Gerakan Jumat Menanam: Mampukah Menghijaukan Jakarta?

Written by

in

7cloud.asia – Gerakan Jumat Menanam Pohon yang dicanangkan Dinas Pertamanan dan Hutan kota DKI Jakarta berhasil menanam ribuan pohon di lima wilayah Jakarta, sepanjang tahun 2025.

Ribuan pohon ini ditanam untuk menambah ruang terbuka hijau yang masih sangat kurang di Jakarta. Penanaman pohon sekaligus sebagai upaya meredam polusi udara akibat emisi kendaraan bermotor.

Jenis pohon yang ditanam terdiri atas pohon pelindung dan produktif, seperti tabebuya, ketapang kencana, trembesi, mahoni, matoa, mundu, kamboja, dan jenis lainnya.

Namun demikian, tidak ada data pasti bagaimana kelangsungan ribuan pohon yang telah ditanam tersebut.

Suku Dinas Pertamanan dan Hutan Kota (Tamhut) Jakarta Selatan telah melaksanakan kegiatan penghijauan dengan menanam sebanyak 1.099 pohon di 10 wilayah kecamatan sepanjang tahun 2025.

“Penanaman dilakukan melalui program rutin Jumat Menanam maupun kegiatan lainnya,” ujarKepala Suku Dinas Tamhut Jakarta Selatan, Herlina Merinda Kamis (8/1/2025) seperti dikutip beritajakarta.id

Herlina menjelaskan, penanaman difokuskan pada lahan-lahan yang terlihat gersang, seperti taman, taman pemakaman umum (TPU), RPTRA, jalur hijau, dan lokasi lainnya.

Herlina merinci, penanaman terbanyak dilakukan pada Februari dengan jumlah 222 pohon, disusul Januari 152 pohon, dan Juli 111 pohon. Sementara itu, penanaman terendah tercatat pada Oktober dengan jumlah 39 pohon.

“Berdasarkan wilayah, Kecamatan Jagakarsa menjadi lokasi dengan jumlah penanaman terbanyak, yakni 265 pohon sepanjang tahun 2025. Adapun Kecamatan Mampang Prapatan mencatat jumlah penanaman paling sedikit, yaitu 57 pohon,” bebernya.

Herlina menambahkan, pada tahun ini pihaknya akan terus mengintensifkan kegiatan penanaman, terutama di lahan-lahan yang gersang maupun untuk mengganti tanaman yang tidak tumbuh secara optimal.

“Jakarta Selatan saat ini menjadi lokasi pembangunan sejumlah taman, salah satunya Taman Bendera Pusaka yang masih dalam proses pembangunan. Tentunya di lokasi tersebut akan dilakukan penghijauan secara optimal,” imbuhnya.

Sementara, Sudin Tamhut Jakarta Timur berhasil menanam sebanyak 1.135 pohon di tahun 2025.

Kepala Sudin Tamhut Jakarta Timur, Dwi Ponangsera mengatakan, ribuan pohon tersebut ditanam di 10 kecamatan, terutama pada lahan kosong yang memungkinkan untuk ditanami pepohonan.

Menurutnya, lokasi penanaman meliputi tepi jalan protokol, jalan lingkungan, jalur hijau, taman, RPTRA, area waduk atau embung, hingga Taman Pemakaman Umum (TPU).

“Seluruh pohon ini kami tanam untuk mendukung program penghijauan sekaligus meningkatkan kualitas udara,” ujarnya, Senin (5/1/2025).

Dwi menjelaskan, jenis pohon yang ditanam antara lain Tabebuya Kuning, Tabebuya Pink, Mahoni, Trembesi, Kenari, Duku, Mangga, Rambutan, serta sejumlah jenis pohon lainnya.

“Kami juga menanam tanaman hias sebanyak 289.612 polybag yang tersebar di 10 kecamatan,” terangnya.

Sementara itu, Kepala Seksi Jalur Hijau dan Pemakaman Sudin Tamhut Jakarta Timur, Made Widhi Adnyana Surya Pratita merinci, penanaman 1.135 pohon tersebut tersebar di Kecamatan Ciracas sebanyak 82 pohon, dan Cipayung 488 pohon.

Kemudian, di Kecamatan Cakung 296 pohon, Duren Sawit 50 pohon, Kramat Jati 28 pohon, Makasar 45 pohon, Matraman 12 pohon, Pasar Rebo 25 pohon, dan Pulo Gadung 26 pohon.

“Penanaman pohon ini dilakukan melalui kegiatan rutin Jumat Menanam, kerja bakti Minggu pagi, serta berbagai kegiatan lainnya,” bebernya.

Ia menambahkan, untuk penanaman tanaman hias tersebar di sembilan kecamatan. Rinciannya, Kecamatan Cipayung sebanyak 74.898 tanaman, Cakung 21.172 tanaman, dan Duren Sawit 12.350 tanaman.

“Untuk di Kecamatan Kramat Jati 11.700 tanaman, Jatinegara 30.300 tanaman, Makasar 100 tanaman, Matraman 26.339 tanaman, Pasar Rebo 11.035 tanaman, dan Pulo Gadung 101.718 tanaman,” tandasnya.

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *