Tag: kesehatan

  • Cara Layanan Kesehatan Nasional Inggris (NHS) Menekan Emisi Gas Rumah Kaca

    Cara Layanan Kesehatan Nasional Inggris (NHS) Menekan Emisi Gas Rumah Kaca

    7cloud.asia – Laporan terbaru, Lancet Countdown on Health and Climate Change tahun 2024 menyoroti paradoks perawatan kesehatan modern terkait emisi karbon yang memicu perubahan iklim

    Laporan Lancet menyebut, pengobatan penyakit yang banyak di antaranya diperburuk oleh perubahan iklim, justru menghasilkan emisi gas rumah kaca yang signifikan dan berkontribusi terhadap perubahan iklim.

    Menurut laporan tersebut, sektor perawatan kesehatan global menyumbang 4,6 persen dari total emisi gas rumah kaca. Emisi ini meningkat 36 persen antara tahun 2016 dan 2021.

    Dalam kondisi ini, Layanan Kesehatan Nasional Inggris (NHS) memberi kabar baik. NHS menjadi perintis pendekatan nasional paling komprehensif terhadap dekarbonisasi layanan kesehatan di dunia.

    Pada tahun 2022, sistem kesehatan nasional pertama di dunia ini menjadi sistem kesehatan nasional pertama yang menanamkan komitmen nol bersih dalam undang-undang.

    Baca: Paradoks pengobatan penyakit akibat perubahan iklim

    Dilansir Earth.org, Pemerintah Inggris juga telah membuat peta jalan untuk mencapai tujuan ini di seluruh jejak karbonnya pada tahun 2045.

    Alasan utama untuk target nol bersih adalah potensi manfaat kesehatan yang beragam, perbaikan polusi udara di masyarakat yang rentan dan terpinggirkan.

    Berkurangnya ketidakadilan kesehatan lingkungan yang secara tidak proporsional berdampak pada kelompok etnis minoritas juga menjadi tujuan program ini

    Strategi pengurangan emisi sedang diterapkan pemerintah Inggris di seluruh tiga cakupan emisi.

    Beberapa langkah yang dilakukan meliputi peningkatan efisiensi energi fasilitas NHS, pemasangan infrastruktur energi terbarukan, memfasilitasi pengurangan perjalanan staf dan pasien,

    Baca: Hepatitis A menular dari makanan mentah dan lingkungan yang kotor

    Selain itu juga didorong upaya mengurangi plastik sekali pakai, perangkat dan produk sekali pakai, memberikan insentif dekarbonisasi pemasok dan beralih ke gas anestesi dan inhaler intensitas karbon rendah.

    Dekarbonisasi transportasi merupakan fokus utama lainnya. NHS sedang dalam proses mentransisikan armada 20.000 kendaraannya ke model emisi nol.

    Ini berlaku untuk semua kendaraan baru mulai tahun 2027, ambulans pada tahun 2030 dengan transisi armada penuh pada tahun 2040.

    NHS memperkirakan bahwa strategi ini akan menghasilkan manfaat kesehatan yang substansial: 5.770 jiwa diselamatkan per tahun dari pengurangan polusi udara.

    Selain itu juga ada 38.400 jiwa diselamatkan per tahun dari peningkatan tingkat aktivitas fisik pada tahun 2040.

    Baca: Dampak polusi udara pada kesehatan

  • Kaitan Kerusakan Lingkungan, Perubahan Iklim dan Penularan Penyakit

    Kaitan Kerusakan Lingkungan, Perubahan Iklim dan Penularan Penyakit

    7cloud.asia – Pendekatan One Health yang dikembangkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), mengakui interaksi rumit antara kesehatan manusia, hewan, dan lingkungan.

    Prakarsa One Health ini sangat penting, mengingat cepatnya penyebaran penyakit menular yang terkait dengan masalah lingkungan, khususnya penggundulan hutan dan perubahan iklim.

    Ketika lanskap dan iklim global berubah secara drastis, munculnya penyakit zoonosis dan penyakit yang ditularkan melalui vektor atau inang juga tmenjadi masalah kesehatan utama.

    Memahami berbagai faktor lingkungan untuk berbagai penyakit menular sangat penting untuk memastikan keamanan kesehatan di masa mendatang. Berikut ulasan Joshua Hadi yang telah terbit di Earth.org.

    Deforestasi, Keanekaragaman Hayati dan Wabah Penyakit
    Pada tahun 2018, peneliti dari Polandia dan Prancis menerbitkan artikel opini yang menyoroti potensi munculnya infeksi virus corona baru akibat penggundulan hutan, khususnya di Asia Tenggara.

    Para peneliti berpendapat bahwa populasi kelelawar pembawa virus tersebut telah tinggal di dekat tempat tinggal manusia karena hilangnya habitat dan kesesuaian gaya hidup kelelawar dengan lingkungan tempat tinggal manusia tertentu (misalnya, rumah dan lumbung sebagai tempat berlindung).

    Kondisi ini meningkatkan risiko penularan penyakit dari kelelawar ke manusia, yang menjadi inti masalah penularan zoonosis sebagai akibat degradasi lingkungan akibat ulah manusia.

    Peringatan ilmuwan ini ternyata bukan isapan jempol. Pada 2020, dunia dilanda pandemi Covid-19 yang kemudian diketahui mulai menyebar dari Wuhan, China.

    Baca: Deforestasi picu penyebaran penyakit

    Limpahan zoonosis, juga dikenal sebagai infeksi limpahan, adalah penularan patogen dari hewan (biasanya vertebrata) ke manusia. Rute penularan ini mencakup sekitar 60 persen penyakit menular yang muncul.

    Salah satu contoh utama penularan zoonosis adalah munculnya virus imunodefisiensi manusia (HIV) dari lentivirus yang berasal dari primata non-manusia Afrika, yang telah menyebabkan pandemi sindrom imunodefisiensi didapat (AIDS) global.

    Demikian pula, potensi penularan virus Ebola dari kelelawar buah ke manusia kemudian mengakibatkan wabah Ebola yang mencapai puncaknya di Afrika Barat.

    Oleh karena itu, seiring dengan perubahan penggunaan lahan global, terutama perluasan populasi manusia ke kawasan hutan, terdapat risiko paparan manusia terhadap patogen atau hewan pembawanya.

    Selain itu, penggundulan hutan dapat mengubah kelimpahan dan distribusi hewan atau vektor pembawa patogen.

    Penularan patogen dari hewan vertebrata ke manusia juga dapat difasilitasi oleh vektor (biasanya artropoda), seperti nyamuk, kutu, lalat, dan kutu.

    Contoh penyakit yang ditularkan melalui vektor meliputi demam berdarah, malaria, Zika, dan chikungunya. Mirip dengan penularan zoonosis langsung, penyakit yang ditularkan melalui vektor ini dipengaruhi oleh penggundulan hutan.

    Satu studi yang mengkaji dampak penggundulan hutan terhadap kelimpahan nyamuk di 12 negara di lima benua menemukan bahwa dari 87 spesies nyamuk yang dianalisis, lebih dari separuhnya (52,9 persen) terkena dampak positif oleh penggundulan hutan.

    Baca: Perubahan iklim memicu penyebaran penyakit demam berdarah

    Hal ini termasuk yang menjadi vektor patogen manusia (misalnya, nyamuk Aedes atau Anopheles).

    Meskipun alasannya belum sepenuhnya dipahami, ketersediaan badan air buatan manusia untuk tempat berkembang biak dan hewan pertanian sebagai inang alternatif merupakan faktor penting.

    Studi lain menunjukkan korelasi antara berkurangnya kawasan hutan, khususnya akibat perluasan perkebunan kelapa sawit, dengan wabah penyakit zoonosis atau yang ditularkan melalui vektor di seluruh dunia dari tahun 1990 hingga 2016.

    Temuan ini menekankan ancaman penyakit menular sebagai akibat sampingan dari degradasi lingkungan.

    Aspek lain yang perlu dipertimbangkan adalah keanekaragaman hayati. Keanekaragaman hayati hewan vertebrata yang tinggi dapat mengurangi kemungkinan vektor memakan hewan inang pembawa penyakit, sebuah fenomena yang disebut efek pengenceran.

    Dengan kata lain, karena suatu vektor memiliki lebih banyak hewan inang yang tersedia untuk dimakan, kemungkinan besar ia akan bergantung pada hewan yang membawa patogen manusia.

    Oleh karena itu, hilangnya keanekaragaman hayati sebagai konsekuensi tak terelakkan dari penggundulan hutan, dapat mendorong peningkatan infeksi yang ditularkan melalui vektor di area yang terdampak.

    Kondisi ini telah ditunjukkan pada infeksi penyakit Lyme dan virus West Nile di Amerika Serikat.

  • Menyedu Teh Bisa Kurangi Kandungan Logam Berat di Dalam Air Minum

    Menyedu Teh Bisa Kurangi Kandungan Logam Berat di Dalam Air Minum

    7cloud.asia – Kontaminasi logam berat pada makanan dan minuman bisa berdampak serius pada kondisi kesehatan bahkan bisa mengakibatkan mutasi sel.

    Kabar baiknya, studi terbaru yang dipublikasikan di ACS Food Sciences & Technology mengungkap memanaskan air bersama sekantung teh bisa mengurangi kandungan logam berat beracun seperti timbal dan kadmium yang ada di dalam air minum.

    Hasil studi yang dipublikasikan pada 24 Februari 2025 itu menunjukkan bahwa logam berat beracun menempel di permukaan daun teh dan kantong teh saat proses penyeduhan.

    Dan, tentu Anda tahu daun teh dan kantong teh ini akhirnya akan dikeluarkan dari cangkir dan dibuang.

    “Tampaknya menyeduh teh dapat membantu mengurangi paparan logam berat secara pasif dan menawarkan metode pemulihan yang sederhana dan mudah diakses,” kata Kantha Shelke, PhD, kepala di firma sains dan penelitian pangan Corvus Blue LLC serta dosen Universitas Johns Hopkins, yang tidak terlibat dalam studi tersebut.

    “Mengingat popularitas teh di seluruh dunia, praktik ini tidak memerlukan perubahan gaya hidup atau teknologi tambahan, menjadikannya sebagai intervensi kesehatan masyarakat yang mudah,” katanya kepada Health.

    Penulis studi Vinayak P. Dravid, PhD, seorang profesor teknik di Universitas Northwestern, berusaha mencari tahu apakah teh dalam kantong juga bisa digunakan sebagai penyaring kontaminan.

    Baca: Cara menyeduh teh yang benar agar manfaatnya tak hilang

    Vinayak meneliti hal ini bersama mahasiswa pascasarjana Benjamin Shindel, PhD.Tim mereka membuat larutan air yang mengandung logam berat seperti kromium, seng, tembaga, dan aluminium serta memasukkan kadmium dan timbal, logam sangat beracun yang bisa menimbulkan beragam masalah kesehatan.

    Para peneliti kemudian memanaskan larutan hingga suhu di bawah titik didih dan menambahkan teh daun lepas dengan berbagai ukuran atau daun teh dalam kantong komersial yang berbeda.

    Mereka menyeduh teh dalam waktu yang bervariasi, mulai dari hitungan detik hingga 24 jam, lalu mengukur konsentrasi logam berat yang tersisa di dalam larutan teh.

    Hasilnya menunjukkan bahwa kadar timbal dalam satu cangkir berisi air dan sekantung teh yang diseduh selama tiga hingga lima menit berkurang sekitar 15 persen bahkan ketika kadar awalnya setinggi 10 bagian per juta.

    Kantong katun dan nilon tidak menyerap banyak logam, tetapi kantong selulosa bisa menyerap banyak logam.

    Teh bubuk, terutama daun teh hitam, sedikit lebih baik dalam menangkap ion logam daripada daun utuh, mungkin karena varietas ini memiliki luas permukaan yang lebih tinggi sehingga menyediakan lebih banyak ruang bagi ion logam berat untuk menempel.

    Baca: Manfaat teh hijau untuk kesehatan

    Kemampuan teh menyerap logam berat juga dipengaruhi oleh durasi penyeduhan.

    “Waktu seduh adalah pertimbangan utama dalam kinerja dan seberapa banyak logam yang Anda singkirkan dari cangkir teh Anda,” kata Shindel kepada Health.

    “Meskipun ada perbedaan antara teh hijau dan hitam, perbedaan antara menyeduhnya selama dua menit dan empat menit, atau empat menit dan 10 menit, jauh lebih besar,” ia menambahkan.

    Shelke mengatakan bahwa penelitian itu menyoroti “potensi konsumsi teh untuk secara pasif mengurangi paparan logam berat.”

    Menurut dia, penelitian tersebut merupakan “awal yang sangat baik” untuk memahami sifat dekontaminasi daun teh meskipun memiliki beberapa keterbatasan.

    Dalam hal ini, para peneliti menggunakan air deionisasi yang mungkin tidak secara akurat mewakili skenario dunia nyata, karena berbagai ion air keran seperti kalsium, magnesium, dan tembaga juga memengaruhi penyerapan.

    Selain itu, para peneliti hanya mengukur sejumlah kecil teh dan bahan kantong teh.

    “Untuk memahami sepenuhnya efek ini, akan sangat berharga untuk membandingkan berbagai format teh dan metode penyeduhan, seperti perendaman standar selama tiga menit, waktu seduh lebih lama yang umum dalam persiapan teh China, atau metode perebusan kuat yang digunakan dalam chai India,” kata Shelke.

    “Variasi ini dapat menawarkan wawasan yang lebih mendalam tentang bagaimana teh berinteraksi dengan logam berat dan meningkatkan penyaringan,” katanya.

  • Awas! 3 Suplemen Vitamin Ini Justru Dapat Membahayakan Kesehatan

    Awas! 3 Suplemen Vitamin Ini Justru Dapat Membahayakan Kesehatan

    7cloud.asia – Banyak orang mengonsumsi suplemen vitamin karena tetap bugar sekaligus menjaga kesehatan. Cara ini dinilai praktis dan mudah untuk mencegah kekurangan nutrisi.

    Namun, ada hal yang mengejutkan, tidak semua suplemen vitamin seaman atau bermanfaat seperti yang diyakini banyak orang.

    Dilansir di laman TimesofIndia, Sabtu (5/4/2023), faktanya sejumlah suplemen vitamin yang sering dikonsumsi masyarakat justru dapat mengacaukan kesehatan usus.

    Secara diam-diam suplemen ini membuat tubuh merasa lebih buruk dari waktu ke waktu. Disebutkan, usus manusia seperti pusat komando untuk kesehatan secara keseluruhan.

    Kondisi usus bukan hanya berkaitan dengan pencernaan, tetapi juga berdampak pada suasana hati, kekebalan tubuh, dan bahkan tingkat energi kita.

    Dan, ketika asupan suplemen sintetis tertentu mengganggu sistem yang sensitif ini, suplemen tersebut dapat memicu masalah yang tidak pernah diduga.

    Berikut adalah tiga suplemen vitamin seperti itu, menurut Dr Janine Bowring, ND, seorang dokter naturopati yang harus diwaspadai dan apa yang bisa dilakukan sebagai gantinya.

    Multivitamin sintetis
    Banyak multivitamin yang dijual bebas adalah sintetis. Jika melihat daftar bahan dan ada nama-nama seperti Vitamin A sebagai Retinyl Palmitate atau Vitamin B6 sebagai “Pyridoxine Hydrochloride”, itu adalah tanda bahaya.

    Ini adalah versi buatan laboratorium, bukan jenis yang secara alami didapat tubuh dari makanan.

    Bentuk-bentuk sintetis ini dapat mengiritasi lapisan usus, mengganggu keseimbangan bakteri baik, dan dalam beberapa kasus, bahkan membebani hati dari waktu ke waktu.

    Bahan-bahan ini lebih sulit diuraikan oleh tubuh, yang berarti alih-alih menyerap nutrisi, tubuh malah kesulitan untuk mendetoksifikasi.

    Apa yang bisa dilakukan sebagai gantinya?
    Pilih lah multivitamin berbasis makanan utuh. Multivitamin ini dibuat dari sumber makanan yang terkonsentrasi dan jauh lebih lembut untuk sistem pencernaan.

    Lebih baik lagi, coba lah untuk mendapatkan sebagian besar vitamin dari makanan asli seperti sayuran hijau, buah-buahan, biji-bijian, dan kacang-kacangan. Alam melakukan yang terbaik.

    Vitamin B12
    Vitamin B12 sangat penting untuk energi dan kesehatan saraf. Namun, jika label suplemen menyebutkan “cyanocobalamin”, itu adalah versi sintetis yang mengandung sedikit sianida.

    Meskipun dosisnya rendah, asupan rutin dapat mempengaruhi jalur detoksifikasi dan dapat mengiritasi usus dan hati kita, terutama jika tubuh kita sedang stres.

    Tidak berhenti sampai di situ. Orang dengan masalah usus seperti IBS atau asam lambung rendah bahkan mungkin tidak dapat menyerap bentuk B12 ini dengan baik, sehingga hanya menambah ketidakseimbangan.

    Apa yang harus dipilih:
    Selalu cari “methylcobalamin” atau “hydroxocobalamin” — ini adalah bentuk B12 yang lebih alami dan tersedia secara hayati.

    Selain itu, cobalah untuk memasukkan lebih banyak makanan kaya B12, seperti telur, produk susu, dan ikan ke dalam menu makanan. Makanan fermentasi seperti dadih juga dapat membantu kesehatan usus sekaligus meningkatkan penyerapan B12.

    Magnesium stearat
    Magnesium stearat bukan lah vitamin, melainkan zat tambahan yang umum digunakan dalam banyak suplemen untuk membantu pil meluncur dengan lancar melalui mesin-mesin manufaktur.

    Kedengarannya tidak berbahaya, tetapi bisa menjadi pengganggu yang diam-diam. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa magnesium stearat dapat menciptakan biofilm dalam usus, yang mencegah penyerapan nutrisi yang tepat.

    Hal ini juga dapat mengurangi keefektifan probiotik dan merusak penghalang pelindung usus dari waktu ke waktu.

    Apa pilihan yang lebih baik?
    Cari suplemen tanpa bahan pengisi atau aditif seperti magnesium stearat, titanium dioksida, atau pewarna buatan.

    Merek yang bertuliskan “label bersih” atau “bebas zat aditif” adalah pilihan yang lebih aman. Sekali lagi, memilih nutrisi dari makanan utuh adalah standar emas.

    Sangat mudah untuk terjebak dalam perangkap suplemen, terutama dengan label yang menarik dan klaim yang tinggi. Tapi kesehatan usus terlalu berharga untuk dipertaruhkan.

    Hanya karena sesuatu diberi label sebagai “vitamin” bukan berarti itu selalu sepenuhnya baik. Selalu baca labelnya, tanyakan apa yang ada di dalamnya, dan jika ragu, pilihlah makanan daripada pil.

    Jika tidak yakin, bicara lah dengan ahli gizi yang berkualifikasi atau ahli pengobatan fungsional untuk mengetahui apa yang benar-benar dibutuhkan tubuh.

    Terkadang, lebih sedikit lebih baik, dan makanan yang bersih dan kaya nutrisi dapat memberikan hasil yang jauh lebih baik daripada rak yang penuh dengan suplemen sintetis.

  • Waspadai Gejala Pendarahan Otak Berikut Ini

    Waspadai Gejala Pendarahan Otak Berikut Ini

    7cloud.asia – Spesialis bedah saraf dr. Subrady Leo Soetjipto Soepodo menjelaskan beberapa gejala yang patut diwaspadai karena bisa menjadi indikasi terjadinya pendarahan otak.

    Anggota Perhimpunan Dokter Spesialis Bedah Saraf Indonesia itu menuturkan pendarahan pada otak pada dasarnya tidak terjadi secara tiba-tiba, kecuali pada seseorang yang mengalami kecelakaan.

    “Sakit kepala atau kebas di beberapa bagian tubuh seperti kebas pada kaki, tangan, atau wajah merupakan gejala dasar yang bisa terjadi dan sering diabaikan oleh banyak orang,” kata dokter lulusan Spesialis Bedah Saraf dari Universitas Padjadjaran, dalam keterangannya beberapa waktu lalu.

    Sakit kepala berulang menjadi salah satu indikasi terjadinya penyumbatan pembuluh darah atau sebagian pembuluh darah pecah. Baik penyumbatan pembuluh darah maupun pecahnya pembuluh darah dapat berakibat pada pendarahan otak.

    Dokter Spesialis Bedah Saraf Primaya Hospital Pasar Kemis itu menuturkan, gejala yang paling mudah dideteksi dari orang yang pembuluh darahnya pecah atau tersumbat adalah fungsi bagian muka, bicara, gerak dan menelan yang sudah tidak normal.

    Faktor lain yang patut diwaspadai adalah merasa sering pusing dan butuh waktu atau tidak bisa langsung bangun dari posisi berbaring.

    “Hal tersebut terjadi karena adanya perubahan tekanan dari posisi datar, duduk, atau tegak.”

    Baca: Minuman ini meningkatkan risiko stroke

    Menurut Subrady, mengejan ketika buang air besar, batuk berulang, atau batuk dengan menahan napas dapat menyebabkan seseorang tidak sadarkan diri secara tiba-tiba.

    “Valsava manuver atau mengedan dapat menjadi pencetus peningkatan tekanan intra kranial. Peningkatan tekanan intrakranial ini dapat menyebabkan pecah pembuluh darah pada penderita darah tinggi yang menyebabkan perdarahan otak. Valsava manuver atau mengejan juga biasa dilakukan saat batuk, buang air besar, atau menahan nafas.”

    Proses seseorang mengalami pendarahan pada otak dapat bervariasi. Ada yang hitungannya hari, bulan, atau tahun, tergantung dari orangnya sendiri apakah gejala-gejala yang dirasakan dianggap keluhan atau tidak.

    “Semakin cepat seseorang mengenali gejala, maka semakin mudah diminimalisir pendarahan pada otak,” katanya.

    Jika seseorang sudah mengalami pendarahan pada otak, maka seseorang dapat mengalami hilang kesadaran, terjatuh tiba-tiba, atau tidak terbangun dari tidur.

    Penyebab
    Penyebab pecah pembuluh darah antara lain ada kelainan di pembuluh darah seperti pembuluh darah keras atau aterosklerotik, pembuluh darah melebar atau aneurima, pembuluh darah yang bocor atau fistula.

    Hal tersebut dapat terjadi karena adanya faktor risiko penyakit seperti darah tinggi, obesitas, kolesterol, diabetes melitus, asam urat, dan stroke. Penyakit-penyakit tersebut jika tidak dikontrol secara rutin akan berakibat fatal yang berujung pada pendarahan pada otak.

    Konsumsi obat-obatan psikotropika atau obat-obatan pengencer darah juga dapat memicu peningkatan tekanan darah dan berujung pada pendarahan pada otak. Selain itu, faktor risiko umur juga menjadi salah satu pemicu.

    “Kondisi tubuh seseorang yang lanjut usia akan mengalami penurunan fungsi tubuh dibandingkan pada usia muda,” katanya.

    Baca: Sering begadang dan jarang olahraga picu risiko stroke

    Pada dasarnya, setiap orang dapat melakukan pemindaian awal potensi penyumbatan dan pecahnya pembuluh darah yang paling mudah yaitu mengecek tekanan darah melalui alat pengukur tekanan darah sesaat setelah bangun tidur dan sebelum melakukan aktivitas.

    “Bangun tidur sebelum beraktivitas adalah waktu yang paling tepat untuk menunjukkan tekanan darah dibandingkan setelah beraktivitas.”

    Walaupun pendarahan terjadi di otak, namun masyarakat perlu memahami bahwa pemicu pendarahan di otak bisa berasal dari penyempitan atau pecahnya pembuluh darah di bagian tubuh lainnya seperti jantung, lengan, kaki, atau bagian tubuh lain.

    Untuk memastikan terjadinya gangguan otak akibat pecah pembuluh darah, pemeriksaan imaging standar emas yang bisa dilakukan adalah CT Scan Otak, DSA, dan MRA.

    Untuk menyelamatkan nyawa seseorang yang mengalami pendarahan pada otak, seorang dokter harus mengontrol kembali tekanan darah dan menyelamatkan organ yang ada di dalam tubuh seseorang.

    “Kami memastikan agar pendarahan yang terjadi pada pasien dapat berhenti atau membeku agar tidak terjadi pendarahan besar.”

    Waktu atau durasi kesembuhan seseorang pasca pendarahan otak bervariasi, bergantung dari jumlah jaringan otak dapat diselamatkan. Pasien yang telah selesai dirawat di rumah sakit harus tetap melakukan rehabilitasi.

    Proses penyembuhan bersifat bertahap dan tahapan penyembuhan antar pasien pun berbeda-beda bergantung dari organ tubuh yang mengalami gagal fungsi dan kondisi orang tersebut.

    “Rehabilitasi bisa dilakukan mulai dari pemulihan kemampuan orang mengunyah, menelan, berjalan, berbicara, dan berbagai tahapan rehabilitasi lainnya. Bahkan, agar seseorang dapat kembali bekerja, pasien sebaiknya dapat berkonsultasi dengan dokter okupasi untuk mengetahui tahapan pemulihan yang tepat agar dapat kembali bekerja.”

    Pada dasarnya, pendarahan pada otak dapat dicegah dengan cara mencegah faktor risiko dan memeriksakan diri ke rumah sakit.

    Baca: Malas bererak memicu penyakit jantung

  • Komunitas Hemofilia Indonesia Mendesak Pemerataan Akses

    Komunitas Hemofilia Indonesia Mendesak Pemerataan Akses

    7cloud.asia – Himpunan Masyarakat Hemofilia Indonesia (HMHI) memperingati Hari Hemofilia Sedunia 2025 yang jatuh pada 17 April 2025

    Mereka menyerukan pemerataan akses diagnosis dan pengobatan gangguan perdarahan di seluruh Indonesia, khususnya bagi perempuan dan anak perempuan yang selama ini kerap terabaikan.

    “Hanya sekitar 11 persen dari total estimasi pasien hemofilia di Indonesia yang berhasil teridentifikasi. Ini menunjukkan kesenjangan besar dalam sistem diagnosis kita,” ujar Ketua HMHI dr. Novie Amelia Chozie, SpA(K), dalam keterangan tertulis di Jakarta, Kamis (17/4/2025)

    Menurut data HMHI 2024, dari perkiraan 28.000 pasien hemofilia di Indonesia, baru sekitar 3.658 yang terdiagnosis.

    Baca Juga: Terapi Cahaya, Cara Baru Turunkan Gula Darah

    Sebagian besar kasus baru terdeteksi setelah pasien mengalami perdarahan berat, yang berisiko menyebabkan disabilitas bahkan kematian.

    Novie menyoroti keberadaan inhibitor—antibodi yang menghambat efektivitas terapi faktor pembekuan—yang ditemukan pada 9,6 persen anak dengan hemofilia A di 12 kota besar Indonesia, berdasarkan studi Ikatan Dokter Anak Indonesia tahun 2022.

    Selain keterbatasan fasilitas, persepsi keliru bahwa hemofilia hanya diderita laki-laki turut menghambat penanganan pasien perempuan.

    “Studi terkini menunjukkan perempuan juga bisa mengalami gejala hemofilia, namun, sering kali tidak terdiagnosis selama bertahun-tahun,” kata Novie.

    Baca Juga: Olah Raga di Sore Hari Efektif Turunkan Kadar Gula Darah pada Penyintas Diabetes Tipe 2

    Mengusung tema global “Access for All: Women and Girls Bleed Too,” peringatan WHD tahun ini menggandeng PT Takeda Indonesia untuk mengedukasi publik mengenai pentingnya deteksi dini dan tatalaksana komprehensif terhadap hemofilia.

    Komunitas Hemofilia Indonesia juga mengajak masyarakat mengenali gangguan perdarahan lain seperti Von Willebrand Disease (VWD).

    Sebagai bagian dari upaya advokasi dan edukasi, HMHI juga meluncurkan tampilan baru situs resmi mereka, yang menyediakan informasi interaktif seputar gangguan perdarahan, termasuk fitur “Teman Hemofilia” yang memungkinkan pasien saling terhubung dan berbagi pengalaman.

    HMHI menekankan pentingnya distribusi fasilitas pemeriksaan faktor pembekuan dan inhibitor ke berbagai wilayah Indonesia agar tidak ada lagi pasien yang tertinggal dalam akses pengobatan yang menjadi hak mereka.

     

  • Kenali Dampak Mikroplastik pada Kesehatan dan Cara Mencegahnya

    Kenali Dampak Mikroplastik pada Kesehatan dan Cara Mencegahnya

    7cloud.asia – Mikroplastik kini dapat ditemukan di mana-mana. Partikel ini pun bisa memasuki tubuh manusia lewat hidung, kulit, ataupun mulut.

    Sejumlah penelitian menemukan keberadaan mikroplastik dalam air susu ibu (ASI), dahak, feses (kotoran), hingga darah.

    Meski begitu, dampak langsung keracunan mikroplastik terhadap kesehatan manusia perlu diteliti lebih lanjut. Pasalnya, riset sebelumnya lebih banyak dilakukan pada hewan coba.

    Berikut sejumlah temuan terkait dampak mikroplastik pada hewan percobaan:

    1. Masalah pencernaan
    Penelitian tahun 2022 pada hewan coba mengungkapkan bahwa paparan mikroplastik yang tertelan dan mengontaminasi saluran cerna menyebabkan ketidakseimbangan komposisi bakteri baik dan jahat di dalam usus.

    Akibatnya, penyerapan makanan pun terganggu sehingga menyebabkan hewan yang keracunan mengalami masalah pencernaan.

    2. Gangguan pernapasan
    Kontaminasi mikroplastik pada pernapasan manusia diduga dapat menyebabkan stres oksidatif—yang bisa memicu peradangan, merusak saluran napas, dan menimbulkan gangguan pernapasan.

    3. Gangguan hormon dan perkembangan janin
    Bisphenol A merupakan mikroplastik yang dapat terakumulasi dalam darah dan menyebabkan gangguan hormon, reproduksi, pertumbuhan, maupun perkembangan janin.

    Penelitian terbaru menemukan keberadaan mikroplastik dalam empat sampel plasenta bayi. Ukuran mikroplastik yang sangat kecil menyebabkan partikel ini sanggup melewati plasenta dan masuk ke dalam sirkulasi janin.

    Studi lainnya juga menemukan 59 sampel ASI yang terkontaminasi mikroplastik polipropilena (PP), polivinil klorida (PC), dan polietilena (PE). Mikroplastik bisa mengikat hormon estrogen sehingga partikel ini bisa ikut masuk ke dalam ASI.

    4. Kanker
    Kontaminasi mikroplastik pada hewan dan manusia diduga bisa mendorong pembelahan sel secara tidak terkendali. Kondisi ini bisa memicu berbagai jenis kanker, seperti paru-paru, darah, payudara, prostat, dan ovarium.

    Namun, penelitian lanjutan diperlukan untuk memahami bagaimana paparan mikroplastik menyebabkan pembelahan sel.

    Mengurangi dampak buruk mikroplastik
    Mikroplastik bisa ada di mana-mana sehingga sulit untuk benar-benar menghindari paparannya. Hal yang bisa kita lakukan adalah mengurangi risiko paparan mikroplastik lewat sejumlah cara berikut:

    1. Cuci bersih buah, sayur, daging, dan ikan berulang kali. Pastikan membuang jeroannya yang mungkin mengandung zat racun berbahaya.

    2. Gunakan kosmetik seperlunya. Penggunaan berlebihan berisiko menyebabkan mikroplastik masuk lewat kulit dan terserap ke dalam tubuh melalui pembuluh darah kulit.

    3. Gunakan masker wajah saat keluar rumah untuk menghindari zat yang mengiritasi pernapasan.

    4. Kurangi konsumsi air kemasan, teh celup, dan produk kemasan lainnya.

    5. Hindari menyimpan dan memanaskan makanan dalam plastik.

    6. Jaga kesehatan dengan tidur yang cukup, konsumsi makan sehat bergizi seimbang, dan rutin berolahraga.

    Artikel ini pertamakali terbit di The Conversation, Penulis: Sani Rachman Soleman (Staf Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kedokteran UII, Universitas Islam Indonesia/UII)

  • Mengandung Antioksidan, Konsumsi Madu Dapat Meredakan Gangguan Lambung

    Mengandung Antioksidan, Konsumsi Madu Dapat Meredakan Gangguan Lambung

    7cloud.asia – Sudah sejak lama herbal digunakan sebagai pengobatan alternatif di Indonesia. Salah satunya madu yang berkhasiat membantu meredakan gangguan lambung.

    Ketua Umum Perkumpulan Dokter Pengembang Obat Tradisional dan Jamu Indonesia (PDPOTJI),  Dr. (Cand) dr. Inggrid Tania, M. Si menjelaskan madu dan kunyit merupakan antioksidan yang dapat membantu gangguan lambung.

    “Madu itu baik untuk pencernaan karena sifatnya antioksidan. Kalau antioksidan, apalagi juga dengan konsistensi tekstur seperti madu itu sifatnya melindungi mukosa lambung dan melindungi mukosa saluran pencernaan lain,” jelas Inggrid seperti yang dilansir Antaranews.

    Baca: Ini sejumlah manfaat kulit jahe

    Dalam talkshow bertepatan dengan Hari Jamu Nasional 2025 Minggu (25/05/2025) tersebut, Inggrid memaparkan madu mempunyai sifat anti peradangan. Sehingga sangat disarankan untuk penderita GERD (asam lambung naik ke kerongkongan).

    GERD atau gastroesophageal reflux merupakan gangguan pada sistem pencernaan manusia, yakni asam lambung dan isi perut mengalir kembali ke kerongkongan (esofagus).

    Aliran balik atau refluks inilah yang menyebabkan adanya sensasi perih dan panas seperti terbakar di bawah tulang dada atau dikenal dengan istilah heartburn.

    Ada beberapa gejala GERD yaitu rasa terbakar di dada, mual, rasa pahit di mulut, karies pada gigi, nyeri menelan atau kesulitan menelan, batuk kronis, sakit tenggorokan dan suara serak dan bau mulut.

    Baca: Manfaat minum susu sebelum tidur

    Selanjutnya Inggrid menjelaskan madu dapat pula bisa dikombinasikan dengan kunyit. Sebab kunyit memiliki sifat memperbaiki pencernaan.

    Selain itu, kunyit juga dapat mengatasi keluhan-keluhan dispepsia (rasa tidak nyaman pada perut bagian atas), membantu penyembuhan ulkus lambung dan mengurangi nyeri.

    “Madu dikombinasi dengan kunyit itu sangat baik, sangat cocok dan bisa diterima oleh biasanya semua orang, oleh tubuh semua orang. Karena sifatnya saling sinergi dan kalau biasanya dibuat menjadi suatu produk yang modern, berizin edar BPOM, akan lebih terstandar,” terangnya.

    Baca: Ini 5 kombinasi makanan agar tubuh merasakan manfaatnya

    Berdasarkan Data Riset Kesehatan Dasar (Riskedas) tahun 2018, GERD dan gastritis menjadi dua jenis penyakit lambung yang cukup umum di Indonesia. GERD memiliki prevalensi sebesar 40,8 persen, sementara gastritis sebesar 4,9 persen.

    Gastritis biasanya ditandai dengan keluhan nyeri ulu hati. Apabila penyakit ini dibiarkan terus menerus akan merusak fungsi Iambung dan akan meningkatkan risiko terkena kanker lambung hingga menyebabkan kematian.

     

     

  • Awas! Membakar Sampah Secara Sembarangan Bisa Kena Denda

    Awas! Membakar Sampah Secara Sembarangan Bisa Kena Denda

    7cloud.asia – Banyak warga mengambil jalan pintas untuk menyelesaikan masalah sampah dengan membakarnya. Padahal, membakar sampah berdampak buruk bagi lingkungan dan kesehatan.

    Membakar sampah akan menghasilkan asap yang mengandung zat berbahaya dan residu yang dapat mencemari udara dan tanah, sehingga membahayakan kesehatan masyarakat.

    Peraturan Daerah (Perda) DKI Jakarta Nomor 3 Tahun 2013 tentang Pengelolaan Sampah juga melarang membakar sampah karena dapat memperburuk pencemaran lingkungan dan mengakibatkan gangguan kesehatan.

    Pasal 126 ayat (e) Perda tersebut menyatakan bahwa setiap orang dilarang membakar sampah yang mencemari lingkungan, dan pelanggar dapat dikenakan sanksi pidana atau denda.

    Pelanggaran larangan membakar sampah dapat berakibat pada sanksi pidana atau denda, dengan denda maksimal Rp500.000.

    Baca: Membakar sampah membuat polusi udara semakin buruk

    Namun, membakar sampah masih dilakukan masyarakat dan bahkan terjadi di tempat penampungan sementara (TPS) di Kelurahan Cengkareng Timur, Kecamatan Cengkareng.

    Menanggapi hal ini, Wali Kota Jakarta Barat, Uus Kuswanto juga secara tegas menyampaikan larangan untuk melakukan pembakaran sampah sembarangan. Selain dapat menyebabkan kebakaran, pembakaran sampah juga memicu polusi udara.

    Dilansir jakarta.go.id, Uus mengatakan, Suku Dinas Lingkungan Hidup (LH) Jakarta Barat sudah diinstruksikan untuk melakukan penindakan tegas kepada warga yang membakar sampah secara sembarangan.

    “Kita segera periksa dan tindak lanjut. Alamatnya sudah kita dapat dan jajaran Suku Dinas LH kemarin sudah bergerak langsung menemui oknum pembakar sampah,” ujarnya, Rabu (28/5/2025).

    Uus meminta agar kejadian tersebut tidak terulang kembali. Untuk itu, semua unsur perlu melakukan pengawasan bersama terhadap lingkungan, terutama terkait sampah.

    Baca: Yuk, mulai memilah sampah dari rumah

    “Perlu kerja sama antar lini agar kejadian serupa tidak terulang, warga atau pengurus lingkungan bisa mencegah dengan melakukan peneguran kepada pelaku yang akan membakar sampah,” tegasnya.

    Kepala Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Barat, Achmad Haridi mengatakan pihaknya sudah bergerak untuk menelusuri kejadian ini dan berhasil menemukan pelaku pembakar sampah sembarangan.

    “Kita sudah berikan teguran tertulis. Apabila masih diulangi maka akan diberikan sanksi sesuai aturan mengacu Peraturan Daerah Nomor 3 Tahun 2013 tentang Pengelolaan Sampah,” ucapnya.

    Ia menambahkan, pihaknya sudah memberikan edukasi kejadian pembakaran sampah sembarangan ini tidak terulang.

    Baca: Pengelolaan sampah dengan ditimbun tak bagus untuk lingkungan

  • Indonesia Masuki Fase Aging Population, Kementerian Kesehatan Dorong Lansia Tetap Sehat dan Aktif

    Indonesia Masuki Fase Aging Population, Kementerian Kesehatan Dorong Lansia Tetap Sehat dan Aktif

    7cloud.asia – Indonesia kini menghadapi tantangan meningkatnya jumlah penduduk lanjut usia (lansia) bahkan sudah masuk tren aging population.

    Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2024, jumlah penduduk lansia mencapai 12 persen dari total populasi atau sekitar 29 juta jiwa. Sementara hasil Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 mencatat, sekitar 1,2 persen lansia berusia 60–69 tahun mengalami peningkatan tingkat ketergantungan.

    Kondisi ini mendorong perlunya pendekatan yang lebih komprehensif guna memastikan para lansia tetap sehat, mandiri, dan aktif dalam keseharian.

    Ketua Tim Kerja Departemen Pelayanan Kesehatan Usia Rentan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dr Ari Setyaningrum, Sp.KO mengatakan pihaknya terus mendorong peningkatan kualitas hidup lansia agar tetap produktif di usia lanjut.

    “Kementerian Kesehatan memiliki program Kesehatan Lanjut Usia, yang bertujuan meningkatkan kualitas hidup lansia agar tidak hanya berumur panjang, tetapi juga tetap sehat, mandiri, dan aktif berkegiatan,” ujar Ari di Jakarta, Rabu (28/5/2025)

    Baca: Indonesia masuki fase aging population

    Ketergantungan lansia ditandai dengan penurunan aktivitas harian hingga kondisi tirah baring yang berisiko memicu komplikasi seperti luka dekubitus.

    “Lansia yang mengalami ketergantungan berat seperti tirah baring sangat rentan terhadap luka dekubitus. Ini menjadi tantangan serius yang harus diprioritaskan,” ujarnya.

    Luka dekubitus atau pressure injury merupakan luka pada kulit dan jaringan di bawahnya yang umumnya muncul di area yang mengalami tekanan terus-menerus seperti tumit, sakrum, siku, hingga bagian belakang kepala (oksipital). Luka ini kerap disebabkan oleh tekanan, gesekan, dan kelembaban berlebih pada kulit.

    Dalam kesempatan yang sama, Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin dr Rinadewi Astriningrum, Sp.DVE., Subsp.D.A., menyampaikan luka dekubitus bisa dicegah dengan menjaga kebersihan kulit, meningkatkan aktivitas fisik lansia, serta memastikan asupan nutrisi yang optimal.

    “Luka ini bisa dicegah dengan perawatan kulit yang baik, terutama di area yang rentan mengalami luka. Nutrisi juga harus diperhatikan agar proses penyembuhan berjalan maksimal,” ujar dr Rinadewi.

    Baca: Agar para lansia merasa lebih berharga

    Ia menambahkan luka dekubitus juga berdampak pada kualitas tidur lansia karena menimbulkan rasa tidak nyaman, yang pada akhirnya bisa mengganggu pola tidur dan memicu penyakit penyerta lainnya seperti hipertensi dan diabetes.

    Sementara itu, Dokter Spesialis Neurologi dr Dinda Larastika Riyanto, Sp.N, menekankan pentingnya tidur yang cukup dan berkualitas bagi lansia guna menjaga stabilitas kondisi kesehatan secara menyeluruh.

    “Gangguan tidur pada lansia dapat memicu tekanan darah tinggi, gula darah tak terkontrol, bahkan risiko serangan jantung. Karena itu, jam tidur yang sehat sangat penting,” ujarnya.

    Menanggapi hal tersebut, Kementerian Kesehatan turut melakukan edukasi kepada masyarakat, khususnya keluarga dan pendamping lansia, mengenai pentingnya perawatan dan pencegahan komplikasi lansia.

    “Kami memberikan pelatihan peningkatan kapasitas bagi tenaga kesehatan, caregiver, maupun keluarga pendamping lansia, sebagai bagian dari upaya menjaga produktivitas dan kemandirian lansia,” kata Ari.

    Baca: Manfaat bekerja untuk para lansia