Tag: bank sampah

  • Ingin Tahu di Mana Lokasi Bank Sampah TerDekat? Cek di Aplikasi SMASH

    Ingin Tahu di Mana Lokasi Bank Sampah TerDekat? Cek di Aplikasi SMASH

    7cloud.asia – Beberapa bulan ini Lina, seorang ibu rumah tangga di Jakarta Barat kepikiran untuk ikut mengelola sampah rumah tangganya.

    Lina sudah mulai memilah sampah rumah tangga yang dihasilkannya, tetapi ia bingung apa yang harus dilakukan selanjutnya dan kepada siapa ia harus bertanya tentang keberadaan bank sampah terdekat drai rumahnya.

    Hingga pada satu hari, oleh seorang temannya ia diminta untuk membuka BankSampah.id, dan dari sana Lina menemukan aplikasi Sistem Online Manajemen Sampah (SMASH).

    SMASH adalah aplikasi terintegrasi untuk manajemen persampahan di seluruh Indonesia. Aplikasi SMASH ini mulai ada sejak Januari 2015, dan diharapkan bisa menjaid jawaban bagi masalah sampah di Indonesia. 

    “SMASH menggabungkan semua pihak yang terlibat dalam pengelolaan sampah, baik masyarakat sebagai nasabah, pengelola bank sampah, serta pemerintah kota sebagai pengambil kebijakan,” demikian penjelasan yang dilansir di BankSampah.id

    Baca: 7 cara sederhana mengelola sampah rumah tangga

    Dengan aplikasi SMASH dari BankSampah.id maka operasional bank sampah bisa dilakukan lebih terpadu.

    Sementara bagi masyarakat sebagai nasabah sekaligus penghasil sampah bisa menghasilkan uang dari sampah rumah tangganya. 

    “Dengan SMASH pay dapat digunakan untuk pembayaran online,” demikian penjelasan di BankSampah.id. 

    Dengan mendaftar di aplikasi mysmash, berbasis mobile kita bisa mengecek lokasi bank sampah terdekat dari rumah kita, mengetahui kategori sampah dan harganya, penjemputan sampah dan reimburse sampah.

    Baca: Kurangi sampah plastik dengan sistem isi ulang dari Siklus

    Di BankSampah,id juga dipasarkan beragam hasil kerajinan dari pengolahan sampah seperti tas, sandal, dompet, topi dan sebagainya 

    Saat 7cloud.asia berselancar di laman BankSampah.id tercatat ada setidaknya 5,120 Bank Sampah yang telah tergabung.

    Bank sampah tak hanya berada di kota besar tetapi juga dapat ditemukan di sejumlah kota kabupaten yang tersebar di 33 provinsi di Indonesia. 

    Baca: Insentif dibutuhkan untuk mendorong pasar kendaraan listrik

    Berikut manfaat yang bisa kita petik dari aplikasi SMASH dari BankSampah.id terkait pengelolaan sampah rumah tangga kita:

    Praktis

    Pengelolaan data dilakukan secara digital & dapat meningkatkan paperless activity.

    Transparan 

    Pengelola Bank Sampah dapat mengelola tabungan nasabah secara transparan.

    Aman

    Untuk keamanan data Anda, BankSampah.id menggunakan SSL/TLS untuk transaksi data dan enkripsi untuk penyimpanan data.

    Terintegrasi Nasional
     
    Data Bank Sampah yang tergabung sudah terintegrasi secara nasional, sehingga memudahkan proses pemantauan pengelolaan sampah & perencanaan pengembangan Bank Sampah secara nasional.
     
    Mobile Support
     
    Dengan menggunakan smartphone berbasis Android, Bank Sampah dapat melakukan transaksi dengan mudah dan nyaman.

     
    Offline Mode

    Melalui aplikasi BankSampah.id Mobile, Bank Sampah dapat melakukan aktivitas transaksi secara offline.

  • Meski Beroperasi di Jalanan, Perempuan Kader Bank Sampah Sekarwangi Pulo Gebang tetap Semangat Bekerja

    Meski Beroperasi di Jalanan, Perempuan Kader Bank Sampah Sekarwangi Pulo Gebang tetap Semangat Bekerja

    7cloud.asia – Hari masih pagi, ketika kesibukan mulai terlihat di Sekretariat Rt 16 RW 08 Jalan Bakti Pulo Gebang, Cakung Jakarta Timur yang dijadikan pusat bank sampah Sekarwangi.

    Ratusan perempuan yang tergabung dalam kader bank sampah unit Sekarwangi, tampak sibuk mengangkut, memilah, mencatat, berkeliling mengantar jemput sampah dari warga.

    Dengan mengendarai motor dan gerobak, perempuan kader bank sampah Sekarwangi ini menjemput sampah, menimbang sampah JU Bersama yang terkunpul di area sekretariat.

    Tak hanya itu, para perempuan kader bank sampah Sekarwangi ini juga sibuk membersihkan dan mengelompokkan sampah berupa botol, gelas, kardus dan beberapa jenis lainmya untuk dimasukkan ke dalam karung.

    Baca: Cara mudah memilah sampah dari rumah

    Setelah itu, sampah tersebut ditimbang dan dicatat dalam buku bank sampah Sekarwangi yang dimiliki warga serta nasabah untuk kemudian disalurkan ke pengepul swasta yang siap membawa langsung dengan mobil bak terbuka.

    Dari catatan kader bank sampah Sekarwangi ini, pengepul lalu mengkoversi bobot sampah yang dimiliki nasabah sekaligus kader bank sampah tersebut ke dalam rupiah yang kemudian dimasukkan ke dalam tabungan bagi mereka.

    Salah satu nasabah sekaligus kader bank sampah Sekarwangi, Sami Sholehah mengaku sangat merasakan manfaatnya.

    Dengan tabungan yang dimilikinya, ia bisa membeli beras, sabun, minyak goreng dan kebutuhan lainnya.

    Baca: Cara asyik kurangi sampah plastik

    Bank sampah Sekarwangi ini berdiri sejak awal tahun 2019. Sejak awal berdirinya, bank sampah Sekarwangi mendapat sambutan positif dari warga setempat. 

    Bahkan, anak perusahaan ASTRA, yaitu United Tractor (UT) bersedia memonitor serta memfasilitasi para kader dan pengurus bank sampah Sekarwangi  sebagai implementasi dari tanggung jawab sosial atau CSR perusahaan.

    ASTRA memberikan pembinaan serta pelatihan dan memberikan bantuan sarana serta prasarana demi menunjang kegiatan bank sampah.

    Tak hanya ASTRA, pemerintah Costa Rica juga tertarik mempelajari sistem pengelolaan bank sampah unit Sekarwangi agar dapat diterapkan di negaranya.

    Baca: Kurangi sampah plastik dengan sistem isi ulang dari Siklus

    Saking tertariknya, Head of Mission Costa Rica Mr. Esteban Quiros Salazar beserta timnya datang berkunjung serta langsung menyaksikan ratusan kader perempuan bank sampah Sekarwangi melakukan dalam proses pengelolaan sampahnya.

    Tim dari kedubes Costa Rica ini menyaksikan langsung bagaimana para kader bank sampah sekarwangi yang semuanya perempuan, bergerak serentak menjemput sampah milik warga menggunakan motor dan gerobak.

    Lants memilah, membersihkan, mencatat hingga menimbang sampah dan memasukkannya ke dalam buku bank sampah milik nasabah.

    Proses pengelolaan sampah yang dilakukan spontan, serentak, kompak dan semangat ini otomatis menciptakan suasana meriah di sepanjang Jalan Bakti Pulo Gebang, Cakung.

    Baca: Peran penting pemerintah-produsen dan konsumen dalam kurangi sampah plastik

    Itu disebabkan banyak warga, ratusan perempuan, tim dari Sudin dan satuan pelaksana lingkungan hidup (Satpel LH) serta tim dari perusahaan UT, turun ke jalan dan ikut terlibat dalam membantu para kader dalam menyelesaikan proses tersebut.

    Sehingga, aksi kompak dalam pengelolaan sampah ini mendapat pujian dari Esteban Quiros Salazar.

    Ia kagum lantaran sistem pengelolaan sampah bisa dilakukan dalam sehari dengan proses yang cepat.

    Baca: KLHK ajak warga ‘boikot’ produk yang tak peduli sampah plastiknya

    Para kader maupun pengurus bank sampah Sekarwangi ini juga merangkap tugas selaku kader posyandu balita, kader dasa wisma (dawis), kader jumantik, hingga PKK.

    Mereka bekerja di bawah koordinasi Suku Dinas Lingkungan  yang terhimpun dalam Sistem Manajemen Informasi Bank Sampah.

    Pada tahun 2022, kader bank sampah unit Sekarwangi sempat mengikuti kompetisi inovasi yang diselenggarakan oleh ASTRA di tingkat nasional.

    Dalam kompetisi itu, beberapa bank sampah dari berbagai daerah juga turut berperan serta seperti, Jawa, Sumatera, Bali, Kalimantan hingga Papua.

    Baca: Galon sekali pakai, solusi atau masalah untuk lingkungan?

    Masing-masing dari daerah itu juga mengerjakan tugas-tugas yang diberikan panitia melalui zoom. Hingga akhirnya, peserta dari daerah bali keluar menjadi juara bank sampah terbaik dan memenangkan kompetisi tersebut.

    “Bank sampah di daerah mereka bagus-bagus, kita kalah dan nggak ada apa-apanya. Areal bank sampah mereka luas, malah ada yang punya traktor segala,” kenang Ketua Bank Sampah unit Sekarwangi Sri Budiastuti pada 7cloud.asia Jumat (14/7/2023) lalu

    Meski tak menjadi juara, namun kompetisi ini memberikan pengalaman serta ilmu yang cukup berharga bagi para pengurus.

    Terbukti, tak lama kemudian tepatnya di tahun 2022, bank sampah unit Sekarwangi RW 08 Kelurahan Pulo Gebang, Kecamatan Cakung Jakarta Timur ini mampu mendapatkan penghargaan bank sampah terbaik tingkat propinsi DKI Jakarta. 

    Baca: Bahaya mikroplastik untuk kesehatan

    Selain itu, para kader juga memperoleh uang pembinaan sebesar Rp 3 juta.

    “Gak besar sih, tapi lumayan karena bisa untuk pembinaan dalam mengelola bank sampah,” kata Sri Budiastuti gembira.

    Dari penghargaan tersebut, bank sampah yang berlokasi di belakang Kantor Walikota Jakarta Timur ini lantas sering mendapatkan undangan baik ke Gedung DPR hingga memantau langsung tempat pengolahan sampah terpadu (TPST) di Bantar Gebang, Bekasi, Jawa Barat.

    Akan tetapi ironisnya, meski sudah berprestasi dan mendapat penghargaan bank sampah terbaik se-DKI Jakarta, hingga kini bank sampah Sekarwangi masih tak memiliki gedung sendiri.

    Baca: Bioplastik, apakah benar-benar aman untuk lingkungan?

    Bahkan kegiatan kader juga seperti tak dianggap dan tak didukung oleh pejabat setempat seperti RT dan RW di wilayahnya.

    Tiap kali mengangkut, memilah, mengantar jemput sampah, membersihkan, hingga menimbang sampah warga dan nasabah, perempuan kader serta pengurus bank sampah Sekarwangi harus melakukannya di jalanan serta area di sekitar sekretariat sebagai tempat kerja.

    Karena itu mereka tidak menimbun dan menumpuk sampah, karena kita tidak punya tempat kerja yang memadai.

    “Jadi sampah langsung diangkat dan harus cepat. Kita juga tak menimbun sampah lalu langsung diangkut pengepul, sebab kita harus pilah-pilah dulu dan dibersihkan supaya bernilai jual tinggi,” imbuh Sri Budiastuti.

    Baca: Cara unik warga Bali dalam memilah sampah

     

  • Petugas Jumantik dan Pengelola Bank Sampah Bahu Membahu Jaga Kebersihan Kelurahan Malaka Jaya

    Petugas Jumantik dan Pengelola Bank Sampah Bahu Membahu Jaga Kebersihan Kelurahan Malaka Jaya

    7cloud.asia – Ini kisah bank sampah yang terdapat di wilayah Malaka Jaya Perumnas Klender Kelurahan Malaka Jaya, Kecamaatan Duren Sawit Jakarta Timur.

    Berbeda dengan bank sampah Sekarwangi yang beroperasi di jalan, bank sampah di wilayah Malaka Jaya ini memiiki gedung sendiri. Mereka juga punya pegawai tetap.

    Semua kegiatan memilah, membersihkan, mencatat hingga menimbang di bank sampah Malaka Jaya dilakukan oleh pegawai tetap yang berjumlah dua orang. 

    Bank sampah Malaka Jaya tak memiliki kader serta pengurus sebagaimana di bank sampah unit Sekarwangi Cakung Jakarta Timur.

    Baca: Bank sampah Sekarwangi berlangsung di jalanan 

    Para nasabah di bank sampah Malaka Jaya ini, kebanyakan berasal dari warga setempat yang hanya berminat membawa sampah mereka ke bank sampah.

    Setiap seminggu sekali, petugas jumantik membantu dengan menyerahkan hasil JPL (jumantik peduli lingkungan)  ke bank sampah Malaka jaya ini.

    Hasil penjualan sampah berupa botol dan gelas plastik, serta kardus yang sudah tak terpakai ini kemudian dimasukkan ke dalam kas organisasi.

    Baca: Aplikasi ini membantu kamu temukan bank sampah

    Meski hasil JPL tak banyak, namun setidaknya apa yang dilakukan petugas jumantik mampu menciptakan kebersihan dan dapat mengurangi sampah di wilayah sekitar.

    “Tapi dengan mengumpulkan sedikit demi sedikit dari JPL, lama-lama bisa banyak juga. Lalu nanti kalu sudah banyak, kan, bisa digunakan untuk hal yang bermanfaat,” kata salah satu kader jumantik RW 04 Fatimah Hadi.

    Petugas bank sampah Malaka Jaya, Simon mengatakan sampah yang terkumpul dari warga dan petugas jumantik biasanya dibersihkan lebih dulu, dipilah-pilah sesuai dengan jenisnya.

    Baca: Aktivitas bank sampah terbaik di Jakarta

    Lalu sampah itu dimasukkan ke dalam karung. Setelah itu sampah tersebut ditimbang dan dicatat bobotnya ke dalam buku bank sampah milik nasabah serta dikonversi ke dalam rupiah.

    Sampah yang terkumpul, lantas akan diangkut oleh petugas dari dinas KLH di Ciracas atau BSI (bank sampah induk) dengan mobil bak terbuka.

    “Kita biasanya menghubungi petugas dari BSI atau dinas KLH untuk mengangkut sampahsampah ini dulu. Setidaknya minimal 2 ton sampah yang terkumpul di sini, baru mereka angkut,” jelas Simon.

    Baca: Mendulang cuan dari mengolah sampah

    Berdasarkan laporan Pengelolaan Sampah Nasional (SPSN) yang dikelola oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), timbunan sampah di DKI Jakarta mencapai 3 juta ton.

    Jakarta merupakan provinsi penghasil timbunan sampah terbesar kedua setelah Jawa Tengah di Indonesia.

    Data Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta pada akhir 2022 juga menyebutkan bahwa Propinsi DKI Jakarta mengirimkan lebih dari 7500 ton sampah setiap harinya ke TPST (Tempat Pengolahan Sampah Terpadu) Bantargebang Bekasi, Jawa Barat.

    Dengan keberadaan bank sampah ini maka sampah yang dikirim ke TPST Bantargebang bisa dikurangi, selain itu juga menghasilkan uang bagi warga.

    Baca: Bisnis menjanjikan dari minyak jelantah

  • Memotret Aktivitas Perempuan Kader Bank Sampah Sekarwangi di Jalanan

    Memotret Aktivitas Perempuan Kader Bank Sampah Sekarwangi di Jalanan

    7cloud.asia – Para perempuan kader bank sampah Sekarwangi menjadikan Sekretariat Rt 16 RW 08 Jalan Bakti Pulo Gebang, Cakung Jakarta Timur sebagai pusat kegiatan merek ayang dilakukan setiap Hari Jumat. 

    Seperti apa kesibukan para perempuan kader bank sampah Sekarwangi, Pulo Gebang, Jakarta Timur ikuti foto-foto berikut ini.

    Para perempuan kader bank sampah Sekarwangi, Pulo Gebang Jakarta Timur menjemput sampah ke rumah penduduk dengan menggunakan sepeda motor.

    Para perempuan kader bank sampah Sekarwangi, Pulo Gebang Jakarta Timur sedang mengumpulkan sampah kertas/kardus setoran warga.  

     

    Para perempuan kader bank sampah Sekarwangi, Pulo Gebang Jakarta Timur sedang memilah sampah plastik yang disetor warga.

     

    Seperti inilah para perempuan kader bank sampah Sekarwangi, Pulo Gebang Jakarta Timur bekerja setiap minggunya.

    Meski menggunakan jalan dalam menjalankan operasinya, bank sampah Sekarwangi Pulo Gebang Jakarta Timur ini pernah menjadi juara bank sampah tingkat DKI Jakarta.

  • Bank Sampah di Kelurahan Kebagusan, Jakarta Selatan Ini Layak Diacungi Jempol

    Bank Sampah di Kelurahan Kebagusan, Jakarta Selatan Ini Layak Diacungi Jempol

    7cloud.asia – Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Selatan mengajukan Bank Sampah Sejati Gang Ikhlas RT 05/RW 08 Kelurahan Kebagusan dalam Program Iklim Tingkat Nasional untuk melestarikan lingkungan.

    Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Pemkot Jakarta Selatan, Mukhlisin memaparkan sejumlah kelebihan yang dimiliki Bank Sampah Sejati Gang Ikhlas RT 05/RW 08 Kelurahan Kebagusan ini.

    “RW 08 memiliki ruang terbuka hijau, lahan kosong yang dijadikan urban farming hingga tersedianya bank sampah,” katanya dikutip Antaranews.com, Jumat (21/6/2024).

    Di sekeliling Bank Sampah Sejati rindang oleh berbagai tanaman obat keluarga (toga), sayuran hingga budidaya larva maggot untuk mengolah sampah organik.

    Pengolahan sampah seperti ini dinilai mampu mengurangi gas emisi sekaligus memberikan nilai ekonomis dan kesejahteraan bagi masyarakat.

    Baca: Dampak kampung program iklim

    Diharapkan masyarakat terutama pengelola sampah mampu meningkatkan aksi, adaptasi, dan mitigasi terhadap perubahan iklim untuk mewujudkan kota lestari.

    “Saya apresiasi kekompakan serta niat yang baik untuk mewujudkan kota lestari,” ujarnya.

    Terpisah, Kepala Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Selatan Mohamad Amin menuturkan program ini merupakan bentuk apresiasi dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan dari tingkat kota, provinsi, hingga nasional.

    Program Komunitas untuk Iklim (Proklim) diharapkan dapat menjangkau kelompok dan membuka peluang seluruh pihak untuk memberikan kontribusi lebih luas.

    Dia berharap Jakarta Selatan mampu bersaing dengan sejumlah kelebihan dalam mengelola ruang terbuka hijau dari kawasannya masing-masing.

    Baca: Mengenal lebih dekat apa itu kampung program iklim

    “Proklim banyak aspek yang dilihat seperti pengelolaan sampah, pemanfaatan air hujan, resapan air, dan masih banyak penilaiannya,” ujar Amin.

    Sementara, salah satu tim verifikator KLHK Nurul menuturkan pihaknya masih menargetkan program Kampung Iklim sampai 20.000 titik.

    “Alhamdulillah RW 08 sesuai data proklim yang dikirimkan masuk dalam proklim utama ” kata Nurul.

    Dia berharap adanya keterlibatan serta kekompakan warga RW 08 mampu menurunkan kerentanan dan meningkatkan kapasitas adaptasi perubahan iklim.

    Luas wilayah RW 08, Kebagusan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan mencapai 12,24 hektare dengan penduduk sebanyak 5.746 jiwa.

  • KLHK: Dana Lingkungan Berikan Angin Segar bagi Pengelolaan Bank Sampah

    KLHK: Dana Lingkungan Berikan Angin Segar bagi Pengelolaan Bank Sampah

    7cloud.asia – Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menyebutkan akses dana lingkungan dapat menjadi kesempatan bagus atau angin segar bagi bank sampah, meski perlu disertai dengan peningkatan literasi keuangan.

    “Dengan akses pendanaan lewat dana lingkungan ini angin sangat segar bagi mereka semua para pengelola bank sampah,” kata Direktur Pengurangan Sampah KLHK Vinda Damayanti Ansjar dalam diskusi Festival LIKE 2 yang dipantau secara daring di Jakarta, Jumat (8/8/2024).

    Dia menjelaskan bahwa berdasarkan data milik KLHK, terdapat hampir 17 ribu bank sampah yang ada di Indonesia. Namun, yang masih aktif beroperasi saat ini hanya sekitar 20-30 persen dari jumlah tersebut.

    Menurut Vinda, kebanyakan masalah yang dihadapi bank sampah untuk mempertahankan keberadaannya termasuk kurangnya kapasitas pengelolaan keuangan.

    Karena itu, keberadaan pendanaan yang dapat diakses oleh bank sampah harus disertai literasi keuangan.

    Baca: Cara mengakses dana lingkungan dari KLHK

    Untuk mencapai hal itu, KLHK kini memiliki program memberikan pelatihan teknik bisnis dasar bagi pengelola bank sampah.

    Termasuk bagaimana memanfaatkan potensi produk hasil pemilihannya dan ke depan terdapat rencana untuk memberikan pelatihan literasi keuangan.

    Pelatihan literasi keuangan itu diperlukan setelah pemerintah membuka layanan dana lingkungan yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk beragam aksi nyata di akar rumput, termasuk oleh bank sampah.

    Layanan Dana Masyarakat untuk Lingkungan dapat diakses melalui Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup (BPDLH), dengan proyeksi nilai bantuan 2.000 dolar AS sampai 50 ribu dolar AS.

    Sumber dana lingkungan tersebut tidak semuanya berasal dari APBN, tapi dari filantropi dan kerja sama bidang iklim termasuk dengan negara donor.

    Baca: Jumlah warga yang memilah sampah terus meningkat

    Donor tersebut antara lain pemerintah Norwegia dan Jerman serta badan internasional seperti Green Climate Fund (GCF) dan Bezoz Earth Fund (BEF).

    “Ini sangat membantu sekali dengan adanya anggaran dari BPDLH ini. Salah satu tantangan yang dihadapi bank sampah semoga bisa teratasi,” demikian Vinda Damayanti Ansjar.

    Sebelumnya, Direktur Penyaluran Dana BPDLH, Damayanti Ratunanda mengatakan masyarakat sudah bisa mengajukan permohonan dana untuk lingkungan dengan cara mengakses kanal sistem internet layanan dana BPDLH (https://bpdlh.id/portal-layanan/).

    Jenis kegiatan yang ditetapkan dalam penggunaan dana tersebut dapat meliputi kampanye, pelatihan, sosialisasi terkait penghijauan, jasa lingkungan, restorasi sungai, pengolahan sampah.

    “Lengkapi detail rencana program dan rancangan anggaran biaya (RAB). BPDLH akan segera melakukan pencairan dana tahap pertama kepada pemohon setelah mendapat hasil verifikasi dan validasi data oleh tim dari KLHK,” terang Damayanti.

    Baca: Cara mudah memilah sampah dari rumah

    BPDLH membagi sebanyak empat klaster target penerima dana masyarakat untuk lingkungan tersebut.

    Mulai dari kelompok penerima penghargaan Kalpataru, Adiwiyata, binaan PPK, dan Green Leader Indonesia.

    Hal ini sesuai dengan tiga tujuan utama layanan dana masyarakat untuk lingkungan yang antara lain mendorong partisipasi masyarakat dalam upaya pelestarian lingkungan.

    Tujuan lainnya memberikan dukungan finansial bagi inisiatif-inisiatif lingkungan yang berasal dari masyarakat dan mempercepat pencapaian target pengurangan emisi gas rumah kaca yang telah ditetapkan oleh pemerintah.

  • Pemerintah Kota Jakarta Pusat Wajibkan Seluruh RW Miliki Bank Sampah

    Pemerintah Kota Jakarta Pusat Wajibkan Seluruh RW Miliki Bank Sampah

    7cloud.asia – Wali Kota Administrasi Jakarta Pusat Arifin mewajibkan seluruh rukun warga (RW) di daerahnya harus memiliki bank sampah guna memastikan kebersihan lingkungan.

    Dari data yang dimiliki Pemerintah kota, dari total 386 RW di Jakarta Pusat, sebanyak 77 RW belum memiliki bank sampah.

    Karena itu Pemkot Jakarta Pusat terus mendorong segera terbangunnya bank sampah di 77 RW tersebut.

    Selain itu, ada 66 RW yang memiliki bank sampah, namun hanya ada bangunan saja sedangkan aktivitas di RW tersebut tidak ada. Sementara, bank sampah di 243 RW masih aktif.

    “Permasalahan sampah merupakan isu prioritas yang harus segera ditangani, pengelolaan sampah secara efektif dan efisien harus dijalankan semua pihak,” kata Arifin di Jakarta, Kamis (13/2/2025) sebagaimana dikutip Antaranews.com

    Baca: Dana Lingkungan berikan angin segar bagi pengelolaan Bank Sampah

    Arifin menjelaskan bahwa program 100 hari kerja yang dicanangkan oleh Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta terpilih Pramono Anung dan Rano Karno itu adalah kebersihan lingkungan dengan terbangunnya bank sampah di setiap RW.

    Dengan adanya bank sampah, maka kesadaran masyarakat untuk mengolah sampah mulai dari lingkup terkecil, yaitu RT/RW dapat meningkat.

    “Saya minta dukungan dan partisipasi para RW untuk berkoordinasi dengan para RT agar dapat menggerakkan warganya melakukan pemilahan sampah dan menjadi nasabah bank sampah di masing-masing RW,” katanya.

    Sebelumnya, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta Asep Kuswanto mengatakan bahwa masyarakat yang menjadi nasabah bank sampah tidak dikenakan retribusi pelayanan kebersihan.

    Retribusi sampah akan mulai diberlakukan Pemprov DKI Jakarta tahun 2025 ini.

    Baca: Jumlah warga yang memilah sampah di Jakarta Pusat meningkat

    “Penerapan retribusi kebersihan rumah tangga spiritnya adalah bagaimana masyarakat lebih peduli untuk memilah dan memilih sampah dari rumah,” kata Asep di Jakarta, Selasa (4/2/2025).

    Ia menjelaskan bahwa retribusi pelayanan kebersihan yang dikenakan kepada masyarakat bukan untuk meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) DKI Jakarta.

    Karenanya, kata Asep, masyarakat yang sudah menjadi nasabah bank sampah tidak dikenakan retribusi kebersihan.

    Untuk itu Asep mengajak semua masyarakat bisa menjadi nasabah bank sampah, selain tidak dikenakan retribusi mereka juga ikut serta menjaga kebersihan lingkungan.

    “Jadi masyarakat yang tidak ingin dikenakan retribusi maka pilihannya adalah menjadi anggota nasabah bank sampah atau dia melakukan pemilihan sampah dari rumah,” ujarnya.

    Baca: Bank sampah di Malaka, Jakarta Timur beroperasi di jalanan

  • Industri Daur Ulang Kekurangan Suplai Sampah Plastik, Bank Sampah Bisa Mengambil Peran

    Industri Daur Ulang Kekurangan Suplai Sampah Plastik, Bank Sampah Bisa Mengambil Peran

    7cloud.asiaIndonesian Plastics Recyclers (IPR) menyebutkan industri daur ulang di dalam negeri membutuhkan sebanyak dua juta ton sampah plastik per tahun, sementara pasokan baru terpenuhi satu juta ton.

    Menurut dia diperlukan kolaborasi antarsektor untuk memenuhi kebutuhan sampah plastik tersebut, namun sampah plastik yang masuk harus memenuhi kriteria tertentu agar dapat diterima oleh industri untuk dilakukan daur ulang.

    “Saat ini, industri masih kekurangan satu juta ton sampah plastik, sehingga membuka peluang besar bagi Bank Sampah untuk berperan lebih aktif,” kata, Ketua Umum IPR Ahmad Nuzuluddin dalam keterangannya Februari lalu.

    Kolaborasi itu dibutuhkan dari semua lini baik produsen-konsumen maupun pemerintah. Mulai dari produsen yang bertanggung jawab untuk mengolah kembali kemasan bekas pakainya dari konsumen.

    Masyarakat sebagai konseumen bertanggung jawab membuang dan memilah sampah, bank sampah yang mengumpulkan dan memilah sampah sesuai dengan nilai guna ulangnya.

    Baca: Sampah plastik dibahas di World Economic Forum

    Juga pendaur ulang yang bertanggung-jawab mengolah kembali kemasan-kemasan plastik agar dapat digunakan kembali dan punya nilai jual baru. Serta pemerintah sebagai pengambil kebijakan.

    “Meskipun kami tidak pernah menolak barang yang dikirimkan oleh Bank Sampah, pengelompokan dan penyortiran yang lebih teliti masih dibutuhkan agar nilai sampah yang masuk ke industri tidak berkurang,” ujarnya.

    Jika semua komponen daur ulang bergerak bersama, tambahnya, hal itu tidak hanya bisa mengurangi sampah yang masuk ke tempat pembuangan akhir (TPA) tetapi juga menggerakkan perekonomian secara lebih efektif.

    Terkait hal itu produsen air minum dalam kemasan AQUA berkolaborasi dengan Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) beserta para mitra menggelar kegiatan Lelang Sampah

    Lelang sampah ini untuk menjadikan sampah yang telah dipilah dan dikumpulkan di Bank Sampah Unit (BSU) sebagai komoditas yang bernilai jual.

    Baca: Emisi sampah plastik bakal lampaui emisi batu bara

    Menurut Public Affairs and Sustainability Director Danone Indonesia Astri Wahyuni, kegiatan Lelang Sampah menjadi momentum untuk mempertemukan para pegiat Bank Sampah dengan para offtaker (pembeli) agar sampah yang telah dikumpulkan itu menjadi komoditas dan memiliki nilai jual.

    “Inisiatif dan inovasi lelang sampah ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran publik dalam pengelolaan sampah berbasis masyarakat,” katanya.

    Astri menambahkan atas berbagai upaya yang telah dilakukan oleh perusahaan bersama para mitra telah berhasil mengumpulkan lebih dari 22.000 ton sampah plastik per tahun.

    Deputi Bidang Pengelolaan Sampah, Limbah, dan Bahan Beracun Berbahaya (PSLB3) Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Ade Palguna Ruteka, mengapresiasi sekaligus menilai hal itu merupakan langkah dan komitmen yang baik dari produsen air minum.

    Dia berharap hal itu dapat menjadi contoh yang menginspirasi bagi perusahaan-perusahaan lain.

    “Ke depannya, kami berencana untuk melaksanakan kegiatan ini secara rutin dan mengundang lebih banyak pihak untuk bergabung, termasuk Bank Sampah, Buyer/Offtaker, dan perusahaan penghasil kemasan plastik lainnya, guna bersama-sama menciptakan solusi yang lebih besar dan lebih berkelanjutan,” katanya.

    Baca: Perjalanan panjang menuju lahirnya perjanjian plastik global

  • Pendekatan Budaya untuk Mendorong Pengelolaan Bank Sampah

    Pendekatan Budaya untuk Mendorong Pengelolaan Bank Sampah

    7cloud.asia – Keberadaan bank sampah semakin penting untuk mengurangi volume sampah dan pengembangannya dapat dilakukan dengan pendekatan budaya.

    Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) menyatakan peningkatan keterlibatan masyarakat menjadi penting dilakukan ketika ingin mengoperasikan bank sampah

    Hal itu diungkapkan Tenaga Ahli Menteri Lingkungan Hidup Bidang Pengelolaan Sampah, Bambang SuwerdaDalam diskusi daring terkait bank sampah yang diikuti dari Jakarta pada Kamis (13/3/2025).

    Dia menyampaikan bahwa pengelolaan bank sampah memiliki kaitan erat dengan upaya pemberdayaan sampah untuk mengurangi timbulan sampah.

    Baca: Pemerintah Kota Jakarta Pusat wajibkan seluruh RW miliki bank sampah

    “Ketika kita ingin mengajak masyarakat harus pahami budayanya. Ketika kita harus mengelola dan mengajak mendirikan bank sampah kita harus nyebur langsung ke masyarakat,” jelasnya.

    Dia menyebut hal itu dapat dilihat dari tingkat partisipasi masyarakat agar tidak berhenti hanya menerima informasi.

    Pendekatan dan pelibatan dibutuhkan agar masyarakat bisa sampai ke titik mulai mendapatkan wewenang atas kontrol dan sumber daya serta keputusan.

    Langkah itu perlu dilakukan untuk meningkatkan keberlanjutan operasi bank sampah di Indonesia, dengan menurut data KLH saat ini sudah terdapat 17 ribu unit bank sampah yang tidak semuanya aktif berkegiatan.

    Baca: Dana Lingkungan berikan angin segar bagi pengelolaan bank sampah

    “Prinsip pengelolaan sampah secara berkelanjutan adalah pemilahan. Itu unit edukasi yang paling utama dan bank sampah menjadi media untuk pemilahan sampah,” tuturnya.

    Bank sampah, katanya, adalah sistem yang diciptakan dengan tugas utama untuk mempersiapkan generasi yang sadar pentingnya pengelolaan sampah.

    Jadi, keberadaan bank sampah bukan hanya menyasar tujuan ekonomi lewat daur ulang sampah.

    “Nilai ekonomi adalah benefit yang berikutnya setelah ada edukasi pengelolaan sampah,” tuturnya.

  • Puluhan Bank Sampah Unit di Jakarta Pusat Tidak Aktif Beroperasi

    Puluhan Bank Sampah Unit di Jakarta Pusat Tidak Aktif Beroperasi

    7cloud.asia – Suku Dinas Lingkungan Hidup (LH) Jakarta Pusat mencatat, saat ini sudah ada 386 RW di 44 kelurahan di delapan kecamatan, telah membentuk bank sampah unit (BSU).

    Bank Sampah Unit adalah fasilitas pengelolaan sampah yang melayani wilayah setingkat RT, RW, kelurahan, atau desa yang dikelola secara kolektif oleh masyarakat, badan usaha, dan/atau pemerintah daerah.

    Kepala Suku Dinas LH Jakarta Pusat, Slamet Riyadi menjelaskan, pada Februari lalu tercatat 77 dari 386 RW di Jakarta Pusat belum membentuk Bank Sampah Unit.

    Namun dalam kurun waktu kurang dari dua bulan, seluruh RW akhirnya memiliki Bank Sampah Unit.

    “Jadi, total keseluruhannya tercatat 413 Bank Sampah Unit telah berdiri di Jakarta Pusat.” tegasnya.

    Dijelaskan Slamet, jumlah Bank Sampah Unit setiap RW bervariasi antara satu hingga ada yang sampai tiga unit. Namun diakuinya dari sejumlah Bank Sampah Unit yang ada tidak semuanya beroperasi maksimal.

    Baca: Industri daur ulang kekurangan suplai sampah plastik

    Diungkapkan Slamet, dari total 413 Bank Sampah Unit yang ada hanya 342 yang telah beroperasi maksimal. Sedangkan sisanya sebanyak 71 Bank Sampah Unit lainnya termasuk dalam kategori tidak aktif.

    Karena itu, Slamet meminta jajarannya untuk melakukan penguatan ke Bank Sampah Unit yang termasuk kategori tidak aktif.

    Selain akan melakukan pembinaan dan penguatan, Slamet mengaku bakal berkordinasi dengan jajaran kelurahan setempat agar mempercepat prosesnya.

    Diharapkan, keberadaan Bank Sampah Unit ini bisa mengurangi beban sampah yang harus dibuang ke TPST Bantar Gebang dan memberikan dampak ekonomis bagi masyarakat.

    “Kami akan menggencarkan sosialisasi pengelolaan sampah dari rumah sehingga. Dukungan warga terhadap bank sampah semakin massif,” tandasnya.

    Sebelumnya, Wali Kota Jakarta Pusat, Arifin mengatakan penanganan sampah merupakan salah satu isu prioritas yang perlu penanganan serius.

    Baca: 343 Pemda diingatkan agar serius dalam kelola sampah

    Karena itu, dia menekankan pentingnya pengelolaan sampah efektif dan efisien yang harus dijalankan semua pihak salah satunya dengan membentuk bank sampah unit.

    “Sampah isu prioritas yang harus segera ditangani. Karena itu perlu pengelolaan sampah efektif dan efisien yang harus dijalankan semua pihak agar menciptakan lingkungan lebih baik bagi warga,” katanya Februari lalu seperti dilansir Jakarta.go.id.

    Dilanjutkan Arifin, kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran semua pihak untuk turut berpartisipasi mengolah sampah. Bahkan, diharapkannya pengelolaan bisa dilakukan sejak lingkup terkecil sosial di lingkungan RT/RW.

    Kelanjutannya, Arifin berharap dukungan seluruh RT/RW agar bisa mengatasi perosalan sampah dari hulu. Soluisnya, Arifin mengajak seluruh pengurus RT/RW dan jajarannya untuk merealisasikan pembentukan BSU 386 RW yang ada di Jakarta Pusat.

    “Saya minta dukungan dan partisipasi para RW, untuk berkoordinasi dengan jajaran RT agar dapat menggerakkan warga melakukan pemilahan sampah dan menjadi nasabah bank sampah di masing-masing RW,” imbaunya.