7cloud.asia – Ratusan rumah di empat kampung di Desa Bungur Mekar, Lebak Banten mulai dikosongkan karena akan segera ditenggelamkan guna mengisian air Bendungan Karian pada September 2023 mendatang.
Ratusan warga Lebak yang tanahnya terdampak pembangunan Bendungan Karian, kini telah pindah ke lokasi yang telah disediakan.
Bendungan Karian merupakan waduk terbesar ketiga di Indonesia, yang memiliki daya tampung 314,7 juta meter kubik dengan luas genangan maksimum sebesar 1.740 hektare dari luas keseluruhan 2.170 hektare.
Dengan volume air sebesar itu, Bendungan Karian diharapkan bisa memasok air bersih bagi jutaan penduduk yang bermukim di wilayah Banten, Bogor, dan DKI Jakarta.
Baca: Kekeringan akibat El Nino mulai dirasakan warga Lebak
Bendungan Karian juga bakal mengairi daerah irigasi Ciujung seluas 22.000 hektare sehingga mampu meningkatkan produktivitas pangan.
Keberadaan Bendungan Karian juga dapat mengendalikan banjir di wilayah hilir Provinsi Banten, termasuk jalan tol Merak-Jakarta, dengan kapasitas tampungan banjir sebesar 60,8 juta meter kubik.
Manfaat penting Bendungan Karian adalah berpotensi menghasilkan tenaga listrik ramah lingkungan sebesar 1,8 MW (megawatt).
Pengerjaan Bendungan Karian melibatkan kontraktor Korea Selatan dan PT Waskita Karya, dan diproyeksikan tuntas pada tahun 2024.
Baca: Dampak El Nino, warga Bandung Barat mulai kesulitan air bersih
Keberadaan Bendungan Karian dirancang bakal mendongkrak pertumbuhan ekonomi dan mampu meningkatkan kesejahteraan warga, termasuk menyediakan lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat setempat.
Bagi Kabupaten Lebak yang berpenduduk 27 juta jiwa itu, keberadaan Bendungan Karian diharapkan bisa menyerap tenaga kerja dan mengurangi angka kemiskinan ekstrem sebanyak 2,17 persen (BPS Banten 2022).
“Kami meyakini Bendungan Karian dapat membangkitkan ekonomi masyarakat sehingga mampu mengatasi kemiskinan dan pengangguran,” kata Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya seperti dikutip Antaranews beberapa waktu lalu.
Iti berharap, Bendungan Karian berdampak positif pada pertumbuhan ekonomi daerah dan meningkatkan pendapatan asli daerah dari hasil usaha pemasokan air baku (air minum).
Baca: Petani di Ciamis Jawa Barat mulai rasakan dampak El Nino
Selain itu Bendungan Karian juga bakal menumbuhkan pelaku-pelaku usaha di sekitarnya.
Bendungan Karian, kelak juga dijadikan lokasi wisata. Sehingga diharapkan bisa mendorong usaha jasa, misalnya, transportasi, penginapan, kuliner, kerajinan, dan membuka warung.
Pemkab Lebak juga telah menyediakan lahan seluas 3.000 hektare untuk pengembangan kawasan industri setelah ada dukungan pasokan air cukup besar dari Waduk Karian.
Kawasan industri bakal berkembang karena didukung ketersediaan air bersih. Selain itu juga ditunjang proyek jalan Tol Serang-Panimbang sehingga terkoneksi dengan wilayah Jabodetabek.
Baca: Kekeringan imbas El Nino turunkan produksi beras
Karena itu, Iti yakin keberadaan Bendungan Karian akan mendorong terciptanya sentra-sentra ekonomi baru yang memacu pertumbuhan kawasan.
Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Cidanau Ciujung, Cidurian I Ketut Jayada mengatakan, Bendungan Karian merupakan proyek strategis nasional yang diharapkan meningkatkan kesejahteraan masyarakat daerah.
Pembangunan Bendungan Karian dimulai sejak Oktober 2015 dengan anggaran Rp 1,3 triliun dengan dibiayai APBN.
Kontraktor pelaksana adalah Daelim Industrial Co, LTD-PT. Wijaya Karya (Persero)-PT. Waskita Karya (Persero) Joint Operation.
Esti Utami, dari berbagai sumber
Leave a Reply