Jebakan Gaza Humanitarian Foundation Telah Menewaskan 31 Warga Palestina

Written by

in

7cloud.asia – “Jebakan”, itulah kata yang terucap dari mulut Nawal Al Masri, yang mendapati anak laki-lakinya termasuk korban terluka saat mendekati Gaza Humanitarian Foundation (GHF).

Gaza Humanitarian Foundation (GHF) merupakan lembaga bikinan Amerika Serikat dan Israel, yang dikabarkan ingin memberikan bantuan kepada warga Gaza.

Sebagaimana dikutip dari CNN, Al Masri mempertanyakan maksud lokasi yang didirikan oleh AS-Israel untuk mendistribusikan bantuan, tetapi ternyata menjadi tempat penembakan terhadap warga Palestina yang telah banyak menderita kelaparan akibat blokade Israel.

“Apakah ini yang mereka sebut bantuan? Bantuan ini untuk membunuh orang,” kata Al-Masri dikutip CNN.

Baca: Israel kuasai 72 persen wilayah Gaza

Seperti diwartakan oleh berbagai media internasional, otoritas Gaza mengatakan 31 warga sipil tewas dan sekitar 200 orang lainnya terluka di dekat pusat bantuan di Rafah, Gaza selatan, pada Minggu (1/6/2025) dini hari.

Para korban itu disebut ditembaki pasukan Israel (IDF). Sementara itu, gambar yang diperoleh CNN juga menunjukkan banyak korban tiba dengan tandu di Rumah Sakit Nasser di Khan Younis, juga terletak di wilayah Gaza selatan.

Masih dari laporan tersebut, kepala rumah sakit lapangan itu, Marwan Al Hams, menyatakan bahwa mereka kewalahan dengan banyaknya jumlah korban yang masuk ke fasilitas kesehatan di sana.

Al Hams mengungkapkan, luka-luka yang diderita korban umumnya merupakan hasil dari korban luka tembak dan terkonsentrasi di wilayah bagian atas para korban.

Baca: Hamas sebut Israel sengaja menciptakan kelaparan di Gaza

CNN memberitakan pula pernyataan IDF yang menyatakan bahwa pasukannya melepaskan tembakan beberapa kali setelah mengidentifikasi “beberapa tersangka bergerak ke arah mereka, menyimpang dari rute akses yang ditentukan.”

Al Jazeera melaporkan bahwa pembunuhan terhadap warga Gaza pada Selasa pagi itu terjadi di dekat pusat bantuan yang dioperasikan Gaza Humanitarian Foundation (GHF). Peristiwa tersebut merupakan kejadian ketiga kalinya.

Berdasarkan data dari sejumlah pemberitaan media internasional, peristiwa sebelumnya terjadi pada 27-28 Mei Mei 2025, saat GHF mulai mendistribusikan bantuan di pusat distribusi di Rafah di bawah pengawasan IDF.

Ribuan warga Palestina yang telah menderita kelaparan karena blokade Israel berkumpul untuk mengakses paket makanan yang akan diberikan, tetapi kerumunan yang begitu besar mengakibatkan kekacauan.

Warga Gaza banyak yang memanjat pagar dan mendorong koridor yang penuh sesak untuk mencapai pasokan bantuan itu, sehingga situasi menjadi ricuh bahkan terjadi penjarahan dan tindak kekerasan.

 

 

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *