Tag: hujan

  • Hujan Sedang hingga Lebat Akibatkan Enam Ruas Jalan di Jakarta Tergenang

    Hujan Sedang hingga Lebat Akibatkan Enam Ruas Jalan di Jakarta Tergenang

    7cloud.asia – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mengungkapkan terdapat lima RT dan enam ruas jalan tergenang akibat hujan dengan intensitas sedang hingga lebat di wilayah DKI Jakarta pada Kamis (4/1/2024).

    Dengan data ini maka tercatat ada 0.016 persen dari 30.772 RT yang tergenang banjir pada Kamis sore dan petang. 

    Adapun data wilayah terdampak, menurut Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta, Isnawa Adji di Jakarta, yakni di Jakarta Selatan terdapat lima Rukun Tetangga (RT) di dua kelurahan.

    Titik genangan ini antara lain ada di Kelurahan Pejaten Barat sebanyak dua RT dengan ketinggian air 150 sentimeter (cm).

    Baca: Cuaca ekstrem berpotensi terjadi di Jawa Tengah sepekan ke depan

    Kemudian Kelurahan Kalibata sebanyak satu RT dengan ketinggian air 60 cm dan Kelurahan Pela Mampang sebanyak 2 RT dengan ketinggian 60 cm.

    Sementara itu, jalan tergenang terdapat enam ruas, yakni jalan Taman Kemang, Kelurahan Bangka, Kecamatan Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, dengan ketinggian 40 cm.

    Kemudian Jalan Empang 3 Rt 01/01, Kelurahan Pejaten Timur, Kecamatan Pasar Minggu, Jakarta Selatan, dengan ketinggian 30 cm.

    Jalan AUP Depan Bank BNI Pasar Minggu, Kelurahan Pasar Minggu, Kecamatan Pasar Minggu, Jakarta Selatan, dengan ketinggian 20 cm.

    Baca: BNPB minta warga waspadai bencana hidrometrologi

    Jalan Kemang Utara IX, Kelurahan Duren Tiga, Kecamatan Pancoran, Jakarta Selatan, dengan ketinggian 40 cm.

    ​​​​​​Jalan Pelita Nomor 5, Kelurahan Lubang Buaya, Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur, dengan ketinggian 20 cm.

    Jalan Perjuangan Ceger, Kelurahan Ceger, Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur, dengan ketinggian 30 cm.

    Kemudian jalan tergenang atau banjir yang sudah surut adalah Jalan Pinang Ranti II, Kelurahan Pinang Ranti, Kecamatan Makasar, Jakarta Timur (Jaktim).

    Baca: Perubahan iklim membuat banjir makin sering terjadi

    BPBD DKI Jakarta mengerahkan personel untuk memonitor kondisi genangan di setiap wilayah dan mengkoordinasikan unsur terkait.

    “Monitoring ini melibatkan Dinas SDA, Dinas Bina Marga, Dinas Gulkarmat untuk melakukan penyedotan genangan dan memastikan tali-tali air berfungsi dengan baik bersama dengan para lurah dan camat setempat,” katanya.

    Sumber: Antaranews.com

     

  • Ahli Perkirakan Musim Hujan Akan Segera Berakhir

    Ahli Perkirakan Musim Hujan Akan Segera Berakhir

    7cloud.asia – Meski belum merata, sebagian besar wilayah di Indonesia kini memasuki musim hujan. Namun, musim hujan kali ini diperkirakan lebih cepat berakhir.

    Peneliti Ahli Utama Pusat Riset Iklim dan Atmosfer BRIN, Eddy Hermawan menjelaskan musim hujan kemungkinan hanya sampai akhir Januari.

    Hal ini akibat direndam fenomena El Nino moderat yang hingga kini masih ada. “Musim hujan mestinya Desember, Januari, dan Februari (DJF), sepertinya tidak sampai Februari hujannya sudah habis karena El Nino itu berawal bulan Mei 2023 dan akan berakhir pada Mei 2024,” jelas Eddy.

    Menurut Eddy, fenomena hujan yang sekarang turun di berbagai wilayah Indonesia dipengaruhi oleh Monsun Asia atau angin barat.

    Baca: Waspada, Jakarta Banjir

    Angin musim yang bersifat periodik itu membawa uap air dari Siberia, Jepang, Hongkong hingga Vietnam ke Indonesia dan menciptakan hujan.

    Monsun Asia lebih dominan daripada El Nino moderat yang sekarang tengah berlangsung.

    Kondisi ini yang membuat hujan masih bisa turun terutama di daerah selatan Indonesia, seperti Pulau Sumatra bagian timur dan Pulau Jawa.

    “Walaupun El Nino tidak kuat tetap ada efek mengurangi jumlah curah hujan yang akan masuk ke Indonesia,” ungkapnya.

    Dengan kondisi seperti ini, dia menyarankan para petani untuk mempercepat masa tanam selagi hujan masih turun agar tanaman yang membutuhkan banyak air bisa berkembang dengan baik.

    Selain itu, opsi lain adalah menanam tanaman tahan kering seperti palawija mengingat fenomena El Nino masih akan berlangsung sekitar empat sampai lima bulan ke depan.

    Baca: Fenomena El Nino belum berakhir

    “Meski ada irigasi, sumber air itu tetap berasal dari atas (hujan), kalau kering cepat-cepat menanam saja jangan sampai kehabisan air,” katanya.

    Sementara itu, Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Dwikorita Karnawati menjelaskan prakiraan cuaca pada tahun 2024.

    Menurutnya, sepanjang tahun 2024, gangguan iklim dari Samudra Pasifik yaitu ENSO diprakirakan akan berada pada fase El Nino Lemah – Moderat di awal tahun 2024.

    Selanjutnya hingga akhir tahun 2024 diprediksikan berada pada fase Netral.

    Terdapat peluang namun kecil untuk berkembang menjadi fenomena La Nina yang merupakan pemicu anomali iklim basah.

    Baca: Riau tetapkan status siaga bencana

    Demikian juga dengan fenomena Indian Ocean Dipole (IOD) yang merupakan penyebab gangguan iklim dari Samudra Hindia, diprediksikan akan berada pada fase Netral dari awal hingga akhir tahun 2024.

    Berdasarkan dinamika atmosfer tersebut lanjut Dwikorita, maka jumlah curah hujan tahunan pada 2024 diprediksi berkisar pada kondisi normal.

    Namun, terdapat beberapa wilayah yang diprediksikan dapat mengalami hujan tahunan di atas normal yaitu meliputi sebagian kecil Aceh, Sumatera Barat bagian selatan, sebagian kecil Riau.

    Kondisi cuaca seperti ini juga terjadi di sebagian kecil Kalimantan Selatan, sebagian kecil Gorontalo, sebagian kecil Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat bagian utara, sebagian kecil Sulawesi Selatan, sebagian kecil Papua Barat dan Papua bagian utara.

    Baca: Cuaca ekstrem di Jawa Tengah 4-10 Januari

    Selain itu ada pula daerah yang diprediksikan akan mengalami hujan tahunan di bawah normal yaitu meliputi sebagian Banten, sebagian kecil Jawa Barat.

    Hujan tahunan di bawah normal juga berpotensi terjadi di sebagian kecil Jawa Tengah, sebagian Yogyakarta, sebagian kecil Jawa Timur, sebagian kecil Nusa Tenggara Timur, dan Papua bagian selatan.

    “Meskipun kemarau 2024 diprediksi berlangsung dengan normal, namun terdapat wilayah yang berpotensi mengalami kekeringan karena secara iklim memang memiliki curah hujan yang rendah, yaitu meliputi sebagian Lampung, sebagian Jawa, sebagian Bali, sebagian Nusa Tenggara Barat, sebagian Nusa Tenggara Timur dan Papua bagian selatan,” jelasnya.

    Reporter: Nurakhmayani

  • Cuaca di Jakarta Selatan dan Timur Berpotensi Hujan Pada Siang Hingga Malam Hari

    Cuaca di Jakarta Selatan dan Timur Berpotensi Hujan Pada Siang Hingga Malam Hari

    7cloud.asia – Wilayah Jakarta Selatan dan Jakarta Timur berpeluang hujan pada Minggu (07/01/2024) siang hingga malam hari. Sementara wilayah lainnya diperkirakan berawan.

    Berdasarkan laman resmi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) pada pagi hari, seluruh wilayah Jakarta diperkirakan berawan.

    Suhu udara berkisar antara 24 hingga 31 derajat celsius. Tingkat kelembaban udara berkisar antara 70 hingga 95 persen.

    Sementara sebagian besar kota lain di Indonesia diperkirakan hujan. Pada pagi hari peluang hujan dengan intensitas ringan terjadi di Kota Bandung, Samarinda, Pekanbaru dan Manado.

    Pada siang hari hujan dengan intensitas ringan diperkirakan terjadi di Kota Banda Aceh, Palangkaraya, Pangkal Pinang, Tanjung Pinang, Ambon, Ternate, Jayapura, Mamuju, Makassar dan Kendari.

    Kota Bengkulu, Yogyakarta, Pontianak, Palangkaraya, Pangkal Pinang, Mataram, Mamuju dan Padang diperkirakan hujan dengan intensitas ringan pada malam hari.

    BMKG juga memprediksi hujan dengan intensitas sedang mengguyur Kota Surabaya pada pagi hari.

    Kemudian pada siang hari hujan dengan intensitas sedang berpeluang mengguyur Kota Serang, Bandar Lampung, Pekanbaru, Padang dan Medan.

    Pada malam hari hujan dengan intensitas sedang berpotensi mengguyur Kota Bandung dan Banjarmasin.

    Hujan disertai petir berpeluang mengguyur Kota Yogyakarta, Gorontalo, Bandung, Surabaya, Pontianak, Banjarmasin, Samarinda, Mataram dan Palembang pada siang hari.

    Kota Jambi, Surabaya, Ambon berpeluang hujan disertai petir pada malam hari.

    Suhu udara berkisar antara 19 hingga 34 derajat celsius. Suhu terendah diprediksi terjadi di Kota Bandung dan tertinggi diprediksi terjadi di Kota Denpasar dan Kupang.

    BMKG memperkirakan hujan dengan intensitas lebat berpeluang terjadi di wilayah perairan, yaitu Selat Malaka, Selat Karimata, Perairan barat Sumatera, Selat Sunda.

    Kondisi cuaca serupa juga diprediksi terjadi di Samudera Hindia sebelah selatan selatan Pulau Jawa, Laut Natuna, Laut Jawa, Laut Sulawesi, Selat Makassar, Teluk Bone, Laut Halmahera.

    Selain itu Laut Banda, Laut Seram, Teluk Cendrawasih, Laut Arafuru, dan Samudra Pasifik utara Papua juga diperkirakan hujan lebat.

    Reporter: Nurakhmayani

  • Hujan Deras, 46 RT di Jakarta Banjir

    Hujan Deras, 46 RT di Jakarta Banjir

    7cloud.asia – Sebanyak 46 RT di wilayah Jakarta terendam banjir akibat hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut sejak Sabtu (06/01/2024).

    Menurut Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta, Isnawa Adji ketinggian air bervariasi antara 30 sentimeter hingga 75 sentimeter.

    “BPBD mencatat hingga pukul 20.00 WIB genangan yang terjadi menjadi 46 RT,” kata Isnawa seperti dikutip Kompas.com.

    Selanjutnya Isnawa menjelaskan banjir disebabkan oleh tingginya curah hujan sehingga membuat sejumlah aliran kali, yakni Kali Angke Hulu, Kali Krukut, Kali Pesanggrahan hingga Kali Grogol meluap.

    Baca: Penebangan liar picu banir

    Daftar 46 RT yang terendam banjir pada Sabtu malam:

    Wilayah Jakarta Barat

    1. Kelurahan Rawa Buaya, 1 RT yang terendam banjir dengan ketinggian air 30 cm. Penyebabnya curah hujan tinggi dan meluapnya Kali Angke Hulu.
    2. Kelurahan Kedaung kali Angke, 2 RT yang terendam banjir dengan ketinggian air 35 cm. Penyebabnya curah hujan tinggi dan meluapnya Kali Angke Hulu.
    3. Kelurahan Sukabumi Selatan, 1 RT yang terendam banjir dengan ketinggian 60 cm. Penyebabnya curah hujan tinggi.
    4. Kelurahan Kembangan Selatan, 2 RT yang terendam banjir dengan ketinggian 30 cm. Penyebabnya curah hujan tinggi dan meluapnya Kali Angke Hulu.
    5. Kelurahan Kembangan Utara, 1 RT yang terendam banjir dengan ketinggian 30 cm. Penyebabnya curah hujan tinggi.

    Baca: Jakarta waspada banjir

    Wilayah Jakarta Selatan

    1. Kelurahan Cilandak Timur, 2 RT yang terendam banjir dengan ketinggian air 55 cm sampai 75 cm. Penyebabnya curah hujan tinggi dan meluapnya Kali Krukut.
    2. Kelurahan Pondok Pinang, 3 RT yang terendam banjir. Ketinggian air 40 cm. Penyebabnya curah hujan tinggi dan meluapnya Kali Pesanggrahan.
    3. Kelurahan Kebayoran Lama Utara, 3 RT yang terendam banjir. Ketinggian air 30 cm. Penyebabnya curah hujan tinggi dan meluapnya Kali Sekretaris.
    4. Kelurahan Lebak Bulus, 1 RT yang terendam banjir. Ketinggian air mencapai 50 cm. Penyebab curah hujan tinggi dan meluapnya Kali Grogol.
    5. Kelurahan Kramat Pela, 30 RT yang terendam banjir dengan ketinggian air 40 cm. Penyebab curah hujan tinggi dan meluapnya Kali Grogol.

    Baca: Banjir hingga 2 meter di Rohul

    Sebelumnya, BPBD DKI Jakarta telah mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai bencana hidrometeorologi akibat cuaca ekstrem yang berpotensi terjadi pada 3 sampai 10 Januari 2024.

    Kasatpel Pengolahan Data dan Informasi Kebencanaan BPBD DKI Jakarta, Michael Sitanggang menjelaskan bencana hidrometeorologi berpotensi melanda wilayah Jakarta akibat hujan lebat setiap siang hingga sore dan juga malam hingga dini hari.

    Bencana hidrometeorologi dapat berupa banjir, banjir bandang, longsor, pohon tumbang yang disebabkan oleh tingginya curah hujan.

    “Pada siang hingga menjelang malam hari, perlu diwaspadai potensi hujan intensitas lebat di sebagian wilayah Jakarta Timur dan Jakarta Selatan,” jelas Michael.

    Baca: Penataan kawasan cegah banjir Jakarta

    Sementara itu, pada malam hingga dini hari kata Michael, berpotensi terjadi di Jakarta Pusat, Jakarta Utara, dan Kepulauan Seribu.

    Kondisi yang sama juga berpotensi terjadi di wilayah utara Jakarta Barat dan Jakarta Timur.

    “Pada malam hingga dini hari, perlu diwaspadai potensi hujan intensitas hingga lebat pada 3-10 Januari 2024,” ujarnya.

    Sementara itu, Deputi Bidang Meteorologi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Guswanto menjelaskan cuaca ekstrem dalam bentuk hujan lebat ini memicu terjadinya bencana hidrometeorologi.

    Karena itu, BMKG mengimbau instansi terkait di semua wilayah termasuk Jakarta, untuk mewaspadai terjadinya bencana akibat cuaca ekstrem pada 3-10 Januari 2024.

    “Waspada terhadap dampak yang ditimbulkan akibat cuaca ekstrem seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor, jalan licin, pohon tumbang, dan berkurangnya jarak pandang,” papar Guswanto.

    Reporter: Nurakhmayani

     

  • Waspada Banjir, Cuaca Tiga Wilayah di Jakarta Berpotensi Hujan

    Waspada Banjir, Cuaca Tiga Wilayah di Jakarta Berpotensi Hujan

    7cloud.asia – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperkirakan hujan dengan intensitas ringan hingga hujan badai terjadi di tiga wilayah di Jakarta pada Senin (08/01/2024) siang hingga malam hari.

    Ketiga wilayah tersebut adalah Jakarta Selatan, Jakarta Barat, Jakarta Pusat dan Jakarta Timur. Jakarta Utara pada malam hari juga berpotensi hujan dengan intesitas ringan.

    Sedangkan wilayah lainnya diperkirakan berawan. Suhu berkisar antara 24 hingga 29 derajat celsius.

    BMKG memperkirakan hujan lebat diatas 50 mm per hari mengguyur wilayah Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau, Bengkulu, Jambi, Sumatera Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Lampung.

    Wilayah lain yang berpotensi hujan lebat adalah Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Utara.

    Hujan lebat berpotensi terjadi di Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat dan Papua.

    Sedangkan hujan badai berpeluang melanda wilayah Aceh, Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau, Bengkulu, Jambi, Sumatera Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Lampung, Jawa Barat, Jawa Tengah.

    Selain itu wilayah DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah juga berpotensi dilanda hujan badai.

    Kondisi cuaca serupa juga diprediksi terjadi di wilayah Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Selatan, Maluku dan Papua Barat.

    Angin Kencang diatas 45 km/jam berpeluang terjadi di wilayah Aceh, Kepulauan Bangka Belitung, Lampung, Jawa Barat, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Utara dan Kalimantan Selatan.

    Dengan kondisi cuaca seperti ini, BMKG mengimbau sejumlah wilayah untuk mengantisipasi dampak yang mungkin akan terjadi dari cuaca tersebut.

    Wilayah yang diperkirakan akan terdampak adalah Aceh, Sumatera Utara, Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Lampung, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Kalimantan Barat.

    Wilayah lain yang diperkirakan juga terdampak adalah Kalimantan Tengah, Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Papua Barat dan Papua.

    Dampak yang terjadi berupa bencana hidrometeorologi seperti banjir, banjir bandang, longsor, pohon tumbang,dan lain-lain.

    Suhu udara berkisar antara 20 hingga 34 derajat celsius. Suhu terendah diprediksi terjadi di Kota Bandung dan yang tertinggi diperkirakan terjadi di Kota Semarang dan Kupang.

    Reporter: Nurakhmayani

     

  • Diguyur Hujan Lebat, Beberapa Wilayah di Kota Serang Banjir

    Diguyur Hujan Lebat, Beberapa Wilayah di Kota Serang Banjir

    7cloud.asia – Sejumlah wilayah di Kota Serang, Banten terendam banjir akibat hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah ini pada Minggu (07/01/2024).

    Salah seorang warga Aprilia Nuridah menjelaskan air mulai meninggi dan masuk ke dalam rumah sekitar pukul 11.43 WIB.

    “Sejak hujan deras tadi. Air mulai naik sekitar pukul 11.43 WIB dan masuk ke dalam rumah,” ujarnya seperti dilansir Antaranews.

    Memang, Aprilia mengakui wilayah ini kerap dilanda banjir ketika hujan deras. Namun kali ini di jalan pemukiman sampai sepinggang orang dewasa.

    “Padahal hujannya mah sebentar tapi deres banget. Tinggi air itu sampai sepinggang orang kalau jalan sampe ke ujung lagi,” jelasnya.

    Baca: Jakarta waspada banjir

    Karena banjir kerap terjadi saat musim hujan, dia berharap pemerintah daerah dapat menyelesaikan persoalan banjir.

    Bagi warga setempat, banjir menjadi hal menakutkan setiap curah hujan tinggi sejak beberapa tahun terakhir.

    “Ini sudah menjadi persoalan lama, seharusnya ada solusinya, nambah atau membuat aliran pembuangan baru atau bagaimana. Kalau hujan lebat, tidur pun tak nyenyak, takut banjir,” urainya.

    Senada dengan, warga Trip Jamaksari, Cinanggung, Kota Serang, Banten, Aliudin.

    Aliudin beserta keluarga terkejut ketika mengetahui air sudah masuk setinggi mata kaki di lantai rumahnya. Saat itu, ia segera memindahkan kendaraan yang tersimpan di garasi.

    Baca: 46 RT di Jakarta banjir

    “Jam 11 kami, langsung memindahkan kendaraan, mobil, motor. Barang barang di rumah juga terpaksa dinaikkan ke tempat lebih tinggi,” jelas Aliudin.

    Sementara itu, Pj Wali Kota Serang, Yedi Rahmat menjelaskan adanya penyempitan drainase sehingga membuat Kota Serang kerap dilanda banjir. “Ternyata ada penyempitan saluran air,” ujarYedi.

    Selanjutnya Yedi menjelaskan ketika intensitas hujan tinggi, maka beberapa titik wilayah di Kota Serang banjir.

    Karena itu, ia berjanji pihaknya akan membersihkan selokan agar air yang keluar juga besar.

    Baca: Cuaca awal tahun, waspada Jakarta banjir

    “Kasihan juga warga kami banyak yang terdampak, meski airnya setinggi tumit. Jadi ke depan kami akan memperbaiki dari hulu hingga hilirnya agar tidak lagi terjadi banjir,” terangnya.

    Untuk menanggulangi banjir, Yedi telah memerintahkan kepada Dinas PUPR agar segera melakukan perbaikan drainase.

    Pihaknya juga akan melakukan pelebaran aliran air di wilayah terdampak banjir. “Mungkin dari tim Dinas PUPR dan yang lainnya untuk segera mengatasi banjir ini, karena untuk masyarakat kita semua,” ucapnya. 

    Reporter: Nurakhmayani

  • Siap Payung, Cuaca Dua Wilayah di Jakarta Ini Berpotensi Hujan Disertai Petir dan Angin Kencang  

    Siap Payung, Cuaca Dua Wilayah di Jakarta Ini Berpotensi Hujan Disertai Petir dan Angin Kencang  

     

    7cloud.asia – Wilayah Jakarta Selatan dan Jakarta Timur berpeluang hujan disertai kilat dan petir serta angin kencang pada Rabu (10/01/2024) sore hingga malam hari.

    Sedangkan wilayah lainnya seperti Jakarta Barat pada siang hari berpeluang hujan dengan intensitas ringan.

    Berdasarkan laman Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Wilayah Jakarta Pusat, Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu diperkirakan berawan pada siang hari.

    Pada malam hari wilayah Jakarta Pusat dan Jakarta Barat berpeluang terjadi hujan dengan intensitas ringan.

    Cuaca berawan diprediksi terjadi di wilayah Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu.

    Meski beberapa wilayah diguyur hujan, namun pada pagi hari seluruh wilayah di Jakarta diperkirakan berawan.

    Suhu udara berkisar antara 24 hingga 30 derajat celsius dengan tingkat kelembaban antara 75 hingga 100 persen.

    BMKG juga memprediksi sejumlah wilayah di Indonesia terjadi hujan dengan intensitas ringan hingga lebat.

    Wilayah Sumatera umumnya dipekirakan terjadi hujan dengan intensitas ringan.

    Namun Lampung, Bengkulu, Sumatera Selatan, Bangka-Belitung, Jambi, Sumatera Barat, Riau, Sumatera Utara, Aceh berpotensi hujan sedang.

    Untuk wilayah Jawa secara umum diprediksi terjadi hujan dengan intensitas ringan.

    Tetapi wilayah Jawa Barat dan Banten berpotensi hujan dengan intensitas sedang.

    Peluang hujan dengan intensitas lebat diperkirakan mengguyur wilayah  Jawa Timur, Jawa Tengah.

    Sedangkan wilayah Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur umunya cerah berawan.

    Meski demikian sebagian wilayah Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur berpotensi hujan dengan intensitas sedang.

    Wilayah Kalimantan umumnya hujan dengan intensitas ringan. Tetapi sebagian wilayah Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara berpotensi hujan sedang.

    Peluang hujan dengan intensitas sedang juga diperkirakan mengguyur sebagian wilayah Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah.

    Meski demikian, wilayah Sulawesi umumnya hujan dengan intensitas ringan.

    Hujan dengan intensitas ringan juga berpotensi terjadi di sebagian besar wilayah Maluku dan Papua.

    Tetapi sebagian wilayah Maluku, Papua Barat, Maluku Utara berpotensi hujan sedang, Papua berpotensi hujan lebat.

    BMKG juga memperkirakan hujan dengan intensitas lebat di wilayah perairan berpotensi terjadi di Selat Malaka, Selat Karimata, Samudra Hindia barat Sumatera, Selat Sunda.

    Selain itu, Samudera Hindia sebelah selatan selatan Pulau Jawa, Laut Cina Selatan, Laut Natuna, Laut Jawa, Laut Flores, Selat Makassar, Teluk Bone, Laut Halmahera juga berpotensi terjadi hujan dengan intensitas lebat.

    Kondisi cuaca seperti ini berpotensi terjadi di Laut Banda, Laut Seram, Teluk Cendrawasih, Laut Arafuru, Laut Aru, Laut Timor, dan Samudra Pasifik utara Papua Barat.

    Suhu udara berkisar antara 20 hingga 34 derajat celsius. Suhu terendah diprediksi terjadi di Kota Bandung. Sedangkan suhu tertinggi diperkirakan terjadi di Kota Denpasar, Semarang dan Mataram.

    Reporter: Nurakhmayani

  • Cuaca Seluruh Wilayah Jakarta Siang Ini Hujan  

    Cuaca Seluruh Wilayah Jakarta Siang Ini Hujan  

    7cloud.asia – Seluruh wilayah DKI Jakarta pada Kamis (11/01/2024) siang diperkirakan hujan dengan intensitas ringan hingga hujan disertai petir serta angin kencang atau hujan badai.

    Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini untuk Jakarta Barat, Jakarta Selatan, Jakarta Timur dan Kepulauan Seribu.

    Dari laman resmi BMKG, Keempat wilayah ini berpeluang hujan disertai petir dan angin kencang pada siang dan sore hari.

    Sedangkan cuaca pada pagi dan malam hari seluruh wilayah Jakarta diperkirakan berawan.

    Suhu berkisar antara 24 hingga 32 derajat celsius. Tingkat kelembaban udara berkisar antara 70 hingga 95 persen.

    Kondisi cuaca hujan juga diperkirakan terjadi di sejumlah wilayah di Indonesia.

    Seperti di Lampung, Bengkulu, Bangka-Belitung, Sumatera Barat, Jambi, Riau, Sumatera Utara, Aceh berpotensi hujan sedang, Sumatera Selatan berpeluang terjadi hujan dengan intensitas lebat.

    Meski demikian, secara umum wilayah Sumatera diperkirakan hujan dengan intensitas ringan.

    Wilayah Jawa secara umum diprediksi hujan dengan intensitas ringan. Tetapi wilayah Jawa Tengah, Jawa Barat berpotensi hujan sedang.

    Sementara wilayah Bali,Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur umumnya cerah berawan.Potensi hujan dengan intensitas sedang terjadi di sebagian wilayah Nusa Tenggara Timur.

    Untuk wilayah Kalimantan secara umum diperkirakan hujan dengan intensitas ringan.

    Sebagian wilayah Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara berpotensi diguyur hujan dengan intensitas sedang.

    Potensi hujan dengan intensitas sedang diperkirakan mengguyur sebagian wilayah Sulawesi Tenggara, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, Gorontalo.

    Sedangkan wilayah Sulawesi Selatan berpeluang diguyur hujan lebat. Meski demikian secara umum wilayah Sulawesi diperkirakan hujan dengan intensitas ringan.

    Wilayah Maluku dan Papua umumnya hujan berpeluang terjadi hujan dengan intensitas ringan.

    Tetapi sebagian wilayah Maluku, Maluku Utara berpotensi hujan dengan intensitas sedang. Sementara wilayah Papua, Papua Barat berpotensi hujan dengan intensitas lebat.

    Suhu udara berkisar antara 20 hingga 34 derajat celsius. Suhu terendah diperkirakan terjadi di Kota Bandung dan suhu tertinggi diperkirakan terjadi di Kota Denpasar.

    Reporter: Nurakhmayani

  • Musim Hujan, Masih Ada 28 Titik Panas di Kalimantan Timur

    Musim Hujan, Masih Ada 28 Titik Panas di Kalimantan Timur

    7cloud.asia – Meski hujan sudah mengguyur sebagian besar wilayah di Indonesia, tetapi, masih ditemukan titik panas di Kalimantan Timur. Jumlahnya mencapai 28 titik panas.

    Hal ini berdasarkan hasil pemnatauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Balikpapan, Kalimantan Timur (Kaltim).

    “Sebanyak 28 titik panas ini terpantau sepanjang Rabu, 10 Januari 2024 mulai pukul 01.00 hingga 24.00 WITA,” kata Koordinator Bidang Data dan Informasi Stasiun Kelas I Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan BMKG Balikpapan, Diyan Novrida seperti yang dilansir Antaranews.

    Baca: Kabut asap menyelimuti Kota Padang

    Sebanyak 28 titik panas yang terpantau tersebut tersebar di empat kabupaten.

    Yaitu Kabupaten Kutai Barat satu titik, Kutai Timur 21 titik, Kutai Kartanegara 5 titik dan Berau 1 titik yang memiliki tingkat kepercayaan menengah.

    Rincian satu titik di Kutai Barat berada di Kecamatan Jempang, 21 titik di Kutai Timur tersebar di enam kecamatan yakni Kecamatan Bengalon delapan titik, Kaubun 1 titik, Kongbeng 4 titik.

    Selain itu Muara Wahau 6 titik, Rantau Pulung 1 titik, Teluk Pandan 1 titik dan Telen 1 titik.

    Di Kabupaten Kutai Kartanegara terdapat lima titik panas yang tersebar di tiga kecamatan, yakni Kecamatan Kembang Janggut dua titik, Loa Kulu 2 titik dan Muara Kaman 1 titik. Di Kabupaten Berau terdapat satu titik di Kecamatan Kelay.

    Baca: Pengolahan lahan gambut picu kebakaran lahan

    Pihaknya, lanjut Diyan, telah menyampaikan ke pihak terkait tentang titik panas ini.

    Diantaranya adalah Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) tingkat provinsi maupun kabupaten masing-masing agar dapat dilakukan tindakan lebih lanjut.

    Memang, Diyan mengakui meski telah masuk musim hujan, namun masih ada sejumlah kawasan yang tidak terjadi hujan dalam beberapa hari.

    Hal ini menyebabkan daun dan ranting di hutan maupun lahan yang mengering, sehingga mudah terbakar.

    Untuk itu, ia mengimbau semua pihak tetap waspada dan sama-sama mencegah agar tidak terjadi penambahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), seperti tidak melakukan pembakaran di hutan maupun lahan.

    Baca: Titik panas di Sumatera bertambah

    Sebab, menurut Diyan, masih banyak daun dan ranting kering di lahan yang mudah terbakar.

    “Pencegahan yang dapat dilakukan masyarakat, antara lain dengan tidak membuang puntung rokok sembarangan, tidak melakukan pembakaran saat membersihkan atau membuka lahan, karena daun dan ranting kering rawan menyebabkan kebakaran lebih luas,” kata Diyan.

    Reporter: Nurakhmayani

  • Musim Hujan, Orangtua Harus Waspada Penyakit yang Sering Menyerang Anak

    Musim Hujan, Orangtua Harus Waspada Penyakit yang Sering Menyerang Anak

    7cloud.asia – Musim hujan telah tiba. Sejumlah penyakit biasa menyerang anak saat musim hujan. Orangtua harus mewaspadai hal tersebut.

    “Jadi untuk di musim hujan ini, satu adalah pada penyakit demam berdarah. Angkanya biasa cenderung naik di bulan-bulan ini Januari, Februari,” ujar Dokter Spesialis Anak, dr Ari Prayogo seperti dikutip Antaranews.

    Penyakit lain yang harus diwaspadai saat musim hujan adalah diare. “Hujan, sumber air tanah tidak bersih, lalu kemudian jadi mudah menyebar bakteri penyebab diare,” katanya.

    Baca: Dampak kualitas udara yang buruk terhadap anak

    Dokter yang praktek di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta ini juga menjelaskan pada masa-masa ini angka kasus demam berdarah dan diare di berbagai rumah sakit biasanya cenderung meningkat.

    Sementara penyakit lainnya seperti batuk, pilek, dan influenza, menurutnya bukan disebabkan oleh cuaca yang berubah menjadi dingin.

    “Batuk pilek sebetulnya kaitan khusus dengan hujan tidak ada. Sekarang menjadi meningkat karena selalu diingatkan sempat ada libur panjang  sehingga perhatian orang di situ. Anak, orang dewasa baik yang sehat maupun sakit kumpul menjadi satu,” jelasnya.

    Baca: Stunting jadi sorotan di pilpres 2024

    Memang, Ari mengakui peralihan cuaca juga dapat berpengaruh kepada daya tahan tubuh anak. Tetapi kegiatan yang padat dan kurangnya istirahat pada anak lah yang menyebabkan penyakit dan anak menjadi tidak nyaman.

    Karena itu, ia mengimbau kepada masyarakat, khususnya para orang tua untuk tetap menjaga Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

    Orangtua harus membiasakan mencuci tangan pakai sabun, menjaga kebersihan alat makan, serta memakai masker bila hendak berpergian.

    “Pastikan hidrasi cukup, cukup minum air putih, saluran napas bersih, jauh dari asap rokok, juga lingkungan tidak pengap dengan sirkulasi udara yang terbuka,” katanya.

     

    Reporter: Nurakhmayani