7cloud.asia – Berbagai negara di dunia berbondong-bondong memberikan bantuan kemanusiaan ke Maroko usai gempa sebesar 7,2 SR mengguncang negara tersebut pada Sabtu (09/09/2023).
Tak terkecuali Indonesia. Pemerintah Indonesia mengirimkan bantuan kemanusiaan untuk menangani korban gempa bumi di Maroko.
Indonesia mengirimkan 50 orang paramedis dan personil dari unit khusus serta anjing pencari perangkat pemantauan thermal tercanggih untuk mencari korban di bawah reruntuhan dan rumah sakit lapangan.
Selain itu, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) juga akan mengirimkan tim kemanusiaan untuk membantu menangani para korban yang terdampak gempa.
Baznas juga berupaya menggalang dana dan menyalurkannya seperti yang telah dilakukan untuk membantu korban gempa di Turki dan Suriah.
Baca Juga: Gempa 7,2 SR Guncang Maroko, Tewaskan Lebih 1000 Orang
“Dimasa-masa sulit ini para korban gempa Maroko tentu membutuhkan banyak dukungan dan bantuan. Untuk itu Baznas segera mempersiapkannya baik dari tim pengumpulan maupun tim penyaluran,” jelas Ketua Baznas RI, Noor Achmad seperti yang dilansir Antara pada Senin (11/09/2023).
Sebelumnya gempa bumi yang mengguncang Maroko telah meluluhlantakkan berbagai bangunan serta infrastruktur. Akibatnya 2.122 orang tewas dan 2400 orang terluka.
Otoritas Maroko mengatakan jumlah korban masih akan terus bertambah menyusul masih banyak data korban yang hilang belum ditemukan. Selain itu, masih banyak bangunan-bangunan yang roboh dan belum tersisir tim SAR.
Saat ini anggota penyelamat berpacu dengan waktu berupaya mencari para korban yang terjebak pasca gempa mematikan di Amizmiz, Maroko.
Dalam upaya mempermudah pencarian korban, tim SAR menggunakan anjing pelacak.
Baca Juga: Banjir Kepung Hong Kong, Terparah dalam 139 Tahun
Beberapa jam kemudian, gempa susulan magnitudo 4,5 juga melanda Maroko. Hal ini memperburuk kondisi di lapangan terutama bagi tim SAR yang masih berjuang mencari korban selamat.
Setelah diberi pengarahan oleh para pejabat, Raja Mohammed VI memerintahkan segera membentuk “komisi yang bertanggung jawab atas penerapan program rehabilitasi dan bantuan darurat untuk membangun kembali perumahan yang hancur di daerah bencana”.
Jumlah korban meninggal terbanyak ada di dua desa berada di provinsi Al-Haouz, lokasi pusat gempa, yaitu 1.351 orang. Menurut televisi publik Maroko, lebih dari 18 ribu keluarga terkena dampak bencana ini di Al-Haouz.
Dampak gempa juga membuat desa pegunungan Tafeghaghte, 60 kilometer dari Marrakesh, hampir seluruhnya hancur. Di tempat ini, hanya sedikit bangunan yang masih berdiri.
Atas bencana ini, pemerintah Maroko mengumumkan tiga hari berkabung nasional.
Penulis: Nurakhmayani dari berbagai sumber.









