7cloud.asia – Sebanyak 46 RT di wilayah Jakarta terendam banjir akibat hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut sejak Sabtu (06/01/2024).
Menurut Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta, Isnawa Adji ketinggian air bervariasi antara 30 sentimeter hingga 75 sentimeter.
“BPBD mencatat hingga pukul 20.00 WIB genangan yang terjadi menjadi 46 RT,” kata Isnawa seperti dikutip Kompas.com.
Selanjutnya Isnawa menjelaskan banjir disebabkan oleh tingginya curah hujan sehingga membuat sejumlah aliran kali, yakni Kali Angke Hulu, Kali Krukut, Kali Pesanggrahan hingga Kali Grogol meluap.
Baca: Penebangan liar picu banir
Daftar 46 RT yang terendam banjir pada Sabtu malam:
Wilayah Jakarta Barat
- Kelurahan Rawa Buaya, 1 RT yang terendam banjir dengan ketinggian air 30 cm. Penyebabnya curah hujan tinggi dan meluapnya Kali Angke Hulu.
- Kelurahan Kedaung kali Angke, 2 RT yang terendam banjir dengan ketinggian air 35 cm. Penyebabnya curah hujan tinggi dan meluapnya Kali Angke Hulu.
- Kelurahan Sukabumi Selatan, 1 RT yang terendam banjir dengan ketinggian 60 cm. Penyebabnya curah hujan tinggi.
- Kelurahan Kembangan Selatan, 2 RT yang terendam banjir dengan ketinggian 30 cm. Penyebabnya curah hujan tinggi dan meluapnya Kali Angke Hulu.
- Kelurahan Kembangan Utara, 1 RT yang terendam banjir dengan ketinggian 30 cm. Penyebabnya curah hujan tinggi.
Wilayah Jakarta Selatan
- Kelurahan Cilandak Timur, 2 RT yang terendam banjir dengan ketinggian air 55 cm sampai 75 cm. Penyebabnya curah hujan tinggi dan meluapnya Kali Krukut.
- Kelurahan Pondok Pinang, 3 RT yang terendam banjir. Ketinggian air 40 cm. Penyebabnya curah hujan tinggi dan meluapnya Kali Pesanggrahan.
- Kelurahan Kebayoran Lama Utara, 3 RT yang terendam banjir. Ketinggian air 30 cm. Penyebabnya curah hujan tinggi dan meluapnya Kali Sekretaris.
- Kelurahan Lebak Bulus, 1 RT yang terendam banjir. Ketinggian air mencapai 50 cm. Penyebab curah hujan tinggi dan meluapnya Kali Grogol.
- Kelurahan Kramat Pela, 30 RT yang terendam banjir dengan ketinggian air 40 cm. Penyebab curah hujan tinggi dan meluapnya Kali Grogol.
Baca: Banjir hingga 2 meter di Rohul
Sebelumnya, BPBD DKI Jakarta telah mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai bencana hidrometeorologi akibat cuaca ekstrem yang berpotensi terjadi pada 3 sampai 10 Januari 2024.
Kasatpel Pengolahan Data dan Informasi Kebencanaan BPBD DKI Jakarta, Michael Sitanggang menjelaskan bencana hidrometeorologi berpotensi melanda wilayah Jakarta akibat hujan lebat setiap siang hingga sore dan juga malam hingga dini hari.
Bencana hidrometeorologi dapat berupa banjir, banjir bandang, longsor, pohon tumbang yang disebabkan oleh tingginya curah hujan.
“Pada siang hingga menjelang malam hari, perlu diwaspadai potensi hujan intensitas lebat di sebagian wilayah Jakarta Timur dan Jakarta Selatan,” jelas Michael.
Baca: Penataan kawasan cegah banjir Jakarta
Sementara itu, pada malam hingga dini hari kata Michael, berpotensi terjadi di Jakarta Pusat, Jakarta Utara, dan Kepulauan Seribu.
Kondisi yang sama juga berpotensi terjadi di wilayah utara Jakarta Barat dan Jakarta Timur.
“Pada malam hingga dini hari, perlu diwaspadai potensi hujan intensitas hingga lebat pada 3-10 Januari 2024,” ujarnya.
Sementara itu, Deputi Bidang Meteorologi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Guswanto menjelaskan cuaca ekstrem dalam bentuk hujan lebat ini memicu terjadinya bencana hidrometeorologi.
Karena itu, BMKG mengimbau instansi terkait di semua wilayah termasuk Jakarta, untuk mewaspadai terjadinya bencana akibat cuaca ekstrem pada 3-10 Januari 2024.
“Waspada terhadap dampak yang ditimbulkan akibat cuaca ekstrem seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor, jalan licin, pohon tumbang, dan berkurangnya jarak pandang,” papar Guswanto.
Reporter: Nurakhmayani

Leave a Reply