Tag: Israel

  • PBB Prihatin dengan Rencana Israel Serang Kota Rafah

    PBB Prihatin dengan Rencana Israel Serang Kota Rafah

    7cloud.asia – Kepala bantuan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Martin Griffiths menyatakan keprihatinan akan terus berlanjutnya peperangan di Kota Rafah yang berada di Jalur Gaza selatan

    Dalam pernyataannya pada Rabu (7/2), pejabat PBB tersebut mengatakan peperangan di Kota Rafah dapat menimbulkan semakin banyak korban tewas dan memperburuk kondisi kemanusiaan di sana.

    “Saat peperangan di Gaza memasuki bulan kelimanya, harapan semakin surut untuk jutaan orang yang terdampak serta personel kemanusiaan yang berjuang membantu mereka,” kata Griffiths.

    Baca: Israel sebut Rafah sebagai sasaran berikutnya

    Dia mengatakan bahwa dirinya sangat prihatin terhadap keselamatan dan kehidupan keluarga-keluarga Palestina yang terus menghadapi hal-hal yang tak terbayangkan demi mencari tempat aman.

    Terlebih, lebih dari setengah dari 2 juta penduduk Gaza saat ini mengungsi di Kota Rafah.

    “Keadaan hidup mereka sangat buruk; mereka kekurangan kebutuhan dasar untuk hidup dan dibayangi kelaparan, penyakit, dan kematian,” ucapnya.

    Ucapnya, pertempuran yang berlanjut di Rafah akan semakin mempersulit operasi kemanusiaan yang saat ini saja sudah terhambat oleh tiadanya jaminan keamanan, kerusakan infrastruktur, dan pembatasan akses.

    “Sederhananya, perang ini mesti dihentikan,” katanya, menambahkan.

    Baca: Serangan Israel tewaskan lebih dari 27 ribu warga Palestina

    Perdana menteri Israel Benjamin Netanyahu sebelumnya menyebut akan meneruskan serangannya di Gaza hingga ke Kota Rafah dan tidak akan berhenti hingga kemenangan Israel atas Hamas menjadi “sempurna”.

    Setidaknya 14 warga Palestina terbunuh dan sejumlah lainnya terluka saat pesawat tempur Israel menembaki rumah-rumah di Kota Rafah serta Deir al-Balah di Jalur Gaza tengah, demikian dilaporkan kantor berita Palestina Wafa pada Rabu malam.

    Serangan Israel ke Gaza sejak 7 Oktober 2023 telah menewaskan lebih dari 27.800 rakyat Palestina dan mencederai 67.317 orang lainnya. Sementara itu, sekitar 1.200 warga Israel disebut tewas akibat serangan Hamas.

    PBB menyebut serbuan Israel itu menyebabkan 85 persen populasi Gaza terusir dari tempat tinggalnya, 60 persen infrastruktur Gaza rusak dan hancur, serta menyebabkan kelangkaan makanan, air bersih, serta obat-obatan.

    Sumber: Antaranews

  • Bantu Pengungsi Gaza, PMI Lakukan Layanan Kesehatan Keliling

    Bantu Pengungsi Gaza, PMI Lakukan Layanan Kesehatan Keliling

    7cloud.asia – Berbagai cara dilakukan pemerintah Indonesia untuk membantu para pengungsi di Gaza. Salah satunya dengan melakukan layanan kesehatan keliling secara door to door dari tenda ke tenda.

    Layanan kesehatan ini dilakukan oleh Palang Merah Indonesia (PMI) bekerjasama dengan Lembaga Bantuan Medis di Gaza dengan target melayani 1.000 pengungsi.

    “Target layanan kesehatan keliling PMI tahap pertama ini ditargetkan untuk 1.000 pasien. Setelah target tercapai, PMI akan terus melanjutkan layanan kesehatan tersebut dan menyasar ke beberapa penampungan darurat lainnya,” jelas Ketua Tim Kemanusiaan PMI untuk Gaza, Arifin Muh Hadi seperti yang dikutip Antaranews.

    Baca: PBB prihatin dengan serangan Israel ke Rafah

    Selanjutnya Arifin menjelaskan dirinya beserta beberapa anggota PMI tengah berada di perbatasan Rafah Palestina sengaja memberi pelayanan kesehatan keliling secara door to door. 

    Hal ini untuk mempermudah para pengungsi mengakses layanan Kesehatan. Apalagi banyak pengungsi yang tidak dapat beranjak untuk menuju ke fasilitas layanan Kesehatan darurat.

    “Layanan Kesehatan Keliling ini merupakan upaya PMI dalam mendekatkan layanan kesehatan bagi warga pengungsi yang sakit. Bagi warga yang sakit namun tidak memungkinkan beranjak ke fasilitas kesehatan darurat, mereka mendapatkan layanan door to door,” terangnya.

    Menurutnya layanan kesehatan keliling yang dilakukan oleh PMI ini sangat efektif mengingat terbatasnya fasilitas kesehatan di Gaza tidak sebanding dengan membludaknya jumlah pasien.

    Baca: Serangan Israel tewaskan lebih dari 27 ribu warga Palestina

    “Pendekatan layanan kesehatan keliling ini sangat efektif mengingat jumlah rumah sakit yang beroperasi semakin berkurang, sementara itu kapasitas tampung pasien di rumah sakit yang ada juga sangat terbatas,” urainya.

    Sementara itu, Kepala Penanggulangan Bencana PMI Pusat, Ridwan Sobri Carman menyatakan, dalam memberikan layanan kesehatan, relawan PMI dibagi ke dalam 2 tim.

    Tim tersebut terdiri dari 1 dokter dan 2 perawat dan beroperasi di Rafah dan Khan Younis. “Tim Medis mitra PMI di Wilayah Gaza yang kami mobilisasi terdiri dari 2 tim, masing masing tim didukung oleh satu dokter dan dua perawat. Kedua tim medis ini terus menyasar beberapa penampungan pengungsi di Rafah, Gaza maupun Younis”, ungkap Ridwan.

    Baca: Israel sebut Rafah sasaran berikutnya

    Bantuan medis door to door PMI ini sejalan dengan harapan WHO yang menekankan perlunya peningkatan cakupan imunisasi rutin.

    Selain itu, penyediaan obat penyakit tidak menular, psikotropika, dan anestesi untuk memenuhi kebutuhan kesehatan masyarakat dan mencegah penyebaran penyakit menular.

    Seperti yang diwartakan sebelumnya, sejak konflik Israel-Hamas pecah pada 7 Oktober 2023 sejumlah infrastruktur di wilayah Gaza hancur total.

    Termasuk di dalamnya sejumlah rumah sakit yang tidak luput dari sasaran serangan dan pengeboman tentara Israel.

    UNRWA dalam laporan resminya menyampaikan bahwa akibat serbuan Israel fungsi dan akses pelayanan kesehatan sangat terganggu akibat terbatasnya akses listrik dan air.

    Kini hanya empat dari 22 pusat layanan kesehatan UNRWA beroperasi. Kondisi ini tentu saja menimbulkan bencana kesehatan yang luar biasa.

    Apalagi cuaca dingin dan buruknya sistem sanitasi membuat banyak pengungsi yang jatuh sakit. Sehingga, layanan kesehatan bagi warga Gaza di pengungsian menjadi kebutuhan primer.

    Reporter: Nurakhmayani

     

  • Amerika dan Beberapa Negara Arab Susun Rencana Pendirian Negara Palestina

    Amerika dan Beberapa Negara Arab Susun Rencana Pendirian Negara Palestina

    7cloud.asia – Amerika Serikat dan beberapa negara Arab secara aktif terlibat dalam penyusunan rencana pendirian negara Palestina, menurut laporan media AS pada Jumat.

    Menurut sejumlah pejabat AS dan Arab kepada The Washington Post, ada urgensi untuk menyelesaikan rencana tersebut demi terciptanya perdamaian jangka panjang antara Israel dan Palestina.

    Berbagai upaya sedang dilakukan untuk menentukan kerangka waktu bagi pendirian negara Palestina, dan pengumumannya kemungkinan akan dilakukan dalam beberapa pekan mendatang, menurut Washington Post.

    Baca: Mungkinkah mewujudkan negara Palestina yang berdaulat?

    Laporan media AS itu mengeklaim bahwa gencatan senjata dan negosiasi pembebasan sandera antara Israel dan Hamas juga termasuk dalam rencana tersebut.

    Disebutkan pula bahwa gencatan senjata awal selama enam pekan diharapkan dapat memfasilitasi pengumuman rencana ini, menggalang dukungan, dan memulai langkah-langkah pendahuluan.

    Menurut Post, para pejabat AS telah mengisyaratkan kemungkinan untuk mengakui negara Palestina itu dan menekankan bahwa pengakuan tersebut bisa menjadi sinyal adanya pendekatan baru terhadap upaya perdamaian di kawasan itu.

    Sumber: Anadolu

  • PMI Kembali Distribusikan Paket Kebersihan Pengungsi Warga Palestina di Rafah

    PMI Kembali Distribusikan Paket Kebersihan Pengungsi Warga Palestina di Rafah

    7cloud.asia – Palang Merah Indonesia (PMI) bekerjasama dengan Lembaga Bantuan Kemanusiaan di Rafah, Gaza kembali mendistribusikan paket kebersihan dari tenda ke tenda.

    Kegiatan ini seiring agresi militer Israel yang terus meningkat di wilayah pemukiman pengungsi.

    Kepala Markas PMI Pusat, Arifin Muh Hadi, melalui keterangan yang diterima di Jakarta, Sabtu (17/02/2024) menjelaskan bahwa paket kebersihan ini sangat diperlukan oleh pengungsi.

    Sebab mereka kesulitan membeli peralatan paket kebersihan mandi, cuci dan kakus lantaran tidak mempunyai uang dan juga stok barang yang terbatas.

    “Kami berharap dengan adanya paket kebersihan ini, para pengungsi tetap dapat menjaga kebersihan dan kesehatan dirinya sehari-hari. Pendistribusian paket kebersihan ini adalah bagian dari upaya proteksi untuk memastikan setiap orang mendapatkan akses kebutuhan dan mendorong mereka untuk menerapkan pola hidup bersih dan sehat,” kata Arifin.

    Baca: Serangan Israel tewaskan 27 ribu lebih warga Palestina

    Arifin yang juga Ketua Tim PMI untuk Misi Kemanusiaan Gaza, menjelaskan bahwa pendistribusian paket kebersihan merupakan kali kedua.

    Tim Kemanusiaan PMI sebelumnya juga mendistribusikan paket kebersihan serupa bagi para pasien dan keluarganya yang di rawat di Rumah Sakit Palestina di Kairo, Mesir beberapa waktu yang lalu.

    “Walaupun situasinya sangat sulit, namun kami tetap berupaya agar bantuan kemanusiaan ini tetap terus dapat disalurkan,” ucapnya.

    Sementara itu, Kepala Divisi Penanggulangan Bencana, Ridwan Sobri Carman menyatakan bantuan paket hygiene kits untuk keluarga dikemas dan didistribusikan dalam plastik.

    Paket tersebut berisikan tisu, handuk, sikat gigi, pasta gigi, sandal, sabun mandi, sabun cuci, sampo, dan lainnya.

    Baca: Mungkinkah mewujudkan Palestina yang merdeka dan berdaulat

    “Pendistribusian hygiene kits untuk paket keluarga ini kami lakukan secara langsung bagi warga pengungsi di Rafah Gaza yang saat ini masih tinggal di tenda tenda pemukiman darurat,” jelasnya.

    Meningkatnya serangan udara di Kamp Pengungsian di Rafah telah meningkatkan kekhawatiran yang selanjutnya akan sangat menghambat upaya kemanusiaan.

    Hampir 1,5 juta orang tinggal di Rafah, meningkat lebih dari enam kali lipat populasinya dibandingkan sebelum 7 Oktober.

    Mengutip pernyataan Wakil Sekretaris Jenderal Urusan Kemanusiaan dan Koordinator Bantuan Darurat, Martin Griffiths, operasi militer di Rafah dapat menyebabkan pembantaian di Gaza dan menempatkan operasi kemanusiaan yang rapuh di ambang kematian.

    Baca: Akibat serangan Israel lebih dari 17 ribu anak hidup tanpa pendampng

    Skenario biadab dan tidak berperikemanusiaan tersebut kini telah berlangsung dengan gerakan dan kecepatan yang mengkhawatirkan.

    Lebih dari satu juta orang atau separuh penduduk Gaza berdesakan di Rafah menghadapi kematian,

    “Mereka hanya punya sedikit makanan, hampir tidak ada akses terhadap perawatan medis, tidak ada tempat untuk tidur, tidak ada tempat yang aman untuk dituju,” katanya.

    Sumber: Antaranews

  • Duh! Korban di Jalur Gaza Puluhan Ribu, Menteri Pemberdayaan Perempuan Israel Malah Bangga

    Duh! Korban di Jalur Gaza Puluhan Ribu, Menteri Pemberdayaan Perempuan Israel Malah Bangga

    7cloud.asia – Menteri Pemberdayaan Perempuan Israel May Golan mengatakan dia “bangga” atas kehancuran yang disebabkan oleh tentara Israel di Jalur Gaza.

    Ketika ia berbicara dalam sesi yang diadakan oleh Knesset (parlemen Israel) pada Rabu malam, Golan mengancam pemimpin Hamas di Gaza, Yahya Sinwar, dengan pemenggalan kepala atau penangkapan.

    “Kami tidak malu dengan mengatakan bahwa kami ingin melihat tentara IDF (tentara Israel) menangkap Sinwar dan terorisnya dengan mata kepala mereka sendiri, dan menyeret mereka melintasi Jalur Gaza dalam perjalanan ke ruang bawah tanah Otoritas Penjara,” katanya. dalam video pidatonya yang beredar luas.

    Baca: PBB prihatin rencana Israel serang Rafah

    “Saya pribadi bangga dengan keruntuhan Gaza, dan bahwa setiap bayi, bahkan 80 tahun dari sekarang, akan menceritakan kepada cucu-cucu mereka apa yang dilakukan orang-orang Yahudi,” katanya.

    “Tidak ada merpati dan tidak ada ranting zaitun, hanya pedang untuk memenggal kepala Sinwar, itulah yang akan dia terima dari kita,” ujar dia lagi.

    Pemboman Israel yang terjadi kemudian telah menewaskan sedikitnya 29.410 korban dan menyebabkan kehancuran massal dan kekurangan kebutuhan pokok. Hampir 70.000 orang terluka.

    Baca: Lebih dari 27 ribu warga Palestina tewas

    Serangan Israel di Gaza telah menyebabkan 85 persen penduduk wilayah tersebut mengungsi di tengah kekurangan makanan, air bersih dan obat-obatan, sementara 60 persen infrastruktur di wilayah tersebut telah rusak atau hancur, menurut PBB.

    Untuk pertama kalinya sejak pembentukannya pada tahun 1948, Israel dituntut atas genosida di Mahkamah Internasional, badan peradilan tertinggi PBB.

    Keputusan sementara pada bulan Januari memerintahkan Tel Aviv untuk menghentikan tindakan genosida dan mengambil tindakan untuk menjamin bahwa bantuan kemanusiaan diberikan kepada warga sipil di Gaza.

    Sumber: Anadolu

  • OKI Desak Gencatan Senjata di Jalur Gaza

    OKI Desak Gencatan Senjata di Jalur Gaza

    7cloud.asia – Organisasi Kerjasama Islam (OKI) menyerukan gencatan senjata tanpa syarat harus segera diterapkan di Jalur Gaza untuk mencegah semakin banyak rakyat Palestina menjadi korban perang.

    Dalam sebuah komunike yang diterbitkan dalam sesi rapat luar biasa organisasi di Istanbul, Sabtu (24/2), menteri-menteri penerangan negara anggota OKI mengecam agresi militer Israel terhadap rakyat Palestina.

    Organisasi itu juga mengecam penindasan, pembantaian, dan genosida warga sipil Palestina di Jalur Gaza sejak 7 Oktober 2023, serta di Tepi Barat yang tengah diduduki Israel.

    Baca: Tindakan Israel keterlaluan

    OKI menegaskan bahwa satu-satunya langkah yang dapat mewujudkan perdamaian dan keamanan kawasan adalah dengan mewujudkan hak-hak asasi rakyat Palestina, yaitu kemerdekaan dan kedaulatan dengan Yerusalem Timur sebagai ibukota.

    “Kami menegaskan kembali tekad kami untuk menggaungkan suara di setiap ruang untuk mendukung hak asasi saudara kami rakyat Palestina yang menghadapi penindasan dan serangan barbar Israel,” demikian pernyataan OKI tersebut.

    Organisasi tersebut juga menegaskan akan memperkuat upaya meringankan penderitaan rakyat Palestina di Tanah Airnya, terkhusus mereka yang berada di Jalur Gaza.

    Selain itu, OKI mengecam upaya-upaya misinformasi Israel yang dilakukan dengan menyebarkan informasi palsu dan menipu untuk menutup-nutupi tindakan keji mereka.

    Baca: PBB prihatin Israel berencana serang Rafah

    Para menteri turut mengecam tindakan tentara Israel menyakiti jurnalis Palestina yang dilakukan secara sengaja dan sistematis. Hal tersebut, menurut OKI, adalah bagian dari upaya Israel membungkam kebenaran.

    Komunike tersebut mencantumkan kecaman OKI terhadap tindakan Israel menghancurkan sistem telekomunikasi di Jalur Gaza dan menyerukan supaya komunitas internasional segera menyelidiki kejahatan Israel tersebut.

    OKI juga mengecam kegagalan tentara Israel dalam menjamin keselamatan jurnalis sebagaimana diamanatkan hukum kemanusiaan internasional.

    Selain menegaskan tekad untuk bekerja sama pada tingkat internasional untuk mencegah disinformasi, komunike tersebut juga menyatakan tekad para menteri menunjukkan kemauan bersama untuk bertindak solider dan kompak dalam mengekspos serangan tak pandang bulu Israel terhadap warga sipil Palestina.

    Baca: Israel bunuh lebih dari 27 ribu warga Palestina

    “…termasuk pula terorisme (yang dilakukan) pemukim (Israel) di Tepi Barat yang menyebabkan perpindahan paksa rakyat Palestina,” demikian komunike OKI.

    Selain itu, Unit Monitoring Media OKI juga akan mengembangkan sebuah strategi media dengan badan media OKI dan kantor-kantor berita negara anggota sebagai upaya menangkal disinformasi Israel di tingkat internasional.

    Strategi media tersebut disusun berdasarkan amanat dari konferensi tingkat tinggi luar biasa gabungan OKI dan Liga Arab di Riyadh, Arab Saudi, pada 11 November 2023 lalu.

    Sumber: Anadolu

  • Gencatan Senjata Israel-Hamas Diharapkan Tercapai Akhir Pekan ini

    Gencatan Senjata Israel-Hamas Diharapkan Tercapai Akhir Pekan ini

    7cloud.asia – Presiden Amerika Serikat Joe Biden mengaku optimistis gencatan senjata antara Israel dan Hamas dapat segera disepakati pada akhir pekan ini atau sebelum bulan Ramadan.

    Meski begitu, pernyataan Biden soal gencatan senjata ini dianggap terlalu dini karena Israel dan Hamas masih mempelajari kesepakatan itu.

    Harapan bahwa gencatan senjata antara Israel dan Hamas itu akan terjadi sebelum hari Senin (4/3/2024) pekan depan disampaikan Biden pada hari Senin (26/2/2024) lalu.

    Dilansir VOA Indonesia, pernyataan Biden ini, setelah dirinya mengaku telah memperoleh informasi terkait dari penasihat keamanan Gedung Putih.

    Baca: PM Palestina mengundurkan diri

    Upaya negosiasi untuk menghentikan sementara peperangan antara Israel dan Hamas utamanya bertujuan membebaskan sandera yang ditahan di Gaza oleh Hamas.

    Sebagai gantinya, Israel akan membebaskan ratusan warga Palestina yang menjadi tahanan mereka.

    Kesepakatan gencatan senjata di Gaza ini diharapkan berlanjut hingga Ramadan
    Gencatan senjata selama 40 hari diajukan dalam negosiasi ini, termasuk di dalamnya memperbolehkan ratusan truk bantuan masuk ke Gaza setiap harinya.

    Para pihak yang terlibat negosiasi dihadapkan pada tenggat waktu tidak tertulis, yaitu saat dimulainya bulan Ramadan pada sekitar tanggal 10 Maret mendatang.

    Baca: AS dan sejumlah negara Arab rumuskan kemerdekaan Palestina

    Sejarah menunjukkan, ketegangan antara Israel dan Palestina kerap meningkat pada bulan suci tersebut.

    Meski begitu, Qatar selaku mediator dalam negosiasi gencatan senjata ini mengaku tidak bisa berkomentar mengenai pernyataan yang disampaikan Biden.

    Pasalnya, menurut Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Qatar Majed Al-Ansari, belum ada terobosan yang bisa diumumkan terkait kesepakatan gencatan senjata dan para tahanan.

    Al-Ansari juga menjelaskan dalam konferensi pers yang digelar hari Selasa (27/2) lalu bahwa Qatar “terus mendorong” Israel dan Hamas agar menerima proposal perjanjian yang dibuat di Paris pada pekan lalu.

    Baca: Harapan membentuk Palestina yang merdeka

    Al ansari menyebut, pihaknya melihat arah yang positif dari terjadinya pertemuan itu, tetapi belum ada kesepakatan final.

    “Semoga kami bisa mengumumkannya di awal bulan Ramadan – sebuah jeda kemanusiaan yang dapat meredakan ketegangan, dan memungkinkan kita untuk membawa masuk bantuan ke Gaza. Ketegangan akan mulai menurun dari sana,” ujar Al-Ansari.

    Kesepakatan gencatan senjata antara Israel dan Hamas sebelumnya pernah terjadi pada bulan November 2023 lalu selama satu pekan.

    Sebanyak lebih dari 100 tahanan Israel dibebaskan oleh Hamas, dan Israel membebaskan tahanan Palestina sebanyak tiga kali lipat dari jumlah tersebut.

    Baca: Keputusan Mahkamah Internasional diharapkan hentikan impunitas untuk Israel

    Selama beberapa minggu terakhir, baik Israel maupun Hamas secara terbuka mempertahankan posisi yang berbeda terkait kemungkinan kesepakatan gencatan senjata, sembari menyalahkan satu sama lain atas penundaan yang terjadi.

    Israel mengatakan bahwa mereka tidak akan mengakhiri perang sampai Hamas dihancurkan.

    Sementara Hamas mengatakan bahwa mereka tidak akan membebaskan sandera tanpa adanya komitmen untuk mengakhiri perang secara permanen.

    Sejumlah pejabat tinggi Hamas bahkan menyebut pernyataan Biden terkait gencatan senjata ini masih terlalu dini untuk disampaikan.

    Sumber: VOA Indonesia

  • Mediator Hamas dan Israel Pesimistis Akan Dicapai Kesepakatan Gencatan Senjata

    Mediator Hamas dan Israel Pesimistis Akan Dicapai Kesepakatan Gencatan Senjata

    7cloud.asia – Mediator Israel, Hamas dan Qatar, pada Selasa (27/2/2024), semuanya mengecilkan sinyalemen yang disampaikan oleh Presiden AS Joe Biden soal gencatan senjata di Gaza.

    Sebelumnya Biden mengatakan bahwa kesepakatan baru untuk gencatan senjata dan pembebasan sandera dalam perang lima bulan Israel dengan militan Hamas dapat segera dicapai akhir pekan ini.

    Hamas kini mempertimbangkan proposal, yang disetujui oleh Israel pada pembicaraan dengan mediator di Paris pekan lalu, untuk gencatan senjata yang akan menunda pertempuran selama 40 hari selama Ramadan.

    Ramadan sebagai bulan suci dan ibadah puasa umat Islam, yang akan menjadi perpanjangan gencatan senjata pertama dalam perang tersebut.

    Baca: Biden berharap kesepakatan gencatan senjata dicapai akhir pekan ini

    Delegasi kedua pihak berada di Qatar minggu ini untuk berusaha membahas rincian usulan gencatan senjata itu.

    Namun juru bicara Kementerian Luar Negeri Qatar Majed al-Ansari mengatakan, Kami belum memiliki kesepakatan akhir mengenai masalah apa pun yang menghambat pencapaian kesepakatan.

    “Kami tetap berharap bahwa kami bisa mencapai semacam kesepakatan.” ujarnya.

    Dilansir VOA Indonesia, seorang pejabat Hamas mengatakan bahwa masih ada kesenjangan besar yang harus dijembatani.

    “Masalah utama dan terutama tentang gencatan senjata dan penarikan pasukan Israel tidak disebutkan dengan jelas, sehingga menunda pencapaian kesepakatan.”

    Baca: PM Palestina mengundurkan diri

    Israel tidak mengomentari secara langsung optimisme Biden perihal kesepakatan gencatan senjata.

    Namun juru bicara pemerintah Israel, Tal Heinrich, mengatakan kesepakatan apa pun masih mengharuskan Hamas untuk membatalkan “tuntutan aneh, yang tidak masuk akal, yang sulit dipahami.”

    “Kami bersedia. Namun pertanyaannya apakah Hamas bersedia,” katanya.

    Situs berita Israel Ynet mengutip pejabat senior Israel yang tidak disebutkan namanya yang mengatakan bahwa mereka tidak memahami “dasar optimisme [Biden].”

    Biden mengatakan, pada Senin (26/2/2024), bahwa dia berharap akan ada gencatan senjata pada tanggal 4 Maret.

    Baca: Mungkinkah mewujudkan Palestina yang merdeka

    Dia kemudian mengatakan kepada komedian Seth Meyers dalam acara larut malamnya di televisi NBC,

    “Ramadan akan segera tiba [pada 10 Maret], dan sudah ada kesepakatan dari Israel bahwa mereka tidak akan terlibat dalam serangan selama Ramadan juga, untuk memberi kami waktu untuk membebaskan semua [100 atau lebih] sandera.”

    Menurut salah satu sumber yang dekat dengan perundingan itu, usulan Paris tersebut akan membuat Hamas membebaskan sebagian namun tidak semua sandera yang mereka tahan.

    Ini sebagai imbalan atas pembebasan ratusan warga Palestina yang dipenjara oleh Israel, dan peningkatan bantuan kemanusiaan bagi warga Palestina yang kelaparan di Gaza.

    Juga penarikan mundur pasukan Israel dari sejumlah area padat penduduk di daerah kantong di sepanjang garis pantai Laut Mediterania itu.

    Sumber: VOA Indonesia

  • Tega! Pasukan Israel Menembaki Warga Palestina Saat Menunggu Bantuan Kemanusiaan

    Tega! Pasukan Israel Menembaki Warga Palestina Saat Menunggu Bantuan Kemanusiaan

    7cloud.asia – Setidaknya 100 warga Palestina tewas dan terluka ketika pasukan Israel melepaskan tembakan ke arah kerumunan yang sedang menunggu bantuan kemanusiaan di Kota Gaza selatan pada Kamis (29/1/2024).

    Menurut saksi mata, ratusan warga Palestina sedang menunggu untuk mendapatkan bantuan dekat Dowar al-Nablusi, di bagian selatan Kota Gaza, ketika mereka ditembaki oleh Israel.

    Namun, Kementerian Kesehatan Palestina belum memberikan data resmi terkait jumlah korban jiwa akibat serangan tersebut.

    Baca: Serangan Israel tewaskan lebih dari 27 ribu warga Palestina.

    Israel terus melancarkan serangan militer mematikan di Jalur Gaza sebagai balasan atas serbuan Hamas pada 7 Oktober tahun lalu, yang menurut Tel Aviv menewaskan hampir 1.200 orang.

    Serangan militer Israel telah menewaskan sedikitnya 30.000 warga Palestina dan melukai lebih dari 70.000 lainnya.

    Rentetan serangan Israel itu disertai dengan kehancuran massal dan kekurangan berbagai kebutuhan pokok.

    Israel juga memberlakukan blokade yang melumpuhkan Jalur Gaza hingga menyebabkan penduduk wilayah itu, khususnya di Gaza utara, berada di ambang kelaparan.

    Baca: PM Palestina mengundurkan diri

    Perang Israel-Hamas telah menyebabkan 85 persen penduduk Gaza mengungsi di tengah kekurangan makanan, air bersih, dan obat-obatan.

    Sementara 60 persen infrastruktur di wilayah kantong tersebut rusak atau hancur, menurut Perserikatan Bangsa-Bangsa. 

    Israel di Mahkamah Internasional (ICJ) digugat melakukan genosida. Pengadilan tersebut pada Januari mengeluarkan keputusan sementara.

    Yaitu memerintahkan Israel untuk menghentikan tindakan genosida serta agar menjalankan tindakan untuk menjamin bantuan kemanusiaan diterima oleh para warga sipil di Gaza.

    Sumber: Anadolu

  • Kemenkes Gaza: Korban Tewas Akibat Serangan Israel Lampaui 30.000 Orang

    Kemenkes Gaza: Korban Tewas Akibat Serangan Israel Lampaui 30.000 Orang

    7cloud.asia – Kementerian Kesehatan Gaza mengatakan serangan Israel ke Gaza sejak Oktober 2023 lalu telah menewaskan setidaknya 30.035 orang, dan 70.457 lainnya terluka.

    Terakhir adalah serangan Israel yang menewaskan sedikitnya 70 orang dan melukai 280 lainnya ketika massa warga Palestina menunggu bantuan kemanusiaan di Kota Gaza.

    Insiden terjadi di bundaran al-Nabusi di bagian barat kota. Militer Israel mengatakan sedang memeriksa peristiwa tersebut.

    Di tempat lain di Gaza, Pasukan Pertahanan Israel melaporkan mereka melakukan operasi darat di Gaza utara, serta melancarkan serangan udara di daerah Khan Younis di bagian selatan Jalur Gaza.

    Baca: PM Palestina mengundurkan diri

    Di Jenewa, Kepala Badan HAM PBB Volker Turk mengatakan semua pihak dalam perang Israel-Hamas telah melakukan kejahatan perang.

    “Sudah waktunya – seharusnya sudah sebelum ini – untuk perdamaian, penyelidikan dan akuntabilitas,” kata Turk kepada Dewan Hak Asasi Manusia PBB.

    Ia juga memperingatkan tentang rencana serangan Israel di Rafah, wilayah selatan Gaza yang diperkirakan kini dihuni 1,5 juta warga Palestina.

    Banyak dari mereka adalah pengungsi dari wilayah lain untuk mencari keselamatan. Menurut Turk, serangan di Rafah “akan mendorong penduduk Gaza yang sedang mengalami mimpi buruk ke dalam dimensi baru kehancuran.”

    Baca: 80 Persen warga Gaza terusir dari rumahnya akibat serangan Israel

    Para pejabat Israel telah menyebutkan akan mengevakuasi warga sipil dari Rafah. Tetapi mereka belum memberi rincian tentang ke mana warga Palestina bisa pergi.

    Mesir, yang berbatasan dengan Rafah, menyatakan tidak akan membuka perbatasannya dengan Palestina.

    Sebagian besar wilayah Gaza telah luluh lantak akibat serangan besar-besaran Israel sebagai balasan atas serangan Hamas pada 7 Oktober yang menewaskan 1.200 orang di Israel.

    PBB, pada Rabu (28/2/2024), menyatakan bahwa orang-orang yang mencoba mendistribusikan atau menerima bantuan kemanusiaan di Jalur Gaza menghadapi tantangan yang mengancam nyawa.

    Baca: Mewujudkan Palestina yang merdeka dan berdaulat

    Berbicara kepada wartawan di New York, juru bicara PBB Stephane Dujarric mengatakan bahaya yang ditimbulkan oleh konflik yang sedang berlangsung ini telah mendorong PBB berulang kali menyerukan gencatan senjata kemanusiaan.

    “Memang, ada truk-truk yang menyeberang dari Israel ke Gaza. Situasi di Gaza, seperti yang telah kami jelaskan berkali-kali, hampir mustahil bagi kami untuk melakukan pekerjaan kemanusiaan,” kata Dujarric.

    “Ada konflik aktif yang sedang terjadi. Ada pelanggaran hukum dan ketertiban. Kurang koordinasi dalam bidang keamanan dan penyelesaian konflik dengan Israel.

    Kami telah memaparkan semua tantangan itu. Tetapi semua itu tidak membuat kami berhenti bekerja.”

    Sumber: VOA Indonesia