Tag: jakarta

  • Cuaca Hari Ini: BMKG Keluarkan Status Siaga untuk Sebagian Wilayah Jakarta

    Cuaca Hari Ini: BMKG Keluarkan Status Siaga untuk Sebagian Wilayah Jakarta

    7cloud.asia – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menetapkan status Siaga Cuaca hujan lebat hingga sangat lebat disertai petir dan angin kencang untuk sebagian wilayah Jakarta dan sejumlah wilayah lainnya pada Senin (19/01/2026).

    Melalui akun instagram (IG) resmi BMKG, disebutkan cuaca hujan lebat hingga sangat lebat disertai petir dan angin kencang berpotensi melanda wilayah Jakarta Barat, Jakarta Selatan, Kabupaten Tangerang, Kota Depok.

    Selain itu wilayah Jawa Tengah, Yogyakarta, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Selatan juga berpotensi hujan lebat hingga sangat lebat, sehingga juga ditetapkan status Siaga.

    Sementara status Waspada hujan berintensitas sedang hingga lebat berpotensi mengguyur Kota Tangerang, Kota Tangerang Selatan, Jakarta Utara, Jakarta Pusat, Jakarta Timur, Kepulauan Seribu, Kabupaten Bekasi, Kota Bekasi, Kabupaten Bogor, Kota Bogor.

    Kondisi cuaca serupa berpotensi pula terjadi di wilayah Jambi, Sumatera Selatan, Bengkulu, Lampung, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Utara, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Barat, Maluku, Papua Barat, Papua Tengah, Papua Pegunungan dan Papua.

    BMKG juga mengeluarkan peringatan dini angin kencang yang berpotensi melanda wilayah Banten, Jawa Timur, Maluku, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara.

    Dengan kondisi cuaca seperti ini, BMKG mengimbau masyarakat untuk lebih waspada terhadap perubahan cuaca yang cepat, mengantisipasi dampak banjir dan longsor serta menyesuaikan perjalanan dengan kondisi cuaca.     

     

  • DKI Jakarta Bangun Sembilan Waduk untuk Kurangi Intensitas Banjir

    DKI Jakarta Bangun Sembilan Waduk untuk Kurangi Intensitas Banjir

    7cloud.asia – Waduk Batu Licin di Cilangkap, Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur, yang sebelumnya bernama Waduk Giri Kencana diresmikan pada Senin (12/1/2026) lalu.

    Waduk Batu Licin ini memiliki luas lahan sekitar 4,5 hektare (ha) dengan area tampungan air mencapai 2,7 hektare.

    Peresmian ini menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta dalam memperkuat pengelolaan sumber daya air sekaligus mengendalikan banjir dan pengurangan risiko genangan, khususnya di wilayah Jakarta Timur dan sekitarnya.

    Saat meresmikan Waduk Batu Licin, Gubernur DKI Jakarta Pramono menyampaikan, sejak awal menjabat, persoalan banjir menjadi salah satu perhatian utama saya. Karena itu, pembangunan waduk dilakukan secara serius dan terencana.

    ”Saat ini, terdapat sembilan waduk yang telah dibangun dan tersebar di Jakarta Timur, Jakarta Selatan, dan Jakarta Barat, dengan tujuan utama mengurangi genangan di kawasan permukiman padat,” ujarnya.

    Pramono menjelaskan, berdasarkan testimoni warga, kawasan Cilangkap sebelumnya kerap mengalami genangan setiap kali hujan deras.

    Baca: Revitalisasi Waduk Giri Kencana untuk tingkatkan daya tampung air

    Kini, dengan kapasitas tampung Waduk Batu Licin sekitar 92.000 meter kubik dan kedalaman enam meter, potensi genangan diharapkan dapat ditekan secara signifikan.

    Selain berfungsi sebagai infrastruktur pengendali banjir, Waduk Batu Licin juga dikembangkan sebagai ruang terbuka hijau yang dapat dimanfaatkan publik.

    Sejumlah fasilitas telah disediakan, antara lain jogging track, lapangan basket, musala, serta area rekreasi warga.

    Pramono menambahkan, sebelum waduk dibangun, kawasan tersebut tidak memiliki area resapan dan tampungan air yang memadai.

    Kehadiran Waduk Batu Licin sebagai daerah tangkapan air (catchment area) baru diharapkan mampu memperkuat sistem pengendalian banjir di wilayah sekitarnya.

    “Saya berharap tujuh waduk lainnya yang sedang dan akan diresmikan dapat segera dimanfaatkan masyarakat,” tambahnya.

    Baca: DKI Jakarta andalkan 147 waduk dan embung untuk konservasi air 

    Pramono menegaskan, pembangunan waduk merupakan bagian dari strategi jangka menengah pengendalian banjir yang selaras dengan program prioritas normalisasi Sungai Ciliwung, Sungai Sunter, dan Kali Krukut.

    “Dengan dukungan sistem pompa yang ada serta pemantauan harian terhadap curah hujan dan potensi rob, Alhamdulillah saat ini jika terjadi genangan, dalam waktu satu hingga satu setengah jam sudah dapat tertangani,” jelasnya.

    Terkait pengembangan waduk di wilayah lain, Pramono menyebutkan, saat ini lima waduk di Jakarta Timur telah selesai dibangun, disusul dua waduk di Jakarta Selatan dan dua waduk di Jakarta Barat.

    Secara keseluruhan, keberadaan waduk-waduk tersebut diharapkan dapat meningkatkan daya tampung air dan memperkuat ketahanan Jakarta terhadap risiko banjir.

    Pramono menambahkan, Pemprov DKI Jakarta membuka peluang bagi masyarakat untuk memanfaatkan kawasan waduk, termasuk untuk kegiatan memancing.

    “Silakan dimanfaatkan, termasuk untuk memancing, dan saya minta digratiskan tanpa pungutan. Namun, masyarakat juga harus bersama-sama menjaga fasilitas publik ini agar tetap tertata dan berkelanjutan,” pungkasnya.

    Baca: Mungkinkah Jakarta dan sekitarnya terbebas dari banjir?

  • Cuaca Hari Ini: Waspada, Cuaca Ekstrem Berpotensi Landa Wilayah Ini

    Cuaca Hari Ini: Waspada, Cuaca Ekstrem Berpotensi Landa Wilayah Ini

    7cloud.asia – Sebagian besar wilayah di Indonesia berpotensi terjadi hujan pada Selasa (20/01/2026). Bahkan berpotensi pula terjadi cuaca ekstrem berupa hujan sangat lebat disertai petir dan angin kencang.

    Dalam laman resmi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), cuaca ekstrem berpeluang melanda wilayah Nusa Tenggara Timur.

    Sedangkan wilayah Lampung, Banten, Jakarta, Jawa Barat, Yogyakarta, Bali, Nusa Tenggara Barat dan Sulawesi Selatan berpotensi terjadi hujan dengan intensitas lebat hingga sangat lebat.

    Sementara hujan berintensitas sedang hingga lebat berpotensi mengguyur wilayah Sumatera Selatan, Bengkulu, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara.

    Kondisi cuaca seperti ini berpeluang pula terjadi di wilayah Maluku Utara, Maluku, Papua Barat Daya, Papua Barat, Papua Tengah, Papua Pegunungan, Papua dan  Papua Selatan.

    BMKG juga mengajak warga mewaspadai potensi angin kencang di wilayah Bali, Banten, Jawa Timur, Kalimantan Selatan, Maluku, Maluku Utara, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Papua, Papua Barat, Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tenggara.   

     

  • Jumlah RW Kumuh di Jakarta Disebut Turun Signifikan, Ini Faktanya

    Jumlah RW Kumuh di Jakarta Disebut Turun Signifikan, Ini Faktanya

    7cloud.asia – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengeklaim jumlah rukun warga atau RW kumuh di wilayah Jakarta menurun. Meski demikian, ia enggan membeberkan angka pastinya dan memilih menunggu pengumuman resmi dari Badan Pusat Statistik (BPS) DKI Jakarta.

    “Signifikan, nanti biar badan pusat statistik yang (umumkan). Dulu kalau enggak salah 450-an, lebih. Sekarang menjadi berapa, nanti biar enggak etis kalau saya umumin,” ujar Pramono saat ditemui di kawasan Jakarta Pusat, Senin (19/1/2026).

    Data BPS mencatat, pada tahun 2024 ada 445 RW kumuh yang tersebar di enam wilayah di DKI Jakarta, dengan perincian 7 RW Kumuh di Kep. Seribu, 92 di Jakarta Barat, 98 di Jakarta Pusat, 90 di Jakarta Selatan, 78 di Jakarta Timur, dan 80 di Jakarta Utara

    Meski Jakarta Pusat memiliki jumlah RW kumuh terbanyak, namun masuk kategori ringan. Dari 98 RW kumuh di Jakarta Pusat, hanya 1 RW yang tergolong kumuh berat, sisanya 23 RW kumuh sedang, 47 RW kumuh ringan, dan 27 RW kumuh sangat ringan.

    Sementara Jakarta Barat memiliki RW kumuh berat paling banyak (7 RW), diikuti Jakarta Utara (4 RW).

    Data terbaru BPS (tahun 2025) menunjukkan jumlah RW kumuh di Jakarta Pusat menurun signifikan dari 98 RW di tahun 2024 turun menjadi 49 RW kumuh di 2025, dengan kategori kumuh ringan/sangat ringan.

    Baca: Masih ada 49 RW Kumuh di Jakarta Pusat

    Kerja Sama BPS & Pemprov DKI Jakarta
    DKI Jakarta merupakan kota pertama di Indonesia yang berinisiatif secara spesifik mengidentifikasi RW kumuh untuk mendukung kebijakan kota. Untuk itu Pemprov DKI Jakarta menggandeng BPS.

    Data yang dihasilkan digunakan untuk intervensi kebijakan agar lebih tepat sasaran sekaligus membenahi masalah sanitasi, kepadatan penduduk, dan infrastruktur dasar.

    Penilaian RW kumuh ini menggunakan 11 indikator, yang dapat dikelompokkan pada tiga kriteria dasar yakni kondisi fisik bangunan dan tata letak, sarana dan prasarana lingkungan serta status lahan.

    Berikut 11 indikator RW Kumuh
    1. Ketidakteraturan bangunan: tata letak bangunan tidak teratur, berhimpitan, dan tidak memiliki izin mendirikan bangunan (IMB) atau kesesuaian lahan.

    2. Kepadatan bangunan: tingkat kepadatan bangunan yang tinggi dan tidak sesuai dengan ketentuan rencana tata ruang (luas bangunan >80 persen dari luas lahan).

    3. Kualitas bangunan tidak memenuhi syarat: Bangunan semi-permanen atau non-permanen, material rapuh, dan tidak layak huni.

    Baca: Pemprov DKI Jakarta dorong pembangunan ruang terbuka hijau di RW Kumuh

    4. Jalan lingkungan tidak memadai: Jalan lingkungan tidak terhubung, sempit, permukaan rusak/tidak terhubung, dan sulit diakses kendaraan darurat.

    5. Drainase lingkungan tidak memadai: Saluran drainase tidak mampu mengalirkan air limbah/air hujan, tersumbat sampah, atau tidak terhubung dengan saluran sekunder.

    6. Sistem pengelolaan air limbah: Tidak memiliki tangki septik (jamban) yang standar, septictank komunal/individual tidak berfungsi, atau air limbah domestik dibuang langsung ke drainase.

    7. Sistem pengelolaan sampah: Tidak ada pewadahan dan pemilahan sampah, pengangkutan tidak rutin, dan tumpukan sampah liar.

    8. Proteksi kebakaran: Tidak adanya APAR, hidran, atau akses mobil pemadam kebakaran ke dalam lingkungan.

    9. Akses air minum tidak aman: Tidak tersedia akses air bersih/minum yang cukup bagi penduduk, atau jarak septictank dengan sumber air <10 meter.

    10. Kondisi lahan tidak aman: Permukiman berada di area rawan bencana (longsor, banjir), di bantaran sungai, atau di atas air.

    11. Status lahan ilegal: Kondisi legalitas tanah yang tidak jelas atau menempati tanah negara/tanah pihak lain tanpa izin.

    Baca: Memanfaatkan dana abadi perumahan untuk menata kawasan kumuh di perkotaan

     

     

  • BMKG: Waspada Peningkatan Curah Hujan di Akhir Januari

    BMKG: Waspada Peningkatan Curah Hujan di Akhir Januari

    7cloud.asia – Sejumlah wilayah di Indonesia berpotensi terjadi peningkatan curah hujan dan cuaca ekstrem di akhir Januari 2026. Masyarakat diimbau waspada.

    Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) dalam rilisnya menjelaskan, potensi cuaca ekstrem ini dipengaruhi oleh beberapa faktor.

    Di antaranya kombinasi Bibit Siklon 97S, Monsun Asia serta aktivitas gelombang atmosfer yang memicu pertumbuhan awan hujan masif serta potensi cuaca ekstrem di wilayah Indonesia bagian selatan.

    BMKG menyebut, Sumatera bagian selatan, Jawa, Bali hingga Nusa Tenggara berpotensi dilanda hujan lebat disertai kilat atau petir serta angin kencang.

    Baca: BMKG Keluarkan Status Awas Cuaca Ekstrem di Wilayah Jawa Barat

    BMKG juga mengungkapkan sejumlah wilayah yang terdampak sebagai berikut:

    • 21 Januari wilayah yang terdampak mencakup Bengkulu, Lampung, Banten, Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur.

    • 22 Januari wilayah yang terdampak mencakup Bengkulu, Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur.

    • 23 Januari wilayah yang terdapak meliputi Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur.

    • 24 Januari wilayah yang terdampak adalah Jawa Tengah dan Jawa Timur.

    • 25 hingga 26 Januari wilayah yang terdampak meliputi Bali, Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur.

    Dengan kondisi cuaca seperti ini, BMKG mengimbau masyarakat untuk lebih waspada terhadap perubahan cuaca yang cepat, mengantisipasi dampak banjir dan longsor serta menyesuaikan perjalanan dengan kondisi cuaca.     

     

     

  • Cuaca Hari Ini: BMKG Keluarkan Peringatan Dini Curah Hujan Tinggi di Sejumlah Wilayah

    Cuaca Hari Ini: BMKG Keluarkan Peringatan Dini Curah Hujan Tinggi di Sejumlah Wilayah

    7cloud.asia – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini curah hujan tinggi untuk sejumlah wilayah di Jabodetabek pada Kamis (22/01/2026).

    Dalam akun instagram (IG) resmi BMKG, masyarakat yang berada di wilayah Jabodetabek diminta mewaspadai potensi hujan berintensitas sedang hingga sangat lebat disertai angin kencang.

    Untuk wilayah Jakarta Pusat dan Kepulauan Seribu, berpotensi terjadi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai angin kencang. Level peringatan ‘Waspada’.

    Selanjutnya di level peringatan “Siaga” hujan berintensitas lebat hingga sangat lebat disertai angin kencang berpotensi mengguyur wilayah Jakarta Utara, Jakarta Barat, Jakarta Timur, Jakarta Selatan.

    Sedangkan hujan dengan intensitas lebat hingga sangat lebat berpeluang mengguyur wilayah Kota dan Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang Selatan, Kota Depok, Kabupaten dan Kota Bekasi, Kabupaten dan Kota Bogor.

    Sementara untuk wilayah lainnya di Indonesia, BMKG memprediksi hujan berintensitas sedang hingga lebat mengguyur wilayah Sumatera Selatan, Bengkulu, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Maluku Utara, Maluku, Papua Tengah, Papua Pegunungan dan Papua Selatan.

    Kemudian hujan berintensitas lebat hingga sangat lebat berpeluang mengguyur wilayah Lampung, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur.

    BMKG juga mengimbau masyarakat untuk mewaspadai potensi angin kencang di wilayah Bali, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Kepulauan Bangka Belitung, Kepulauan Riau.

    Potensi angin kencang juga melanda wilayah Maluku, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Papua, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, dan Sulawesi Utara.

  • Cuaca Hari Ini: Awas, Cuaca Ekstrem di Jakarta dan Banten

    Cuaca Hari Ini: Awas, Cuaca Ekstrem di Jakarta dan Banten

    7cloud.asia – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat mewaspadai potensi cuaca ekstrem berupa hujan sangat lebat disertai angin kencang hingga kecepatan 20 knot di wilayah Jakarta dan Banten pada Jumat (23/1/2026).

    Dikutip dari laman resmi BMKG, pada pagi hari hujan ringan akan membasahi seluruh wilayah Jakarta, meliputi Kepulauan Seribu, Jakarta Pusat, Jakarta Utara, Jakarta Barat, Jakarta Selatan, dan Jakarta Timur.

    Pada siang hari cuaca berawan beralih menaungi Kepulauan Seribu. Sementara hujan ringan masih membasahi Jakarta Pusat dan Jakarta Utara.

    Sedangkan sebagian wilayah lainnya, yakni Jakarta Barat, Jakarta Selatan, dan Jakarta Timur diprakirakan akan diguyur hujan dengan intensitas sedang.

    Kemudian pada sore hari, hujan ringan berpotensi membasahi Kepulauan Seribu. Sementara hujan dengan intensitas sedang akan mengguyur wilayah lainnya di Jakarta Pusat, Jakarta Utara, Jakarta Barat, Jakarta Selatan, dan Jakarta Timur.

    Baca: BMKG Keluarkan Peringatan Dini Peningkatan Curah Hujan di Akhir Januari

    Begitu juga pada malam hari, hujan ringan masih akan membasahi Kepulauan Seribu. Sedangkan di Jakarta Pusat, Jakarta Utara, Jakarta Barat, Jakarta Selatan, dan Jakarta Timur diprakirakan akan diguyur hujan dengan intensitas sedang.

    Untuk wilayah Banten, hujan berintensitas sangat lebat hingga ekstrem berpotensi melanda Kota dan Kabupaten Tangerang serat Tangerang Selatan.

    Sedangkan hujan berintensitas lebat hingga sangat lebat berpotensi mengguyur Kabupaten Pandeglang bagian selatan, Kabupaten Lebak bagian utara dan timur.

    Selanjutnya hujan berintensitas sedang hingga lebat berpotensi mengguyur Kabupaten Pandeglang bagian timur, Lebak bagian tengah, Kabupaten dan Kota Serang, Kota Cilegon.

    Sementara untuk wilayah lainnya, BMKG memprediksi hujan berintensitas lebat hingga sangat lebat di wilayah Lampung, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur.

    Baca: Antisipasi Cuaca Ekstrem, DKI Siapkan Modifikasi Cuaca Sebulan Penuh

    Wilayah Sumatera Selatan, Bengkulu, Gorontalo, Maluku, Papua Tengah, Papua Pegunungan dan Papua berpotensi hujan berintensitas sedang hingga lebat.

    BMKG juga memprediksi angin kencang dengan kecepatan 20 knot atau sekitar 37km/jam melanda wilayah Aceh, Bali, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Barat.

    Angin kencang juga berpotensi terjadi di Kepulauan Bangka Belitung, Kepulauan Riau, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Utara.

    Dengan kondisi cuaca seperti ini, BMKG mengimbau masyarakat untuk lebih waspada terhadap perubahan cuaca yang cepat, mengantisipasi dampak banjir dan longsor serta menyesuaikan perjalanan dengan kondisi cuaca.     

     

     

  • Hujan Deras Picu Banjir di 132 RT di Jakarta

    Hujan Deras Picu Banjir di 132 RT di Jakarta

    7cloud.asia – Hujan deras yang mengguyur Jakarta dan sekitarnya pada Kamis, (22/1/2026) memicu banjir yang menggenangi 132 rukun tetangga (RT) di lima wilayah kota.

    Curah hujan tinggi mengakibatkan sejumlah sungai, seperti Kali Angke, Kali Krukut, Kali Pesanggrahan, Kali Ciliwung, dan Kali Mampang meluap dan memicu genangan di banyak tempat.

    Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jakarta menyatakan banjir tersebar di Jakarta Barat, Jakarta Pusat, Jakarta Selatan, Jakarta Timur, dan Jakarta Utara. Ketinggian air bervariasi, mulai dari 15 sentimeter hingga 150 sentimeter.

    BPBD Jakarta mencatat, hingga pukul 20.00 WIB banjir juga terjadi di 22 ruas jalan.

    Di Jakarta Barat, banjir merendam 31 RT yang tersebar di tujuh kelurahan, antara lain Duri Kosambi, Kapuk, Kedaung Kali Angke, Rawa Buaya, dan Kedoya Utara. Ketinggian air di wilayah ini mencapai 150 sentimeter di Rawa Buaya akibat hujan lebat.

    Jakarta Pusat mencatat 27 RT di Kelurahan Karet Tengsin terendam banjir dengan ketinggian 30 hingga 70 sentimeter.

    Sementara itu, Jakarta Selatan menjadi wilayah dengan jumlah RT terdampak terbanyak, yakni 46 RT di tujuh kelurahan, termasuk Petogogan, Pela Mampang, dan Pondok Pinang. Di kawasan Petogogan, genangan setinggi 50 sentimeter dipicu luapan Kali Krukut.

    Di Jakarta Timur, banjir merendam 26 RT yang tersebar di delapan kelurahan, seperti Kampung Melayu, Cawang, Bidara Cina, dan Cipinang Melayu. Ketinggian air di Kampung Melayu mencapai 100 sentimeter.

    Baca: Paradigma penanganan bencana harus diubah menjadi tindakan preventif dan mitigasi

    Adapun di Jakarta Utara, genangan terjadi di dua RT di Kelurahan Kapuk Muara dengan ketinggian sekitar 40 sentimeter.

    BPBD mencatat sedikitnya 11 kepala keluarga atau 28 jiwa mengungsi di Masjid Jami Al Khaeer, Kelurahan Kedaung Kali Angke, Jakarta Barat. Sejumlah wilayah dilaporkan mulai surut, antara lain satu RT di Kelurahan Gandaria Selatan dan satu RT di Kelurahan Jagakarsa.

    Daftar 22 ruas jalan terdampak sebagai berikut:
    1. Jl. Percetakan Negara II RT 12/RW 06, Kel. Johar Baru, Jakarta Pusat Ketinggian: 20 cm

    2. Jl. GBI, Kel. Kelapa Gading Barat, Jakarta Utara Ketinggian: 25 cm

    3. Jl. Srengseng Raya, Kel. Srengseng, Jakarta Barat Ketinggian: 35 cm

    4. Jl. Daan Mogot KM 13 (Seberang Victoria / Pabrik Gelas ), Kel. Cengkareng Timur, Jakarta Barat Ketinggian: 50 cm

    5. Jl. Peternakan 2 RT.06 RW 07 , Kel. Kapuk, Jakarta Barat Ketinggian: 20 cm

    6. Jl. Gotong Royong RT.06 RW 08, Kel. Kapuk, Jakarta Barat Ketinggian: 40 cm

     

    Baca: Mitigasi bencana adalah upaya jangka panjang

    7. Jl. Manyar 1 RT.01/011 , Kel. Tegal Alur, Jakarta Barat Ketinggian: 20 cm

    8. Jl. Kapuk Bongkaran RT.022 RW 012 , Kel. Kapuk, Jakarta Barat Ketinggian: 40 cm

    9. Depan RS. Soeharto Heerdjan Jl. Prof. Dr. Latumeten No.1, RT.1/RW.4, Kel. Jelambar, Jakarta Barat Ketinggian: 10 cm

    10. Jl. Taman Kota, Kel. Kedaung Kali Angke, Jakarta Barat Ketinggian: 20 cm

    11. Perumahan BTN Jl. Delima VIII, Kel. Kembangan Utara, Jakarta Barat Ketinggian: 40 cm

    12. Jl. Strategi Raya, Kel. Joglo, Jakarta Barat Ketinggian: 65 cm

    13. Jl. Basoka Raya, Kel. Joglo, Jakarta Barat Ketinggian: 65 cm

    Baca: Pemerintah diminta lebih serius bangun sistem manajemen bencana

    14. Jl Pulo Raya IV RT 6 RW 1 (Akses Jalan), Kel. Petogogan, Jakarta Selatan Ketinggian: 50 cm

    15. Jl. Kemang Utara IX Rt 004/04, Kel. Bangka, Jakarta Selatan Ketinggian: 30 cm

    16. Kantor Kelurahan Ciganjur Jl. Anda No.1B 7, RT.7/RW.3 , Kel. Ciganjur, Jakarta Selatan Ketinggian: 10 cm

    17. Jl. Kemang Utara IX, Kel. Duren Tiga, Jakarta Selatan Ketinggian: 30 cm

    18. Jl. Bintaro Permai Raya, Kel. Bintaro a, Jakarta Selatan Ketinggian: 30 cm

    19. Jl. Taruna Pahlawan Revolusi (Titik Kenal SMPN 117), Kel. Pondok Bambu, Jakarta Timur Ketinggian: 60 cm

    20. Jl. Raya Cipinang Indah, Kel. Pondok Bambu, Jakarta Timur Ketinggian: 40 cm

    21. Jl. Kebon Pala II RW 04, Kel. Kebon Pala , Jakarta Timur Ketinggian: 60 cm

    22. Jl. Kebon Pala II RW 05, Kel. Kebon Pala , Jakarta Timur Ketinggian: 40 cm

  • Cuaca Hari Ini: Seluruh Wilayah Jakarta Berpotensi Hujan Pada Malam Hari

    Cuaca Hari Ini: Seluruh Wilayah Jakarta Berpotensi Hujan Pada Malam Hari

    7cloud.asia – Seluruh wilayah Jakarta berpotensi hujan dengan intensitas ringan hingga sedang pada Sabtu (24/01/2026) malam.

    Dilansir di laman resmi BMKG, hujan berintensitas ringan berpeluang terjadi di wilayah Jakarta Timur dan Jakarta Utara pada pagi hingga sore hari. Wilayah lainnya diprediksi berawan tebal.

    BMKG memprakirakan, pada malam hari seluruh wilayah Jakarta berpotensi hujan dengan intensitas ringan hingga sedang.

    Untuk kota-kota lain di Indonesia BMKG memprediksi cuaca cerah, berawan, hujan dengan intensitas ringan hingga sedang.  

    Seperti Kota Bandung, Semarang, Yogyakarta, Palembang, Tanjung Pinang, Tanjung Selor, Mataram, Kupang, Mamuju, Makassar, Kendari, Manokwari, Nabire dan Jayawijaya berpotensi terjadi hujan dengan intensitas ringan.

    Sementara hujan dengan intensitas sedang berpotensi mengguyur Kota Serang, Denpasar, Jayapura dan Merauke.

    BMKG juga mengimbau masyarakat agar mewaspadai potensi angin kencang dengan kecepatan maksimal 20 knot di sejumlah wilayah.

    Di antaranya Aceh, Bali, Banten, Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kepulauan Bangka Belitung, Kepulauan Riau, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur dan Sulawesi Utara.

  • Cuaca Hari Ini: Hati-hati, Seluruh Wilayah Jakarta Berpotensi Hujan

    Cuaca Hari Ini: Hati-hati, Seluruh Wilayah Jakarta Berpotensi Hujan

    7cloud.asia – Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai angin kencang berpotensi mengguyur seluruh wilayah Jakarta pada Minggu (25/01/2026).

    Dalam laman resmi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), hujan berintensitas sedang hingga lebat juga berpotensi mengguyur wilayah Kabupaten dan Kota Tangerang, Kota Tangerang Selatan dan Kabupaten Bekasi.

    Kondisi cuaca serupa berpeluang pula mengguyur wilayah Sumatera Selatan, Lampung, Banten, Jawa Barat, Yogyakarta, Bali, Maluku, Papua Pegunungan dan Papua.

    Sedangkan hujan berintensitas lebat hingga sangat lebat berpotensi mengguyur wilayah Jawa Tengah, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur.

    BMKG mengimbau masyarakat untuk Banten,, Bali, Jawa Timur, Kepulauan Riau dan Nusa Tenggara Timur.