Tag: asap

  • KLHK Ancam Hukuman Berat Bagi Pelanggar Emisi Udara

    KLHK Ancam Hukuman Berat Bagi Pelanggar Emisi Udara

    7cloud.asia – Berbagai upaya dilakukan pemerintah pusat maupun pemerintah provinsi DKI Jakarta agar kualitas udara membaik. 

    Di antaranya penegakan hukum berupa sanksi bagi pelanggar emisi udara.

    Hukuman penjara dan denda hingga miliaran siap menanti siapapun yang emisi udara nya melanggar baku mutu udara. Hal ini dilakukan agar kualitas udara Jakarta membaik.

    “Di bawah UU Lingkungan Hidup, melanggar baku mutu udara bisa berujung pada hukuman yang serius,” ucap Direktur Jenderal Penegakan Hukum (Gakkum) KLHK, Rasio Ridho Sani seperti yang dikutip Antaranews.

    Baca: Menghijaukan kembali Jakarta dengan ruang terbuka hijau

    Para pelanggar emisi udara, lanjut Rasio dapat dikenai hukuman pidana hingga tiga tahun penjara dan denda mencapai Rp3 miliar.

    Dari 504 jumlah kegiatan usaha yang ada di Jabodetabek, sebanyak 59 di antaranya mempunyai emisi udara yang tinggi.

    Sedangkan 49 jenis kegiatan usaha menggunakan pembangkit listrik sendiri dengan pembakaran batu bara.

    Rasio menyebutkan pihaknya mengidentifikasi 45 perusahaan yang berpotensi mencemari udara.

    Baca: DKI Jakarta akan tambah 800 ruang terbuka hijau

    Sebanyak 21 perusahaan diantaranya telah diberikan sanksi tegas berupa penyegelan dan pemasangan palang penghentian usaha.

    Selain itu terdapat sembilan sanksi administrasi yang telah diberlakukan serta dua Pulbaket dan 26 perusahaan dalam proses sanksi administrasi dan 10 dalam pengawasan.

    Hal ini, kata Rasio, sesuai dengan Pasal 22 angka 17, Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2023.

    “Menteri memiliki kewenangan untuk melakukan pengawasan terhadap ketaatan penanggung jawab usaha dan/atau kegiatan yang telah memperoleh izin dari pemerintah daerah,” urai Rasio.

    Baca: Tilang uji emisi dibatalkan

    Sanksi yang diberlakukan bagi pelanggar aturan emisi udara ermacam-macam bentuknya.

    Mulai dari sanksi administratif yakni penghentian kegiatan, paksaan pemerintah, dan bahkan pembekuan atau pencabutan izin usaha serta sanksi hukum pidana.

    “Ada juga opsi gugatan perdata yang dapat mengakibatkan tuntutan ganti rugi dan pemulihan lingkungan,” jelasnya.

    Penerapan hukum pidana penjara dan denda biasanya diberlakukan untuk kasus yang lebih serius. Selain itu, ada pidana tambahan untuk korporasi yang terbukti melakukan pelanggaran yang merugikan lingkungan.

    Baca: Untuk atasi poluis udara Pemprov DKI Jakarta bisa belajar dari China

    Selain menindak tegas pelanggar emisi udara, KLHK bersama dengan BRIN, BMKG dan BNPB juga telah melakukan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) di wilayah Jakarta dan sekitarnya.

    Dengan demikian, KLHK berharap kondisi udara di Jakarta dapat membaik dengan tingkat polusi yang rendah.

    Reporter: Nurakhmayani

  • Palembang Diselimuti Kabut Asap, Jam Sekolah Berubah

    Palembang Diselimuti Kabut Asap, Jam Sekolah Berubah

     

    7cloud.asia – Kabut asap masih menyelimuti Kota Palembang sehingga membuat kualitas udara di Palembang sangat tidak sehat. Dinas Pendidikan (Disdik) Palembang mengubah jam masuk sekolah siswa.

    Dalam surat edaran Disdik Palembang No 420/3409/2023 tentang Perubahan Jadwal Belajar Mengajar sebagai dampak buruk bahaya kabut asap, ada 4 poin yang berubah.

    Diantaranya jam masuk masuk sekolah berubah pukul 09.00 WIB dan meniadakan aktivitas luar ruangan seperti, upacara, olahraga hingga ekstrakurikuler.

    Baca; Mengapa Gerakan 30 September punya nama beragam

    Melansir Tribun Sumsel, Kepala Disdik Kota Palembang, Ansori menjelaskan keputusan tersebut merupakan hasil rapat bersama antara Pemkot Palembang dan stakeholder terkait jam belajar mengajar di sekolah pada Jumat (29/9/2023).

    Ansori menjelaskan seluruh Satuan Pendidikan Tingkat SPNF SKB / TK / SD / SMP Negeri / Swasta Sederajat di Kota Palembang mengurangi waktu setiap Jam Pelajaran (JP) di sekolah masing- masing dikurangi 10 menit.

    “Belajar disekolah dimulai Pukul 09.00 Wib dan tidak diadakan kegiatan diluar ruangan, seperti jam istirahat dihilangkan, upacara, olahraga maupun ekstrakulikuler maupun kegiatan lainnya,” jelas Ansori.

    Baca: Membaca pemikiran Kartini

    Tidak hanya jam belajar yang berubah. Dalam surat edaran tersebut, Disdik juga meminta kepada seluruh warga sekolah untuk tetap memakai masker selama diluar ruangan.

    Mengingat, kewaspadaan dan Kesiapsiagaan Dampak Buruk Kabut Asap dan Kewaspadaan Dini Dengue Terkait Perubahan Iklim El Nino.

    “Kebijakan ini berlaku mulai 30 September 2023 sampai dengan ditetapkan ketentuan berikutnya,” katanya.

    Baca: Kekeringan di Bali meluas

    Sementara itu, Gubernur Sumsel Herman Deru mengatakan, belum ada peningkatan status Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla).

    “Dalam waktu dekat kita akan adakan salat istisqa,” kata Herman.

    Berdasarkan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) di Kota Palembang kualiras udara di Palembang pada Rabu (27/9/2023) pagi hari masih di atas 200 mikro gram per meter kubik.

    Baca: Kebakaran lahan akibat El Nino harus dibayar mahal

    Kondisi udara seperti ini masuk dalam kategori sangat tidak sehat.

    “Saat ini kategori udara di kota Palembang sangat tidak sehat masih diatas 200,” kata Kepala Seksi Pengendalian Pencemaran DLHP Provinsi Sumsel Rezawahya.

    Reporter: Nurakhmayani

  • Kabut Asap Pekat, Jam Kerja ASN Berubah  

    Kabut Asap Pekat, Jam Kerja ASN Berubah  

     

    7cloud.asia – Asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kini masih menyelimuti berbagai wilayah di Kalimantan Tengah. Mulai hari ini, Senin (02/10/2023) pemprov Kalimantan Tengah mengubah jam kerja bagi aparatur sipil negara.

    Hal ini dikatakan Sekretaris Daerah Pemprov Kalteng, Nuryakin untuk mengantisipasi dampak  buruk akibat asap yang kian pekat.

    “Jam kerja pegawai diundur menjadi masuk pukul 08:00 WIB dan pulang tetap pada pukul 15:30 WIB,” ujar Nuryakin seperti dikutip Antaranews.

    Normalnya jam masuk kerja di Pemprov Kaltim pada pukul 07.00 WIB. Padahal asap pekat sering menyelimuti Kota Palangka Raya pada pagi hari. Kondisi ini dikhawatirkan dapat mengganggu kesehatan.

    Selanjutnya Nuryakin menjelaskan keputusan ini diambil seiring dengan kualitas udara yang buruk akibat banyaknya titik kebakaran hutan dan lahan.

    Kualitas udara yang tidak sehat dapat mengakibatkan gangguan kesehatan pada masyarakat termasuk ASN, seperti infeksi saluran pernapasan atas (ISPA) dan penyakit lainnya.

    Keputusan ini dituangkan dalam Surat Edaran (SE) Sekretaris Daerah Nomor: 800/352/IV.1/BKD tanggal 29 September 2023 yang menyampaikan terkait perubahan jam kerja ASN dan tenaga kontrak di lingkup Pemprov Kalteng.

    Sementara jam kerja untuk lingkungan rumah sakit umum daerah maupun UPT kesehatan akan diatur tersendiri oleh kepala daerah masing-masing agar tidak mengganggu kualitas pelayanan publik.

    “Para ASN dan tenaga kontrak kami imbau untuk mengurangi kegiatan di luar ruangan, termasuk senam kesehatan jasmani setiap Jumat untuk sementara ini,” ucapnya.

    Selain mengurangi jam kerja, pihaknya juga mengimbau pelaksanaan apel pagi dan sore serta upacara Senin maupun apel gabungan ditiadakan selama kondisi darurat kebakaran hutan.

    Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik, pada  Badan Penanggulangan Bencana dan Pemadam Kebakaran (BPBPK) Kalteng, Alpius Patanan mengatakan pihaknya telah melakukan berbagai upaya untuk memadamkan api.

    Menurut Alpius, mereka terus memperbaiki metode penanganan karhutla. Caranya, melalui -pemantapan manajemen posko penanganan karhutla, memperkuat patroli pencegahan dan pengawasan di area rawan.

    Selain itu pihaknya juga memperkuat respon cepat pemadaman di area prioritas, dan pemadaman lanjutan mopping up lebih pagi pada lokasi terbakar yang belum tuntas dipadamkan.

    Repoter: Nurakhmayani 

     

     

     

  • Menteri Siti Nurbaya Bantah Ada Asap Karhutla Melintas Batas ke Malaysia

    Menteri Siti Nurbaya Bantah Ada Asap Karhutla Melintas Batas ke Malaysia

    7cloud.asia – Asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menyelimuti sejumlah wilayah di Indonesia. Namun, tidak ada asap lintas batas hingga ke Malaysia.

    Penegasan ini disampaikan oleh Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Siti Nurbaya dalam rilisnya Senin (02/10/2023) menanggapi kantor berita asing soal karhutla di Indonesia jadi sumber asap di Malaysia.

    “Kita terus mengikuti perkembangan (karhutla) dan  tidak ada transboundary haze ke Malaysia,” kata Siti.

    Selanjutnya Siti menjelaskan berkenaan dengan peta citra asap lintas batas, dirinya mendapat laporan sandingan peta citra sebaran asap dari dua lembaga.

    Baca: gegara kabut asap, jam kerja ASN berubah

    Yaitu Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) dan The ASEAN Specialised Meteorological Centre (ASMC).

    Periode tanggal 28 hingga 30 September 2023 serta sampai dengan kemarin (Minggu, 01/10/2023) sore pukul 16.00. Tidak ada transboundary haze (asap menyeberang).

    Berdasarkan hasil pantauan ASMC, selama beberapa hari tersebut asap terpantau moderate hingga pekat di sejumlah wilayah di Sumatera dan Kalimantan. 

    Pada hari Minggu mulai pekat di Kalimantan Tengah dan Sumatera Selatan, meski begitu, terpantau bahwa tidak terjadi asap lintas batas.

    Baca: Karhutla picu kabut asap, warga diimbau kenakan masker

    ASMC merupakan program kolaborasi regional di antara National Meteorological Services (NMSs) negara-negara anggota ASEAN.

    ASMC diselenggarakan di bawah Layanan Meteorologi Singapura, National Environment Agency of Singapore.

    Sementara, data BMKG berdasarkan pantauan satelit Himawari, citra sebaran asap wilayah Indonesia pada tiga hari tersebut terdeteksi asap di sejumlah wilayah di Sumatera dan Kalimantan.

    Arah angin di Indonesia pada umumnya dari Tenggara ke Barat Laut-Timur Laut. Tidak terdeteksi adanya asap lintas batas.

    Baca: Butuh langkah komprehensif untuk atasi polusi udara di Indonesia

    “Jadi jelas yah, keduanya menyatakan tidak ada asap lintas batas,” ujar Menteri Siti. 

    Pada kesempatan itu, Siti menyampaikan tim gabungan tengah berjibaku di lapangan untuk pemadaman darat di Sumsel, Kalteng dan Kalsel.

    Selain itu, beberapa daerah di Sumatera dan Kalimantan, termasuk sebagian juga di Jawa juga tengah dilakukan upaya pemadaman.

    Diantaranya dengan melakukan pemadaman darat dan water bombing. Demikian pula Teknik Modifikasi Cuaca (TMC) mulai dilakukan sejak kemarin.

    Siti memaparkan pihaknya kini terus berupaya mengatasi kebakaran karhutla tersebut.

    Tercatat hingga Senin (02/10/2023) sebanyak 203 perusahaan mendapatkan peringatan.

    Selain itu 20 perusahaan sudah disegel karena kebakaran, diantaranya anak perusahaan Malaysia.

    Reporter: Nurakhmayani  

     

  • Marak Polusi Udara, Mahasiswa UGM Ciptakan Alat Pengasapan Rendah Polusi

    Marak Polusi Udara, Mahasiswa UGM Ciptakan Alat Pengasapan Rendah Polusi

    7cloud.asia – Lima mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) membuat inovasi dengan mengembangkan teknologi berupa alat pengasapan ikan lele yang rendah polusi.

    “Alat ini dibuat untuk membantu meningkatkan produksi, kualitas, umur simpan, serta pengurangan polusi udara saat pengasapan ikan lele,” kata Ketua tim pengembang alat, Dinda Iffana Silma di Yogyakarta, Selasa (03/10/2023).

    Dia menjelaskan pengembangan alat berawal dari keprihatinan terhadap persoalan Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) Wono Mina Sari, Desa Banyusari, Kecamatan Tegalrejo, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah terkait pengasapan ikan lele.

    “Lele asap ini permintaan cukup tinggi. Sayangnya pokdakan di Magelang ini melakukan pengasapan dengan cara konvensional dan alat seadanya yang membutuhkan durasi pengasapan lama,” jelas mahasiswa Teknik Kimia UGM ini. 

    Tim ini terdiri dari Ademas Alam Pangestu (mahasiswa Teknologi Rekayasa Instrumentasi dan Kontrol UGM), Rakha Naufal Flazui Handoko (Teknik Mesin), Irvan Gibran (Teknik Kimia), dan Nabila Hasna Karimah (Teknik Industri).

    Mereka berusaha mencari solusi dengan membuat alat pengasapan ikan lele. 

    Alat itu dikembangkan dengan pendanaan Program Kreativitas Mahasiswa Penerapan IPTEK (PKM-PI) Kemendikbudristek 2023.

    Dinda mengungkapkan proses pengasapan ikan lele yang digunakan pokdakan Magelang berbasis serabut kelapa dan kayu sebagai bahan bakar untuk menghasilkan asap.

    Alat yang digunakan pun berupa drum bekas dengan tutup yang kurang rapat sehingga proses tersebut menyebabkan durasi pengasapan menjadi lama yakni 8 jam dengan kapasitas 5 kg sekali produksi.

    Nabila Hasna Karimah menambahkan proses produksi yang lama membuat ikan lele asap berwarna gelap dan mudah gosong sehingga kurang menarik.

    “Proses produksi yang lama menyebabkan borosnya bahan bakar yang dikonsumsi dan sulitnya memenuhi permintaan pasar,” katanya. 

    Selain itu proses pengasapan lele menghasilkan limbah asap yang mencemari lingkungan dan produk lele asap yang dihasilkan berumur simpan yang pendek.

    “Produk lele asap yang dihasilkan mitra mempunyai umur simpan lele asap hanya 3 hari saja. Namun dengan implementasi teknologi yang kami kembangkan umur simpannya bisa bertambah hingga 5 hari,” jelasnya.

    Dinda memaparkan dengan alat ini bisa meningkatkan kuantitas produksi mencapai 30 kilogram dalam sekali produksi. Selain itu waktu produksi bisa menjadi lebih singkat dari yang semula sekali produksi membutuhkan waktu delapan jam menjadi 2-4 jam saja.

    Rakha kemudian menambahkan bahwa proses pengasapan yang dilakukan lebih cepat dengan kapasitas enam kali lipat dari sebelumnya serta dijalankan dengan suhu yang konstan.

    Pengasapan yang cepat dengan suhu konstan ini menerapkan alat pengasapan yang lebih tertutup disertai banyaknya cerobong asap.

    Cerobong asap berasal dari tempat bahan bakar yang terhubung menuju lele sehingga memudahkan transfer massa dan panas asap langsung menuju ke lele.

    “Asap hasil pengasapan akan diolah menjadi asap cair grade satu dengan menerapkan teknologi distilasi bertingkat yang dapat dimanfaatkan sebagai pengawet lele asap dan produk tambahan bagi mitra. Asap cair dapat meningkatkan umur simpan lele asap menjadi lebih tahan lama serta penampilan lele menjadi lebih menarik,” urainya.

    Sumber: Antaranews

  • Walhi Desak Pemprov DKI Jakarta Hentikan Izin Pembangunan PLTU Baru

    Walhi Desak Pemprov DKI Jakarta Hentikan Izin Pembangunan PLTU Baru

    7cloud.asia – Masalah polusi udara di Jakarta masih belum tuntas diselesaikan  Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) meminta Pemerintah Provinsi DKI menghentikan izin pembangunan pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) baru.

    “Dinas Lingkungan Hidup DKI harus mendorong upaya lebih luas seperti penutupan PLTU dan penghentian izin pembangunan PLTU baru,” ujar Pegiat Kampanye Polusi dan Perkotaan Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Abdul Ghofar.

    Dilansir Antaranews, Ghofar mewakili Walhi menegaskan pemerintah seharusnya terus melakukan upaya berkelanjutan untuk mengurangi polusi udara dari berbagai sektor.

    Pemerintah harus melakukan penutupan operasi PLTU, penegakan hukum bagi industri pencemar dan lainnya.

    Baca Juga: Daftar PLTU Batubara yang Mangkrak dan Layak Dibatalkan Demi Lingkungan

    Tidak hanya itu, Walhi juga mendesak pemerintah agar menghentikan pembangunan PLTU baru yang terutama berada di sekitar Jabodetabek.

    “Memang PLTU tersebar di Pelabuhan Ratu, Merak dan Serang, namun ada juga banyak yang berada di kawasan industri dan punya kontribusi terhadap pencemaran udara di Jakarta,” jelasnya. 

    Walhi menyadari wewenang Dinas Lingkungan Hidup DKI memang terbatas area administratif, namun diharapkan mampu berfokus pada upaya penegakan hukum pada industri pencemar yang berada di Jakarta.

    Selanjutnya Ghofar menjelaskan upaya yang dilakukan oleh Pemrov DKI dalam mengatasi polusi udara belum maksimal.

    Baca Juga: Ombudsman: Butuh Langkah Komprehensif untuk Atasi Polusi Udara

    Termasuk pemasangan sebanyak 109 pengabut air (water mist) di sejumlah gedung swasta yang diklaim efektif dalam mengatasi polusi udara.

    Menurut Ghofar, water mist tersebut belum berdampak efektif mengurangi atau mengendalikan polusi udara di Jakarta dan sekitarnya.

    “Penerapan ‘water mist’ belum teruji efektif dan sebaiknya tidak dipaksakan lebih lanjut,” katanya.

    Karena itu, lanjut Ghofar, Pemprov DKI sebaiknya berfokus pada solusi pengurangan polusi, dibanding berkutat pada upaya pengendalian polusi yang belum terbukti efektif.

    Baca Juga: Relokasi Warga Rempang Ditunda, DPR: Investasi Tak Boleh Singkirkan Warga

    Berdasarkan pemantauan IQAir maupun ISPU (Indeks Standar Pencemaran Udara), kualitas udara di Jakarta dalam seminggu terakhir masuk dalam kategori tidak sehat.

    Seperti yang diberitakan sebelumnya, Pemprov DKI Jakarta terus melakukan operasi pengawasan cerobong pabrik.

    Hal ini dilakukan dalam rangka mewujudkan provinsi rendah emisi pada 2030 sesuai Keputusan Gubernur (Kepgub) Nomor 576 tahun 2023.

    “Kami rutin memeriksa cerobong industri yang berpotensi sebagai sumber pencemar udara di Jakarta. Jadi, pengawasan harus menyeluruh terutama industri-industri yang masih memanfaatkan batubara sebagai bahan bakar,” jelas Kepala Dinas Lingkungan Hidup (LH) DKI Jakarta, Asep Kuswanto.

    Reporter: Nurakhmayan

  • Hindari ISPA, BPBD Riau Imbau Masyarakat Banyak Minum Air Putih

    Hindari ISPA, BPBD Riau Imbau Masyarakat Banyak Minum Air Putih

    7cloud.asia – Sejumlah wilayah di Kepulauan Riau (Kepri) diselimuti kabut asap. Masyarakat diimbau untuk memperbanyak konsumsi air putih agar terhindar dari infeksi saluran pernapasan atas (ISPA).

    Imbauan ini disampaikan oleh Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kepulauan Riau, Muhammad Hasbi menyikapi kabut asap kiriman dari Sumatera.

    “Perbanyak minum air putih agar terhindar dari ISPA akibat asap kiriman yang sudah masuk di beberapa wilayah di Kepri,” kata Muhammad Hasbi seperti yang dikutip Antaranews.

    Selanjutnya Hasbi menjelaskan ada beberapa daerah yang sudah terdampak kabut asap kiriman dari Sumatera, yaitu Kota Batam, Kota Tanjungpinang, Kabupaten Bintan.

    Data dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, kualitas udara di tiga daerah tersebut masuk kategori tidak sehat dengan nilai indeks standar pencemaran udara (ISPU) pada siang hari mencapai 123 hingga 126.

    “Untuk tiga daerah itu, kualitas udaranya sekarang sudah masuk kategori awas. Sedangkan daerah lainnya masih aman,” ungkapnya.

    Kabut asap kiriman ini, lanjut Hasbi, juga mempengaruhi jarak pandang. Di daerah Batam, Tanjungpinang dan Bintan, jarak pandang tidak sampai 5 kilometer. Padahal normalnya sekitar 10 km.

    “Batam itu hari ini jarak pandangnya 4,5 km, Tanjungpinang dan Bintan 4 km. Untuk daerah lainnya di atas 6 km semua,” jelasnya.

    Dinas Lingkungan Hidup Kota Batam, Kepri menyebutkan kualitas udara di kota itu pada Sabtu (07/10/2023) masuk dalam kategori tidak sehat.Masyarakat diimbau untuk menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan.

    Kepala Bidang Perlindungan Lingkungan Hidup DLH Kota Batam, IP mengatakan imbauan ini juga ditujukan untuk masyarakat berisiko tinggi yaitu asma, lansia, anak-anak, serta ibu hamil.

    “Pagi ini nilai ISPU kita 111, masuk kategori tidak sehat atau warna kuning. Saatnya gunakan masker untuk aktivitas di luar, terutama bagi yang beresiko tinggi memiliki asma, lansia, anak-anak, ibu hamil,” jelas IP.

    Seperti yang diwartakan sebelumnya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terjadi di beberapa wilayah di Sumatera dan Kalimantan sejak beberapa bulan yang lalu.

    Hal ini merupakan dampak dari fenomena El Nino yang menyebabkan musim kemarau berkepanjangan.

    Akibatnya kabut asap menyelimuti kota Batam, kota Tanjungpinang dan Kabupaten Bintan.

    Reporter: Nurakhmayani

     

  • Mahfud Bantah Indonesia Kirim Kabut Asap ke Negara Tetangga

    Mahfud Bantah Indonesia Kirim Kabut Asap ke Negara Tetangga

    7cloud.asia – Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD membantah ada kiriman kabut asap ke negara tetangga akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

    “Tidak ada kiriman asap seperti yang disampaikan oleh beberapa pihak atau seperti yang terjadi setiap tahun di masa lalu. Sekarang tidak ada lagi,” jelas Mahfud yang dikutip Antaranews.

    Memang, jika dibandingkan dengan dua tahun sebelumnya, tahun ini ada peningkatan titik panas (hot spot). Tetapi karhutla yang terjadi lebih kecil dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

    Baca: Modifikasi cuaca dilakukan di daerah berpotensi terjadi karhutla

    Hal ini akibat adanya fenomena El Nino yang membuat musim kemarau menjadi lebih lama dan beberapa daerah mengalami cuaca panas ekstrem.  

    “Jika dibandingkan dengan El Nino pada tahun 2019 yang lalu, karhutla pada tahun ini masih lebih kecil dan terkendali. Kita akan terus memonitoring hot spot yang meningkat, meskipun tidak selamanya hot spot menjadi fire spot,” urainya.

    Selanjutnya Mahfud mengatakan berbagai upaya dilakukan pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten untuk mengatasi karhutla.terutama di daerah-daerah yang sebaran titik panasnya luas.

    Baca: Karhutla terjadi di mana-mana, semua pihak diminta turun membantu

    Di antaranya dengan melakukan patroli terpadu, baik Polri, dinas terkait, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dan pihak swasta dengan terus memantau titik panas.

    “Operasi darat akan diutamakan dan di maksimalkan, karena operasi udara pesawat kita terbatas,” ujarnya.

    Selain itu, pemerintah juga melakukan teknologi modifikasi cuaca (TMC) dan water bombing di bawah koordinasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

    Baca: Karhutla di Ciremai hanguskan ratusan hektare lahan

    Sebelumnya, Kementerian Luar Negeri RI mendapat tawaran bantuan dari pemerintah Malaysia untuk menangani masalah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia.

    Tawaran itu disampaikan pemerintah Malaysia melalui surat yang dilayangkan kepada Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Indonesia.

    “Inti surat tersebut menyampaikan kondisi kualitas udara terakhir di Malaysia dan kesiapan Malaysia untuk bekerja sama menangani kebakaran hutan yang terjadi, jika pemerintah Indonesia memerlukan,” kata Kemlu, Lalu Muhamad Iqbal.

    Baca: Perubahan iklim picu gelombang panas makin ganas

    Sementara itu, Menteri KLHK Siti Nurbaya membantah tudingan soal kabut asap dari karhutla yang terjadi di Indonesia melintas ke Malaysia.

    Hal tersebut berdasarkan laporan sandingan peta citra sebaran asap dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) RI dan The ASEAN Specialised Meteorological Centre (ASMC) untuk periode 28-30 September 2023.

    Arah angin di Indonesia pada umumnya dari tenggara ke barat laut hingga timur laut dan tidak terdeteksi ada asap lintas batas.

    “Kami terus mengikuti perkembangan dan tidak ada transboundary haze ke Malaysia,” tegas Siti.

    Reporter: Nurakhmayani

  • Walhi Sumsel Desak Pemerintah Tindak Tegas Perusahaan yang Lalai Jaga Lahan Konsesinya dari Karhutla

    Walhi Sumsel Desak Pemerintah Tindak Tegas Perusahaan yang Lalai Jaga Lahan Konsesinya dari Karhutla

    7cloud.asia – Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Sumatera Selatan (Sumsel) mendesak pemerintah melakukan tindakan tegas dan memberikan sanksi kepada perusahaan yang lalai menjaga lahan konsesinya dari karhutla.

    Melansir Antaranews, Direktur Eksekutif Walhi Sumsel, Yuliusman AS, tindakan tegas ini perlu dilakukan agar kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tidak berulang di tahun-tahun berikutnya.

    “Melihat fakta di lapangan itu, diharapkan pemerintah daerah dan pihak berwenang melakukan berbagai tindakan yang dapat mencegah terjadinya karhutla sehingga dapat dihindari bencana kabut asap yang dapat mengganggu berbagai aktivitas dan kesehatan masyarakat,” jelas Yuliusman.

    Selain itu, Walhi Sumsel juga mendesak pemerintah membuat program pencegahan dan penanggulangan karhutla yang tepat dan cepat.

    Menurut Yuliusman hal ini perlu dilakukan agar tahun-tahun mendatang pemerintah tidak sibuk menyiapkan satgas serta melakukan operasi darat dan udara untuk pemadaman karhutla.

    Sebab, operasi ini menghabiskan biaya puluhan hingga ratusan miliar rupiah yang seharusnya dana tersebut dapat digunakan untuk kepentingan lainnya.

    Karena itu, masalah karhutla harus diatasi dengan baik. Tidak hanya merusak lingkungan, karhutla menyebabkan asap yang dapat mengganggu kesehatan masyarakat.

    Berdasarkan data Dinas Kesehatan Sumsel tercatat sekitar 35 ribu masyarakat mengalami gangguan Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) akibat kabut asap karhutla pada musim kemarau 2023.

    Walhi Sumsel juga mendata kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mencapai 5.000 hektare di lokasi konsesi perusahaan perkebunan, hutan tanaman industri, dan pertambangan.

    “Contoh konkret karhutla terjadi di lahan konsesi atau perusahaan pemegang izin berbasis lahan yakni dilakukannya penyegelan lahan oleh KLHK di 11 perusahaan yang mengalami karhutla pada musim kemarau 2023 ini,” paparnya.

    Hasil pemantauan Walhi, karhutla tidak hanya terjadi di lahan konsesi 11 perusahaan yang tersebar di tiga daerah yakni Kabupaten Ogan Ilir, Ogan Komering Ilir, dan Kabupaten Musi Banyuasin.

    Tetapi juga terjadi di sekitar lokasi pemegang izin berbasis lahan lainnya seperti di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Muara Enim, Lahat, dan Musirawas.

    Reporter: Nurakhmayani

  • Asap Menyelimuti Kota Padang, Masyarakat Diimbau Gunakan Masker  

    Asap Menyelimuti Kota Padang, Masyarakat Diimbau Gunakan Masker  

     

    7cloud.asia – Kabut asap menyelimuti Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar) sejak beberapa hari terakhir membuat kualitas udara menjadi tidak sehat. Masyarakat diimbau menggunakan masker saat diluar ruangan.

    “Kualitas udara sudah menurun sejak beberapa hari terakhir. Namun statusnya masih sedang. Hari ini kembali menurun kembali menjadi tidak sehat,” urai Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sumbar, Asben Hendri.

    Melansir Antaranews, pada Rabu (18/10/2023) siang kualitas udara di Kota Padang menurun dengan nilai PM2.5 berdasarkan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) mencapai 105, akibat kabut asap.

    baca juga: https://www.7cloud.asia/nasional/243059815/mahfud-bantah-indonesia-kirim-kabut-asap-ke-negara-tetangga

    ISPU yang mencapai 105 masuk kategori tidak sehat. Kualitas udara tersebut dinilai merugikan bagi kesehatan manusia, hewan, dan tumbuhan.

    Selanjutnya Asben menerangkan kabut asap di Kota Padang diduga berasal dari provinsi tetangga yang terbawa angin hingga ke Sumbar.

    Sebab menurut BMKG, prakiraan angin secara umum bertiup dari arah tenggara dengan kecepatan 10 – 20 km/jam.

    Asben juga mengimbau masyarakat untuk tidak membakar sampah atau jerami di sawah agar kabut asap tidak semakin pekat serta memperburuk kondisi udara.

    baca juga: https://www.7cloud.asia/daerah/243086188/kebakaran-lahan-di-sumsel-meningkat-kualitas-udara-kota-palembang-masuk-kategori-membahayakan

    Sementara itu, Dinas Kehutanan Sumbar hari ini terpantau sejumlah titik panas dan titik api pada beberapa daerah di Sumbar.

    Kepala Dinas Kehutanan Sumbar Yozarwardi menyebut berdasarkan aplikasi SiPongi milik Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) RI, terpantau belasan titik panas (hotspot) di Sumbar.

    Belasan titik panas tersebut berada di Pesisir Selatan, Sijunjung, dan Solok Selatan. Sedangkan titik api (fire spot) terpantau di perbatasan Kabupaten Pesisir Selatan dengan Provinsi Bengkulu.

    baca juga: https://www.7cloud.asia/daerah/243032110/palembang-diselimuti-kabut-asap-jam-sekolah-berubah

    Ia menyebut petugas telah turun ke lapangan untuk memastikan titik panas tersebut berupa kebakaran lahan/hutan atau tidak.

    Seperti yang diwartakan sebelumnya, kebakaran hutan dan lahan terjadi di beberapa wilayah di Sumatera Selatan, yaitu Kabupaten Ogan Ilir, Ogan Komering Ilir, dan Kabupaten Musi Banyuasin.

    Selain itu, kebakaran hutan dan lahan juga terjadi di sekitar lokasi pemegang izin berbasis lahan lainnya seperti di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Muara Enim, Lahat, dan Musirawas.

    Akibat kebakaran hutan dan lahan tersebut, asap mengepung wilayah tersebut hingga ke provinsi lainnya.

    Reporter: Nurakhmayani