Tag: bantuan

  • Pemerintah Indonesia Kirim Bantuan untuk Korban Maroko

    Pemerintah Indonesia Kirim Bantuan untuk Korban Maroko

    7cloud.asia – Berbagai negara di dunia berbondong-bondong memberikan bantuan kemanusiaan ke Maroko usai gempa sebesar 7,2 SR mengguncang negara tersebut pada Sabtu (09/09/2023).

    Tak terkecuali Indonesia. Pemerintah Indonesia mengirimkan bantuan kemanusiaan untuk menangani korban gempa bumi di Maroko.

    Indonesia mengirimkan 50 orang paramedis dan personil dari unit khusus serta anjing pencari perangkat pemantauan thermal tercanggih untuk mencari korban di bawah reruntuhan dan rumah sakit lapangan.

    Selain itu, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) juga akan mengirimkan tim kemanusiaan untuk membantu menangani para korban yang terdampak gempa.

    Baznas juga berupaya menggalang dana dan menyalurkannya seperti yang telah dilakukan untuk membantu korban gempa di Turki dan Suriah.

    Baca Juga: Gempa 7,2 SR Guncang Maroko, Tewaskan Lebih 1000 Orang

    “Dimasa-masa sulit ini para korban gempa Maroko tentu membutuhkan banyak dukungan dan bantuan. Untuk itu Baznas segera mempersiapkannya baik dari tim pengumpulan maupun tim penyaluran,” jelas Ketua Baznas RI, Noor Achmad seperti yang dilansir Antara pada Senin (11/09/2023).

    Sebelumnya gempa bumi yang mengguncang Maroko telah meluluhlantakkan berbagai bangunan serta infrastruktur. Akibatnya 2.122 orang tewas dan 2400 orang terluka.

    Otoritas Maroko mengatakan jumlah korban masih akan terus bertambah menyusul masih banyak data korban yang hilang belum ditemukan. Selain itu, masih banyak bangunan-bangunan yang roboh dan belum tersisir tim SAR.

    Saat ini anggota penyelamat berpacu dengan waktu berupaya mencari para korban yang terjebak pasca gempa mematikan di Amizmiz, Maroko.

    Dalam upaya mempermudah pencarian korban, tim SAR menggunakan anjing pelacak.

    Baca Juga: Banjir Kepung Hong Kong, Terparah dalam 139 Tahun

    Beberapa jam kemudian, gempa susulan magnitudo 4,5 juga melanda Maroko. Hal ini memperburuk kondisi di lapangan terutama bagi tim SAR yang masih berjuang mencari korban selamat.

    Setelah diberi pengarahan oleh para pejabat, Raja Mohammed VI memerintahkan segera membentuk “komisi yang bertanggung jawab atas penerapan program rehabilitasi dan bantuan darurat untuk membangun kembali perumahan yang hancur di daerah bencana”.

    Jumlah korban meninggal terbanyak ada di dua desa berada di provinsi Al-Haouz, lokasi pusat gempa, yaitu 1.351 orang. Menurut televisi publik Maroko, lebih dari 18 ribu keluarga terkena dampak bencana ini di Al-Haouz.

    Dampak gempa juga membuat desa pegunungan Tafeghaghte, 60 kilometer dari Marrakesh, hampir seluruhnya hancur. Di tempat ini, hanya sedikit bangunan yang masih berdiri.

    Atas bencana ini, pemerintah Maroko mengumumkan tiga hari berkabung nasional.

    Penulis: Nurakhmayani dari berbagai sumber.

  • Jakarta Krisis Air Bersih, PMI Salurkan Bantuan 24 Ribu Liter Air

    Jakarta Krisis Air Bersih, PMI Salurkan Bantuan 24 Ribu Liter Air

    7cloud.asia – Kebutuhan air bersih meningkat seiring dengan kekeringan yang tengah melanda sejumlah wilayah termasuk Jakarta. Palang Merah Indonesia (PMI) DKI Jakarta menyuplai kebutuhan air bersih bagi warga yang membutuhkan.

    Hal ini dilakukan dalam rangka HUT ke-78 PMI di Kantor PMI DKI Jakarta, Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat, Minggu (17/9).

    Bantuan air bersih yang diberikan mencapai 24.000 liter untuk disalurkan kepada 1.600 KK.

    Dilansir Beritajakarta, Ketua PMI DKI Jakarta, Rustam Effendi menjelaskan bantuan ini sebagai bukti komitmen PMI yang terus membantu masyarakat, sesuai dengan tema HUT ke-78 PMI yakni “Menolong Sepenuh Hati”.

    Baca Juga: Pemasangan Water Mist di Gedung Tinggi di Jakarta Terkendala Ketersediaan Alat

    “Saat ini sedang dalam masa kemarau dan ada juga dampak dari El Nino yang menyebabkan terjadinya kekeringan. Kami bergerak membantu warga di Jakarta yang membutuhkan air bersih, termasuk di wilayah Kalideres, Jakarta Barat. Sebab, air ini menjadi kebutuhan dasar manusia,” jelas Rustam usai apel HUT PMI di Jakarta.

    PMI, lanjut Rustam akan terus berinovasi dan melakukan terobosan agar dapat memberikan bantuan serta pelayanan sosial kepada masyarakat secara maksimal.

    “PMI DKI Jakarta memiliki moto SIAP yang merupakan akronim dari Sigap, Inovatif, Akuntabel, dan Profesional. Semboyan ini harus bisa diimplementasikan insan PMI DKI Jakarta,” ungkapnya.

    Baca Juga: Antisipasi Kekeringan Akibat El Nino, DKI Jakarta Tambah Instalasi Pengolahan Air

    Karena itu, Rustam berharap seluruh stakeholder di Jakarta dapat mendukung PMI DKI Jakarta dalam melakukan misi-misi atau memberikan bantuan kemanusiaan kepada masyarakat.

    “Saya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh stakeholder, insan PMI DKI Jakarta, serta seluruh relawan yang sudah berkomitmen dan mengabdikan diri untuk kemanusiaan, membantu sesama,” katanya.

    Selain memberikan bantuan air bersih, kali ini PMI juga diserahkan penghargaan kepada mereka yang sudah mengabdi di PMI DKI Jakarta dalam kurun waktu 15 tahun dan 25 tahun.

    “Ini bukan waktu yang sebentar. Saya merasa bangga, menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas dedikasi yang sudah diberikan,” ujarnya.

    Baca Juga: Menghijaukan Jakarta lewat Ruang Terbuka Hijau, Upaya Mengembalikan Kualitas Udara Jakarta

    Sementara itu, Endang sasmito, salah satu penerima penghargaan pengabdian 25 tahun di PMI DKI Jakarta sangat senang dan bersyukur mendapatkan apresiasi atas pengabdian yang sudah dilakukan.

    “Penghargaan ini sebetulnya bagi saya bukan menjadi tujuan utama. Saya merasa berbahagia bisa melakukan misi kemanusiaan, menolong sesama yang membutuhkan,” kata Sasmito.

    Pada kesempatan itu, PMI DKI Jakarta juga membagikan hadiah kepada pemenang lomba Tumpeng, Tiktok, Bola Voli, dan Futsal.

    Selain itu, juga Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup serta Dinas Pertamanan dan Hutan Kota DKI Jakarta juga membagikan bibit pohon kepada PMI DKI. Hal ini sebagai upaya untuk memperbaiki kualitas udara di Jakarta yang masih berada pada kondisi tidak sehat.

    Reporter: Nurakhmayani 

     

  • Bantuan Kemanusiaan Mulai Masuk ke Gaza, Palestina Tapi Dinilai Masih Kurang

    Bantuan Kemanusiaan Mulai Masuk ke Gaza, Palestina Tapi Dinilai Masih Kurang

    7cloud.asia – Untuk pertama kali sejak serangan Hamas pada 7 Oktober, penyeberangan Rafah, antara Jalur Gaza, Palestina dan Mesir, dibuka pada Sabtu (21/10/2023).

    Konvoi sekitar 20 truk mengantarkan makanan, air, obat-obatan, dan kebutuhan lainnya kepada warga Gaza.

    Konvoi bantuan kedua memasuki Gaza, Palestina Minggu (22/10), ketika persediaan mulai menipis. Konvoi yang terdiri dari sekitar 19 truk bantuan diizinkan masuk, menurut sumber keamanan dan kemanusiaan Mesir.

    Dalam acara TV ABC “This Week,” direktur eksekutif Program Pangan Dunia PBB (WFP), Cindy McCain, mengatakan bahwa 17 truk lagi berisi bantuan kemanusiaan masuk ke Gaza pada Minggu.

    Baca: OKI dibentuk untuk bantu Palestina

    Sedangkan 40 truk lainnya diperkirakan tiba pada Senin (23/10/2023). Dia menekankan bahwa kebutuhan akan bantuan lebih banyak, sangat besar.

    “Kemarin kami mampu menyeberangkan 20 truk. Dan dari total 20 truk itu, tiga di antaranya adalah milik WFP. Jadi, kami bisa memberi makan sekitar 200.000 orang tadi malam untuk makan malam,” ujarnya

    Tetapi bantuan itu tidak cukup. Itu hanya setetes (bantuan). Kami membutuhkan akses yang aman dan berkelanjutan di sana, di wilayah itu, supaya kami bisa mengirim bantuan. Bencana sedang terjadi dan kami harus memasukkan truk-truk bantuan ini,” kata McCain.

    Warga Gaza mengatakan mereka kehabisan makanan, air dan pasokan medis penting di wilayah di mana Israel memberlakukan “pengepungan total” pasca serangan militan Hamas yang menewaskan 1.400 orang.

    Baca: Korban tewas akibat perang Israel Pelstina lampaui 4000 orang

    Dilansir Voice of America, penduduk Gaza Shady Al-Aqqad menyerukan solusi terhadap krisis pasokan.

    “Jika situasi berlanjut, seluruh penduduk tidak akan mendapatkan makanan atau minuman. Kami tidak akan menemukan roti atau tepung, apa pun. Situasinya semakin buruk,” ujarnya

    Kita perlu menemukan solusi. Ini tidak adil. Kondisi sebagian orang sangat buruk, sebagian lagi mengungsi, dan mereka tidak bisa makan atau minum,” tukasnya.

    Badan bantuan PBB untuk pengungsi Palestina (UNRWA) memperingatkan bahwa mereka akan kehabisan bahan bakar pada Rabu (25/10/2023).

    “Tanpa bahan bakar, tidak akan ada air, tidak ada rumah sakit dan tidak ada toko roti yang beroperasi,” ujar Philippe Lazzarini, komisaris jenderal badan tersebut.

    Baca: Setidaknya 15 jurnalis tewas selama meliput perang di Gaza, Palestina

    “Tanpa bahan bakar, bantuan tidak akan sampai ke banyak warga sipil yang sangat membutuhkan. Tanpa bahan bakar, tidak akan ada bantuan kemanusiaan.”

    Lazzarini mengatakan, UNRWA “adalah aktor kemanusiaan terbesar di Jalur Gaza.” Badan tersebut, menurut Lazzarini, kini sedang membantu lebih dari setengah juta dari satu juta orang yang mengungsi di Jalur Gaza.

    Ia menambahkan, “tanpa bahan bakar, kita akan mengecewakan rakyat Gaza yang kebutuhannya terus meningkat setiap saat.”

    Ia mengimbau semua pihak dan pihak-pihak yang mempunyai pengaruh dalam hal ini agar segera mengizinkan pasokan bahan bakar ke Jalur Gaza dan memastikan bahwa penggunaan bahan bakar dibatasi untuk mencegah gagalnya respons kemanusiaan,” kata Lazzarini.

    Baca: Konten yang bela Palestina dibatasi Meta

    Para pejabat Palestina menyatakan kekecewaannya karena Gaza tidak menerima pasokan bahan bakar.

    “Tidak memasukkan bahan bakar dalam bantuan kemanusiaan berarti nyawa pasien dan korban luka akan tetap berisiko. Rumah sakit-rumah sakit di Gaza kehabisan kebutuhan dasar untuk melakukan intervensi medis,” kata Kementerian Kesehatan Gaza.

    Ia menambahkan bahwa bantuan itu hanya 3% dari bantuan kemanusiaan yang biasa dikirim ke Gaza sebelum konflik.

    PBB telah menekan Israel dan Mesir untuk mengizinkan bantuan mengalir dengan bebas ke Gaza, di mana ratusan ribu orang membutuhkan bantuan setelah dua minggu pemboman dan blokade ketat terhadap makanan dan bahan bakar oleh Israel.

    Baca: Akar konflik Israel – Palestina yang telah berumur lebih dari 100 tahun

    PBB mengatakan bantuan itu akan diterima dan didistribusikan Bulan Sabit Merah Palestina, dengan persetujuan Hamas, yang menguasai Gaza.

  • PBB: Israel Hanya Izinkan Separuh Bantuan Masuk ke Gaza, Palestina

    PBB: Israel Hanya Izinkan Separuh Bantuan Masuk ke Gaza, Palestina

    7cloud.asia – Direktur Badan Bantuan dan Pekerjaan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA) di Gaza, Thomas White mengatakan, Israel tak sepenuhnya membuka pintu agar semua bantuan masuk ke Gaza, Palestina.

    Dalam pernyataan yang dilansir Sabtu (18/11/2023) White mengumumkan bahwa Israel hanya mengizinkan masuknya setengah bahan bakar yang dibutuhkan dari bantuan kemanusiaan harian ke Gaza.

    “Bahan bakar dalam jumlah yang terbatas telah masuk ke Gaza, Palestina” kata White dalam sebuah pernyataannya di akun media sosial X.

    “Ketika otoritas Israel membatasi bahan bakar yang masuk ke Gaza, Palestina – ini berarti mengurangi kapasitas di Perbatasan Rafah untuk menerima truk bantuan,” ujarnya.

    Baca: Israel kekeuh untuk kelola Gaza pasca perang, Palestina menolak

    White menyatakan bahwa “otoritas Israel hanya mengizinkan 50 persen dari kebutuhan bahan bakar harian untuk bantuan kemanusiaan yang dapat menyelamatkan orang-orang.”

    Ada “kesenjangan besar dalam respons bantuan ini – misalnya orang-orang hanya akan mendapatkan dua pertiga dari kebutuhan harian mereka terhadap air minum yang bersih,” tandas White

    Saat ini 1,5 juta orang di Jalur Gaza terpaksa mengungsi akibat serangan intensif Israel, lebih dari 800 ribu warga Palestina mencari perlindungan di fasilitas-fasilitas UNRWA.

    Sejak Israel mulai melakukan pengeboman pada 7 Oktober, lebih dari 12 ribu warga Palestina telah tewas. sementara lebih dari 30 ribu orang lainnya luka-luka,

    Baca: Israel terapkan jeda kemanusiaan 4 jam sehari di Gaza

    Sebagian besar korban meninggal adalah anak-anak, yakni lebih dari 8.300 perempuan dan anak-anak,  menurut data terbaru.

    Ribuan bangunan, termasuk rumah sakit, masjid dan gereja, telah rusak atau hancur akibat serangan udara dan darat tanpa henti yang dilakukan Israel di Gaza yang terkepung itu.

    Blokade Israel juga telah memutus pasokan bahan bakar, listrik dan air ke Gaza, dan mengurangi pengiriman bantuan hingga hanya sedikit yang tersalurkan.

    Sementara itu, jumlah korban tewas di Israel adalah sekitar 1.200 orang, menurut data resmi.

    Sumber: Antaranews/Anadolu

     

  • Sadis! Pasukan Israel Tembaki Kembali Warga Palestina yang Antre Bantuan

    Sadis! Pasukan Israel Tembaki Kembali Warga Palestina yang Antre Bantuan

    7cloud.asia – Sedikitnya tujuh orang tewas dan lebih dari 20 lainnya terluka ketika pasukan Israel menembaki puluhan warga Palestina yang sedang antre untuk mendapatkan bantuan kemanusiaan di Jalur Gaza, jaringan televisi Qatar, Al Araby, melaporkan.

    Penembakan itu terjadi pada Selasa (12/03/2024) di dekat Bundaran Kuwait di Gaza utara, kurang dari dua pekan setelah insiden serupa terjadi.

    Pada 29 Februari, pihak berwenang Palestina mengatakan militer Israel melepaskan tembakan ke arah kerumunan orang di Kota Gaza ketika mereka menunggu bantuan kemanusiaan.

    Baca: Serangan Israel kepada warga Palestina yang menunggu bantuan dianggap telah direncanakan

    Akibatnya, 112 orang tewas dan 760 lainnya terluka. Namun pihak Israel membantah jumlah korban tewas, yang menurut mereka terlalu tinggi.

    Mereka menyatakan bahwa sebagian besar korban tewas karena terinjak-injak kerumunan saat orang-orang menyerbu truk yang membawa bantuan.

    Pasukan Pertahanan Israel (IDF) mengatakan pasukannya melepaskan tembakan setelah beberapa warga Palestina mendekati tank dan pasukan IDF.

    Pada 7 Oktober 2023, Hamas melancarkan serangan roket besar-besaran ke Israel dari Gaza dan menerobos perbatasan. Serangan itu menewaskan 1.200 orang dan Hamas menyandera 240 orang lainnya.

    Israel lalu membalas dengan serangan habis-habisan, memblokade penuh Gaza, melancarkan serangan darat di dalam wilayah kantong Palestina itu untuk “menumpas pejuang Hamas dan membebaskan sandera”.

    Baca: Pasukan Israel menembaki warga Palestina yang menunggu bantuan

    Sedikitnya 31.100 orang telah tewas di Jalur Gaza, menurut otoritas setempat.

    Pada 24 November, Qatar memediasi perundingan antara Israel dan Hamas untuk pertukaran tahanan dengan sandera dan gencatan senjata, yang memungkinkan bantuan kemanusiaan memasuki Gaza.

    Gencatan itu diperpanjang beberapa kali dan berakhir pada 1 Desember. Lebih dari 100 orang diyakini masih disandera oleh Hamas di Gaza.

    Putusan sela Mahkamah Internasional pada Januari memerintahkan Israel untuk menghentikan aksi genosida dan mengambil tindakan yang dapat menjamin bantuan kemanusiaan diberikan kepada warga sipil di Gaza.

    Sumber: Sputnik

  • Pasukan AS Bangun Dermaga di Gaza, Menhan Lloyd Austin Tak Lihat Tanda Hamas Akan Menyerang

    Pasukan AS Bangun Dermaga di Gaza, Menhan Lloyd Austin Tak Lihat Tanda Hamas Akan Menyerang

    7cloud.asia – Pasukan AS melanjutkan pembangunan dermaga di lepas pantai Gaza.
    Dermaga ini akan digunakan untuk mengirim bantuan melalui laut ke wilayah Gaza yang sejak Oktober lalu dilanda perang.

    Menteri Pertahanan AS Lloyd Austin pada Kamis (2/5/2024) larut malam mengatakan ia tidak melihat tanda-tanda bahwa Hamas akan menyerang pekerja yang membangun dermaga di Gaza ini.

    “Saya tidak melihat ada indikasi sekarang ini bahwa di sana ada niat aktif untuk melakukan itu,” kata Austin kepada wartawan dalam konferensi pers di Hawaii.

    Austin menekankan komandan tertinggi pasukan AS di Timur Tengah, Kepala CENTCOM Jenderal Erik Kurilla, telah memberlakukan beberapa langkah keamanan untuk membuat tentara yang membangun dermaga dan membantu distribusi bantuan tetap aman.

    “Sekutu-sekutu kita juga memberikan keamanan di area itu, jadi kami terus berkoordinasi sangat erat dengan mereka untuk memastikan bahwa jika sesuatu terjadi, pasukan kita terlindungi,” kata Austin.

    Baca Juga: Demonstrasi Pro-Palestina Berlangsung di Kampus-kampus Seantero AS

    Pelabuhan baru itu berada di barat daya Kota Gaza. Pekan lalu, serangan mortir menargetkan pelabuhan itu tetapi para pejabat mengatakan tidak ada seorang pun yang terluka.

    “Ini adalah kecelakaan, kecelakaan sangat serius yang menunggu untuk terjadi,” kata Bradley Bowman, direktur senior Center on Military and Political Power di Foundation for Defense of Democracies kepada VOA.

    Bowman, yang juga seorang veteran Angkatan Darat AS, Kamis mengatakan bahwa berbagai upaya untuk memberi makan mereka yang sangat membutuhkannya “patut dipuji.”

    Tetapi, lanjutnya, kekhawatiran keamanan sejak misi AS dimulai tampaknya masih belum teratasi sementara beberapa rencana sedang dikembangkan.

    “Jenis teroris, jenis orang – saya enggan menggunakan istilah itu – yang akan … melakukan serangan teror 7 Oktober, menggunakan perisai manusia dan menahan lelaki, perempuan dan anak-anak tak bersalah sebagai sandera, adalah orang-orang yang sama yang tidak akan ragu-ragu menyerang mereka yang berupaya mengirimkan makanan dan air untuk orang-orang yang kelaparan dan keharusan,” kata Bowman.

    Baca Juga: Enam WNI Ikut Misi Freedom Flotilla Kirim Bantuan ke Gaza, Palestina

    Para awak kapal USNS Roy P. Benavidez dan beberapa kapal Angkatan Darat AS mulai membangun dermaga terapung untuk operasi bantuan kemanusiaan pekan lalu, kata seorang pejabat militer senior.

    Tahap berikutnya adalah pembangunan lintasan, yang akan ditambatkan ke pantai oleh Pasukan Pertahanan Israel.

    Para pejabat AS dan Israel mengatakan mereka berharap akan menyelesaikan pembangunan tersebut dan memulai pengoperasiannya pada bulan ini.

    Pejabat militer senior itu memberitahu wartawan bahwa Pentagon memperkirakan pengiriman bantuan “akan dimulai dengan sekitar 90 truk per hari … dan kemudian meningkat cepat menjadi 150 truk per hari.”

    Pengiriman bantuan ke Gaza melambat karena antrean panjang kendaraan di pos-pos pemeriksaan Israel.

    Baca Juga: 6 Bulan Perang Israel-Hamas: Lebih 33.000 Meninggal dan Jutaan Orang Palestina Terancam Kelaparan Ekstrem

    AS dan negara-negara lain telah mengirim bantuan ke Gaza melalui udara, tetapi setiap pesawat militer hanya dapat membawa muatan sekitar 1-3 truk bahan makanan, kata seorang pejabat AS kepada VOA.

    Berbagai organisasi bantuan mengatakan Gaza membutuhkan ratusan truk berisi bahan makanan setiap hari.

    Israel menyerang Hamas di Gaza setelah serangan teror kelompok itu pada 7 Oktober lalu di Israel. Serangan tersebut menyebabkan 1.200 tewas dan ratusan lainnya disandera.

    Hampir tujuh bulan setelah serangan itu, lebih dari 34 ribu orang Palestina tewas di Gaza dalam serangkaian serangan balasan Israel lewat darat dan udara, menurut para pejabat kesehatan Gaza.

  • Bantuan Kemanusiaan Makin Sulit Masuk, Gaza Terancam Bencana Kelaparan

    Bantuan Kemanusiaan Makin Sulit Masuk, Gaza Terancam Bencana Kelaparan

    7cloud.asia – Komisaris Jenderal UNRWA, Philippe Lazzarini, mengatakan bahwa pengiriman bantuan menjadi “semakin rumit” dan jumlah penyeberangan ke Gaza pun masih jauh dari yang dibutuhkan.

    Semakin maraknya penjarahan truk pengangkut bantuan ke Gaza juga menjadi salah satu faktor mengapa Lazzarini menyebut Gaza saat ini mengalami “kerusakan hukum dan ketertiban yang nyaris menyeluruh.”

    “Kami perlu pengiriman bantuan yang berkelanjutan, bermakna, dan tidak terputus di Jalur Gaza jika kita ingin membalikkan situasi kelaparan di sana,” jelas Lazzarini kepada wartawan di markas PBB Jenewa, Selasa (25/6/2024).

    Pengiriman bantuan melalui jalur udara ke Gaza juga masih dilakukan.

    Baca Juga: AS Desak Israel Lindungi Pekerja Kemanusiaan di Jalur Gaza

    Meski begitu, menurut laporan terbaru dari lembaga Klasifikasi Ketahanan Pangan Terpadu (IPC), hampir semua orang di Gaza berjuang untuk mendapat makanan yang cukup.

    Diperkirakan, lebih dari 495.000 orang, atau 1 dari 5 orang di Gaza, akan mengalami tingkat kelaparan tertinggi dalam beberapa bulan mendatang.

    “Selama saya berkarir, saya belum pernah melihat situasi di mana hampir 100% penduduknya menghadapi risiko kelaparan,” ujar Jeremy Konyndyk, Ketua Refugees Internasional dikutip VOA Indonesia.

    Para staf medis di Rumah Sakit Ahli Arab berduka di dekat jenazah rekan mereka yang dibungkus kafan yang terbunuh selama pemboman Israel di kamp pengungsi Shati, di lokasi rumah sakit di Kota Gaza (14/6/2024).

    Baca Juga: Ketegangan Israel dan Hizbullah Picu Kekhawatiran akan Meluasnya Perang Gaza

    “Saya kira apa yang benar-benar mengejutkan dari data IPC adalah bahwa semua upaya yang telah dilakukan, semua tekanan terhadap pemerintah Israel pada bulan Maret dan April, semua yang telah dicapai, hanyalah kembali meningkatkan risiko bencana kelaparan menjadi sangat tinggi,” pungkas Konyndyk.

    Konyndyk juga menyebut bahwa jika proses pengiriman bantuan kembali terganggu, seperti halnya yang terjadi selama operasi Rafah, maka “semua kemajuan itu, meski sedikit dan belum cukup, akan hilang lagi.”

    Setelah sempat terhenti atas dugaan adanya keterlibatan dengan Hamas, aliran bantuan dana untuk warga Palestina melalui UNRWA kembali dilanjutkan sebagian besar negara pendonor, dan sejumlah donor baru pun bermunculan.

    Lazzarini mengatakan bahwa pihaknya mendapat dukungan yang kuat dari masyarakat. Namun semua ini tidak dapat mengimbangi penangguhan donor utama kami, Amerika Serikat.

    “Dan bahkan jika kami memiliki Amerika Serikat, kami pasti tidak akan berada dalam jalur yang berkelanjutan dalam hal pendanaan yang dapat diprediksi untuk lembaga ini,” ujar Lazzarini.

    Baca Juga: UNRWA Sebut Lebih dari 50 Ribu Anak di Jalur Gaza Kekurangan Gizi Akut

    Pada awal tahun ini, Israel menuduh belasan staf UNRWA ikut ambil bagian dalam serangan 7 Oktober yang berakibat penangguhan donor dari Amerika Serikat dan belasan negara lainnya.

    Semua negara, kecuali Amerika Serikat dan Inggris, kini telah melanjutkan kembali pendanaan mereka setelah dilakukan pemeriksaan independen terhadap UNRWA.

    Negara pendonor baru pun bermunculan seperti Algeria, Irak, Yordania dan Oman, ditambah donor individual dari Singapura.

    Perang antara Israel dan Hamas telah melumpuhkan hampir seluruh kapasitas Gaza untuk menghasilkan produk pangan mereka sendiri.

    Amerika Serikat telah menggalang dukungan internasional untuk proposal pembebasan sandera dan gencatan senjata permanen, namun baik Israel maupun Hamas belum sepenuhnya menerima proposal tersebut.

    Sumber:VOAIndonesia

  • Jebakan Gaza Humanitarian Foundation Telah Menewaskan 31 Warga Palestina

    Jebakan Gaza Humanitarian Foundation Telah Menewaskan 31 Warga Palestina

    7cloud.asia – “Jebakan”, itulah kata yang terucap dari mulut Nawal Al Masri, yang mendapati anak laki-lakinya termasuk korban terluka saat mendekati Gaza Humanitarian Foundation (GHF).

    Gaza Humanitarian Foundation (GHF) merupakan lembaga bikinan Amerika Serikat dan Israel, yang dikabarkan ingin memberikan bantuan kepada warga Gaza.

    Sebagaimana dikutip dari CNN, Al Masri mempertanyakan maksud lokasi yang didirikan oleh AS-Israel untuk mendistribusikan bantuan, tetapi ternyata menjadi tempat penembakan terhadap warga Palestina yang telah banyak menderita kelaparan akibat blokade Israel.

    “Apakah ini yang mereka sebut bantuan? Bantuan ini untuk membunuh orang,” kata Al-Masri dikutip CNN.

    Baca: Israel kuasai 72 persen wilayah Gaza

    Seperti diwartakan oleh berbagai media internasional, otoritas Gaza mengatakan 31 warga sipil tewas dan sekitar 200 orang lainnya terluka di dekat pusat bantuan di Rafah, Gaza selatan, pada Minggu (1/6/2025) dini hari.

    Para korban itu disebut ditembaki pasukan Israel (IDF). Sementara itu, gambar yang diperoleh CNN juga menunjukkan banyak korban tiba dengan tandu di Rumah Sakit Nasser di Khan Younis, juga terletak di wilayah Gaza selatan.

    Masih dari laporan tersebut, kepala rumah sakit lapangan itu, Marwan Al Hams, menyatakan bahwa mereka kewalahan dengan banyaknya jumlah korban yang masuk ke fasilitas kesehatan di sana.

    Al Hams mengungkapkan, luka-luka yang diderita korban umumnya merupakan hasil dari korban luka tembak dan terkonsentrasi di wilayah bagian atas para korban.

    Baca: Hamas sebut Israel sengaja menciptakan kelaparan di Gaza

    CNN memberitakan pula pernyataan IDF yang menyatakan bahwa pasukannya melepaskan tembakan beberapa kali setelah mengidentifikasi “beberapa tersangka bergerak ke arah mereka, menyimpang dari rute akses yang ditentukan.”

    Al Jazeera melaporkan bahwa pembunuhan terhadap warga Gaza pada Selasa pagi itu terjadi di dekat pusat bantuan yang dioperasikan Gaza Humanitarian Foundation (GHF). Peristiwa tersebut merupakan kejadian ketiga kalinya.

    Berdasarkan data dari sejumlah pemberitaan media internasional, peristiwa sebelumnya terjadi pada 27-28 Mei Mei 2025, saat GHF mulai mendistribusikan bantuan di pusat distribusi di Rafah di bawah pengawasan IDF.

    Ribuan warga Palestina yang telah menderita kelaparan karena blokade Israel berkumpul untuk mengakses paket makanan yang akan diberikan, tetapi kerumunan yang begitu besar mengakibatkan kekacauan.

    Warga Gaza banyak yang memanjat pagar dan mendorong koridor yang penuh sesak untuk mencapai pasokan bantuan itu, sehingga situasi menjadi ricuh bahkan terjadi penjarahan dan tindak kekerasan.

     

     

  • Lagi, 21 Warga Palestina Tewas Saat Mengantri Bantuan di Pusat Bantuan Gaza

    Lagi, 21 Warga Palestina Tewas Saat Mengantri Bantuan di Pusat Bantuan Gaza

    7cloud.asia – Korban tewas dari warga Palestina yang sedang mengantri bantuan di pusat distribusi bantuan di Gaza terus berjatuhan.

    Otoritas kesehatan yang berbasis di Gaza menyebutkan bahwa sebanyak 21 warga Palestina tewas pada Rabu (16/7/2025) pagi waktu setempat di dekat sebuah pusat distribusi bantuan di Khan Younis di Jalur Gaza selatan.

    Dari jumlah tersebut, 15 di antaranya tewas karena sesak napas akibat gas yang dilepaskan ke arah kerumunan dan insiden desak-desakan yang terjadi kemudian, ujar otoritas kesehatan itu dalam sebuah pernyataan.

    “Untuk pertama kalinya, kematian tercatat akibat sesak napas dan insiden desak-desakan yang parah di antara warga sipil di pusat distribusi bantuan,” kata pernyataan tersebut.

    Baca: Dalam dua bulan setidaknya 798 warga Palestina tewas saat mengakses bantuan

    Menurut Gaza Humanitarian Foundation (GHF) yang didukung oleh Amerika Serikat (AS), seorang korban ditikam di tengah kerumunan massa yang kacau dan berbahaya, digerakkan oleh para penghasut di kerumunan.

    “Kami memiliki alasan yang kredibel untuk meyakini bahwa elemen-elemen di kerumunan tersebut, bersenjata dan terafiliasi dengan Hamas, sengaja mengobarkan kerusuhan,” kata GHF dalam sebuah pernyataan di media sosial.

    Gaza Humanitarian Foundation dioperasikan oleh sejumlah kontraktor keamanan AS dan disetujui oleh pemerintah Israel.

    Gaza Humanitarian Foundation ini menghadapi banyak kritik karena manajemen yang buruk dan kekacauan operasional.

    Sebelumnya Kantor Komisaris Tinggi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk Hak Asasi Manusia (OHCHR) pada Jumat (11/7/2025) melaporkan, sedikitnya 798 warga Palestina tewas oleh tentara zionis Israel saat mereka mengakses bantuan kemanusiaan di Gaza sejak akhir Mei 2025.

     

    Pewarta: Antaranews.com/Xinhua

  • Pasca Bencana di Sumatera, Ini Rencana BNPB

    Pasca Bencana di Sumatera, Ini Rencana BNPB

    7cloud.asia – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memaparkan sejumlah rencana untuk para pengungsi pasca bencana yang melanda Provinsi Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat. Salah satunya memberikan bantuan dalam bentuk uang.

    Kepala BNPB, Letjen TNI Suharyanto dalam konferensi pers update penanganan bencana pada Sabtu (29/11/2025) sore menjelaskan pemerintah menyiapkan sejumlah skema untuk masyarakat yang kini berada di pengungsian.

    Menurutnya, masyarakat yang kini masih berada di tempat pengungsian tidak akan lama bisa bertahan, maksimal mereka akan bertahan 1 minggu. Meski semua kebutuhan makan, minum, fasilitas kesehatan terpenuhi di tempat pengungsian. Karena itu pemerintah telah menyiapkan sejumlah rencana.

    Baca: Banjir dan Longsor Landa Sumatera, Korban Meninggal Terbanyak di Sumatera Utara

    “Saat berdialog dengan mereka juga kita sampaikan bahwa tidak perlu khawatir. Kita fokus sekarang itu ke akses dasar dulu ya. Masyarakat itu bingung, nanti setelah ini terbuka, aku mau kemana. Ini langkah ini kan akses dulu, komunikasi dulu, bajunya dulu, baru nanti mikir rumahnya gimana?” urai Suharyanto.

    Sesuai dengan arahan Presiden Prabowo Subiyanto, bagi warga korban bencana yang rumahnya mengalami kerusakan ringan pemerintah akan mengganti dalam bentuk uang sebesar Rp 15 juta per rumah.

    Rumah yang mengalami kerusakan sedang akan diganti pemerintah sebesar Rp 30 juta per rumah. “Bagaimana rusak berat? Tertutup lumpur semua? Diganti pemerintah rumah baru. Itu nanti ada beberapa skema,” katanya.

    Baca: Korban Meninggal Akibat Banjir dan Longsor di Sumatera Barat Capai 90 Orang

    Para pengungsi juga dapat keluar dari tempat pengungsian dan dapat mengontrak rumah sementara. Pemerintah akan memfasilitasi dengan memberikan dana tunggu hunian sebesar Rp 600.000 per Kepala Keluarga (KK) per bulan.   

    “Kemudian kalau dia nggak punya sanak saudara, tidak punya tempat ngontrak, udah menyerahkan badannya, dirinya ke pemerintah, tapi juga nggak mungkin tinggal di pengungsian berbulan-bulan, maka akan kita bangunkan namanya hunian sementara,” jelas Suharyanto.

    Selanjutnya dia menjelaskan bentuk hunian sementara nantinya berupa rumah yang layak dan masyarakat bisa tinggal bertahun-tahun. Tetapi namanya tetap hunian sementara bukan hunian tetap.

    Baca: Sisa Siklon Senyar Menjauhi Indonesia, tapi Masih Ada Dampaknya

    Nantinya, lanjut Suharyanto, masyarakat dapat menempati hunian sementara ini sampai kehidupan mereka kembali normal, makan minumnya sudah terjamin dan pemerintah daerah sudah normal kembali.

    Kemudian pemerintah daerah akan mendata masyarakat yang ingin direlokasi. “Apakah relokasi mandiri atau terpusat? Kalau mandiri, dia mau pindah dekat kampung halamannya, dekat orangtuanya, dia punya tanah, dibangun pemerintah rumahnya yang rusak dan hancur itu,” terangnya.

    Pemerintah, melalui BNPB akan mendampingi masyarakat yang menjadi korban maupun yang terdampak sampai bencana itu selesai dan kehidupan kedepannya bisa kembali normal.