7cloud.asia – Presiden Amerika Serikat Joe Biden mengaku optimistis gencatan senjata antara Israel dan Hamas dapat segera disepakati pada akhir pekan ini atau sebelum bulan Ramadan.
Meski begitu, pernyataan Biden soal gencatan senjata ini dianggap terlalu dini karena Israel dan Hamas masih mempelajari kesepakatan itu.
Harapan bahwa gencatan senjata antara Israel dan Hamas itu akan terjadi sebelum hari Senin (4/3/2024) pekan depan disampaikan Biden pada hari Senin (26/2/2024) lalu.
Dilansir VOA Indonesia, pernyataan Biden ini, setelah dirinya mengaku telah memperoleh informasi terkait dari penasihat keamanan Gedung Putih.
Baca: PM Palestina mengundurkan diri
Upaya negosiasi untuk menghentikan sementara peperangan antara Israel dan Hamas utamanya bertujuan membebaskan sandera yang ditahan di Gaza oleh Hamas.
Sebagai gantinya, Israel akan membebaskan ratusan warga Palestina yang menjadi tahanan mereka.
Kesepakatan gencatan senjata di Gaza ini diharapkan berlanjut hingga Ramadan
Gencatan senjata selama 40 hari diajukan dalam negosiasi ini, termasuk di dalamnya memperbolehkan ratusan truk bantuan masuk ke Gaza setiap harinya.
Para pihak yang terlibat negosiasi dihadapkan pada tenggat waktu tidak tertulis, yaitu saat dimulainya bulan Ramadan pada sekitar tanggal 10 Maret mendatang.
Baca: AS dan sejumlah negara Arab rumuskan kemerdekaan Palestina
Sejarah menunjukkan, ketegangan antara Israel dan Palestina kerap meningkat pada bulan suci tersebut.
Meski begitu, Qatar selaku mediator dalam negosiasi gencatan senjata ini mengaku tidak bisa berkomentar mengenai pernyataan yang disampaikan Biden.
Pasalnya, menurut Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Qatar Majed Al-Ansari, belum ada terobosan yang bisa diumumkan terkait kesepakatan gencatan senjata dan para tahanan.
Al-Ansari juga menjelaskan dalam konferensi pers yang digelar hari Selasa (27/2) lalu bahwa Qatar “terus mendorong” Israel dan Hamas agar menerima proposal perjanjian yang dibuat di Paris pada pekan lalu.
Baca: Harapan membentuk Palestina yang merdeka
Al ansari menyebut, pihaknya melihat arah yang positif dari terjadinya pertemuan itu, tetapi belum ada kesepakatan final.
“Semoga kami bisa mengumumkannya di awal bulan Ramadan – sebuah jeda kemanusiaan yang dapat meredakan ketegangan, dan memungkinkan kita untuk membawa masuk bantuan ke Gaza. Ketegangan akan mulai menurun dari sana,” ujar Al-Ansari.
Kesepakatan gencatan senjata antara Israel dan Hamas sebelumnya pernah terjadi pada bulan November 2023 lalu selama satu pekan.
Sebanyak lebih dari 100 tahanan Israel dibebaskan oleh Hamas, dan Israel membebaskan tahanan Palestina sebanyak tiga kali lipat dari jumlah tersebut.
Baca: Keputusan Mahkamah Internasional diharapkan hentikan impunitas untuk Israel
Selama beberapa minggu terakhir, baik Israel maupun Hamas secara terbuka mempertahankan posisi yang berbeda terkait kemungkinan kesepakatan gencatan senjata, sembari menyalahkan satu sama lain atas penundaan yang terjadi.
Israel mengatakan bahwa mereka tidak akan mengakhiri perang sampai Hamas dihancurkan.
Sementara Hamas mengatakan bahwa mereka tidak akan membebaskan sandera tanpa adanya komitmen untuk mengakhiri perang secara permanen.
Sejumlah pejabat tinggi Hamas bahkan menyebut pernyataan Biden terkait gencatan senjata ini masih terlalu dini untuk disampaikan.
Sumber: VOA Indonesia

Leave a Reply