Tag: adhd

  • Riset: Terapi Pijat Taktil Dapat Membantu Kelola Gejala ADHD

    Riset: Terapi Pijat Taktil Dapat Membantu Kelola Gejala ADHD

    7cloud.asia – Pijat tak hanya menenangkan, tapi juga memiliki banyak manfaat untuk kesehatan. Penelitian terbaru mengungkap, pijat dapat membantu mengelola gejala ADHD (Attention Deficit/Hyperactivity Disorder) dengan lebih baik.

    Dikutip dari The Hindustan Times, Selasa (26/11/2024), sebuah studi yang dipublikasikan di Complementary Therapies in Clinical Practice mengungkapkan bahwa pijat taktil dapat membantu meredakan gejala ADHD pada remaja.

    Terapi pijat taktil melibatkan usapan lembut, lambat, dan berirama pada lengan, kaki, dan punggung, yang bertujuan untuk mempromosikan relaksasi.

    Teknik pijat taktil itu juga menunjukkan potensi dalam mengurangi stres dan meningkatkan kesejahteraan emosional.

    Beberapa gejala ADHD tersebut meliputi terus-menerus gelisah, kesulitan duduk diam, sulit berkonsentrasi, serta perilaku hiperaktif dan kurang perhatian lainnya.

    Baca: Perubahan perilaku jadi indikasi masalah pada kesehatan mental

    Namun, peserta dalam penelitian ini melaporkan peningkatan yang signifikan dalam fokus dan perhatian, disertai kualitas tidur yang lebih baik, setelah menjalani teknik pijat ini.

    Para peneliti menjelaskan manfaat pijat taktil dalam meredakan gejala ADHD,

    Remaja dengan ADHD sering menghadapi tantangan seperti hiperaktivitas, kurang perhatian, stres, dan kesulitan tidur, yang tidak sepenuhnya teratasi dengan pengobatan standar.

    “Sebagai perawat spesialis di bidang psikiatri anak dan remaja, saya telah menyaksikan tantangan ini secara langsung dan ingin mengeksplorasi apakah pijat taktil bisa menjadi opsi yang aman dan non-invasif untuk memberikan manfaat tambahan dalam mengelola gejala ini dan meningkatkan kesejahteraan secara keseluruhan,” kata Penulis studi, Anna-Carin Robertz.

    Penelitian ini melibatkan 14 remaja berusia 15 hingga 17 tahun dengan ADHD. Para peserta berada dalam kondisi stabil dengan pengobatan, sementara beberapa lainnya tidak menggunakan obat.

    Baca: Gangguan kesehatan mental bukan kelemahan

    Mereka juga tidak memiliki gangguan kesehatan mental berat, penyalahgunaan zat, atau menjalani perawatan psikologis aktif. Hal itu memastikan fokus penelitian hanya pada gejala ADHD.

    Eksperimen dilakukan melalui sepuluh sesi pijat taktil mingguan yang dilakukan oleh terapis pijat taktil.

    Teknik ini melibatkan usapan lambat dan berirama yang ditargetkan pada punggung, lengan, tangan, dan kaki.

    Lingkungan tempat pijat berlangsung juga dibuat mendukung dengan pencahayaan redup, musik yang menenangkan, dan minyak tanpa aroma.

    Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan yang signifikan pada perilaku hiperaktif dan impulsif, serta masalah sekunder seperti kualitas tidur yang buruk.

    Studi ini membuka peluang baru dalam pengobatan ADHD dan pengelolaan gejalanya dengan pendekatan yang lebih holistik.

  • Riset: Penyintas ADHD Berpotensi Berperilaku Berisiko

    Riset: Penyintas ADHD Berpotensi Berperilaku Berisiko

    7cloud.asia – Attention-deficit/hyperactivity disorder (ADHD) adalah gangguan perkembangan saraf yang memengaruhi kemampuan seseorang untuk belajar, fokus, dan berperilaku.

    Dikutip dari The Hindustan Times, Sabtu (30/11/2024), gejala umum ADHD meliputi rentang perhatian yang pendek, gelisah, hiperaktif, agresif, kecemasan, dan pengulangan kata.

    Gangguan ADHD ini berpotensi terjadi pada semua jenis kelamin dan di segala lapisan usia.

    Namun, sebuah studi terbaru yang diterbitkan di BMC Psychiatry mengungkap bahwa perempuan dengan ADHD lebih rentan terlibat dalam perilaku berisiko dibandingkan laki-laki.

    Penelitian ini menjadi peringatan penting mengenai perlunya pengobatan spesifik berbasis gender untuk menangani kondisi tersebut secara efektif.

    Penelitian ini melibatkan 29 orang dewasa dengan ADHD (16 laki-laki dan 13 perempuan) serta 33 orang sehat (14 laki-laki dan 19 perempuan), yang semuanya berusia antara 18 hingga 60 tahun.

    Para peserta diminta menyelesaikan tugas Balloon Analogue Risk Task (BART) versi modifikasi. Dalam tugas ini, mereka melihat balon yang mengembang secara otomatis di layar.

    Semakin besar balon tersebut, semakin besar keuntungan finansial yang didapat, tetapi dengan risiko balon meledak dan menyebabkan kerugian.

    Selama tugas berlangsung, para peneliti mengamati respons konduktansi kulit peserta untuk memahami perubahan psikologis akibat rangsangan emosional.

    Peserta juga menjalani penilaian kompetensi emosional, persepsi risiko, dan sensitivitas terhadap umpan balik.

    Hasil studi menunjukkan bahwa perempuan dengan ADHD cenderung lebih sering berperilaku berisiko selama tugas BART dibandingkan laki-laki.

    Namun, tidak ditemukan perbedaan spesifik terkait perubahan psikologis yang diukur melalui respons konduktansi kulit.

    Selain itu, dalam kuesioner penilaian mandiri, ditemukan bahwa perempuan dengan ADHD memiliki sensitivitas yang lebih rendah terhadap perilaku berisiko mereka sendiri.

    Hal ini menunjukkan bahaya perempuan dengan ADHD tidak menyadari persepsi dan kecenderungan mereka.

    Penelitian ini bertujuan meningkatkan kesadaran tentang pentingnya menyediakan pengobatan yang disesuaikan dengan gender untuk menangani ADHD secara efektif pada laki-laki maupun perempuan.

     

     

  • Hati-hati! Konsumsi Obat Pereda Nyeri saat Hamil Dapat Memicu ADHD pada Anak

    Hati-hati! Konsumsi Obat Pereda Nyeri saat Hamil Dapat Memicu ADHD pada Anak

    7cloud.asia – Studi terbaru mengungkapkan anak yang lahir dari ibu yang menggunakan asetaminofen atau pereda nyeri selama kehamilan berisiko terkena attention deficit hyperactivity disorder atau ADHD.

    Hindustan Times mengutip jurnal Nature Mental Health pada Sabtu (1/3/2025) menyebut ADHD merupakan gangguan perkembangan saraf yang memengaruhi suasana hati, fokus, rentang perhatian, dan pola perilaku.

    ADHD ini gangguan umum yang sebagian besar menyerang anak-anak. Namun, gejala yang muncul pada masa kanak-kanak dapat berlanjut hingga dewasa jika tidak ditangani dengan cermat.

    Sementara, asetaminofen adalah obat pereda nyeri yang dijual bebas dan umum yang membantu meredakan kram otot, sakit kepala, sakit gigi, sakit punggung, dan kram menstruasi.

    Namun bila dikonsumsi oleh ibu hamil, obat ini dapat meningkatkan risiko ADHD pada anak.

    Baca: Terapi pijat taktil dapat membantu kelola gejala ADHD

    Penelitian ini dilakukan dengan menganalisis sampel darah dari 307 ibu hamil antara tahun 2006 hingga 2011.

    Penelitian itu menemukan anak-anak yang lahir dari ibu yang menggunakan obat bebas umum ini untuk menghilangkan rasa sakit memiliki risiko ADHD sebesar 18 persen.

    Kemungkinan diagnosis ADHD tiga kali lebih besar pada anak-anak yang ibunya memiliki kadar asetaminofen yang terdeteksi dalam darah mereka.

    Studi tersebut juga mengamati bahwa anak perempuan yang lahir dari ibu yang menggunakan asetaminofen memiliki risiko lebih besar untuk mengalami ADHD daripada anak laki-laki.

    Hal ini lantaran efek pada obat itu menimbulkan enam kali lebih menonjol pada anak perempuan daripada anak laki-laki.

    Baca: Penyintas ADHD berpotensi melakukan perilaku berisiko

    Tylenol adalah salah satu bahan asetaminofen yang biasanya diresepkan dokter untuk ibu hamil guna meredakan rasa tidak nyaman.

    Penulis laporan Dr. Sheela Sathyanarayana, seorang dokter anak di SCRI mengatakan kepada New York Post bahwa obat ini juga telah disetujui beberapa dekade lalu dan mungkin perlu dievaluasi ulang oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA).

    “Asetaminofen tidak pernah dievaluasi untuk paparan janin terkait dampak jangka panjang pada perkembangan saraf,” katanya.

    FDA mengatakan, penelitian tentang keamanan penggunaan Tylenol saat hamil “terlalu terbatas untuk memberikan rekomendasi apa pun”.

    Namun, badan tersebut menyarankan agar ibu hamil berkonsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsi Tylenol.

    “Karena ketidakpastian ini, penggunaan obat pereda nyeri selama kehamilan harus dipertimbangkan dengan saksama. Kami mengimbau ibu hamil untuk selalu mendiskusikan semua obat dengan tenaga kesehatan sebelum menggunakannya,” demikian pernyataan FDA.

  • Suplemen Penting dan Alami untuk Penyintas ADHD

    Suplemen Penting dan Alami untuk Penyintas ADHD

    7cloud.asia – Jika Anda menyangka ADHD atau Attention Deficit Hyperactivity Disorder adalah penyakit mental, anggapan ini keliru besar. Karena ADHD bukanlah penyakit mental pun bukan ketidakmampuan belajar yang spesifik.

    Hasil neurosains, imaging otak dan penelitian klinis menyatakan beberapa hal penting bahwa ADHD bukanlah gangguan perilaku. ADHD adalah gangguan perkembangan sistem manajemen diri otak. Baik orang dewasa maupun anak-anak dapat didiagnosis menderita ADHD.

    Dilansir rso.go.id, ADHD adalah kelainan neurologis yang mempengaruhi bagian otak yang membantu kita dalam merencanakan, fokus, dan melaksanakan tugas.

    Penyintas ADHD mengalami deregulasi perhatian, tidak dapat memanfaatkan ke arah yang benar pada waktu yang tepat dengan konsistensi apa pun.

    Individu dengan ADHD mengalami hiperfokus dan lupa waktu, atau salah menempatkan, atau melontarkan pemikiran yang tidak ada hubungannya ketika fokus mereka terlepas dari rantainya.

    Gejala yang biasa ditunjukkan penyintas ADHD meliputi: kekurangan perhatian, kurang fokus, manajemen waktu yang buruk, kontrol impuls yang lemah, emosi yang berlebihan, hiperfokus, hiperaktif, disfungsi eksekutif. Gejala ADHD dapat bervariasi pada setiap individu.

    Baca: Konsumsi obat pereda nyeri saat hamil dapat memicu ADHD pada anak

    Penyebab ADHD hingga kini masih belum jelas. Penelitian menunjukkan bahwa genetika dan keturunan berperan besar dalam menentukan siapa yang terkena ADHD.

    Namun, para ilmuwan masih menyelidiki apakah gen tertentu, terutama yang terkait dengan neurotransmitter dopamin, memainkan peran tertentu dalam mengembangkan ADHD.

    Penelitian lainnya menunjukkan bahwa paparan bahan kimia tertentu dapat meningkatkan risiko anak terkena ADHD. ADHD tidak disebabkan oleh pola asuh yang buruk, terlalu banyak mengonsumsi gula, atau terlalu banyak bermain video game.

    ADHD adalah kelainan biologis yang berbasis otak. Studi pencitraan otak dan penelitian lain menunjukkan banyak perbedaan fisiologis pada otak individu dengan ADHD.

    Gejala ADHD dapat diredakan dengan suplemen atau nutrisi alami. Banyak ahli merekomendasikan pola makan yang seimbang antara buah-buahan dan sayuran, karbohidrat kompleks, dan protein tanpa lemak untuk kesehatan dan kebugaran secara keseluruhan.

    Namun apakah apa yang disebut dengan “diet ADHD” (sering ditambah dengan suplemen alami) ini benar-benar dapat membantu anak-anak dan orang dewasa mengelola gejala gangguan pemusatan perhatian dan hiperaktif (ADHD atau ADD)?

    Baca: Terapi pijat taktil dapat membantu kelola gejala ADHD

    “Nutrisi benar-benar dapat membuat perbedaan besar dalam keberhasilan orang dewasa dan anak-anak penderita ADHD,” kata Dr. Sandy Newmark, pendiri Center for Pediatric Integrative Medicine di San Francisco.

    Memang benar tidak semua orang mengonsumsi makanan yang tepat untuk mencapai tingkat nutrisi tertentu yang bermanfaat.

    Namun benar juga bahwa tubuh kita tidak selalu menghasilkan nutrisi yang kita perlukan, jadi kita harus mendapatkannya dari suplemen ADHD, seperti asam lemak omega-3, zinc/seng, zat besi, dan magnesium.

    Suplemen Omega-3 untuk Otak ADHD
    Selain baik untuk kesehatan jantung, asam lemak omega-3 memperbaiki gejala ADHD, termasuk perilaku, keterampilan kognitif, dan fokus.

    Tinjauan komprehensif terhadap banyak penelitian menunjukkan bahwa dosis omega-3 yang dioptimalkan untuk ADHD sama efektifnya dengan stimulan dalam meredakan gejala.

    Pakar ADHD Dr. Edward Hallowell biasanya merekomendasikan hingga 5.000 miligram suplemen omega-3 untuk orang dewasa setiap hari dan hingga 2.500 miligram sehari untuk anak-anak. Menurut Newmark, anak-anak berusia antara empat dan delapan tahun harus mengonsumsi antara 1.000-1.500 miligram sehari.

    Satu studi Montgomery merekomendasikan memilih suplemen minyak ikan yang mengandung rasio EPA dan DHA yang tinggi, dua jenis omega-3 yang berbeda.

    “Rasio EPA dan DHA yang tepat tampaknya sekitar empat banding satu,” katanya. Carilah produk yang memiliki jumlah EPA dan DHA dua kali lipat — dua jenis utama omega-3.

    Baca: Penyintas ADHD potensial melakukan perilaku berisiko

    Manfaat Zinc/Seng untuk Impulsif ADHD
    Beberapa penelitian menunjukkan bahwa penderita ADHD secara alami memiliki kadar zinc/seng yang lebih rendah. Mengonsumsi suplemen zinc dapat mengurangi hiperaktif dan impulsif, namun tidak mengurangi perhatian.

    Namun, kadar zinc yang tinggi mungkin berbahaya. Newmark menyarankan agar anak-anak dengan ADHD mengonsumsi tidak lebih dari 20 miligram setiap hari.

    Zat besi untuk Perilaku Lebih Baik
    Beberapa ahli percaya bahwa kekurangan zat besi dapat menyebabkan gejala ADHD. Sebuah penelitian tahun 2008 menunjukkan, anak-anak yang tidak mengalami anemia namun memiliki kadar feritin rendah (protein yang diperlukan untuk menyimpan zat besi dalam darah) menunjukkan perbaikan gejala setelah mengonsumsi suplemen zat besi selama 12 minggu.

    Sebelum memulai suplemen zat besi, Newmark menyarankan Anda berbicara dengan dokter Anda atau dokter anak Anda tentang pemeriksaan kadar zat besi terlebih dahulu: Kadar zat besi yang tinggi bisa berbahaya.

    Magnesium untuk Relaksasi dan Tidur
    Kadar magnesium yang sehat dalam darah dapat membantu menenangkan penderita ADHD. Beberapa penelitian kecil menunjukkan bahwa menambahkan suplemen magnesium mengurangi beberapa gejala ADHD.

    Magnesium tentu saja membantu tidur dan relaksasi – tantangan besar bagi orang dewasa dan anak-anak penderita ADHD

    Vitamin C untuk dopamin
    Vitamin C penting dalam memodulasi neurotransmitter dopamin sinapsis di otak, kata Hallowell. Stimulan ADHD efektif karena meningkatkan kadar dopamin di otak.

    Catatan khusus: Jangan mengonsumsi vitamin C dalam waktu satu jam sebelum atau sesudah mengonsumsi obat ADHD. Asam askorbatnya mencegah obat diserap sepenuhnya dalam aliran darah.

    Melatonin untuk tidur
    Melatonin adalah hormon alami yang diproduksi dalam tubuh kita untuk membantu kita tidur. Ketika kita mematikan televisi, meredupkan lampu, dan bersiap untuk tidur, tubuh kita memproduksi melatonin dan kita menjadi mengantuk.

    Namun pada penyintas ADHD, otak yang berpacu sering kali dapat mengganggu tidur. Suplemen melatonin dapat membantu dan aman dikonsumsi. Selalu mulai dengan dosis sekecil mungkin.

    Dan pada akhirnya, bicarakan dengan dokter anda sebelum mengonsumsi suplemen apa pun. Ketika dokter Anda bertanya apakah Anda sedang mengonsumsi obat apa pun, pastikan untuk memberi tahu dia tentang semua vitamin dan suplemen yang Anda konsumsi setiap hari.