruh Wilayah Jakarta Berpotensi Hujan

    Cuaca Hari Ini: Siap Payung, Seluruh Wilayah Jakarta Berpotensi Hujan

    7cloud.asia – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi hujan dengan intensitas ringan akan mengguyur seluruh wilayah Jakarta pada Senin (05/01/2026).

    Dalam laman resmi BMKG, hujan dengan intensitas ringan tersebut berpotensi mengguyur seluruh wilayah Jakarta dari pagi hingga sore hari. Malamnya, seluruh wilayah Jakarta diprediksi berawan tebal.

    Untuk wilayah lainnya, BMKG memprediksi sebagian besar akan terjadi hujan berintensitas sedang hingga lebat. Seperti wilayah Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Lampung, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur.

    Kondisi cuaca serupa berpotensi pula mengguyur wilayah Bali, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Gorontalo.

    Selain itu wilayah Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Papua Barat Daya, Papua Barat, Papua Tengah, Papua Pegunungan, Papua dan Papua Selatan juga berpeluang terjadi hujan berintensitas sedang hingga lebat.

    BMKG mengajak masyarakat yang berada di wilayah Maluku dan Maluku Utara agar mewaspadai potensi hujan dengan intensitas lebat hingga sangat lebat disertai angin kencang.

      

  • Cuaca Hari Ini: Hati-hati! Hujan Sangat Lebat Berpotensi Guyur Jawa Barat dan Sejumlah Wilayah

    Cuaca Hari Ini: Hati-hati! Hujan Sangat Lebat Berpotensi Guyur Jawa Barat dan Sejumlah Wilayah

    7cloud.asia – Hujan berintensitas lebat hingga sangat lebat berpotensi mengguyur wilayah Jawa Barat dan sejumlah wilayah lain pada Selasa (06/01/2026) hingga Kamis (08/01/2026) mendatang. 

    Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) dalam akun instagram (IG) resminya menetapkan status Siaga.

    BMKG menyebut, hujan berintensitas lebat hingga sangat lebat berpeluang pula mengguyur wilayah Aceh, Sumatera Barat, Kepulauan Bangka Belitung.

    Selain itu, wilayah Jawa Tengah, Yogyakarta, Sulawesi Utara, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Maluku Utara dan Papua Pegunungan juga berpeluang terjadi hujan berintensitas lebat hingga sangat lebat.

    Sementara hujan dengan intensitas sedang hingga lebat berpotensi mengguyur wilayah Sumatera Utara, Riau, Kepulauan Riau, Sumatera Selatan, Lampung, Banten, Jakarta, sebagian Jawa Barat dan Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat.

    Kondisi cuaca serupa berpotensi pula terjadi di Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan, Gorontalo, Sulawesi Tengah, sebagian Sulawesi Barat, sebagian Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara.

    Wilayah Maluku, sebagian Maluku Utara, Papua Barat Daya, Papua, Barat, Papua Tengah, sebagian Papua Pegunungan, Papua dan Papua Selatan juga berpotensi terjadi hujan berintensitas sedang hingga lebat.

    Dengan kondisi cuaca seperti ini, BMKG mengimbau masyarakat agar mewaspadai potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir, banjir bandang, longsor dan pohon tumbang yang dapat terjadi sewaktu-waktu.

  • Cuaca Hari Ini: Mayoritas Wilayah Berpotensi Hujan

    Cuaca Hari Ini: Mayoritas Wilayah Berpotensi Hujan

    7cloud.asia – Hujan dengan intensitas sedang hingga sangat lebat berpotensi mengguyur mayoritas wilayah di Indonesia pada Rabu (07/01/2026).

    Dalam laman resmi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), hujan berintensitas sedang hingga lebat berpotensi mengguyur wilayah Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kepulauan Bangka Belitung.

    Kondisi cuaca serupa berpotensi pula terjadi di Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Sulawesi Utara, Gorontalo.

    Wilayah Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat Daya, Papua Barat, Papua dan Papua Selatan juga berpotensi terjadi hujan berintensitas sedang hingga lebat.

    Sedangkan hujan dengan intensitas lebat hingga sangat lebat berpotensi mengguyur wilayah Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan, Papua Tengah dan Papua Pegunungan.

    Untuk wilayah Jakarta, seluruh wilayah diprediksi berawan tebal hingga hujan berintensitas ringan pada pagi hari.

    Siang hingga sore kondisi cuaca seperti ini juga masih terjadi. Namun ada peluang hujan berintensitas sedang di wilayah Jakarta Selatan. Selanjutnya malam hari seluruh wilayah Jakarta diprediksi berawan tebal.    

  • Cuaca Hari Ini: Sebagian Wilayah Jakarta Berpotensi Hujan

    Cuaca Hari Ini: Sebagian Wilayah Jakarta Berpotensi Hujan

    7cloud.asia – Sebagian wilayah Jakarta berpotensi hujan dengan intensitas ringan hingga sedang pada Kamis (08/01/2026) pagi hingga malam.

    Dalam laman resmi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), hujan dengan intensitas sedang berpotensi terjadi pada pagi di wilayah Jakarta Barat dan Jakarta Selatan. Wilayah lainnya diprediksi berawan tebal hingga hujan berintensitas ringan.

    Siang hingga sore hari, hampir seluruh wilayah Jakarta berpotensi hujan berintensitas ringan. Hanya wilayah Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu yang diprediksi berawan tebal.

    Demikian juga malam hari, hampir seluruh wilayah Jakarta diprediksi hujan berintensitas ringan. Hanya wilayah Jakarta Utara yang diprediksi berawan tebal.

    Sementara kota-kota lainnya di Indonesia, BMKG memprakirakan hujan intensitas ringan hingga hujan disertai petir.

    Hujan berintensitas ringan berpeluang terjadi di Kota Banda Aceh, Tanjung Pinang, Padang, Jambi, Bengkulu, Palembang, Pangkal Pinang, Bandung, Surabaya, Tanjung Selor, Denpasar, Mataram, Palu, Gorontalo, Manado, Ternate, Ambon, Sorong dan Jayawijaya.

    Kemudian hujan dengan intensitas sedang berpotensi mengguyur Kota Medan, Serang, Yogyakarta, Palangkaraya, Makassar, Jayapura dan Merauke.

    Sedangkan hujan disertai petir berpeluang melanda Kota Pekanbaru, Bandar Lampung, Pontianak, Banjarmasin, Samarinda, Kupang dan Mamuju.

     

  • Gerakan Jumat Menanam: Mampukah Menghijaukan Jakarta?

    Gerakan Jumat Menanam: Mampukah Menghijaukan Jakarta?

    7cloud.asia – Gerakan Jumat Menanam Pohon yang dicanangkan Dinas Pertamanan dan Hutan kota DKI Jakarta berhasil menanam ribuan pohon di lima wilayah Jakarta, sepanjang tahun 2025.

    Ribuan pohon ini ditanam untuk menambah ruang terbuka hijau yang masih sangat kurang di Jakarta. Penanaman pohon sekaligus sebagai upaya meredam polusi udara akibat emisi kendaraan bermotor.

    Jenis pohon yang ditanam terdiri atas pohon pelindung dan produktif, seperti tabebuya, ketapang kencana, trembesi, mahoni, matoa, mundu, kamboja, dan jenis lainnya.

    Namun demikian, tidak ada data pasti bagaimana kelangsungan ribuan pohon yang telah ditanam tersebut.

    Suku Dinas Pertamanan dan Hutan Kota (Tamhut) Jakarta Selatan telah melaksanakan kegiatan penghijauan dengan menanam sebanyak 1.099 pohon di 10 wilayah kecamatan sepanjang tahun 2025.

    “Penanaman dilakukan melalui program rutin Jumat Menanam maupun kegiatan lainnya,” ujarKepala Suku Dinas Tamhut Jakarta Selatan, Herlina Merinda Kamis (8/1/2025) seperti dikutip beritajakarta.id

    Herlina menjelaskan, penanaman difokuskan pada lahan-lahan yang terlihat gersang, seperti taman, taman pemakaman umum (TPU), RPTRA, jalur hijau, dan lokasi lainnya.

    Herlina merinci, penanaman terbanyak dilakukan pada Februari dengan jumlah 222 pohon, disusul Januari 152 pohon, dan Juli 111 pohon. Sementara itu, penanaman terendah tercatat pada Oktober dengan jumlah 39 pohon.

    “Berdasarkan wilayah, Kecamatan Jagakarsa menjadi lokasi dengan jumlah penanaman terbanyak, yakni 265 pohon sepanjang tahun 2025. Adapun Kecamatan Mampang Prapatan mencatat jumlah penanaman paling sedikit, yaitu 57 pohon,” bebernya.

    Herlina menambahkan, pada tahun ini pihaknya akan terus mengintensifkan kegiatan penanaman, terutama di lahan-lahan yang gersang maupun untuk mengganti tanaman yang tidak tumbuh secara optimal.

    “Jakarta Selatan saat ini menjadi lokasi pembangunan sejumlah taman, salah satunya Taman Bendera Pusaka yang masih dalam proses pembangunan. Tentunya di lokasi tersebut akan dilakukan penghijauan secara optimal,” imbuhnya.

    Sementara, Sudin Tamhut Jakarta Timur berhasil menanam sebanyak 1.135 pohon di tahun 2025.

    Kepala Sudin Tamhut Jakarta Timur, Dwi Ponangsera mengatakan, ribuan pohon tersebut ditanam di 10 kecamatan, terutama pada lahan kosong yang memungkinkan untuk ditanami pepohonan.

    Menurutnya, lokasi penanaman meliputi tepi jalan protokol, jalan lingkungan, jalur hijau, taman, RPTRA, area waduk atau embung, hingga Taman Pemakaman Umum (TPU).

    “Seluruh pohon ini kami tanam untuk mendukung program penghijauan sekaligus meningkatkan kualitas udara,” ujarnya, Senin (5/1/2025).

    Dwi menjelaskan, jenis pohon yang ditanam antara lain Tabebuya Kuning, Tabebuya Pink, Mahoni, Trembesi, Kenari, Duku, Mangga, Rambutan, serta sejumlah jenis pohon lainnya.

    “Kami juga menanam tanaman hias sebanyak 289.612 polybag yang tersebar di 10 kecamatan,” terangnya.

    Sementara itu, Kepala Seksi Jalur Hijau dan Pemakaman Sudin Tamhut Jakarta Timur, Made Widhi Adnyana Surya Pratita merinci, penanaman 1.135 pohon tersebut tersebar di Kecamatan Ciracas sebanyak 82 pohon, dan Cipayung 488 pohon.

    Kemudian, di Kecamatan Cakung 296 pohon, Duren Sawit 50 pohon, Kramat Jati 28 pohon, Makasar 45 pohon, Matraman 12 pohon, Pasar Rebo 25 pohon, dan Pulo Gadung 26 pohon.

    “Penanaman pohon ini dilakukan melalui kegiatan rutin Jumat Menanam, kerja bakti Minggu pagi, serta berbagai kegiatan lainnya,” bebernya.

    Ia menambahkan, untuk penanaman tanaman hias tersebar di sembilan kecamatan. Rinciannya, Kecamatan Cipayung sebanyak 74.898 tanaman, Cakung 21.172 tanaman, dan Duren Sawit 12.350 tanaman.

    “Untuk di Kecamatan Kramat Jati 11.700 tanaman, Jatinegara 30.300 tanaman, Makasar 100 tanaman, Matraman 26.339 tanaman, Pasar Rebo 11.035 tanaman, dan Pulo Gadung 101.718 tanaman,” tandasnya.

  • Cuaca Hari Ini: Waspada! Hujan Sangat Lebat Berpotensi Guyur Sejumlah Wilayah, Termasuk Sumatera Barat

    Cuaca Hari Ini: Waspada! Hujan Sangat Lebat Berpotensi Guyur Sejumlah Wilayah, Termasuk Sumatera Barat

    7cloud.asia – Kondisi cuaca hujan berintensitas lebat hingga sangat lebat berpotensi mengguyur wilayah Sumatera Barat dan sejumlah wilayah di Indonesia pada Jumat (09/01/2026).

    Dalam laman resmi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) hujan berintensitas lebat hingga sangat lebat berpotensi mengguyur wilayah lainnya seperti Kepulauan Riau, Bengkulu, Lampung, Banten, Jawa Barat, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Barat dan Papua Selatan.

    Sementara hujan berintensitas sedang hingga lebat berpeluang mengguyur wilayah Aceh, Sumatra Utara, Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur.

    Kondisi cuaca seperti ini berpeluang pula mengguyur wilayah Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Maluku dan Papua Barat Daya.

    Sedangkan untuk wilayah Jakarta, BMKG memprediksi cuaca berawan hingga hujan dengan intensitas ringan pada pagi hari.

    Begitu juga pada siang hari. Namun ada peluang hujan berintensitas sedang di wilayah Jakarta Selatan dan Jakarta Timur. Hujan disertai petir berpeluang terjadi di Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu.

    Malamnya, seluruh wilayah Jakarta diprediksi berawan tebal hingga hujan dengan intensitas ringan.

     

  • Penurunan Muka Tanah dan Perubahan Iklim Perburuk Banjir di Jakarta

    7cloud.asia – Penurunan muka tanah yang terus berlangsung di Jakarta menjadi faktor  yang secara signifikan memperbesar ancaman banjir di Ibu Kota, baik banjir rob dari laut maupun banjir perkotaan akibat hujan dan luapan sungai.

    Peneliti Ahli Madya Pusat Riset Limnologi dan Sumber Daya Air BRIN, Dr. Yus Budiyono, mengatakan bahwa penurunan tanah berkontribusi meningkatkan risiko banjir di Jakarta hingga lebih dari 40 persen.

    Angka ini melampaui pengaruh faktor lain, di antaranya perubahan iklim maupun kenaikan permukaan air laut.

    “Kalau kami membandingkan beberapa entitas yang mempengaruhi risiko banjir di Jakarta, dari empat entitas yang kami perhatikan yang penurunan muka tanah (land subsidence) itu pengaruhnya paling besar, yakni di atas 40 persen,” ujarnya dikutip Kompas.com.

    Berdasarkan kajian BRIN, kondisi penurunan muka tanah di wilayah pesisir utara Jakarta menunjukkan angka yang mengkhawatirkan. Yus menjelaskan, secara rata-rata, amblesan tanah di Jakarta bagian utara terjadi dengan kecepatan sekitar 3,5 sentimeter per tahun.

    Namun, angka rata-rata tersebut menutupi fakta bahwa di sejumlah lokasi tertentu, penurunan tanah berlangsung jauh lebih ekstrem.

    “Tapi mungkin kalau nilai yang paling sering muncul itu kira-kira ya 15 cm per tahun, sedangkan di tempat yang paling parah itu penurunannya sampai 28 cm per tahun,” tutur Yus.

    Menurut dia, titik penurunan paling parah teridentifikasi di kawasan Pantai Mutiara, Jakarta Utara, dan Cengkareng Barat, Jakarta Barat.

    “Titik yang paling parah itu di Pantai Mutiara dan kemudian juga Cengkareng Barat. Kalau sejak mulainya kapan, saya perlu melihat catatan dulu. Tapi tidak sejak 1970,” ujar dia.

    Dia menambahakn, secara historis, laju penurunan muka tanah cenderung bersifat linear yakni tidak dapat dipulihkan. Hal ini juga terjadi di kota-kota besar lain seperti Tokyo (Jepang), Bangkok (Thailand), dan lain-lain,

    BRIN mencatat bahwa dampak penurunan muka tanah tidak hanya terbatas pada banjir rob. Amblesan tanah juga memperparah banjir akibat hujan langsung maupun banjir kiriman dari hulu.

    Ia mencontohkan sejumlah peristiwa banjir besar yang dipicu hujan lokal ekstrem, seperti yang terjadi pada 1 Januari 2020 dan tiga banjir besar sepanjang tahun 2025

    “Yang pertama, Maret. Yang kedua, Juli. Yang ketiga, Oktober 2025 Itu dominasi dari hujan lokal itu besar,” lanjut dia.

    Banjir kiriman dari Bogor yang kerap diantisipasi melalui sistem siaga pemerintah daerah juga tetap menjadi ancaman.

    Langkah mitigasi
    BRIN menekankan bahwa langkah paling krusial untuk menekan laju penurunan muka tanah dan dampak yang ditimbulkan adalah penyediaan air bersih agar pengambilan air tanah dapat dihentikan.

    “Pemerintah harus menyediakan kebutuhan air untuk seluruh warga, bukan hanya di Jakarta, tapi di seluruh pantura. Sehingga nanti air itu tidak lagi diambil dari tanah,” kata Yus.

    Tanpa penghentian penurunan tanah, ia menilai infrastruktur sebesar apa pun akan sia-sia.

    Selain penurunan muka tanah, perubahan iklim juga menjadi faktor penting dalam pembentukan risiko banjir Jakarta.

    Namun, Yus menekankan bahwa persoalan utama perubahan iklim bukan terletak pada rata-rata curah hujan tahunan. Masalah sesungguhnya, kata Yus, adalah meningkatnya kejadian cuaca ekstrem.

    Dia menegaskan bahwa kejadian-kejadian luar biasa, yakni banjir 1 Januari 2020 dan tiga peristiwa besar pada 2025 merupakan bukti nyata.

    Pandangan BRIN tersebut sejalan dengan catatan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang mencatat adanya peningkatan frekuensi banjir di Jakarta, terutama dalam tiga dekade terakhir.

    “Meningkatnya risiko kejadian curah hujan ekstrem sebesar 2-3 persen menyebabkan banjir yang berulang seperti banjir yang terjadi berulang kali pada tahun 2014, 2015, 2020; dibandingkan dengan kondisi iklim 100 tahun yang lalu,” ujar Ardhasena.

    Bahkan, peluang terjadinya banjir besar meningkat signifikan. “Risiko banjir seperti kejadian 2015 pada era iklim modern saat ini, peluang terjadinya (risiko) meningkat 2-3 kali lipat dibanding peluang nya pada era iklim masa lampau,” kata dia.

    Faktor Fisik Daratan dan Banjir Gabungan
    BMKG menilai bahwa kerentanan utama Jakarta Utara bukan semata faktor cuaca, melainkan perubahan fisik daratan akibat fenomena penurunan muka tanah (land subsidence)

    Ia menggambarkan wilayah pesisir Jakarta sebagai “efek mangkuk raksasa yang bersifat permanen,” sehingga tanpa hujan ekstrem pun air laut selalu berusaha masuk ke daratan.

    Kondisi ini diperburuk oleh fenomena seruakan dingin (cold surge), hujan dini hari yang bertepatan dengan pasang maksimum, hingga akhirnya memicu banjir gabungan atau compound flooding.

     

  • Cuaca Hari Ini: Sebagian Besar Wilayah di Indonesia Berpotensi Hujan, Jawa Barat Salah Satunya

    Cuaca Hari Ini: Sebagian Besar Wilayah di Indonesia Berpotensi Hujan, Jawa Barat Salah Satunya

    7cloud.asia – Sebagian besar wilayah di Indonesia berpotensi hujan dengan intensitas ringan hingga hujan disertai petir pada Sabtu (10/01/2026). Salah satunya adalah wilayah Jawa Barat.

    Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) dalam laman resminya mengungkapkan wilayah Jawa Barat berpotensi hujan dengan intensitas lebat hingga sangat lebat.

    Selain itu, wilayah Kepulauan Bangka Belitung, Jawa Tengah, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur juga berpotensi hujan berintensitas lebat hingga sangat lebat.   

    Baca: Waspada Gelombang Tinggi Hingga 6 Meter

    Sementara hujan berintensitas sedang hingga lebat berpotensi mengguyur wilayah Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Bengkulu, Lampung, Banten, Yogyakarta, Bali, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan.

    Kondisi cuaca serupa berpotensi pula mengguyur wilayah Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat, Papua Pegunungan, Papua dan Papua Selatan.

    Untuk wilayah Jakarta, umumnya cuaca berawan tebal hingga hujan dengan intensitas ringan. Namun di wilayah Jakarta Timur, berpotensi terjadi hujan dengan intensitas sedang.

    Baca: Warga Pesisir Jakarta Diminta Waspada Banjir Rob

    Siang dan sore hari, cuaca di seluruh wilayah Jakarta diprediksi berawan tebal hingga hujan berintensitas ringan.

    Malamnya, hampir seluruh wilayah Jakarta diprediksi berawan tebal. Peluang hujan dengan intensitas ringan terjadi di wilayah Jakarta Utara. Dan hujan disertai petir berpotensi melanda wilayah Kepulauan Seribu.

    BMKG juga mengajak masyarakat agar mewaspadai potensi angin kencang yang terjadi di wilayah Banten, Jakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Kepulauan Riau, Lampung, Maluku, Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tenggara.

  • Cuaca Hari Ini: Sejumlah Daerah Berpotensi Hujan Disertai Petir, Surabaya Salah Satunya

    Cuaca Hari Ini: Sejumlah Daerah Berpotensi Hujan Disertai Petir, Surabaya Salah Satunya

    7cloud.asia – Sejumlah daerah di Indonesia berpotensi hujan disertai petir pada Minggu (11/01/2026). Diantaranya Kota Surabaya.

    Melalui kanal youtube resminya, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi hujan disertai petir juga melanda Kota Palembang, Bandar Lampung, Semarang dan Samarinda.

    Sementara hujan dengan intensitas sedang berpeluang mengguyur Kota Serang, Mataram, Kupang, Makassar, Mamuju dan Merauke.

    Sedangkan hujan berintensitas ringan berpotensi terjadi di Kota Pekanbaru, Padang, Pangkal Pinang, Bengkulu, Bandung, Yogyakarta, Palangkaraya, Tanjung Selor, Banjarmasin, Denpasar, Palu, Kendari, Ternate, Nabire dan Jayawijaya.

    Untuk wilayah Jakarta, BMKG memprediksi hujan berintensitas ringan akan terjadi di wilayah Jakarta Barat, Jakarta Selatan, Jakarta Timur dan Kepulauan Seribu pada pagi hari. Wilayah lainnya diprediksi berawan tebal.

    Siang dan sore hari, hujan berintensitas ringan masih berpeluang mengguyur wilayah Jakarta Barat, Jakarta Timur dan Jakarta Selatan. Wilayah lainnya diprediksi berawan tebal.

    Malamnya, hampir seluruh wilayah diprediksi berawan tebal. Hanya wilayah Kepulauan Seribu yang berpotensi terjadi hujan dengan intensitas ringan.