Tag: Banten

  • Demi Bendungan Karian, Ratusan Rumah di Empat Kampung di Lebak Banten Akan Ditenggelamkan

    7cloud.asia – Ratusan rumah di empat kampung di Desa Bungur Mekar, Lebak Banten mulai dikosongkan karena akan segera ditenggelamkan guna mengisian air Bendungan Karian pada September 2023 mendatang.

    Ratusan warga Lebak yang tanahnya terdampak pembangunan Bendungan Karian, kini telah pindah ke lokasi yang telah disediakan.

    Bendungan Karian merupakan waduk terbesar ketiga di Indonesia, yang memiliki daya tampung 314,7 juta meter kubik dengan luas genangan maksimum sebesar 1.740 hektare dari luas keseluruhan 2.170 hektare.

    Dengan volume air sebesar itu, Bendungan Karian diharapkan bisa memasok air bersih bagi jutaan penduduk yang bermukim di wilayah Banten, Bogor, dan DKI Jakarta.

    Baca: Kekeringan akibat El Nino mulai dirasakan warga Lebak

    Bendungan Karian juga bakal mengairi daerah irigasi Ciujung seluas 22.000 hektare sehingga mampu meningkatkan produktivitas pangan.

    Keberadaan Bendungan Karian juga dapat mengendalikan banjir di wilayah hilir Provinsi Banten, termasuk jalan tol Merak-Jakarta, dengan kapasitas tampungan banjir sebesar 60,8 juta meter kubik.

    Manfaat penting Bendungan Karian adalah berpotensi menghasilkan tenaga listrik ramah lingkungan sebesar 1,8 MW (megawatt).

    Pengerjaan Bendungan Karian melibatkan kontraktor Korea Selatan dan PT Waskita Karya, dan diproyeksikan tuntas pada tahun 2024.

    Baca: Dampak El Nino, warga Bandung Barat mulai kesulitan air bersih

    Keberadaan Bendungan Karian dirancang bakal mendongkrak pertumbuhan ekonomi dan mampu meningkatkan kesejahteraan warga, termasuk menyediakan lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat setempat.

    Bagi Kabupaten Lebak yang berpenduduk 27 juta jiwa itu, keberadaan Bendungan Karian diharapkan bisa menyerap tenaga kerja dan mengurangi angka kemiskinan ekstrem sebanyak 2,17 persen (BPS Banten 2022).

    “Kami meyakini Bendungan Karian dapat membangkitkan ekonomi masyarakat sehingga mampu mengatasi kemiskinan dan pengangguran,” kata Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya seperti dikutip Antaranews beberapa waktu lalu.

    Iti berharap, Bendungan Karian berdampak positif pada pertumbuhan ekonomi daerah dan meningkatkan pendapatan asli daerah dari hasil usaha pemasokan air baku (air minum).

    Baca: Petani di Ciamis Jawa Barat mulai rasakan dampak El Nino

    Selain itu Bendungan Karian juga bakal menumbuhkan pelaku-pelaku usaha di sekitarnya. 

    Bendungan Karian, kelak juga dijadikan lokasi wisata. Sehingga diharapkan bisa mendorong usaha jasa, misalnya, transportasi, penginapan, kuliner, kerajinan, dan membuka warung.

    Pemkab Lebak juga telah menyediakan lahan seluas 3.000 hektare untuk pengembangan kawasan industri setelah ada dukungan pasokan air cukup besar dari Waduk Karian. 

    Kawasan industri bakal berkembang karena didukung ketersediaan air bersih. Selain itu juga ditunjang proyek jalan Tol Serang-Panimbang sehingga terkoneksi dengan wilayah Jabodetabek.

    Baca: Kekeringan imbas El Nino turunkan produksi beras

    Karena itu, Iti yakin keberadaan Bendungan Karian akan mendorong terciptanya sentra-sentra ekonomi baru yang memacu pertumbuhan kawasan.

    Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Cidanau Ciujung, Cidurian I Ketut Jayada mengatakan, Bendungan Karian merupakan proyek strategis nasional yang diharapkan meningkatkan kesejahteraan masyarakat daerah.

    Pembangunan Bendungan Karian dimulai sejak Oktober 2015 dengan anggaran Rp 1,3 triliun dengan dibiayai APBN.

    Kontraktor pelaksana adalah Daelim Industrial Co, LTD-PT. Wijaya Karya (Persero)-PT. Waskita Karya (Persero) Joint Operation.

    Esti Utami, dari berbagai sumber

     

  • Demi Dapat Air Bersih, Warga Lebak Harus Cari ke Hutan

    Demi Dapat Air Bersih, Warga Lebak Harus Cari ke Hutan

    7cloud.asia – Kemarau panjang akibat fenomena El Nino mengakibat sejumlah daerah mengalami krisis air. Bahkan warga harus berjalan jauh masuk ke hutan demi mendapatkan air bersih. Seperti di pedalaman Kabupaten Lebak, Banten.

    Masyarakat di wilayah ini sejak sebulan terakhir mencari air bersih hingga masuk ke hutan akibat dampak perubahan iklim kemarau 2023 atau El Nino.

    “Kita pada malam hari mendapatkan air bersih dari sumber mata air di kawasan hutan,” kata Sarip, warga Margaluyu Kabupaten Lebak, seperti dikutip Antaranews.

    Demi mendapatkan air bersih, lanjut Sarip, masyarakat di wilayah ini terpaksa berjalan kaki ke hutan- hutan sepanjang 1 kilometer menggunakan sepeda motor.

    “Selama ini, sumur bawah tanah yang biasa kami pakai untuk keperluan wudhu dan cuci serta kakus (MCK) mengalami kekeringan,” ucap pria berusia 40 tahun ini.

    Karena itu, Sarip bersama warga lainnya setiap hari mencari air bersih ke sumber mata air setempat. Biasanya mereka mulai mencari air usai salat Isya.

    “Kami mencari air bersih untuk bisa terpenuhi bak dan tempat lainnya dari pukul 18.20 WIB sampai pukul 22.00 WIB,” ungkapnya.

    Hal senada juga diungkapkan oleh Suhari, warga dari Kecamatan Sajira Kabupaten Lebak. Ia kini harus mencari air bersih ke hutan-hutan yang ada sumber mata air.

    Pihaknya juga telah berusaha mengadukan masalah ini ke pihak desa agar dapat bantuan air.  Namun, Suhari mengaku hingga kini belum ada bantuan air bersih yang diterimanya

    “Kami sudah melaporkan krisis air bersih ke desa setempat untuk pengajuan bantuan air bersih ke Pemkab Lebak,” jelas Suhari.

    Kordinator Pendistribusian Air Bersih Badan Penanggulangan Bencana Daerah ( BPBD) Kabupaten Lebak, Irman Utharman menjelaskan masyarakat yang dilanda krisis air bersih dapat mengajukan permintaan pengiriman air.

    Masyarakat, lanjutnya, dapat melaporkan ke kepala desa setempat. Kemudian kepala desa melampirkan jumlah kepala keluarga yang terjadi krisis air bersih dan diketahui aparat kecamatan.

    Setelah itu, permohonan permintaan air bersih bisa langsung mendatangi BPBD Lebak. “Kami sampai hari ini sudah mendistribusikan air bersih di atas 700 ribu liter tersebar di 20 kecamatan yang dilanda krisis air bersih akibat kemarau itu,” ungkap Irman.

    Reporter: Nurakhmayani

  • Mengenal Provinsi Banten, Saksi Sejarah Tingginya Peradaban Nenek Moyang Kita

    Mengenal Provinsi Banten, Saksi Sejarah Tingginya Peradaban Nenek Moyang Kita

     

     

    7cloud.asia – Provinsi Banten 4 Oktober kemarin merayakan hari jadinya ke 23. Provinsi banten tergolong muda karena baru dibentuk pada tahun 2000 berdasarkan UU No. 23 Tahun 2000 tertanggal 17 Oktober tahun 2000.

    Banten yang sebelumnya masuk wilayah Jawa Barat, secara resmi menjadi provinsi ke 30 di Indonesia.

    Saat itu puncak perayaan tanggal 4 Oktober 2000, puluhan ribu masyarakat Banten datang ke Gedung DPR di Senayan Jakarta, untuk ikut menyaksikan langsung Sidang Paripurna DPR mengesahkan RUU Provinsi Banten.

    Meski resmi menjaid provinsi pada tahun 2000, Banten telah memiliki sejarah yang panjang.

    Setidaknya ada tiga kisah yang menyebut asal usul nama nama Banten. Kisah pertama adalah asal usul nama Banten menyebut, Banten berasal dari istilah “katiban inten”, yang berarti kejatuhan intan.

    Baca: Asal usul nama Jogja

    Sejarah dari istilah “katiban inten” ini berawal dari sejarah Banten yang semula masyarakatnya menyembah berhala, kemudian memeluk agama Budha.

    Kemudian ajaran Islam masuk ke Banten, dan masyarakat pun mulai mengenal dan memeluk agama Islam.

    Masyarakat Banten yang memeluk Islam inilah yang digambarkan seolah-olah kejatuhan intan.

    Kisah kedua adalah asal usul nama Banten dari istilah istilah “ban inten”. Kisah ini berasal dari cerita Sanghyang Batara Guru Jampang yang melakukan perjalanan dari timur ke barat.

    Sanghyang Batara Guru Jampang kemudian sampai ke suatu tempat yang bernama Surasowan.

    Baca: Mengenal sejarah Jawa Barat

    Setibanya di Surasowan, Batara Guru Jampang duduk di atas batu yang kemudian dinamakan “watu gilang”.

    Watu Gilang berasal dari penampakan batu yang disebut bercahaya, yang kemudian dihadiahkan kepada Raja Surasowan.

    Surasowan dikelilingi sungai yang jernih airnya, seolah-olah negeri ini dikitari oleh bintang biduri.

    Surasowan dilukiskan sebagai cincin yang diemban dengan intan atau dalam bahasa setempat disebut “ban inten” yang kemudian menjadi asal nama Banten.

    Kisah ketiga nama Banten diambil dari istilah istilah kata “bantahan”. Cerita yang menyebutkan bahwa Banten berasal dari kata “bantahan”.

    Baca: Perumahan di Bodetabek tak dilengkapi layanan transportasi umum

    Berawal dari kisah tentang masyarakat yang waktu itu tidak mau tunduk pada peraturan yang telah ditetapkan. Aturan yang dimaksud adalah aturan yang dibuat oleh Belanda ketika tengah menjajah wilayah Banten.

    Walau begitu, asal usul nama Banten diperkirakan muncul jauh sebelum berdirinya Kesultanan Banten.

    Kata ini digunakan untuk menamai sebuah sungai, yakni Cibanten. Dataran yang lebih tinggi di tepi Sungai Cibanten disebut dengan Cibanten Girang yang disingkat menjadi Banten Girang (Banten Atas).

    Di usia yang masih sangat muda, Banten kaya peninggalan sejarah dari zaman megalitik sampai penjajah Jepang.

    Peninggalan sejarah ini menunjukkan tingginya peradaban nenek moyang serta luasnya pergaulan masyarakat Banten hingga ke tingkat internasional.

    Baca: Sejarah Jakarta, dari Jayakarta menjaid Batavia

    Banten bukan hanya sosok Sultan Ageng Tirtayasa atau Jendral Daendels yang memaksa rakyat mengerjakan pembangunan jalan 1.000 kilometer dari Anyer hingga ke Panarukan di Jawa Timur.

    Lebih dari itu, Banten sebagai sumber pengetahuan yang tak habis-habisnya digali.

    Pada abad 16-17, Banten menjadi salah satu kota perdagangan rempah-rempah di kawasan Asia Tenggara dan dikenal sebagai pusat kerajaan Islam.

    Banten juga sebagai pusat perdagangan nusantara di bawah kekuasaan Sultan Maulana Hasanudin dan Sultan Ageng Tirtayasa.

    Peninggalan Sejarah dan Purbakala (PSP) Banten yang berada di Kawasan Keraton Banten. Diantaranya Keraton Surosowan.

    Baca: Metamorfosa Jakarta dengan penataan transportasi publik

    Pada tahun 1552, ketika keraton itu mulai dibangun, nenek moyang kita ternyata sudah mengembangkan teknologi penyaringan air bersih.

    Pada bagian belakang istana-jika bagian depan istana diasumsikan bangunan yang ada tangganya-terdapat saluran air.

    Di depannya ada enam keran (dulu terbuat dari besi berwarna kuning sehingga tempat itu disebut Pancuran Emas) untuk mengambil air bersih yang sudah disaring.

    Air bersih bersumber dari mata air Tasik Ardi, berjarak sekitar 2,5 kilometer dari Keraton Surasowan. Sebelum digunakan untuk minum, air itu harus melalui tiga penyaringan (peninggilan).

    Sumber air Tasik Ardi hingga kini masih tetap asri dan menjadi salah satu tempat wisata dalam kawasan Banten Lama, walau debit air yang dikeluarkan jauh lebih kecil.

    Baca: Sejarah Kota Bandung, dari Dayeuhkolot lantas ke Cikapundung

    Sementara, pipa saluran air menuju keraton tetap terpelihara baik walau sebagian tertutup tanah dan jalan.

    Situs dan peninggalan sejarah juga dapat dijumpai di dalam wilayah eks Karesidenan Banten.

    Ada Banten Girang yang menyimpan situs zaman megalitik, ada Banten Lama di mana terdapat bekas Keraton Surasowan, Keraton Kaibon, Vihara Avalokitesvara.

    Selain itu, ada pula bekas benteng Speelwijk yang dibangun VOC Belanda, terletak 10 km arah utara Kota Serang.

    Dan masih banyak lagi bukti-bukti sejarah yang menceritakan kemajuan Banten pada masa lalu.

    Kejayaan masa lalu Banten bukan hanya menjadi kenangan. Peninggalan berupa fisik dapat berfungsi untuk bahan kajian ilmiah dan sarana wisata.

    Baca: UNESCO akui sumbu filosofi Jogja jadi warisan budaya dunia

    Warisan berupa nilai-nilai agama maupun budaya menjadi pijakan bagi pembangunan Provinsi Banten.

    Seiring bergulirnya reformasi berdampak pada perubahan sistem politik, salah satunya desentralisasi kekuasaan.

    Momentum sangat fenomenal terbentuknya Provinsi Banten tanggal 4 Oktober 2000.

    Terbentuknya Provinsi Banten bagaikan napak tilas kejayaan Banten masa lampau.

    Provinsi Banten seluas 8.651,20 Km2 yang meliputi empat kota dan empat kabupaten memiliki potensi alam cukup tinggi.

    Secara topografi terdiri atas dua bagian besar, yaitu, daerah perbukitan di sebelah selatan (Kabupaten Lebak dan Pandeglang) dan daerah dataran rendah di bagian lainnya.

    Baca: Mengenal Palembang, kota tertua di Indonesia

    Terdiri dari empat kota (Kota Serang, Tangerang, Cilegon, dan Kota Tangerang Selatan) dan empat kabupaten (Kabupaten Serang, Tangerang, Pandeglang, dan Kabupaten Lebak).

    Kota Tangerang, Kota Serang, Kota Cilegon, Kabupaten Tangerang, dan Kabupaten Serang adalah daerah dengan aktivitas ekonomi cukup tinggi.

    Hal ini karena daerah tersebut merupakan kawasan industri, terutama industri manufaktur.

    Kabupaten Lebak dan Pandeglang merupakan daerah hijau, hutan dan perkebunan banyak terdapat di sana.

    Sementara Kota Tangerang Selatan merupakan kota jasa, perdagangan, serta banyak lembaga pendidikan bergensi dan bertaraf internasional.

     

    Baca: Salatiga, salah asatu kota tertua di Indonesia

    Provinsi Banten juga memiliki Taman Nasional Ujung Kulon, di Kabupaten Pandeglang yang masih hidup populasi hewan langka yang di dunia hanya ada di Ujung Kulon.

    Bandara internasional Soekarno-Hatta merupakan gerbang utama Indonesia berada di Kota Tangerang.

    Sektor pariwisata, Porivinsi Banten yang ketiga sisinya dikelilingi laut, dari Cilegon hingga Labuhan jalan melingkar menyusur tepi pantai Selat Sunda merupakan kawasan wisata sangat kesohor.

    Pelabuhan penyeberangan ke Sumatera menambah Provinsi di ujung barat Pulau Jawa ini sangat sibuk. Dihubungkan oleh ruas tol langsung sampai Jakarta.

    Penulis: Nurakhmayani/berbagai sumber

  • BMKG Perkirakan Musim Hujan di Banten Mulai November

    BMKG Perkirakan Musim Hujan di Banten Mulai November

    7cloud.asia – Beberapa wilayah di Indonesia diprediksi akan memasuki musim hujan pada November 2023. Salah satunya Provinsi Banten, namun hujan turun tidak serentak.

    Koordinator Bidang Data dan Informasi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kelas I Serang Banten, Tatang Rusmana menjelaskan hasil  kajian BMKG musim hujan baru akan turun pada Dasarian I November  2023

    “Setiap daerah berbeda-beda musim hujannya, maka untuk awal musim hujan di Provinsi Banten tidak akan terjadi secara serentak,” jelas Tatang seperti yang dilansir Antaranews.

    Perbedaan ini terjadi karena keragaman iklim yang terjadi akibat El Nino yang membuat wilayah-wilayah di Banten tidak serentak memasuki musim hujan.

    Baca: Sebagian wilayah Indonesia sudah masuk musin hujan

    “Untuk curah hujan yang akan terjadi diprediksi berbeda dari tahun lalu, karena terganggu oleh fenomena El Nino sehingga curah hujannya akan berada di bawah normal dengan adanya kenaikan suhu,” urainya.

    Selanjutnya Tatang menjelaskan kenaikan suhu muka laut di wilayah Samudera Pasifik bagian Timur, yang mempengaruhi penurunan suhu muka laut di wilayah Indonesia.

    Kondisi tersebut menyebabkan curah hujan berkurang. Akibatnya, secara umum musim hujan datang terlambat dari biasanya bulan September.

    Mengenai cuaca panas ekstrem, Tatang mengatakan masyarakat tak perlu khawatir hal tersebut akan terjadi.

     

    Baca: BRIN perkirakan El Nino akan berlangsung hingga Mei 2024

    Meski demikian, pihaknya mengimbau kepada pemerintah daerah (pemda) dan masyarakat untuk lebih mengoptimalkan penyimpanan air baik danau, waduk, embung dan kolam retensi.

    Selain itu, masyarakat juga dapat melakukan penyimpanan air buatan lainnya melalui gerakan memanen air hujan atau melakukan manajemen air bersih.

    “Sehingga pada puncak musim kemarau, masyarakat bisa lebih siap menghadapi bencana hidrometeorologi yang mungkin terjadi,” ujarnya.

    Sebelumnya, beberapa wilayah di Banten mengalami kekeringan hingga warga kesulitan mendapatkan air. Salah satunya di Kota Serang.

    Baca: BMKG perkirakan musim kemarau akan berlangsung hingga akhir Oktober

    Sejak bulan Agustus kekeringan akibat fenomena El Nino melanda kota Serang. Tercatat 27 titik lokasi yang mengalami kekeringan.

    Akibatnya sebanyak 3.408 jiwa, dari 2.308 kepala keluarga (KK) di Kota Serang terdampak kekeringan dan krisis air bersih.

    Bahkan beberapa warga Serang harus berjalan mencari air bersih hingga masuk ke dalam hutan.

    “Kita pada malam hari mendapatkan air bersih dari sumber mata air di kawasan hutan,” kata Sarip, warga Margaluyu Kabupaten Lebak.

    Demi mendapatkan air bersih, lanjut Sarip, masyarakat di wilayah ini terpaksa berjalan kaki ke hutan- hutan sepanjang 1 kilometer.

    Reporter: Nurakhmayani

     

  • Tegas Tegakkan Kebenaran, Mahfud MD Dinobatkan Menjadi Jawara Banten

    Tegas Tegakkan Kebenaran, Mahfud MD Dinobatkan Menjadi Jawara Banten

    7cloud.asia – Cawapres nomor urut 3, Mahfud MD menghadiri pengukuhan Gapura Nusantara Banten, dan Tasyakuran Rumah Pemenangan Ganjar-Mahfud, di Desa Warunggunung, Lebak, Banten, Rabu (13/12/23).

    Dalam kesempatan ini, Mahfud MD diangkat sebagai Warga Kehormatan Jawara Pantura Banten.

    Gelar jawara Banten ini diberikan, karena jejak keberanian Mahfud dalam menegakkan hukum dan membela rakyat kecil.

    Mahfud MD diberi peci kelir merah dan dipakaikan baju pangsi warna hijau milik salah satu perguruan jawara.

    Baca: TPD Ganjar-Mahfud siap kampanye door to door

    Selain itu, Mahfud mendapat serban dan golok sebagai simbol menjadi bagian dari warga jawara Banten.

    Mahfud menilai, filosofi Jawara adalah membela kebenaran dengan segala keberanian.

    Mahfud menyebut, saat ini dia dan Ganjar tengah berjuang menegakkan kebenaran dan keadilan.

    “Saya berharap para jawara, saudara-saudara semua menemani dan menyertai perjuangan saya menegakkan kebenaran bersama Mas Ganjar,” harap Mahfud di depan puluhan kelompok perguruan jawara Banten ini.

    Baca: Simbolkan persatuan pasangan Ganjar-Mahfud kampanye di Sabang sampai Merauke

    Namun demikian, Mahfud siap menerima kritik dan bersedia kena sanksi jika ia melanggar nilai dan prinsip yang dianut.

    “Saya minta, awasi saya. Silakan dikiritik dan dijatuhi sanksi apabila saya melanggar prinsip dan nilai-nilai dalam perguruan dan paguyuban ini,” ungkap Mahfud.

    Pembina Relawan Gapura Nusantara, Marsekal TNI Purn Agus Supriatna menyebut, pihaknya akan kerja keras memenangkan Ganjar-Mahfud.

    Kami, ujarnya, ada 22 perguruan jawara di Banten siap menangkan pasangan Ganjar-Mahfud di seluruh wilayah Banten

    Baca: Pesan kerja cepat pasangan Ganjar-Mahfud

    Ia meminta para jawara mendatangi mendatangi  setiap daerah dan mengajak warga untuk memilih pasangan Ganjar-Mahfud.

    “Ajak lima orang, ajak lagi dua orang. Mari menang terhormat bersama rakyat. Berjuang dengan sat set. Semoga diridhai Allah perjuangan dan niat baik kita,” ajaknya.

    Ada momen unik saat ketibaan Mahfud MD di sana, tiba-tiba muncul sosok mirip Ganjar Pranowo.

    Sosok berambut putih dan berperawakan persis Capres nomor urut 3 bikin kaget ratusan warga yang hadir. Mahfud pun tertawa saat Ganjar KW ini mendatangi dan menyalaminya.

    Baca: Sejarah baju putih yang dikenakan Mahfud MD saat mendaftar ke KPU

    Kehadiran Mahfud MD di Banten merupakan serangkaian agenda lawataannya ke Banten usai mengisi orasi kebangsaan di Universitas Faletehan, Jalan Raya Cilegon, Kabupaten Serang.

  • Banjir Bansos Beras Jelang Pemilu: Kriteria Penerima Bansos Tidak Jelas

    Banjir Bansos Beras Jelang Pemilu: Kriteria Penerima Bansos Tidak Jelas

    7cloud.asia – Nuriyah (48) telah bersiap-siap sejak pagi. Hari itu, Senin 8 Januari 2024, Ia mendapat undangan menerima bantuan sosial dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) di gudang Bulog Umbul Tengah, Kecamatan Taktakan, Kelurahan Drangong, Serang, Banten.

    Gudang Bulog itu bisa dicapai sekitar 15 menit dilalui dengan berjalan kaki dari rumah Nuriyah. Ketika ia datang sekitar pukul 8 pagi, dirinya melihat gudang Bulog telah penuh dengan para pejabat dan penerima bansos lainnya.

    Isi bansos yang diterima Nuriyah hari itu berupa beras 10 kilogram, minyak goreng 1 liter, gula dan biskuit.

    “Sebelumnya saya menerima kupon bansos dari ketua RT,” kata Nuriyah, saat ditemui pada Senin 12/02/2024 

    Saat pembagian bansos itu, Jokowi didampingi Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Penjabat Gubernur Banten Al Muktabar, Penjabat Walikota Serang Yedi Rahmat, serta pejabat daerah lainnya.

    Di hadapan 1000 warga Kelurahan Drangong, Jokowi berjanji akan bagikan bansos untuk Januari, Februari, dan Maret.

    Bansos berupa beras itu adalah salah satu yang gencar dibagikan Jokowi menjelang hari
    pemungutan suara Pemilu, 14 Februari 2024. Tidak jelas kriteria penerima bansos tersebut dan
    bagaimana mekanisme pendataannya.

    Seperti Nuriyah, dia tidak tahu mengapa namanya tiba-tiba masuk sebagai penerima bansos
    2024. Itu adalah kali pertama ia menerima bantuan. Nuriyah adalah ibu rumah tangga yang
    suaminya sebagai pekerja harian lepas.

    Cerita lain datang dari warga Rancatales lainnya berinisial S (49). Ia sehari-hari menyediakan
    aneka ragam jajanan di salah satu UMKM di Ranca Tales. Istrinya, juga berjualan nasi saat pagi
    hari.

    Toko S bergandengan dengan rumahnya. Jika dilihat dari pendapatannya, S sebenarnya mampu mencukupi kebutuhan keluarganya. Sama dengan Nuriyah, bansos beras juga pertama kali ia terima.

    Menurut S, ia sempat terlibat dalam deklarasi pasangan Prabowo Subianto dan Gibran
    Rakabuming Serang. Sebelum menerima bansos beras, ia hanya diminta menyerahkan Kartu
    Keluarga dan KTP kepada RT setempat.

    Setelah itu, ia menerima kupon undangan agar hadir di Bulog Umbul Tengah. “Baru pertama ini dapat (bansos),” kata S saat ditemui di rumahnya.

    Saat hari pemungutan suara, pasangan Prabowo dan Gibran unggul jauh dari dua pasangan
    lainnya. Calon nomor urut dua itu, memenangi 45 TPS dari 57 tempat pemungutan suara (TPS)
    di Kelurahan Drangong, Kota Serang.

    Baca: Soal Bansos jelang pemilu, Mensos bilang tidak mengurusi 

    Salah satu penerima Bansos di Kelurahan Sepang Komariah (31) mendapatkan beras 10 Kg. Ia
    mengambil di Kantor Kelurahan pada siang hari, disaksikan oleh RT masing-masing kampung. Di lingkungan rumahnya, hanya Komariah yang menerima bansos.

    Ia menduga dapat bansos karena alamatnya masih tertera di kampung terdahulu di Cipanas. Komariah dapat bansos di bulan Januari.

    Pada saat turun ke lapangan, banyak warga yang mengeluhkan tak dapat bansos beras terutama
    di Kelurahan Sepang.

    Mereka cemburu karena ternyata sebagian penerima bansos beras tersebut justru warga mampu, demikian menurut kesaksian warga Cimoyan Leman (65) yang sehari-harinya sebagai petani kebun.

    Peran rukun tetangga memang vital sebagai asal mula data bansos beras tersedia. Menurut salah
    satu ketua RT di Kelurahan Drangong, Tovan (47), ia hanya diminta mengusulkan nama-nama warga di luar penerima bansos dari Pemerintah Pusat, seperti Program Keluarga Harapan atau Bantuan Langsung Tunai.

    Perintah pendataan itu datang dari Lurah Drangong. Tovan bergerak dari rumah ke rumah
    dengan meminta warga menyerahkan KK dan KTP. Setelah bergerak sekitar 1 minggu
    menjelang pembagian bansos beras, ia berhasil mengumpulkan 97 nama dari wilayahnya.

    Data-data itu kemudian ia setor ke kelurahan untuk kemudian tindaklanjuti ke Dinsos.

    “Jadi kita, kan cuma bisa ngajukan saja,“ ujarnya.

    Tovan membantah bahwa penerima bansos beras itu diminta harus mendukung atau memilih salah satu pasangan calon presiden.

    “Kita kan demokrasi, bebas siapa saja boleh memilih siapa pun. Saya mah, gini tugas saya hanya
    mengajukan data warga saya ke Dinsos yang namanya Data Terpadu Kesejahteraan Sosial
    (DTKS). Saya itu mengajukan permohonan sampe situ aja. Yang berhak itu (menentukan nama
    penerima) lewat Dinsos,“ katanya.

    Namun dengan mengecek silang DTKS lewat aplikasi Cek Bansos Kemensos (https://cekbansos.kemensos.go.id/), data yang muncul beragam.

    Nama S misalnya, tidak termasuk penerima bantuan sosial jenis apapun. Sedangkan Nurhalimah tertera sebagai penerima PKH Januari-Februari. Lain halnya Komariah yang tertera penerima BPNT.

    PKH adalah bansos kepada keluarga miskin berupa uang tunai. Sedangkan BPNT merupakan
    bantuan yang diberikan secara tunai berupa uang sebesar Rp 200.000 yang ditukarkan dengan
    bahan makanan sesuai mekanisme yang berlaku di e-warung terdekat.

    Di samping itu Lurah Drangong Slamet Santoso, tidak menjawab saat disinggung memberikan
    instruksi pada ketua RT, Tovan. Ia hanya membenarkan saat bansos beras yang dibagikan
    Presiden datang, kantor kelurahanya hanya menjadi tempat singgah.

    Baca: Anggaran bansos melonjak jelang Pemilu

    “Bansos mah langsung distribusi ke sasaran, di kelurahan mah mampir doang,” Katanya saat
    dikonfirmasi.

    Namun pengakuan Tovan menyerahkan data ke Kementerian Sosial lewat Dinas Sosial, dibantah
    oleh Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Serang, Toyalis. Menurut dia, Dinsos tidak pernah
    terlibat penyaluran bansos beras seperti yang dibagikan Presiden Jokowi pada Januari 2024.

    Saat ditanyakan soal data penerima bansos melalui Data Terpadu Kesejahteraan Sosial, Toyalis
    menyebutkan bahwa data dari RT diinput langsung oleh kelurahan. Sementara DTKS dikelola
    oleh Kementerian Sosial.

    “Ketika bantuan datang pun, Dinsos hanya dapat pemberitahuan. Gak (tidak) terlibat,“ kata
    Toyalis.

    Lurah Lialang Ninu Nugraha juga mengaku hanya sebagai pemberi bansos ke masyarakat. Ia
    membagikan bansos sekitar 200 hingga 300 karung beras bulog dengan masing-masing keluarga
    menerima seberat 10 kg di kantornya.

    Menurutnya, kelurahannya tinggal menunggu bulan Maret sebagai batas akhir untuk penyaluran
    bansos beras. Ia pun tidak mengetahui data penerima bansos asalnya dari mana. “Data itu
    adanya di Dinsos, ada dalam sistem. itu nerima beras doang, kan,” ujarnya.

    Ekayana, Lurah Sepang Kecamatan Taktakan juga mengaku hanya sebagai penyalur bansos beras ke warganya. Ia membagikan 398 bansos ke masyarakat. Sama dengan Ninu, ia mengaku hanya menyalurkan dari dinsos.

    Ia membantah ada pengarahan untuk berpihak pada pasangan calon tertentu pada pilpres.

    “Engga, engga ada pengarahan, itu mah simpang siur gak jelas, bansos itu kan ada operatornya
    habis itu ada monitoring dari babinsa. Jadi ya bebas ajah mau pilih siapa penerimanya.“ katanya.

    Salah satu operator bansos Jamal ia mendapat tugas untuk menghubungi RT/RW Sepang.
    Setelahnya warga diminta untuk mengambil di Kantor Kelurahan.

    Menurutnya tidak ada pengarahan khusus untuk pemenangan atau mendukung salah satu paslon pilpres saat sebelum mendapat bansos.

    Di Kelurahan Sepang, pasangan Prabowo-Gibran unggul dengan kemenangan pasti. Dari 34
    TPS, 24 TPS di antaranya dimenangi oleh pasangan nomor urut dua itu.

    Sementara itu siaran pers Badan Urusan Logistik (Bulog) menyatakan bahwa penyaluran beras di
    Serang pada 8 Januari tersebut termasuk jenis Bantuan Pangan.

    Kepala Badan Pangan Nasional, Arief Prasetyo Adi menerangkan bahwa data penerima manfaat Bantuan Pangan diterima dari Kementrian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK), setelah melalui proses verifikasi berbagai pihak.

    Baca: Bansos adalah hak rakyat miskin bukan kebaikan hati pemerintah

    Menurut Arief data yang saat ini ada tentunya berasal dari Kemenko PMK, dan ini sudah melalui verifikasi di berbagai tempat di antaranya BPK dan BPKP.

    “Nah, data ini kemudian diuji serta pemutakhiran datanya dilakukan setiap bulan sekali sampai dengan tiga bulan sekali dan akurasinya terus diperbaiki dengan smoothing,” terang Arief.

    Sementara menurut Badan Pangan, Bantuan Pangan Beras adalah program pemerintah berupa
    penyaluran beras yang bersumber dari stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang dikelola
    Bulog.

    Program ini merupakan salah satu pemanfaatan CBP sesuai amanat Peraturan Presiden
    Nomor 125 Tahun 2022 tentang Pengelolaan Cadangan Pangan Pemerintah.

    Bantuan Pangan Beras diklaim telah terlaksana sejak awal tahun 2023. Kemudian pada 2024,
    disalurkan mulai Januari sampai Maret dan dapat diperpanjang dari April sampai Juni dengan
    catatan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) masih memungkinkan

    Ketua Bawaslu Kota Serang Agus Aan Hermawan, pengaduan soal Bansos sangat minim
    dilaporkan. Hal itu karena bantuan sosial dibolehkan dalam Peraturan KPU.

    ”Soal pengaduan bantuan sosial minim yah, baik dari caleg, pilpres, pilpres. Kalau bantuan
    sosialnya ada, yah kan boleh di dalam PKPU, harus sesuai dengan PKPU,” Katanya

    Kordinator Umum Jaringan Rakyat untuk Demokrasi dan Pemilu (JRDP) Ukat Sosrodiharjo,
    yang melakukan pemantauan pemilu di Provinsi Banten, menyebut pemilu 2024 sebagai pemilu
    paling brutal.

    “Semua kekuatan dipergunakan, pengkondisian dari para pejabat-pejabat di kelurahan terlihat
    jelas dalam peran pembagian bansos, hasilnya pasangan Prabowo-Gibran menang telak,“
    katanya.

    Ia menyebut bansos punya peran besar atas keunggulan pasangan Prabowo-Gibran di tempat yang dibanjiri bansos.

    Hal ini dibuktikan dengan hasil kemenangan di Banten, pasangan Prabowo Gibran
    4.035.052 juta unggul jauh dengan pasangan, Anies-Muhaimin 2.451.383, dan juga Ganjar
    urutan terakhir dengan 720.275 pemilih.

    Namun, hal ini dibantah oleh Wakil Ketua Tim Kampanye Daerah Prabowo-Gibran Kota Serang, Khoeri Mubarok. Ia menyebut peran bansos dalam kemenangan Prabowo-Gibran adalah hanya asumsi saja.

    “Saya kira figur capres yang lebih penting bukan siapa yang memberi bansos, ” jelasnya

    Baca: KTP Sakti, cara Ganjar-Mahfud  agar Bansos tepat sasaran

  • Aliran Sungai Lontar Ditutupi Sampah, Warga Serang “Ngadu” ke Bupati hingga Wapres

    Aliran Sungai Lontar Ditutupi Sampah, Warga Serang “Ngadu” ke Bupati hingga Wapres

    7cloud.asia – Warga Kampung Kebalikan, Desa Lontar, Kecamatan Tirtayasa, Kabupaten Serang, Banten, mengeluhkan tumpukan sampah yang menutupi aliran Sungai Lontar yang membelah desa mereka.

    Sampah rumah tangga yang menumpuk di Sungai Lontar ini sudah belasan tahun dibiarkan sehingga menimbulkan pendangkalan dan memicu banjir saat musim hujan.

    Tak hanya dampak lingkungan, sampah yang menutupi sungai sejauh sekitar 500 meter itu juga memicu berbagai jenis penyakit menular, seperti demam berdarah dangue, gatal-gatal dan lainnya.

    Ketua RT 013 Desa Lontar, Jenab mengatakan, permasalahan sampah tersebut sudah beberapa kali diajukan kepada pemerintah desa, kecamatan, hingga kabupaten.

    Bahkan, bantuan untuk membersihkan sampah telah dilaporkan dan diketahui oleh Wakil Presiden Ma’ruf Amin.

    Baca: Tumpukan sampah sumbat aliran sungai Citarum

    “Pak Ma’ruf Amin sering ke sini (tahu ada tumpukan sampah), karena sering main ke pantai. Bupati juga udah tahu,” kata Jenab, warga Desa Lontar, Selasa (16/7/2024) seperti dikutip Kompas.com.

    Meski telah diketahui oleh Wapres, persoalan sampah di Sungai Lontar tak kunjung tertangani. Hingga saat ini, sampah dibiarkan menumpuk dan menyumbat aliran Sungai Lontar.

    “Udah lama (Maruf Amin tahu) ke sini berapa kali. Soalnya kan pas pulang ke Tanara (Rumah Ma’ruf Amin) dia mah selalu mampir ke sini, ke pantai mau senam pagi katanya,” imbuh Jenab.

    Camat Tirtayasa, Yayat Wahyu Hidayat membenarkan bahwa permasalahan sampah di Sungai Lontar sudah sampai ke telinga Maruf Amin.

    Bahkan, Pemkab Serang telah mengajukan proposal untuk melakukan normalisasi Sungai Lontar yang dipenuhi sampah.

    Baca: Aksi Pandawara angkat tumpukan sampah sumbat aliran sungai

    Proposal itu, kata Wahyu, telah diterima Wapres Maruf Amin saat berkunjung ke Desa Lontar beberapa tahun lalu.

    “Saat ada kunjungan Pak Ma’ruf Amin ke Lontar saya malam-malam langsung membuat proposal.” “Saya juga sudah langsung ngomong ke Pak Wapres dan Pak Wakil manggil sekretarisnya, katanya tolong dicatat,” ujar dia.

    Wahyu mengatakan, sebelum meminta bantuan kepada Wapres, pihak desa telah mengajukan anggaran ke Pemkab Serang untuk menuntaskan persoalan sampah tersebut.

    Namun, Pemkab Serang hingga Pemprov Banten tidak sanggup dengan alasan anggaran tidak ada atau minim. “Sehingga kita usulkan ke pusat, ke Kementerian,” kata Wahyu.

    Kebiasaan membuang sampah secara sembarangan juga terjadi di sejumlah daerah lainnya. Untuk mengatasi halvini, pemerintah perlu melakukan edukasi selain juga merumuskan kebijakan untuk mengurangi sampah.

  • Bencana Hidrometeorologi Akibat Cuaca Ekstrem di Banten Tewaskan 9 Orang

    Bencana Hidrometeorologi Akibat Cuaca Ekstrem di Banten Tewaskan 9 Orang

    7cloud.asia – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Banten mencatat bencana hidrometeorologi akibat cuaca ekstrem di sejumlah tempat di Banten menelan sembilan korban meninggal.

    Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Banten Nana Suryana di Serang, Kamis (12/12/2024) menyatakan korban jiwa akibat bencana hidrometeorologi tersebut terdapat di tiga wilayah kabupaten yakni Serang, Pandeglang, dan Lebak.

    “Informasi yang saya dapatkan sampai kemarin itu sekitar sembilan orang,” ujar Nana.

    Nana mengatakan korban jiwa tersebut akibat terseret arus banjir akibat curah hujan tinggi, tertimpa reruntuhan rumah, dan tertimpa pohon akibat puting beliung.

    Ia menyebutkan pada kasus terakhir di Kabupaten Serang, meski hujan pada Senin (9/12/2024) hanya sebentar, namun membuat tiga orang terseret arus Sungai Irigasi Baros.

    Selain itu Nana mengatakan di Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Pandeglang, masih membutuhkan bantuan peralatan evakuasi akibat volume air yang meningkat. Sementara di Kecamatan Patia, Kabupaten Pandeglang, banjir dinyatakan surut.

    Baca: Pulau Jawa waspada bencana hidrometeorologi hingga April 2025

    Nana mengatakan perlu ada normalisasi sungai untuk mencegah luapan air ke pemukiman warga, mengingat intensitas curah hujan tinggi beberapa waktu lalu menyebabkan 30 persen air lebih tinggi dari biasanya.

    Banjir dari Kabupaten Lebak dari luapan hilir sungai Ciberang, Ciliman, dan Cilemer, hingga sampai ke Kecamatan Patia dan Pagelaran, Kabupaten Pandeglang.

    Kemudian banjir di Kecamatan Labuan dari luapan Sungai Cipunten Agung dimana aliran air turun dari Gunung Akarsari, Gunung Pulosari, Gunung Karang.

    Sementara di Kecamatan Mandalawangi, Pulosari, Cisata, termasuk Cisata kemarin (11/12/2024) juga terdampak aliran air gunung akibat hujan lebat.

    Nana mengatakan potensi bencana hidrometeorologi basah di Banten masih ada hingga akhir tahun 2024.

    Oleh karena itu dengan unsur Pentaheliks pihaknya akan melakukan teknologi modifikasi cuaca untuk menurunkan hujan ke laut sebelum mencapai ke darat.

    Baca: BMKG ingatkan potensi cuaca ekstrem di bulan Desember

    “Jadi jangan khawatir, misalnya supaya Jakarta tidak hujan, tidak kebanjiran, di Banten diturunkan hujan. Tapi di laut,” kata Nana.

    Warga Lebak, Banten diingatkan agar tetap mewaspadai fenomena pergerakan tanah yang sudah terjadi dalam sepekan terakhir akibat cuaca ekstrem.

    Fenomena pergerakan tanah ini terjadi di tiga lokasi akibat cuaca ekstrem yang menerjang di daerah itu,

    “Kita minta warga tetap waspada dan siaga bencana, karena cuaca buruk masih berpotensi dalam satu pekan ke depan,” kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak Febby Rizky Pratama di Lebak, Kamis (12/12/2024)

    Ketiga lokasi bencana pergerakan tanah di Kabupaten Lebak antara lain di Desa Cidikit Kecamatan Bayah, Desa Penyaungan Kecamatan Cihara dan Desa Neglasari Kecamatan Cibeber.

    Masyarakat yang terdampak bencana pergerakan tanah itu masih tinggal di sejumlah tempat pengungsian.

  • Meski Jadi Pusat Manufaktur Nasional, Angka Pengangguran di Banten Tergolong Tinggi

    Meski Jadi Pusat Manufaktur Nasional, Angka Pengangguran di Banten Tergolong Tinggi

    7cloud.asia – Meski menjadi pusat manufaktur nasional, Banten menjadi salah satu provinsi dengan tingkat angka pengangguran terbuka tertinggi nasional, dimana per Februari 2025 yakni berada di angka 6,69 persen.

    Menyikapi kondisi ini, Anggota Komisi X DPR Adde Rosi mendorong adanya solusi komprehensif melalui pembukaan lapangan kerja serta penguatan pendidikan yang selaras (link and match) dengan kebutuhan dunia usaha dan industri.

    “Tidak bisa dipungkiri bahwa permasalahan pengangguran di Provinsi Banten ini cukup tinggi. Dan ini bukan hanya di Banten saja, rata-rata provinsi besar juga mengalami tingkat pengangguran terbuka yang tinggi,” ujarnya kepada Parlementaria dalam Kunjungan Kerja Spesifik Bidang Kepemudaan Komisi X DPR ke Banten, Rabu (4/2/2026).

    Banten menurut politisi daerah pemilihan Banten I itu, perlu terus membuka membuka lapangan kerja baru, sekaligus memastikan sistem pendidikan berjalan seiring dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri.

    Baca: Jumlah pengangguran capai 7,46 juta orang pada Agustus 2025

    Rosi menilai Banten sebagai daerah industri seharusnya menjadi kekuatan dalam menekan angka pengangguran, khususnya di kalangan pemuda.

    “Solusinya, Banten harus bisa membuka lapangan kerja, tetapi juga harus memberikan pendidikan yang link and match dengan dunia usaha dan dunia industri yang ada. Sekolah vokasi, jenjang S1, S2, hingga S3 harus mendukung keberadaan industri yang cukup banyak di Banten,” pungkasnya

    Politisi Partai Golkar itu menambahkan bahwa upaya penurunan pengangguran juga membutuhkan dukungan program lintas sektor, termasuk dari Kementerian Ketenagakerjaan dan pemerintah pusat.

    “Perlu ada sinergi antara pendidikan, industri, dan kebijakan ketenagakerjaan untuk menekan angka pengangguran pemuda secara berkelanjutan,” tegas Adde Rosi.

    Baca: Pengangguran muda Indonesia capai 17,3 persen

    Sebelumnya Kadispora Banten Ahmad Syakuni menyebutkan provinsi Banten terlihat dengan jelas tidak matching antara lulusan Pendidikan dan dunia Industri.

    “Kami berharap ada regulasi khususnya advokasi pemuda di bidang mendapatkan peluang kerja,” ucapnya.

    Hal senada juga diungkapkan oleh BEM UPI Banten Umam yang menyatakan keprihatinannya atas kondisi pengangguran terbuka sebesar 6,69 persen karena termasuk angka yang besar yaitu sekitar 42.710 orang.

    “Sama dengan harapan Kadispora agar kurikulum kita matching dengan kebutuhan dunia kerja,” imbuhnya.

  • Cuaca Hari Ini: Banten dan Mayoritas Wilayah Berpotensi Hujan

    Cuaca Hari Ini: Banten dan Mayoritas Wilayah Berpotensi Hujan

    7cloud.asia – Hujan berintensitas ringan hingga hujan disertai petir berpotensi mengguyur mayoritas kota di Indonesia pada Jumat (06/02/2026).

    Dalam laman resmi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), hujan berintensitas sedang hingga lebat berpotensi terjadi di wilayah Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Lampung, Banten.

    Kondisi cuaca seperti ini berpotensi pula terjadi di wilayah Jakarta, Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan

    Selain itu, wilayah Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat Daya, Papua Barat, Papua Tengah dan Papua Selatan juga berpotensi hujan berintensitas sedang hingga lebat.

    Sementara wilayah Jawa Barat, Jawa Tengah, Papua Pegunungan dan Papua berpotensi hujan dengan intensitas lebat hingga sangat lebat.

    BMKG juga mengajak masyarakat untuk mewaspadai potensi angin kencang di wilayah Jawa Timur, Kalimantan Selatan, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Selatan dan Sulawesi Utara.