Tag: cuaca ekstrem

  • Kenali Beberapa Tanda Daerah Rawan Longsor Berikut Ini

    Kenali Beberapa Tanda Daerah Rawan Longsor Berikut Ini

    7cloud.asia – Bencana tanah longsor kerap terjadi di sejumlah daerah selama musim hujan. Namun, ada sejumlah tanda-tanda yang harus diperhatikan sebelum longsor terjadi.

    Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) selalu mengingatkan masyarakat akan potensi bencana hidrometeorologi termasuk tanah longsor dengan memperhatikan sejumlah tanda.

    Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati dalam konferensi pers secara daring pada Sabtu (01/02/2025) yang diikuti 7cloud.asia menjelaskan ada sejumlah beberapa tanda lereng akan longsor.

    Baca: Jumlah korban longsor di Pekalongan bertambah

    Pertama, tanah terlihat retak-retak atau ambles. Jika menemukan tanda seperti ini, masyarakat diimbau menjauh. Apalagi jika kondisi cuaca sudah mulai hujan.

    Kedua, pohon-pohon diatas lereng terlihat miring atau condong ke arah bawah lereng. Kondisi seperti ini menunjukkan bahwa akar pohon sudah mulai rapuh atau mulai terdorong oleh air.

    Ketiga, muncul air atau rembesan air dan airnya makin lama makin keruh. Iitu segera aja meninggalkan lereng, berarti lereng ini sudah mulai erosi bagian dalamnya,” jelas Dwikorita.

    Baca: Pulau Jawa waspada bencana hingga April 2025

    Keempat, kondisi tanah di lereng tiba-tiba menggembung. Adanya dorongan air menyebabkan terjadinya pergerakan di dalam tanah. Jika menemukan kondisi seperti ini, masyarakat waspada bahaya longsor.  

    Kelima, jika masyarakat tinggal dia atas lereng dan tiba-tiba pintu atau jendela sulit dibuka, berarti tanahnya mulai bergerak, rumahnya mulai terseret.

    “Pintu dan jendela itu bentuknya sudah tidak asli, makanya jika jendela atau pintu dibuka itu seret. Itu segera saja tinggalkan saja rumah tersebut. Apalagi kondisi cuaca akan hujan,” terang Dwikorita.

    Karena itu, lanjut Dwikorita, pemerintah setempat harus melakukan antisipasi salah satunya dengan melakukan pengecekan sistem drainase di sekitar lereng.

    Baca: Tim SAR evakuasi 10 orang korban longsor di Karo, Sumatera Utara

    “Pastikan apakah drainase sekitar lereng dapat berfungsi dengan optimal, tapi harus kondisi cerah dan tidak ada awan gelap,” katanya.

    Selain menjelaskan tanda-tanda tanah longsor, mantan rektor UGM ini juga memaparkan tanda-tanda banjir bandang.

    Menurutnya masyarakat dapat memperhatikan aliran sungai ketika hujan turun.

    “Kalau aliran sungai mulai keruh, berarti itu sdh mulai terjadi banjir. Sudah mulai terjadi erosi diatas jadi segera meninggalkan sungainya. Apalagi air sungainya mulai naik,” tutupnya.

  • Cuaca Hari Ini: Mayoritas Kota Berpotensi Hujan, Jakarta Salah Satunya

    Cuaca Hari Ini: Mayoritas Kota Berpotensi Hujan, Jakarta Salah Satunya

    7cloud.asia – Kondisi cuaca hujan dengan intensitas ringan hingga hujan disertai petir berpotensi mengguyur mayoritas kota di Indonesia termasuk Jakarta pada Selasa (04/02/2025).

    Melalui kanal youtube resmi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), hujan dengan intensitas ringan berpeluang terjadi di Kota Pekanbaru, Tanjung Pinang, Bengkulu, Pangkal Pinang.

    Kondisi cuaca serupa terjadi pula di Kota Serang, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, Denpasar, Pontianak, Palangkaraya, Gorontalo, Palu, Mamuju, Makassar, Kendari, Ternate, Ambon, Sorong, Manokwari, Nabire, Jayapura dan Jayawijaya.

    Kemudian hujan berintensitas sedang berpotensi mengguyur Kota Bandar Lampung, Mataram dan Samarinda.  Sedangkan hujan disertai petir berpotensi melanda Kota Padang, Palembang, Tanjung Selor, Manado dan Merauke.

    Sementara wilayah Jakarta, hujan dengan intensitas ringan berpeluang terjadi pagi hari di wilayah Jakarta Pusat, Jakarta Timur, Jakarta Selatan, Jakarta Barat dan Jak.arta Utara. Wilayah lainnya diperkirakan berawan tebal.

    Selanjutnya siang hingga sore hari, seluruh wilayah Jakarta berpotensi hujan dengan intensitas ringan. Malam harinya hujan dengan intensitas ringan berpotensi terjadi di wilayah Kepulauan Seribu. Wilayah lainnya diperkirakan berawan tebal.

    BMKG mengajak masyarakat untuk mewaspadai cuaca ekstrem yang berpotensi melanda wilayah Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Bengkulu, Kepulauan Riau, wilayah Jawa Timur, Maluku dan Papua Barat.

    Selain itu, masyarakat juga harus mewaspadai potensi banjir rob di perairan selatan Pandeglang dan perairan selatan Lebak.

     

     

  • Indonesia Sedang Berada di Puncak Musim Hujan, BMKG Imbau Masyarakat Waspadai Cuaca Ekstrem

    Indonesia Sedang Berada di Puncak Musim Hujan, BMKG Imbau Masyarakat Waspadai Cuaca Ekstrem

    7cloud.asia – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan musim hujan tahun 2024/2025 akan berlangsung hingga akhir Maret 2025.

    “Musim hujan diprediksi akan berakhir sampai bulan Maret, akhir Maret 2025, dan April itu transisi dari musim hujan ke musim kemarau,” kata Kepala BMKG Dwikorita Karnawati seperti yang dilansir Antaranews.

    Sementara puncak musim hujan di sebagian besar wilayah Indonesia terjadi di bulan Januari hingga Februari, sehingga saat ini masih menghadapi puncak musim hujan.

    Baca: Pulau Jawa Waspada Bencana hingga April 2025

    Dia mengimbau, di puncak musim hujan seperti sekarang, masyarakat mewaspadai potensi bencana hidrometeorologi akibat cuaca ekstrem yang masih berulang dan hampir merata di seluruh wilayah Indonesia.

    “Hanya tempatnya itu bergeser-geser, misalnya dari Sumatera, dari Jakarta, lalu ke Jawa Tengah, ke Jawa Timur, lalu nanti ke Sulawesi, nanti balik lagi ke Jakarta, jadi akan berpindah-pindah tempatnya,” ungkapnya.

    Karena itu, lanjut Dwikorita, masyarakat dapat terus memonitor perkembangan cuaca informasi di situs resmi BMKG, mengingat dinamika cuaca yang cepat berubah-ubah.

    Baca: Hujan ekstrem di Jawa Barat diperkirakan hingga 7 Februari 2025

    “Jadi masih tetap harus waspada siaga dengan cara terus memonitor perkembangan informasi BMKG, ini karena dinamika cuaca yang sangat cepat berubah, jadi mohon dimonitor agar bisa beradaptasi dalam menyusun rencana kegiatan sehari-hari,” katanya.

    Seperti yang diberitakan sebelumnya, BMKG memprediksi adanya peningkatan intensitas hujan, hingga terjadinya hujan ekstrem di Jawa Barat, dalam periode 2 hingga 7 Februari 2025.

    “Hal ini, berkaitan dengan adanya bibit siklon tropis yang baru saja muncul di perairan Samudera Hindia, yang kemungkinan dapat membahayakan pelayaran atau publik baik secara langsung, ataupun tidak langsung,” ungkapnya.

    Baca: Puncak musim hujan di Jatim Februari 2025, ini mitigasi yang perlu dilakukan

    Mantan rektor UGM tersebut menjelaskan saat ini sebagian besar wilayah Indonesia termasuk Jabar masih dalam puncak musim hujan hingga akhir Februari atau Maret mendatang.

    Kondisi cuaca seperti ini terjadi akibat pengaruh angin muson dari Asia yang semakin menguat dan disertai dengan La Nina lemah yang diprediksi berlangsung hingga bulan Maret-April.

    Selain itu, masih ada pula pengaruh Madden-Julian Oscillation (MJO) yang semakin bergerak ke arah Indonesia bagian tengah dan pengaruh seruakan udara dingin dari dataran tinggi di Asia atau dataran tinggi Siberia.

     

  • Cuaca Hari Ini: Waspada! Hujan Sedang Hingga Lebat Mengguyur Wilayah Indonesia Hingga 3 Hari ke Depan

    Cuaca Hari Ini: Waspada! Hujan Sedang Hingga Lebat Mengguyur Wilayah Indonesia Hingga 3 Hari ke Depan

    7cloud.asia – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperkirakan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat berpotensi mengguyur wilayah Indonesia pada Jumat (07/02/2025) hingga tiga hari kedepan.

    Menurut Deputi Meteorologi BMKG, Guswanto kondisi ini dipicu adanya siklon tropis Tahlia. Kemudian dalam 24 jam terakhir muncul bibit siklon tropis 92W yang berada di Samudera Pasifik Barat sebelah utara Papua Barat.

    Berdasarkan analisis tim meteorologi BMKG terbaru, siklon tropis Taliah masih terdeteksi berada di Samudera Hindia selatan atau sekitar 92 kilometer di barat daya Cilacap, Jawa Tengah.

    Baca: Cuaca ekstrem landa Jakarta dan beberapa wilayah hingga Februari 2025

    Selanjutnya Guswanto menjelaskan siklon tropis Tahlia diperkirakan tetap aktif dalam 24 jam ke depan dengan pergerakan ke arah barat semakin menjauhi wilayah Indonesia.

    Namun masih berpotensi menyebabkan hujan dengan intensitas sedang yang disertai dengan angin kencang di pesisir selatan Banten-Jawa Timur.

    Selain itu, bibit siklon baru yakni 92W di Samudera Pasifik barat diprediksi masih konsisten dan berpotensi menyebabkan hujan dengan intensitas sedang-lebat di wilayah Papua barat daya, Papua Barat, Maluku Utara dan Sulawesi Utara.

    Sementara hujan disertai petir Kota Surabaya, Denpasar, Kupang, Pontianak, Tanjung Selor, Palangkaraya, Mamuju dan Merauke.

    Baca: Musim kapan? Ini kata BMKG

    BMKG mengajak masyarakat untuk mewaspadai cuaca ekstrem yang berpotensi melanda sebagian besar wilayah Sumatera, sebagian besar wilayah Jawa, Nusa Tenggara, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, Maluku Utara, Papua dan Papua Barat.

    Meski demikian, BMKG memperkirakan sejumlah kota masih berpeluang terjadi hujan dengan intensitas ringan di Kota Medan, Padang, Bengkulu, Bandar Lampung, Jakarta, Bandung, Semarang, Yogyakarta.

    Hujan dengan intensitas ringan berpeluang pula terjadi di Kota Mataram, Samarinda, Palu, Gorontalo, Kendari, Ternate, Sorong, Manokwari dan Jayapura,

    Kondisi atmosfer juga mempengaruhi ketinggian gelombang hingga mencapai 2,5 meter di Laut Maluku, Perairan Kepulauan Sangihe-Talaud, Perairan Halmahera, Laut Halmahera, serta perairan utara Papua barat daya – Papua.

    Baca: Pulau Jawa waspada bencana hingga April 2025

    Dengan kondisi cuaca seperti ini,  BMKG mengimbau masyarakat mewaspadai potensi bencana hidrometeorologi berupa banjir, banjir bandang, tanah longsor, pohon tumbang dan lain-lain.

    “Saat hujan deras terjadi maka masyarakat di sekitar aliran sungai ataupun perbukitan juga waspadai longsor dan banjir. Penting untuk memperhatikan tanda-tanda awal seperti munculnya retakan tanah dan rembesan air- pastikan drainase berfungsi dengan baik,” jelas Guswanto.

    Selain itu, BMKG mengimbau masyarakat pesisir, nelayan dan operator transportasi laut agar memperhatikan peringatan dini cuaca ekstrem dalam 2-3 hari ke depan.

    .

     

     

     

     

  • Cuaca Hari Ini: Waspada! Hujan Disertai Petir Berpotensi Melanda Sejumlah Kota, Termasuk Jakarta

    Cuaca Hari Ini: Waspada! Hujan Disertai Petir Berpotensi Melanda Sejumlah Kota, Termasuk Jakarta

    7cloud.asia – Kondisi cuaca hujan disertai petir berpotensi melanda Kota Jakarta dan sejumlah kota di Indonesia pada Sabtu (08/02/2025).

    Melalui akun youtube resmi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), selain Jakarta hujan disertai petir berpotensi melanda  Kota Bandar Lampung, Surabaya, Kupang, Banjarmasin, Tanjung Selor, Mamuju, Manado dan Merauke.

    Sementara kota-kota lainnya seperti Kota Semarang dan Makassar berpeluang terjadi hujan dengan intensitas sedang.

    Kemudian hujan berintensitas ringan diprediksi terjadi di Kota Medan, Banda Aceh, Padang, Bengkulu, Palembang, Serang, Bandung, Yogyakarta, Denpasar, Mataram, Palangkaraya, Samarinda, Kendari, Ternate, Sorong, Nabire, Jayapura dan Jayawijaya.

    BMKG juga mengajak masyarakat untuk mewaspadai cuaca ekstrem yang berpotensi melanda sebagian besar wilayah Sumatera, sebagian besar wilayah Jawa, Kalimantan, Nusa Tenggara, wilayah Sulawesi, Maluku, Maluku Utara, Papua dan Papua Barat.

    Dengan kondisi cuaca seperti ini, BMKG mengimbau masyarakat agar mewaspadai potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor, pohon tumbang yang dapat terjadi sewaktu-waktu.

     

     

  • Cuaca Hari Ini: Cuaca Ekstrem Berpotensi Terjadi di Jawa dan Sejumlah Wilayah Lain

    Cuaca Hari Ini: Cuaca Ekstrem Berpotensi Terjadi di Jawa dan Sejumlah Wilayah Lain

    7cloud.asia – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperkirakan cuaca ekstrem akan terjadi di sejumlah wilayah di Indonesia, termasuk wilayah Jawa.

    Melalui akun youtube resminya, selain wilayah Jawa, cuaca ekstrem berpotensi melanda sebagian besar wilayah Sumatera, Kalimantan, Nusa Tenggara, Sulawesi, Maluku, Maluku Utara, Papua dan Papua Barat.

    Sementara kota-kota lainnya, BMKG memperkirakan potensi hujan disertai petir yang akan melanda Kota Bandar Lampung, Kupang, Pontianak, Tanjung Selor, Banjarmasin, Mamuju dan Manado.

    Kemudian hujan dengan intensitas sedang berpeluang mengguyur Kota Bandung, Yogyakarta, Surabaya, Denpasar, Makassar dan Kendari.

    Hujan berintensitas ringan diprediksi terjadi di Kota Medan, Pekanbaru, Padang, Bengkulu, Palembang, Pangkal Pinang, Serang, Semarang, Mataram, Palangkaraya, Samarinda, Palu, Nabire, Jayapura, Jayawijaya dan Merauke.

    Selain hujan, BMKG juga memperkirakan banjir rob masih berpotensi terjadi di pesisir Bangka Belitung, pesisir Banten, pesisir Jakarta Utara, pesisir Jawa Barat, pesisir Jawa Tengah, pesisir Nusa Tenggara Timur dan pesisir Kalimantan Selatan.

    Dengan kondisi cuaca seperti ini, BMKG mengimbau masyarakat agar mewaspadai potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor, pohon tumbang yang dapat terjadi sewaktu-waktu.

     

     

  • Cuaca Hari Ini: Hujan Lebat Hingga Ekstrem Berpotensi Melanda Wilayah Ini

    Cuaca Hari Ini: Hujan Lebat Hingga Ekstrem Berpotensi Melanda Wilayah Ini

    7cloud.asia – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperkirakan hujan lebat hingga ekstrem berpotensi melanda wilayah Sumatera Utara pada Selasa (11/02/2025).

    Karena itu, masyarakat setempat diimbau waspada bencana hidrometeorologi seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor, pohon tumbang yang dapat muncul sewaktu-waktu.

    Dalam laman resminya, BMKG mengimbau masyarakat untuk mewaspadai potensi cuaca ekstrem di wilayah Yogyakarta, Maluku Utara, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tengah.

    Sementara wilayah lainnya BMKG memperkirakan hujan dengan intensitas ringan hingga hujan disertai petir masih berpotensi terjadi.

    Hujan dengan intensitas ringan berpeluang  terjadi di Kota Jakarta, Bandung, Surabaya, Pangkal Pinang, Serang, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, Denpasar, Mataram, Kupang.

    Potensi cuaca seperti ini dapat terjadi di Kota Samarinda, Palangkaraya, Banjarmasin, Nabire, Jayapura, Jayawijaya dan Merauke. Selanjutnya hujan dengan intensitas sedang berpotensi mengguyur Kota Makassar.

    Kemudian hujan disertai petir berpotensi melanda Kota Medan, Tanjung Selor, Manado, Mamuju, Kendari, Ternate dan Sorong.

    Selain hujan, BMKG juga memperkirakan banjir rob masih berpotensi terjadi di pesisir Kepulauan Riau, pesisir Kepulauan Bangka Belitung, pesisir Banten, pesisir Jakarta, pesisir Nusa Tenggara Timur, pesisir Sulawesi Utara, pesisir Maluku Utara, pesisir Papua Selatan.

     

     

     

     

     

  • Cuaca Hari Ini: Waspada! Denpasar dan Sejumlah Kota Berpotensi Hujan Disertai Petir

    Cuaca Hari Ini: Waspada! Denpasar dan Sejumlah Kota Berpotensi Hujan Disertai Petir

    7cloud.asia – Kondisi cuaca hujan disertai petir berpotensi melanda Kota Denpasar dan sejumlah kota lainnya di Indonesia pada Rabu (12/02/2025).

    Melalui kanal youtube resmi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), selain Kota Denpasar, kota lain yang berpotensi dilanda hujan disertai petir adalah Kota Mataram, Tanjung Selor dan Merauke.

    Sedangkan wilayah lainnya, BMKG memperkirakan hujan masih berpotensi mengguyur sebagian besar wilayah di Indonesia. Hujan dengan intensitas sedang berpotensi mengguyur Kota Sorong dan Jayawijaya.

    Sementara hujan dengan intensitas ringan berpotensi terjadi di Kota Medan, Pekanbaru, Pangkal Pinang, Palembang, Lampung, Bandung, Semarang, Palangkaraya, Samarinda, Kupang, Mamuju, Makassar, Kendari, Ternante, Manokwari, Nabire dan Jayapura.

    BMKG juga mengajak masyarakat untuk mewaspadai cuaca ekstrem yang berpotensi melanda sebagian wilayah Sumatera, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, Maluku Utara, Papua dan Papua Barat.

    Tak hanya hujan, masyarakat juga diimbau mewaspadai gelombang tinggi antara 2,5 hingga 4 meter di perairan selatan Jawa hingga Pulau Rote, Samudra Hindia selatan Jawa Tengah hingga Nusa Tenggara Timur.

    Selain itu, gelombang tinggi berpeluang pula terjadi di perairan selatan Bali hingga Pulau Sumba, Laut Sawu, Perairan Kupang hingga Pulau Rote, Laut Natuna Utara, Laut Sulawesi, Laut Maluku dan Samudera Pasifik utara Maluku hingga Papua Barat.

     

     

  • Cuaca Ekstrem Picu Banjir di Makassar Sulawesi Selatan

    Cuaca Ekstrem Picu Banjir di Makassar Sulawesi Selatan

    7cloud.asia – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar melaporkan data sementara sebanyak 2.164 jiwa dari 580 kepala keluarga terdampak banjir tersebar di empat kecamatan di Makassar, Sulawesi Selatan.

    Kepala Pelaksana BPBD Makassar Achmad Hendra Hakamuddin mengatakan, saat ini tim gabungan sedang melakukan evakuasi warga terdampak banjir akibat cuaca ekstrem

    Ada empat kecamatan di lima kelurahan terdampak. Saat ini ada 24 titik lokasi pengungsian,” ujarnya Rabu (12/2/2025).

    Menurut dia, data sementara di Kecamatan Manggala, Kelurahan Manggala terdapat 13 titik lokasi pengungsian seperti masjid, gedung olahraga dan posyandu tersebar pada Blok 8 dan 10 Perumnas Antang.

    Tercatat, sebanyak 1.101 jiwa dari 283 kepala keluarga yang terdampak banjir di Makassar ini.

    Baca: Banjir juga landa Pati Jawa Tengah

    Di Kecamatan Biringkanaya, Kelurahan Katimbang terdapat delapan titik pengungsian seperti di masjid dan sekolah dengan jumlah terdampak sebanyak 687 dari 192 KK.

    Di Kecamatan Tamalate, Kelurahan Mangasa, terdapat satu titik lokasi pengungsi di Masjid Al Ikklas dengan jumlah terdampak 115 jiwa dari 30 KK.

    Dan di Kecamatan Tamalanrea, Kelurahan Tamalanrea Jaya, terdapat dua titik pengungsian di Masjid H Sulaemana dan Masjid Al Muhajirin, jumlah terdampak 261 jiwa dari 75 KK.

    Sejauh ini tim gabungan telah melakukan evakuasi pada sejumlah pemukiman warga terdampak banjir. Tim BPBD Makassar telah menurunkan tim untuk mengirim bantuan sekaligus terus melaksanakan pendataan bagi korban banjir yang terdampak.

    Basarnas Makassar evakuasi korban banjir
    Tim Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Kelas A Makassar terus menerima laporan permintaan evakuasi dari berbagai wilayah di Kabupaten Maros dan Kota Makassar dampak banjir dipicu cuaca ekstrim yang berlangsung sejak kemarin.

    Baca: Indonesia sedang berada di puncak musim hujan

    “Kami menerima laporan permintaan evakuasi dari berbagai lokasi di wilayah Kabupaten Maros dan Makassar yang menjadi lokasi terdampak banjir,” kata Plh Kepala Kantor Basarnas Makassar Haris Supardi.

    Hingga saat ini tim yang diturunkan telah melaksanakan evakuasi warga di wilayah Kabupaten Maros maupun Kota yang terkena dampak parah banjir ekstrem akibat cuaca buruk.

    Evakuasi berlangsung sejak kemarin di Kabupaten Maros, daerah Samangki, Pammanjengan (Moncongloe) dan Perumahan Racita. Di wilayah Samangki ada empat orang di evakuasi dua orang dewasa dan dua balita.

    Sedangkan di wilayah Pammanjengan (Moncongloe) empat orang, dua dewasa dan dua balita orang dievakuasi termasuk di Perumahan Racita dengan ketinggian air hingga pinggang orang dewasa.

    “Untuk menindaklanjuti permintaan evakuasi jika dibutuhkan maka bisa menghubungi call center Basarnas dengan nomor handphone 0811447115,” terang Haris.

    Haris juga menghimbau kepada masyarakat agar antisipasi dan tetap waspada dengan bencana banjir di beberapa titik di wilayah Sulawesi Selatan. Evakuasi dilakukan hingga kemarin malam dengan penerangan seadanya.

     

  • Cuaca Hari Ini: Waspada! Hujan Disertai Petir Berpotensi Melanda Sejumlah Kota Termasuk Bandung

    Cuaca Hari Ini: Waspada! Hujan Disertai Petir Berpotensi Melanda Sejumlah Kota Termasuk Bandung

    7cloud.asia – Kondisi hujan disertai petir berpotensi melanda sejumlah kota di Indonesia termasuk Kota Bandung pada Minggu (16/02/2025).

    Melalui akun youtube resmi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), selain Kota Bandung, hujan disertai petir berpotensi terjadi di Kota Pangkal Pinang, Palembang, Bandar Lampung dan Palangkaraya.

    Sedangkan kota-kota lainnya berpeluang terjadi hujan dengan intensitas ringan hingga sedang. Hujan dengan intensitas ringan diperkirakan terjadi di Kota Medan, Pekanbaru, Padang, Jambi, Serang, Semarang, Yogyakarta, Semarang, Surabaya.

    Baca: Kapan musim hujan berakhir? Ini kata BMKG

    Kota Denpasar, Tanjung Selor, Samarinda, Banjarmasin, Manado, Gorontalo, Palu, Kendari, Makassar, Ambon, Sorong, Manokwari, Jayawijaya dan Jayapura juga berpotensi terjadi hujan berintensitas ringan.

    Sementara hujan dengan intensitas sedang berpotensi mengguyur Kota Bengkulu, Kupang, Ternate, Nabire dan Merauke.

    Untuk wilayah Jakarta, seluruh wilayah berpotensi terjadi hujan dengan intensitas ringan pada pagi hari. Siangnya hujan berintensitas ringan berpotensi terjadi di wilayah Jakarta Pusat, Jakarta Utara, Jakarta Barat, dan Jakarta Timur.

    Pada waktu yang sama hujan dengan intensitas sedang berpotensi mengguyur wilayah jakarta Selatan.

    Baca: Pulau Jawa waspada bencana hingga April 2025

    Selanjutnya malam hari hampir seluruh wilayah berawan tebal. Potensi hujan dengan intensitas ringan hanya terjadi di wilayah Kepulauan Seribu.

    BMKG mengajak masyarakat untuk mewaspadai cuaca ekstrem yang berpotensi melanda sebagian besar wilayah Sumatera, sebagian besar Jawa, Bali, Nusa Tenggara, sebagian besar Kalimantan, sebagian besar Sulawesi, Maluku, Maluku Utara, Papua dan Papua Barat.

    Selain hujan, BMKG juga memperkirakan banjir rob masih berpotensi terjadi di pesisir Batam, pesisir Sumatera Barat, pesisir Merauke.