Tag: bibit siklon tropis

  • BMKG Deteksi Bibit Siklon Tropis 17 W, Hujan Lebat Berpotensi Mengguyur Wilayah Ini

    BMKG Deteksi Bibit Siklon Tropis 17 W, Hujan Lebat Berpotensi Mengguyur Wilayah Ini

    7cloud.asia – Bibit siklon tropis 17 W terdeteksi di Samudera Pasifik Barat, sebelah utara Papua. Dampaknya hujan dengan intensitas sedang hingga lebat mengguyur sejumlah wilayah.

    Deputi Meteorologi pada Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menjelaskan dalam 24 jam kedepan bibit siklon tersebut akan terus tumbuh hingga kategori sedang.

    “Potensi bibit siklon tropis itu untuk tumbuh menjadi siklon tropis dalam 24 jam ke depan berada dalam kategori sedang,” ujar Guswanto seperti dikutip Antaranews pada Selasa (14/11/2023).

    Ia memaparkan bibit siklon 17W terpantau berada di Samudera Pasifik Barat, sebelah utara Papua tepatnya di 6,1 lintang utara dan 140,0 bujur timur.

    Kecepatan angin maksimum 20 knot, dan tekanan udara minimum 1006.1 hPa (Hectopascal) bergerak ke arah barat-barat laut.

    baca: bmkg waspada suhu panas landa di kota ini

    Bibit 17W berdampak terhadap kondisi cuaca di Indonesia dalam 24 jam ke depan, yakni potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat di Maluku Utara dan Papua Barat.

    Selain itu, bibit 17W juga dapat berdampak pada tinggi gelombang 1,25-2,5 meter di perairan Kepulauan Sangihe-Talaud, perairan utara Papua Barat-Papua, dan Samudera Pasifik utara Halmahera-Papua.

    Karena itu, BMKG mengimbau agar masyarakat waspada dan hati-hati terhadap dampak yang dapat ditimbulkan dari bibit siklon ini. .

    Saat ini BMKG, terus memantau terhadap kemungkinan adanya potensi yang dapat berdampak terhadap kondisi cuaca di wilayah Indonesia.

    baca: cuaca hari ini jakarta berpotensi hujan ringan

    Sementara itu, cuaca di seluruh wilayah Jakarta pada Rabu (15/11/2023) pagi dan siang diperkirakan berawan.

    Potensi hujan dengan intensitas ringan terjadi pada malam hari di wilayah Jakarta Selatan dan Jakarta Timur.

    Pada Kamis (16/11/2023) dinihari, wilayah Jakarta Barat, Timur, Utara dan Kepulauan Seribu diprediksi hujan ringan.

    Reporter: Nurakhmayani

  • BMKG: Dua Bibit Siklon Tropis Kepung Indonesia Bisa Picu Hujan Lebat dan Angin Kencang

    BMKG: Dua Bibit Siklon Tropis Kepung Indonesia Bisa Picu Hujan Lebat dan Angin Kencang

    7cloud.asia – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) dalam Prospek Cuaca Mingguan periode 25 November-1 Desember, mengungkap saat ini ada dua bibit siklon tropis yang mengepung Indonesia.

    Dalam pernyataan yang dirilis di laman resminya, BMKG menjelaskan dua bibit siklon tropis itu adalah 95B dan 92W. Kedua bibit siklon tropis itu berpotensi meningkatkan curah hujan di sejumlah wilayah Indonesia.

    Oleh karena itu, masyarakat di bagian utara Indonesia diimbau untuk mewaspadai peningkatan intensitas hujan imbas dua bibit siklon tropis tersebut.

    “Peningkatan intensitas hujan tersebut dipengaruhi oleh berbagai fenomena atmosfer, baik yang berskala global, regional, maupun lokal. Salah satu faktor yang mempengaruhi adalah adanya dua bibit siklon tropis yang terbentuk di sekitar wilayah utara Indonesia juga turut mempengaruhi intensitas hujan di sekitarnya,” tulis BMKG

    BMKG memperkirakan Bibit Siklon Tropis 95B tengah berada di Selat Malaka, sebelah timur Aceh, dengan intensitas yang cenderung stabil dan pola sirkulasi yang masih melebar seiring pergerakannya menuju Laut Andaman, sebelah utara Aceh.

    Baca: Perubahan iklim membuat siklon tropis makin tak terduga

    Keberadaan bibit siklon ini diperkirakan akan memberikan dampak tidak langsung terhadap potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat, disertai angin kencang di wilayah Aceh dan Sumatra Utara.

    Kemudian, gelombang tinggi hingga 4 meter juga berpotensi terjadi di Selat Malaka bagian tengah, perairan timur Sumatra Utara, dan perairan Riau.

    Sementara itu, Bibit Siklon Tropis 92W diperkirakan aktif di Laut Filipina sebelah utara Papua Barat Daya, dengan intensitas yang cenderung stabil.

    Bibit siklon tropis ini diperkirakan akan meningkat dalam beberapa hari ke depan, seiring dengan pergerakannya ke arah barat laut menuju Laut Filipina Barat.

    Keberadaan bibit siklon tropis 92W diperkirakan akan memberikan dampak tidak langsung terhadap potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai angin kencang di sejumlah wilayah.

    Baca: Perubahan iklim membuat bencana alam semakin intens

    Warga Kepulauan Sangihe hingga Kepulauan Talaud, Laut Maluku, perairan utara dan timur Halmahera, perairan utara Papua Barat Daya hingga Papua, serta Samudra Pasifik utara Maluku hingga Papua diminta mewaspadai potensi hujan dan angin kencang.

    Sebelumnya, Siklon Tropis FINA memberikan dampak cuaca pada sejumlah wilayah Tanah Air. Kini, siklon tropis tersebut diperkirakan berada di Laut Timor di sekitar perairan sebelah barat daya Darwin, dengan intensitas yang diperkirakan menurun seiring dengan pergerakannya yang semakin menjauhi wilayah Indonesia.

    Meski demikian, dampak gelombang tinggi hingga 2,5 meter masih berpotensi terjadi di perairan selatan Kepulauan Leti hingga Kepulauan Tanimbar, Laut Arafuru bagian barat di sekitar Nusa Tenggara Timur dalam 24 jam ke depan.

    Selain bibit siklon tropis, beberapa dinamika atmosfer lain akan mempengaruhi cuaca di Indonesia. Indian Ocean Dipole (IOD) yang saat ini bernilai negatif, memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan intensitas hujan di wilayah Indonesia bagian barat.

    Kemudian, gelombang atmosfer yang terpantau aktif di sebagian besar wilayah Indonesia, didukung oleh kelembapan udara yang tinggi, dan kondisi atmosfer yang relatif labil juga menjadi pemicu cuaca signifikan yang terjadi dalam beberapa hari terakhir.

     

  • Bibit Siklon Tropis 93 W Bisa Memicu Cuaca Ekstrem di Wilayah Timur Indonesia

    Bibit Siklon Tropis 93 W Bisa Memicu Cuaca Ekstrem di Wilayah Timur Indonesia

    7cloud.asia – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika atau BMKG  mengingatkan potensi cuaca ekstrem di sejumlah daerah dalam beberapa hari ke depan.

    Hal ini berkaitan dengan munculnya Bibit Siklon Tropis 93W yang mulai terbentuk pada 28 November 2025 pukul 19.00 WIB) di wilayah Samudera Pasifik arah timur laut Pulau Papua.

    Bibit Siklon Tropis 93 W ini bergerak ke arah barat atau mendekati Filipina dengan kekuatan yang tidak terlalu besar.

    Dalam pernyataan di laman resminya, BMKG menyebut Bibit Siklon Tropis 93W ini dapat memicu cuaca ekstrem di Maluku Utara dan Sulawesi Utara.

    Angin kencang juga berpotensi terjadi di sejumlah daerah di Maluku Utara.

    Sementara gelombang tinggi berpotensi terjadi di Perairan Kep. Sangihe, Talaud, Laut Maluku bagian Utara, Laut Halmahera bagian utara, perairan Papua Barat bagian Utara, serta Samudera Pasifik di sekitar Papua.

    Informasi lebih lengkap mengenai siklon tropis dapat mengunjungi: https://tropicalcyclone.bmkg.go.id

     

     

  • Sepekan Kedepan Cuaca Ekstrem Masih Melanda Sejumlah Wilayah, BMKG Imbau Waspada

    Sepekan Kedepan Cuaca Ekstrem Masih Melanda Sejumlah Wilayah, BMKG Imbau Waspada

    7cloud.asia – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan cuaca ekstrem masih berpotensi melanda sejumlah wilayah di Indonesia sepekan kedepan. Masyarakat diimbau waspada.

    Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathan dalam rilisnya menjelaskan cuaca ekstrem tersebut berupa hujan nerintensitas lebat hingga sangat lebat. Masyarakat perlu mewaspadai potensi bencana hidrometeorologi, seperti banjir, banjir bandang, longsor, pohong tumbang, dan lain-lain.

    “Kami mengajak masyarakat untuk tetap waspada namun tidak perlu panik. Pastikan saluran air berfungsi baik, jaga kebersihan lingkungan, dan pantau pembaruan cuaca melalui InfoBMKG sebelum beraktivitas,” ucap Faisal.

    Baca: Waspada Banjir Rob Pada 4-6 Desember

    Potensi hujan berintensitas lebat pada 5–7 Desember 2025 akan mengguyur wilayah Sumatera (Aceh, Sumatera Utara, Riau, Jambi, Bengkulu, Lampung), Jawa (Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur), Kalimantan Barat, Maluku Utara, Maluku, Papua Pegunungan, dan Papua Selatan.

    Selanjutnya 8–11 Desember 2025, hujan lebat berpotensi terjadi di Sumatera Utara, Riau, Jambi, Kepulauan Bangka Belitung, Bengkulu, Lampung, Jawa Barat, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Barat, dan Papua Pegunungan.

    BMKG juga memprediksi angin kencang akan melanda beberapa wilayah di Maluku Utara dan Sulawesi Utara.

    Baca: Delapan Hari Sebelum Bencana, BMKG Berkali-kali Keluarkan Peringatan Dini

    Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Guswanto menjelaskan kondisi cuaca ekstrem ini terjadi dipengaruhi oleh sejumlah faktor. Diantaranya adanya dinamika atmosfer berskala global, regional, dan lokal yang tengah aktif seperti Gelombang Rossby Ekuator, Gelombang Kelvin, dan Madden–Julian Oscillation (MJO).

    Aktivitas gelombang atmosfer tersebut terutama memperkuat pembentukan awan hujan di sebagian wilayah Sumatera, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua.

    Baca: BMKG Keluarkan Status Awas untuk Wilayah Ini

    Faktor lainnya adanya Bibit Siklon Tropis 93W di timur Filipina turut memberi dampak tidak langsung pada peningkatan hujan di Sulawesi Utara dan Maluku Utara.

    Sementara itu, Direktur Meteorologi Publik BMKG, Andri Ramdhani, mengajak masyarakat dan pemerintah daerah untuk tetap melakukan langkah antisipatif sederhana.

    “Saat hujan turun, cukup hindari area yang berisiko seperti bawah pohon atau bangunan yang rapuh, tetap waspada saat berkendara, dan pastikan aliran air di lingkungan tidak tersumbat. Sikap waspada tanpa panik sangat membantu,” katanya.

     

  • Cuaca Hari Ini: Hati-hati, Dua Bibit Siklon Tropis Picu Hujan Lebat di Wilayah Ini

    Cuaca Hari Ini: Hati-hati, Dua Bibit Siklon Tropis Picu Hujan Lebat di Wilayah Ini

    7cloud.asia – Berdasarkan hasil pemantauan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), terdapat dua bibit siklon tropis yang dapat memicu hujan berintensitas sedang hingga lebat di sejumlah wilayah hingga Sabtu (13/12/2025).

    Dalam akun instagram resmi BMKG, bibit siklon tropis 91S terbentuk sejak 7 Desember 2025 di wilayah Samudera Hindia barat Lampung. Saat ini kecepatan angin maksimum sekitar sistem mencapai 35 knot (65 km/jam) dan tekanan udara minimum 1006 hPa.

    Dalam kurun waktu 24 hingga 72 jam bibit siklon tropis ini berpeluang tinggi menjadi siklon tropis yang memicu terjadinya hujan berintensitas sedang hingga lebat di wilayah Sumatera Barat, Bengkulu dan Lampung.

    Baca: Delapan Hari Sebelum Bencana, BMKG Berkali-kali Keluarkan Peringatan Dini

    Siklon tropis ini juga memicu terjadinya gelombang laut setinggi 1,25 hingga 2,5 meter di Samudera Hindia barat Kepulauan Mentawai, Samudera Hindia selatan Banten hingga Jawa Barat, Selat Sunda bagian Selatan.

    Sedangkan gelombang laut tinggi antara 2,5 hingga 4 meter berpotensi terjadi di Samudera Hindia barat Bengkulu hingga Lampung.

    Sementara, bibit siklon tropis 93S terbentuk pada 11 Desember di wilayah Samudera Hindia selatan Nusa Tenggara Barat. Saat ini kecepatan angin maksimum di sekitar sistem mencapai 15 knot (28 km/jam) dan tekanan udara minimum 1009 hPa.

    Baca: Memasuki Puncak Musim Hujan, BMKG Imbau Masyarakat Waspada Bencana

    Dalam kurun waktu 24 hingga 72 jam bibit siklon tropis ini berpeluang rendah menjadi siklon tropis yang memicu terjadinya hujan berintensitas sedang hingga lebat di wilayah Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur bagian barat.

    Bibit siklon tropis 93S juga memicu terjadinya gelombang laut setinggi 1,25 hingga 2,5 meter di Samudera Hindia selatan Jawa Timur hingga Nusa Tenggara Timur, perairan selatan Jawa Timur hingga Nusa Tenggara Timur, Selat Bali, Lombok, Alas bagian selatan.

    Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, mengimbau masyarakat mewaspadai kondisi cuaca dan gelombang tinggi tersebut.

    Baca: BMKG Keluarkan Status Siaga Hujan Sangat Lebat di Sejumlah Wilayah Ini

    “Potensi dampak tidak langsung berupa hujan sedang hingga lebat dan gelombang tinggi di perairan harus tetap kita waspadai. Oleh karena itu, lakukan langkah pencegahan yang diperlukan, selalu ikuti informasi resmi dari BMKG, dan pastikan keselamatan menjadi prioritas utama. Kita tenang, tetapi tetap siaga,” kata Faisal, Kamis (11/12/2025)

    Di sisi lain, masyarakat yang bermukim di wilayah pesisir dan wilayah yang rentan banjir dan longsor perlu meningkatkan kewaspadaan.

    Demikian pula pelaku kegiatan pelayaran, perikanan, dan transportasi laut diharapkan menyesuaikan aktivitas mereka berdasarkan informasi resmi gelombang tinggi yang BMKG keluarkan.

     

     

  • Bibit Siklon Tropis Mengintai Selatan Indonesia: Cuaca Ekstrem Belum Usai

    Bibit Siklon Tropis Mengintai Selatan Indonesia: Cuaca Ekstrem Belum Usai

    7cloud.asia – BMKG mengingatkan potensi cuaca ekstrem di sejumlah daerah di Indonesia dalam sepekan ini.

    Hal ini dipicu oleh munculnya Bibit Siklon Tropis 91S dan 92 P yang terpantau di Samudra Hindia selatan Nusa Tenggara Barat dan Teluk Carpentaria yang memperkuat daerah konvergensi dalam skala luas di wilayah selatan Indonesia, meliputi Pulau Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Maluku bagian Selatan hingga Papua Selatan bagian Selatan.

    Selain itu aktifnya Monsun Asia yang membawa suplai massa udara lembab dari Laut Cina Selatan, bergerak ke wilayah Indonesia melalui Selat Karimata.

    Hal ini diperkuat dengan adanya seruakan dingin (cold surge) dari dataran tinggi Siberia hingga melewati ekuator mencapai Pulau Jawa yang diindikasikan dengan signifikannya indeks surge, dan indeks CENS (Cross-Equatorial Northerly Surge) beberapa hari belakangan ini.

    Aliran monsun Asia ini berkontribusi signifikan terhadap peningkatan pertumbuhan awan hujan terutama di wilayah Indonesia bagian selatan.

    Dinamika atmosfer sepekan ke depan
    Dalam sepekan ke depan, BMKG memprakirakan pengaruh dinamika atmosfer pada skala global, regional, dan lokal masih signifikan terhadap kondisi cuaca di Indonesia.

    Pada skala global, El Niño–Southern Oscillation (ENSO) terpantau menguat pada fase negatif yang mengindikasikan La Niña lemah, dengan nilai Southern Oscillation Index (SOI) yang cenderung positif.

    Kondisi ini berpotensi meningkatkan pasokan uap air yang mendukung pembentukan awan hujan di sebagian wilayah Indonesia, terutama bagian timur.

    Bibit Siklon Tropis 91S terpantau berada di wilayah Samudra Hindia selatan Sumbawa dengan tekanan udara minimum sekitar 1004 hPa, kecepatan angin maksimum mencapai 30 knot, serta bergerak ke arah selatan–tenggara. Dalam 48 – 72 jam ke depan, berpotensi menjadi siklon tropis dalam kategori tinggi.

    Bibit Siklon Tropis tersebut menyebabkan peningkatan kecepatan angin >25 knot di Wilayah Samudra Hindia Selatan Jawa Timur hingga Pulau Sumba, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, dan Perairan Utara Pulau Madura hingga Pulau Flores,

    Bibit siklon tropis ini juga dapat membentuk daerah pertemuan angin (konfluensi) dan perlambatan angin (konvergensi) di Perairan Selatan Jawa Timur hingga Pulau Timor, dan sekitar Bibit Siklon Tropis tersebut.

    Selain itu, Bibit Siklon 92P saat ini juga terpantau berada di Teluk Carpentaria dengan tekanan udara minimum sebesar 1008 hPa, kecepatan angin sebesar 15 knot, serta bergerak ke arah selatan – tenggara.

    Secara umum, potensi bibit 92P menjadi siklon tropis dalam 24-72 jam dalam kategori rendah. Bibit siklon tropis 92 P dapat meningkatan kecepatan angin >25 knot di Wilayah Laut Banda, Laut Arafuru, Maluku bagian Selatan hingga Tenggara, dan Papua Selatan bagian Selatan.

    Kemudian membentuk pertemuan (konfluensi) dan perlambatan angin (konvergensi) di Laut Timor hingga Papua Selatan bagian Selatan, dan sekitar Bibit Siklon Tropis tersebut.

    Dalam sepekan ke depan, terdapat potensi peningkatan aktivitas monsun Asia disertai dengan Cross Equatorial Northerly Surge (CENS) yang diprediksi menguat, sehingga massa udara lembap lebih cepat dan mudah melewati ekuator menuju wilayah selatan Indonesia.

    Hal ini memberikan dampak pada peningkatan kejadian cuaca ekstrem di beberapa wilayah di selatan Indonesia, khususnya Sumatera Bagian Selatan, Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara.

    Dengan memperhatikan faktor-faktor pendukung tersebut, potensi terjadi cuaca ekstrem diprediksi masih tinggi.

    Oleh karena itu, masyarakat diharapkan tetap waspada dan melakukan mitigasi diri, keluarga, dan lingkungannya terhadap potensi cuaca ekstrem yang dapat memicu bencana hidrometeorologi seperti genangan, banjir, banjir bandang dan longsor.

    Prospek cuaca periode 23–25 Januari 2026
    Cuaca di Indonesia umumnya didominasi oleh kondisi hujan ringan hingga hujan lebat.

    Perlu diwaspadai adanya peningkatan hujan dengan intensitas sedang-lebat yang terjadi di Sumatera Selatan, Bengkulu, Jawa Barat, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Maluku, Papua Tengah, Papua Pegunungan dan Papua.

    Selain itu, hujan dengan intensitas lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang dapat terjadi, dengan kategori tingkat peringatan dini dan wilayah potensi kejadian sebagai berikut:

    Siaga (Hujan lebat – sangat lebat): Lampung, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur.

    Awas (Hujan sangat lebat – hujan ekstrem): Banten, dan DK Jakarta.

    Angin Kencang: Kep. Riau, Kep. Bangka Belitung, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur.

    Prospek cuaca periode 26 – 29 Januari 2026
    Cuaca di Indonesia umumnya didominasi oleh kondisi hujan ringan hingga hujan lebat.

    Perlu diwaspadai adanya peningkatan hujan dengan intensitas sedang-lebat yang terjadi di Aceh, Bengkulu, Lampung, DK Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Tengah, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Maluku Utara, Maluku, Papua Tengah dan Papua.

    Selain itu, hujan dengan intensitas lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang dapat terjadi, dengan kategori tingkat peringatan dini dan wilayah potensi kejadian sebagai berikut:

    Siaga (Hujan lebat – sangat lebat): Banten, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat dan Papua Pegunungan.

    Angin Kencang: Banten, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur.

  • BMKG Deteksi 3 Bibit Siklon Tropis di Indonesia: Masyarakat Diminta Mewaspadai Potensi Cuaca Ekstrem

    BMKG Deteksi 3 Bibit Siklon Tropis di Indonesia: Masyarakat Diminta Mewaspadai Potensi Cuaca Ekstrem

    7cloud.asia – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengidentifikasi kemunculan tiga bibit siklon tropis di sekitar wilayah Indonesia yang berpotensi memicu cuaca ekstrem di sejumlah daerah.

    Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani di Jakarta, Selasa (3/3/2026), menjelaskan berdasarkan pemantauan hingga Selasa pukul 07.00 WIB ada tiga sistem siklon yang aktif yakni Bibit Siklon Tropis 90S di Samudra Hindia selatan Banten-Jawa Barat.

    Dua lainnya adalah Bibit Siklon Tropis 93S di barat laut daratan Australia, serta Bibit Siklon Tropis 92P di Teluk Carpentaria sebelah selatan Papua Selatan.

    Karena itu dia meminta masyarakat mewaspadai potensi cuaca ekstrem berupa peningkatan curah hujan, angin kencang, dan gelombang tinggi di sejumlah provinsi dalam beberapa hari ke depan.

    Baca: Indonesia tak lagi bebas dari siklon tropis

    “Kami memantau pergerakan ketiga bibit siklon ini secara intensif selama 24 jam penuh. Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, namun meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi dampak tidak langsungnya, seperti genangan atau angin kencang,” kata dia.

    Pelaksana Tugas (Plt) Deputi Bidang Meteorologi BMKG Andri Ramdhani menambahkan berdasarkan analisis terkini Bibit Siklon Tropis 90S memiliki peluang tinggi untuk berkembang menjadi siklon tropis dalam 24-48 jam ke depan.

    Adapun Bibit Siklon Tropis 93S dan 92P memiliki peluang rendah untuk berkembang, namun secara keseluruhan tetap memberikan dampak tidak langsung terhadap kondisi cuaca dan perairan Indonesia.

    Menurut Andri, kemunculan ketiga bibit siklon tersebut meningkatkan gradien tekanan udara yang memperkuat kecepatan angin permukaan serta memicu pemusatan massa udara.

    Baca: Perubahan iklim memicu siklon tropis di khatulistiwa

    Kondisi itu diperkuat oleh suhu muka laut yang hangat di perairan selatan dan timur Indonesia serta terbentuknya area pertemuan angin atau konfluensi di sepanjang Bali hingga Nusa Tenggara Timur (NTT).

    Dampak dari aktifnya dinamika atmosfer itu antara lain potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat di wilayah Banten, Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, NTB, dan NTT.

    Selain itu terdapat potensi angin kencang di Bali, DI Yogyakarta, Banten, Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Lampung, Maluku, NTB, NTT, Sulawesi Selatan, serta pesisir selatan Papua Selatan.

    Dengan begitu BMKG mengimbau masyarakat dan pemangku kepentingan di wilayah terdampak untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan cuaca ekstrem dalam beberapa hari ke depan.