Tag: adili jokowi

  • Para Tokoh Nasional Berkumpul Dalam Silaturahmi Kebangsaan, Desak untuk Adili Jokowi

    Para Tokoh Nasional Berkumpul Dalam Silaturahmi Kebangsaan, Desak untuk Adili Jokowi

    7cloud.asia – Sejumlah tokoh nasional berkumpul dalam acara silaturahmi kebangsaan yang digelar di Hotel Gren Alia, Jakarta Pusat pada Senin (14/10/2024) siang mendesak agar Presiden Jokowi segera diadili.

    Dalam konferensi persnya, Ketua Panitia Silaturahmi Kebangsaan, Faizal Assegaf menjelaskan begitu banyak kasus-kasus yang melibatkan Jokowi selama menjadi presiden 10 tahun.

    Diantaranya kasus keputusan Mahkamah Konstitusi nomor 90 yang meloloskan anaknya, Gibran Rakabuming Raka menjadi calon wakil presiden.

    Baca: Pengamat asing sebut satu dekade Jokowi meruntuhkan demokrasi

    “Karena itu, kami akan membuat kongres adili Jokowi pada 18 oktober. Kami akan mengumpulkan rakyat dalam jumlah yang banyak, mengumpulkan mahasiswa dalam jumlah yang banyak datang ke kongres adili Jokowi untuk semua membacakan seluruh kasus-kasus selama 10 tahun pemerintah Jokowi,” jelas Faizal.

    Hal senada juga diungkapkan oleh Managing Director Political Economy and Policy Studies (PEPS), Anthony Budiawan yang juga hadir dalam acara ini.

    Dia menjelaskan selama 10 tahun pemerintahan Jokowi, Indonesia mengalami kehancuran dan kemunduran.

    “Selama dipimpin Jokowi selama 10 tahun, negara ini mengalami kehancuran. Kerusakan itu bukan tidak disengaja, melainkan disengaja secara sadar oleh Jokowi,” jelas Prof. Anthony Budiawan.

    Baca: Jokowi lempar tanggung jawab kelanjutan pembangunan IKN ke Prabowo

    Karena itu, setelah 20 Oktober dia mendesak Jokowi segera ditangkap, diproses hukum atas berbagai macam kesalahannya, agar kehidupan berbangsa dan bernegara kembali normal.

    Acara ini sebelumnya beberapa kali sempat berpindah-pindah tempat. Awalnya silaturahmi kebangsaan ini akan digelar di Balai Sudirman, namun dibatalkan secara sepihak. Kemudian berpindah ke Gedung Bidakara dan kembali dibatalkan sepihak oleh pihak gedung.

    Hingga akhirnya pindah ke Hotel Gren Alia hanya untuk melakukan konferensi pers. “Ada semacam tangan-tangan kekuasaan yang digerakkin untuk membuat kelompok asosiasi jasa publik diantaranya restoran dan hotel ada kekhawatiran. Kemudian muncul pemberitaan di luar yang membuat teror di ruang publik kelompok pasukan berani mati pembela Jokowi,” terang Faizal.

    Baca: Proyek pembangunan selama 10 tahun pemerintahan Jokowi merusak kemampuan adaptasi rakyat

    “Kami meminta kepada pemerintahan Jokowi yang sisa beberapa hari untuk berhenti menggunakan premanisme, pendekatan politik jaringan pembunuh bayaran untuk membunuh aspirasi rakyat, membunuh hak konstitusi rakyat,” lanjutnya.

    Para tokoh nasional yang hadir dalam acara ini diantaranya pakar hukum tata negara, Dr. Refly Harun, SH, mantan ketua MPR, Amien Rais, pakar telematika, Roy Suryo, mantan jurnalis, Rahma Sarita, dan lain-lain.

     

  • Coretan Adili Jokowi Muncul di Sejumlah Kota: Ekspresi Ketidakpuasan Publik pada Sepak Terjang Jokowi

    Coretan Adili Jokowi Muncul di Sejumlah Kota: Ekspresi Ketidakpuasan Publik pada Sepak Terjang Jokowi

    7cloud.asia – Coretan dinding bertuliskan kalimat ‘Adili Jokowi’ bermunculan di sejumlah sudut kota di Indonesia dalam beberapa hari terakhir.

    Coretan dinding bertuliskan Adili Jokowi ini antara lain ditemukan di kota Yogyakarta, Medan (Sumatra Utara), Solo (Jawa Tengah), Surabaya (Jawa Timur) dan Jakarta.

    Coretan bertuliskan ‘Adili Jokowi’ muncul di sejumlah titik di kota Solo, Selasa (4/2/2025) sore. Diketahui Solo merupakan kampung sekaligus tempat tinggal mantan presiden Jokowi setelah lengser.

    Coretan Adili Jokowi tersebut muncul di sejumlah lokasi yang terbilang sepi dan jauh dari pemukiman penduduk seperti di jalan Samratulangi, Manahan, Solo, seperti dilansir Tribunnews.com.

    Tulisan berwarna hitam yang dibubuhkan pada pagar seng sebuah bangunan kosong tersebut berada cukup jauh dari pemukiman.

    Setidaknya di lokasi tersebut terdapat dua tulisan ‘Adili Jokowi’ dengan tinta warna hitam dan berjarak beberapa meter antar tulisan.

    Baca: Sejumlah Program Strategis Nasional warisan Jokowi akan dievaluasi

    Selain itu, coretan Adili Jokowi juga ditemukan di jalan Prof Dr Soeharso, Kecamatan Laweyan tak jauh dari kantor Samsat Kota Solo.

    Tulisan ‘Adili Jokowi’ di lokasi tersebut juga dibubuhkan pada pagar seng sebuah lahan kosong dengan menggunakan tinta kombinasi warna oranye dan hitam.

    Seperti coretan serupa di jalan Samratulangi. Tulisan ‘Adili Jokowi’ di lokasi ini juga berada lumayan jauh dari keramaian penduduk

    Di Yogyakarta, ditemukan paling tidak 15 coretan Adili Jokowi coretan di 7 titik lokasi, salah satunya ada di kawasan Puro Pakualaman.

    Coretan Adili Jokowi ini dibuat dengan menggunakan cat semprot berwarna merah, hitam, dan putih itu tertulis di tembok dan halte bus Trans Jogja.

    Pembuat coretan tersebut belum diketahui. Kabid Penegakan Peraturan Perundang-undangan Satpol PP Kota Yogyakarta, Dodi Kurnianto, mengatakan pihaknya akan melakukan upaya pencegahan maupun penegakan aturan.

    Baca: Skema Proyek Strategis Nasional jadi sumber pelanggaran HAM

    Di dunia maya, tagar #AdiliJokowi juga bertebaran di linimasa media sosial menyusul terungkapnya kasus pagar laut di Tangerang yang diduga terkait dengan PSN PIK 2 yang diwariskan Jokowi.

    Coretan Adili Jokowi makin marak, namun siapa yang membuat dan apa motifnya masih misterius. Adakah makna dari adanya coretan Adili Jokowi yang tersebar tersebut secara politik?

    Menanggapi hal itu, Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO), Dedi Kurnia Syah menilai, adanya coretan dinding tersebut merupakan sebuah ekspresi ketidakpuasan publik terhadap Jokowi.

    Adanya hal itu, kata dia, bisa dimaknai sebagai sinyal ketidakpuasan publik dengan sepak terjang Jokowi baik selama menjabat maupun setelah lengser.

    Cawe-cawe Jokowi baik di Pilpres 2024 maupun Pilkada 2024 menjadi salah satu pemicu ketidakpuasan terhadap Jokowi. Apalagi kemudian OCCRP menobatkan Jokowi sebagai salah satu pemimpin terkorup di dunia.

    Terungkapnya berbagai kasus yang diduga melibatkan Jokowi seperti pembuatan pagar laut dan pengkavlingan ruang laut di Tangerang juga menjadi pemicu.

    Apalagi hingga saat ini, aparat penegak hukum belum menunjukkan keseriusan dalam menangani berbagai kasus yang menciderai keadilan masyarakat.

  • Aksi Indonesia Gelap Digelar BEM SI Hari Ini, Menuntut Jokowi Diadili

    Aksi Indonesia Gelap Digelar BEM SI Hari Ini, Menuntut Jokowi Diadili

     

    7cloud.asia – Sekitar 5000 mahasiswa dari Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) akan menggelar aksi unjuk rasa bertajuk Indonesia Gelap secara serentak di berbagai daerah pada Senin (17/2/2025).

    “Dari laporan konsolidasi kami kemarin ada lima ribuan lebih akan turun dalam aksi Indonesia Gelap,” kata Koordinator Pusat BEM SI, Herianto seperti dikutip IDN Times, Senin (17/2/2025).

    Demo bertajuk Indonesia Gelap itu digelar sebagai bentuk protes terhadap berbagai kebijakan pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming.

    Di Jakarta, aksi “Indonesia Gelap” ini akan dipusatkan di Patung Kuda Arjuna Wijaya, yang terletak tak jauh dari Istana Negara.

    Setidaknya ada tujuh tuntutan aksi Indonesia Gelap yang digelar BEM SI sepanjang pekan ini, termasuk desakan untuk menangkap dan mengadili mantan Presiden Jokowi.

    Baca: Coretan Adili Jokowi muncul di sejumlah kota

    Berikut tujuh tuntutan aksi Indonesia Gelap yang digelar BEM SI:
    Pertama, mendesak agar Prabowo mencabut Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2025 tentang Efisiensi Belanja dalam Pelaksanaan APBN dan APBD Tahun Anggaran 2025.

    Kedua, transparansi status pembangunan.

    Ketiga, transparansi keseluruhan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

    Keempat, tolak Revisi UU Mineral dan Batubara (Minerba).

    Kelima, tolak upaya menghidupkan kembali dwifungsi TNI.

    Keenam, tangkap dan adili Jokowi.

    Ketujuh, sahkan RUU Perampasan aset.

    Baca: Sejumlah Program Strategis Nasional warisan Jokowi akan dievaluasi

    Herianto menjelaskan, BEM SI menilai bahwa situasi bangsa saat ini mengkhawatirkan.

    “Bersama surat ini kami ingin menyerukan rapatkan barisan dan menyampaikan kepada BEM SI mengenai situasi bangsa kita hari ini makin gelap kebijakannya yang hari demi hari makin mencengkam dan menyengsarakan rakyat,” demikian surat instruksi terkait aksi yang dibagikan Herianto.

    BEM SI menegaskan, UUD 45 dan Pancasila harus di implementasikan dengan sebenar-benarnya demi kesejahteraan rakyat Indonesia

    “Oleh karena itu saatnya #AdiliJokowi dan evaluasi total kabinet merah putih yang berada di bawah pimpinannya Prabowo-Gibran,” lanjut surat tersebut.

    Dalam surat itu juga dijelaskan, aksi Indonesia Gelap akan digelar selama beberapa hari di tingkat daerah maupun skala nasional. Rencananya BEM SI menyelenggarakan aksi di daerah pada Senin, 17 Februari 2025, dan Selasa, 18 Februari 2025.

    Lalu, aksi yang terpusat di tingkat nasional rencana digelar pada Rabu, 19 Februari 2025, atau Kamis, 20 Februari 2025.

    Baca: Tipe korupsi yang diduga dilakukan Jokowi