Tag: kesehatan

  • WHO: Polusi Udara Sebabkan 7 Juta Kematian Dini di Seluruh Dunia

    WHO: Polusi Udara Sebabkan 7 Juta Kematian Dini di Seluruh Dunia

    7cloud.asia – Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan sedikitnya 7 juta orang mengalami kematian dini per tahun, termasuk sekitar 600.000 anak di bawah usia 15 tahun akibat dari polusi udara.

    Jumlah ini tanpa memperhitungkan jutaan yang menderita penyakit kronis terkait polusi udara.

    Polusi udara perlu mendapat perhatian serius. WHO menyebut, saat ini hanya kurang dari satu persen manusia di planet Bumi menghirup udara yang memenuhi pedoman kualitas udara yang ditetapkannya.

    Polusi udara sangat besar pengaruhnya pada kesehatan masyarakat global, ekonomi, pertanian, keanekaragaman hayati, lingkungan dan krisis iklim yang mempengaruhi dan membutuhkan perhatian mendesak dari semua sektor masyarakat.

    Buktinya sangat banyak dari paparan polusi udara yang berdampak buruk pada kesehatan semua orang, terutama kelompok rentan yaitu perempuan hamil, orang tua dan anak-anak.

    Kemudian, yang memiliki masalah kesehatan mendasar dan terutama anak-anak prenatal (sebelum lahir), hingga neonatus (bayi yang baru lahir) dan bayi selama tahap perkembangan.

    Karena itu, sejumlah ilmuwan WHO, Persatuan Internasional untuk Konservasi Alam (IUCN), Organisasi Meteorologi Dunia (WMO) dan Program Lingkungan PBB (UNEP) telah berkumpul untuk menyoroti masalah kritis yang mempengaruhi polusi udara di dunia.

    Polusi udara juga sangat besar pengaruhnya bagi ekosistem. Deposisi belerang dan nitrogen dapat mengakibatkan pengasaman dan eutrofikasi (diperkaya secara berlebihan dengan nutrisi) sistem udara.

    Selanjutnya kerusakan Ozon troposfer dapat berdampak negatif pada ekosistem yang menyebabkan hilangnya keanekaragaman hayati dan berdampak negatif pada pertumbuhan dan vitalitas tanaman.

    Baca: Ini alasan untuk segera beralih ke kendaraan listrik

    Polusi udara yang mengakibatkan kerusakan ozon juga berdampak negative bagi kemampuan tanaman melakukan fotosintesis, menjaga keseimbangan udara, proses pembungaan, serta kemampuan vegetasi untuk menyerap karbon.

    Daftar Merah Spesies Terancam

    IUCN memasukkan klasifikasi ancaman terhadap keanekaragaman hayati termasuk sub-kelas untuk polutan yang terbawa udara.

    Untuk vertebrata darat saja, ada 7.427 spesies yang terancam kehidupannya akibat polusi udara. Dari angka tersebut, 1.181 di antaranya diklasifikasikan sebagai terancam oleh polusi udara dan 64 secara khusus diklasifikasikan sebagai terancam oleh polutan yang terbawa udara.

    Paparan ozon juga dapat menyebabkan penurunan hasil tanaman utama antara 1 – 15 persen dan mempengaruhi kandungan nilai gizinya.

    Studi terbaru menunjukkan bahwa peningkatan karbon di atmosfer akibat polusi udara berdampak negatif pada kualitas nutrisi makanan yang dihasilkan alam.

    Sebuah penelitian yang dilakukan pada 2006, memperkirakan bahwa kerugian ekonomi tahunan akibat dampak ozon pada 23 tanaman mencapai 26 miliar dolar AS.

    Polusi udara bahkan dapat berdampak pada sistem udara ketika konsentrasi polutan yang berbahaya menumpuk atau dengan mengurangi kemampuan vegetasi untuk menyaring sistem udara.

    Polusi udara juga berdampak pada biaya ekonomi tinggi bagi manusia. Saperti misalnya, karena kehilangan pekerjaan atau hari sekolah karena penyakit kronis seperti asma, meningkatnya biaya perawatan kesehatan, berkurangnya hasil panen, dan berkurangnya daya saing kota-kota yang terhubung secara global.

    Sebuah studi Bank Dunia pada tahun 2021, menemukan bahwa biaya ekonomi dari dampak kesehatan dari polusi udara saja mencapai 8,1 triliun dolar AS. Angka ini setara dengan 6,1 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) global pada tahun 2019.

    Dampak terbesar dari polusi udara terutama dirasakan di daerah terdekat dengan sumber emisi. Namun demikian, banyak polutan udara dapat menyebar atau terbentuk di atmosfer ratusan hingga ribuan kilometer dari sumber emisi. Kondisi ini menyebabkan dampak regional dan kontinental.

    Misalnya, debu mineral tanah dan pasir, yang membentuk sekitar 40% dari total aerosol di atmosfer yang lebih rendah, dapat tetap berada di atmosfer selama seminggu sehingga memungkinkannya untuk terbawa angin melintasi benua dan memiliki dampak global pada kesehatan, pertanian, transportasi, ekonomi, dan iklim dunia.

    Akhirnya, polusi udara sangat terkait dengan perubahan iklim, dengan banyak gas rumah kaca dan polutan udara yang dipancarkan oleh sumber yang sama.

    Ini berarti bahwa penerapan kebijakan dan tindakan yang koheren yang bertujuan untuk mengurangi emisi polutan juga dapat memberikan dampak yang menguntungkan pada kualitas udara.

    Sebaliknya, kebijakan ini juga dapat memperburuk satu sama lain dalam berbagai cara.

    Naiknya suhu Bumi akibat polusi udara dapat mengakibatkan peningkatan frekuensi kebakaran hutan, yang pada gilirannya mengakibatkan peningkatan kadar partikulat udara yang mengandung beberapa polutan udara lainnya,

    Hal ini terutama ozon dan karbon hitam (komponen PM 2.5) yang dapat mengubah pola cuaca dan berkontribusi terhadap pemanasan global, terutama di daerah yang tertutup es dan salju.

    Kabar baiknya, meskipun kompleks dan membutuhkan respons pemerintah yang terkoordinasi, polusi udara merupakan ancaman yang dapat dicegah dan dikelola. Sementara ini polusi udara memang belum terpecahkan di wilayah mana pun, dengan masalah yang terburuk ditemukan di kawasan perkotaan dan kawasan industri di negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah.

    Banyak kota dan negara di seluruh dunia telah menunjukkan penurunan emisi dan konsentrasi polutan yang luar biasa di mana kebijakan, peraturan yang kuat dan sistem pemantauan telah diterapkan.

    Tapi polusi udara tidak mengenal batas kota atau nasional. Udara yang kita hirup benar-benar menghubungkan kita semua mengatasi ancaman ini secara berkelanjutan, Untuk mengatasi polusi udara ini dibutuhkan tindakan dan kerja sama di semua skala di seluruh dunia.

    Selain itu, negara-negara di seluruh dunia perlu saling berbagi informasi, guna mengidentifikasi kesenjangan dalam pengetahuan dan bertindak bersama mendorong lembaga yang mereka wakili untuk mengoordinasikan upaya pencegahan di skala nasional agar lebih cepat mengurangi ancaman polusi udara.

    Untuk itu, kepala ilmuwan di UNEP, WHO, IUCN, dan WMO akan berkontribusi pada pendekatan yang lebih terintegrasi dan berbasis sistem untuk mengatasi polusi udara dengan bekerja sama lebih erat di tingkat internasional untuk memahami skala masalah.

    Sebelumnya, dalam peringatan Hari Udara Bersih Internasional untuk langit biru (International Day of Clean Air for blue skies) pada 7 September 2022,Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) António Guterres mengatakan polusi udara tidak mengenal batas. Untuk itu negara-negara di dunia harus bekerja sama dalam mengatasi polusi udara.

    Udara kotor telah mempengaruhi 99 persen orang di planet Bumi. Di mana, orang miskin paling menderita dan merasakan dampaknya. Dari kelompok miskin ini, perempuan dan anak perempuan yang paling menderita karena harus memasak dan memanaskan dengan bahan bakar kotor.

    Sehubungan dengan Hari Udara Bersih Internasional untuk langit biru Giterres menjelaskan bahwa pada bulan Juli 2022, negara-negara dunia telah mengakui hak universal untuk lingkungan yang bersih, sehat dan berkelanjutan.

    Udara bersih kini menjadi hak asasi manusia. Iklim yang stabil adalah hak asasi manusia. Begitupula dengan alam yang sehat bebas dari polusi udara adalah hak asasi manusia.

    Sumber: Unep.org

  • Waspadai 6 Bahaya di Balik Manfaat Makanan Fermentasi

    Waspadai 6 Bahaya di Balik Manfaat Makanan Fermentasi

    7cloud.asia – Belakangan ini, makanan fermentasi telah menjadi sangat populer, berkat klaim yang membahas kandungan nutrisinya dan manfaat kesehatan yang dilaporkan, seperti meningkatkan pencernaan, meningkatkan kekebalan tubuh dan bahkan membantu orang menurunkan berat badan.

    Beberapa makanan fermentasi yang banyak dikenal dan populer di tengah masyarakat termasuk kefir, kombucha, asinan kubis, tempe, nattomisokimchi, dan roti sourdough.

    Namun, meskipun makanan fermentasi ini mungkin menawarkan banyak manfaat kesehatan, banyak orang tidak menyadari bahwa makanan fermentasi ini tidak cocok untuk semua orang.

    Bahkan bagi sebagian orang, makanan fermentasi dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan yang serius.

    Hal ini karena, makanan fermentasi mengandung mikroorganisme seperti bakteri hidup dan ragi (dikenal sebagai probiotik). Namun, tidak semua mikroorganisme itu buruk. Banyak, probiotik yang tidak berbahaya dan bahkan bermanfaat bagi kita.

    Selama proses fermentasi, probiotik mengubah karbohidrat pati dan gula menjadi alkohol dan/atau asam. Hal ini bertindak sebagai pengawet alami dan memberikan makanan fermentasi dengan rasa dan aroma yang khas.

    Baca: Polusi udara sebabkan 7 juta kematian dini setiap tahun

    Banyak faktor yang mempengaruhi fermentasi, termasuk jenis probiotik, metabolit utama yang dihasilkan mikroba ini (seperti asam laktat, atau asam amino tertentu), dan makanan  fermentasi. Sebagai contoh, yogurt probiotik diproduksi dengan memfermentasi susu, biasanya dengan bakteri asam laktat yang menghasilkan asam laktat.

     

    Makanan fermentasi mengandung probiotik dalam jumlah tinggi, yang biasanya dianggap aman bagi sebagian besar orang. Faktanya, mereka telah terbukti memiliki aktivitas anti-oksidan, anti-mikroba, anti-jamur, anti-inflamasi, anti-diabetes, dan anti-aterosklerosis.

    Namun, beberapa orang mungkin mengalami efek samping yang parah setelah mengonsumsi makanan fermentasi. Apa saja efek samping dari makanan fermentasi itu?

    1. Kembung

    Reaksi yang paling umum terhadap makanan fermentasi adalah peningkatan gas dan kembung sementara. Ini adalah hasil dari kelebihan gas yang dihasilkan setelah probiotik membunuh bakteri dan jamur usus yang berbahaya.

    Probiotik mengeluarkan peptida antimikroba yang membunuh organisme patogen berbahaya seperti Salmonella dan E. Coli.

    Sebuah studi baru-baru ini menunjukkan efek antimikroba dari strain Lactobacilli probiotik yang ditemukan dalam yogurt komersial. Meskipun kembung setelah makan probiotik tampaknya merupakan pertanda baik bahwa bakteri berbahaya sedang dikeluarkan dari usus, beberapa orang mungkin mengalami kembung yang parah, yang bisa sangat menyakitkan.

    Minum terlalu banyak kombucha yang jug atergolong sebagai makanan fermentasi juga dapat menyebabkan asupan gula dan kalori berlebih, yang juga dapat menyebabkan kembung dan gas.

    Baca: Kenali ciri produk ramah lingkungan berikut ini

    2. Sakit kepala and migrain

    Makanan fermentasi yang kaya akan probiotik – termasuk yogurt, asinan kubis, dan kimchi – secara alami mengandung amina biogenik yang diproduksi selama fermentasi. Amina dibuat oleh bakteri tertentu untuk memecah asam amino dalam makanan yang difermentasi. Jenis yang paling umum ditemukan dalam makanan kaya probiotik adalah histamin dan tyramine.

    Beberapa orang sensitif terhadap histamin dan amina lainnya, dan mungkin mengalami sakit kepala setelah makan makanan fermentasi. Karena amina merangsang sistem saraf pusat, mereka dapat meningkatkan atau menurunkan aliran darah yang dapat memicu sakit kepala dan migrain.

    Sebuah penelitian atau studi menemukan bahwa diet rendah histamin mengurangi sakit kepala pada 75% partisipan. Oleh karena itu, mengonsumsi suplemen probiotik mungkin lebih disukai.

    3. Intoleransi histamin

    Histamin banyak ditemukan pada makanan yang difermentasi. Bagi sebagian besar orang, enzim spesifik tubuh kita secara alami akan mencernanya. Namun, beberapa orang tidak cukup memproduksi enzim ini. Ini berarti histamin tidak akan dicerna dan malah akan diserap ke dalam aliran darah.

    Hal ini dapat menyebabkan berbagai gejala intoleransi histamin. Yang paling umum adalah gatal-gatal, sakit kepala atau migrain, pilek (rinitis), kemerahan pada mata, kelelahan, gatal-gatal, dan gejala pencernaan termasuk diare, mual, dan muntah.

    Namun, intoleransi histamin juga dapat menyebabkan gejala yang lebih parah, termasuk asma, tekanan darah rendah, denyut jantung tidak teratur, peredaran darah tidak lancar, perubahan psikologis yang tiba-tiba (seperti kecemasan, agresivitas, pusing, dan kurang konsentrasi) dan gangguan tidur.

    4. Penyakit yang ditularkan melalui makanan

    Meskipun sebagian besar makanan fermentasi aman, masih ada kemungkinan makanan tersebut terkontaminasi bakteri yang dapat menyebabkan penyakit. Pada tahun 2012, terjadi wabah 89 kasus Salmonella di Amerika Serikat yang disebabkan oleh tempe yang tidak dipasteurisasi.

    Dua wabah besar Escherichia coli, dilaporkan terjadi di sekolah-sekolah Korea Selatan pada tahun 2013 dan 2014. Mereka dikaitkan dengan makan kimchi sayuran fermentasi yang terkontaminasi.

    Dalam banyak kasus, probiotik yang ditemukan dalam produk susu fermentasi seperti keju, yogurt, dan susu mentega dapat secara efektif mencegah pertumbuhan bakteri tertentu, seperti Staphylococcus aureus dan Staphylococcal enterotoksin yang dapat menyebabkan keracunan makanan.

    Namun dalam beberapa kasus, probiotik gagal dan bakteri justru dapat mengeluarkan racun, sehingga produk tersebut mungkin berbahaya.

    5. Infeksi dari probiotik

    Probiotik pada umumnya aman bagi sebagian besar orang. Namun, dalam kasus yang jarang terjadi, mereka dapat menyebabkan infeksi – terutama pada orang yang memiliki sistem kekebalan tubuh yang buruk.

    Sebuah penelitian di London, Inggris, melaporkan kasus pertama pasien diabetes berusia 65 tahun yang mengalami abses hati yang disebabkan oleh konsumsi probiotik. Pasien yang rentan, seperti mereka yang memiliki kekebalan tubuh yang lemah, harus disarankan untuk tidak mengonsumsi terlalu banyak probiotik.

    Pengobatan dengan probiotik dapat menyebabkan infeksi serius, seperti pneumonia pada orang yang rentan dan infeksi sistemik, termasuk sepsis dan endokarditis.

    6. Resistensi antibiotik

    Bakteri probiotik dapat membawa gen yang memberikan resistensi terhadap antibiotik. Gen-gen resistensi antibiotik ini dapat berpindah ke bakteri lain yang ditemukan dalam rantai makanan dan saluran pencernaan melalui transfer gen horizontal.

    Gen resistensi antibiotik yang paling umum dibawa oleh makanan fermentasi adalah terhadap eritromisin dan tetrasiklin, yang digunakan untuk mengobati infeksi saluran pernapasan dan beberapa penyakit menular seksual.

    Para peneliti menemukan strain probiotik yang resisten dalam suplemen makanan yang tersedia secara komersial, yang dapat berarti resisten terhadap beberapa jenis antibiotik yang umum digunakan untuk mengobati infeksi bakteri serius.

    Penelitian juga menemukan enam jenis probiotik Bacillus yang ditemukan dalam produk makanan (termasuk kimchi, yogurt, dan buah zaitun) juga resisten terhadap beberapa antibiotik).

    Dan, sebuah penelitian di Malaysia baru-baru ini menunjukkan probiotik bakteri Lactobacillus dalam kefir membawa resistensi terhadap berbagai antibiotik termasuk ampisilin, penisilin, dan tetrasiklin. Antibiotik ini digunakan untuk mengobati penyakit serius pada manusia termasuk infeksi kandung kemih, pneumonia, gonore, dan meningitis.

    Penelitian lain juga menunjukkan bakteri asam laktat yang ditemukan dalam produk susu Turki resisten terhadap antibiotik vankomisin, yang merupakan obat pilihan untuk pengobatan infeksi MRSA.

    Meskipun ada berbagai macam manfaat kesehatan yang dapat diperoleh dari mengonsumsi makanan fermentasi, hal ini mungkin tidak berlaku untuk semua orang. Meskipun kebanyakan orang akan baik-baik saja mengonsumsi makanan fermentasi, namun bagi sebagian orang, makanan ini dapat menyebabkan masalah kesehatan yang serius.


    Artikel ini pertama kali terbit di The Conversation, Demetrius Adyatma Pangestu dari Universitas Bina Nusantara menerjemahkan artikel ini dari bahasa Inggris

  • Perbanyak Jalan Kaki di Kotamu dan Rasakan Manfaatnya untuk Kesehatan Fisik dan Mental

    Perbanyak Jalan Kaki di Kotamu dan Rasakan Manfaatnya untuk Kesehatan Fisik dan Mental

     
     
    7cloud.asiaSebuah studi yang dilakukan para peneliti di Stanford University yang mengungkapkan bahwa orang Indonesia tergolong paling malas jalan kaki. Studi yang dirilis pada Agustus 2022 itu menyebut bahwa rata-rata volume jalan kaki yang dilakukan orang Indonesia hanya 3.513 langkah per hari.

     
    Di bawah Indonesia ada Arab Saudi di mana warganya rata-rata jalan kaki sejauh 3.807 langkah sehari, disusul Malaysia (3.963), dan Filipina (4.008).
     
    Para peneliti Stanford University menggunakan data menit per menit dari 700.000 orang di seluruh dunia yang menggunakan Argus, aplikasi pemantau aktivitas yang ada di telepon seluler.

     
    Hasilnya, mereka menemukan bahwa warga Hong Kong menjadi juara sebagai penduduk yang paling rajin jalan kaki. Masyarakat Hong Kong rata-rata jalan kaki 6.880 langkah atau 6 kilometer per hari.
     
    Di bawahnya ada China dengan rata-rata masyarakat jalan kaki 6.189 langkah per hari. Di posisi ketiga ada Ukraina (6.107), keempat Jepang (6.010), dan posisi kelima Rusia (5.969).
     
     
     
    Nah, buat kamu yang tergolong malas jalan kaki cobalah untuk mulai rajin jalan kaki. Selain lebih ramah lingkungan, jalan kaki juga menyimpan banyak manfaat bagi kesehatan baik fisik maupun mental.
     
    Dengan banyak jalan kaki kamu juga bisa lebih mengenali sudut-sudut kota tempat tinggal kamu. Jalan kaki juga akan mempertemukan kamu dengan lebih banyak orang ketimbang naik kendaraan umum apalagi kendaraan pribadi.  
     
    Bahkan, Dokter jaman Yunani kuno Hippokrates sudah mengatakan, “Jalan adalah obat yang paling baik”. Ternyata jalan kaki tanpa henti selama 15-30 menit per hari bisa mengubah penampilan dan membuat tubuh tambah sehat.
     
    Apa yang dikatakan Hippokrates ini terbukti beratus tahun kemudian. Sejumlah penelitian mengungkap berbagai manfaat kesehatan jalan kaki seperti dirangkum di bawah ini:  

    Menenangkan pikiran

    Jika jalan kaki bisa memperbaiki simtom depresi pada pasien yang menderita penyakit itu, bayangkan bagaimana besarnya dampak positif berjalan kaki jika orang hanya merasa suasana hati tidak senang atau lelah secara mental. Ini tentu bisa memperbaiki “bad mood.

    Perubahan positif pada otak

    Sebuah studi mengungkap, jalan kaki membantu mencegah pikun, mengurangi risiko Alzheimer dan memperbaiki kesehatan mental. Jalan kaki juga mengurangi stres mental dan menjaga kadar endorfin tinggi dalam tubuh.

    Memperbaiki penglihatan

    Mungkin kedengarannya aneh, mengingat mata tampak tidak berhubungan dengan kaki. Tapi jalan kaki juga memberi keuntungan bagi mata. Karena bisa membantu memerangi glaukoma, penyakit yang disebabkan cairan terkumpul di bagian depan mata dan meningkatkan tekanan atas syaraf penglihatan.

    Mencegah penyakit jantung

    Menurut Asosiasi Jantung Amerika, jalan kaki sama efektifnya seperti berlari dalam hal pencegahan penyakit jantung dan stroke. Aktivitas jalan kaki juga membantu mencegah penyakit jantung dengan menurunkan tekanan darah dan kadar kolesterol serta memperlancar sirkulasi darah.

    Menambah volume paru-paru

    Jalan kaki adalah olah raga aerobik yang meningkatkan jumlah oksigen dalam peredaran darah dan membantu melatih paru-paru, selain dari menghilangkan racun hal lain yang harus dibuang. Karena orang bernafas lebih dalam dan lebih baik, penyakit paru-paru juga bisa diatasi.

    Menambah kekuatan otot

    Kekuatan otot juga bisa ditingkatkan, demikian halnya dengan pengurangan bobot tubuh. Jika orang teratur jalan kaki 10.000 langkah setiap harinya, itu sama dengan berlatih di fitness centre, apalagi jika orang juga berjalan mendaki. Ditambah lagi, kemungkinan mendapat cedera lebih kecil.

    Efek positif bagi pankreas

    Menurut studi, ternyata berjalan kaki efek positifnya bagi pankreas lebih besar daripada jika orang berlari. Menurut studi, sekelompok orang yang berjalan kaki dalam enam bulan menunjukkan peningkatan daya tahan terhadap glukosa enam kali lipat dibanding mereka yang berlari.

    Mencegah Diabetes

    Dengan membiasakan jalan kaki  sekitar 6 km per jam, waktu tempuh sekitar 50 menit, ternyata dapat menunda atau mencegah berkembangnya diabetes Tipe 2, khususnya pada mereka yang bertubuh gemuk (National Institute of Diabetes and Gigesive & Kidney Diseases).

    Sebagaimana diketahui, kasus diabetes yang dapat diatasi tanpa perlu minum obat, bisa dilakukan dengan memilih gerak badan rutin berkala. Selama gula darah bisa terkontrol hanya dengan cara bergerak badan (brisk walking), obat tidak diperlukan.

    Itu berarti bahwa ber jalan kaki tergopoh-gopoh sama manfaatnya dengan obat antidiabetes. 

    Menurunkan Risiko Terkena Stroke.

    Kendati manfaat jalan kaki dengan cepat terhadap stroke pengaruhnya belum senyata terhadap serangan jantung koroner, beberapa studi menunjukkan hasil yang menggembirakan.

    Tengok saja bukti alami nenek-moyang kita yang lebih banyak melakukan kegiatan jalan kaki setiap hari, kasus stroke zaman dulu tidak sebanyak sekarang. Salah satu studi terhadap 70 ribu perawat (Harvard School of Public Health) yang dalam bekerja tercatat melakukan kegiatan berjalan kaki sebanyak 20 jam dalam seminggu, risiko mereka terserang stroke menurun duapertiga.

    Menekan Risiko Serangan Jantung.

    Otot jantung membutuhkan aliran darah lebih deras (dari pembuluh koroner yang memberinya makan) agar bugar dan berfungsi normal memompakan darah tanpa henti. Untuk itu, otot jantung membutuhkan aliran darah yang lebih deras dan lancar.

    Jalan kaki tergopoh-gopoh memperderas aliran darah ke dalam koroner jantung. Dengan demikian kecukupan oksigen otot jantung terpenuhi dan otot jantung terjaga untuk bisa tetap cukup berdegup.

    Bukan hanya itu. Kelenturan pembuluh darah arteri tubuh yang terlatih menguncup dan mengembang akan terbantu oleh mengejangnya otot-otot tubuh yang berada di sekitar dinding pembuluh darah sewaktu melakukan kegiatan jalan kaki tergopoh-gopoh itu. Hasil akhirnya, tekanan darah cenderung menjadi lebih rendah, perlengketan antarsel darah yang bisa berakibat gumpalan bekuan darah penyumbat pembuluh juga akan berkurang.

    Lebih dari itu, kolesterol baik (HDL) yang bekerja sebagai spons penyerap kolesterol jahat (LDL) akan meningkat dengan jalan kaki tergopoh-gopoh. Tidak banyak cara di luar obat yang dapat meningkatkan kadar HDL selain dengan bergerak badan.

    Berjalan kaki tergopoh-gopoh tercatat mampu menurunkan risiko serangan jantung menjadi tinggal separuhnya.

    Berat badan stabil.

    Ternyata dengan membiasakan berjalan kaki rutin, laju metabolisme tubuh ditingkatkan. Selain sejumlah kalori terbuang oleh aktivitas berjalan kaki, kelebihan kalori yang mungkin ada akan terbakar oleh meningkatnya metabolisme tubuh, sehingga kenaikan berat badan tidak terjadi.

    Buat mereka yang mulai kelebihan berat badan, cobalah dengan melakukan jalan kaki cepat secara rutin. Kelebihan lemak di bawah kulit akan dibakar bila rajin melakukan kegiatan jalan kaki cukup laju paling kurang satu jam.

    Memperkuat sendi dan tulang

    Jalan kaki secara teratur bisa meningkatkan mobilitas sendi, mencegah menurunnya masa tulang, bahkan juga mengurangi risiko keretakan. Arthritis Foundation menyarankan jalan kaki setiap hari secara moderat sedikitnya 30 menit per hari untuk mengurangi sakit pada sendi, juga kaku dan peradangan.

    Memperbaiki pencernaan

    Jalan kaki 30 menit per hari juga bisa mengurangi risiko kanker usus dan memperbaiki pencernaan.  Ini karena saat jalan kaki badan bergerak ikut melancarkan peristaltik usus, sehingga buang air besar lebih tertib. Kanker usus dicetuskan pula oleh tertahannya tinja lebih lama di saluran pencernaan.

    Studi lain juga menyebutkan peran jalan kaki terhadap kemungkinan penurunan risiko terkena kanker payudara.

    Menghilangkan sakit punggung

    Berjalan kaki bisa jadi “penyelamat” bagi mereka yang mengalami sakit punggung saat melakukan olah raga lebih berat. Jalan kaki mendorong perbaikan sirkulasi darah di dalam struktur tulang belakang dan memperbaiki postur tubuh dan fleksibilitas yang vital bagi kesehatan tulang belakang.

    Mencegah osteoporosis.

    Dengan gerak badan dan jalan kaki cepat, bukan saja otot-otot badan yang diperkokoh, melainkan tulang-belulang juga. Untuk metabolisme kalsium, bergerak badan diperlukan juga, selain butuh paparan cahaya matahari pagi. Tak cukup ekstra kalsium dan vitamin D saja untuk mencegah atau memperlambat proses osteoporosis.

    Tubuh juga membutuhkan gerak badan dan memerlukan waktu paling kurang 15 menit terpapar matahari pagi agar terbebas dari ancaman osteoporosis. Mereka yang melakukan gerak badan sejak muda, dan cukup mengonsumsi kalsium, sampai usia 70 tahun diperkirakan masih bisa terbebas dari ancaman pengeroposan tulang.

     

  • Hari Lansia Nasional: Banyak Lansia Tak Miliki BPJS Kesehatan

    Hari Lansia Nasional: Banyak Lansia Tak Miliki BPJS Kesehatan

    7cloud.asia – Nurhasanah adalah perempuan lansia yang sudah berusia 64 tahun. Ia tinggal di Desa Telukjambe Kecamatan Telukjambe Timur Karawang, Jawa Barat.

    Saat ini Nurhasanah tidak memiliki BPJS Kesehatan karena tidak memiliki kemampuan untuk mendaftar BPJS secara mandiri.

    Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari perempuan lansia ini berjualan makanan tradisional dengan modal seadanya.

    Apa yang dialami Nurhasanah, jamak terjadi di Karawang. Ada banyak lansia terutama Lansia perempuan di Karawang yang tidak memiliki jaminan Kesehatan, padahal di usia mereka jaminan kesehatan sangat dibutuhkan.

    “Kesehatan merupakan salah satu kebutuhan utama dari Lansia. Dimana dengan bertambahnya umur kondisi pisik akan terus mengalami penurunan,” ujar Vina Kurnia dari PPSW Pasoendan Digdaya yang banyak mendampingi lansia di Karawang dalam keterangan tertulis yang diterima Selasa (30/5/2023).

    Baca: Hari Lansia Nasional, lansia bukan untuk dikasihani

    Vina menambahkan, bagi Lansia yang tidak masuk pada kategori Lansia terlantar, selain masalah Kesehatan, permasalahan utama lainnya adalah rasa kesepian. Hal ini karena, banyak lansia yang tidak tinggal bersama anak-anaknya. 

    “Anak-anak mereka sibuk dengan urusan keluarganya masing-masing,” terang Vina.

    Lantas, siapa yang bertanggung jawab terhadap nasib para lansia ini? Menurut Vina, Pemerintah Indonesia sudah memiliki UU 13 tahun 1998 tentang Kesejahteraan Lanjut Usia dan PP 43 tahun 2004 tentang Pelaksanaan Kesejahteraan Lanjut Usia menjadi tanggung jawab Pemerintah dan masyarakat.

    Baca: Kenali gejala terselubung pada lansia

    Undang-undang ini menempatkan Lansia bukan hanya sebagai beban yang harus diurus, namun juga menempatkan Lansia sebagai potensi untuk meningkatkan kemajuan bangsa.

    Dalam undang-undang ini lansia dibagi dalam dua kategori, Lansia potensial dan Lansia tidak potensial.

    PPSW Pasoendan Digdaya bersama Mitra Kerjanya PSDK DAS Citarum sudah melakukan pengorganisasian Lansia di 4 Desa di Kabupaten Karawang, yaitu Desa Telukjambe dan Desa Pinayungan Kecamatan Telukjambe Timur, Desa Curug dan Desa Karanganyar Kecamatan Klari.

    Selain melakukan pengorganisasian PPSW dan PSDK juga melakukan koordinasi dan konsolidasi dengan pemerintah terutama pemerintah desa.

    Baca: Masa-masa kritis untuk kesehatan mental

    Desa memiliki keterbatasan dalam hal kewenangan dan anggaran sehingga butuh bantuan dari semua pihak terutama Pemerintah Kabupaten dan Dunia Usaha.

    Salah satu tujuan dari aktifitas yang dilakukan oleh PPSW dan PSDK adalah membuka jalan menuju Karawang ramah Lansia sesuai dengan mandat dalam Permensos No 4 tahun 2017.

    Untuk mencapai hal tersebut tentunya membutuhkan dukungan dari semua pihak terutama dukungan dalam hal Kebijakan.

    Vina meyakini Karawang ramah Lansia bisa terealisasi lebih cepat jika Kabupaten Karawang memiliki Perda tentang Perlindungan dan Peningkatan Kesejahteraan Lansia. Tentu saja kewenangan menyusun Perda ini ada pada Bupati dan DPRD Kabupaten Karawang.

    “Kami berharap Kabupaten Karawang yang ramah terhadap Lansia bisa tercipta di tahun 2024,” pungkas Vina.

    Baca: Penjelasan mengapa trotoar Santa dibongkar

    Berdasarkan data BPS, (Karawang Dalam Angka 2022), Pada tahun 2021 jumlah penduduk lansia di Kabupaten Karawang sebanyak  215.804 orang atau sebanyak 8,74 persen.

    Angka ini meningkat sebesar 18.244 orang dari tahun 2020. Dimana tahun 2020 Lansia di Karawang sebanyak 197.560 orang atau sebesar 8,10% dari total penduduk.

    Jumlah ini diperkirakan akan terus meningkat seiring dengan seiring dengan meningkatnya usia harapan hidup dan rata-rata lama hidup. Kondisi ini tentunya harus mendapatkan perhatian dari berbagai pihak.

    Baca: Jalan kaki olahraga murah bagus untuk kesehatan mental

     

     

     

     

  • Studi Mengungkap Tidur Siang Sejenak Bagus untuk Kesehatan Otak

    Studi Mengungkap Tidur Siang Sejenak Bagus untuk Kesehatan Otak

    7cloud.asia – Menyisihkan waktu untuk sejenak tidur siang di tengah kesibukan terbukti membantu otak kita bekerja lebih baik dan tetap berukuran lebih besar.

    Penelitian yang dilakukan dari tim  Universitas College London, Inggris menunjukkan otak orang yang suka tidur siang berukuran 15 centimeter kubik lebih besar dari biasanya.

    ‘Kelebihan’ ukuran otak orang yang suka tidur siang ini setara dengan perlambatan dalam penuaan selama tiga hingga enam tahun.

    Baca: Ini yang terjadi jika kita tak cukup tidur

    Namun, para ilmuwan menyarankan sebaiknya waktu tidur siang dibatasi menjadi kurang dari setengah jam.

    Meski begitu, mereka cukup sadar betapa sulitnya mencari waktu tidur siang di tengah jam kerja yang padat, terutama dengan budaya kerja yang menilai tidur di tengah pekerjaan adalah hal tabu.

    “Kami menilai bahwa kemungkinan semua orang bisa mendapat manfaat dari tidur sejenak,” kata Dr Victoria Garfield. Ia mendeskripsikan hasil penelitiannya sebagai sesuatu yang “cukup baru dan cukup menakjubkan”.

    Baca: Kenali bipolar, penyebab dan cara menanganinya

    Tidur siang telah terbukti memiliki dampak signifikan terhadap pertumbuhan manusia saat masih bayi.

    Namun, frekuensi tidur siang semakin berkurang selama bertumbuh dewasa, kemudian menjadi lebih sering setelah masa pensiun. Sekitar 27 persen orang berusia 65 tahun ke atas mengaku sempat tidur siang.

    Dr Garfield mengatakan tidur siang merupakan “sesuatu yang mudah“ dibandingkan menurunkan berat badan atau berolahraga yang ia nilai “sulit [dilakukan] oleh banyak orang“.

    Baca: Olah raga di sore hari bagus untuk penyintas diabetes tipe 2

    Otak kita mengecil seiring usia kita bertambah, tetapi apakah tidur siang dapat membantu mencegah risiko terkena penyakit seperti Alzheimer masih membutuhkan lebih banyak riset.

    Secara keseluruhan, kesehatan otak penting untuk melindungi manusia dari demensia dan penyakit itu berkorelasi dengan terganggunya waktu tidur.

    Para ilmuwan menemukan bahwa kualitas tidur yang buruk dapat merusak otak secara perlahan dengan mengakibatkan peradangan dan mempengaruhi hubungan antarsel otak.

    “Sehingga, tidur siang secara reguler dapat melindunginya dari degenerasi saraf dengan melengkapi waktu tidur yang kurang,“ kata peneliti Valentina Paz.

     

    Baca: Jalan kaki bagus untuk kesehatan fisik dan mental

    Walau begitu, Dr Garfield kurang berminat untuk mencari tempat nyaman dan tidur siang sejenak di tengah pekerjaannya. Ia lebih memilih cara-cara lain untuk merawat otaknya.

    “Sejujurnya, saya lebih memilih berolahraga selama 30 menit daripada tidur siang. Saya mungkin akan berusaha membujuk ibu saya untuk melakukan itu [tidur siang].“

    Tidur siang sejenak mungkin dapat meningkatkan kesehatan Anda, tetapi sebaliknya pun dapat terjadi. Sebab, jika kesehatanmu kurang baik maka Anda akan cenderung tidur lebih sering.

    Maka, para peneliti menggunakan metode yang cerdas untuk membuktikan tidur siang memiliki dampak positif.

     

    Baca: Kondisi lingkungan pengaruhi penyembuhan pasien asma

    Mereka melakukan pengujian alami raksasa dengan menggunakan DNA -yakni kode genetik- yang ada sejak manusia lahir.

    Penelitian-penelitian sebelumnya telah menemukan 97 potongan DNA yang dapat membuktikan apakah pemilik DNA itu lebih sering tidur sejenak ataupun mereka terus menjalani harinya tanpa henti.

    Tim riset itu mengambil data dari 35.000 orang, berusia antara 40 sampai 69 tahun, yang ikut serta dalam proyek Biobank Inggris dan membandingkan antara kode genetika milik orang yang sering tidur siang atau tidak.

     

    Baca: Bahaya sepsis pada orang yang mengalami obesitas

    Hasil penelitian, yang dipublikasikan dalam jurnal Sleep Health menunjukkan adanya perbedaan ukuran otak sebanyak 15 sentimeter kubik – atau setara dengan penambahan usia hidup 2,6 hingga 6,5 tahun.

    Total volume otak adalah sekitar 1.480 centimeter kubik dalam penelitian itu.

    “Saya suka tidur sejenak pada hari libur dan penelitian ini membuktikan pada saya bahwa saya tak perlu merasa malas saat tidur siang, karena itu dapat melindungi otak saya,” kata Professor Tara Spires-Jones dari Universitas Edinburgh dan presiden dari Asosiasi Ilmu Saraf Inggris.

    Baca: Protokol kesehatan di masa endemi Covid-19

     

    Ia mengatakan penemuan “menarik” dari penelitian itu menunjukkan penambahan “kecil tetapi signifikan terhadap volume otak” dan “menambah kumpulan fakta yang menunjukkan tidur itu penting bagi kesehatan otak”.

    Para peneliti tidak mencoba membuktikannya dengan tidur siang lama di tengah keseharian mereka, tetapi fakta secara sains menunjukkan waktu tidur siang itu perlu dibatasi hingga tidak lebih dari setengah jam.

     

    Sumber: BBC Indonesia, baca artikel asli di sini

  • El Nino Bakal Memuncak, Masyarakat Diminta Mewaspadai Dampak Kesehatannya

    El Nino Bakal Memuncak, Masyarakat Diminta Mewaspadai Dampak Kesehatannya

    7cloud.asia – Pemerintah dan masyarakat diingatkan untuk mengantisipasi potensi berbagai bahaya kesehatan akibat El Nino yang diprakirakan terjadi Agustus 2023.

    Peringatan ini dirilis dengan merujuk pada prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang menyebut puncak fenomena El Nino di Indonesia akan terjadi pada Agustus hingga September 2023.

    “Karena kita sudah mendekati akhir Juli 2023. Jadi (puncak El Nino, red) akan bermula dalam beberapa hari lagi,” kata Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia Prof Tjandra Yoga Aditama Sabtu (22/7/2023) sebagaimana dikutip Antaranews.

    Baca: El Nino mendekati puncak, warga diminta bersiap 

    Direktur Pasca Sarjana Universitas YARSI mengatakan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebutkan setidaknya ada 10 dampak El Nino bagi kesehatan.

    Salah satunya gangguan kekurangan makanan sampai ke malnutrisi yang terjadi karena gangguan ketersediaan ketahanan pangan (“food security”).

    Selanjutnya, peningkatan kejadian penyakit menular yang terjadi akibat kombinasi menurunnya higiene sanitasi, perubahan pola hidup penular penyakit, dan lainnya.

    Baca: BMKG sebut suhu di Bandung akan menghangat mulai akhir Agustus

    Dampak kesehatan El Nino berikutnya, kata dia, adalah peningkatan penyakit yang berhubungan dengan air atau “water borne disease” karena keterbatasan ketersediaan air dan sanitasi.

    Dampak El Nino lainnya, beber dia, penurunan akses masyarakat ke fasilitas kesehatan dan disrupsi pelayanan kesehatan, baik karena cuaca panas atau mungkin bencana alam yang terjadi masa El Nino.

    Kemudian, ujar dia, peningkatan penyakit paru dan saluran napas yang berhubungan dengan terjadinya polusi udara serta penyakit akibat cuaca panas atau “heat stress”.

    Baca: PBB ingatkan tahun 2023-2027 bakal jadi masa-masa yang panas

    Di sisi lain, El Nino bisa berdampak bagi psikososial, kejiwaan, dan peningkatan penyakit menular vektor karena perubahan pola hidup vektor seperti nyamuk, tikus, dan lainnya dengan segala dampaknya.

    Selain itu, sambung Tjandra yang pernah menjabat sebagai Direktur Penyakit Menular WHO Asia Tenggara itu, fenomena El Nino bisa berdampak pada terjadinya bencana alam yang dapat mengakibatkan orang mengungsi dengan berbagai akibatnya serta kecederaan.

    “Dan bahkan kematian akibat cuaca ekstrem dan bencana yang terjadi akibat El Nino,” ujarnya.

    Baca: Gelombang panas di Eropa apakah berkaitan dengan perubahan iklim

  • Dampak Polusi Udara Bagi Kesehatan, Dari ISPA hingga Serangan Jantung

    Dampak Polusi Udara Bagi Kesehatan, Dari ISPA hingga Serangan Jantung

    7cloud.asia – Polusi udara punya dampak signifikan bagi kondisi kesehatan manusia dan lingkungan.

    Beberapa jenis gas yang sering memicu polusi udara adalah karbon monoksida (CO), nitrogen dioksida (NO2), sulfur oksida (SOx), photochemical oksida dan partikulat.

    Polusi udara antara lain bisa memicu gangguan saluran pernafasan, penyakit jantung, kanker berbagai organ tubuh, gangguan reproduksi dan tekanan darah tinggi atau hipertensi.

    Baca: Peneltian mengungkap polusi udara dapat memicu hipertensi

    Sejumlah penelitian juga mengungkap, polusi udara dalam jangka panjang dapat memicu tekanan darah tinggi atau hipertensi dan mempengaruhi kemampuan reproduksi.

    Gangguan saluran pernafasan atau ISPA merupakan salah satu gejala kesehatan akibat polusi udara yang paling sering ditemukan 

    Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan DKI Jakarta, sekitar 100 ribu warga terserang Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) setiap bulannya akibat polusi udara.

     

    Baca: Polusi udara bisa mempengaruhi kesuburan laki-laki

    Sedangkan dalam rentan waktu Januari 2023 hingga Juni 2023 (saat polusi udara meningkat), terdapat 638.291 kasus ISPA di Jakarta.

    Terpisah, Pengamat Kesehatan Lingkungan Universitas Airlangga (Unair) Surabaya Corie Indria Prasasti mengtakan, polusi udara memainkan peran penting dalam menjaga kesehatan. 

     

    “Terhadap kesehatan manusia, pajanan udara buruk yang mengandung polutan seperti partikel halus (PM 2.5), ozon. NO2, Hidrokarbon, CO2 dapat menyebabkan gangguan pernapasan, iritasi mata dan tenggorokan, serta memperburuk alergi pernapasan, asma, dan penyakit jantung,” ujarnya sebagaimana dikutip di laman resmi unair.ac.id.

    Baca: Dampak polusi udara terhadap kesehatan anak

    Ia menambahkan, polusi udara dapat menyebabkan peradangan dalam tubuh, memperburuk penyakit jantung, dan meningkatkan risiko serangan jantung.

    Sebaliknya, udara bersih mengurangi risiko gangguan pernapasan dan penyakit seperti alergi pernapasan, asma, bronkitis, dan penyakit paru obstruktif kronik (PPOK). Udara bersih juga membantu melindungi kesehatan jantung.

    Corie menambahkan polusi udara juga punya pengaruh signifikan bagi tumbuh kembang anak. Anak-anak dan bayi, ujarnya, rentan terhadap efek buruk polusi udara karena sistem pernapasan dan pertumbuhan mereka masih berkembang.

    Baca: PBB sebut polusi udara memicu 7 juta kematian dini di dunia

    Bagi lingkungan, kualitas udara yang buruk dapat berkontribusi pada pemanasan global dan perubahan iklim.

    Polusi udara juga dapat merusak tanaman dan mengganggu kelangsungan hidup hewan, memicu proses erosi dan degradasi, menyebabkan penurunan kualitas air dan tanah yang berdampak negatif pada ekosistem.

    Naiknya permukaan lain, cuaca ekstrim yang menyebabkan berbagai bencana ekologi serta turunnya hasil panen adalah sedikit contoh dampak yang ditimbulkan polusi udara.

    Baca: PLTU batubara ditutup kesehatan dan kesuburan meningkat

    Sebagai bentuk antisipasi, Corie membagikan beberapa tips untuk melindungi agar tetap sehat di tengah kondisi udara yang memburuk.

    Langkah penting yang harus dilakukan adalah melakukan pemantauan kualitas udara di lingkungan sekitar. Jika terpaksa melakukan aktivitas di luar saat kualitas udara buruk, maka menggunakan masker adalah suatu kewajiban.

    Esti Utami, dari berbagai sumber

     

     

  • Seperti Ini Dampak Polusi Udara bagi Kesehatan Ibu Hamil

    Seperti Ini Dampak Polusi Udara bagi Kesehatan Ibu Hamil

    7cloud.asia – Dalam tiga bulan bulan ini, polusi udara di Jakarta sudah mengkhawatirkan dan mengakibatkan kualitas udara Jakarta masuk kategori tidak sehat.

    Polusi udara seperti yang terjadi di Jakarta ini bisa berdampak buruk bagi kesehatan, terutama pada ibu hamil. Bahkan dampaknya dapat menyebabkan kematian janin.

    Polusi udara yang terjadi di Jakarta antara lain diakibatkan gas buangan kendaraan bermotor, asap pabrik, debu dan asap rokok.

    Baca: Dampak polusi udara bagi kesehatan

    Gas buangan tersebut adalah karbon monoksida dan sulfur dioksida yang beracun. Gas ini berupa partikulat halus berdiameter 2,5 mikro atau lebih kecil.

    Dengan ukuran yang sangat kecil ini, maka partikel tersebut dapat menyusup ke dalam paru-paru dan masuk ke plasenta melalui aliran darah.

    Polusi udara juga bisa mengganggu kerja plasenta yang bertugas menyediakan oksigen, darah, dan nutrisi bagi janin dalam kandungan.

    Baca: Dalam jangka panjang polusi udara bisa memicu hipertensi

    Dikutip dari Alodokter, dampak polusi udara bagi kesehatan ibu hamil beserta janinnya salah satunya adalah peradangan rahim.

    Apabila seorang ibu hamil sering terpapar polusi udara, maka semakin tinggi juga
    risiko ia mengalami peradangan dalam rahim (intrauterine inflammation). Peradangan rahim ini dapat menyebabkan kelahiran prematur.

    Berdasarkan hasil sebuah penelitian, sebanyak 18 persen kasus kelahiran prematur disebabkan oleh polusi udara.

    Baca: Kondisi lingkungan besar pengaruhnya bagi penyembuhan pasien asma

    Jika bayi lahir prematur, maka risiko kecacatan dan gangguan saraf menjadi lebih tinggi.

    Hasil studi lainnya menyebutkan bahwa ibu hamil yang terpapar polusi
    partikel tinggi selama trimester ketiga memiliki risiko dua kali lebih tinggi untuk
    melahirkan anak dengan autisme.

    Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa paparan polusi udara yang tinggi pada
    trimester pertama dapat meningkatkan risiko terjadinya keguguran.

    Baca: Sikapi polusi udara di Jakarta, Kemenparekraf terapkan WFH 4:1

    Sementara itu, paparan yang tinggi pada trimester ketiga, dapat menyebabkan bayi meninggal dalam kandungan (stillbirth).

    Dampak polusi udara lainnya adalah bayi dengan berat badan lahir rendah. Hal ini sering terjadi jika ibu hamil bekerja di luar ruangan.

    Racun pada udara yang tercemar dan lantas terhirup akan membuat bayi yang dilahirkannya memiliki berat badan di bawah normal.

    Baca: Langkah pemerintah sikapi polusi udara di Jakarta

    Bagi ibu hamil sendiri, terutama yang menderita penyakit asma, polusi udara dapat memperburuk kondisi kondisi asmanya. Karena itu ibu hamil disarankan untuk tidak keluar rumah.

    Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Elva Farhi Qolbina menyarakan agar ibu hamil untuk tidak keluar rumah.

    “Bagi para Ibu hamil, jika bisa stay at home (tetap di rumah) akan sangat baik. Anak-anak yang sekolah juga disarankan kembali mengenakan masker ketika keluar rumah,” ujar Elva Selasa (15/8/2023) seperti dikutip Republika. 

    Baca: DPR dukung penerapan WFH selama polusi udara di Jakarta

    (Nurakhmayani)

  • Jangan Anggap Remeh! 123 Ribu Orang Meninggal Akibat Polusi Udara

    Jangan Anggap Remeh! 123 Ribu Orang Meninggal Akibat Polusi Udara

    7cloud.asia – Dampak polusi udara untuk kesehatan tubuh tak dapat dianggap remeh. Polusi udara bisa memicu beragam penyakit seperti ISPA hingga serangan jantung

    Bahkan menurut guru besar Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi Fakultas
    Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) Prof. Dr. dr. Agus Dwi Susanto, SpP(K), polusi udara menjadi penyebab kematian tertinggi kelima di Indonesia.

    Menurut Agus, setidaknya sebanyak 123 ribu orang meninggal akibat polusi udara. Berada di posisi kelima setelah darah tinggi, diabetes, rokok, dan obesitas. 

    Baca: Tangkal dampak polusi udara dengan masker dan makanan sehat

    “Jadi polusi udara memberikan dampak yang cukup tinggi dalam angka kematian di Indonesia,” ujar Agus dalam webinar Dampak Polusi Udara pada Kesehatan, di Jakarta, Kamis (24/08/2023) seperti yang dikutip Antaranews.

    Agus menambahkan, polusi udara dapat berdampak bagi kesehatan
    jangka panjang dan jangka pendek.

    Dalam jangka pendek, polusi udara dapat menyebabkan iritasi mukosa sehingga terjadi gejala hidung berair, bersin-bersin, sakit tenggorokan.

    Baca: Dampak polusi udara pada kesehatan, dari ISPA hingga serangan jantung

    Selain itu, polusi udara juga dapat menimbulkan batuk, dahak, bahkan bisa berlanjut menjadi infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), pneumonia, serangan asma, dan penyakit paru obstruktif kronis (PPOK).

    Dalam jangka panjang, polusi udara dapat menyebabkan penurunan fungsi paru, munculnya penyakit TBC, asma, PPOK, dan kanker paru.

    Hasil riset Fakultas Kesehatan Masyarakat UI menunjukkan, peningkatan Particulate Matter (PM) 2.5, kenaikan sulfur dioksida (SO2), dan PM 10 di udara, berimplikasi terhadap risiko terjadinya pneumonia.

    “Besarnya mulai dari 1,4 persen sampai 6,7 persen,” terang Agus.

    Baca: Polusi udara bisa memicu hipertensi

    Sementara rata-rata kasus ISPA mulai periode Januari tahun 2023 ini berada di atas 100.000 kasus, padahal tahun-tahun sebelumnya di bawah angka itu.

    “Jadi ada signifikansi-nya ketika polutan meningkat, ISPA-nya juga rata-rata di atas 100.000 kasus,” ujar Agus.

    Lebih lanjut, Agus menjelaskan ketika terjadi peningkatan PM 2.5, maka kunjungan untuk telekonsultasi karena bronkitis dan influenza juga meningkat antara 100 hingga 400 persen.

    Baca: Tanaman yang efektif menyerap polusi udara

    “Studi menunjukkan bahwa telekonsultasi ketika terjadi peningkatan polutan bulan Juni, telekonsultasi karena asma meningkat 200 persen” ungkapnya.

    Selain itu juga prevalensi asma pada remaja di Jakarta mencapai 12 persen,
    padahal di pedesaan hanya sekitar 7 persen.

    Dengan kondisi udara seperti ini, Agus mengajak masyarakat untuk selalu
    memantau kualitas udara, mengurangi aktivitas di luar ruangan.

    Selain itu, masyarakat juga diimbau menghindari aktivitas fisik pada saat kualitas udara buruk serta menggunakan masker apabila harus beraktivitas di luar ruangan.

    Reporter: Nurakhmayani

  • Awas! Terlalu Sering Mendengarkan Musik Melalui Earphone Ancam Kesehatan Telinga

    Awas! Terlalu Sering Mendengarkan Musik Melalui Earphone Ancam Kesehatan Telinga

    7cloud.asia – Buat kamu yang suka mendengarkan musik melalui earphone kudu hati-hati. Pasalnya terlalu sering mendengarkan musik melalui earphone atau alat pendengar musik lainnya berdampak pada kesehatan telinga. 

    Dalam acara bincang-bincang di kawasan Jakarta, Senin (4/9/2023) Dokter umum dr. Madhita Kasoem, menyebut earphone yang langsung terhubung ke telinga lebih berisiko untuk memicu gangguan kesehatan pendengaran dibandingkan dengan speaker.

    Hal tersebut karena suara yang dihasilkan oleh speaker atau pelantang suara memiliki jangkauan yang lebih luas, sehingga telinga tidak secara langsung menerima suara yang dihasilkan oleh alat tersebut.

    “(Sebaliknya), earphone kan langsung suaranya ke telinga semua. Intinya, itu ada pengaruhnya,” kata Madhita seperti dilansir Antaranews.com

    Baca: WFH saat polusi udara buruk sangat membantu kelompok rentan

    Beberapa dampak kesehatan yang mungkin ditimbulkan akibat pemakaian earphone terlalu lama dan volume terlalu tinggi, antara lain penurunan pendengaran, infeksi telinga, dan lainnya.

    Dalam kondisi parah, menggunakan earphone juga dapat memicu kecelakaan karena kurang awasnya diri terhadap lingkungan sekitar.

    Meski demikian, ia tetap membolehkan penggunaan earphone dalam batasan yang wajar, seperti tidak menggunakannya terlalu lama dan tidak mengencangkan volume earphone.

    Jika suara dari earphone sudah terdengar oleh orang lain, sebaiknya segera turunkan volume suara earphone karena hal tersebut menandakan volume suara sudah terlalu tinggi.

    Baca: Masker dan makanan sehat bantu atasi dampak polusi udara pada kesehatan

    “Kalau kita mendengarkan earphone, terus orang di samping sudah bisa dengar, berarti itu sudah terlalu keras (suaranya),” kata dokter lulusan University College London tersebut.

    Berdasarkan aturan dari Kementerian Kesehatan RI (Kemenkes RI), batas untuk mendengarkan suara melalui earphone sebesar 85 desibel.

    Jika melewati batas tersebut selama beberapa waktu, dikhawatirkan hal tersebut dapat memicu gangguan pendengaran, baik bersifat sementara maupun permanen.

    Madhita mengatakan salah satu tanda saat telinga mulai mengalami gangguan, terutama dari pemakaian earphone terlalu lama adalah telinga yang berdenging.

    Baca: Air kelapa muda tak bagus untuk mereka yang punya kondisi khusus

    Ketika telinga mulai berdenging, sebaiknya kurangi pemakaian earphone untuk menghindari risiko gangguan pendengaran.

    “Awalnya telinga berdenging, terus lama-lama mulai nggak jelas untuk mendengar, penurunan pendengaran,” kata Madhita.

    Selain mendengarkan musik melalui earphone, Madhita juga mengingatkan untuk memperhatikan aktivitas mendengar saat mengunjungi festival musik atau konser.

    Meskipun tidak menggunakan earphone, suara speaker yang dihasilkan acara-acara tersebut cukup besar dan dapat memengaruhi kualitas pendengaran.

    Baca: Ancaman di balik lilin aromatik bagi kesehatan

    Oleh karena itu, Madhita menyarankan untuk mengistirahatkan telinga saat mengunjungi acara-acara dengan suara keras, misalnya menepi sejenak ke tempat yang lebih tenang.

    Setelah beberapa waktu atau dirasa telinga sudah cukup bersitirahat, aktivitas menonton konser atau festival dapat dilakukan kembali.

    “Istirahatkan dulu, keluar dulu berapa lama. Terus, kita kembali lagi,” kata Madhita.

    Selain mengistirahatkan telinga sejenak, pemakaian penyumbat telinga atau ear plug juga dapat dilakukan untuk menjaga telinga dari suara yang terlalu keras.

    Dengan menjaga telinga dari suara bising, hal tersebut dapat menurunkan risiko gangguan pendengaran yang dapat terjadi di masa mendatang.

    Baca: Prokontra penggunaan ganja untuk pengobatan