Tag: palestina

  • China: Keanggotaan Palestina di PBB Akan Koreksi Ketidakadilan Sejarah

    China: Keanggotaan Palestina di PBB Akan Koreksi Ketidakadilan Sejarah

    7cloud.asia – Penerimaan secepatnya Palestina sebagai anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menjadi langkah untuk mengoreksi ketidakadilan historis yang berkepanjangan.

    Ikhwal pengakuan Palestina ini diungkapkan Menteri Luar Negeri (Menlu) China Wang Yi yang sedang berkunjung di Port Moresby, Papua Nugini, pada Sabtu (20/4/2024).

    Wang menyatakan sikap China soal Palestinaa dalam sebuah konferensi pers bersama Menlu Papua Nugini Justin Tkatchenko.

    Wang menegaskan bahwa PBB harus berupaya menjalankan peran yang diembannya dalam menanggapi berbagai tantangan global.

    Baca: Israel sampaikan protes pada negara-negara yang akui Palestina

    Dewan Keamanan PBB harus bisa melakukan tugasnya untuk memelihara perdamaian dan keamanan dunia.

    Wang menambahkan, bahwa komunitas internasional menaruh rasa ketidakpuasan dan kekecewaan yang mendalam terhadap Amerika Serikat (AS) atas hak veto tunggal yang menolak keanggotaan penuh Palestina di PBB baru-baru ini.

     

    Keanggotaan penuh di PBB secepatnya bagi Palestina merupakan langkah untuk mengoreksi ketidakadilan historis yang berkepanjangan, demikian ditekankan oleh Wang.

    Dia menambahkan bahwa hal ini merupakan kewajiban internasional yang harus dipenuhi oleh setiap negara anggota PBB

    Baca: Mungkinkah mewujudkan Palestina yang merdeka

    Namun, AS lagi-lagi melakukan penentangan terhadap moralitas internasional dan komunitas internasional secara terbuka.

    Sikap AS ini meninggalkan satu catatan yang sangat tidak terhormat lainnya dalam sejarah, tandasnya.

    Keanggotaan penuh di PBB bagi Palestina seharusnya tidak muncul sebagai hasil negosiasi Israel-Palestina, tetapi sebagai prasyarat setara yang diberikan kepada Palestina untuk melakukan negosiasi.

    Kondisi, lanjutnya, berperan sebagai langkah penting untuk mewujudkan solusi dua negara, urai Wang.

    Baca: Sidang DK PBB serukan pengakuan terhadap Palestina

    Ini, ujar Wang, tidak berarti bahwa kondisi yang ada tidak memungkinkan Palestina untuk menjadi negara anggota PBB sepenuhnya, tetapi keadilan itu masih lama terwujud, 

    Ia menegaskan bahwa AS harus bertindak untuk menunjukkan klaim dukungannya terhadap solusi dua negara.

    Sumber:Antaranews.com/Xinhua

  • Memasuki Hari ke 200, Serangan Israel Tewaskan Lebih dari 34 Ribu Warga Palestina di Jalur Gaza

    Memasuki Hari ke 200, Serangan Israel Tewaskan Lebih dari 34 Ribu Warga Palestina di Jalur Gaza

    7cloud.asia – Kementerian Kesehatan di wilayah kantong Palestina menyatakan sebanyak 34.183 warga Palestina yang tewas dalam serangan Israel di Jalur Gaza pada hari ke-200 serangan mematikan Israel.

    “Serangan yang sedang berlangsung sejak Oktober lalu juga telah melukai 77.143 warga Gaza Palestina,” demikian bunyi keterangan resmi Kementerian Kesehatan Palestina, Selasa (23/4/2024).

    Kementerian mencatat bahwa dalam 24 jam terakhir Israel melakukan tiga pembantaian terhadap keluarga di seluruh Jalur Gaza hingga menyebabkan 32 orang tewas dan 59 lainnya luka-luka saat tiba di rumah sakit.

    Baca: Israel bunuh lebih dari 34 warga Palestina

    “Banyak orang masih terjebak di bawah reruntuhan dan di jalan dan tim penyelamat tidak dapat menjangkau mereka,” kata kemenkes.

    Israel telah menggempur Jalur Gaza sejak serangan lintas batas oleh Hamas pada 7 Oktober tahun lalu, yang menurut Tel Aviv menewaskan hampir 1.200 orang.

    Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengatakan perang Israel di Gaza telah menyebabkan 85 persen penduduk wilayah tersebut mengungsi di tengah kekurangan makanan, air bersih, dan obat-obatan.

    Baca: Gaza butuh bantuan besar-besaran

    Selain itu, menurut PBB, lebih dari 60 persen infrastruktur di wilayah tersebut rusak atau hancur.

    Israel dituduh melakukan genosida di Mahkamah Internasional. Keputusan sementara pada bulan Januari memerintahkan Tel Aviv untuk menghentikan tindakan genosida.

    Selain itu, Tel Aviv mengambil tindakan untuk menjamin bahwa bantuan kemanusiaan diberikan kepada warga sipil di Gaza.

    Baca: Pengakuan kemerdekaan Palestina akan mengoreksi ketidakadilan sejarah

    Sedikitnya 350 tenaga kesehatan juga terbunuh dan 520 lainnya terluka di Jalur Gaza sejak Israel mulai melancarkan agresi ke daerah tersebut pada 7 Oktober 2023, menurut pelapor khusus PBB.

    “Kami mengetahui bahwa sekitar 520 tenaga medis terluka, serta 350 pekerja medis termasuk tenaga kesehatan lainnya, telah tewas,” ucap pelapor khusus PBB untuk hak kesehatan Tlaleng Mofokeng dalam konferensi pers pada Senin (22/4/2024).

    Ia menyatakan, jumlah korban jiwa tersebut tidak termasuk sejumlah remaja Gaza yang berinisiatif membantu tenaga kesehatan di berbagai rumah sakit.

    Para remaja tersebut tidak terdaftar secara resmi sebagai tenaga kesehatan.

    Sumber: Anadolu

  • Rusia: Veto AS Tunjukkan Sikap Washington terhadap Palestina

    Rusia: Veto AS Tunjukkan Sikap Washington terhadap Palestina

    7cloud.asia – Kuasa Usaha Kedutaan Besar Rusia di Jakarta Veronika Novoseltseva mengatakan bahwa keputusan Amerika Serikat untuk memveto keanggotaan penuh Palestina di PBB adalah bukti sikap AS yang sebenarnya terhadap Palestina.

    “Ini menjadi suatu bukti di mana mereka (AS) sudah membuka kedoknya, menunjukkan bagaimana sikap mereka yang sebenarnya terhadap bangsa Palestina, rakyat Palestina dan perjuangan luhur Palestina,” kata Veronika di Jakarta, Rabu.

    Dia pun mengatakan bahwa Rusia akan tetap mendukung keanggotaan penuh Palestina di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) secara sungguh-sungguh.

    “Apa yang mereka (AS) bilang kenapa mereka memveto, (alasannya) sangat lemah sebenarnya, sangat tidak jelas, sangat tidak bisa diterima,” ujar Veronika.

    Baca Juga: AS Veto Resolusi yang Membuka Jalan Bagi Keanggotaan Palestina di PBB

    Pada Kamis (18/4/2024), AS memveto rancangan resolusi Dewan Keamanan (DK) PBB yang menuntut keanggotaan penuh Palestina di PBB.

    DK PBB yang terdiri dari 15 anggota itu mengadakan pertemuan di New York untuk melakukan pemungutan suara terhadap resolusi yang diajukan Aljazair tersebut.

    Keputusan mengenai keanggotaan penuh Palestina di PBB itu diblokir dengan veto AS dan 12 suara dukungan, sedangkan Inggris dan Swiss memilih abstain dalam pemungutan suara tersebut.

    Baca Juga: AS Veto Seruan Sekjen PBB Terkait Gencatan Senjata antara Israel dan Hamas

    Draf resolusi itu mengajukan permintaan kepada Majelis Umum “untuk mendorong penerimaan Negara Palestina sebagai anggota penuh PBB”, menggantikan status “negara pengamat non-anggota” yang saat ini dipegangnya sejak 2012.

    Palestina diterima sebagai negara pengamat di Majelis Umum PBB pada 2012, dan memungkinkan utusannya untuk berpartisipasi dalam perdebatan dan organisasi-organisasi PBB.

    Namun demikian, Palestina tidak punya hak untuk melakukan pemungutan suara apapun di PBB.

    Baca Juga: China: Keanggotaan Palestina di PBB Akan Koreksi Ketidakadilan Sejarah

    Menurut Piagam PBB, sejumlah negara diterima menjadi anggota PBB melalui keputusan Majelis Umum atas rekomendasi DK PBB.

    Resolusi dewan keamanan memerlukan sedikitnya sembilan suara setuju dan tidak ada veto dari anggota tetap DK PBB – AS, Inggris, Prancis, Rusia, China – untuk dapat disahkan.

    Sebagian besar dari 193 negara anggota PBB, atau 137 negara menurut Palestina, telah mengakui kemerdekaan Palestina sebagai sebuah negara.

     

     

  • Jurnalis Gugur Lagi Akibat Serangan Israel, Kini Menjadi 141 Orang

    Jurnalis Gugur Lagi Akibat Serangan Israel, Kini Menjadi 141 Orang

    7cloud.asia – Seorang jurnalis Palestina gugur dalam serangan udara Israel pada Kamis (25/04/2024), menambah jumlah korban jurnalis tewas menjadi 141 orang sejak Oktober, lapor kantor media pemerintah Gaza.

    Reporter kantor berita Palestine Now, Mohammed al-Jamal, gugur ketika jet tempur Israel menghantam rumahnya di Kota Rafah di Jalur Gaza selatan, demikian menurut pernyataan kantor media tersebut.

    Israel melancarkan serangan brutal di Jalur Gaza membalas serangan lintas batas yang dilakukan kelompok perlawanan Palestina Hamas pada 7 Oktober 2023, yang menewaskan hampir 1.200 orang.

    Baca: Serangan Israel tewaskan 34 ribu warga Palestina

    Sementara serangan balasan menyebabkan lebih dari 34.200 warga Palestina terbunuh dan 77.200 orang lainnya terluka di tengah pengepungan ketat yang dilakukan Israel, yang menyebabkan seluruh penduduk, terutama di Gaza utara, berada di ambang kelaparan.

    Selama lebih dari enam bulan perang Israel sebagian besar wilayah Gaza hancur, sehingga memaksa 85 persen penduduk di daerah kantong tersebut mengungsi.

    Mereka mengalami krisis makanan, air bersih dan obat-obatan yang melumpuhkan, menurut PBB.

    Pada Januari, Israel dituduh telah melakukan genosida dalam gugatan yang diajukan di Mahkamah Internasional (ICJ).

    Putusan sementara ICJ memerintahkan Tel Aviv untuk menghentikan aksi genosida dan mengambil sejumlah tindakan untuk menjamin bahwa bantuan kemanusiaan menjangkau warga sipil di Gaza.

    Sumber: Anadolu

  • Lebih dari 10 Ribu Orang Hilang Akibat Serangan Israel ke Palestina

    Lebih dari 10 Ribu Orang Hilang Akibat Serangan Israel ke Palestina

    7cloud.asia – Dinas Pertahanan Sipil Palestina pada Selasa mengatakan lebih dari 10.000 orang hilang di bawah puing-puing bangunan di Jalur Gaza.

    Hal ini terjadi sejak Israel menyerang habis-habisan wilayah kantong Palestina itu pada 7 Oktober 2023.

    “Kami memperkirakan lebih dari 10.000 orang hilang tertimbun reruntuhan ratusan rumah yang hancur sejak dimulainya agresi (Israel),” kata dinas tersebut dalam sebuah pernyataan.

    Disebutkan pula bahwa orang-orang yang hilang itu tidak termasuk dalam daftar korban tewas Kementerian Kesehatan sehingga “jumlah martir melebihi 44.000” orang.

    Baca: Jurnalis gugur akibat serangan Israel sebanyak 141 orang

    Tim penyelamat mulai menemukan jasad-jasad yang sudah membusuk dari bawah reruntuhan gedung-gedung di Jalur Gaza, kata pernyataan itu.

    Israel telah melancarkan serangan brutal ke Gaza sebagai balasan terhadap serangan kelompok Palestina Hamas ke Israel pada 7 Oktober tahun lalu. Menurut Tel Aviv, serangan Hamas itu menewaskan hampir 1.200 orang.

    Serangan-serangan Israel telah menewaskan lebih dari 34.500 warga Palestina, sebagian besar adalah perempuan dan anak-anak.

    Lebih dari 77.700 lainnya terluka akibat kehancuran massal dan kurangnya pasokan kebutuhan pokok.

    Baca: Lebih dari 34 Ribu warga Palestina tewas akibat serangan Israel

    Lebih dari enam bulan setelah perang Israel itu dimulai, sebagian besar wilayah Gaza hancur.

    Dan 85 persen penduduknya terpaksa mengungsi di tengah blokade Israel terhadap kiriman bahan makanan, serta kelangkaan air bersih dan obat-obatan, menurut PBB.

    Israel dituduh melakukan genosida di Mahkamah Internasional, yang lewat putusan sela pada Januari memerintahkan Israel untuk menghentikan aksinya dan mengambil tindakan yang menjamin kelancaran bantuan kemanusiaan kepada warga sipil di Gaza.

    Sumber: Anadolu

  • Unjukrasa Pro-Palestina: Mahasiswa Duduki Simbol Perlawanan Hamilton Hall di Universitas Columbia New York, AS

    Unjukrasa Pro-Palestina: Mahasiswa Duduki Simbol Perlawanan Hamilton Hall di Universitas Columbia New York, AS

    7cloud.asia – Unjuk rasa pro-Palestina kembali berlangsung di Universitas Columbia, New York pada Selasa (30/4/2024) waktu setempat.

    Dilansir VOA Indonesia, massa pengunjukrasa menduduki  gedung Hamilton Hall yang menjadi simbol perlawanan di kampus Universitas Columbia.

    Massa bergandengan tangan dan membarikade pintu dalam eskalasi terbaru antara demonstran dan administrator di kampus New York itu.

    Dengan agenda memprotes perang Israel di Gaza dan menuntut divestasi universitas dari negara tersebut serta menyerukan amnesti bagi para demonstran, para mahasiswa memasuki Hamilton Hall, yang sejak tahun 1960-an menjadi pusat protes di universitas tersebut.

    Menghadapi seruan untuk mengundurkan diri dengan alasan caranya menangani protes, Rektor Universitas Columbia Minouche Shafik pada hari Senin (29/4/2024) mengeluarkan pernyataan yang mengecam seruan kekerasan.

    Shafik menegaskan kembali komitmen universitas terhadap “kebebasan akademis dan untuk memastikan bahwa semua anggota komunitas kita memiliki hak untuk menyampaikan pendapat mereka.”

    Baca Juga: Demonstrasi Besar-besaran Tuntut Diakhirinya Perang Israel-Hamas Berlangsung di Banyak Kampus di AS

    Ketua DPR AS Mike Johnson mengatakan di di platform X: “Ini bukan protes; ini terorisme. Presiden Shafik harus segera mengundurkan diri.”

    Dengan bersikeras bahwa Columbia tidak akan melakukan divestasi dari Israel, Shafik justru mengatakan bahwa universitas tersebut “menawarkan untuk mengembangkan jadwal yang dipercepat untuk meninjau proposal baru dari para mahasiswa oleh badan yang mempertimbangkan isu divestasi.”

    Pengambilalihan gedung

    Pengepungan Hamilton Hall terjadi setelah universitas pada hari Senin (29/4/2024) mulai menskors mahasiswanya karena menolak membongkar tenda pada tenggat yang ditentukan, pukul 14.00.

    Dengan menghancurkan panel pintu kaca dan mengunci gedung dengan rantai, para siswa kemudian memasang spanduk bertuliskan “Aula Hind” dari lantai atas.

    Para pengunjuk rasa mengidentifikasi Hind sebagai “seorang anak Palestina berusia enam tahun yang terbunuh di Gaza oleh pasukan pendudukan Israel yang didanai oleh Universitas Columbia.”

    Israel membantah menarget warga sipil dalam perangnya melawan Hamas, dan menuduh militan itu menggunakan warga sipil sebagai tameng manusia.

    Baca Juga: Israel Akan Serang Kota Rafah, WHO Prihatin

    Lebih dari 35.000 warga Palestina telah tewas dalam serangan Israel di Gaza, banyak di antaranya adalah anak-anak, menurut kementerian kesehatan yang dikelola Hamas di Gaza.

    Tiga jam setelah mahasiswa menguasai Hamilton Hall, Universitas Columbia mengeluarkan pemberitahuan bahwa kampus akan ditutup untuk semua pihak, kecuali mahasiswa yang tinggal di asrama dan karyawan penting.

    “Pembatasan akses ini akan tetap berlaku sampai keadaan memungkinkan,” kata universitas tersebut, seraya menambahkan, “Keselamatan setiap anggota komunitas adalah yang terpenting.”

    Para mahasiswa telah menerima kecaman dari beberapa pejabat AS atas demonstrasi tersebut.

    Juru bicara keamanan nasional Gedung Putih John Kirby pada hari Selasa mengatakan “pengambilalihan paksa sebuah gedung di kampus adalah pendekatan yang salah.”

    “Itu bukan contoh protes damai,” katanya. “Kami terus percaya pada kebebasan berpendapat dan hak untuk memprotes kebijakan dan gagasan yang ingin Anda protes. Anda perlu melakukannya dengan damai.”

    Presiden Joe Biden pekan lalu mengutuk apa yang disebutnya sebagai “protes antisemitisme” yang dilakukan oleh “mereka yang tidak memahami apa yang terjadi dengan rakyat Palestina.”

    Sumber: VOA Indonesia

  • Demonstrasi Pro-Palestina Berlangsung di Kampus-kampus Seantero AS

    Demonstrasi Pro-Palestina Berlangsung di Kampus-kampus Seantero AS

    7cloud.asia – Ratusan polisi, bergerak memasuki kamp protes pro-Palestina di University of California, Los Angeles (UCLA) Kamis (2/5/2024) pagi waktu setempat atau malam waktu Indoensia.

    Dilansir VOA Indonesia, polisi membongkar barikade dan menangkap beberapa orang setelah mengeluarkan perintah agar orang-orang meninggalkan tempat tersebut.

    Para pengunjuk rasa, yang menuntut pihak universitas agar melakukan divestasi dari Israel, meneriakkan “protes damai” sewaktu polisi yang dilengkapi dengan helm, penutup wajah dan tongkat berupaya mendorong orang keluar dari area tersebut.

    Protes di UCLA adalah satu dari banyak demonstrasi pro-Palestina di kampus-kampus perguruan tinggi di berbagai penjuru Amerika, yang menyebabkan ratusan orang ditangkap.

    Demonstrasi Pro-Palestina berlangsung di kampus-kampus seantero AS. Polisi di New Hampshire melakukan penangkapan dan menyingkirkan tenda-tenda pada Rabu (1/5/2024) malam dan Kamis dini hari di Dartmouth College.

    Baca Juga: Unjukrasa Pro-Palestina: Mahasiswa Duduki Simbol Perlawanan Hamilton Hall di Universitas Columbia New York, AS

    Kamp protes pro-Palestina muncul di Dartmouth pada hari Rabu, saat administrator perguruan tinggi tersebut memperingatkan bahwa kamp semacam itu melanggar kebijakan institusi itu.

    Dalam surat kepada komunitas kampus yang menyoroti kebijakan itu, Wakil Rektor bidang akademik David Kotz mengatakan lembaga itu “tetap sangat berkomitmen pada dialog lintas perbedaan dan terbuka serta bersedia terlibat dalam percakapan mengenai topik-topik sulit.”

    Dua mahasiswa ditangkap di Dartmouth pada Oktober lalu setelah mendirikan tenda, sebagai bagian dari protes yang menyerukan divestasi dari Israel.

    Sekelompok mahasiswa Dartmouth yang memprotes penangkapan itu kemudian menggelar aksi mogok makan. Unjuk rasa solidaritas Gaza di kampus itu pekan lalu menarik kehadiran kurang dari 100 orang saja di kampus.

    Di University of Texas di Dallas, polisi membersihkan kamp pro-Palestina setelah menangkap sedikitnya 17 orang.

    Baca Juga: Demonstrasi Besar-besaran Tuntut Diakhirinya Perang Israel-Hamas Berlangsung di Banyak Kampus di AS

    Di New York, polisi menangkap sedikitnya 15 orang di Fordham University sewaktu membersihkan kamp protes pro-Palestina pada hari Rabu.

    Di University of Minnesota, penyelenggara protes mengatakan perkemahan mereka akan berlanjut setelah mereka melakukan pembicaraan dengan penjabat rektor, Jeff Ettinger.

    Seperti di banyak perguruan tinggi lainnya, para demonstran meminta universitas agar melakukan divestasi dari Israel. Ettinger menggambarkan pembicaraan itu sebagai “dialog yang konstruktif.”

    Administrator Columbia University hari Rabu (1/5/2024) mengatakan semua aktivitas akademik yang tersisa utnuk semester ini, yang hampir berakhir, akan dilangsungkan secara jarak jauh setelah protes yang mencakup pendudukan sebuah gedung kampus di sana.

    Polisi membersihkan para pengunjuk rasa Selasa malam dan menahan hampir 300 orang.

    Baca Juga: Rusia: Veto AS Tunjukkan Sikap Washington terhadap Palestina

    Dalam pertemuan mengenai status negara Palestina di Majelis Umum PBB, Rabu, Duta Besar Israel di PBB Gilad Erdan mengutuk mahasiswa yang berunjuk rasa.

    “Kami selalu tahu bahwa Hamas bersembunyi di sekolah-sekolah, kita saja yang tidak menyadari bahwa ini bukan cuma sekolah di Gaza, tetapi juga di Harvard, Columbia dan banyak universitas ‘elite’ di AS,” kata Gilad Erdan.

    Juru bicara Gedung Putih Karine Jean-Pierre pada hari Rabu mengatakan kepada wartawan, orang “punya hak untuk melakukan protes damai selama hal ini sesuai dengan hukum dan berlangsung damai.”

    “Kita berbicara tentang perlindungan bagi mahasiswa dan memastikan mereka merasa aman di kampus,” kata Jean-Pierre.

    Dia menambahkan, “kita berbicara mengenai sekelompok kecil mahasiswa yang mengganggu kemampuan mahasiswa untuk mendapatkan pengalaman akademis.”

    Baca Juga: Menlu AS Tegaskan Washington Tidak Terlibat Serangan Israel ke Iran

    Ditambahkannya, pemerintahan Presiden Joe Biden “juga akan menyebut apa pun bentuk antisemitisme yang kita dengar, kita lihat, sebagai kebencian.”

    Israel melancarkan serangan balasan di Gaza setelah Hamas, yang ditetapkan sebagai kelompok teror oleh AS, meluncurkan serangan mendadak di Israel selatan pada 7 Oktober.

    Menurut penghitungan Israel, kelompok militan itu membunuh sekitar 1.200 orang, kebanyakan warga sipil, dan menyandera sekitar 250 orang.

    Israel, yang bertekad melenyapkan kontrol Hamas di Gaza, melancarkan serangan balasan dari darat dan udara, yang sejauh ini telah membunuh lebih dari 34.500 orang Palestina di wilayah di pesisir Laut Tengah itu.

    Dua per tiga korban tewas adalah perempuan dan anak-anak yang tidak berdosa.(VOAIndonesia)

  • UNESCO Anugerahkan Guillermo Cano 2024 untuk Para Jurnalis Palestina Peliput Perang di Gaza

    UNESCO Anugerahkan Guillermo Cano 2024 untuk Para Jurnalis Palestina Peliput Perang di Gaza

    7cloud.asia – UNESCO/Guillermo Cano Prize menganugerahkan Penghargaan Kebebasan Pers Dunia Guillermo Cano tahun 2024 kepada para jurnalis Palestina yang meliput perang Israel-Hamas di Gaza.

    Penghargaan bergengsi ini di kalangan jurnalis ini disampaikan di sela-sela Konferensi Kebebasan Pers Dunia di Santiago, Chili, Kamis (2/5/2024) lalu.

    Dikutip VOA dari siaran pers, Ketua Juri Internasional Mauricio Weibel mengatakan di masa kegelapan dan keputusasaan, pihaknya ingin menyampaikan pesan solidaritas dan pengakuan yang kuat kepada para jurnalis Palestina yang meliput krisis ini dalam keadaan yang begitu dramatis.

    “Sebagai umat manusia, kita berhutang besar atas keberanian dan komitmen mereka terhadap kebebasan berekspresi.” ujarnya.

    Dirjen UNESCO Audrey Azoulay menjelaskan bahwa setiap tahun UNESCO/Guillermo Cano Prize memberikan perhargaan pada para wartawan pemberani yang menjalankan tugas dalam kondisi sulit dan berbahaya.

    “Sekali lagi pada tahun ini, penghargaan ini mengingatkan kita akan pentingnya tindakan kolektif untuk memastikan bahwa wartawan di seluruh dunia dapat terus melakukan pekerjaan penting mereka dalam memberikan informasi dan melakukan investigasi.”

    Baca Juga: Jurnalis Gugur Lagi Akibat Serangan Israel, Kini Menjadi 141 Orang

    UNESCO mengatakan sedikitnya 26 wartawan dan pekerja media tewas saat menjalankan tugas liputan perang Israel-Hamas di Jalur Gaza yang berlangsung sejak 7 Oktober lalu; atau berarti hampir setiap minggu ada wartawan tewas di Gaza.

    Namun data yang dikumpulkan Committee to Protect Journalists CPJ menunjukkan jumlah wartawan yang tewas selama meliput perang di Gaza jauh lebih besar.

    Lewat situsnya, CPJ mengatakan hingga tanggal 3 Mei ini sedikitnya 97 wartawan dan pekerja media tewas.

    Ini mencakup 92 wartawan Palestina, 2 wartawan Israel dan 3 wartawan Lebanon. Selain itu ada 16 wartawa luka-luka, 4 wartawan hilang, dan 25 wartawan dilaporkan ditahan.

    “CPJ juga sedang menyelidiki sejumlah laporan yang belum dikonfirmasi mengenai wartawan lain yang dibunuh, hilang, ditahan, disakiti, atau diancam, serta kerusakan kantor media dan rumah wartawan,” tambah pernyataan itu.

    Sekjen PBB: “Tanpa Kebebasan Pers, Kita Tidak Memiliki Kebebasan Apapun”

    Baca Juga: IFJ, Federasi Jurnalis Dunia Bakal Tuntut Israel Jika Tak Laksanakan Rekomendasi Mahkamah Internasional

    Secara terpisah Sekjen PBB Antonio Guterres mengatakan pekerja media semakin harus mempertaruhnya nyawa mereka untuk mendapatkan berita.

    Oleh karena itu “PBB mengakui pekerjaan wartawan yang tak ternilai harganya agar publik terlibat dan mendapatkan informasi,” cuit Guterres di X, seraya menambahkan “tanpa kebebasan pers, kita tidak memiliki kebebasan apapun.”

    UNESCO Juga Soroti Serangan terhadap Wartawan Lingkungan Hidup

    Selain wartawan di zona konflik, secara khusus UNESCO juga mengungkapkan kesulitan yang dialami wartawan yang meliput isu lingkungan hidup, di mana 70 persen diantara mereka telah diserang karena pekerjaan yang dilakukannya.

    “Sedikitnya 749 wartawan atau pekerja media berita yang melaporkan isu-isu lingkungan hidup telah diserang dalam 15 tahun terakhir ini,” cuit UNESCO di X.

    Lebih jauh badan dunia itu menyerukan dukungan yang lebih kuat bagi wartawan-wartawan lingkungan hidup dan “tata kelola platform digital yang lebih baik.”

    Secara lebih luas, UNESCO mempromosikan keselamatan jurnalis melalui peningkatan kesadaran global, pelatihan, dan dengan mengkoordinasikan implementasi Rencana Aksi PBB tentang Keselamatan Jurnalis dan Isu Impunitas.

    Sumber:VOAIndonesia

  • Di Tengah Ancaman Serangan ke Rafah, Optimisme Warnai Perundingan Israel-Hamas di Kairo, Mesir

    Di Tengah Ancaman Serangan ke Rafah, Optimisme Warnai Perundingan Israel-Hamas di Kairo, Mesir

    7cloud.asia – Para perunding Hamas mulai mengintensifkan perundingan mengenai kemungkinan gencatan senjata di Gaza pada hari Sabtu (4/5/2024)

    Gencatan senjata akan mensyaratkan pembebasan beberapa orang yang disandera Hamas ke Israel, kata seorang pejabat Hamas kepada Reuters.

    Direktur CIA hadir di perundingan gencatan senjata antar Israel dengan Hamas yang berlangsung di Kairo, Mesir tersebut.

    Delegasi Hamas tiba dari kantor politik gerakan Islam Palestina di Doha, Qatar.

    Qatar bersama Mesir juga telah memediasi tindak lanjut gencatan senjata singkat pada bulan November di tengah kekecewaan internasional atas melonjaknya jumlah korban tewas di Gaza dan penderitaan 2,3 juta jiwa di Gaza.

    Taher Al-Nono, seorang pejabat Hamas dan penasihat ketua Hamas Ismail Haniyeh, mengatakan pertemuan dengan mediator Mesir dan Qatar telah dimulai dan Hamas menangani proposal mereka “dengan penuh keseriusan dan tanggung jawab”.

    Baca Juga: Perundingan Damai Antara Israel – Hamas Berlangsung Alot, Masing-masing Kekeuh pada Tuntutannya

    Namun, ia menegaskan kembali tuntutan bahwa setiap kesepakatan harus mencakup penarikan Israel dari Gaza dan diakhirinya perang, syarat yang sebelumnya ditolak Israel.

    “Perjanjian apa pun yang ingin dicapai harus mencakup tuntutan nasional kita,” kata Nono dikutip Reuters.com.

    Adapun Hamas menuntut penghentian agresi secara total dan permanen, penarikan penuh dan menyeluruh pendudukan dari Jalur Gaza, pemulangan pengungsi ke rumah mereka tanpa batasan.

    Hamas juga menuntut kesepakatan pertukaran tahanan yang nyata. selain rekonstruksi dan mengakhiri blokade

    Seorang pejabat Israel memberi isyarat bahwa posisi inti Israel tidak berubah, dengan mengatakan pihaknya “dalam keadaan apa pun” tidak akan setuju untuk mengakhiri perang melalui kesepakatan untuk membebaskan sandera.

    Baca Juga: 6 Bulan Perang Israel-Hamas: Lebih 33.000 Meninggal dan Jutaan Orang Palestina Terancam Kelaparan Ekstrem

    Perang dimulai setelah Hamas mengejutkan Israel dengan serangan lintas batas pada 7 Oktober yang menewaskan 1.200 orang dan 252 sandera, menurut penghitungan Israel.

    Lebih dari 34.600 warga Palestina telah terbunuh – 32 di antaranya terjadi dalam periode 24 jam terakhir – dan lebih dari 77.000 orang terluka dalam serangan Israel, menurut Kementerian Kesehatan Gaza.

    Saat pertemuan di Kairo sedang berlangsung, pasukan Israel mengatakan mereka telah membunuh Aiman ​​​​Zaarab.

    Aiman menurut mereka adalah pemimpin pasukan Jihad Islam di Gaza selatan dan ikut serta dalam serangan 7 Oktober.

    Sebelum perundingan Kairo dimulai, terdapat sejumlah optimisme dari rakyat Palestina.

    “Keadaannya terlihat lebih baik saat ini tetapi apakah kesepakatan akan tercapai tergantung pada apakah Israel telah menawarkan apa yang diperlukan agar hal itu terwujud,” kata seorang pejabat Palestina yang mengetahui upaya mediasi tersebut.

     

  • Menlu Retno Ingatkan OKI Berutang Membebaskan Palestina Dari Pendudukan Israel

    Menlu Retno Ingatkan OKI Berutang Membebaskan Palestina Dari Pendudukan Israel

    7cloud.asia – Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi menegaskan bahwa Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) masih memiliki utang untuk memerdekakan bangsa Palestina.

    Hal ini ditegaskan Menlu Retno, saat menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi OKI di ibu kota Banjul, Gambia, pada 4-5 Mei. Salah satu isu yang dibahas dalam konferensi adalah situasi di Gaza dan Palestina.

    “Saya ingatkan kembali bahwa dalam Arab Peace Initiative dan berbagai keputusan OKI, disebutkan bahwa perdamaian dengan Israel hanya akan dilakukan jika Israel menghentikan pendudukannya terhadap Palestina,” ujar Retno.

    Sikap tersebut, lanjutnya, menjadi pesan yang sangat kuat bahwa tanpa kemerdekaan Palestina, maka tidak akan ada hubungan diplomatik dengan Israel.

    “Dengan tegas, saya ingatkan bahwa keputusan dan pesan tersebut sudah seharusnya dipertahankan secara konsisten,” imbuhnya.

    Baca: Indonesia-kembali-desakkan-keanggotaan-penuh-Palestina-di-PBB

    Lebih lanjut Retno menuturkan dalam tujuh bulan terakhir dunia menyaksikan kekejaman terburuk sepanjang sejarah modern manusia, yaitu sudah lebih dari 34.000 warga Palestina di Jalur Gaza dibunuh oleh pasukan Israel.

    Menlu Retno menyebut apa yang terjadi di Gaza, Palestina itu sebagai genosida (pembantaian etnis).

    Selain itu, Israel terus menghambat masuknya bantuan kemanusiaan ke Gaza. Israel juga mengancam akan menginvasi Rafah, wilayah di selatan Gaza dan keanggotaan penuh Palestina di Periserikatan Bangsa-Bangsa terus diganjal.

    Retno menyerukan negara-negara OKI harus bersatu dalam membela keadilan dan kemanusiaan bagi bangsa Palestina.

     

    Baca: Arab Saudi-tak-akan-akui-Israel-jika-tak-ada-pengakuan-terhadap-Palestina

    Caranya pertama, jangan sampai perhatian kita terbelah. Perhatian OKI harus tetap utuh, yaitu membantu Palestina.

    “OKI harus terus memberikan bantuan kemanusiaan dan mendukung kerja UNRWA. Dan, kedua, OKI perlu mendorong terus dilakukannya gencatan senjata permanen,” katanya.

    UNRWA adalah badan PBB yang menangani pengungsi Palestina.

    Menurut Retno, terwujudnya gencatan senjata di Gaza sangat penting untuk bisa menghentikan jatuhnya korban dan penderitaan warga Gaza.

    Baca: Uni Eropa-sebut-pengakuan-terhadap-negara-Palestina-kunci-keamanan-Israel

    Gencatan senjata itu dapat menciptakan situasi kondusif bagi berlangsungnya perundingan menuju solusi dua negara.

    Retno menegaskan penting bagi OKI untuk menurunkan ketegangan. Karena itu OKI harus fokus mengatasi bencana kemanusiaan di Palestina dan semua pihak harus menahan diri dari kemungkinan terjadinya konflik terbuka.

    OKi memiliki tanggung jawab dalam menjaga stabilitas dan perdamaian di kawasan dan dunia.

    Sumber: VOA Indonesia