7cloud.asia – Korban tewas dari warga Palestina yang sedang mengantri bantuan di pusat distribusi bantuan di Gaza terus berjatuhan.
Otoritas kesehatan yang berbasis di Gaza menyebutkan bahwa sebanyak 21 warga Palestina tewas pada Rabu (16/7/2025) pagi waktu setempat di dekat sebuah pusat distribusi bantuan di Khan Younis di Jalur Gaza selatan.
Dari jumlah tersebut, 15 di antaranya tewas karena sesak napas akibat gas yang dilepaskan ke arah kerumunan dan insiden desak-desakan yang terjadi kemudian, ujar otoritas kesehatan itu dalam sebuah pernyataan.
“Untuk pertama kalinya, kematian tercatat akibat sesak napas dan insiden desak-desakan yang parah di antara warga sipil di pusat distribusi bantuan,” kata pernyataan tersebut.
Baca: Dalam dua bulan setidaknya 798 warga Palestina tewas saat mengakses bantuan
Menurut Gaza Humanitarian Foundation (GHF) yang didukung oleh Amerika Serikat (AS), seorang korban ditikam di tengah kerumunan massa yang kacau dan berbahaya, digerakkan oleh para penghasut di kerumunan.
“Kami memiliki alasan yang kredibel untuk meyakini bahwa elemen-elemen di kerumunan tersebut, bersenjata dan terafiliasi dengan Hamas, sengaja mengobarkan kerusuhan,” kata GHF dalam sebuah pernyataan di media sosial.
Gaza Humanitarian Foundation dioperasikan oleh sejumlah kontraktor keamanan AS dan disetujui oleh pemerintah Israel.
Gaza Humanitarian Foundation ini menghadapi banyak kritik karena manajemen yang buruk dan kekacauan operasional.
Sebelumnya Kantor Komisaris Tinggi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk Hak Asasi Manusia (OHCHR) pada Jumat (11/7/2025) melaporkan, sedikitnya 798 warga Palestina tewas oleh tentara zionis Israel saat mereka mengakses bantuan kemanusiaan di Gaza sejak akhir Mei 2025.
Pewarta: Antaranews.com/Xinhua

Leave a Reply