Banjir Kepung Hong Kong, Terparah dalam 139 Tahun

Written by

in

7cloud.asia – Hujan deras dengan intensitas tinggi yang berlangsung pada Kamis (7/9/2023) pukul 23.00 hingga tengah malam mengakibatkan banjir bandang melanda sejumlah wilayah di Hong Kong.

Banjir mengakibatkan beberapa ruas jalan di Hong Kong, seperti yang ditayangkan CNN Indonesia tampak bak sungai yang deras.

Observatorium Hong Kong mencatat tingkat curah hujan 158,1 mm per jam. Curah hujan ini tercatat yang tertinggi sejak 1884 atau 139 tahun yang lalu.

Baca: Gelombang panas mengganas di Eropa

Bahkan curah hujan di wilayah lain Hong Kong yaitu Kowloon, New Territories di timur laut, dan Pulau Hong Kong curah hujan antara pukul 18.00 hingga 19.00 tercatat lebih dari 200 mm.

Namun, tidak diketahui tinggi banjir yang merendam Hong Kong tersebut. Dari sejumlah video yang beredar di media sosial, ketinggian air bervariasi. Ada yang hanya semata kaki orang dewasa hingga merendam seluruh bagian mobil.

Operator metro Hong Kong mengatakan sejumlah rute kereta bawah tanah terganggu akibat banjir. Bahkan satu stasiun di distrik Wogn Tai Sin benar-benar terendam air.

Baca: Pertemuan G20 gagal capai kesepakatan memotong emisi

Selain itu, banyak mobil yang hanyut di tengah banjir. Sejumlah video di media sosial menunjukkan kereta bawah tanah tidak berhenti di Stasiun Wong Tai Sin karena peronnya tergenang air banjir.

Otoritas Hong Kong pun mengeluarkan peringatan banjir bandang, meliburkan seluruh sekolah, dan mengerahkan tim SAR untuk mengevakuasi warga yang terjebak.

“Warga yang tinggal di dekat sungai harus tetap waspada terhadap kondisi cuaca dan harus mempertimbangkan evakuasi jika rumah kebanjiran,” kata observatorium cuaca Hong Kong seperti dikutip AFP.

Baca: Peringatan perubahan iklim sudah dirilis sejak 70 tahun silam

Sementara itu, hujan deras juga terjadi di Cina Selatan, termasuk di Shenzhen yang siap siap mengalirkan air dari waduknya. Kondisi ini tentu saja berpotensi memperburuk banjir di beberapa bagian utara Hong Kong.

Observatorium juga mengaitkan curah hujan yang tinggi dengan dampak sisa-sisa topan Haikui yang melanda Fujian pada 5 September lalu. 

Reporter: Nurakhmayani

 

 

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *