Di Tengah Ancaman Serangan ke Rafah, Optimisme Warnai Perundingan Israel-Hamas di Kairo, Mesir

Written by

in

7cloud.asia – Para perunding Hamas mulai mengintensifkan perundingan mengenai kemungkinan gencatan senjata di Gaza pada hari Sabtu (4/5/2024)

Gencatan senjata akan mensyaratkan pembebasan beberapa orang yang disandera Hamas ke Israel, kata seorang pejabat Hamas kepada Reuters.

Direktur CIA hadir di perundingan gencatan senjata antar Israel dengan Hamas yang berlangsung di Kairo, Mesir tersebut.

Delegasi Hamas tiba dari kantor politik gerakan Islam Palestina di Doha, Qatar.

Qatar bersama Mesir juga telah memediasi tindak lanjut gencatan senjata singkat pada bulan November di tengah kekecewaan internasional atas melonjaknya jumlah korban tewas di Gaza dan penderitaan 2,3 juta jiwa di Gaza.

Taher Al-Nono, seorang pejabat Hamas dan penasihat ketua Hamas Ismail Haniyeh, mengatakan pertemuan dengan mediator Mesir dan Qatar telah dimulai dan Hamas menangani proposal mereka “dengan penuh keseriusan dan tanggung jawab”.

Baca Juga: Perundingan Damai Antara Israel – Hamas Berlangsung Alot, Masing-masing Kekeuh pada Tuntutannya

Namun, ia menegaskan kembali tuntutan bahwa setiap kesepakatan harus mencakup penarikan Israel dari Gaza dan diakhirinya perang, syarat yang sebelumnya ditolak Israel.

“Perjanjian apa pun yang ingin dicapai harus mencakup tuntutan nasional kita,” kata Nono dikutip Reuters.com.

Adapun Hamas menuntut penghentian agresi secara total dan permanen, penarikan penuh dan menyeluruh pendudukan dari Jalur Gaza, pemulangan pengungsi ke rumah mereka tanpa batasan.

Hamas juga menuntut kesepakatan pertukaran tahanan yang nyata. selain rekonstruksi dan mengakhiri blokade

Seorang pejabat Israel memberi isyarat bahwa posisi inti Israel tidak berubah, dengan mengatakan pihaknya “dalam keadaan apa pun” tidak akan setuju untuk mengakhiri perang melalui kesepakatan untuk membebaskan sandera.

Baca Juga: 6 Bulan Perang Israel-Hamas: Lebih 33.000 Meninggal dan Jutaan Orang Palestina Terancam Kelaparan Ekstrem

Perang dimulai setelah Hamas mengejutkan Israel dengan serangan lintas batas pada 7 Oktober yang menewaskan 1.200 orang dan 252 sandera, menurut penghitungan Israel.

Lebih dari 34.600 warga Palestina telah terbunuh – 32 di antaranya terjadi dalam periode 24 jam terakhir – dan lebih dari 77.000 orang terluka dalam serangan Israel, menurut Kementerian Kesehatan Gaza.

Saat pertemuan di Kairo sedang berlangsung, pasukan Israel mengatakan mereka telah membunuh Aiman ​​​​Zaarab.

Aiman menurut mereka adalah pemimpin pasukan Jihad Islam di Gaza selatan dan ikut serta dalam serangan 7 Oktober.

Sebelum perundingan Kairo dimulai, terdapat sejumlah optimisme dari rakyat Palestina.

“Keadaannya terlihat lebih baik saat ini tetapi apakah kesepakatan akan tercapai tergantung pada apakah Israel telah menawarkan apa yang diperlukan agar hal itu terwujud,” kata seorang pejabat Palestina yang mengetahui upaya mediasi tersebut.

 

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *