Tag: budaya

  • Batik Itu Tak Cuma Motif, Kenali Lebih Dekat di 5 Museum Batik Ini

    Batik Itu Tak Cuma Motif, Kenali Lebih Dekat di 5 Museum Batik Ini

    7cloud.asia – kamu wajib bangga terlahir sebagai orang Indonesia sebab negeri ini tak hanya dianugerahi oleh sumber daya alam yang melimpah, tapi juga budayanya yang beragam. Salah satu warisan budaya Indonesia yang masih dan terus dilestarikan adalah batik.

    Saat ini, batik sudah semakin dikenal, bahkan sudah diakui sebagai Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Nonbendawi oleh UNESCO.

    Tapi masih banyak yang salah kaprah dan mengira batik adalah motif belaka. Batik sebenarnya lebih ke teknik pembuatan kain. Menurut pakar budaya Nusjirwan Tirtaamidjaja, batik merupakan teknik menghias kain dengan menggunakan lilin melalui proses pencelupan warna serta seluruh proses dilakukan dengan menggunakan tangan

    Jadi, agar kamu tak salah memahami batik dan mengenal lebih dalam budaya Indonesia yang mendunia ini, kamu bisa berkunjung ke 5 museum batik yang ada di sejumlah wilayah di Indonesia.
     

    1 | Museum Nasional Indonesia, Jakarta

    Museum Nasional Indonesia merupakan museum dengan koleksi terlengkap di Indonesia, termasuk ragam koleksi batik di dalamnya. Museum yang terletak di Jakarta Pusat ini menyimpan cerita sejarah tentang perjalanan batik di Indonesia, lho.

    Di sini, kamu bisa melihat berbagai jenis motif batik dari seluruh penjuru negeri, hingga melihat peralatan yang digunakan dalam proses membatik, seperti malam (lilin), canting, serta kain celup maupun kain ikat. 

    Alamat : Jl. Medan Merdeka Barat No.12, Gambir, Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10110
    Telepon : (021) 3868172
    Jam operasional : 09.00 WIB – 16.00 WIB
     

    2 | Museum Ullen Sentalu, Yogyakarta

    Dikenal sebagai kota budaya, Yogyakarta memang punya banyak destinasi wisata berbasis budaya yang patut dikunjungi, salah satunya adalah Museum Ullen Sentalu. Di museum ini, kamu bisa temukan berbagai koleksi batik khas Yogyakarta, mulai dari yang modern, hingga batik kuno yang berumur ratusan tahun.

    Selain bisa mengagumi keindahan ragam motif batik khas Jogja, di sini kamu bisa mendapatkan pengalaman membatik yang berbeda, lho. Pasalnya, selama belajar membatik di Ullen Sentalu, kamu akan ditemani dengan udara yang sejuk dan suasana sekitar yang asri. Jadi makin semangat belajar membatik, deh.

    Alamat : Jl. Boyong Kaliurang, Sleman, DI Yogyakarta
    Telepon : (0274) 895161
    Jam operasional : 08.30 WIB- 16.00 WIB
     

    3 | Museum Batik Danar Hadi, Solo

    Jika kamu hendak berwisata ke Kota Solo, cobalah mampir ke Museum Batik Danar Hadi. Sesampainya di tempat ini, Sobat Pesona akan disambut dengan pelataran museum bernilai artistik yang berhasil memadukan unsur kolonial dan modern. Di sini, terdapat sekitar 10.000 lembar kain batik yang masing-masing memiliki keunikan dan ceritanya tersendiri.

    Selama berada di Museum Batik Danar Hadi, kamu bisa melihat beragam motif batik dari Solo dan Yogyakarta. Nah, selain menampilkan keindahan motif batik khas daerah, museum ini juga kerap mengadakan lokakarya yang memungkinkan kamu untuk terlibat secara langsung dalam proses membatik.

    Kamu juga bisa belajar membuat batik tulis dengan menggunakan lilin dan canting, serta belajar mewarnai batik.

    Alamat : Jl. Brigjen Slamet Riyadi 261, Sriwedari, Surakarta – Jawa Tengah
    Telepon : (0271) 714 326
    Jam operasional : 09.00 WIB – 16.00 WIB
     

    4 | Museum Seni Neka Ubud, Bali

    Sobat Pesona yang sudah punya rencana liburan #DiIndonesiaAja ke Pulau Dewata, jangan lupa untuk memasukkan Museum Seni Neka Ubud ke dalam bucket-list kamu, ya. Museum seni yang didirikan oleh Suteja Neka  pada tahun 1982 ini punya banyak koleksi seni bertaraf internasional lho, salah satunya adalah batik khas Bali. 

    Di museum ini, kamu bisa temui ragam motif khas Bali yang terkenal dengan latar alam dan abstraknya, seperti motif sekar jagad Bali, teratai banji, dan juga motif poleng biru.

    Jangan lupa juga untuk ikut berpartisipasi dalam kelas membatik yang diselenggarakan setiap hari di museum ini! Tentunya, bakalan jadi pengalaman seru dan menyenangkan ya, Sobat Pesona!

    Alamat : Jl. Raya Campuhan, Desa Kedewatan, Ubud Gianyar- Bali
    Telepon : (0361) 975074
    Jam operasional : 09.00 WITA – 17.00 WITA
     

    5 | Museum Agung Rai, Bali

    Selain Museum Seni Neka Ubud, Sobat Pesona yang masih ingin melihat koleksi batik khas Bali juga bisa berkunjung ke Museum Agung Rai. Di sini, kamu bisa melihat berbagai corak batik khas Bali yang tak hanya diaplikasikan pada kain, tapi juga pada objek lainnya seperti kayu dan lontar. Sebagai pusat budaya, museum ini juga kerap mengadakan lokakarya, lho.

    Jadi, buat kamu yang ingin menuangkan kreativitasnya melalui motif batik khas Bali, yuk ikut lokakarya di museum ini!

    Alamat : Ds. Peliatan Jl. Bima, Pengosekan, Ubud, Gianyar
    Telepon : (0361) 976659, 974228
    Jam operasional : 10.00 WITA – 17.00 WITA

     

     

  • Maluku Punya Cerita: Dari Papeda hingga Ina Gandong

    Maluku Punya Cerita: Dari Papeda hingga Ina Gandong

    7cloud.asia –  “Maluku Pung Carita” atau Maluku Punya Cerita. Demikian edukasi budaya hasil kolaborasi Komunitas Perempuan Berkebaya berkolaborasi dengan komunitas Ina Gandong diberi tajuk.

    Maluku Punya Cerita ini dihelat di Aula Pusat Dokumentasi Sastra H.B. Jassin di Jakarta pada Sabtu (27/5/2023) 

    Acara edukasi budaya Maluku Punya Cerita ini dihadiri perwakilan dari puluhan komunitas perempuan dan pencinta dan penggerak budaya yang ada di Jabodetabek dan dihadiri oleh Ketua Komisi Nasional Indonesia Dr. Itje Chodidjah.

    Dalam sambutannya, Itje Chodidjah menjelaskan tentang pendaftaran sebuah elemen budaya menjadi warisan budaya dunia tak benda ke badan pendidikan dan kebudayaan PBB,  UNESCO secara sendiri atau single nomination atau bersama-sama dengan negara lainnya secara bersama-sama atau multi-national nomination.

    Baca: Mengenal uniknya tradisi Seba masyarakat Badui

    Hal ini terkait dengan informasi adanya rencana Indonesia untuk bersama dengan Belanda mengajukan cara memakan papeda yang merupakan salah satu kekhasan budaya kuliner dari Maluku sebàgai warisan budaya dunia tak benda ke UNESCO.

    “Pulau Buru memang jauh dari Pulau Saparua. Maluku memang gudang keragaman budaya. Yuk, dukung pengajuan slurping (papeda) sebagai warisan budaya dunia,” ujar Itje saat menutup sambutannya dengan sebuah pantun.

    Slurping atau menyeruput atau yang dikenal orang Maluku sebagai hisap papeda adalah cara memakan makanan pokok khas Maluku ini.

    Baca: Kritik terhadap konsep IKN sebagai kota hutan

    Selain hisap papeda, para tamu undangan di acara Maluku Punya Cerita juga disuguhi penganan khas Maluku seperti ampas tarigu yang merupakan roti khas setempat, nasi pulit unti dan gogos semacam lemper yang dibakar.

    Acara utama Maluku Punya Cerita adalah belajar membuat papeda dan bagaimana cara memakannya atau slurping papeda.

    Setelah itu para tamu dikenalkan dengan beragam busana tradisi dan wastra Maluku, khususnya beragam corak tenun dari Tanimbar.

    Baca: Kupang, kota bandar yang pernah jadi rebutan Portugis dan Belanda

    Kebaya Maluku yang beragam serta peruntukannya dengan penggunaan baju cole sebagai pakaian dalamnya diperkenalkan kepada para tamu, termasuk juga baju kurung dari Maluku yang dikenal sebagai baju cele dengan berbagai peruntukkannya termasuk untuk pakaian pengantin.

    Tak ketinggalan kebaya dansa yang merupakan pakaian tradisi laki-laki di Maluku.

    Bicara soal Maluku tidak lengkap dengan lagu-lagu dan tarian. Persembahan lagu dari Noel Risakotta berjudul Kapitan Pattimura menegaskan tujuan penyelenggaraan acara edukasi budaya tersebut yaitu dalam rangka memperingati hari Pattimura yang jatuh pada tanggal 15 Mei, peringatan hari Kebangkitan Nasional pada 20 Mei dan hari lahir Pancasila pada 1 Juni.

    Baca: Makna sumbu filosofi dalam tata kota Yogyakarta

    Lagu Papaceda dibawakan oleh Faye Risakotta yang merupakan vokalis JFK bersama dua saudara laki-lakinya Josh dan Kaleb.

    Penampilan Biola Cantik mengantar tamu undangan turun menari dengan persembahan lagu Waktu Hujan Sore-Sore.

    Kegiatan belajar budaya Maluku ditutup dengan menyanyikan lagu Gandong oleh semua yang hadir yang merupakan lagu persaudaraan masyarakat Maluku.

  • Ngarak Perahu Maulid Meriahkan Maulid Nabi di Tangerang

    Ngarak Perahu Maulid Meriahkan Maulid Nabi di Tangerang

    7cloud.asia – Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah mengatakan acara Ngarak Perahu Maulid yang merupakan tradisi budaya sejak 1939 di Masjid Al-Ittihad.

    Acara ini digelar dalam rangkaian Maulid Nabi Muhammad Shalallahu Alaihi Wassalam (SAW) dapat terus dilestarikan sebagai khazanah budaya.

    “Ini merupakan wujud upaya kita dalam melestarikan khazanah budaya, sekaligus nilai-nilai kebudayaan islam di Kota Tangerang. Apalagi ini bekerja sama dengan Masjid Agung Al-Ittihad, masjid bersejarah yang juga ikon di Kota Tangerang,” kata Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah saat membuka acara Ngarak Perahu Maulid di Masjid Al-Ittihad Tangerang, Kamis (28/09/2023).

    Selain Ngarak Perahu Maulid, acara Maulidan Al-Ittihad juga dihadiri olah para habaib, ulama dan umaro Kota Tangerang.

    Lalu dilakukan pembacaan ratibul athos dan rawi simthud duror bersama Habib Alwi bin Thohir Alhusainy serta makan bareng 1445 porsi nasi kebuli serta pemberian santunan kepada anak-anak yatim.

    “Semoga momentum peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW ini, selain dapat meningkatkan ibadah dan ketaatan kita terhadap ajaran-ajaran nabi, juga dapat meningkatkan solidaritas dan kepedulian untuk berbagi kepada sesama yang membutuhkan,” kata Wakil Wali Kota Tangerang Sachrudin.

    Ketua Panitia Maulidan Masjid Al-Ittihad, Imam Bukhori, mengatakan ada tiga perahu yang diisi dengan berbagai hasil bumi. Dua perahu akan diarak berkeliling dan satu perahu paling besar tetap berada di halaman Masjid Al-Ittihad.

    “Dari perahu yang paling besar, itu ada hasil bumi di Kota Tangerang seperti sayur-sayuran, buah-buahan, tadi juga dilihat ada ikan karena Kota Tangerang ada Sungai Cisadane sebagai salah satu sumber mendapatkan ikan. Mudah-mudahan ini semua dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Kota Tangerang yang ikut hadir ngarak perahu,” ucapnya.

    Ia tidak menyangka antusiasme masyarakat sangat tinggi dalam mengikuti serangkaian acara yang ada di Masjid Al-Ittihad. Selain itu terdapat juga gunungan-gunungan makanan dan juga buah-buahan yang dibawa oleh peserta.

    “Alhamdulillah, ribuan masyarakat Kota Tangerang dapat hadir hari ini dan saya tidak menyangka bahwa akan sebanyak ini. Pengamanan juga sudah disiapkan oleh pihak Kepolisian, Satpol PP Kota Tangerang dan lainnya,” kata Imam Bukhori.

    Ke depannya, kata dia, kegiatan ini akan rutin dilaksanakan setiap tahunnya, sehingga tradisi dapat terus berjalan dan dapat menjadi salah satu destinasi pariwisata di Kota Tangerang.

    “Kami selaku panitia dan juga pengurus DKM Masjid Al-Ittihad akan mengupayakan untuk kegiatan maulidan di Masjid Al-Ittihad dapat rutin dilaksanakan setiap tahunnya. Mudah-mudahan dapat menjadi salah satu objek wisata religi di Kota Tangerang,” katanya.

    Sumber: Antaranews

  • Karnaval Budaya Ramaikan HUT ke 22 Kota Tasikmalaya

    Karnaval Budaya Ramaikan HUT ke 22 Kota Tasikmalaya

    7cloud.asia – Ribuan warga sejak Sabtu (22/10/2023) pagi tumpah memenuhi sejumlah ruas jalan di Kota Tasikmalaya. Mereka larut dalam karnaval budaya dalam rangka HUT Kota Tasik ke-22.

    Pantauan 7cloud.asia, ribuan masyarakat menyemut di sisi kanan dan kiri jalan HZ. Mustofa menyaksikan peserta karnaval budaya yang menampilkan kostum unik khas Tasikmalaya.

    Lilis, salah seorang warga Tasikmalaya yang menyaksikan karnaval mengatakan dirinya bersama keluarga terhibur dengan karnaval ini.

    “Bagus ya, sering-sering aja seperti ini. Semoga Tasikmalaya menjadi kota yang sukses, lebih maju, masyarakatnya kenal budaya,” katanya.

    Dalam acara itu, setiap kelurahan dan dinas menampilkan kesenian dengan menggunakan kostum yang menarik.

    Baca: Tasikmalaya, pernah menjadi ibukota Jawa Barat

    Ada yang menggunakan kebaya lengkap sambil membawa payung geulis, ada yang membawa sapi tiruan diiringi oleh warga yang mengenakan kostum pengembala sapi dan berbagai atraksi lainnya.

    Pantauan 7cloud.asia, ribuan masyarakat meyemut di sisi kanan dan kiri jalan HZ. Mustofa menyaksikan

    Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, Kebudayaan, dan Pariwisata (Disporabudpar) Kota Tasikmalaya Deddy Mulyana menjelaskan acara ini diikuti oleh perwakilan dari 69 kelurahan yang ada di Kota Tasikmalaya.

    “Kalau per kelurahan minimal 100 orang, berarti sudah ada 6.900 orang. Kami perkiraan ada 10 ribu orang yang ikut dalam helaran budaya ini,” ungkapnya kepada wartawan.

    Baca: Temukan suasana Malioboro di Jalan Cihideung Tasikmalaya

    Tema kegiatan kali hirup apik bebarengan. Artinya, yang ditampilkan dalam kegiatan itu adalah hasil kolaborasi antara masyarakat dengan stakeholder pemerintah.

    Sementara itu, PJ. Walikota Tasikmalaya, Cheka Virgowansyah mengaku kaget dengan antusias warga Tasikmalaya yang datang menyaksikan acara karnaval ini.

    “Antusias masyarakat sangat tinggi, kita mengapresiasi seluruh kontribusinya, seluruh masyarakat kota Tasik, seluruh sponsor, seluruh kontributor terutama masyarakat yang udah ikut serta dalam pagelaran hari ini,” urainya.

    Menurutnya dengan adanya karnaval ini, membuktikan bahwa warga Tasikmalaya kreatif menampilkan berbagai macam jenis kostum dan kesenian daerah lainnya.

    “Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai budayanya. Kalau hari ini kita menghargai budaya berarti hari ini kita mau menuju bangsa yang besar. Kota Tasik yang nanti insya Allah jadi kota yang maju,” jelas Cheka.

    Baca: Pengelolaan buruk di Jalan Cihideung Tasikmalaya

    Selain itu Cheka juga mengatakan pihaknya akan mengusulkan kepada Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif untuk menjadikan acara karnaval ini sebagai kegiatan nasional.

    Hal ini agar karnaval budaya Kota Tasikmalaya dapat dikenal luas serta  dinikmati oleh masyarakat seluruh Indonesia.

    Selain menamilkan karnaval budaya, pemkot Tasik juga menyediakan 12 ribu bakso gratis untuk dimakan bersama warga.

    Pembagian bakso gratis ini  salah satu upaya pemerintah untuk membuat warga kota Tasik bahagia.

    “Untuk membuat masyarakat bahagia dulu. Dengan bahagia kita bisa mencari nafkah lebih baik, mencari sumber penghasilan lebih baik. sehingga pertumbuhan ekonominya semakin tinggi dan masyarakat sejahtera,” harap Cheka.

    Reporter: Nurakhmayani

  • Menghidupkan Relief Candi Borobudur ke Dalam Seni dan Budaya Masyarakat

    Menghidupkan Relief Candi Borobudur ke Dalam Seni dan Budaya Masyarakat

    7cloud.asia – Upaya untuk melestarikan dan menjaga cagar budaya Candi Borobudur di Magelang Jawa Tengah tak hanya dilakukan secara fisik saja.

    Pelestarian Candi Borobudur yang merupakan warisan budaya yang tak ternilai harganya ini harus dimunculkan dalam kehidupan masyarakat sekitar. 

    Subkoordinator Warisan Dunia Borobudur dan Cagar Budaya (MCB) Wiwit Kasiyati di Magelang, Selasa (24/10/2023) mengatakan pemberdayaan masyarakat jug aharus menjadi bagian dari pelestarian Candi Borobudur. 

    “Sekarang keterlibatan masyarakat ibaratnya nomor satu, kita tidak bisa lagi hanya berpikir fisik candi borobudur saja, tetapi kita juga harus berpikir masyarakat,” katanya.

    Baca: Mengenal ritual thudong, ziarah ribuan kilometer para bhante ke Candi Boorobudur

    Ia mengatakan relief Candi Borobudur bisa ‘dihidupkan’ dan  diangkat ke dalam seni dan budaya masyarakat untuk disajikan kepada para wisatawan yang datang. 

    “Jangan sampai nanti ketika destinasi pariwisata super prioritas Candi Borobudur ini dengan kehadiran banyak negara ke sini justru mengikis budaya setempat,” katanya saat berbicara dalam forum ‘8th International Experts Meetings on Borobudur’ di Grand Artos Hotel and Convention Magelang, 23-27 Oktober 2023,”

    Forum ini dihadiri para pakar dari lintas ilmu, seperti ahli konservasi, ahli batu candi, dan Dewan Internasional untuk Monumen dan Situs (ICOMOS) membahas kelestarian Candi Borobudur di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.

    Para ahli tersebut bukan hanya dari Indonesia tetapi juga dari Prancis, Thailand, Italia, dan Jepang.

    Baca: Mengenal tradisi unik masyarakat Badui bernama Seba

    Direktur Perlindungan Kebudayaan Ditjen Kebudayaan Kemendikbud Ristek Judi Wahjudin mengatakan pelestarian Candi Borobudur membutuhkan pendekatan multidimensi.

    Oleh karena itu, katanya, penelitian lintas disiplin ilmu menjadi krusial, bukan hanya arkeolog, tetapi ahli lingkungan, insinyur struktural, pakar konservasi, sosial budaya, dan banyak disiplin ilmu lain.

    Para pakar ini harus bekerja sama menggali wawasan dari berbagai perspektif untuk solusi menyeluruh untuk Candi Borobudur.

    Menurut dia, sinergi antardisiplin ilmu bisa mewujudkan strategi konservasi yang lebih holistik, mencakup aspek fisik, bangunan, dampak lingkungan, dinamika sosial dan faktor lainnya.

    Baca: Tradisi mudik sudah ada sejak jaman Majapahit

    Ia mencontohkan teknologi modern dari ilmu rekayasa bisa dipadukan dengan metode tradisional dan wawasan ekologis untuk menghasilkan solusi konservasi yang inovatif dan berkelanjutan.

    Ia mengatakan dampak sosio kultural pelestarian Candi Borobudur juga berkaitan erat dengan model pemanfaatan, kunjungan berlebihan dapat berdampak negatif terhadap struktur fisik dan nilai estetika candi.

    Oleh karena itu, katanya, perlu keseimbangan antara kunjungan fisik dan pemanfaatan lain yang tidak menimbulkan dampak distruktif. Hal ini berkaitan dengan pendekatan investasi secara holistik.

    Kebijakan dan program yang mendukung pelestarian nilai sosial dan budaya candi, seperti pelibatan komunitas lokal, pengembangan kepariwisataan berkelanjutan, dan edukasi publik harus dilakukan.

    Baca:  Mengenal sumbu filosofi Kota Yogyakarta

    Semua itu penting untuk memastikan bahwa Candi Borobudur dapat terus dinikmati oleh generasi mendatang, tanpa mengorbankan integritas dan keberlanjutan.

    Ia mengatakan pelestarian Candi Borobudur juga harus menjadikan warga sebagai bagian integral dari narasi pelestarian.

    Pelibatan masyarakat sekitar dalam pelestarian Candi Borobudur, kata dia, faktor kunci untuk memastikan keberlanjutan dan keberadaan yang lestari.

    Sumber: Antaranews.com

  • Green Lifestyle Bagi Generasi Muda, Upaya Membangun Budaya Ramah Lingkungan  

    Green Lifestyle Bagi Generasi Muda, Upaya Membangun Budaya Ramah Lingkungan  

     

    7cloud.asia – Mengadopsi Green Lifestyle bagi generasai muda perlu dilakukan untuk memperbaiki kualitas hidup individu serta membangun budaya ramah lingkungan.

    Karena itu, Pusat Pengendalian Pembangunan Ekoregion Jawa (P3E Jawa) melaksanakan kampanye pengendalian perubahan iklim melalui Green Life Style.

    Kampanye bagi generasi muda ini berupa kegiatan edukasi lingkungan yang digelar di Taman Heulang, Kota Bogor, Sabtu (28/10/2023).

    Dalam rilisnya, Kepala P3E Jawa, Abdul Muin, mengatakan adopsi green lifestyle memainkan peranan penting dalam mengurangi dampak negatif yang ditimbulkan akibat ulah manusia terhadap lingkungan.

    “Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terutama generasi muda tentang pentingnya perilaku dan budaya ramah lingkungan untuk pengendalian perubahan iklim,” paparnya

    baca: pentingnya tindakan kolektif untuk atasi sampah plastik yang mencemari lingkungan

    Selanjutnya Muin menjelaskan Green Lifestyle mengacu pada gaya hidup yang berfokus pada keberlanjutan, efisiensi sumber daya, dan kesadaran lingkungan. 

    Penerapan konsep Green Lifestyle, lanjut Muin, sangat peting dilakukan untuk merespon berbagai tantangan perubah an iklim.

    “Green Lifestyle merupakan salah satu langkah awal dalam pengendalian perubahan iklim, melalui adopsi kebiasaan-kebiasaan yang mengurangi jejak karbon dan aktivitas yang ramah lingkungan hidup,” jelasnya. 

    Selain itu, menurut Muin, perlu adanya peningkatan pengarusutamaan Green Lifestyle.

    Hal ini untuk menciptakan kesadaran kolektif dan memastikan praktik-praktik berkelanjutan menjadi bagian integral dari kehidupan masyarakat dan generasi muda.

    baca: hari ozon sedunia klhk ajak masyarakat bijak gunakan barang perusak ozon

    Dengan adanya kampanye ini, ia berharap dapat memotivasi masyarakat terutama generasi muda untuk aktif berpartisipasi dalam gerakan ramah lingkungan.

    Sebab pengendalian perubahan iklim bukan hanya tugas pemerintah pusat maupun daerah, tetapi juga membutuhkan kontribusi dan dukungan dari seluruh pihak, termasuk generasi milenial.

    Kampanye ini dihadiri oleh para dosen, mahasiswa IPB, pelajar dan masyarakarat.

    Selain Muin, tampak hadir Wakil Rektor bidang Resiliensi Sumberdaya dan instruktur IPB Alim setiwan Slamet, Dep. Ekonomi Sumberdaya dan Lingkungan FEM IPB Meti Ekayani.

    Tampak pula Kepala Biro Humas KLHK Nunu Anugrah, Sekretaris Kota Bogor Syarifah Sofiah, Kepala Dinas LH Kota Bogor Deni Wismanto, Founder Mountrash Gideon Wijaya.

    Reporter: Nurakhmayani

     

  • Pengelola Enam Warisan Budaya Dunia Sepakat Bentuk Wadah Bersama

    Pengelola Enam Warisan Budaya Dunia Sepakat Bentuk Wadah Bersama

    7cloud.asia – Pengelola enam situs warisan budaya dunia di Indonesia sepakat membentuk Forum Pengelola Warisan Dunia Indonesia sebagai wadah bersama untuk memperkuat komunikasi dan jejaring.

    Kepala Dinas Kebudayaan DIY Dian Lakshmi Pratiwi menyebut wadah itu disepakati para pengelola dalam deklarasi pada Seminar Hari Warisan Dunia 2024 yang berlangsung di Yogyakarta pada 24-25 April 2024.

    “Semoga ini menjadi pintu baru dan peluang kita bersama, kita berdaya untuk menguatkan komunikasi maupun jejaring,” ujar Dian dalam keterangan resmi di Yogyakarta, Minggu (28/4/2024).

    Badan Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk pendidikan, ilmu pengetahuan dan kebudayaan (UNESCO) telah menetapkan enam situs warisan budaya dunia di Indonesia.

    Enam situs warisan budaya dunia di Indonesia itu adalah Candi Borobudur, Candi Prambanan, Situs Sangiran, Sistem Subak Bali, Tambang Batu bara Ombilin Sawahlunto (Sumbar) dan Sumbu Filosofi Yogyakarta.

    Baca Juga: Kawasan Bonjol Akan Diusulkan sebagai Geopark Equatorial ke UNESCO

    Selain membentuk wadah bersama, kata Dian, para pengelola situs juga sepakat mengupayakan penyediaan platform secara transparan serta menstimulasi pembahasan dan menyoroti peluang maupun tantangan yang mereka dihadapi.

    Mereka berkomitmen membangun informasi dan komunikasi terbuka, inklusif, dan substansif sejak dini dengan semua pihak terkait.

    “Berikutnya, menguatkan kebersamaan, kolaborasi dan jejaring antarpengelola di Indonesia terutama peningkatan kapasitas dalam pengembangan kapasitas dan kompetensi serta saling membuka peluang dan kesempatan berbagi informasi maupun berinisiatif dalam semua aspek pengelolaan situs,” ujar dia.

    Dalam poin deklarasi itu pula, para pengelola situs mendorong pemerintah dan pemerintah daerah lebih memperhatikan, mempertimbangkan menangani kesenjangan, permasalahan, dan tantangan yang dihadapi pengelola sebagai ujung tombak pelaksana di lapangan.

    Baca Juga: UNESCO Akui Sumbu Filosofi Yogyakarta Jadi Warisan Dunia

    Hal tersebut, menurut dia, diwujudkan melalui kebijakan pengelolaan pemerintah atau pemda terhadap warisan dunia baik aspek administrasi, regulasi, panduan, pedoman, maupun aspek teknis.

    Selain itu juga peningkatan kapasitas, serta strategi pengelolaan setiap tahapan dan ketentuan pengelolaan Warisan Dunia UNESCO.

    Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X mengatakan para pengelola warisan budaya dunia di Indonesia sebagai garda terdepan pelestarian memiliki peran penting.

    “Tak hanya menjaga, mereka adalah story teller, pelindung, dan penggerak dalam upaya melestarikan nilai penting luar biasa dari situs-situs ini,” ujar Sultan.

    Konvensi UNESCO pada 1972, kata dia, mengingatkan tanggung jawab bersama untuk melindungi warisan budaya dan alam dunia.

    Baca Juga: UNESCO Akui Jamu Jadi Warisan Budaya Dunia

    Tanggung jawab itu bukan hanya untuk kepentingan estetika semata melainkan sebagai suatu kewajiban moral melestarikan kekayaan budaya dan alam bagi kemanusiaan.

    Menurut Raja Yogyakarta itu, Hari Warisan Dunia yang diperingati setiap 18 April adalah simbol dari kesadaran global pentingnya menjaga warisan budaya.

    Sementara itu, Direktur Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Hilmar Farid memastikan warisan budaya dunia yang ada di Indonesia terjaga, terkelola dengan baik dan telah memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat.

    Penetapan sebuah situs warisan dunia, kata Hilmar, menekankan pentingnya nilai universal luar biasa (outstanding universal value/OUV) sehingga amat penting untuk menggali dan menjaga nilai tersebut serta melihat kemungkinan pengembangannya menjadi berbagai macam program kegiatan.

    “Keberhasilan situs warisan budaya dunia ini tentu sangat terkait dengan keterlibatan masyarakat luas dalam pengembangan dan pemeliharaan,” tutur Hilmar Farid.

    Sumber:Antaranews.com

  • Delapan Karya Budaya Betawi Diajukan sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia

    Delapan Karya Budaya Betawi Diajukan sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia

    7cloud.asia – Dinas Kebudayaan (Disbud) Provinsi DKI Jakarta bekerja sama dengan Lembaga Kebudayaan Betawi berhasil menghantarkan delapan karya budaya agar bisa ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTb) Indonesia 2024.

    Penetapan WBTb Betawi disampaikan Ketua Tim Ahli WBTb Indonesia Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemdikbudristek) G.R. Lono Lastoro Simatupang dan Sekretaris Tim Ahli WBTb Toto Sucipto setelah melalui proses persidangan.

    “Alhamdulillah, sebuah perjalanan yang panjang bisa sampai pada hari ini. Delapan karya budaya DKI Jakarta yang berhasil lolos sampai tahap sidang ini telah ditetapkan menjadi WBTb Indonesia. Semoga warisan budaya ini terus terjaga dengan baik bersama-sama,” kata Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta, Iwan Henry Wardhana  di Jakarta, Sabtu (24/08/2024).

    Baca: Bangun sekolah adat untuk lestarikan budaya Suku Rejang

    Iwan  menjelaskan proses penetapan karya budaya menjadi WBTb dilakukan melalui tiga tahap penilaian yang telah berlangsung sejak Januari 2024 dan diakhiri dengan sidang penetapan oleh Tim Ahli WBTb Indonesia Kemdikbudristek pada 19-22 Agustus 2024 di Hotel Holiday Inn & Suites, Jakarta.

    Iwan melanjutkan delapan karya budaya yang ditetapkan sebagai WBTb yaitu Nyorog, Kopi Jahe Betawi, Si Pitung, Rias Bakal, Bahasa Kreol Tugu, Oblog, Musik Sampyong, dan Gambus Betawi.

    Sebanyak 272 karya budaya dari 31 provinsi ditetapkan menjadi WBTb Indonesia 2024. Pemprov DKI Jakarta telah memiliki 85 WBTb Indonesia yang ditetapkan sejak 2013 hingga saat ini.

    Sementara itu, Direktur Jenderal Kebudayaan Kemdikbudristek Hilmar Farid mengatakan penetapan WBTb ini diharapkan dapat memperkuat kesadaran dan tanggung jawab.

    Baca: Jamu jadi warisan budaya dunia

    Selain itu juga semangat untuk terus melakukan pelindungan, pengembangan, pemanfaatan, dan pembinaan terhadap warisan budaya.

    Ia juga berharap warisan budaya baik yang telah dicatatkan atau ditetapkan dapat masuk dalam pendidikan formal, informal, dan nonformal sebagai sumber pembelajaran kebudayaan.

    “Penetapan WBTb ini tidak hanya menjadi sebuah kegiatan yang berujung pada sertifikat saja. Namun, yang paling penting dan perlu dipikirkan bersama adalah tindak lanjut setelah penetapan, bagaimana warisan budaya ini tetap terjaga dan dapat bermanfaat bagi masyarakat luas,” kata Hilmar.

    Sumber: Antaranews

  • Merapah Banua: Upaya Melestarikan Budaya dan Ekonomi Ramah Lingkungan di Kapuas Hulu

    Merapah Banua: Upaya Melestarikan Budaya dan Ekonomi Ramah Lingkungan di Kapuas Hulu

    7cloud.asia – Merapah Banua, demikian platform inovatif yang menghubungkan kekayaan alam dan budaya lokal Kabupaten Kapuas Hulu dengan publik ini dinamai.

    Melalui platform Merapah Banua ini, MADANI Berkelanjutan mengajak masyarakat untuk bersama-sama mengembangkan potensi lokal Kabupaten Kapuas Hulu yang lebih berkelanjutan dan ramah lingkungan.

    Inisiatif ini tak hanya menjadi jembatan bagi pelestarian alam dan budaya, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi komunitas lokal Kabupaten Kapuas Hulu yang dikenal sebagai jantung bumi Borneo atau Kalimantan.

    Merapah Banua diperkenalkan secara resmi pada publik pada acara Hulu Indonesia Festival (Hi-Fest) 2024 yang diselenggarakan di Aula Paroki Kota Putussibau pada Jumat-Sabtu 30-31 Agustus 2024.

    Baca: 8 Karya Budaya Betawi Diajukan sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia

    Dengan tema “Satu Bumi”, festival ini menampilkan berbagai kegiatan yang bertujuan untuk memperkenalkan Merapah Banua kepada publik dengan beberapa kegiatan.

    Program Lead Komoditas Berkelanjutan di MADANI Berkelanjutan, Trias Fetra mengatakan, Merapah Banua adalah langkah nyata untuk mengangkat nilai kekayaan alam dan budaya Kapuas Hulu.

    ”Budaya, manusia dan alam merupakan satu kesatuan. Kami mengajak semua pihak untuk bersama-sama mengembangkan berbagai potensi lokal yang ada, sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan dan budaya di wilayah ini maupun wilayah lain di Indonesia,” ucapnya saat peluncuran platform Merapah Banua di Kota Putussibau, Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat, Sabtu (31/8/2024).

    Nama Merapah Banua berasal dari kata “merapah” yang artinya mengembara atau menjelajah, dan “banua” yang berarti negeri atau rumah.

    Baca: Sekolah adat suku Rejang Lebong di Bengkulu

    Melalui platform ini, MADANI Berkelanjutan mengajak masyarakat luas untuk menjelajahi dan lebih mengenal berbagai potensi Kapuas Hulu, serta mendorong masyarakat di hulu pada khususnya untuk berkolaborasi dalam mengembangkan wilayah tersebut.

    Merapah Banua dirancang untuk menjadi ruang kreatif dan wadah bagi individu dan komunitas yang memiliki semangat yang sama dalam mengembangkan The Heart of Borneo.

    Melalui empat fitur utama, Merapah Banua membagikan kisah perjalanan mengeksplorasi alam dan budaya Kapuas Hulu melalui Cerita Perjalanan; mengenal kehidupan masyarakat adat Dayak dari dekat sekali bersama potensi komoditas lestari yang mereka miliki melalui Virtual Reality Tour 360°.

    Dengan Merapah Banua, publik juga bisa terhubung dengan berbagai inisiatif kelompok anak muda yang berkomitmen melestarikan warisan budaya benda dan non benda Kapuas Hulu lewat rubrik Komunitas.

    Baca: Banyak bahasa daerah di Indonesia terancam keberadaannya

    Mereka juga bisa mengapresiasi produk ramah alam dari tangan para perajin, pengusaha, dan UMKM setempat dengan berbelanja hasta karya mereka melalui pasar daring Pasar Rakyat Hulu.

    Komunitas-komunitas lokal di Kapuas Hulu memiliki potensi luar biasa. Merapah Banua hadir sebagai wadah informasi yang mengangkat nilai-nilai kearifan lokal, lingkungan sosial, dan budaya.

    Dengan melibatkan orang muda dari berbagai latar belakang di Kapuas Hulu, inisiatif ini dapat menyebarluaskan cerita dan nilai-nilai positif tersebut.

    ”Saya berharap, Merapah Banua dapat menjadi corong inspiratif yang mampu menggerakkan siapa pun untuk ambil bagian dalam gerakan ini,” kata Agustinus Surya Indrawan, Ketua Putussibau Art Community (PAC).

    Founder Mahakarya Tenun, Hardiyanti mengatakan bahwa Pasar Rakyat Hulu adalah langkah awal bagi UMKM di Kapuas Hulu untuk memperkenalkan produk mereka secara lebih luas.

    ”Kami berharap ini akan memberikan dampak positif bagi perekonomian lokal, terutama bagi para perempuan perajin tenun yang juga berperan dalam konservasi hutan,” jelas Hardiyanti yang mendirikan wadah pendokumentasian para perempuan perajin tenun Dayak Iban.

  • Akulturasi Budaya Indonesia dan China dalam Wastra Tradisional

    Akulturasi Budaya Indonesia dan China dalam Wastra Tradisional

    7cloud.asia – Akademisi dari Universitas Indonesia menilai motif-motif yang ditemukan pada wastra tradisional menunjukkan akulturasi budaya Indonesia dan China.

    Akluturasi ini sudah terjadi sejak berabad-abad yang lalu, dikarenakan Indonesia merupakan jalur perdagangan dunia sehingga juga menjadi tempat pertemuan berbagai budaya, antara lain Belanda, Arab, India dan China.

    Hal ini diungkapkan oleh dosen Program Studi China Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya UI Prof. Dr. AM. Hermina Sutami, M.Hum, dalam sebuah acara di Jakarta, Sabtu (21/6/2025),

    Hermina memaparkan, hasil akulturasi budaya dapat dilihat pada wastra, yang mengandung simbol dan filosofi dari berbagai tempat yang menjadi pengaruh.

    Akulturasi budaya, kata Hermina, juga ditemukan di berbagai daerah di Indonesia sehingga menimbulkan budaya peranakan yang unik, yang juga tampak pada wastra.

    Baca: Wastra langka hasil akulturasi budaya dipamerkan di Museum Tekstil

    Salah satu contoh motif yang kerap ditemukan pada wastra Nusantara ialah naga. Jika dalam budaya Barat naga dianggap sebagai sosok jahat, di China hewan mitologi itu ialah simbol kekuatan, kesehatan dan keberuntungan.

    Naga juga diyakini sebagai sosok yang dihormati dan memiliki pengaruh besar terhadap alam, seperti bisa mengendalikan air hujan.

    Warna merah dari budaya China juga memengaruhi wastra Indonesia, yang bermakna warna keberuntungan dan memberikan kekuatan serta perlindungan.

    Dalam budaya Tionghoa, warna merah juga berperan dalam mengusir roh jahat sekaligus memberikan energi positif.

    Baca: Wastra bercerita perkenalkan batik pesisiran

    “Sementara warna merah yang dikombinasikan dengan emas memberikan makna kekayaan dan kemakmuran,” terangnya.

    Ketua Umum Himpunan Wastraprema Neneng Iskandar menyatakan kebudayaan China banyak diserap dalam wastra Indonesia. Selain motif naga, ada juga motif bunga teratai, bunga peoni, burung hong dan burung kilin.

    Motif-motif tersebut, yang banyak muncul pada kain batik dan tenun, didapat dari keramik China yang ditemukan di Indonesia, yang diolah secara kreatif oleh masyarakat lokal.

    “Akulturasi tidak menghilangkan identitas budaya Indonesia, namun, justru memperkaya khazanah budaya dengan ragam motif, warna, teknik dan filosofi,” kata Neneng.

    Baca: Ungkapan cinta Dave Tjoa pada batik