Tag: asean

  • Junta Militer Myanmar Tak Hadiri KTT ASEAN, Pengaruhi Upaya Perdamaian di Sana?

    Junta Militer Myanmar Tak Hadiri KTT ASEAN, Pengaruhi Upaya Perdamaian di Sana?

    7cloud.asia – Kursi kepala negara dan delegasi Myanmar kosong pada pembukaan KTT ASEAN ke-42 di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Nusa Tenggara Timur pada Rabu (10/5/2023) pagi kemarin.

    Terkait ketidakhadiran kepala negara Myanmar di KTT ASEAN tersebut, juru bicara Kementerian Luar Negeri Teuku Faizasyah mengatakan, hal itu sesuai kesepakatan ASEAN di mana pejabat politik Myanmar tak bisa hadir dalam KTT. Namun kursi bagi pemimpin negara tersebut tetap disiapkan.

    Meski demikian delegasi Myanmar tetap hadir saat agenda pertemuan pejabat tinggi di lingkungan Kementerian Luar Negeri ASEAN (SOM). Ini karena mereka yang hadir berstatus Aparatur Sipil Negara (ASN) dan bukan pejabat politik.

    “Karena Myanmar adalah anggota ASEAN,” kata Faizasyah Rabu (10/5/2023) seperti dikutip Katadata.co.id.

    Dalam pembukaan KTT ASEAN, kursi kepala negara Myanmar disiapkan persis di samping kursi untuk PM Malaysia dan di seberang PM Singapura. Terlihat kursi untuk kepala negara Myanmar itu kosong sementara kursi kepala negara lain terisi. 

    Baca : Tradisi buka bersama Indonesia satukan tokoh tiga agama di AS

    Saat membuka Sesi Retret KTT ASEAN di Meruorah Conventon Cener, Labuan Bajo Presiden Joko Widodo menegaskan bahwa isu yang berkaitan dengan situasi terkini di Myanmar tidak boleh menghambat upaya percepatan pembangunan komunitas ASEAN.

    Pasalnya, menurut Presiden Jokowi, pembangunan komunitas di kawasan ASia Tenggara tersebut adalah sesuatu yang sangat ditunggu-tunggu oleh masyarakat ASEAN.

    “Yang ingin saya sampaikan, yang ingin saya pastikan adalah, bahwa isu Myanmar tidak boleh menghambat percepatan pembangunan komunitas ASEAN,” kata Jokowi di Labuan Bajo, Kamis (11/5/2023).

    Terkait situasi di Myanmar, Presiden Jokowi menegaskan, bahwa sebagai negara yang memegang keketuaan ASEAN Indonesia terus mendorong langkah maju dari implementasi Five-Point Consensus.

    “Saya harus berterus terang bahwa implementasi Five-Point Consensus belum ada kemajuan yang signifikan, sehingga diperlukan kesatuan ASEAN untuk merumuskan langkah-langkah ke depan,” ujar Jokowi.

    Baca: Megahnya prosesi penobatan Raja Inggris

    Selain itu, Presiden Jokowi juga kembali menyerukan adanya dialog sekaligus penghentian kekerasan di Myanmar. Bersama pihak terkait, lanjut Presiden, Indonesia juga terus berupaya memfasilitasi bantuan kemanusiaan untuk masyarakat di Myanmar.

    “Melalui engagements dengan berbagai pihak, mendorong terciptanya dialog yang inklusif, kemudian menyerukan penghentian kekerasan, dan memfasilitasi penyelesaian lewat Joint Needs Assessment melalui AHA Centre dan juga menyalurkan bantuan kemanusiaan,” ujar Jokowi

    Di hadapan para pemimpin ASEAN, Presiden juga menyampaikan harapan agar isu Myanmar tidak menghambat percepatan pembangunan komunitas ASEAN. Menurut Presiden, hal ini sangat ditunggu oleh masyarakat ASEAN.

    “Yang ingin saya pastikan adalah bahwa isu Myanmar tidak boleh menghambat percepatan pembangunan komunitas ASEAN karena pembangunan komunitas ini adalah yang ditunggu oleh masyarakat ASEAN,” ujarnya.

    Sebelumnya, negara-negara anggota ASEAN, lewat sebuah pernyataan bersama yang dirilis Rabu (10/5/2023), menyatakan dukungan bagi upaya Indonesia untuk melanjutkan dialog dengan berbagai pemangku kepentingan di Myanmar.

    Melalui pernyataan itu, negara-negara ASEAN juga mendukung pernyataan Presiden Jokowi dalam merespons serangan yang baru-baru ini dialami Pusat Koordinasi ASEAN untuk Bantuan Kemanusiaan dan Penanggulangan Bencana (AHA Centre) dan tim pemantau ASEAN di Myanmar.

    “Kami mendukung upaya-upaya Ketua ASEAN, termasuk upaya Indonesia dalam melanjutkan keterlibatan para pemangku kepentingan di Myanmar, dan mendorong kemajuan implementasi Konsensus Lima Poin,” demikian bunyi pernyataan tersebut.

    Baca: Perdagangan karbon ditataulang untuk maksimalkan pendapatan Negara

    Jokowi, pada Senin (8/5/2023), juga menegaskan bahwa serangan terhadap rombongan AHA Centre dan tim pemantau ASEAN tidak akan menyurutkan Indonesia dan ASEAN untuk terus menyerukan penghentian kekerasan di Myanmar.

    Jokowi menjelaskan ASEAN Coordinating Centre for Humanitarian Assistance on Disaster Management atau AHA Center telah menyiapkan bantuan kemanusiaan untuk Myanmar belum lama ini.

    Bantuan tersebut telah diberangkatkan bersama Tim Monitoring ASEAN belum lama ini.

    “Saya tegaskan, hal ini tidak akan menyurutkan tekad ASEAN dan Indonesia untuk menyerukan kembali hentikan kekerasan,” kata Jokowi dalam saluran resmi Sekretariat Presiden, Senin (8/5).

    Jokowi menilai konflik yang terjadi di Myanmar tidak akan menghasilkan pemenang. Oleh karena itu, ia mengajak semua pihak untuk menciptakan ruang dialog dalam rangka mencari solusi bersama.

    Situasi keamanan Myanmar kian buruk sejak militer pada Februari 2021 menjatuhkan pemerintahan terpilih, yang dipimpin peraih Nobel Perdamaian Aung San Suu Kyi, melalui kudeta.

    ASEAN telah mendesak junta militer di Myanmar untuk menerapkan rencana perdamaian Konsensus Lima Poin yang disepakati pada April 2021, yang antara lain menyerukan penghentian kekerasan, dialog dengan semua pemangku kepentingan, dan mengizinkan pemberian bantuan kemanusiaan kepada warga Myanmar.

    Sumber: 

    https://setkab.go.id/dipimpin-presiden-jokowi-asean-bahas-tindak-lanjut-five-point-consensus-di-myanmar

    https://katadata.co.id/ameidyonasution/berita/645b1ad644c44/kemlu-beri-penjelasan-soal-kursi-kosong-pemimpin-myanmar-di-ktt-asean

     

  • Keunikan Kapal Pinisi dan Kain Songke Manggarai Warnai KTT ASEAN di Labuan Bajo NTT

    Keunikan Kapal Pinisi dan Kain Songke Manggarai Warnai KTT ASEAN di Labuan Bajo NTT

    7cloud.asia – Ada yang unik dalam penyelenggaraan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-42 ASEAN di Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada 10-11 Mei 2023.

    Usai melakukan pertemuan formal, Rabu (10/05/2023) sore, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengajak para pemimpin ASEAN bersama pendamping berlayar di perairan Labuan Bajo dengan kapal pinisi Lako Di’a.

    Presiden mengatakan, pelayaran tersebut untuk membangun suasana rileks dan kekeluargaan. Ibarat pinisi, lanjut Presiden, ASEAN tengah berlayar menuju tujuan menjadikan kawasan ASEAN sebagai pusat pertumbuhan, damai, stabil, dan sejahtera.

    “Saya ajak para leaders untuk berlayar bersama naik kapal pinisi agar suasananya rileks dan kekeluargaan, karena memang ASEAN ini adalah satu keluarga, ikatannya sangat kuat, kesatuannya sangat penting untuk berlayar menuju tujuan yang sama, menjadikan ASEAN epicentrum of growth dan kawasan damai, stabil, dan sejahtera,” ujarnya.

    Sebagai pemegang keketuaan ASEAN, kata Jokowi, Indonesia terus berupaya untuk memperkuat ASEAN sekaligus peran sentralnya di kawasan.

    “Indonesia ingin melihat ASEAN kuat, mampu menghadapi tantangan, tanggap terhadap dinamika, dan tetap memegang peran sentral di kawasan,” ujarnya.

    Baca: Penjelasan soal ketidakhadiran junta militer Myanmar

    Seperti diberitakan sebelumnya, para pemimpin ASEAN dan pendamping tampak antusias dan senang saat berlayar dengan kapal pinisi, Rabu (10/05/2023), usai seharian melakukan pertemuan pada KTT ke-42 ASEAN hari pertama.

    Presiden Filipina Ferdinand R. Marcos Jr. misalnya, mengaku bahwa kegiatan ini merupakan ide yang sangat baik untuk menjernihkan kembali pikiran selepas seharian bekerja.

    “Seperti yang dijanjikan oleh Presiden Widodo adalah kita datang ke kapal dan kita tidak terlalu memikirkan ekonomi dan masalah, keamanan, dan itu benar sekali, itu ide yang sangat bagus untuk menjernihkan pikiran Anda jadi kembali ke bekerja dan menyegarkan,” ujar Presiden Filipina.

    “Dan romantis!” tambah Ibu Louise Aranetta-Marcos yang berada di sampingnya.

    “Indah, pemandangannya indah, jadi kami sangat khawatir karena ketika saatnya tiba bagi kami untuk menjadi tuan rumah ASEAN, kami harus melakukan yang lebih baik dari ini. Indonesia menetapkan standar sangat tinggi, kita harus bersaing,” tambah Presiden Marcos.

    Baca: Makna sumbu filosofi dalam tata kota Yogyakarta

    Perdana Menteri (PM) Singapura Lee Hsien Loong, juga tampak menikmati perjalanan di atas kapal pinisi tersebut. Ia sangat senang bahwa ia akan melihat matahari terbenam di Labuan Bajo yang indah.

    “Oh rasanya sangat menyenangkan, sejauh ini sangat tenang, sangat mulus, kami menantikan untuk melihat matahari terbenam. Saya sangat senang kita bisa melihat matahari, saya pikir itu cukup spektakuler,” ujar PM Lee.

    PM Lee menuturkan bahwa ini merupakan kali pertamanya mengunjungi Labuan Bajo NTT. Menurutnya, ia telah melihat foto keindahan NTT, tapi ketika melihatnya secara langsung ternyata lebih baik.

    Ia pun mengaku akan kembali mengunjungi NTT di masa depan untuk menyelam maupun melihat komodo.

    “Saya pikir akan ada banyak turis yang ingin datang juga, terutama dengan hotel-hotel baru yang akan datang,” ucap PM Lee.

    Keunikan itu berlanjut di hari kedua penyelenggaraan KTT ASEAN di Labuan Bajo. Para pemimpin negara ASEAN tampak mengenakan baju tenun songke Manggarai.

    Presiden Jokowi yang mengenakan tenun berwarna biru menyambut kedatangan para pemimpin di lobi Hotel Meruorah. Para pemimpin terlihat mengenakan tenun dengan warna yang beragam.

    Songke adalah tenun khas masyarakat Manggarai yang berdiam di sisi barat Pulau Flores. Kain tenun ini wajib dikenakan saat acara-acara adat, antara lain saat kenduri (penti), membuka ladang (randang), hingga saat musyawarah (nempung).

    Kain ini umumnya berwarna dasar hitam, sedangkan warna benang untuk sulam umumnya warna-warna yang mencolok, seperti merah, putih, oranye, dan kuning.

    Setiap motif songke mengandung arti dan harapan dari orang Manggarai dalam hal kesejahteraan hidup, kesehatan, dan hubungan baik antara manusia dan sesamanya, manusia dengan alam, maupun dengan Sang Pencipta.

    Selepas semua pemimpin berkumpul di ruang tunggu naratetama lobi hotel, Presiden Jokowi mengajak para pemimpin untuk berfoto bersama. Dengan latar belakang kapal pinisi, seluruh pemimpin tampak menyilangkan tangannya dan bergandengan.

    Setelah itu, Presiden Jokowi mengajak para pemimpin menuju Komodo Ballroom di Meruorah Convention Center untuk mengikuti Sesi Retreat KTT ke-42 ASEAN.

    Sumber: Setkab

  • Tiga Kota di Indonesia Ini Masuk Kategori Kota Ramah Lingkungan

    Tiga Kota di Indonesia Ini Masuk Kategori Kota Ramah Lingkungan

    7cloud.asia – Organisasi negara-negara Asia Tenggara atau ASEAN memberikan penghargaan kepada beberapa kota di Asia Tenggara yang telah melakukan upaya pembangunan berkelanjutan dan ramah lingkungan.

    Penghargaan yang dinamai “the 5th ASEAN ESC Award and the 4th Certificate of Recognition” merupakan salah satu program kerjasama ASEAN di bawah koordinasi ASEAN Working Group on Environmentally Sustainable Cities (AWGESC).

    Tujuan program ini adalah untuk mendorong semakin bertumbuhnya kota-kota berkelanjutan dan ramah lingkungan di ASEAN dengan memberikan pengakuan dan apresiasi kepada kota-kota yang telah melakukan berbagai inisiatif dan upaya untuk mewujudkan hal tersebut.

    Baca: Empat kota di dunia yang utamakan pejalan kaki

    Sebanyak 10 kota di masing-masing negara anggota ASEAN dianugerahi Environmentally Sustainable Cities (ESC Award). Sepuluh kota tersebut yaitu:

    (1) Temburong, Brunei Darussalam
    (2) Preah Sihanouk City, Kamboja
    (3) Balikpapan, Indonesia
    (4) Xamnneua City, Lao PDR
    (5) Majlis Bandaraya Shah Alam (MBSA), Malaysia
    (6) Nyaung Oo (Bagan) City, Myanmar
    (7) Marikina City, Phillipines
    (8) Nee Soon South Division, Singapura
    (9) Yala Municipality, Thailand
    (10) Can Tho City, Vietnam

    Baca: Konsep Kota Hutan IKN tak jamin ramah lingkungan

    Selain ASEAN ESC Award, terdapat juga penghargaan berupa Certificate of Recognition terdiri dari 3 (tiga) kategori, yaitu Clean Air, Clean Water, dan Clean Land.

    Kota-kota yang berhasil mendapatkan penghargaan Certificate of Recognition untuk Kota Besar Kategori Clean Air: 

    (1) Surabaya, Indonesia
    Kategori Clean Water: 
    (2) Phnom Penh City, Cambodia
    (3) Majlis Bandaraya Johor Bahru (MBJB), Malaysia
    Kategori Clean Land:
    (4) Paranaque City, Philippines

    Baca: Negara miskin paling terdampak perubahan iklim

    Certificate of Recognition untuk Kota Kecil Kategori Clean Air: 
    (1) Majlis Bandaraya Alor Setar (MBAS), Malaysia
    (2) Hatyai Municipality, Thailand
    (3) Kep City, Cambodia
    (4) Kaysone-Phomvihane City, Lao PDR  
    Kategori Clean Water: 
    (5) Thungsong Municipality, Thailand 
    Kategori Clean Land:
    (6) Krabi Municipality, Thailand 
    (7) Senmonorom City, Cambodia 
    (8) Bontang, Indonesia 
    (9) Ninh Binh City, Vietnam  

    Baca: Metamorfosa Jakarta melalui penataan transportasi publik

    Dalam penilaian penghargaan, setiap negara anggota ASEAN menominasikan 1 (satu) kota untuk menjadi calon penerima ESC Award. Seleksi terhadap kota-kota yang akan mendapatkan penghargaan ESC Award telah dilakukan pada pertemuan AWGESC ke-19 pada 5 Juli 2021.

    Sedangkan untuk penghargaan Certificate of Recognition terdiri dari 3 (tiga) kategori, yaitu Clean Air, Clean Water, dan Clean Land. Setiap negara dapat menominasikan maksimal 6 (enam) kota (1 kota besar dan 1 kota kecil untuk masing-masing kategori sertifikat).

    Seleksi terhadap kota-kota yang akan mendapatkan penghargaan Certificate of Recognition telah dilakukan pada pertemuan AWGESC ke-19 pada 5 Juli 2021.

    Baca: Potret keseharian disabilitas tuli di Kota Solo

    Sekretaris Jenderal ASEAN, Lim Jock Hoi pada kesempatan ini menyampaikan bahwa ASEAN bangga mengakui kota-kota yang mendapat penghargaan ESC Award dan Certificate of Recognition tahun ini.

    Menurutnya, kota-kota tersebut telah memprioritaskan pengarusutamaan kebijakan dan program pembangunan yang ramah lingkungan.

    Menteri Siti dalam sambutannya menyebutkan bahwa, ESC Award yang diprakarsai oleh ASEAN tidak dapat disangkal merupakan salah satu pendekatan paling efektif untuk mendorong kota-kota di ASEAN agar dapat lebih memobilisasi sumber daya mereka untuk membangun kota yang bersih dan hijau, serta dapat menetapkan standar untuk diikuti oleh kota-kota yang lain. 

    Baca: Cara asyik kurangi sampah plastik

    Ia berharap, bahwa ini akan memotivasi pemangku kebijakan untuk meningkatkan kinerja lingkungannya dan menginspirasi orang lain untuk berbagi praktik terbaik di seluruh dunia.

    “Oleh karena itu, saya ingin menegaskan kembali bahwa kolaborasi yang kuat adalah kunci untuk menjembatani kesenjangan dan untuk bergerak maju dengan cara yang lebih harmonis,” ungkap Menteri Siti.

    Menteri Siti kemudian menjelaskan kepada hadirin bahwa Indonesia juga telah memiliki program serupa yang disebut Adipura, yaitu penghargaan yang diberikan kepada kota-kota yang memenuhi kriteria lingkungan tertentu.

    Tidak hanya sebagai kota yang bersih dan hijau, penghargaan Adipura juga berhasil mendorong upaya yang signifikan dalam mengelola limbah domestiknya, serta mempromosikan ekonomi sirkular melalui pengelolaan sampah.

    “Tiga kota dari Indonesia yang menerima penghargaan hari ini termasuk di antara yang telah menerima penghargaan Adipura,” terang Menteri Siti.

    Sumber: KLHK

  • CSO: Perubahan Iklim Harus Jadi Bahasan di WPS High Level ASEAN

    CSO: Perubahan Iklim Harus Jadi Bahasan di WPS High Level ASEAN

    7cloud.asia – Menyambut Forum Tingkat Tinggi Perempuan, Perdamaian dan Keamanan (WPS High Level) yang diikuti negara-negara ASEAN pada 5-7 Juli 2023 di Yogyakarta, sejumlah organisasi masyarakat sipil (CSO) menyampaikan sejumlah isu krusial beserta rekomendasi penanganannya.
     
    Rekomendasi CSO ini akan disampaikan dalam side event, 4-5 Juli di di Hotel Ambarukmo, Yogyakarta.
     
    CSO yang terdiri atas AMAN Indonesia, Migrant Care, The Working Group on Women and PCVE, Asia Pacific Partnership for Atrocity Prevention (APPAP), Southeast Asia Women Peacebuilders, Joint Initiative for Strategic Religious Action (JISRA), Asia Democracy Network (ADN), dan Southeast Asia Network of Freedom Expression (SAFENet) mendorong negara-negara ASEAN berkomitmen menduplikasi dan mengaplikasikan Resolusi 1325 tentang perempuan, perdamaian dan keamanan yang selama ini telah dijalankan oleh Indonesia dan Filipina. 
     
    “Forum pertemuan negara-negara ASEAN ini penting untuk mendorong komitmen inklusi perempuan dalam menghadapi berbagai macam ancaman keamanan yang berhubungan dengan konflik kekerasan, dan ancaman-ancaman baru seperti perubahan iklim, ekstremisme kekerasan, migrasi, keamanan siber, krisis kemanusiaan seperti pandemi, dan kekerasan militerisme, yang berdampak pada keamanan dan kesejahteraan perempuan,” ujar Ruby Kholifah, Direktur The Asian Muslim Action Network (AMAN) Indonesia dalam media breafing melalui zoom, Senin (2/7 2023).
     
     
    Perubahan iklim menjadi salah satu isu yang disorot CSO terkait WPS High Level ASEAN. Perubahan iklim dinilai dapat menyebabkan konflik sumber daya yang intens, seperti persaingan atas air, tanah, dan sumber daya alam lainnya.
     
    Konflik yang dipicu perubahan iklim ini seringkali memicu ketegangan antara kelompok-kelompok yang bersaing, memperburuk konflik yang sudah ada, atau memicu konflik baru. Dan, dalam kondisi ini perempuan menjadi kelompok yang paling rentan.
     
    Karena itu terkait perubahan iklim ini, WPS High Level perlu merespon ; 
     
    1) Interseksionalitas dan Inklusi dalam pengalaman perempuan terhadap perubahan iklim tidak homogen, dan kerentanan mereka dipengaruhi oleh faktor-faktor yang saling berhubungan seperti ras, etnisitas, kelas, dan usia.
     
    2) memastikan keterlibatan perempuan dalam proses perumusan kebijakan, mengidentifikasi dan mengatasi ketidaksetaraan gender dalam akses terhadap sumber daya dan manfaat dari upaya penanggulangan perubahan iklim, serta mempromosikan solusi yang responsif gender dalam adaptasi terhadap perubahan iklim. 
     

     
    Sejumlah isu krusial lain yang akan disuarakan dalam side event nanti antara lain adalah : 
     
    Krisis kemanusiaan yang terjadi di Myanmar.
    Pelanggaran hak asasi perempuan di Myanmar menyebabkan perempuan menjadi korban serius. Perempuan menjadi sasaran kekerasan, pelecehan seksual, dan pemaksaan terkait konflik. Kami meminta ASEAN segera melakukan langkah-langkah berikut: 
     
    1) ASEAN harus mengakui pelanggaran mencolok junta terhadap the Five-Point Consensus ( 5 PC) dan memastikan setiap perjanjian di masa depan memasukkan komitmen yang terikat waktu dan terukur untuk membebaskan perempuan yang ditahan secara sewenang-wenang dan meminta pertanggungjawaban pelaku; 
     
    2)  menangani kebutuhan para pengungsi, menetapkan perlindungan pengungsi dan mekanisme rujukan seperti bantuan hukum, perawatan medis, dan dukungan psikososial,  mendukung rehabilitasi, reparasi, dan keadilan transisi yang berpusat pada penyintas, termasuk akuntabilitas pasukan keamanan, pejabat negara, dan peradilan.
     
     
    Migrasi atau pengungsi
    Ruby mengatakan koalisi CSO melihat konteks migrasi merupakan fenomena kompleks yang berimplikasi pada hak-hak perempuan, perdamaian dan keamanan.
     
    Kami berharap, ASEAN melakukan hal ini:
     
    1) Krisis di Myanmar telah memicu perpindahan besar-besaran penduduk, termasuk perempuan dan gadis, yang dipaksa mengungsi dari rumah mereka. Banyak dari mereka mencari perlindungan di negara-negara ASEAN seperti Thailand, Malaysia, dan Indonesia. Masuknya pengungsi dan orang yang terinternalisasi (IDP) tersebut menghadirkan tantangan terkait perlindungan, bantuan kemanusiaan, dan integrasi sosial bagi populasi rentan ini; 
     
    2) Faktor marginalisasi dan ketidakadilan, serta sejumlah kerentanan buruh migran perempuan seperti kondisi tidak setara, terbatas akses, kesepian, mendorong pencarian spiritualitas, dimanfaatkan oleh kelompok-kelompok ekstremis yang menawarkan solusi surga. 
     
     
    Perkembangan terorisme
    “Ketiga, kami melihat bahwa pergeseran terorisme “from backyard to dining room” memberikan peluang besar keterlibatan perempuan dan anak dalam aksi teror,” ujar Ruby
     
    Kehadiran media sosial sangat membantu membuka ruang besar bagi perempuan terlibat dalam ruang-ruang indoktrinasi secara kuat, tanpa membuka identitasnya.
     
    Untuk itu ASEAN seharusnya; 
     
    1) mempertimbangkan keragaman pengalaman perempuan dalam pencegahan dan counter ekstremisme kekerasan. Pengalaman biologis, sosial, dan spiritual perempuan dalam keterlibatannya dengan VE, dengan pendekatan gender, akan membuka relasi ketimpangan gender, agensi perempuan, dan peran perempuan untuk perdamaian;
     
    2) mendorong institusionalisasi Rencana Aksi Regional ASEAN Pencegahan Radikalisme dan Ekstremisme Kekerasan (ASEAN PoA for PCRVE), dalam bentuk Rencana Aksi Nasional dan mengintegrasikan gender sensitivitas, untuk memperkuat penanganan cross border terorisme, termasuk menciptakan exchange learning penanganan Foreign Terrorist Fighters (FTF). 
     
     
    Keamanan siber bagi perempuan pembela HAM (PPHAM).
    Perkembangan dan penggunaan teknologi digital telah memberikan peluang bagi pembela hak asasi manusia untuk mendorong berbagai isu HAM dan keadilan sosial.
     
    Di sisi lain, pesatnya kemajuan teknologi tersebut juga membuka berbagai bentuk serangan digital. Pantauan Southeast Asia Freedom of Expression Network (SAFEnet) pada tahun 2022 memperlihatkan bahwa serangan digital terhadap kelompok kritis mengalami peningkatan dari tahun 2021 dan menunjukkan bahwa serangan digital di Indonesia merupakan serangan politik yang menyasar kelompok-kelompok kritis, terutama kepada pembela HAM.
     
    Berdasarkan laporan penelitian berjudul “Kami Jadi Target”, Perempuan Pembela HAM (PPHAM) diserang tidak hanya karena pendapat mereka, tetapi juga karena identitas mereka sebagai perempuan. 
     
    Ruang daring membuka pintu bagi bentuk-bentuk kekerasan baru seperti pelecehan online, doxing, pengiriman konten seksual eksplisit hingga ancaman pemerkosaan. Hal ini tidak hanya terjadi di Indonesia, namun juga di negara-negara Asia Tenggara. Maka penting melakukan sejumlah langkah strategis seperti; 
     
    1) mendorong adanya mekanisme pelindungan secara holistik bagi PPHAM di ruang digital; 
    2) memastikan keterlibatan perempuan khususnya dan masyarakat sipil umumnya dalam perumusan kebijakan terkait ruang digital agar lebih berperspektif hak digital dan peka gender.
     
     
    Menguatnya konservatisme
    Berkembangnya konservatisme, dan tafsir agama yang bias pada perempuan telah menyebabkan sejumlah pelanggaran kebebasan berekspresi dan beragama. Perempuan dan anak perempuan, dan kelompok rentan seperti LGBT menjadi sasaran utama atas serangan, persekusi, dan berbagai bentuk diskriminasi.
     
    Kerangka WPS ASEAN perlu memastikan bahwa; 
     
    1) korban diskriminasi, serangan dan pembatasan kebebasan berekspresi dan beragama mendapatkan dukungan penuh, komprehensif dan jangka panjang dari negara, ; 
     
    2) negara segera menghilangkan segala bentuk kebijakan yang berpotensi diskriminasi pada perempuan, anak perempuan dan kelompok rentan (agama minoritas, indigenous people, gender ketiga dll), dan menjalankan Deklarasi HAM secara utuh; 
     
    3) memastikan peran tokoh agama yang memiliki pikiran terbuka dalam dialog-dialog untuk mempromosikan tafsir progresif yang melindungi korban dan penyintas kekerasan berbasis gender.
     
    Penulis: Kustiah/Diolah dari siaran pers CSO
  • Sejumlah CSO Gelar Event Side Berkaitan WPS High Level ASEAN

    Sejumlah CSO Gelar Event Side Berkaitan WPS High Level ASEAN

      
    7cloud.asia – Sejumlah organisasi masyarakat sipil (CSO) di Indonesia akan menggelar forum side event atau even sampingan menyambut hajatan pemerintah yakni Forum Tingkat Tinggi Perempuan, Perdamaian dan Keamanan (WPS High Level) yang diselenggarakan 5-7 Juli 2023 mendatang di Yogyakarta.
     
    Forum pemerintah ini bertujuan meletakkan pondasi akuntabilitas dan mekanisme pada pelaksanaan Regional Plan of Action on Women, Peace and Security (RPA WPS), dengan memperkuat mekanisme monitoring dan evaluasi. 
     
    Sementara event CSO yang diinisiasi AMAN Indonesia, Migrant Care, The Working Group on Women and PCVE, Asia Pacific Partnership for Atrocity Prevention (APPAP), Southeast Asia Women Peacebuilders, Joint Initiative for Strategic Religious Action (JISRA), Asia Democracy Network (ADN), dan Southeast Asia Network of Freedom Expression (SAFENet) dengan dukungan Kedutaan Australia melalui Australia Indonesia Partnership for Justice (AIPJ 2).
     
    Side event ini digelar pada 4-5 Juli 2023 di Hotel Ambarukmo, Yogyakarta. Tema yang diusung “Building Resilient Communities: Applying an Intersectional Perspective in the Regional Plan of Action on Women, Peace, and Security” atau “Membangun Komunitas Tangguh: Menguatkan  Perspektif Interseksionalitas dalam Rencana Aksi Regional untuk Perempuan, Perdamaian, dan Keamanan”.
     
    Even versi CSO menggali sejumlah isu penting seperti perubahan iklim (climate change), ekstrimisme kekerasan (violent extremism), keamanan siber, pandemi, migrasi dan krisis kemanusiaan seperti Pandemi dan krisis Myanmar. 
     
    Ruby Kholifah, Direktur The Asian Muslim Action Network (AMAN) Indonesia dalam media breafing mengatakan, forum pertemuan negara-negara ASEAN ini penting untuk mendorong komitmen inklusi perempuan dalam menghadapi berbagai macam ancaman keamanan yang berhubungan dengan konflik kekerasan.
     
    Serta ancaman-ancaman baru seperti climate change, ekstremisme kekerasan, migrasi, keamanan siber, krisis kemanusiaan seperti pandemi, dan kekerasan militerisme, yang berdampak pada keamanan dan kesejahteraan perempuan.
     
    “Indonesia tidak hanya berkomitmen terhadap penguatan demokrasi, tetapi juga bisa menjadi tauladan untuk penegakan HAM dan sejumlah isu krusial lainnya,” ujarnya dalam ruang zoom, Minggu (2/7/2023).
     
    Sejak disahkan pada 5 Desember 2022 dan diketuai Kamboja dengan anggota sejumlah negara ASEAN, Forum Tingkat Tinggi ini telah menyatakan komitmen politiknya dalam bentuk kebijakan dan intervensi program di tingkat nasional melalui rencana aksi regional (RPA).
     
    Indonesia dan Filipina telah lebih dulu menjalankan Resolusi 1325 tentang perempuan, perdamaian dan keamanan, jauh sebelum RPA disahkan.
     
    Dua negara pioner ini diharapkan dapat mendorong kerjasama regional seperti ASEAN dengan menegaskan komitmen pada inklusi perempuan dalam menghadapi berbagai macam ancaman keamanan. 
     
    Wahyu Susilo, Direktur Eksekutif Migrant Care dalam forum yang sama menekankan pentingnya negara-negara ASEAN memiliki kebijakan yang mempertimbangkan keragaman pengalaman perempuan dalam pencegahan dan counter ekstremisme kekerasan.
     
    Pengalaman biologis, sosial, dan spiritual perempuan dalam keterlibatannya dengan ekstrimisme kekerasan, dengan pendekatan gender akan membuka relasi ketimpangan gender, agensi perempuan, dan peran perempuan untuk perdamaian.
     
    “Perempuan pekerja migran rentan terpapar ide-ide dan aksi-aksi terorisme dan ekstrimisme kekerasan. Sudah ada beberapa kasus dan harus ada agenda kerjasama regional dengan pendekatan women, peace, security,” ujarnya dalam forum yang sama.
     
    Penulis: Kustiah diolah dari Pers Release
     

  • Jokowi: Jangan Jadikan ASEAN Jadi Arena Rivalitas yang Saling Menghancurkan

    Jokowi: Jangan Jadikan ASEAN Jadi Arena Rivalitas yang Saling Menghancurkan

    7cloud.asia – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan negara-negara anggota ASEAN harus mencegah kawasan Asia Tenggara dijadikan arena rivalitas yang saling menghancurkan.

    “Jadikanlah kapal ASEAN ini sebagai ladang untuk menumbuhkan kerja sama untuk menciptakan kemakmuran, menciptakan stabilitas, menciptakan perdamaian yang tidak hanya bagi kawasan tetapi juga bagi dunia,” kata Jokowi saat membuka KTT ke-43 ASEAN di Jakarta pada Selasa (5/9/2023).

    Menurut Jokowi, para pemimpin ASEAN telah sepakat untuk tidak mengizinkan kawasan Asia Tenggara dijadikan sebagai proxy bagi kekuatan mana pun.

    Baca Juga: KTT ASEAN Berlangsung dalam Kualitas Udara Jakarta yang Tidak Sehat

    Namun, Jokowi mengakui ke depan tantangan yang dihadapi negara-negara ASEAN akan semakin berat dengan adanya perebutan pengaruh di antara kekuatan-kekuatan besar dunia.

    “Samudera dunia terlalu luas untuk dilayari seorang diri, dalam perjalanan kita akan ada kapal-kapal lainnya, yaitu kapal-kapal mitra ASEAN. Mari kita bersama mewujudkan kerja sama yang setara dan saling menguntungkan untuk berlayar bersama menuju epicentrum of growth,” ujarJokowi.

    KTT ke-43 ASEAN diselenggarakan di bawah tema keketuaan Indonesia yaitu “ASEAN Matters: Epicentrum of Growth”.

    Baca Juga: FIFA Luncurkan Lambang dan Maskot Piala Dunia U-17 2023 di Indonesia

    Melalui tema itu, Indonesia ingin menjadikan ASEAN tetap relevan agar mampu menghadapi berbagai tantangan ke depan serta mendorong stabilitas dan perdamaian kawasan.

    Indonesia juga akan terus memperkuat kerja sama konkret agar kawasan Asia Tenggara tetap menjadi pusat pertumbuhan ekonomi dunia.

    KTT ASEAN dihadiri oleh kepala negara/pemerintahan dari Laos, Kamboja, Filipina, Singapura, Malaysia, Vietnam, dan Brunei Darussalam.

    Thailand mengirimkan Sekretaris Jenderal Kementerian Luar Negeri Sarun Charoensuwan, karena Perdana Menteri Srettha Thavisin dan kabinetnya baru akan dilantik pada Selasa.

    Baca Juga: TransJakarta Sediakan Empat Rute Shuttle Bus Selama Berlangsungnya KTT ASEAN

    Pemimpin Timor Leste turut menghadiri KTT ASEAN dalam kapasitasnya sebagai pengamat.

    Indonesia juga mengundang Bangladesh selaku ketua Asosiasi Negara Lingkar Samudera Hindia (IORA) dan Kepulauan Cook sebagai ketua Forum Kepulauan Pasifik (PIF).

    Sementara itu, Myanmar belum kembali berpartisipasi dalam KTT karena ASEAN tidak membolehkan Myanmar mengirim perwakilan politis dalam pertemuan-pertemuannya, menyusul krisis yang dipicu kudeta terhadap pemerintah terpilih negara itu.

     

  • Replika Hutan Tropis Hiasi Ruang Penyambutan Tamu KTT ASEAN

    Replika Hutan Tropis Hiasi Ruang Penyambutan Tamu KTT ASEAN

    7cloud.asia – Ada yang berbeda dari KTT ASEAN 2023 di Jakarta. Nuansa hutan hujan tropis menghiasi area penyambutan kedatangan para pemimpin negara ASEAN. 

    Di area dengan latar bergambar hutan tropis dan Ibu Kota Nusantara (IKN) itulah, Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Ibu Iriana menerima kedatangan para tamu dari negara anggota ASEAN sekaligus melakukan foto bersama.

    Foto bersama dengan latar hutan tropis tersebut dilakukan sebelum melakukan pertemuan pertama KTT ke-43 ASEAN di Balai Sidang Jakarta (JCC) pada Selasa (05/09/2023).

    Baca: Jokowi serukan ASEAN jadi sumber kekuatan bukan ruang rivalitas

    Menurut Konsultan Visual Kreatif KTT ke-43 ASEAN, Elwin Mok, area penyambutan menjadi salah satu unsur penting dalam penyelenggaraan forum-forum global.

    Sebab, hal ini dapat memperkuat branding Indonesia sebagai tuan rumah di mata internasional.

    “Di titik inilah, keunikan dan suasana batin dapat mulai dibangun, yang  diharapkan membawa dampak positif bagi keseluruhan penyelenggaraan KTT ASEAN,” jelas Elwin dalam siaran pers Tim Komunikasi dan Media KTT ke-43 ASEAN 2023.

    Baca: KTT ASEAN berlangsung di tengah udara Jakarta yang tidak sehat

    Nuansa hutan tropis tersebut, menurut Elwin merupakan simbol alam Indonesia berupa hutan hujan tropis dan air terjun, yang dipadukan dengan layar besar multimedia yang menampilkan siluet Istana Presiden di IKN.

    Eratnya kerja sama antar negara ASEAN seakan menjadi mata air yang akan
    terus-menerus menyuburkan pertumbuhan dunia.

    Sementara Dina Touwani, perangkai bunga dan dekorator area penyambutan di
    JCC menjelaskan proses penataan di JCC bermula dari KTT G20 di Bali ketika
    ketika dia dan timnya ditugaskan untuk mempercantik alam di kawasan Garuda
    Wisnu Kencana (GWK) yang digunakan saat jamuan makan malam para tamu
    negara.

    Baca: Shuttle bus selama berlangsungnya KTT ASEAN

    “Pada KTT ASEAN ini, kami ingin menyuguhkan sesuatu yang indah, tanpa mengubah banyak struktur gedung. Idenya adalah membawa hutan ke dalam ruangan,” urai Dina yang bertugas menata tanaman dan pepohonan di area penyambutan tamu-tamu negara.

    Pada KTT ASEAN kali ini, Dina mengungkapkan beberapa tantangan dalam menata ruangan di area penyambutan. Timnya harus mencari jenis tanaman hutan, mencari pohon-pohon besar yang dapat membentuk hutan dalam ruangan.

    Selain itu, menambah unsur air maupun tanaman air yang bisa sesuai dengan habitatnya, dan ruangan yang menggunakan penyejuk udara.

    Baca: Selama KTT ASEAN berlaku WFH 50 persen untuk ASN

    Ada berbagai jenis tanaman dan pepohonan yang ditampilkan dalam miniatur hutan seluas 2000 meter persegi tersebut.

    Di antaranya pakis, anggrek, randu, palem, lontar, pule, pohon mahoni, pohon beringin, angsana, dan ulin.

    Untuk mempersiapkan hutan hujan tropis ini, pihaknya menghabiskan waktu selama satu bulan.

    Sedangkan untuk menata tanaman dengan aneka ragam bunga memakan waktu hingga enam hari.

    Baca: Myanmar tidak hadir di KTT ASEAN LAbuan Bajo, ini penjelasannya

    “Kami membuat hutan ini sealami mungkin. Di hutan tropis buatan ini kita juga menonjolkan anggrek Indonesia,” kata Dina.

    KTT ke-43 ASEAN ini dihadiri oleh pimpinan atau utusan dari 22 negara. Selain negara-negara anggota ASEAN, pertemuan puncak para pemimpin kali ini juga dihadiri para negara mitra dari luar kawasan, seperti China, Jepang, Korea
    Selatan, Amerika Serikat, dan Kanada.

    Dari 22 negara tamu yang hadir, tiga di antaranya yaitu Thailand, Amerika  Serikat, Rusia tidak diwakili kepala negara/kepala pemerintahan. Thailand diwakili oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Luar Negeri Thailand
    Sarun Charoensuwan.

    Baca: Perubahan iklim dan ASEAN

    Delegasi AS akan dipimpin oleh Wakil Presiden Kamala Harris, sedangkan Rusia akan diwakili Menteri Luar Negeri Sergey Lavrov. 

    Perdana Menteri Jepang, China, Australia, dan Kanada juga dipastikan hadir. Presiden Korea Selatan Yoon Suk Yeol juga akan bergabung dalam KTT ASEAN yang berlangsung selama tiga hari tersebut.

    Reporter: Nurakhmayani

  • Gala Dinner untuk Peserta KTT ke-43 ASEAN Dihelat di Tengah Hutan Kota GBK

    Gala Dinner untuk Peserta KTT ke-43 ASEAN Dihelat di Tengah Hutan Kota GBK

    7cloud.asia – Menutup rangkaian KTT ke-43 ASEAN digelar jamuan malam malam atau gala dinner eksotis yang mengedepankan konsep hijau di Jakarta pada Rabu (6/9/2023). 

    Gala dinner berkonsep hijau untuk kepala negara anggota ASEAN ini diadakan di  Hutan Kota Gelora Bung Karno (GBK) yang berada di dalam kawasan Kompleks Stadion GBK Senayan.

    Hutan kota GBK itu semula adalah kawasan komersial seluas 4,5 hektare. Gala dinner di tengah hutan kota ini menjadi kejutan lain dari pelaksanaan KTT ke-43 ASEAN 2023.

    Sejak beberapa hari terakhir, puluhan pekerja terlihat sibuk melakukan persiapan di hutan kota GBK itu.

    Baca: Replika hutan tropis hiasi ruang penyambutan peserta KTT ke-43 ASEAN

    Misalnya membangun konstruksi kanopi bambu sepanjang beberapa puluh meter berbentuk mirip atap rumah adat suku Sasak di Lombok, Nusa Tenggara Barat.

    Kanopi ini menjadi penanda pintu masuk menuju lokasi gala dinner. Karpet merah tebal yang masih diselimuti oleh plastik putih digelar tepat di bawah kanopi tersebut untuk menyambut para tamu delegasi.

    Memasuki area gala dinner, terlihat sebuah bukit kecil mengitari panggung terbuka (amphitheatre).

    Bukit kecil lengkap dengan rumput hijau sintetis itu merupakan sebuah konstruksi buatan yang dibangun agar mampu menampung lebih banyak delegasi peserta KTT ke-43 ASEAN 2023.

    Baca: Jokowi serukan ASEAN jadi sumber kekuatan bukan rivalitas

    Terdapat akses berupa delapan anak tangga dan jalan melandai khusus untuk penyandang disabilitas untuk mencapai bukit.

    Di atas bukit ini telah tersusun puluhan meja bundar yang masing-masing berdiameter sekitar 1,6 meter. Tiap meja dikelilingi oleh delapan kursi abu-abu yang diatur jarak antarkursi sekitar 25-35 sentimeter.

    Telah tertata pula delapan piring putih besar. Puluhan meja lainnya dengan bentuk persegi panjang disusun di tepian bukit, menghadap tepat ke arah amphitheatre

    Di bagian depan panggung terbuka, telah tersusun belasan meja bundar yang dikelilingi delapan kursi dan tentu saja di atas meja telah tersaji piring putih.

    Baca: KTT ASEAN berlangsung saat kondisi udara Jakarta sedang tidak sehat

    Seluruh meja dan kursi, baik yang berada di bukit kecil maupun di depan panggung terbuka ditutupi oleh plastik khusus. 

    Sementara itu, panggung terbuka berdimensi sekitar 50 meter x 30 meter menjadi pusat perhatian peserta gala dinner karena di tempat ini akan disajikan beragam pertunjukan kesenian dan hiburan musik dari sejumlah artis.

    Tepat di belakang panggung, menjulang belasan gedung pencakar langit yang berdiri di kawasan Pusat Distrik Bisnis Sudirman (SCBD) yang posisinya ada di seberang Hutan Kota GBK.

    Gedung-gedung tersebut menjadi layar raksasa bagi pertunjukan video mapping selama berjalannya gala dinner. Selain itu, penyelenggara acara menutupi sekeliling pagar.

    Baca: Kapal pinisi dan tenun songke Manggarai warnai KTT ASEAN di Labuan Bajo

    Hutan Kota GBK memakai ribuan tanaman rambat raksasa sehingga membuat suasananya seperti mirip sedang berada di tengah hutan. 

    Aparat kepolisian juga menutup akses Jl Jenderal Sudirman sejak dari arah Jembatan Semanggi hingga menuju Bundaran Senayan sejak pukul 16.00 WIB hingga berakhirnya acara gala dinner.

    Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sejak jauh hari telah meminta perusahan-perusahaan yang berkantor di sekitar kawasan Sudirman untuk menggelar Work From Home (WFH) bagi para pekerjanya pada 5–7 September 2023.

    Saat menggelar KTT ke-42 ASEAN 2023 di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur, pada 9-11 Mei 2023.

    Baca: Hujan buatan belum optimal atasi polusi udara di Jakarta

    Saat itu, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengajak seluruh pemimpin dan kepala negara ASEAN  menikmati terbenamnya matahari dari atas pinisi yang berlayar di sekitar perairan Laut Flores. 

    Pinisi merupakan kapal layar tradisional khas suku Bugis, salah satu penduduk asli di Sulawesi Selatan yang mempunyai dua tiang utama dan tujuh buah layar, tiga di depan, dua di tengah, dan dua di belakang. Kapal ini kerap dipakai untuk mengangkut barang antarpulau.

    Momen menikmati sunset sambil berlayar memakai pinisi meninggalkan kesan mendalam bagi para pemimpin negara-negara anggota ASEAN.

    Sumber: Kominfo

  • Nusantara on The Forest: Menu Gala Dinner KTT ke-43 ASEAN

    Nusantara on The Forest: Menu Gala Dinner KTT ke-43 ASEAN

    7cloud.asia – Berbagai menu spesial disajikan kepada para tamu undangan peserta Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-43 ASEAN pada gala dinner yang berlangsung di Hutan Kota by Plataran pada Rabu (6/9/2023 malam). Apa sajakah?

    Chef Arnold Purnomo yang dipilih memimpin tim juru masak untuk gala dinner KTT ke-43 ASEAN ini menjelaskan menu yang disajikan kali ini bertema ‘Nusantara on The Forest’.

    “Jadi untuk mendapatkan inspirasinya kan kita sudah ada tema Nusantara on the Forest, tapi untuk inspirasinya tiap hidangannya itu kita lempar ke semua tim untuk menghidangkannya,” jelas chef Arnold seperti yang dilihat di youtube Sekretariat Presiden.

    Menurut juri Master Chef Indonesia ini, makanan yang dihidangkan di gala dinner KTT ASEAN tersebut tidak hanya enak, tetapi juga harus mewah, megah dan nikmat.

    Baca:Gala dinner KTT ASEAN dilangsungkan di tengah hutan kota GBK

    Dia membedakan daftar menu ada menu untuk tamu VVIP yaitu kepala negara dan pemimpin organisasi internasional serta ada menu untuk tamu VIP.

    Menu pembuka (appetizer) untuk tamu VVIP yaitu Kepiting Andaliman dari Sumatra Utara yang terdiri mudcrab salad (salad kepiting), buah semangka, andaliman pepper aioli (saus aioli andaliman), pumpkinseeds (kuaci) dan baby spinach (bayam).

    Selanjutnya menu utama (main course) untuk tamu VVIP adalah daging kecap dari Jawa, terdiri dari soy glazed Lampung wagyu cheek (daging pipi sapi masak kecap Lampung), kenikir chimichurri (saus kenikir), kentang dan kubis brussel.

    Kemudian menu penutup (dessert) berupa cokelat, spiced banana (pisang berbumbu), jasmine apple (apel melati) dan matcha moss (saus teh hijau).

    Baca: Replika hutan tropis hiasi ruang penyambutan KTT ASEAN di Jakarta

    Sementara untuk tamu VIP disajikan dengan ASEAN Assiette (piring ASEAN). Menu pembukanya adalah chicken mushroom terrine (ayam jamur dimasak terrine seperti kornet), bebek betutu tart (tar bebek betutu), beef curry puff (kari paf sapi) dan seafood roulade (seafood gulung).

    Menu utama tamu VIP adalah nasi campur Nusantara dari Sumatera Barat dan rawon dari Jawa Timur. Sajiannya terdiri dari nasi kemangi, braised beef short rib (iga sapi) dengan kuah rawon, acar timun, sosis ayam dan sambal ayam pop.

    Sama seperti pada menu gala dinner pertemuan G-20 beberapa bulan yang lalu, kali ini juga disediakan menu khusus untuk vegetarian.

    Para tamu undangan VVIP dapat memilih menu pembuka yang disajikan berupa salad semangka dari Sumatera Utara yang terdiri dari keju ricotta, kuaci, saus mustard dan daun kale.

    Baca: KTT ASEAN berlangsung di tengah udara Jakarta yang tidak sehat

    Kemudian menu utamanya dalah vichyosse (sup) dari Jawa yang terdiri dari kentang, kubis brussel, raisin (kismis), cauliflower (kembang kol).

    Tamu VIP yang vegetarian juga dapat menikmati menu pembuka berupa rujak buah Jawa yang berisi compressed mango (manisan mangga), pickled young papaya (acar pepaya muda), pomelo (jeruk bali), pomegranate (delima), lime gel (agar-agar lemon), tapioka crackers (opak).

    Sedangkan menu utama vegetarian tamu VIP adalah nasi campur nusantara dan rawon.

    Semua menu-menu tersebut sudah dicoba langsung oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebelum gala dinner berlangsung.

    Baca: Jokowi tegaskan ASEAN harus menjadi kekuatan bersama bukan ajang rivalitas

    Sementara itu, chef Degan Septoadji yang juga menjadi tim inti juru masak berharap masakan Nusantara tersebut dapat diterima baik di lidah para tamu negara kehormatan.

    “Semoga tamu-tamu di KTT ASEAN ini bisa melihat bahwa masakan Indonesia itu sangat pantas untuk bersaing di tingkat dunia dan memang udah waktunya kita itu mendunia,” jelasnya.

    Reporter: Nurakhmayani

  • Tutup KTT ASEAN, Jokowi: Indo-Pasifik Harus Jadi Teater Perdamaian

    Tutup KTT ASEAN, Jokowi: Indo-Pasifik Harus Jadi Teater Perdamaian

    7cloud.asia – Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada Kamis (7/9/2023) resmi menutup onferensi Tingkat Tinggi atau KTT ke-43 ASEAN yang berlangsung sejak Selasa, 5 September 2023.

    Dalam sambutan penutupannya. Jokowi mengajak negara ASEAN dan mitra untuk menjadikan Indo-Pasifik sebagai teater perdamaian dan inklusivitas.

    “Ini adalah fondasi kunci yang akan mengantarkan ASEAN ke masa depan lebih baik untuk rakyat dan untuk dunia. Inilah esensi yang dibangun keketuaan Indonesia, menjadikan ASEAN matters sebagai epicentrum of growth,” ujar Jokowi pada Upacara Penutupan KTT ke-43 ASEAN, di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, Kamis (07/09/2023).

    Baca: ASEAN harus jadi sumber kekuatan bukan media rivalitas

    Jokowi mengatakan KTT ke-43 ASEAN telah menghasilkan 90 dokumen dan sejumlah kesepakatan konkret dengan negara mitra.

    Meski demikian, berakhirnya KTT ke-43 ASEAN bukan berarti tugas untuk mewujudkan ASEAN sebagai pusat pertumbuhan atau epicentrum of growth telah selesai.

    “Tapi tugas kita belum selesai, pekerjaan besar ASEAN tidak mungkin selesai dalam satu keketuaan saja,” imbuhnya.

    Baca: KTT ASEAN berlangsung di tengah kondisi udara Jakarta yang tidak sehat

    Presiden pun menegaskan bahwa, ASEAN harus terus bersatu untuk dapat menghadapi beragam dinamika dan kompleksitas tantangan global di masa mendatang.

    Ia menegaskan bahwa negara-negara ASEAN harus selalu bekerja sama dan bahu-membahu mengatasi masalah bersama.

    “Menavigasi tantangan menjadi peluang, menavigasi rivalitas menjadi kolaborasi, menavigasi eksklusivitas menjadi inklusivitas, dan menavigasi perbedaan menjadi persatuan. Kita harus menjadi nahkoda di kapal kita sendiri,” tandasnya.