Tag: bogor

  • Masuk Cagar Budaya, Revitalisasi Jembatan Otista Bogor Tertunda Pengerjaannya

    Masuk Cagar Budaya, Revitalisasi Jembatan Otista Bogor Tertunda Pengerjaannya

    7cloud.asia – Revitalisasi Jembatan Otista Bogor jawa Barat, ditunda untuk sementara waktu, lantaran ditemukan bagian jembatan yang diduga merupakan cagar budaya.

    Kendati demikian, dipastikan penundaan sementara ini tidak mempengaruhi jalannya pembongkaran dan pembangunan Jembatan Otista, yang ditargetkan selesai pada Desember 2023 ini.

    Ketua Komisi III DPRD Kota Bogor, Zenal Abidin, mengatakan pihaknya akan memanggil pihak terkait seperti Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Dinas Pariwisata dan Budaya (Disparbud), dan Bagian Hukum dan HAM Kota Bogor untuk menyelesaikan persoalan Jembatan Otista sebagai cagar budaya supaya pembangunan jembatan tidak tertunda terlalu lama.
     
    Rapat kerja dengan Pemkot Bogor ini dengan agenda membahas pembangunan jembatan Otista, karena adanya aduan dari masyarakat yang terdampak di sekitar pembangunan dan terkait dampak dari rekayasa lalu lintas.
     

    “Kami berharap Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor bisa mengkaji kembali soal dugaan Jembatan Otista masuk cagar budaya, sehingga ada kepastian. Insyaallah dengan ditundanya pembongkaran jembatan Otista, waktu pengerjaan tidak akan terganggu,” kata Zenal dikutip Republika 

    Baca: Empat kota ini utamakan pejalan kaki

    Zenal mengatakan, Komisi III DPRD Kota Bogor sudah membahas proses revitalisasi Jembatan Otista ini dengan pihak eksekutif terkait status bangunannya sebagai cagar budaya hingga dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar.

    Rombongan Komisi III DRPD Kota Bogor juga telah melakukan peninjauan proses pembangunan jembatan Otista, Jumat (19/5/2023).

    Zenal memastikan bahwa bangunan Jembatan Otista yang diduga sebagai cagar budaya itu tidak akan dihancurkan dalam waktu dekat. Untuk kelanjutannya masih menunggu arahan dari Wali Kota Bogor.

    “Yang kita dengar dari kabid PUPR, dengan jadwal yang ditentukan bisa tepat waktu, misalkan pembongkaran jembatan Otista yang diduga cagar budaya itu tidak dilakukan, tidak mempengaruhi progres pembangunannya,” ujar Zenal sembari memastikan pembangunan jembatan Otista akan selesai tepat waktu.

    Baca: Diarahkan jadi stasiun sentral, seperti ini rencana pengembangan Stasiun Manggarai

    Wakil Ketua Komisi III DPRD Kota Bogor Iwan Iswanto meminta pihak kontraktor untuk menambah jumlah pekerja dan memaksimalkan waktu pengerjaan mulai dari pagi sampai malam hari.

    Ia juga meminta kepastian dari kontraktor bahwa logistik yang dibutuhkan untuk pengerjaan jembatan Otista akan selalu tersedia, sehingga tidak mengganggu waktu kerja, mengingat barang yang digunakan untuk pembangunan jembatan Otista merupakan bahan pabrikan yang tidak selalu tersedia.

    Revitalisasi Jembatan Otista atau Jalan Otista dimulai Senin, 1 Mei 2023. Wali Kota Bogor Bima Arya mengatakan Revitalisasi Jembatan Otista dilakukan karena lokasi tersebut menjadi bottle neck sehingga kerap menimbulkan kemacetan apabila volume kendaraan sedang tinggi.

    “Berdasarkan kajian, maka tidak ada pilihan lain selain melebarkan Jembatan Otista untuk melancarkan arus lalu lintas,” jelas Bima arya pada April lalu.

    Baca: Direnovasi, kapasitas Stasiun Tanah Abang Bakal Naik 3 Kali Lipat

    Bima mengungkapkan semula revitalisai Jembatan Otista yang membentang di atas Kali Ciliwung ini akan dilakukan pada 2021. Namun karena ada resolusi anggaran dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar), rencana tersebut ditunda.

    “Jadi waktu itu sudah akan dilaksanakan, tetapi karena terjadi rasionalisasi maka ditunda. Alhamdulillah tahun ini diselenggarakan kegiatan tersebut. Jadi sumber bantuan berasal dari provinsi, dengan angka sekitar Rp 49 miliar,” tambahnya.

    Proses lelang sudah selesai dilakukan dan sudah ditentukan kontraktornya. Prosesnya sudah berjalan dan sudah ada penandatanganan bersama dengan Pemkot Bogor. Pembangunan ditargetkan rampung pada 8 Desember 2023.

    Baca: Pro kontra pembongkaran trotoar di simpang Santa

    Selama pengerjaan revitalisasi Jembatan Otista dilakukan, akan ada sejumlah rekayasa lalu lintas pengalihan arus selama Jembatan Otista ditutup. Bima meminta masyarakat memperhatikan betul pengalihan itu.

    “Jadi yang masuk ke Kota Bogor nanti akan bisa menyesuaikan belok kiri ke Jalan Pajajaran, kemudian masuk ke Sukasari, untuk selanjutnya masuk ke Surya Kencana akan berlawanan arus dari sekarang. Kemudian bisa langsung menembus Jalan Juanda untuk ke Jalan Sudirman,” imbuhnya.

    “Bisa juga masuk ke Kota Bogor langsung ke kanan ke arah Jalan Pajajaran di depan PMI, di depan Mal Lippo, itu nanti akan dua arah. Kemudian belok kiri ke Jalan Jalak Harupat. Jalan Jalak Harupat akan dibuat satu arah untuk selanjutnya masuk ke Jalan Sudirman,” sambungnya.

  • El Nino Picu Kemarau Panjang, Kekeringan Landa Sejumlah Daerah di Bogor

    El Nino Picu Kemarau Panjang, Kekeringan Landa Sejumlah Daerah di Bogor

    7cloud.asia – Dampak kemarau panjang imbas El Nino juga dirasakan warga Bogor, Jawa Barat yang alami kekeringan. 

    Beberapa kecamatan di Kabupaten Bogor mengalami kekeringan hingga sulit mendapatkan air bersih.

    Anggota DPR Adian Napitupulu, mendesak pemerintah untuk dapat segera mengatasi kekeringan yang dialami warga Bogor ini.

    Ia meminta Bupati Bogor, Gubernur Jawa Barat, Menteri PUPR, Menteri
    Sosial, dan Presiden Joko Widodo, untuk segera membantu warga yang alami kekeringan.

    Adian juga mendesak pemerintah membangun dan mempersiapkan infrastruktur air bersih bagi rakyat.

    Baca: Dampak El Nino, wraga Bandung Barat kesulitan air bersih

    “Agar mereka tidak mencuci, meminum air yang tidak berstandar kesehatan bagi manusia,” ujar Adian dalam keterangan tertulis di Jakarta, Minggu (3/8/2023).

    Adian menjelaskan dirinya sudah berkeliling ke lebih dari tiga puluh desa dalam tiga pekan terakhir dari Kecamatan Rumpin, Cariung hingga Jonggol, Jawa Barat.

    Di wilayah tersebut menurut Adian, warga mengalami kekeringan dan kesulitan air bersih. Kondisi ini sebagai dampak dari fenomena El Nino yang mengakibatkan kemarau panjang.

    Baca: Fenomena EL Nino dekati puncak warga diminta antisipasi kekeringan

    “Saya terakhir melakukan pengecekan di Desa Sukasirna, Jonggol. Di sana, para
    warganya juga mengalami kesulitan air bersih,” ungkap politisi PDI Perjuangan ini.

    Lebih jauh Adian menjelaskan masalah kekeringan di Bogor ini seharusnya dapat
    segera diselesaikan. Sebab jarak Bogor ke Istana Merdeka hanya 90 kilometer dan 87 kilometer dari Gedung DPR.

    “Saya berharap dengan jarak yang sangat dekat itu, negara bisa bertindak dengan cepat. Kami tunggu kehadirannya dan perbaikan infrastrukturnya,” ujarnya.

     

    Baca: Pemerintah siapkan dana Rp 8 Triliun atasi dampak el nino

    Dilansir Antaranews, sebelumnya Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor menyatakan kekeringan menerjang empat Kecamatan pada Selasa (29/8/2023) dan Rabu (30/8/2023).

    Daerah terdampak kekeringan adalah Desa Tapos Kecamatan Tenjo Pada Selasa
    (29/8/2023), Desa Mekarwangi Kecamatan Cariu, Desa Koleang, Kecamatan Jasinga, dan Desa Cipambuan Kecamatan Babakan Madang pada Rabu (30/8/2023).

    Bencana kekeringan ini berdampak langsung ke warga. Di Kecamatan Tenjo,
    sebanyak 437 kepala keluarga atau 926 jiwa yang terdampak.

    Baca: Sejumlah daerah alami kekeringan imbas El Nino

    Sedangkan di Kecamatan Cariu, Kecamatan Jasinga dan Kecamatan Babakan Madang, terdapat 1.174 kepala keluarga atau 4.408 jiwa yang terdampak kekeringan tersebut.

    Untuk mengatasi masalah air bersih, BPBD Kabupaten Bogor telah mendistribusikan 10.000 liter air ke Kecamatan Tenjo dan 40.000 liter air untuk Kecamatan Cariu, Kecamatan Jasinga dan Kecamatan Babakan Madang.

    Selain itu, BNPB mengimbau kepada warga terdampak kekeringan dan sekitarnya
    agar mengurangi pemakaian air yang berlebihan serta mengatur pemakaian air yang masih ada.

    Jika kekeringan masih berlanjut dan pasokan air bersih semakin menipis,
    warga dapat segera melapor kepada pihak yang berwenang.

    Reporter: Nurakhmayani

  • Banyak Ditemukan Naskah Kuno di Bogor, Tim Filolog UI Siap Bantu Identifikasi

    Banyak Ditemukan Naskah Kuno di Bogor, Tim Filolog UI Siap Bantu Identifikasi

    7cloud.asia – Tim Filolog Fakultas Ilmu Budaya Universitas Indonesia (FIB UI) turut membantu melakukan identifikasi naskah kuno di Bogor Jawa Barat.

    “Istilah naskah Bogor dapat merujuk pada naskah-naskah kuno yang ditemukan di wilayah Bogor dan sekitarnya,” kata Tommy Christomy dari Tim Filolog Fakultas Ilmu Budaya Universitas Indonesia (FIB UI) di Kampus UI Depok, Jumat.

    Tim Filolog UI menemukan, Banyak peninggalan sejarah masa lalu yang terdapat di wilayah Bogor, di antaranya adalah naskah kuno.

    Kerja tim filolog dari UI ini dalam rangka mendata dan menggali khazanah naskah kuno di wilayah Bogor.

    Kerja filolog ini merupakan kolaborasi Tim pengabdian kepada masyarakat (pengmas) Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya (FIB) Universitas Indonesia (UI) dengan Dinas Arsip dan Perpustakaan Kabupaten Bogor dan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Bogor menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD).

    Baca: Meta hapus 1,65 juta akun judi online

    Pada pelaksanaannya, kegiatan yang dilaksanakan di kantor Dinas Arsip dan Perpustakaan Kabupaten Bogor ini turut dihadiri pustakawan, kelompok komunitas, dan pemangku adat di daerah Bogor.

    Munawar Holil menyebutkan bahwa khazanah naskah Sunda cukup banyak. Khusus di Perpustakaan Universitas Leiden terdapat 789 naskah, sedangkan di Perpustakaan Nasional Republik Indonesia tercatat ada 404 naskah.

    Dosen UI sekaligus Ketua Masyarakat Pernaskahan Nusantara ini menyebutkan, selain tersimpan di lembaga, masih cukup banyak naskah Sunda yang menjadi koleksi masyarakat.

    Filologi adalah sebuah ilmu pengetahuan yang mengkaji tentang sejarah, pranata, dan kehidupan suatu bangsa yang terdapat dalam naskah-naskah lama.

    Tommy menjelaskan pengertian lain juga dapat disematkan pada naskah-naskah kuno yang ditulis di daerah tersebut walaupun sekarang naskahnya menjadi koleksi di tempat lain.

    Baca: Unesco akui sumbu filosofi Yogyakarta sebagai warisan budaya

    Lebih lanjut, ia juga mengungkapkan mengenai naskah tarekat di Jawa Barat. Menurut dia bahwa tarekat Syattariyah di Jawa Barat disebarkan oleh Syekh Abdul Muhyi.

    Tim filolog UI ini antara lain akan mengidentifikasi naskah-naskah kuno baik naskah keagamaan maupun non keagamaan yang ada di wilayah Bogor.

    Hendra Wijaya salah seorang narasumber dari Museum Keris menyebutkan bahwa beberapa naskah Bogor adalah Al Quran, Manakib Syekh Abdul Qodir Jaelani, Manakib Syekh Ahmad Tijani, dan lain-lain.

    Selain berupa naskah keagamaan, ada juga yang berbentuk cerita, seperti Nyi Jaojah, Budak Hideung, dan lain sebagainya.

    Selain naskah keagamaan dan cerita, Raden Dadang yang merupakan tokoh Adat Kampung Karadenan Kaum menyebutkan ada juga naskah Bogor yang memuat tentang silsilah.

    Baca: Jalan Malioboro ditataulang sesuai fungsi dan maknanya dalam sumbu filosofi

    Tim pengmas FIB UI menemukan beberapa naskah tulisan tangan di Kampung Adat Urug, Kampung Adat Sindang Barang, dan Karadean Kaum. Hal Ini merupakan bukti awal mengenai keberadaan naskah kuno di wilayah Bogor.

    Ketua Tim Pengmas FIB UI Mamlahatun mengatakan, masih banyak lagi naskah yang dikoleksi oleh masyarakat yang belum terdata.

    Seorang peserta FGD menyebutkan bahwa ada naskah kuno di daerah Citeureup, Ciampea, dan Jasinga.

    “Oleh karena itu, diperlukan kegiatan yang berkelanjutan untuk mengungkapkan khazanah naskah di wilayah Bogor dan sekitarnya,” katanya

     

    Sementara itu, Prof Dr Titik Pudjiastuti yang merupakan seorang ahli filologi dan kodikologi FIB UI menyampaikan bahwa masyarakat bisa secara mandiri melakukan perawatan naskah dengan bahan yang sederhana.

    Sumber: Antaranews.com

  • Pemkot Bogor Olah Sampah APK Menjadi Bahan Konstruksi

    Pemkot Bogor Olah Sampah APK Menjadi Bahan Konstruksi

    7cloud.asia – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor, Jawa Barat, mendaur ulang sampah APK (alat peraga kampanye) menjadi bahan konstruksi

    Daur ulang sampah APK ini dilakukan di Tempat Pengolahan Sampah Reuse, Reduce, dan Recycle (TPS3R) Mekarwangi, Kota Bogor.

    Dilansir Antaranews.com sampah APK ini antara lain diolah menjadi paving block. TPS3R Mekarwangi Bogor ada sejak tahun 2023 dan awalnya mengolah sampah plastik dan kini berguna untuk olah sampah APK.

    TPS3R merupakan kolaborasi Pemkot Bogor melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dengan sejumlah organisasi lain seperti WWF, Plastic Smart Cities A Global city initiative to keep plastic out nature by 2030, Rekan Nusantara Foundation dan Sumpah Sampah dan Satgas Naturalisasi Ciliwung. 

    Baca: Yang tidak boleh dilakukan saat masa tenang

    Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto di Kota Bogor, Senin, mengatakan pengolahan sampah APK ini sudah dikaji sejak bulan lalu dan direalisasikan usai petugas gabungan menertibkan APK sejak Minggu (11/2/2024).

    “Saya minta kaji sejak bulan lalu, sejauh mana mungkin bahan-bahan dari APK ini ternyata bisa gitu ya. Jadi daripada dibakar, ditimbun begitu saja di TPA Galuga, lebih baik kita olah,” ujarnya.

    Dalam sehari, kata Bima Arya, TPS3R ini bisa mengolah 600 kilogram sampah plastik.

    Namun dalam pengolahan sampah APK menjadi bahan konstruksi, TPS3R ini bisa mengolah 400 kilogram sampah plastik dan 200 kilogram sampah APK untuk bisa menghasilkan bahan konstruksi.

    Baca: Mengintip peruntungan tiga capres di tahun naga kayu

    “Tetapi memang kapasitasnya terbatas hanya 200 kilogram sehari. Nah, karena itu yang tidak bisa diolah kita salurkan ke jejaring kita di titik-titik lain,” kata dia.

    Lantas bagaimana sampah APK ini diolah? Awalnya, sampah APK akan disortir lalu dipindahkan secara estafet ke ruang utama pengolahan untuk dicacah menjadi biji atau serpihan plastik.

    Beberapa APK berbahan flexi seperti baliho atau banner, disobek terlebih dulu secara manual untuk memudahkan masuk dalam proses pencacahan.

    Setelah dicacah, barulah APK dicampur dengan sampah plastik dan alumunium, yang juga sudah melalui proses pencacahan untuk selanjutnya masuk dalam mesin pencetakan bahan konstruksi jenis balok atau papan dan sebagainya.

    Baca: Hasil exit poll di sejumah TPS di luar negeri

    “Jadi sekitar 30 persennya itu dari sampah visual dari APK, dari banner tadi. Kemudian diproses menjadi lumer menjadi seperti ini (bahan konstruksi jenis balok dan papan),” ucapnya.

    Bahan konstruksi ini, selanjutnya akan digunakan untuk membuat kerangka atau pondasi sumur resapan yang ditanam di dalam tanah.

    Rencananya pondasi ini akan digunakan untuk membangun sumur resapan di Kota Bekasi.

    Ke depan, lanjut Bima Arya, balok dan kayu hasil produksi ini juga bisa dijadikan paving block atau dicetak langsung dari sampah plastik, alumunium dan sampah APK menjadi paving block..

     

  • Lengkung Jembatan Otista di Kota Bogor: Saksi Peninggalan Belanda sejak Seabad Silam

    Lengkung Jembatan Otista di Kota Bogor: Saksi Peninggalan Belanda sejak Seabad Silam

    7cloud.asia – Bogor sebagai Kota Hujan memiliki magnet tersendiri di hati pelancong lokal maupun manca negara yang seakan tiada habisnya untuk dijelajahi. Salah satu di antaranya adalah Jembatas Otista

    Di penghujung tahun 2023 Pemerintah Kota Bogor telah merampungkan program revitalisasi Jembatan Otista yang berlangsung selama tujuh bulan dan kini sudah beroperasi kembali.

    Pembongkaran Jembatan Otista yang membentang di atas Sungai Ciliwung yang membelah Kota Bogor ini bertujuan untuk mengganti ke struktur baru agar lebih kokoh dan lebar.

    Dalam pengerjaan konstruksi baru Jembatan Otista ini tidak semua struktur jembatan lama dirobohkan. Ada satu bagian struktur yang tetap dipertahankan keasliannya, yakni lengkung penyangga Jembatan Otista.

    Baca: Renovasi Jembatan Otista sempat tertunda

    Lengkungan berbahan baja itu dibangun oleh pemerintah Hindia Belanda pada 1920 dan hingga sekarang tetap berdiri kokoh sejak awal pertama kali jembatan ini dibuat.

    Atas pertimbangan nilai sejarah ini Pemerintah Kota Bogor memutuskan untuk tetap mempertahankan lengkungan jembatan.

    Adapun penyelesaian pembangunan pondasi baru dan badan jembatan yang lebih luas mendesak dilakukan.

    Hal ini mengingat begitu strategisnya fungsi jembatan Otista dalam menyokong kelancaran arus lalu lintas di kota Bogor yang belakangan mendapat sebutan Kota Sejuta Angkot.

     

    Baca: Skybrigde di Bojonggede, Bogor

    Pada 1970, Jembatan Otista yang lokasinya berdekatan dengan Tugu Kujang ini sudah pernah mengalami pelebaran.

    Namun seiring pertumbuhan penduduk dan dinamika pembangunan memasuki era 1990-an jembatan bersejarah ini sudah tidak mampu menampung tingginya volume kendaraan sehingga menjadi salah satu sumber kemacetan.

    Pasca renpvasi Jembatan Otista bisa dijadikan objek wisata sejarah dan edukasi bagi pelancong di kota Bogor. 

    Jembatan Otista yang dibangun sejak zaman penjajahan Belanda memiliki keistimewaan dengan ciri khas struktur fondasi lengkung di bagian bawah untuk memperkokoh daya dukung terhadap kapasitas beban yang bisa ditampung.

    Baca: Jalan-jalan ke Bogor, ini objek wisata yang wajib dikunjungi

    Setelah revitalisasi rampung dan kembali dibuka untuk umum, jembatan yang membentang di Jalan Otto Iskandar Dinata ini menjadi lebih lebar dengan dominasi cat warna putih yang terang.

    Lebar jembatan sekarang menjadi 10,7 meter dari awalnya hanya 5,5 meter. Ruas penampang jembatan yang sebelumnya hanya terdiri dari dua lajur sekarang menjadi empat lajur.

    Pejalan kaki yang ingin menikmati keindahan kota Bogor sambil jalan santai atau lari-lari kecil dapat menepi ke pedestrian yang sengaja dibangun dengan posisi agak tinggi dibanding jalur kendaraan bermotor. 

    Bagi yang ingin melihat jejak sejarah konstruksi peninggalan Belanda, tersedia tangga untuk turun ke bawah Jembatan Otista.

    Baca: Filolog UI bantu identifikasi naskah kuno yang ditemukan di Kota Bogor

    Sambil menyusuri tepi Sungai Ciliwung mereka bisa mengabadikan konstruksi lengkung jembatan Otista yang legendaris ini.

    Keberadaan konstruksi lengkung ini tetap dipertahankan sebagai obyek wisata sejarah sekaligus juga edukasi di bidang teknik konstruksi.

    Lengkung ini berdiri terpisah sehingga tidak membebani atau dibebani oleh jembatan yang baru. Wilujeng sumping di Kota Bogor!

    Reporter: Novita Hifni

  • Diambil Alih Pusat, Jalan Raya Tegar Beriman Masuk Prioritas

    Diambil Alih Pusat, Jalan Raya Tegar Beriman Masuk Prioritas

    7cloud.asia – Jalan Raya Tegar Beriman Cibinong yang selama ini berstatus sebagai jalan kabupaten mulai diambil alih oleh pemerintah pusat, sehingga kini menjadi berstatus jalan nasional.

    Penjabat (Pj) Bupati Bogor Asmawa Tosepu mengungkapkan bahwa tahun ini, Jalan Raya Tegar Beriman masuk prioritas untuk ditangani pemerintah pusat.

    “Kami serahkan menjadi jalan nasional, jadi pemerintah pusat yang akan menangani,” ujar Asmawa Tosepu, di Cibinong, Bogor, Jawa Barat, Selasa (12/3/2024) seperti dikutip Antaranews.com.

    Pemerintah Kabupaten Bogor memastikan perbaikan Jalan Tegar Beriman ruas Bambu Kuning, masuk skala prioritas untuk diperbaiki tahun 2024.

    Baca: Tarif tol Japek naik

    Asmawa yang juga merupakan Kepala Biro Umum Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) mengungkapkan, kerusakan parah di Jalan Tegar Beriman akan diperbaiki oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

    Ia mengungkapkan bahwa tahun ini akan ada lima ruas jalan nasional di Kabupaten Bogor yang diperbaiki oleh Kementerian PUPR, salah satunya Jalan Raya Tegar Beriman.

    Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bogor Burhanudin menjelaskan jalan yang membentang sekitar lima kilometer dari Simpang Cibinong City Mall (CCM) hingga Simpang Bambu Kuning itu, sebelumnya berstatus jalan kabupaten.

    Baca: Dampak berganda pembangunan infrastruktur belum terasa

    Jalan Raya Tegar Beriman membentang di pusat Pemerintahan Kabupaten Bogor ini menempel pada Jalan Raya Jakarta-Bogor sisi timur dan sisi barat (setelah tembus dari Jalan Tegar Beriman ke Jalan Parung via Bojonggede-Kemang).

    Kedua jalan ini telah lama berstatus jalan nasional.

    “Karena digunakan masyarakat Kabupaten dan Kota Bogor juga Kota Depok. Maka kami pertimbangkan Jalan Tegar Beriman menjadi jalan nasional,” kata Burhanudin.

    Ia menerangkan, Jalan Tegar Beriman nantinya akan terhubung dengan dua jalan nasional saat ini, yakni Jalan Raya Jakarta-Bogor dan Jalan Raya Parung.

    Baca: Skybrigde Bojonggede mulai dioperasikan

    Namun, untuk terhubung dengan Jalan Raya Parung, membutuhkan jalan layang atau fly over, agar Jalan Tegar Beriman terkoneksi dengan Jalan Bojonggede-Kemang yang saat ini masih dibangun.

    “Nanti kan juga terhubung ke Tol Antasari, kemudian JORR III-Balaraja-Serpong-Ciputat. Di timurnya terhubung dengan Tol Sentul-Karawang Barat,” imbuhnya.

    Jalan Tegar Beriman sebelumnya berstatus sebagai jalan provinsi, namun diambil alih Pemerintah Kabupaten Bogor pada akhir 2016 dengan harapan pemeliharaan dapat lebih dekat dan cepat.

    Sumber: Antaranews.com

  • Terpinggirkan di Daerahnya Sendiri, Warga Puncak Bogor Mengadu ke DPR

    Terpinggirkan di Daerahnya Sendiri, Warga Puncak Bogor Mengadu ke DPR

    7cloud.asia – Masifnya pembangunan di kawasan Puncak, Bogor, Jawa Barat yang tidak memperhatikan kearifan lokal, menimbulkan masalah serius bagi masyarakat setempat. 

    Alih-alih merasakan manfaat dari pembangunan yang masif itu, warga Puncak justru terpinggirkan dan merasakan dampak dari pengembangan kawasan peristirahatan ini.

    Salah satu akibat yang dirasakan warga adalah kemacetan yang terus terjadi di kawasan Puncak, terutama saat liburan, sehingga mengganggu aktivitas masyarakat.

    Belum lagi dampak lingkungan yang dirasakan warga Puncak akibat banyaknya kendaraan bermotor di lingkungan mereka. 

    Baca: Yuk ubah gaya hidup demi lingkungan

    Hal tersebut disampaikan oleh masyarakat yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Bogor Selatan (AMBS) atau Kerukunan Warga Puncak (KWP) dalam audiensi dengan DPR.

    Mereka diterima Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Mohamad Hekal dan Anggota Komisi V DPR RI Mulyadi, di Gedung Nusantara I, Senayan, Jakarta, beberapa waktu lalu.

    Muhsin, Ketua AMBS mengapresiasi DPR yang telah menerima keluhan masyarakat Bogor Selatan.

    Ia berharap DPR dapat mencarikan solusi konkrit terhadap permasalahan pembangunan-pembangunan yang masih mengganggu kearifan lokal masyarakat Puncak.

    “Saya minta kepada pemerintah khususnya wakil rakyat ini untuk mencari solusi. Karena Puncak ini di bawah ini banyak pemukiman yang sangat membahayakan,” ujarnya.

    Baca: Mengenal infrastruktur ramah lingkungan

    Ia menambahkan, dampak pembangunan di Puncak, Bogor mungkin tidak terjadi sekarang, tapi jika dibiarkan warga akan merasakan kerusakan itu dalam beberapa tahun yang akan datang.

    “Banjir, longsor, itu akan dialami oleh para penduduk kita atau masyarakat kita besok,” ujarnya. 

    Menerima audiensi tersebut, Mulyadi mengatakan Komisi V selama ini telah memberikan berbagai usulan untuk mengatasi kemacetan di kawasan Puncak.

    Setidaknya, ada lima opsi yang telah disampaikan kepada Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

    Mulai dari pelebaran jalan, memecah titik kemacetan, usulan adanya flyover, hingga pemaksimalan fungsi Tol Bogor Ciawi Sukabumi.

    Baca: Manfaat infrastruktur ramah lingkungan

    Salah satu yang yang sudah direalisasikan adalah mengurangi beban Puncak melalui revitalisasi jalur yang berbatasan antara Kecamatan Cipanas di Hanjawar ke Kecamatan Sukamakmur di Bogor Timur.

    “Itu sudah berhasil dilakukan pembangunan dan alhamdulillah itu sangat signifikan mengurangi beban macet Puncak walaupun itu saya kira hanya bagian dari cara bagaimana beban jalur puncak eksisting itu berkurang,” ujar Mulyadi.

    Ke depan, ia berharap pemerintah dapat benar-benar hadir secara maksimal untuk mengatasi kemacetan yang terjadi di kawasan Puncak, akibat dari pembangunan wisata yang semakin masif di kawasan tersebut.

    Termasuk dengan senantiasa mempertimbangkan dampak lingkungan dan masyarakat sekitar.

    Dan terpenting juga saya sampaikan jangan selalu dalam tanda kutip yang dipikirkan itu wisatawan, justru dampaknya itu warga setempat.

    “Warga Ciawi, Megamendung, Cisarua yang beraktivitas sosialnya seperti horor apalagi tahun baru mereka harus terkunci terisolasi karena jalur-jalur kecilnya pun dimasuki oleh  mobil-mobil wisatawan,” harapnya. 

    Sumber: Parlementaria

     

  • Setidaknya 35 Rumah Rusak Akibat Gempa Magnitudo 4,1 yang Mengguncang Bogor

    Setidaknya 35 Rumah Rusak Akibat Gempa Magnitudo 4,1 yang Mengguncang Bogor

    7cloud.asia – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat setidaknya 35 unit rumah rusak akibat gempa bumi dangkal berkekuatan 4,1 magnitudo yang mengguncang Bogor Kamis, (10/4/2025) malam

    “Dari situ di Kota Bogor ada 25 keluarga penghuni rumah yang terdampak dan 10 keluarga di Kabupaten Bogor. Lalu ada satu warga Kota Bogor mengalami luka-luka yang ringan,” kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari dalam keterangan di Jakarta, Jumat (11/4/2025) malam.

    Dia menyebutkan bahwa hasil pendataan jumlah kerusakan terkini dari tim reaksi cepat badan penanggulangan bencana daerah itu masuk dan diterima tim pusdalops BNPB, pada sore pukul 15.00 WIB tadi.

    BNPB mengklasifikasikan untuk dampak kerusakan di Kota Bogor meliputi 24 unit rumah rusak ringan dan satu unit rumah rusak sedang.

    Sementara di Kabupaten Bogor, tercatat sembilan rumah rusak ringan dan satu rumah rusak sedang. Selain itu, satu fasilitas pendidikan di Kota Bogor juga dilaporkan mengalami kerusakan ringan. “Kerusakan rata-rata di dinding bangunan, ornamen bagian atap bangunan, ” ujarnya.

    Gempa bumi yang berpusat di darat itu terjadi pada Kamis (10/4) pukul 22.16 WIB dengan kedalaman 5 kilometer dan koordinat episenter di 6,62 Lintang Selatan dan 106,80 Bujur Timur.

    Menurutnya, guncangan gempa dangkal ini dirasakan warga selama dua hingga tiga detik dengan intensitas sedang.

    Adapun wilayah terdampak guncangan gempa di Kota Bogor meliputi Kelurahan Kedunghalang (Kecamatan Bogor Utara); Kelurahan Cilendek Timur, Cilendek Barat, Menteng, dan Pasir Jaya (Kecamatan Bogor Barat);

    Juga Kelurahan Panaragan, Curugmekar, dan Gudang (Kecamatan Bogor Tengah); serta Kelurahan Rancamaya, Muarasari, dan Bondongan (Kecamatan Bogor Selatan). Sementara di Kabupaten Bogor, kerusakan terjadi di Desa Cijayanti, Kecamatan Babakan Madang.

    “Warga sudah kembali ke rumah mereka masing-masing dan kondisi di lokasi terdampak pada malam ini sudah kembali kondusif,” ungkapnya.

    Meski demikian, Abdul memastikan bahwa BNPB bersama dengan dinas teknis pemerintah Kota Bogor – Kabupaten Bogor siap mendampingi penanganan dampak gempa yang dilakukan secara bertahap, termasuk melakukan pemetaan kebutuhan darurat apabila memang diperlukan.

  • Pemerintah Kota Bogor Usulkan TPAS Galuga Jadi Fasilitas Waste to Energy

    Pemerintah Kota Bogor Usulkan TPAS Galuga Jadi Fasilitas Waste to Energy

    7cloud.asia – Pemerintah Kota Bogor menyatakan kesiapannya menjadi salah satu dari 33 lokasi rencana pembangunan fasilitas Waste to Energy (WtE) atau pengolahan sampah menjadi energi.

    ”Kota Bogor pada prinisipnya siap untuk menerima program dari pemerintah pusat berupa Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL),” ucap Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim usai mengikuti Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pengelolaan Sampah 2025 yang digelar di Jakarta International Convention Center (JICC), Minggu (22/6/2025).

    Rakor ini diselenggarakan oleh Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup dalam rangka mendorong akselerasi pengelolaan sampah, sekaligus memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia.

    Waste to Energy merupakan proses mengolah sampah menjadi energi yang bermanfaat, seperti listrik, panas, atau bahan bakar.

    Untuk operasional fasilitas Waste to Energy dibutuhkan timbulan sampah 1.000 ton per hari untuk bisa menghasilkan listrik.

    Baca: DKI Jakarta akan bangun sejumlah pembangkit listrik tenaga sampah

    Untuk memasok kebutuhan pasokan (sampah) yang konsisten ini, Kota Bogor akan berkoordinasi dengan Kabupaten Bogor. Adapun lokasi fasilitas Waste to energy, Kota Bogor mengusulkan agar TPAS Galuga.

    “Terkait dengan pembiayaan, Pemkot masih menunggu (arahan pemerintah pusat), karena pembiayaan untuk PSEL ini luar biasa besar dan hasil berupa listrik ini akan dibeli oleh PLN,” katanya.

    Untuk menuju terwujudnya fasilitas Waste to Energy, secara konsisten Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor terus mengikuti prosesnya.

    Bahkan, Dedie Rachim selalu hadir langsung dalam setiap pertemuan dengan Kementerian Lingkungah Hidup dalam pembahasan detail teknis hingga nantinya ada satu kesepakatan langkah untuk bersama membangun PSEL dalam rangka menyelesaikan permasalahan sampah di Bogor.

    Sebelumnya, Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq mengatakan bahwa pengelolaan sampah telah menjadi isu global dan lokal yang sampai saat ini masih menjadi permasalahan yang belum dapat diselesaikan.

    Baca: KLH pidanakan pengelola TPST Bantargebang

    Melihat kondisi ini, pemerintah Indonesia menegaskan komitmen untuk menyelesaikan persoalan sampah secara menyeluruh hingga 100 persen pada tahun 2029, sebagaimana ditargetkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025 – 2029.

    Hanif Faisol juga menyampaikan bahwa sedang dilakukan pembahasan Rancangan Peraturan Presiden tersebut oleh lintas kementerian/lembaga terkait lainnya.

    Rancangan Peraturan Presiden ini ditujukan untuk membantu pemerintah daerah agar dapat segera menyelesaikan permasalahan pengelolaan sampahnya melalui dukungan Pemerintah Pusat

    Dukungan itu antara lain berupa pembiayaan dari APBN, kepastian pembelian tenaga listrik, percepatan proses perizinan, dukungan pengolahan sampah yang dilakukan secara profesional oleh badan usaha yang mumpuni, dan dukungan pembinaan lainnya.

    “Sehingga permasalahan pelik, khususnya di kota kota besar yang memiliki timbulan sampah paling sedikit 1.000 ton/hari, dapat selesai dengan metode yang ramah lingkungan,” ucapnya.

    Baca: Ratusan TPA layak ditutup karena terapkan sistem open dumping

  • Bangunan Mushola Roboh Saat Peringatan Maulid, 3 Orang Meninggal dan Puluhan Lainnya Luka-luka

    Bangunan Mushola Roboh Saat Peringatan Maulid, 3 Orang Meninggal dan Puluhan Lainnya Luka-luka

    7cloud.asia – Tiga orang meninggal dan puluhan lainnya luka-luka akibat robohnya bangunan Majelis Taklim Asohibiyah di Desa Sukamakmur, Kecamatan Ciomas, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada Minggu (7/9/2025) pagi.

    Kejadian ini berawal dari kegiatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang dihadiri sekitar 150 orang yang sebagian besar adalah ibu-ibu. Banyaknya tamu yang hadir menyebabkan lokasi menjadi penuh sesak.

    Sebagian tamu berada di dalam, sebagian di luar, dan sebagian lainnya di teras bangunan yang berdiri di pinggiran tebing. Karena kelebihan kapasitas, akhirnya bangunan tidak mampu menahan beban lalu roboh.

    Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor mencatat, total jumlah korban mencapai lebih dari 80 orang.

    Baca: Kolam Penampungan Air di Gontor 5 Magelang Roboh, 4 Santri Meninggal

    Tiga orang meninggal dunia, sementara puluhan lainnya mengalami luka berat, sedang, maupun ringan.

    Korban meninggal dunia yakni Irni Susanti, warga Sukamakmur yang sempat dirawat di RS Medika Dramaga, serta Ulan dan Nurhayati yang ditangani di RS PMI Bogor.

    BPBD melaporkan sejumlah korban luka sudah diperbolehkan pulang karena kondisinya stabil, namun sebagian besar masih dalam perawatan intensif.

    Tiga korban dilaporkan mengalami luka berat, tujuh orang luka sedang, dan 25 lainnya luka ringan yang dirawat di berbagai fasilitas kesehatan di Bogor.

    Baca: Kenali Tanda Daerah Rawan Longsor

    Beberapa di antaranya dirawat di RSUD Kota Bogor, RS PMI, RSUD Ciawi, RS Karya Bhakti Pertiwi, RS Marzuki Mahdi, Klinik Sukamaju, Puskesmas Ciomas, hingga Klinik Arafah.

    Menurut laporan BPBD, kejadian berlangsung sekitar pukul 08:30 waktu Indonesia barat (WIB) saat digelar pengajian untuk memperingati Maulid Nabi.

    Laporan pertama diterima pukul 09:42 WIB dari aparat desa. Tim reaksi cepat (TRC) BPBD bersama TNI, Polri, Damkar, dan relawan langsung dikerahkan ke lokasi.

    Petugas gabungan mengevakuasi puluhan korban yang tertimpa reruntuhan bangunan dan membawanya ke rumah sakit terdekat. Hingga siang, proses evakuasi korban selesai dan dilanjutkan dengan pembersihan material bangunan yang runtuh.

    Peristiwa ini disebut sebagai salah satu bencana nonalam terbesar di Kabupaten Bogor sepanjang 2025, dengan jumlah korban yang mencapai puluhan orang dalam sekali kejadian.