7cloud.asia – Nuriyah (48) telah bersiap-siap sejak pagi. Hari itu, Senin 8 Januari 2024, Ia mendapat undangan menerima bantuan sosial dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) di gudang Bulog Umbul Tengah, Kecamatan Taktakan, Kelurahan Drangong, Serang, Banten.
Gudang Bulog itu bisa dicapai sekitar 15 menit dilalui dengan berjalan kaki dari rumah Nuriyah. Ketika ia datang sekitar pukul 8 pagi, dirinya melihat gudang Bulog telah penuh dengan para pejabat dan penerima bansos lainnya.
Isi bansos yang diterima Nuriyah hari itu berupa beras 10 kilogram, minyak goreng 1 liter, gula dan biskuit.
“Sebelumnya saya menerima kupon bansos dari ketua RT,” kata Nuriyah, saat ditemui pada Senin 12/02/2024
Saat pembagian bansos itu, Jokowi didampingi Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Penjabat Gubernur Banten Al Muktabar, Penjabat Walikota Serang Yedi Rahmat, serta pejabat daerah lainnya.
Di hadapan 1000 warga Kelurahan Drangong, Jokowi berjanji akan bagikan bansos untuk Januari, Februari, dan Maret.
Bansos berupa beras itu adalah salah satu yang gencar dibagikan Jokowi menjelang hari
pemungutan suara Pemilu, 14 Februari 2024. Tidak jelas kriteria penerima bansos tersebut dan
bagaimana mekanisme pendataannya.
Seperti Nuriyah, dia tidak tahu mengapa namanya tiba-tiba masuk sebagai penerima bansos
2024. Itu adalah kali pertama ia menerima bantuan. Nuriyah adalah ibu rumah tangga yang
suaminya sebagai pekerja harian lepas.
Cerita lain datang dari warga Rancatales lainnya berinisial S (49). Ia sehari-hari menyediakan
aneka ragam jajanan di salah satu UMKM di Ranca Tales. Istrinya, juga berjualan nasi saat pagi
hari.
Toko S bergandengan dengan rumahnya. Jika dilihat dari pendapatannya, S sebenarnya mampu mencukupi kebutuhan keluarganya. Sama dengan Nuriyah, bansos beras juga pertama kali ia terima.
Menurut S, ia sempat terlibat dalam deklarasi pasangan Prabowo Subianto dan Gibran
Rakabuming Serang. Sebelum menerima bansos beras, ia hanya diminta menyerahkan Kartu
Keluarga dan KTP kepada RT setempat.
Setelah itu, ia menerima kupon undangan agar hadir di Bulog Umbul Tengah. “Baru pertama ini dapat (bansos),” kata S saat ditemui di rumahnya.
Saat hari pemungutan suara, pasangan Prabowo dan Gibran unggul jauh dari dua pasangan
lainnya. Calon nomor urut dua itu, memenangi 45 TPS dari 57 tempat pemungutan suara (TPS)
di Kelurahan Drangong, Kota Serang.
Baca: Soal Bansos jelang pemilu, Mensos bilang tidak mengurusi
Salah satu penerima Bansos di Kelurahan Sepang Komariah (31) mendapatkan beras 10 Kg. Ia
mengambil di Kantor Kelurahan pada siang hari, disaksikan oleh RT masing-masing kampung. Di lingkungan rumahnya, hanya Komariah yang menerima bansos.
Ia menduga dapat bansos karena alamatnya masih tertera di kampung terdahulu di Cipanas. Komariah dapat bansos di bulan Januari.
Pada saat turun ke lapangan, banyak warga yang mengeluhkan tak dapat bansos beras terutama
di Kelurahan Sepang.
Mereka cemburu karena ternyata sebagian penerima bansos beras tersebut justru warga mampu, demikian menurut kesaksian warga Cimoyan Leman (65) yang sehari-harinya sebagai petani kebun.
Peran rukun tetangga memang vital sebagai asal mula data bansos beras tersedia. Menurut salah
satu ketua RT di Kelurahan Drangong, Tovan (47), ia hanya diminta mengusulkan nama-nama warga di luar penerima bansos dari Pemerintah Pusat, seperti Program Keluarga Harapan atau Bantuan Langsung Tunai.
Perintah pendataan itu datang dari Lurah Drangong. Tovan bergerak dari rumah ke rumah
dengan meminta warga menyerahkan KK dan KTP. Setelah bergerak sekitar 1 minggu
menjelang pembagian bansos beras, ia berhasil mengumpulkan 97 nama dari wilayahnya.
Data-data itu kemudian ia setor ke kelurahan untuk kemudian tindaklanjuti ke Dinsos.
“Jadi kita, kan cuma bisa ngajukan saja,“ ujarnya.
Tovan membantah bahwa penerima bansos beras itu diminta harus mendukung atau memilih salah satu pasangan calon presiden.
“Kita kan demokrasi, bebas siapa saja boleh memilih siapa pun. Saya mah, gini tugas saya hanya
mengajukan data warga saya ke Dinsos yang namanya Data Terpadu Kesejahteraan Sosial
(DTKS). Saya itu mengajukan permohonan sampe situ aja. Yang berhak itu (menentukan nama
penerima) lewat Dinsos,“ katanya.
Namun dengan mengecek silang DTKS lewat aplikasi Cek Bansos Kemensos (https://cekbansos.kemensos.go.id/), data yang muncul beragam.
Nama S misalnya, tidak termasuk penerima bantuan sosial jenis apapun. Sedangkan Nurhalimah tertera sebagai penerima PKH Januari-Februari. Lain halnya Komariah yang tertera penerima BPNT.
PKH adalah bansos kepada keluarga miskin berupa uang tunai. Sedangkan BPNT merupakan
bantuan yang diberikan secara tunai berupa uang sebesar Rp 200.000 yang ditukarkan dengan
bahan makanan sesuai mekanisme yang berlaku di e-warung terdekat.
Di samping itu Lurah Drangong Slamet Santoso, tidak menjawab saat disinggung memberikan
instruksi pada ketua RT, Tovan. Ia hanya membenarkan saat bansos beras yang dibagikan
Presiden datang, kantor kelurahanya hanya menjadi tempat singgah.
Baca: Anggaran bansos melonjak jelang Pemilu
“Bansos mah langsung distribusi ke sasaran, di kelurahan mah mampir doang,” Katanya saat
dikonfirmasi.
Namun pengakuan Tovan menyerahkan data ke Kementerian Sosial lewat Dinas Sosial, dibantah
oleh Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Serang, Toyalis. Menurut dia, Dinsos tidak pernah
terlibat penyaluran bansos beras seperti yang dibagikan Presiden Jokowi pada Januari 2024.
Saat ditanyakan soal data penerima bansos melalui Data Terpadu Kesejahteraan Sosial, Toyalis
menyebutkan bahwa data dari RT diinput langsung oleh kelurahan. Sementara DTKS dikelola
oleh Kementerian Sosial.
“Ketika bantuan datang pun, Dinsos hanya dapat pemberitahuan. Gak (tidak) terlibat,“ kata
Toyalis.
Lurah Lialang Ninu Nugraha juga mengaku hanya sebagai pemberi bansos ke masyarakat. Ia
membagikan bansos sekitar 200 hingga 300 karung beras bulog dengan masing-masing keluarga
menerima seberat 10 kg di kantornya.
Menurutnya, kelurahannya tinggal menunggu bulan Maret sebagai batas akhir untuk penyaluran
bansos beras. Ia pun tidak mengetahui data penerima bansos asalnya dari mana. “Data itu
adanya di Dinsos, ada dalam sistem. itu nerima beras doang, kan,” ujarnya.
Ekayana, Lurah Sepang Kecamatan Taktakan juga mengaku hanya sebagai penyalur bansos beras ke warganya. Ia membagikan 398 bansos ke masyarakat. Sama dengan Ninu, ia mengaku hanya menyalurkan dari dinsos.
Ia membantah ada pengarahan untuk berpihak pada pasangan calon tertentu pada pilpres.
“Engga, engga ada pengarahan, itu mah simpang siur gak jelas, bansos itu kan ada operatornya
habis itu ada monitoring dari babinsa. Jadi ya bebas ajah mau pilih siapa penerimanya.“ katanya.
Salah satu operator bansos Jamal ia mendapat tugas untuk menghubungi RT/RW Sepang.
Setelahnya warga diminta untuk mengambil di Kantor Kelurahan.
Menurutnya tidak ada pengarahan khusus untuk pemenangan atau mendukung salah satu paslon pilpres saat sebelum mendapat bansos.
Di Kelurahan Sepang, pasangan Prabowo-Gibran unggul dengan kemenangan pasti. Dari 34
TPS, 24 TPS di antaranya dimenangi oleh pasangan nomor urut dua itu.
Sementara itu siaran pers Badan Urusan Logistik (Bulog) menyatakan bahwa penyaluran beras di
Serang pada 8 Januari tersebut termasuk jenis Bantuan Pangan.
Kepala Badan Pangan Nasional, Arief Prasetyo Adi menerangkan bahwa data penerima manfaat Bantuan Pangan diterima dari Kementrian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK), setelah melalui proses verifikasi berbagai pihak.
Baca: Bansos adalah hak rakyat miskin bukan kebaikan hati pemerintah
Menurut Arief data yang saat ini ada tentunya berasal dari Kemenko PMK, dan ini sudah melalui verifikasi di berbagai tempat di antaranya BPK dan BPKP.
“Nah, data ini kemudian diuji serta pemutakhiran datanya dilakukan setiap bulan sekali sampai dengan tiga bulan sekali dan akurasinya terus diperbaiki dengan smoothing,” terang Arief.
Sementara menurut Badan Pangan, Bantuan Pangan Beras adalah program pemerintah berupa
penyaluran beras yang bersumber dari stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang dikelola
Bulog.
Program ini merupakan salah satu pemanfaatan CBP sesuai amanat Peraturan Presiden
Nomor 125 Tahun 2022 tentang Pengelolaan Cadangan Pangan Pemerintah.
Bantuan Pangan Beras diklaim telah terlaksana sejak awal tahun 2023. Kemudian pada 2024,
disalurkan mulai Januari sampai Maret dan dapat diperpanjang dari April sampai Juni dengan
catatan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) masih memungkinkan
Ketua Bawaslu Kota Serang Agus Aan Hermawan, pengaduan soal Bansos sangat minim
dilaporkan. Hal itu karena bantuan sosial dibolehkan dalam Peraturan KPU.
”Soal pengaduan bantuan sosial minim yah, baik dari caleg, pilpres, pilpres. Kalau bantuan
sosialnya ada, yah kan boleh di dalam PKPU, harus sesuai dengan PKPU,” Katanya
Kordinator Umum Jaringan Rakyat untuk Demokrasi dan Pemilu (JRDP) Ukat Sosrodiharjo,
yang melakukan pemantauan pemilu di Provinsi Banten, menyebut pemilu 2024 sebagai pemilu
paling brutal.
“Semua kekuatan dipergunakan, pengkondisian dari para pejabat-pejabat di kelurahan terlihat
jelas dalam peran pembagian bansos, hasilnya pasangan Prabowo-Gibran menang telak,“
katanya.
Ia menyebut bansos punya peran besar atas keunggulan pasangan Prabowo-Gibran di tempat yang dibanjiri bansos.
Hal ini dibuktikan dengan hasil kemenangan di Banten, pasangan Prabowo Gibran
4.035.052 juta unggul jauh dengan pasangan, Anies-Muhaimin 2.451.383, dan juga Ganjar
urutan terakhir dengan 720.275 pemilih.
Namun, hal ini dibantah oleh Wakil Ketua Tim Kampanye Daerah Prabowo-Gibran Kota Serang, Khoeri Mubarok. Ia menyebut peran bansos dalam kemenangan Prabowo-Gibran adalah hanya asumsi saja.
“Saya kira figur capres yang lebih penting bukan siapa yang memberi bansos, ” jelasnya
Baca: KTP Sakti, cara Ganjar-Mahfud agar Bansos tepat sasaran