Sepekan Banjir di Nunukan, 1 Warga Hilang

Written by

in

7cloud.asia – Sudah sepekan banjir melanda wilayah Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara. Sebanyak 3.052 keluarga terkena dampaknya, 32 keluarga diantaranya terpaksa mengungsi dan satu warga dinyatakan hilang.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan pada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Abdul Muhari menjelaskan banjir di Nunukan ini telah menggenangi 2.182 rumah.

Selain itu, sebanyak 51 fasilitas umum, dan 54 hektare sawah yang ada di 29 desa di 11 wilayah kecamatan di Kabupaten Nunukan juga tak luput dari banjir.  Ketinggian air berkisar antara 100-740.

“Satu warga dilaporkan hilang dan saat ini masih dalam pencarian,” kata Abdul dalam keterangan di laman BNPB.

Baca Juga: Perdagangan Karbon Rentan Perparah Ketidakadilan

Lebih lanjut Abdul menjelaskan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Nunukan telah berkoordinasi dengan instansi pemerintah untuk melakukan upaya pencarian dan pertolongan.

Selain itu, BPBD Kabupaten Nunukan juga membantu mendirikan tenda di tiap-tiap pos kecamatan yang terdampak, mendirikan dapur umum, mendistribusikan bantuan logistik dan peralatan serta upaya lainnya.

Sebelumnya diberitakan, banjir terjadi akibat hujan dengan intensitas tinggi dalam durasi yang cukup lama mengguyur wilayah perbatasan antara Indonesia dan Malaysia pada Rabu (20/9) pukul 08.00 WITA.

Daerah yang terdampak banjir umumnya berada di dekat aliran sungai. Pemerintah Kabupaten Nunukan juga telah menetapkan status tanggap darurat bencana alam banjir selama 14 hari.

Baca Juga: Ketahuan! Gunung Gede Diduga Sengaja Dibakar

Kondisi terakhir yang dipantau BNPB pada Minggu (24/9/2023) pukul 21.35 WIB, banjir masih mengalami pasang surut. Hal ini akibat wilayah hulu yang berada di negara Malaysia masih sering terjadi hujan.

Selain itu, wilayah yang terdampak banjir merupakan daerah yang dekat dengan aliran sungai, sehingga air kiriman dari wilayah hulu mempengaruhi tinggi muka air.

Banjir tampaknya masih akan menggenangi wilayah ini. Prakiraan cuaca dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), hujan  berpotensi terjadi di wilayah Kabupaten Nunukan hingga tiga hari ke depan atau Rabu (27/9).

Karena itu BNPB mengimbau kepada masyarakat di Nunukan, khususnya yang terdampak banjir agar mengantisipasi adanya potensi bencana susulan.

Baca Juga: BMKG: 10 Persen Wilayah di Indonesia Mulai Masuk Musim Hujan  

Sedangkan masyarakat yang tinggal di bantaran sungai agar memperhatikan kondisi tinggi muka air secara berkala dan selalu memperbarui informasi cuaca di wilayah hulu.

Jika terjadi hujan lebat dalam durasi lebih dari satu jam disarankan untuk mengevakuasi secara mandiri ke lokasi yang lebih aman.

Reporter: Nurakhmayani

 

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *