7cloud.asia – Hari masih pagi, ketika kesibukan mulai terlihat di Sekretariat Rt 16 RW 08 Jalan Bakti Pulo Gebang, Cakung Jakarta Timur yang dijadikan pusat bank sampah Sekarwangi.
Ratusan perempuan yang tergabung dalam kader bank sampah unit Sekarwangi, tampak sibuk mengangkut, memilah, mencatat, berkeliling mengantar jemput sampah dari warga.
Dengan mengendarai motor dan gerobak, perempuan kader bank sampah Sekarwangi ini menjemput sampah, menimbang sampah JU Bersama yang terkunpul di area sekretariat.
Tak hanya itu, para perempuan kader bank sampah Sekarwangi ini juga sibuk membersihkan dan mengelompokkan sampah berupa botol, gelas, kardus dan beberapa jenis lainmya untuk dimasukkan ke dalam karung.
Baca: Cara mudah memilah sampah dari rumah
Setelah itu, sampah tersebut ditimbang dan dicatat dalam buku bank sampah Sekarwangi yang dimiliki warga serta nasabah untuk kemudian disalurkan ke pengepul swasta yang siap membawa langsung dengan mobil bak terbuka.
Dari catatan kader bank sampah Sekarwangi ini, pengepul lalu mengkoversi bobot sampah yang dimiliki nasabah sekaligus kader bank sampah tersebut ke dalam rupiah yang kemudian dimasukkan ke dalam tabungan bagi mereka.
Salah satu nasabah sekaligus kader bank sampah Sekarwangi, Sami Sholehah mengaku sangat merasakan manfaatnya.
Dengan tabungan yang dimilikinya, ia bisa membeli beras, sabun, minyak goreng dan kebutuhan lainnya.
Baca: Cara asyik kurangi sampah plastik
Bank sampah Sekarwangi ini berdiri sejak awal tahun 2019. Sejak awal berdirinya, bank sampah Sekarwangi mendapat sambutan positif dari warga setempat.
Bahkan, anak perusahaan ASTRA, yaitu United Tractor (UT) bersedia memonitor serta memfasilitasi para kader dan pengurus bank sampah Sekarwangi sebagai implementasi dari tanggung jawab sosial atau CSR perusahaan.
ASTRA memberikan pembinaan serta pelatihan dan memberikan bantuan sarana serta prasarana demi menunjang kegiatan bank sampah.
Tak hanya ASTRA, pemerintah Costa Rica juga tertarik mempelajari sistem pengelolaan bank sampah unit Sekarwangi agar dapat diterapkan di negaranya.
Baca: Kurangi sampah plastik dengan sistem isi ulang dari Siklus
Saking tertariknya, Head of Mission Costa Rica Mr. Esteban Quiros Salazar beserta timnya datang berkunjung serta langsung menyaksikan ratusan kader perempuan bank sampah Sekarwangi melakukan dalam proses pengelolaan sampahnya.
Tim dari kedubes Costa Rica ini menyaksikan langsung bagaimana para kader bank sampah sekarwangi yang semuanya perempuan, bergerak serentak menjemput sampah milik warga menggunakan motor dan gerobak.
Lants memilah, membersihkan, mencatat hingga menimbang sampah dan memasukkannya ke dalam buku bank sampah milik nasabah.
Proses pengelolaan sampah yang dilakukan spontan, serentak, kompak dan semangat ini otomatis menciptakan suasana meriah di sepanjang Jalan Bakti Pulo Gebang, Cakung.
Baca: Peran penting pemerintah-produsen dan konsumen dalam kurangi sampah plastik
Itu disebabkan banyak warga, ratusan perempuan, tim dari Sudin dan satuan pelaksana lingkungan hidup (Satpel LH) serta tim dari perusahaan UT, turun ke jalan dan ikut terlibat dalam membantu para kader dalam menyelesaikan proses tersebut.
Sehingga, aksi kompak dalam pengelolaan sampah ini mendapat pujian dari Esteban Quiros Salazar.
Ia kagum lantaran sistem pengelolaan sampah bisa dilakukan dalam sehari dengan proses yang cepat.
Baca: KLHK ajak warga ‘boikot’ produk yang tak peduli sampah plastiknya
Para kader maupun pengurus bank sampah Sekarwangi ini juga merangkap tugas selaku kader posyandu balita, kader dasa wisma (dawis), kader jumantik, hingga PKK.
Mereka bekerja di bawah koordinasi Suku Dinas Lingkungan yang terhimpun dalam Sistem Manajemen Informasi Bank Sampah.
Pada tahun 2022, kader bank sampah unit Sekarwangi sempat mengikuti kompetisi inovasi yang diselenggarakan oleh ASTRA di tingkat nasional.
Dalam kompetisi itu, beberapa bank sampah dari berbagai daerah juga turut berperan serta seperti, Jawa, Sumatera, Bali, Kalimantan hingga Papua.
Baca: Galon sekali pakai, solusi atau masalah untuk lingkungan?
Masing-masing dari daerah itu juga mengerjakan tugas-tugas yang diberikan panitia melalui zoom. Hingga akhirnya, peserta dari daerah bali keluar menjadi juara bank sampah terbaik dan memenangkan kompetisi tersebut.
“Bank sampah di daerah mereka bagus-bagus, kita kalah dan nggak ada apa-apanya. Areal bank sampah mereka luas, malah ada yang punya traktor segala,” kenang Ketua Bank Sampah unit Sekarwangi Sri Budiastuti pada 7cloud.asia Jumat (14/7/2023) lalu
Meski tak menjadi juara, namun kompetisi ini memberikan pengalaman serta ilmu yang cukup berharga bagi para pengurus.
Terbukti, tak lama kemudian tepatnya di tahun 2022, bank sampah unit Sekarwangi RW 08 Kelurahan Pulo Gebang, Kecamatan Cakung Jakarta Timur ini mampu mendapatkan penghargaan bank sampah terbaik tingkat propinsi DKI Jakarta.
Baca: Bahaya mikroplastik untuk kesehatan
Selain itu, para kader juga memperoleh uang pembinaan sebesar Rp 3 juta.
“Gak besar sih, tapi lumayan karena bisa untuk pembinaan dalam mengelola bank sampah,” kata Sri Budiastuti gembira.
Dari penghargaan tersebut, bank sampah yang berlokasi di belakang Kantor Walikota Jakarta Timur ini lantas sering mendapatkan undangan baik ke Gedung DPR hingga memantau langsung tempat pengolahan sampah terpadu (TPST) di Bantar Gebang, Bekasi, Jawa Barat.
Akan tetapi ironisnya, meski sudah berprestasi dan mendapat penghargaan bank sampah terbaik se-DKI Jakarta, hingga kini bank sampah Sekarwangi masih tak memiliki gedung sendiri.
Baca: Bioplastik, apakah benar-benar aman untuk lingkungan?
Bahkan kegiatan kader juga seperti tak dianggap dan tak didukung oleh pejabat setempat seperti RT dan RW di wilayahnya.
Tiap kali mengangkut, memilah, mengantar jemput sampah, membersihkan, hingga menimbang sampah warga dan nasabah, perempuan kader serta pengurus bank sampah Sekarwangi harus melakukannya di jalanan serta area di sekitar sekretariat sebagai tempat kerja.
Karena itu mereka tidak menimbun dan menumpuk sampah, karena kita tidak punya tempat kerja yang memadai.
“Jadi sampah langsung diangkat dan harus cepat. Kita juga tak menimbun sampah lalu langsung diangkut pengepul, sebab kita harus pilah-pilah dulu dan dibersihkan supaya bernilai jual tinggi,” imbuh Sri Budiastuti.
Baca: Cara unik warga Bali dalam memilah sampah

Leave a Reply