Tag: jakarta

  • Cuaca Hari Ini: Pagi Hingga Sore Sebagian Jakarta Bakal Hujan

    Cuaca Hari Ini: Pagi Hingga Sore Sebagian Jakarta Bakal Hujan

    7cloud.asia – Kondisi cuaca hujan dengan intensitas ringan berpotensi mengguyur sebagian wilayah Jakarta pada Rabu (06/05/2026) pagi hingga sore hari.

    Laman resmi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyebut hujan dengan intensitas ringan berpotensi terjadi di Kepulauan Seribu pada pagi hari. Wilayah lainnya diprediksi berawan tebal.

    Kemudian pada siang dan sore hari hujan dengan intensitas ringan berpeluang mengguyur wilayah Jakarta Selatan dan Jakarta Barat. Wilayah lainnya diprediksi berawan tebal. Malamnya, seluruh wilayah Jakarta diprakirakan berawan tebal.

    Hujan dengan intensitas ringan hingga hujan disertai petir berpotensi pula mengguyur sejumlah kota di Indonesia. Seperti Kota Banda Aceh, Medan, Pekanbaru, Pangkal Pinang, Bengkulu, Serang, Semarang berpotensi terjadi hujan berintensitas ringan.

    Kondisi cuaca serupa berpotensi pula terjadi di Kota, Pontianak, Samarinda, Palangkaraya, Banjarmasin, Denpasar, Mataram, Makassar, Palu, Gorontalo, Manado, Ternate, Ambon, Sorong, Manokwari, Nabire, Jayawijaya, Jayapura dan Merauke.

    Sementara hujan dengan intensitas sedang berpotensi mengguyur Kota Padang, Tanjung Selor, Mamuju dan Kendari. Hujan disertai petir Kota Tanjung Pinang, Jambi, Palembang dan Bandar Lampung.

     

  • Cuaca Hari Ini: Mayoritas Kota Berpotensi Hujan, Termasuk Bandung

    Cuaca Hari Ini: Mayoritas Kota Berpotensi Hujan, Termasuk Bandung

    7cloud.asia – Kondisi cuaca mayoritas kota di Indonesia berpotensi hujan dengan intensitas ringan hingga hujan disertai petir pada Kamis (07/05/2026).

    Dalam laman resmi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyebut hujan intensitas ringan berpotensi terjadi di Kota Banda Aceh, Medan, Pekanbaru, Padang, Bengkulu, Palembang, Pangkal Pinang, Bandung, Semarang, Yogyakarta.

    Selain itu Kota Palangkaraya, Samarinda,Mataram, Makassar, Kendari, Palu, Gorontalo, Ternate, Ambon, Sorong, Nabire, Jayawijaya dan Merauke juga berpotensi hujan dengan intensitas ringan.  

    Kemudian hujan dengan intensitas sedang berpotensi mengguyur Kota Mamuju. Hujan disertai petir berpotensi melanda Kota Tanjung Pinang, Jambi, Bandar Lampung, Pontianak, Banjarmasin, Tanjung Selor.

    Untuk Jakarta, pada pagi hari seluruh wilayah diprediksi cerah dan berawan. Siang dan sore hujan dengan intensitas ringan berpotensi mengguyur wilayah Jakarta Selatan, Jakarta Timur dan Jakarta Utara. Wilayah lainnya diprediksi berawan.

    Selanjutnya pada malam hari, seluruh wilayah Jakarta diprediksi cerah dan berawan tebal.

  • Jumlah RW Kumuh di Jakarta Menurun Hampir separuh dalam Sewindu Terakhir

    Jumlah RW Kumuh di Jakarta Menurun Hampir separuh dalam Sewindu Terakhir

    7cloud.asia – Jumlah Rukun Warga (RW) yang masuk dalam kategori kumuh di Jakarta dilaporkan menurun drastis. Hal ini disampaikan alam pernyataan pers bersama Badan Pusat Statistik dan Pemprov DKI Jakarta di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (6/5/2026).

    Berdasarkan hasil pendataan terbaru Pemprov DKI Jakarta yang berkolaborasi dengan Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah RW kumuh di Jakarta kini menurun menjadi 211 dari 445 RW pada 2017.

    Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti menjelaskan, pendataan RW kumuh ini dilakukan dengan metodologi baru yang menggunakan big data, yakni citra satelit dan menggabungkan pendataan langsung di lapangan.

    Menurutnya, dua metodologi ini digunakan untuk meningkatkan akurasi data.

    “Sehingga dengan demikian, hasil dari pendataan RW kumuh yang kami hadirkan untuk Pak Gubernur DKI Jakarta itu akan lebih akurat karena menggunakan perkembangan teknologi terkini,” jelas Amalia.

    Baca: Jumlah RW Kumuh di Jakarta Disebut Turun Signifikan, Ini Faktanya

    Dari hasil pendataan yang dilakukan di 2.749 RW di Jakarta, tercatat masih ada 211 RW kumuh. Meski demikian, Pemprov DKI dan BPS akan melanjutkan kerja sama memetakan 1.904 RW untuk memastikan kondisi lingkungan tersebut.

    “Kami akan melanjutkannya dengan melakukan, ada 1.904 RW yang kemudian akan kami overlay dengan hasil citra satelit untuk memastikan mana-mana RW yang juga masih perlu untuk dilakukan verifikasi,” ungkapnya.

    Amalia menjelaskan, terdapat 11 kriteria untuk menentukan status kumuh pada tingkat RT yang kemudian diagregasi di tingkat RW.

    Di antaranya yakni kepadatan penduduk, kepadatan bangunan, konstruksi bangunan tempat tinggal, kondisi ventilasi dan pencahayaan bangunan tempat tinggal, serta tempat buang air besar.

    Kriteria lainnya yakni cara membuang sampah, frekuensi pengangkutan sampah, keadaan saluran air, keadaan jalan lingkungan, penerangan jalan umum, dan tata letak bangunan.

    “Jadi esensinya adalah kekumuhan dari suatu RT yang kemudian nanti kita agregasi menjadi RW kumuh tidak hanya dilihat dari bentuk bangunan dan kepadatan bangunannya saja dan kondisi kelayakan bangunan, tetapi juga dilihat dari kondisi fasilitas lingkungan dan sanitasi,” tandasnya.

    Baca: Masih Ada 49 RW Kumuh di Jakarta Pusat

    Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung telah menginstruksikan jajarannya agar lebih mendalami hasil pendataan RW Kumuh untuk memperbaiki kehidupan masyarakat Jakarta.

    “Walaupun nanti ada 1.900 yang sebelumnya dianggap sudah tidak kumuh, tetapi saya juga setuju untuk lebih diperdalam. Jadi ada penurunan RW kumuh dari 445 di tahun 2017 menjadi 211 di tahun ini. Penurunannya kurang lebih 52,58 persen,” ujar Pramono.

    Pramono mengakui, pihaknya menghadapi berbagai tantangan dan persoalan yang kompleks di lapangan dalam menata RW Kumuh ini.

    Meski demikian, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta akan tetap memprioritaskan penanganan RW kumuh, terutama di wilayah padat penduduk seperti di Jakarta Barat dan Jakarta Utara.

    “Itu yang akan mendapatkan perhatian, (Jakarta) Barat paling banyak dan itu memang di lapangannya hampir semua kelurahan saya sudah keliling dari 267, memang beberapa itu di Barat terutama misalnya di Tambora dan sebagainya,” tuturnya.

    Dalam kesempatan ini, Pramono meminta BPS untuk membantu memetakan jumlah ruang terbuka hijau di Jakarta. Pramono optimistis jumlah RTH di Jakarta juga mengalami peningkatan signifikan.

  • Cuaca Hari Ini: Hati-hati, Hujan Lebat Berpotensi Guyur Sebagian Wilayah Jakarta

    Cuaca Hari Ini: Hati-hati, Hujan Lebat Berpotensi Guyur Sebagian Wilayah Jakarta

    7cloud.asia – Hujan dengan intensitas ringan hingga lebat berpotensi mengguyur sebagian wilayah Jakarta pada Senin (11/05/2026) pagi hingga malam.

    Laman resmi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengungkapkan hujan berintensitas ringan berpeluang terjadi di wilayah Kepulauan Seribu pada pagi hari. Sedangkan wilayah lainnya diprediksi cerah dan berawan.

    Siang dan sore hari, hujan dengan intensitas ringan berpotensi terjadi di wilayah Jakarta Barat dan Jakarta Pusat. Kemudian hujan berintensitas sedang berpotensi mengguyur wilayah Jakarta Utara.

    Di waktu yang sama, hujan dengan intensitas lebat berpeluang mengguyur wilayah Jakarta Timur dan Jakarta Selatan. Wilayah lainnya diprediksi berawan.

    Malamnya hampir seluruh wilayah Jakarta diprediksi cerah dan berawan. Namun, masih ada peluang hujan dengan intensitas ringan di Kepulauan Seribu.

    Sementara untuk wilayah lainnya di Indonesia umumnya berpotensi hujan dengan intensitas sedang hingga sangat lebat.

    Baca: Hujan Sangat Lebat di Musim Kemarau Picu Banjir Jakarta, Ini Penyebabnya

    Wilayah Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Kepulauan Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Bengkulu, Lampung, Banten, Jawa Timur, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan berpotensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat.

    Kondisi cuaca serupa berpeluang pula terjadi di wilayah Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Papua Barat Daya, Papua Barat, Papua Tengah, Papua Pegunungan dan Papua Selatan.

    Kemudian hujan dengan intensitas lebat hingga sangat lebat berpeluang mengguyur wilayah Kepulauan Bangka Belitung, Jawa Barat, Jawa Tengah, Kalimantan Barat, Maluku Utara dan Maluku.

    Selain hujan, BMKG memprediksi angin kencang yang akan melanda wilayah Bali, Kepulauan Bangka Belitung, Maluku dan Nusa Tenggara Timur.

  • Hantavirus Telah Masuk Indonesia, Tiga Orang Dinyatakan Meninggal

    Hantavirus Telah Masuk Indonesia, Tiga Orang Dinyatakan Meninggal

    7cloud.asia – Kementerian Kesehatan Republik Indonesia mencatat sejak 2024 hingga minggu ke-16 tahun 2026 total 251 kasus suspek hantavirus. Sebanyak 23 kasus diantaranya dinyatakan positif hantavirus dan 3 orang diantaranya meninggal dunia.

    Sedangkan 20 orang dinyatakan sembuh. Kasus hantavirus yang paling banyak tercatat adalah pada 2025 sebanyak 17 kasus, kemudian 2026 sebanyak 5 kasus, dan 2024 sebanyak 1 kasus.

    Kasus hantavirus di Indonesia tersebar di berbagai wilayah. Di Jakarta dan Yogyakarta 6 kasus, Jawa Barat 5 kasus, Jawa Timur, Banten, Sumatra Barat, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Utara, Kalimantan Barat dan Jawa Timur masing-masing 1 kasus.

    Baca: Pakar UGM Sebut Infuenza A Bisa Berakiba Fatal

    Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes, Aji Muhawarman menjelaskan dengan adanya tiga kasus yang meninggal dunia tersebut menunjukkan case fatality rate hantavirus di Indonesia mencapai 13%.

    Lebih jauh Aji menjelaskan jenis hantavirus yang ditemukan di Indonesia merupakan jenis Sol virus. Seluruh pasien mengalami gejala setelah 1 hingga 2 minggu terpapar virus.

    Gejala infeksi hantavirus dapat meliputi demam tinggi, nyeri otot, sakit kepala, mual, muntah, hingga gangguan pernapasan. Dalam beberapa kasus berat, infeksi dapat berkembang menjadi komplikasi serius yang mengancam jiwa.

    Baca: Indonesia Tingkatkan Kewaspadaan Terhadap Virus Nipah

    Sementara faktor risiko utamanya adalah kontak dengan tikus atau celurut, ataupun terpapar ekskresi dan sekresinya.

    Sebelumnya dunia internasional dihebohkan dengan kemunculan hantavirus usai tiga penumpang kapal pesiar Belanda MV Hondius meninggal akibat dugaan wabah hantavirus.

    Ketiga korban meninggal tersebut berasal dari Belanda dan Jerman. Salah seorang warga negara Inggris dilaporkan dirawat di unit perawatan intensif di Afrika Selatan.

     

  • Cuaca Hari Ini: Siap Payung, Mayoritas Wilayah di Indonesia Berpotensi Hujan

    Cuaca Hari Ini: Siap Payung, Mayoritas Wilayah di Indonesia Berpotensi Hujan

    7cloud.asia – Mayoritas wilayah di Indonesia berpotensi hujan dengan intensitas sedang hingga sangat lebat pada Rabu (13/05/2026).

    Dalam laman resmi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), hujan dengan intensitas sedang hingga lebat berpotensi terjadi di wilayah Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Bengkulu, Lampung.

    Kondisi cuaca serupa berpotensi pula terjadi di wilayah Banten, Jawa Barat, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara.

    Selain itu wilayah Maluku Utara, Papua Barat Daya, Papua Barat, Papua Tengah, Papua dan Papua Selatan juga berpeluang terjadi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat,

    Sedangkan hujan dengan intensitas lebat hingga sangat lebat berpeluang mengguyur wilayah Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Maluku dan Papua Pegunungan.

    Sementara untuk wilayah Jakarta, BMKG memprediksi cuaca cerah hingga berawan pada pagi dan malam hari. Namun, masih ada potensi hujan dengan intensitas ringan di wilayah Jakarta Barat, Jakarta Timur dan Jakarta Selatan. Wilayah lainnya diprediksi cerah dan berawan.

  • Pemprov DKI Jakarta Wajibkan Warga Memilah Sampah Rumah Tangga Menjadi Empat Kategori

    Pemprov DKI Jakarta Wajibkan Warga Memilah Sampah Rumah Tangga Menjadi Empat Kategori

    7cloud.asia – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta terus mendorong warganya untuk memilah sampah rumah tangga.

    Pemilahan ini wajib dilakukan dari rumah mulai 10 Mei 2026 sesuai Instruksi Gubernur (Ingub) DKI Jakarta Nomor 5 Tahun 2026.

    Menurut Instruksi Gubernur ini warga Jakarta kini wajib memilah sampah rumah tangga menjadi empat kategori, yakni organik, anorganik, bahan berbahaya dan beracun (B3), serta residu.

    Mengutip laman JDIH Provinsi DKI Jakarta pada Rabu (13/5/2026), gerakan memilah sampah mengajak masyarakat memisahkan sampah organik dan anorganik

    Sehingga nantinya sampah yang dibawa ke tempat pembuangan akhir (TPA) hanya sampah residu. Langkah ini untuk menurunkan volume sampah yang dikirim ke Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang.

    Pemprov DKI Jakarta juga memastikan pengawasan pengelolaan sampah di sektor usaha. Setelah deklarasi gerakan pilah sampah, pengawasan pengelolaan sampah di hotel, restoran, dan kafe akan diperketat.

    Baca: Mulai Agustus TPST Bantargebang Hanya Terima Sampah Residu

    Selama ini, sektor tersebut termasuk penghasil sampah dalam jumlah besar di Jakarta. Pelaku usaha yang tidak menjalankan aturan pengelolaan sampah bakal dikenai sanksi, meski bentuk sanksinya belum dirinci.

    Dalam Ingub, sampah rumah tangga kudu dipilah menjadi empat kategoori sampah, berikut penjelasannya satu per satu:

    1. Sampah organik,
    Sampah organik adalah sampah yang mudah terurai secara alami dan ditempatkan dalam wadah warna hijau. Sampah organik meliputi sisa aktivitas memasak, sisa makanan, kulit buah, daun, dan sampah mudah terurai lainnya.

    Pemprov DKI Jakarta akan mengolah sampah organik melalui metode komposting, budidaya maggot Black Soldier Fly (BSF), dan biodigester.

    2. Sampah anorganik,
    MAsuk dalam kategori ini yakni sampah yang masih dapat didaur ulang atau dimanfaatkan kembali. Contohnya kertas, kardus, plastik, botol kaca, dan logam.

    Sampah anorganik nantinya diproses melalui bank sampah maupun pihak pengolah lainnya atau offtaker.

    Baca: Jakarta Selatan Andalkan Biopori Jumbo dan Teba Modern untuk Pengelolaan Sampah Organik

    3. Sampah B3,
    Sampah bahan berbahaya dan beracun ini berisiko terhadap kesehatan dan lingkungan sehingga harus dipisahkan secara khusus. Contohnya baterai, limbah elektronik, lampu, dan kemasan bahan kimia rumah tangga.

    Sampah B3 wajib dibuang ke fasilitas khusus tempat penampungan sementara B3 dan tidak boleh dicampur dengan jenis sampah lain.

    4. Sampah residu,
    Sampah residu adalah sampah yang tidak bisa diolah melalui metode pengolahan organik maupun daur ulang. Contohnya popok sekali pakai, pembalut, tisu bekas, dan jenis sampah lain yang sulit didaur ulang.

    Sampah residu akan diproses di fasilitas RDF Plant dan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) sebagai bagian dari pengolahan energi alternatif.

    Data yang ada mencatat, komposisi sampah yang dibuang ke TPST Bantargebang menunjukkan sisa makanan mendominasi dengan kontribusi 43 persen, disusul plastik 28 persen, kain 8 persen, kertas 5 persen, serta jenis lain seperti kayu, rumput, PET, sampah B3, dan karet atau kulit dalam jumlah lebih kecil.

    Dominasi sampah organik dan plastik menunjukkan sumber utama masalah sampah Jakarta berasal dari aktivitas rumah tangga harian, mulai dari sisa makanan, kemasan belanja, botol plastik, hingga limbah dapur.

    Selama ini, sebagian besar sampah tercampur menjadi satu sehingga menyulitkan proses daur ulang maupun pengolahan lanjutan. Akibatnya, sampah yang masih bisa dimanfaatkan kembali justru berakhir di TPST Bantargebang.

  • Cuaca Hari Ini: Waspada! Hujan Sangat Lebat Bepotensi Guyur Beberapa Wilayah

    Cuaca Hari Ini: Waspada! Hujan Sangat Lebat Bepotensi Guyur Beberapa Wilayah

    7cloud.asia – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi hujan dengan intensitas lebat hingga sangat lebat berpotensi mengguyur beberapa wilayah pada Kamis (14/05/2026).

    Dalam laman resmi BMKG, hujan berintensitas lebat hingga sangat lebat berpotensi mengguyur wilayah Sumatera Utara, Kepulauan Bangka Belitung, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah dan Maluku.

    Sementara hujan berintensitas sedang hingga lebat berpotensi mengguyur wilayah Aceh, Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Bengkulu, Lampung, Banten, Jawa Barat, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat.

    Kondisi cuaca seperti ini berpotensi pula mengguyur wilayah Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara.

    Wilayah Maluku Utara, Papua Barat Daya, Papua Barat, Papua Tengah, Papua Pegunungan, Papua dan Papua Selatan juga berpotensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat.

    Untuk wilayah Jakarta, cuaca umumnya cerah berawan dari pagi hingga malam hari. Namun, masih ada peluang hujan dengan intensitas ringan pada siang dan malam hari.

  • Cuaca Hari Ini: Pagi Hingga Sore, Sebagian Wilayah Jakarta Berpotensi Hujan

    Cuaca Hari Ini: Pagi Hingga Sore, Sebagian Wilayah Jakarta Berpotensi Hujan

    7cloud.asia – Hujan berintensitas ringan berpotensi mengguyur sebagian wilayah Jakarta pada Jumat (15/05/2026) pagi hingga sore.

    Laman resmi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyebut hujan berintensitas ringan berpeluang mengguyur wilayah Jakarta Utara, Jakarta Barat, Jakarta Timur dan Jakarta Selatan pada pagi hari. Wilayah lainnya diprediksi cerah dan berawan tebal.

    Siangnya hujan dengan intensitas ringan berpeluang terjadi di wilayah Jakarta Selatan dan Jakarta Timur. Wilayah lainnya diprediksi cerah dan berawan tebal. Malamnya seluruh wilayah Jakarta diprediksi cerah dan berawan tebal.

    Untuk kota-kota lainnya di Indonesia, BMKG memprakirakan hujan berintensitas ringan di Kota Medan, Pekanbaru, Padang, Jambi, Bengkulu, Bandar Lampung, Serang, Bandung, Semarang, Surabaya, Pontianak, Palangkaraya, Mataram, Kupang.

    Selain itu Kota Makassar, Kendari, Ambon, Ternate, Manokwari, Nabire, Jayawijaya, Jayapura dan Merauke juga berpeluang terjadi hujan dengan intensitas ringan.

    Kemudian hujan berintensitas sedang berpotensi mengguyur Kota Yogyakarta, Tanjung Selor, Samarinda dan Palu. Sedangkan hujan disertai petir berpotensi melanda Kota Tanjung Pinang, Pangkal Pinang, Palembang, Banjarmasin, Manado, Gorontalo, Mamuju dan Sorong.

     

  • Cuaca Hari Ini: Siap Payung, Jakarta Berpotensi Hujan

    Cuaca Hari Ini: Siap Payung, Jakarta Berpotensi Hujan

    7cloud.asia – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi hujan dengan intensitas ringan hingga sedang berpotensi mengguyur sejumlah wilayah Jakarta pada Sabtu (16/05/2026).

    Dalam laman resmi BMKG hujan dengan intensitas ringan berpotensi terjadi di wilayah Jakarta Selatan, Jakarta Timur dan Jakarta Utara pada pagi hari. Wilayah lainnya diprediksi berawan.

    Selanjutnya pada siang hingga sore, wilayah Jakarta Barat dan Jakarta Selatan berpotensi hujan dengan intensitas ringan.

    Di waktu yang sama, wilayah Jakarta Timur dan Jakarta Utara berpotensi hujan dengan intensitas sedang. Wilayah lainnya diprediksi berawan tebal. Malamnya seluruh wilayah Jakarta diprediksi berawan tebal.

    Untuk wilayah lainnya di Indonesia, BMKG memprakirakan hujan berintensitas sedang hingga lebat terjadi di wilayah Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat, Riau, Kepulauan Riau, Sumatra Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Bengkulu, Lampung.

    Kondisi cuaca serupa berpotensi pula mengguyur wilayah Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan.

    Selain itu wilayah Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tenggara, Papua Barat Daya, Papua Barat, Papua Tengah, Papua Pegunungan dan Papua Selatan berpotensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat.

    Sedangkan hujan berintensitas lebat hingga sangat lebat diprediksi akan mengguyur wilayah Jawa Timur, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Timur, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Maluku Utara, Maluku dan Papua.