Tag: kota

  • Minim Pelestarian, Warisan Perkotaan Rentan Mengalami Kerusakan

    Minim Pelestarian, Warisan Perkotaan Rentan Mengalami Kerusakan

    7cloud.asia – Pusaka atau warisan perkotaan merupakan jembatan antara masa lalu dan masa kini yang menunjukkan bagaimana situasi perkembangan perkotaan sebelum saat ini.

    Pusaka perkotaan membawa informasi sejarah yang kaya dan memainkan peran yang tak tergantikan dalam memahami dan mempelajari struktur sosial, kondisi ekonomi, sistem politik, dan kehidupan sehari-hari di masa lalu yang terintegrasi dengan struktur perkotaan saat ini.

    Saat ini Indonesia memiliki dua kawasan perkotaan yang memiliki status warisan dunia yang telah resmi diakui oleh UNESCO, yaitu Sawahlunto dan Yogyakarta.

    Oleh karena itu, diperlukan tata pengembangan dan perencanaan kota yang baik untuk dapat mengendalikan sumber daya pusaka perkotaan ini.

    Sehingga, posisi pusaka-pusaka perkotaan yang rentan dan terancam termarjinalkan dalam kontestasi pembangunan ini dapat diatasi.

    Hai itu dikemukakan oleh Prof. Ir. Ikaputra, M.Eng., Ph.D., dalam pidato pengukuhannya sebagai Guru Besar dalam Bidang Arsitektur Pusaka Perkotaan pada Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada, Kamis (4/6/2026).

    Bertempat di Balai Senat UGM, Profesor Ikaputra menyampaikan pidato bertajuk “Marjinalisasi Arsitektur Pusaka Perkotaan”.

    Dalam paparannya, Ikaputra menjelaskan bagaimana peran pusaka perkotaan serta upaya melestarikan warisan budaya tersebut secara berkelanjutan.

    Dia menyoroti rentannya pusaka perkotaan saat ini yang disebabkan oleh berbagai macam faktor, seperti usia bangunan, teknis, faktor manusia, dan juga faktor alam.

    Saat ini, karena berbagai alasan, pusaka perkotaan lebih rentan terhadap perubahan yang membahayakan pelestariannya dibandingkan dengan waktu-waktu sebelumnya.

    “Kerentanan ini bisa disebabkan oleh kondisi dari dalam pusaka arsitektur perkotaan itu sendiri, seperti kerusakan bangunan yang terjadi karena semakin tua usia bangunan, kelemahan teknis bangunan, atau pemanfaatan baru tanpa memahami nilai sejarah dan keaslian bangunan,” ujarnya.

    Menurutnya, diperlukan tata pengembangan dan perencanaan kota yang baik untuk dapat mengendalikan sumber daya pusaka perkotaan ini.

    Sehingga, posisi pusaka-pusaka perkotaan yang rentan dan terancam termarjinalkan dalam kontestasi pembangunan ini dapat diatasi.

    Ikaputra pun menyoroti keadaan kota-kota termarginalkan yang jauh dari ibu kota, seperti kota Amlapura di Bali, kota Liwa di Lampung, dan kota Cakranegara di Lombok.

    Ketiganya memiliki keunikan dan kekayaan budayanya masing-masing yang mungkin jarang diketahui publik.

    “Beberapa kasus kuatnya pengaruh pemerintah pusat atas daerah karena alasan kebijakan pembangunan ekonomi wilayah dan perkotaan menyebabkan kota-kota bersejarah kita kehilangan identitas,” jelasnya.

    Lebih lanjut, Ikaputra pun menyoroti bahwa pusaka arsitektur perkotaan rentan terpinggirkan jika status “peninggalan arsitektur” bukan karya arsitek terkenal atau dibangun oleh perusahaan ternama pada zamannya.

    Daya tarik visual yang menonjol karena dimensi atau skala bangunan menempatkan bangunan dengan dimensi besar memojokkan bangunan dengan dimensi yang kecil, walaupun nilai autentisitas, sejarah, dan artistiknya sama berharganya.

    Ikaputra menekankan pentingnya membangun empati atas pusaka-pusaka yang terpinggirkan tersebut terlebih dalam dunia yang bergerak cepat dengan segala tantangan modernisasi dan globalisasinya.

    “Berempati kepada urban heritage (warisan budaya perkotaan) bukan sekadar tindakan sentimental, melainkan kebutuhan rasional untuk menjaga keberlanjutan peradaban kota dan identitas sosial, ekonomi, politik dan budaya masa lalu yang terpadu dengan struktur spasial dan kehidupan perkotaan saat ini,” ingatnya.

    Menurutnya, kota-kota bersejarah sebagai warisan budaya yang memiliki nilai sosial, budaya, ekonomi, dan historis kini menghadapi tekanan besar akibat modernisasi dan globalisasi.

    Karena itu, pelestarian, perlindungan, dan pengelolaan warisan perkotaan secara berkelanjutan menjadi syarat penting dalam pembangunan kota.

    Prof. Ikaputra merupakan salah satu dari 544 Guru Besar aktif di UGM, dan di tingkat fakultas merupakan salah satu dari 86 Guru Besar aktif dari 112 Guru Besar yang pernah dimiliki Fakultas Teknik UGM.

  • Hari Lingkungan Hidup Sedunia dan Upaya Kota-kota di Dunia Hadapi Panas Ekstrem

    Hari Lingkungan Hidup Sedunia dan Upaya Kota-kota di Dunia Hadapi Panas Ekstrem

    7cloud.asia – Dalam sambutannya di peringatan Hari Lingkungan Sedunia, Direktur Eksekutif Program Lingkungan PBB (United Nation Environment Programme/UNEP) Inger Andersen menyinggung kelahiran kampanye 50@50.

    Di mana lebih dari 50 kota di seluruh dunia bergabung dengan aktivasi 50@50 baru UNEP untuk berbagi pendekatan yang telah teruji dalam adaptasi dan kesiapan menghadapi panas ekstrem.

    Kampanye 50@50 yang diinisiasi UNEP adalah inisiatif global yang menyatukan lebih dari 50 kota untuk memperkuat ketahanan terhadap suhu ekstrem (menghadapi skenario hingga 50°C).

    Dilansir di laman resmi UNEP, unep.org, program 50@50 ini berfokus pada transisi dari sekadar “bertahan” menjadi desain ulang kota berkelanjutan.

    Kampanye ini menyoroti sejumlah tantangan yang dihadapi kota-kota di dunia akibat dampak perubahan iklim dan rencana aksi yang dilakukan untuk mengatasinya.

    Dampak itu antara lain adalah stres panas perkotaan, di mana kota-kota yang tergabung dalam kampanye ini melakukan stress test untuk mengevaluasi kerentanan wilayah mereka terhadap panas ekstrem.

    Baca: Melindungi Warga Miskin dari Panas Perkotaan

    Kota-kota yang tergabung dalam 50@50 juga bersama-sama mencari solusi berbasis alam. Inisiatif ini mendorong kota-kota di dunia memperbanyak ruang hijau dan pendinginan pasif untuk melindungi kesehatan warganya.

    Selain itu kampanye 50@50 juga mendorong kolaborasi global dengan didukung oleh UNEP dan mitra seperti C40 Cities, kota-kota di dunia berbagi strategi desain untuk mengatasi krisis iklim.

    “Kami mengundang semua kota untuk bergabung dengan 50@50 untuk membantu melindungi masyarakat, mengurangi ketidaksetaraan, dan memperkuat ketahanan perkotaan,” ujar Inger Andersen dalam sambutannya menyambut Hari Lingkungan Hidup Sedunia.

    Inger menegaskan, dunia harus bersatu untuk mengurangi metana, dan polutan super lainnya, yang dapat memberikan kemenangan cepat bagi iklim dan udara bersih.

    Dia menambahkan, aksi semakin meningkat untuk mengurangi kehilangan dan pemborosan makanan, penyebab utama emisi, meningkatkan ketahanan pangan, dan menghemat uang.

    Aksi iklim juga mewujud dalam bentuk bangunan berkelanjutan yang mendorong penurunan penggunaan energi dan mendukung pertumbuhan yang tangguh.

    Baca: Kematian Terkait Cuaca Panas Ekstrem di Negara Miskin Jauh Lebih Tinggi

    Inger menambahkan, Hari Lingkungan Hidup Sedunia menjadi momentum untuk semakin meningkatkan dukungan kepada alam – solusi iklim asli planet ini.

    “Mendukung alam sangat penting. Karena ekosistem yang sehat menyerap karbon, mengatur air, dan melindungi masyarakat. Karena restorasi ekosistem menciptakan lapangan kerja, memperkuat ekonomi, dan membantu masyarakat rentan beradaptasi.” imbuhnya.

    Mendukung alam juga akan meningkatkan kualitas udara, ketahanan perkotaan, dan kesehatan manusia – baik mental maupun fisik.

    Dan karena alam juga memainkan peran penting dalam mengurangi panas ekstrem dan memungkinkan akses yang adil terhadap pendinginan berkelanjutan.

    Inger menambahkan, momentum politik global untuk aksi iklim semakin meningkat.

    Bulan lalu misalnya, Majelis Umum PBB mengesahkan resolusi yang mendukung putusan Mahkamah Internasional bahwa negara-negara memiliki kewajiban hukum untuk melindungi manusia dan planet dari emisi gas rumah kaca.

    Baca: Program ‘Gentengisasi’ Prabowo Tak Menjawab Masalah Panas Perkotaan

    Inger mengingatkan, warga dunia masih memiliki banyak pekerjaan yang harus dilakukan. Kenaikan suhu global kemungkinan besar akan segera melampaui batas 1,5°C yang ditetapkan dalam Perjanjian Paris.

    Oleh karena itu, ujarnya, kita harus berupaya lebih keras untuk kembali ke tingkat ini pada akhir abad ini, sambil melindungi masyarakat dan negara – khususnya Negara-Negara Kepulauan Kecil yang Sedang Berkembang – dari dampak yang lebih kuat dan lebih sering yang akan datang.

    Menurut Inger, ini berarti beralih dari bahan bakar fosil dalam sistem energi dengan cara yang adil, teratur, dan merata. Ini berarti berinvestasi dan menerapkan setiap solusi yang tersedia secara mendesak dan dalam skala besar.

    Hal ini juga berarti pendanaan yang kuat dan langkah-langkah adaptasi, peringatan dini, dan kesiapan bencana yang bermakna. Dan masih banyak lagi.

    Inger menegaskan bahwa aksi multilateral terhadap perubahan iklim dapat membuat perbedaan. Pada saat diadopsinya Perjanjian Paris, pada tahun 2015, suhu global diprediksi akan meningkat hingga 3,5°C pada akhir abad ini.

    Sekarang kita melihat peningkatan 2,3-2,5°C, jika kebijakan diterapkan untuk memenuhi semua janji iklim. Jadi mari kita terapkan kebijakan-kebijakan ini, mulai mengimplementasikannya, dan berupaya lebih keras untuk mencapai emisi nol bersih dan menurunkan suhu lebih jauh.

    Dunia dapat menang dalam perjuangan ini untuk masa depan planet ini. Tetapi ini membutuhkan kita semua: dari negara-negara dan individu terkaya, yang memegang tanggung jawab terbesar atas krisis iklim dan karenanya dapat membuat perbedaan terbesar, hingga aktivis iklim akar rumput dan masyarakat biasa.

  • Cuaca Hari Ini: Mayoritas Kota Cerah dan Berawan, tetapi Masih Ada Potensi Hujan di Beberapa Kota

    Cuaca Hari Ini: Mayoritas Kota Cerah dan Berawan, tetapi Masih Ada Potensi Hujan di Beberapa Kota

    7cloud.asia – Musim kemarau tengah melanda sebagian besar wilayah di Indonesia. Namun masih ada potensi hujan dengan intensitas ringan hingga hujan disertai petir di sejumlah kota pada Senin (08/06/2026).

    Melalui akun youtube Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) hujan intensitas ringan berpeluang mengguyur Kota Banda Aceh, Medan, Jambi, Bengkulu, Pangkal Pinang, Pontianak, Tanjung Selor, Samarinda, Palangkaraya.

    Selain itu, Kota Mamuju, Palu, Kendari, Manado, Ambon, Sorong, Nabire dan Merauke juga berpotensi hujan dengan intensitas ringan. Sedangkan hujan disertai petir berpotensi melanda Kota Padang, Tanjung Pinang dan Palembang.  

    Tak hanya hujan, sejumlah wilayah juga berpotensi dilanda angin kencang dengan kecepatan maksimum 25 knot di wilayah Banten, Kepulauan Bangka Belitung dan Sulawesi Selatan.

  • Cuaca Hari Ini: Seluruh Pulau Jawa Bakal Cerah dan Berawan

    Cuaca Hari Ini: Seluruh Pulau Jawa Bakal Cerah dan Berawan

    7cloud.asia – Seluruh kota di wilayah Pulau Jawa diprediksi cerah hingga berawan tebal pada Selasa (09/06/2026). Namun kota-kota lainnya masih berpeluang hujan berintensitas ringan hingga hujan disertai petir.

    Melalui kanal youtube Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), hujan berintensitas ringan berpotensi terjadi di Kota Banda Aceh, Medan, Pekanbaru, Padang, Jambi, Bengkulu, Palembang, Pangkal Pinang.

    Selain itu, Kota Pontianak, Tanjung Selor, Samarinda, Palangkaraya, Gorontalo, Palu, Mamuju, Ternate, Sorong, Manokwari, Nabire, Jayapura dan Ambon juga berpotensi hujan dengan intensitas ringan.

    Sementara hujan dengan intensitas sedang berpotensi mengguyur Kota Manado dan hujan disertai petir berpeluang melanda Kota Tanjung Pinang.

    BMKG juga mengajak masyarakat agar mewaspadai potensi angin kencang yang akan melanda wilayah Aceh, Bali, Banten, Kepulauan Bangka Belitung, Maluku dan Nusa Tenggara Timur.

  • Cuaca Hari Ini: Siap Payung, Sebagian Jakarta Berpotensi Hujan

    Cuaca Hari Ini: Siap Payung, Sebagian Jakarta Berpotensi Hujan

    7cloud.asia – Meski telah memasuki musim kemarau, namun sebagian wilayah Jakarta masih berpotensi hujan dengan intensitas ringan hingga hujan disertai petir pada Sabtu (13/06/2026).

    Laman resmi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyebut hujan disertai petir berpeluang terjadi pada pagi hari di Kepulauan Seribu. Wilayah lainnya diprediksi berawan hingga berawan tebal.

    Selanjutnya siang dan sore hari hujan dengan intensitas ringan berpeluang terjadi di wilayah Jakarta Selatan dan Jakarta Timur. Wilayah lainnya diprediksi berawan hingga berawan tebal.

    Malamnya, BMKG memprediksi hanya wilayah Kepulauan Seribu yang berpotensi hujan dengan intensitas ringan. Wilayah lainnya diprakirakan berawan hingga berawan tebal.

    Tak hanya Jakarta, sejumlah wilayah lainnya juga berpotensi hujan dengan intensitas sedang hingga sangat lebat. Seperti wilayah Sumatra Utara, Sumatra Barat, Riau, Kepulauan Riau, Sumatra Selatan berpotensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat.

    Kondisi cuaca serupa berpotensi pula mengguyur wilayah Kepulauan Bangka Belitung, Lampung, Banten, Jawa Barat, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan.

    Wilayah Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku, Papua Barat Daya, Papua Pegunungan dan Papua juga berpotensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat.

    Kemudian hujan dengan intensitas lebat hingga sangat lebat berpotensi mengguyur wilayah Aceh, Sulawesi Utara, Maluku Utara dan Papua Tengah.  

  • Ketika Sepeda Menjadi Jalan Arezoo Menyebarkan Pesan Persahabatan

    Ketika Sepeda Menjadi Jalan Arezoo Menyebarkan Pesan Persahabatan

    7cloud.asia – Bagi sebagian orang, sepeda mungkin hanya alat transportasi. Namun bagi Arezoo Eskandari, kendaraan dua roda ini menjadi jalan panjang untuk membawa pesan tentang perdamaian, persahabatan, dan hubungan antarmanusia.

    Perempuan asal Kota Esfahan, Iran itu mengayuh sepeda melintasi berbagai negara di Asia selama tujuh bulan. Ribuan kilometer ia tempuh seorang diri, menghadapi berbagai medan, budaya, hingga tantangan sebagai seorang perempuan yang melakukan perjalanan panjang tanpa pendamping.

    Arezoo tiba di Jakarta pada Sabtu (6/6/2026). Kedatangannya bukan sekadar perjalanan wisata, melainkan bagian dari misi pribadi untuk menunjukkan bahwa perbedaan negara, bahasa, dan budaya bukan penghalang untuk saling mengenal.

    Baca: Mengenal Sosok Ulama Hamka Lewat Film

    Perjalanan panjang itu dimulai ketika ia terbang dari Iran menuju negara awal rutenya. Dari sana, petualangan dengan sepeda dimulai.

    “China menjadi bagian tersulit karena itu negara pertama dalam perjalanan ini. Saya baru memulai dan harus beradaptasi dengan banyak hal. Selain itu, tidak banyak warga lokal yang bisa berbahasa Inggris sehingga komunikasi menjadi tantangan tersendiri,” jelas Arezoo saat berbincang dengan media di Jakarta, Senin (8/6/2026).

    Keputusan Arezoo untuk meninggalkan rutinitas bukan hal mudah. Sebelum memulai perjalanan, psikolog ini bekerja di perusahaan swasta.

    Namun demi mengejar impiannya menjelajah dunia dengan sepeda, ia memilih keluar dari pekerjaannya bahkan rela menjual mobilnya sebagai modal dalam perjalanannnya.

    Baca: Ketidakharmonisan Keluarga Picu Kekerasan Terhadap Anak dan Perempuan

    Pilihan tersebut sempat membuat banyak orang bertanya. Termasuk keluarganya yang perlu bertahun-tahun untuk meyakinkan mereka. Apalagi ia menjalankan perjalanan ribuan kilometer itu seorang diri sebagai perempuan berusia 35 tahun.

    Namun Arezoo percaya, banyak ketakutan manusia sebenarnya muncul dari batasan yang diciptakan oleh pikiran sendiri.

    “Banyak ketakutan sebenarnya berasal dari persepsi dan batasan yang kita buat sendiri,” katanya.

    Di sepanjang perjalanan, Arezoo harus berhadapan dengan berbagai situasi yang tidak selalu mudah. Salah satunya adalah menentukan tempat beristirahat. Sebagai perempuan yang bepergian sendiri, ia harus lebih berhati-hati memilih lokasi aman untuk mendirikan tenda.

    Baca: Kwik Kian Gie, Ekonom Kritis yang Tak Mudah Terbeli

    Keterbatasan biaya membuatnya lebih sering bermalam di alam terbuka dibandingkan hotel. Ia juga memasak sendiri untuk menghemat pengeluaran.

    Sepeda yang menjadi teman perjalanannya pun tidak dalam kondisi ringan. Berbagai perlengkapan berkemah, alat memasak, dan kebutuhan harian membuat beban yang dibawa mencapai sekitar 60 kilogram.

    Setiap hari, Arezoo rata-rata mengayuh sejauh 50 hingga 70 kilometer. Jarak yang bagi kendaraan bermotor hanya membutuhkan waktu singkat, bagi Arezoo menjadi perjalanan panjang yang harus dilalui dengan kesabaran.

    “Mobil bisa menempuh 100 kilometer dalam waktu sekitar satu jam. Saya hanya bisa menempuh sekitar 15 kilometer per jam karena menggunakan sepeda dan membawa beban yang berat,” ungkapnya.

    Baca: Presiden Iran, Ebrahim Raisi Meninggal

    Tantangan lain muncul ketika sepeda mengalami masalah, seperti ban bocor. Di negara yang baru dikunjungi, ia harus mencari bengkel atau bantuan dari orang-orang yang sebelumnya tidak ia kenal.

    Namun di balik semua tantangan itu, ada satu hal yang paling ia rindukan selama tujuh bulan jauh dari rumah.

    “Keluarga, terutama pelukan ibu,” kata Arezoo. Kerinduan itu terasa semakin berat ketika komunikasi dengan keluarga sempat terputus akibat konflik yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel.

    Saat itu, Arezoo mengaku sempat berada dalam situasi emosional karena harus menghadapi keadaan tersebut sendirian.

    “Itu salah satu momen yang sulit karena saya harus menjalani semuanya sendirian. Sekarang saya bersyukur komunikasi sudah kembali lancar,” katanya.

    Baca: Mengenal Mia Khalifa, Model Majalah Playboy yang Bela Palestina

    Meski perjalanan ini penuh tantangan, Arezoo menganggap setiap kilometer yang ditempuh membawa pelajaran berharga. Baginya, perjalanan bukan hanya tentang tempat yang dikunjungi, tetapi juga proses mengenal diri sendiri.

    “Perjalanan ini membuat saya menjadi pribadi yang lebih sabar dan lebih menghargai waktu yang sedang saya jalani,” ujarnya.

    Melalui kayuhan panjangnya, Arezoo ingin menyampaikan pesan sederhana, terutama kepada perempuan dan anak-anak perempuan agar tidak ragu mengejar impian. “Jangan takut untuk bermimpi dan mengejar impian kalian,” pesan Arezoo.

     

  • Cuaca Hari Ini: BMKG Keluarkan Status Siaga Hujan Sangat Lebat di Sejumlah Wilayah

    Cuaca Hari Ini: BMKG Keluarkan Status Siaga Hujan Sangat Lebat di Sejumlah Wilayah

    7cloud.asia – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan status siaga hujan dengan intensitas lebat hingga sangat lebat di sejumlah wilayah pada Minggu (14/06/2026).

    Dalam akun instagram (IG) resminya, BMKG menyebut status siaga hujan berintensitas lebat hingga sangat lebat berlaku di Kabupaten Sukabumi, Kabupaten Cianjur, Kabupaten Tasikmalaya, Kabupaten Garut, Kabupaten Pangandaran.

    Di wilayah Sumatera Utara kondisi cuaca serupa berpotensi mengguyur wilayah Pakpak Bharat, Tapanuli Tengah, Tapanuli Utara, Tapanuli Selatan, Humbang Hasundutan, Padang Sidempuan, Langkat, Medan, Deli Serdang, Karo.

    Selain itu, wilayah Mandailing Natal, Nias Utara, Nias Selatan dan Gunung Sitoli juga berstatus siaga hujan lebat hingga sangat lebat.

    Selanjutnya BMKG juga menetapkan status siaga hujan lebat hingga sangat lebat di wilayah Halmahera Timur dan Halmahera Tengah.   

    Sementara itu, untuk wilayah Jakarta BMKG memprediksi cuaca di pagi hari berawan hingga hujan dengan intensitas ringan.

    Siang dan sore hari, hujan berintensitas ringan berpotensi terjadi di wilayah Jakarta Barat, Jakarta Pusat, Jakarta Utara dan Jakarta Selatan. Sedangkan wilayah Jakarta Selatan berpotensi hujan disertai petir. Malamnya, seluruh wilayah Jakarta diprediksi cerah dan berawan.

  • Cuaca Hari Ini: Termasuk Jakarta, Sejumlah Wilayah Berpotensi Hujan

    Cuaca Hari Ini: Termasuk Jakarta, Sejumlah Wilayah Berpotensi Hujan

    7cloud.asia – Sebagian Kota Jakarta dan sejumlah wilayah di Indonesia berpeluang hujan dengan intensitas ringan hingga sangat lebat pada Senin (15/06/2026).

    Dalam laman resmi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), hujan dengan intensitas ringan berpeluang terjadi di Kepulauan Seribu. Wilayah lainnya diprediksi berawan.

    Selanjutnya siang dan sore hari, wilayah Jakarta Pusat dan Jakarta Timur berpotensi hujan dengan intensitas ringan. Sedangkan wilayah lainnya diprakirakan cerah hingga berawan.

    Malamnya, hujan dengan intensitas sedang berpotensi mengguyur wilayah Jakarta Selatan, Jakarta Barat dan Jakarta Utara. Sementara wilayah lainnya diprediksi hujan dengan intensitas ringan.

    Untuk wilayah lainnya, hujan dengan intensitas sedang hingga lebat berpotensi mengguyur wilayah Aceh, Sumatra Utara, Riau, Kepulauan Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Bengkulu, Lampung, Banten, Jawa Barat.

    Kondisi cuaca serupa berpotensi pula mengguyur wilayah Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Sulawesi Tenggara, Maluku, Papua Barat Daya, Papua Tengah dan Papua.

    Selanjutnya hujan dengan intensitas lebat hingga sangat lebat berpotensi mengguyur wilayah Kalimantan Tengah, Sulawesi Barat dan Maluku Utara.

     

  • Cuaca Hari Ini: Semarang dan Sejumlah Kota Berpotensi Hujan

    Cuaca Hari Ini: Semarang dan Sejumlah Kota Berpotensi Hujan

    7cloud.asia – Hujan dengan intensitas ringan hingga hujan disertai petir berpotensi mengguyur Kota Semarang dan sejumlah kota besar lainnya pada Selasa (16/06/2026).

    Melalui akun youtube resmi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofiska (BMKG), hujan dengan intensitas ringan berpotensi terjadi di Kota Medan, Pekanbaru, Jambi, Bengkulu, Palembang, Semarang, Pontianak, Samarinda, Palangkaraya, Banjarmasin.

    Selain itu, Kota Palu, Gorontalo, Manado, Kendari, Makassar, Kupang, Ternate, Ambon, Sorong, Manokwari, Nabire dan Jayapura juga berpeluang terjadi hujan dengan intensitas ringan.

    Selanjutnya hujan dengan intensitas sedang berpeluang mengguyur Kota Mamuju. Sedangkan hujan disertai petir berpotensi melanda Kota Tanjung Pinang, Padang dan Tanjung Selor.

    Sementara untuk Kota Jakarta, cuaca diprediksi cerah berawan dari pagi hingga sore hari. Namun peluang hujan dengan intensitas ringan terjadi pada malam hari.

     

  • Cuaca Hari Ini: Mayoritas Kota Cerah dan Berawan, tapi Masih Ada Potensi Hujan Disertai Petir

    Cuaca Hari Ini: Mayoritas Kota Cerah dan Berawan, tapi Masih Ada Potensi Hujan Disertai Petir

    7cloud.asia – Mayoritas kota di Indonesia cerah dan berawan, tapi masih ada potensi hujan disertai petir di beberapa kota pada Kamis (18/06/2026).

    Melalui akun youtube resmi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), hujan disertai petir berpotensi melanda Kota Manado, Ternate. Sementara hujan berintensitas sedang berpeluang mengguyur  Kota Tanjung Selor dan Mamuju.  

    Sedangkan hujan dengan intensitas ringan berpotensi terjadi di Kota Banda Aceh, Medan, Pekanbaru, Padang, Tanjung Pinang, Jambi, Bengkulu, Pangkal Pinang, Palembang, Bandung, Pontianak, Samarinda, Palangkaraya, Banjarmasin.

    Selain itu, Kota Palu, Sorong, Manokwari, Ambon, Nabire, Jayapura, Jayawijaya, Merauke, Kupang juga berpotensi hujan dengan intensitas ringan.