Tag: cacar monyet

  • Kasus Cacar Monyet di Jakarta Bertambah, Dinkes DKI Imbau Masyarakat Waspada

    Kasus Cacar Monyet di Jakarta Bertambah, Dinkes DKI Imbau Masyarakat Waspada

    7cloud.asia – Kasus positif cacar monyet di DKI Jakarta bertambah. Dinas Kesehatan (dinkes) DKI Jakarta melaporkan sebanyak 8 kasus positif cacar monyet atau monkeypox (mpox).

    “Update monkeypox DKI Jakarta per 23 Oktober 2023 jam 10.00, kasus positif delapan orang. Suspek atau terduga bergejala: sembilan orang,” ungkap Kepala Seksi Surveilans, Epidemiologi, dan Imunisasi Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Ngabila Salama.

    Ngabila menjelaskan sebanyak tujuh pasien positif mpox diisolasi di rumah sakit. Sedangkan satu orang lainnya telah dinyatakan sembuh.

    Dinkes DKI mengajak masyarakat untuk melakukan tiga langkah Detect (deteksi dini), Prevent (pencegahan) dan Respond (tindakan) sebagai upaya mencegah wabah cacar monyet.

    Deteksi dini perlu dilakukan pengobatan segera apabila ditemukan kasus cacar monyet. 

    baca juga: malas gerak penyakit jantung mengintai

    Penemuan kasus aktif tidak hanya pada kontak erat kasus tapi juga suspek bergejala yang datang ke fasilitas kesehatan segera diperiksakan PCR jika memenuhi kriteria suspek/terduga.

    Jika PCR segera dilakukan pemeriksaan lanjutan whole genome sequencing (WGS).

    “Tingkat kematian atau case fatality rate (CFR) sekitar satu persen. Dari 100 kasus positif bisa satu meninggal mayoritas karena infeksi sekunder dan kondisi imunitas rendah pada kelompok berisiko seperti LSL, ibu hamil, ibu menyusui, anak, lansia,” ujar Ngabila.

    Sementara langkah Prevent (pencegahan) dilakukan dengan pemberian vaksin (vaksinasi) yang mulai dilakukan untuk 500 orang kelompok berisiko di Jakarta selama seminggu ke depan.

     

    baca juga: waspada nyeri pinggang yang berkepanjanga karena bisa jadi pertanda penyakit serius

    Satu orang diberikan dua dosis selang empat minggu.

    “Karena saat ini stok vaksin monkeypox di Indonesia ada 1.000 dosis, untuk 500 orang,” ucap Ngabila.

    Selain itu, upaya pencegahan lainnya adalah dengan sosialisasi dan edukasi masif cegah sakit dengan tiga cara yaitu pola hidup bersih dan sehat pakai masker, cuci tangan dengan air mengalir dan sabun.

    Kemudian hindari kontak kulit dan luka. Selain itu, berhubungan seksual yang aman, sehat, bersih.

    Baca Juga: Pernikahan Anak Banyak Berakhir Perceraian, Orang Tua Diminta Siapkan Anak dengan Baik Sebelum Menikah

    Setiap kontak erat, lanjut Ngabila, akan dipantau gejalanya setiap hari oleh puskesmas kecamatan. Jika bergejala dilakukan pemeriksaan laboratorium.

    Respond, untuk antisipasi masif memutus mata rantai penularan setiap kasus positif langsung diisolasi di RS walaupun kasusnya ringan,” jelasnya.

    Sebelumnya, pada tanggal 20 Agustus 2022 lalu, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia telah mengumumkan temuan kasus pertama terkonfirmasi cacar monyet di Indonesia pada seorang pasien laki-laki berusia 27 tahun.

    Diketahui pasien tersebut mengalami keluhan kesehatan beberapa hari setelah kembali ke Indonesia, pascaperjalanan wisata ke beberapa negara di Eropa Barat, pada tanggal 8 Agustus 2022 lalu.

    Reporter: Nurakhmayani

  • Kasus Cacar Monyet Meningkat, Pengawasan Kesehatan Bandara Soetta Diperketat

    Kasus Cacar Monyet Meningkat, Pengawasan Kesehatan Bandara Soetta Diperketat

    7cloud.asia – Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Soekarno-Hatta (Soetta) kini memperketat pengawasan dan pemantauan kesehatan penumpang yang tiba di Bandara Internasional Soekarno Hatta, Tangerang, Banten.

    Kepala KKP Soetta, Naning Nugrahini mengatakan bahwa upaya peningkatan pengetatan tersebut dilakukan usai ditemukannya kasus pengidap cacar monyet (monkeypox) di DKI Jakarta, oleh Kementerian Kesehatan RI pada beberapa waktu lalu.  

    “Setelah diumumkan oleh Kemenkes (kasus cacar monyet). Kami lakukan langkah antisipasi, salah satunya melakukan pengawasan pada penumpang yang masuk dan keluar dari bandara Soetta dengan pengamatan tanda dan gejala,” katanya.  

    Ia menjelaskan, jika pengawasan pencegahan penyakit menular seperti cacar monyet ini akan sangat berbeda dengan pengawasan dari tahapan protokol COVID-19.

    baca juga: kasus cacar monyet di jakarta bertambah dinkes dki imbau masyarakat waspada

    Dimana, lanjut dia, pihaknya akan memfokuskan pengecekan dari ciri-ciri terpaparnya wabah itu seperti bintik merah atau ruam pada kulit, sampai bintik seperti ada cairan di dalamnya, lalu disertai dengan demam.

    Kemudian, petugas yang berada di SCP mengharuskan melakukan pemeriksaan kesehatan kepada penumpang. Selanjutnya, petugas di lapangan juga akan sekalian melakukan screening terhadap gejala cacar monyet.

    “Kita akan memberikan peningkatan kapasitas petugas dalam mengenali tanda dan gejala penyakit cacar monyet itu,” ujarnya.

    Ia menyebutkan, jika ditemukan adanya penyakit menular tersebut, maka KKP Bandara Soetta langsung melakukan komunikasi dan edukasi terhadap seluruh maskapai serta otoritas bandara lainnya sebagai kesiapsiagaan dalam menanganinya.

    baca juga: status darurat pendemi covid-19-dicabut apakah masih harus mengenakan masker
    “Melakukan komunikasi dan edukasi tentang Mpox di lingkungan bandara, dan kita meningkatkan kewaspadaan dengan menyurati maskapai, agar waspada THD penumpang tanda dan gejala,” ungkapnya.

    Menurut dia, hingga saat ini belum ditemukan penumpang dengan gejala cacar monyet di Bandara Soetta. Meski demikian pengawasan ketat tetap dilakukan, baik di kedatangan dalam Bandara maupun kedatangan dari luar negeri.

    Sebelumnya, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI melaporkan sebanyak enam kasus cacar monyet atau mpox di Jakarta diidap oleh orang dengan HIV (ODHIV) dan memiliki orientasi biseksual.

    “Dari hasil penelusuran diketahui enam pasien cacar monyet merupakan ODHIV dan memiliki orientasi biseksual,” kata Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Maxi Rein Rondonuwu di Jakarta.

    baca juga: pandemi covid-19 akibatkan loss learning massal ini dampaknya pada mutu angkatan kerja

    Maxi mengatakan mayoritas pasien terkonfirmasi cacar monyet adalah laki-laki berusia produktif antara 25–29 tahun, sementara sisanya adalah laki-laki berusia 30–39 tahun.

    Berdasarkan hasil pemeriksaan laboratorium per 13 Oktober 2023, kata Maxi, Kemenkes RI mendeteksi total tujuh kasus konfirmasi cacar monyet di Indonesia pada tahun ini.

    Jumlah tersebut di luar satu kasus perdana yang ditemukan di Indonesia pada 2022.

    Seluruh kasus konfirmasi ditemukan di wilayah DKI Jakarta. Rinciannya, satu kasus dilaporkan dari Jatinegara, Mampang satu kasus, Kebayoran Lama satu kasus, Setiabudi dua kasus, Grogol Petamburan satu kasus, dan Kembangan satu kasus.

    Sumber: Antaranews

  • Jumlah Kasus Cacar Monyet Terus Meningkat, Ahli Perkirakan Bisa Tembus 3600 Kasus  

    Jumlah Kasus Cacar Monyet Terus Meningkat, Ahli Perkirakan Bisa Tembus 3600 Kasus  

    7cloud.asia – Jumlah kasus cacar monyet atau monkeypox di Indonesia terus bertambah. Hingga kini terkonfirmasi positif 14 kasus. Jumlah ini diperkirakan akan terus meningkat, bahkan hingga tembus 3600 kasus sampai akhir tahun.

    Hal ini diungkapkan Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, Maxi Rein Rondonuwu berdasarkan perkiraan epidemiolog atau ahli dalam bidang investigasi pola dan penyebaran suatu penyakit.

    “Prediksi kita, setelah undang para epidemiolog, mereka lihat rate yang terjadi di Inggris lalu memperkirakan kasus kita dengan jumlah populasi kunci, itu bisa 3.600 orang kalau tidak dilakukan preventif dengan baik,” jelas Maxi seperti yang dilansir CNBC Indonesia. 

    Memang, lanjut Maxi, saat ini sudah ada vaksin cacar monyet. Tetapi yang paling utama adalah melakukan tindakan preventif untuk mencegah penyebaran kasus yang lebih luas.

    baca juga:kasus cacar monyet meningkat pengawasan kesehatan bandara soetta diperketat

    Saat ini Kemenkes tengah melakukan berbagai upaya. Salah satunya memperkuat edukasi kepada kelompok berisiko.

    “Yang pasti harus menerapkan perilaku hidup sehat, jangan melakukan hubungan seks kalau ada gejala, dan lakukan hubungan seks yang aman dengan memakai kondom,” urainya. 

    Kasus cacar monyet merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus monkeypox. Penyakit ini pada tahun 2022 lalu menjadi kekhawatiran dunia.

    Bahkan, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada tahun lalu menetapkan status darurat untuk penyakit cacar monyet. Tetapi saat itu Indonesia hanya mengonfirmasi satu kasus positif.

    baca juga: kasus cacar monyet di jakarta bertambah dinkes dki imbau masyarakat waspada

    Menurut WHO, tanda dan gejala penyakit cacar monyet umumnya muncul dalam waktu tujuh hari, tetapi dapat muncul mulai satu sampai 21 hari setelah terpapar.

    “Biasanya gejala berlangsung selama dua hingga empat minggu, tetapi bisa berlangsung lebih lama pada seseorang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah,” sebut WHO.

    Berikut gejala umum penyakit cacar monyet.

    1. Ruam
    2. Demam
    3. Sakit tenggorokan
    4. Sakit kepala
    5. Nyeri otot
    6. Nyeri punggung
    7. Lemas
    8. Pembengkakan kelenjar getah bening

    Biasanya, ruam dimulai sebagai luka yang kemudian melepuh dan berisi cairan. Luka melepuh berisi cairan itu akan terasa gatal atau menyakitkan. Setelah ruam sembuh, lesi akan mengering, membentuk kerak, dan hilang.

    Lesi kulit bisa muncul di telapak tangan atau telapak kaki, wajah, mulut, tenggorokan, selangkangan, area genital, dan anus.

    baca juga: status darurat pendemi covid 19 dicabut apakah masih harus mengenakan masker

    “Beberapa orang juga dapat mengalami pembengkakan yang menyakitkan di sekitar rektum atau rasa sakit dan kesulitan saat buang air kecil,” papar WHO.

    Karena itu, beberapa tindakan pencegahan yang dianjurkan agar terhindari dari penyakit cacar monyet, yaitu:

    • Tidak berganti-ganti pasangan seks
    • Tidak melakukan seks oral, anal, dan vagina atau menyentuh alat kelamin atau anus orang yang terkena cacar monyet
    • Tidak memeluk, memijat, mencium, atau berbicara dari jarak sangat dekat
    • Tidak menyentuh kain dan benda saat berhubungan seks yang digunakan oleh penderita cacar monyet, seperti tempat tidur, handuk, dan mainan seks.

    Reporter: Nurakhmayani

     

  • WHO Tetapkan Penyakit Cacar Monyet sebagai Darurat Kesehatan Sejak 2022, Seperti Ini Kondisinya di Indonesia

    WHO Tetapkan Penyakit Cacar Monyet sebagai Darurat Kesehatan Sejak 2022, Seperti Ini Kondisinya di Indonesia

    7cloud.asia – Infeksi virus Mpox  atau yang juga dikenal sebagai cacar monyet menjadi perhatian di banyak belahan dunia, termasuk Indonesia.

    Badan Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan penyakit Cacar Monyet atau MPox ini sebagai darurat kesehatan masyarakat global pada Juli 2022.

    Laporan WHO juga menyinggung kekhawatiran bahwa cacar monyet ini terabaikan di wilayah Asia Tenggara karena kurangnya akses terhadap fasilitas medis yang memadai.

    Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan DKI Jakarta, tercatat ada 15 orang dengan kasus positif cacar monyet, dan 1 kasus sembuh (Agustus 2022).

    Baca: Ahli sebut kasus cacar monyet capi ribuan kasus

    Selain itu dari 14 orang kasus positif aktif (positivity rate PCR 44 persen) cacar monyet, dimana hampir semua bergejala ringan dan tertular secara kontak seksual.

    Data tersebut juga menyebutkan bahwa semua pasien tersebut adalah laki-laki usia 25-50 tahun.

    Selain itu, data DKI Jakarta juga menyebutkan bahwa terdapat 20 orang dengan hasil PCR negatif, dan 2 orang yang masih menunggu hasil PCR.

    Dari tanggal 13 Oktober hingga saat ini terdapat 14 orang dengan kasus positif atau terduga positif yang saat ini tengah menjalani isolasi di RS.

    Sementara itu, Kementerian Kesehatan juga telah menyediakan vaksin cacar monyet atau MPox yang telah diberikan kepada 251 orang dari target 495 orang.

    Baca: Pengawasan di Bandara Soetta diperketat untuk cegah penyebaran cacar monyet

    Penyakit cacar monyet ini disebabkan oleh virus yang ditularkan dari hewan ke manusia dan dapat menimbulkan gejala ringan hingga berat

    Mpox atau cacar monyet dapat menular dari manusia ke manusia dan tidak hanya dari hewan ke manusia.

    Cepatnya penyebaran cacar monyet Mpox secara global dapat disebabkan oleh berbagai faktor seperti tingginya jumlah orang yang bepergian; perdagangan internasional hewan seperti monyet.

    Satu hal yang perlu diwaspadai adalah munculnya jalur penularan baru cacar monyet dari manusia ke manusia, khususnya melalui hubungan seksual sesama laki-laki.

    Munculnya gejala yang tidak biasa dan masih minimnya ketersediaan vaksin cacar monyet di negara-negara berisiko tinggi.

    Lebih dari 90 persen kasus cacar monyet di dunia dilaporkan pada populasi khusus yaitu homoseksual dan biseksual.

    Baca: Kasus cacar monyet di Jakarta meningkat, warga diminta waspada

    Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI), Moh. Adib Khumaidi mengatakan, PB IDI melalui Satgas MPox akan terus mengawal perkembangan kasus cacar moyet di Indonesia.

    “Diperlukan upaya berkelanjutan dan kerja sama dari seluruh pemangku kepentingan, termasuk pemerintah, organisasi layanan kesehatan, dan organisasi internasional agar dapat mengatasi masalah Mpox di Asia Tenggara ini secara efektif,” ujar Adib dalam keterangan tertulis yang diterima Senin (30/10/2023).

    Adib menambahkan perlu juga dilakukan peningkatan kesadaran masyarakat terhadap penyakit cacar monyet ini dan peningkatan akses terhadap pengobatan yang efektif.

    IDI juga meminta pemerintah untuk meningkatkan pendanaan untuk penelitian dan upaya pengendalian, serta pembentukan respons terkoordinasi yang melibatkan partisipasi semua negara terutama di Asia Tenggara.

    Ketua Satgas MPox PB IDI, Hanny Nilasari, mengatakan bahwa kurangnya kesadaran masyarakat terhadap penyakit ccar monyet menjadi adalah salah satu alasan utama diabaikannya penyakit ini di Asia Tenggara.

    Baca: Waspadai nyeri pinggang berkepanjangan

    Banyak masyarakat, ujarnya, yang masih belum mengetahui gejala Mpox dan mungkin tidak tahu cara melindungi diri dari penyakit tersebut.

    “Kurangnya informasi ini dapat menyebabkan keterlambatan dalam mencari pertolongan medis, yang dapat berakibat lebih parah. Selain itu, sering terjadi kesalahpahaman cacar monyet ini bukanlah penyakit serius atau tidak umum terjadi,” ujarnya.

    Dia mengingatkan, hal ini dapat mengakibatkan kurangnya kepedulian terhadap penyakit ini dan keengganan mengambil tindakan untuk melindungi diri dari infeksi.

    Hanny menekankan pentingnya meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai gejala-gejala penyakit cacar monyet ini, dan mendidik masyarakat tentang cara melindungi diri dari infeksi.

    “Dengan cara ini, kita dapat mengurangi penyebaran penyakit dan meningkatkan hasil bagi mereka yang terinfeksi,” katanya. 

    Baca: Ini bahayanya jika duduk terlalu lama

    Dia mengatakan, banyak penderita cacar monyet memiliki gejala ringan, yang mungkin tidak cukup parah sehingga memerlukan perhatian medis.

    Hal ini dapat mengakibatkan penyakit ini terabaikan, karena orang mungkin berasumsi bahwa gejalanya tidak serius dan akan sembuh dengan sendirinya.

    Namun, kasus Mpox yang ringan sekalipun dapat menular dan menyebabkan penyebaran penyakit, serta berakibat fatal terutama pada pasien dengan imunitas rendah.

  • Jumlah Kasus Cacar Monyet Bertambah, Terbanyak dari Jakarta  

    Jumlah Kasus Cacar Monyet Bertambah, Terbanyak dari Jakarta  

     

    7cloud.asia – Jumlah kasus cacar monyet terus bertambah di Indonesia. Terhitung hingga Selasa (31/10/2023), sebanyak 27 kasus terkonfirmasi cacar monyet.

    Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan RI, Maxi Rein Rondonuwu mengatakan terdapat tiga kasus baru yang berasal dari DKI Jakarta.

    “Seluruhnya menular melalui kontak seksual,” kata Maxi seperti dikutip Antaranews.

    Selanjutnya Maxi menjelaskan dari 27 kasus aktif tersebut, 22 diantaranya berdomisili di DKI Jakarta, empat kasus aktif di Banten, dan satu kasus aktif di Bandung.

    Usia penderita dari total kasus paling banyak berkisar antara 25 hingga 39 tahun sejumlah 42 persen.

    Sedangkan penderita yang berusia 18 hingga 24 tahun tercatat lebih rendah yakni sebanyak 12 persen.

    baca: who tetapkan penyakit cacar monyet sebagai darurat kesehatan sejak 2022 seperti ini kondisinya di indonesia

    Kemenkes, lanjut Maxi, kini tengah melakukan berbagai upaya untuk mengatasi cacar monyet di Indonesia.

    Diantaranya melakukan surveilans dan vaksinasi terhadap populasi kunci berisiko yang berjumlah 477 sasaran sejak 23 Oktober.

    Selain itu, kemenkes juga bekerja sama dengan berbagai pihak dalam melakukan komunikasi risiko untuk dapat meminimalisir penularan cacar monyet ke orang yang lebih banyak lagi.

    Kemenkes juga mengimbau masyarakat agar dapat Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) serta berhubungan seks secara aman.

    Untuk menelusuri kasus cacar monyet, Maxi berharap adanya keterbukaan kelompok kunci berisiko terhadap petugas kesehatan.

    Hal ini sangat dibutuhkan agar penanganan kasus cacar monyet dapat dilakukan secara maksimal.

    baca: jumlah kasus cacar monyet terus meningkat ahli perkirakan bisa tembus 3600 kasus

    “Kami butuh sekali keterbukaan kelompok yang positif ini. Kalau mereka terbuka, kami akan sangat gampang sekali melakukan tracing,” ujarnya.

    Diberitakan sebelumnya, epidemiolog atau ahli dalam bidang investigasi pola dan penyebaran suatu penyakit, kasus cacar monyet akan terus bertambah hingga tembus 3600 kasus sampai akhir tahun.

    “Prediksi kita, setelah undang para epidemiolog, mereka lihat rate yang terjadi di Inggris lalu memperkirakan kasus kita dengan jumlah populasi kunci, itu bisa 3.600 orang kalau tidak dilakukan preventif dengan baik,” jelas Maxi.

    Karena itu perlu melakukan tindakan preventif untuk mencegah penyebaran kasus yang lebih luas.

    Reporter: Nurakhmayani

     

  • Mengenal Lebih Dekat Cacar Monyet, yang Diperkirakan Akan Tembus 3600 Kasus

    Mengenal Lebih Dekat Cacar Monyet, yang Diperkirakan Akan Tembus 3600 Kasus

    7cloud.asia – Beberapa pekan ini, kementerian kesehatan RI disibukkan dengan kehadiran penyakit cacar monyet (monkey pox). Penyakit zoonosis langka yang disebabkan oleh infeksi virus monkeypox.

    Virus cacar monyet termasuk dalam genus Orthopoxvirus dalam famili Poxviridae. Genus Orthopoxvirus juga termasuk virus variola (penyebab cacar), virus vaccinia (digunakan dalam vaksin cacar), dan virus cacar sapi.

    Cacar monyet pertama kali ditemukan pada tahun 1958. Pada saat itu ditemukan wabah penyakit mirip cacar yang menyerang koloni monyet yang dipelihara untuk penelitian.

    Hal tersebut yang menyebabkan penyakit ini disebut sebagai cacar monyet atau monkeypox.

    Kemudian tahun 1970 di Republik Demokratik Kongo kasus cacar monyet pertama yang menginfeksi manusia.  

    Baca: jumlah kasus cacar monyet bertambah terbanyak dari jakarta

    Sejak saat itu, kasus cacar monyet dilaporkan telah menginfeksi orang-orang di beberapa negara Afrika Tengah dan Barat lainnya.

    Seperti Kamerun, Republik Afrika Tengah, Pantai Gading, Republik Demokratik Kongo, Gabon, Liberia, Nigeria, Republik Kongo, dan Sierra Leone.

    Dari banyaknya kasus cacar monyet, diketahui virus cacar monyet dapat menular ketika seseorang bersentuhan dengan virus dari hewan yang terinfeksi, orang yang terinfeksi, atau bahan yang terkontaminasi virus.

    Selain itu, virus ini dapat menyebar dari hewan ke manusia melalui gigitan atau cakaran hewan yang terinfeksi ketika menangani atau memproses hewan buruan.

    Baca: kasus cacar monyet meningkat pengawasan kesehatan bandara soetta diperketat

    Manusia bisa saja tertular melalui penggunaan produk yang terbuat dari hewan yang terinfeksi.

    Selain itu, virus juga dapat melewati plasenta dari ibu hamil ke janin.

    Virus dengan mudahnya dapat menyebar melalui kontak langsung dengan cairan tubuh atau luka pada orang yang terinfeksi atau dengan bahan yang telah menyentuh cairan atau luka tubuh, seperti pakaian atau linen.

    Cacar monyet ditularkan pula dari manusia ke manusia melalui kontak langsung dengan luka infeksi, koreng, atau cairan tubuh penderita.

    Penyakit ini juga dapat menyebar melalui droplet pernapasan Ketika melakukan kontak dengan penderita secara berkepanjangan.

    Baca: kasus cacar monyet di jakarta bertambah dinkes dki imbau masyarakat waspada

    Berbagai spesies hewan telah diidentifikasi juga rentan terinfeksi virus cacar monyet.

    Gejala Cacar Monyet

    Sebenarnya gejala cacar monyet pada manusia mirip dengan gejala cacar air, namun lebih ringan. Gejala dimulai dengan demam, sakit kepala, nyeri otot, dan kelelahan.

    Namun, ada perbedaan utama diantara keduanya, yaitu cacar monyet menyebabkan pembengkakan pada kelenjar getah bening (limfadenopati) sedangkan cacar air tidak.

    Masa inkubasi cacar monyet biasanya berkisar dari 6 hingga 13 hari tetapi dapat pula 5 hingga 21 hari.

    Gejala dan tanda cacar monyet :

    • Sakit kepala
    • Demam akut >38,5oC
    • Limfadenopati (pembesaran kelenjar getah bening)
    • Nyeri otot/Myalgia
    • Sakit punggung
    • Asthenia (kelemahan tubuh)
    • Lesi cacar (benjolan berisi air ataupun nanah pada seluruh tubuh)

    Dalam 1 sampai 3 hari (kadang-kadang lebih lama) setelah munculnya demam, penderita akan mengalami ruam, sering dimulai pada wajah kemudian menyebar ke bagian lain dari tubuh.

    Penyakit ini biasanya berlangsung selama 2−4 minggu. Di Afrika, cacar monyet telah terbukti menyebabkan kematian pada 1 dari 10 orang yang terinfeksi penyakit tersebut.

    Baca: jumlah kasus cacar monyet terus meningkat ahli perkirakan bisa tembus 3600 kasus

    Pencegahan Cacar Monyet

    Ada beberapa tindakan yang dapat dilakukan untuk mencegah infeksi virus cacar monyet, yang meliputi :

    • Hindari kontak dengan hewan yang dapat menjadi reservoir virus (termasuk hewan yang sakit atau yang ditemukan mati di daerah di mana cacar monyet terjadi).
    • Hindari kontak dengan bahan apa pun, seperti tempat tidur, yang pernah bersentuhan dengan hewan yang sakit.
    • Pisahkan pasien yang terinfeksi dari orang lain yang mungkin berisiko terinfeksi.
    • Lakukan cuci tangan yang baik dan benar setelah kontak dengan hewan atau manusia yang terinfeksi.
    • Menggunakan alat pelindung diri (APD) saat merawat pasien yang terinfeksi
    • Memasak daging dengan benar dan matang

     

    Penulis: Nurakhmayani/berbagai sumber

  • Kurang dari Sebulan, Cacar Monyet di Indonesia Capai 38 Kasus

    Kurang dari Sebulan, Cacar Monyet di Indonesia Capai 38 Kasus

    7cloud.asia – Kasus cacar monyet atau Mpox di Indonesia terus meningkat. Kementerian Kesehatan mencatat sejak 13 Oktober hingga 7 November sebanyak 38 kasus positif cacar monyet.

    Menurut Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin mereka semuanya tertular melalui aktivitas seksual.

    Namun, meski penularan cacar monyet tidak secepat virus Corona SARS-Cov-2, Kementerian Kesehatan terus melakukan upaya pencegahan. Salah satunya dengan memberikan vaksin Mpox.

    Budi mengatakan hingga kini sebanyak 1.500 orang telah divaksin Mpox. Mereka adalah kelompok tertentu yang dianggap berisiko terkena Mpox.

    “(Vaksin Mpox) sudah (didistribusikan). Tapi balik lagi, kita ngasihnya ke kelompok tertentu saja. Kita masuknya lewat organisasi-organisasi,” jelas Budi seperti yang dilansir Detik.com.

    baca: jumlah kasus cacar monyet bertambah terbanyak dari jakarta

    Sementara itu, Ketua Satgas Mpox PB Ikatan Dokter Indonesia (IDI), dr Hanny Nilasari, dari kasus yang ada, penularan Mpox paling banyak melalui sentuhan kulit, di antaranya bisa melalui aktivitas seksual.

    Penularan lainnya adalah melalui droplet. Khususnya, dari pasien yang mengalami gejala berupa lesi di sekitar mulut.

    “COVID-19 itu penularannya sangat mudah melalui droplet, melakukan inhalasi. Tapi Monkeypox ini menyebar dari orang ke orang, jadi harus kontak dulu antara kulit dengan orang yang terinfeksi virus,” jelas Hanny.

    Lebih jauh Hannya menjelaskan, meski dapat menular melalui droplet, tetapi penularannya tidak mudah seperti penularan Covid.

    “Tidak mudah droplet menginfeksi dari orang ke orang. Agak berbeda. Mudah-mudahan tidak jadi wabah dunia,” katanya.

    Sebelumnya diberitakan, gejala cacar monyet pada manusia mirip dengan gejala cacar air, namun lebih ringan. Gejala dimulai dengan demam, sakit kepala, nyeri otot, dan kelelahan.

    baca: kasus cacar monyet di jakarta bertambah dinkes dki imbau masyarakat waspada

    Namun, ada perbedaan utama diantara keduanya, yaitu cacar monyet menyebabkan pembengkakan pada kelenjar getah bening (limfadenopati) sedangkan cacar air tidak.

    Masa inkubasi cacar monyet biasanya berkisar dari 6 hingga 13 hari tetapi dapat pula 5 hingga 21 hari.

    Gejala dan tanda cacar monyet :

    • Sakit kepala
    • Demam akut >38,5oC
    • Limfadenopati (pembesaran kelenjar getah bening)
    • Nyeri otot/Myalgia
    • Sakit punggung
    • Asthenia (kelemahan tubuh)
    • Lesi cacar (benjolan berisi air ataupun nanah pada seluruh tubuh)

    Dalam 1 sampai 3 hari (kadang-kadang lebih lama) setelah munculnya demam, penderita akan mengalami ruam, sering dimulai pada wajah kemudian menyebar ke bagian lain dari tubuh.

    Penyakit ini biasanya berlangsung selama 2−4 minggu. Di Afrika, cacar monyet telah terbukti menyebabkan kematian pada 1 dari 10 orang yang terinfeksi penyakit tersebut.

    baca: mengenal lebih dekat cacar monyet yang diperkirakan akan tembus 3600 kasus

    Pencegahan Cacar Monyet

    Ada beberapa tindakan yang dapat dilakukan untuk mencegah infeksi virus cacar monyet, yang meliputi :

    • Hindari kontak dengan hewan yang dapat menjadi reservoir virus (termasuk hewan yang sakit atau yang ditemukan mati di daerah di mana cacar monyet terjadi).
    • Hindari kontak dengan bahan apa pun, seperti tempat tidur, yang pernah bersentuhan dengan hewan yang sakit.
    • Pisahkan pasien yang terinfeksi dari orang lain yang mungkin berisiko terinfeksi.
    • Lakukan cuci tangan yang baik dan benar setelah kontak dengan hewan atau manusia yang terinfeksi.
    • Menggunakan alat pelindung diri (APD) saat merawat pasien yang terinfeksi
    • Memasak daging dengan benar dan matang.

    Reporter: Nurakhmayani

     

  • Kasus Cacar Monyet di Tangerang Selatan Bertambah, Pasien Diminta Disiplin Jalani Isolasi

    Kasus Cacar Monyet di Tangerang Selatan Bertambah, Pasien Diminta Disiplin Jalani Isolasi

    7cloud.asia –  Penderita penyakit cacar monyet atau Monkey Pox (Mpox) di kota Tangerang Selatan bertambah tiga orang, sehingga total kasus cacar monyet di Tangerang Selatan menjadi lima kasus.

    Pemkot Tangerang Selatan memastikan pasien terinfeksi cacar monyet tersebut dalam pengawasan ketat oleh petugas puskesmas terdekat.

    Sementara dua pasien yang lebih dulu terpapar cacar monyet di Tangerang Selatan, kondisinya sudah lebih baik.

    Baca : Total kasus cacar monyet di Indonesia capai puluhan

    Wali kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie memastikan, mereka yang terpapar cacat monyet sudah dalam pengawasan ketat petugas medis.

    “Mereka dalam pengawasan petugas medis kita di puskesmas yang kita tugaskan terdekat. Tapi dua yang pertama sudah dalam kondisi membaik,” kata Davnie, Jumat (10/11/2023) seperti dikutip Antaranews.com

    Ia menyebutkan ketiga pasien cacar monyet di Tangerang Selatan itu, seluruhnya dari kelompok laki-laki dengan usia produktif.

    Baca: Jakarta jadi sumber penyebaran cacar monyet di Indonesia

    Mereka terpapar cacar monyet setelah melakukan interaksi dengan penyintas cacar monyet di wilayah DKI Jakarta.

    “Mereka ini memang interaksinya dari orang-orang yang memang kerja di Jakarta, sehingga ada penyebaran di Tangerang Selatan,” ujarnya.

    Dia menerangkan Dinas Kesehatan Tangerang Selatan, melalui Program Ngider Sehat terus mensosialisasikan berbagai ancaman penyakit dan sosialisasi Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

    Baca: WHO sudah tetapkan cacar monyet sebagai darurat kesehatan

    Saya, ujarnya,  melalui tim kesehatan Ngider Sehat terus melakukan sosialisasi pencegahan cacar monyet ke warga.

    Davnie berharap agar pasien cacar monyet yang saat ini menjalani isolasi, disiplin untuk mematuhi saran dan anjuran medis.

    Agar penyebaran penyakit cacar monyet tidak terus meluas, pihaknya mengimbau warga Tangerang Selatan untuk segera melakukan pemeriksaan kesehatan ke fasilitas layanan kesehatan terdekat. 

    Baca: Cacar monyet di dunia capai ribuan kasus

    “Saya berharap selama isolasi mereka mematuhi saran-saran dari tim medis. Minum obatnya, tidak bersentuhan dengan orang lain sampai betul-betul dinyatakan sehat,” ujar Davnie.

  • Kasus Cacar Monyet Terus Bertambah, Dekati 50 Kasus dan Terbanyak di Wilayah Jakarta Selatan

    Kasus Cacar Monyet Terus Bertambah, Dekati 50 Kasus dan Terbanyak di Wilayah Jakarta Selatan

    7cloud.asia – Memasuki pertengahan bulan November, kasus cacar monyet atau Mpox terus meningkat. Hingga Kamis (16/11/2023) total pasien kini berjumlah 48 orang. Terbanyak dari wilayah Jakarta Selatan, 16 orang.

    Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2P) Kementerian Kesehatan, Maxi Rein Rondonuwu mengatakan kasus cacar monyet kedua terbanyak adalah wilayah  Jakarta Barat, 8 orang.

    Kemudian Jakarta Timur: 5 orang tertular cacar monyet, Jakarta Utara 4 orang, Jakarta Pusat  3 orang.

    Kemudian sebanyak 2 orang ditemukan di Tangerang, 2 orang di Tangerang Selatan dan 1 orang di Kota Tangerang.

    Cacar monyet juga ditemukan di Kota Bandung, Kota Bekasi, Kota Cirebon, Kota Depok, Kabupaten Cirebon, Kepulauan Riau, Kota Batam, Provinsi Jawa Timur, Kota Madiun, masing-masing satu.

    baca: jumlah kasus cacar monyet bertambah terbanyak dari jakarta

    Menurut Maxi sebagian besar penyintas cacar monyet mengeluhkan gejala demam, muncul lesi dan ruam di kulit.

    Dari keseluruhan pasien, hanya tiga orang yang asimptomatis atau tidak menunjukkan gejala sama sekali.

    Biasanya gejala muncul pasca satu hingga tujuh hari setelah pasien terpapar cacar minyet.

    Tetapi tidak sedikit dari mereka baru mengeluhkan gejala di lima sampai 14 hari setelah terinfeksi.

    Sementara dua kasus ditemukan mengalami masa inkubasi gejala lebih lama yakni 15 hingga 21 hari.

    “Kondisi penyerta HIV 35 orang, sifilis 15 orang, hipertensi 2 orang, tuberkulosis aktif 2 orang,” jelas dr Maxi seperti yang dilansir detikcom Jumat (17/11/2023).

    baca: jumlah kasus cacar monyet terus meningkat ahli perkirakan bisa tembus 3600 kasus

    Sementara itu sebanyak 27 orang dari keseluruhan kasus yang dilaporkan dinyatakan sembuh. Sisanya masih menjalani perawatan di ruang isolasi RS.

    Meski begitu, seluruh pasien terpantau tidak memiliki gejala berat. “Semua kasusnya ringan,” tegas dr Maxi.

    Seperti yang diberitakan sebelumnya, masa inkubasi cacar monyet biasanya berkisar dari 6 hingga 13 hari tetapi dapat pula 5 hingga 21 hari.

    Gejala dan tanda cacar monyet :

    • Sakit kepala
    • Demam akut >38,5oC
    • Limfadenopati (pembesaran kelenjar getah bening)
    • Nyeri otot/Myalgia
    • Sakit punggung
    • Asthenia (kelemahan tubuh)
    • Lesi cacar (benjolan berisi air ataupun nanah pada seluruh tubuh)

    Dalam 1 sampai 3 hari (kadang-kadang lebih lama) setelah munculnya demam, penderita akan mengalami ruam, sering dimulai pada wajah kemudian menyebar ke bagian lain dari tubuh.

    Penyakit ini biasanya berlangsung selama 2−4 minggu. Di Afrika, cacar monyet telah terbukti menyebabkan kematian pada 1 dari 10 orang yang terinfeksi penyakit tersebut.

    baca: kasus cacar monyet di jakarta bertambah dinkes dki imbau masyarakat waspada

    Pencegahan Cacar Monyet

    Ada beberapa tindakan yang dapat dilakukan untuk mencegah infeksi virus cacar monyet, yang meliputi :

    • Hindari kontak dengan hewan yang dapat menjadi reservoir virus (termasuk hewan yang sakit atau yang ditemukan mati di daerah di mana cacar monyet terjadi).
    • Hindari kontak dengan bahan apa pun, seperti tempat tidur, yang pernah bersentuhan dengan hewan yang sakit.
    • Pisahkan pasien yang terinfeksi dari orang lain yang mungkin berisiko terinfeksi.
    • Lakukan cuci tangan yang baik dan benar setelah kontak dengan hewan atau manusia yang terinfeksi.
    • Menggunakan alat pelindung diri (APD) saat merawat pasien yang terinfeksi
    • Memasak daging dengan benar dan matang

    Reporter: Nurakhmayani

  • Cacar Monyet di Indonesia Meningkat 57 Kasus, 1 Orang Dinyatakan Meninggal

    Cacar Monyet di Indonesia Meningkat 57 Kasus, 1 Orang Dinyatakan Meninggal

    7cloud.asia – Jumlah kasus cacar monyet atau Mpox di Indonesia terus meningkat.

    Hingga kini tercatat ada 57 kasus cacar monyet dan satu orang diantaranya meninggal pada Kamis(23/11/2023) pagi.

    Pasien cacar monyet yang meninggal tersebut tengah menjalani isolasi di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM). Selain karena Mpox, pasien tersebut juga mengidap penyakit penyerta.

    “Tapi karena penyebab lain Ileus Obstruksi dan (Human Immunodeficiency Virus) HIV positif dengan viral load yang sangat rendah,” jelas Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), dr Maxi Rein Rondonuwu seperti dilansir Detik.com.

    Baca: Kurang dari sebulan cacar monyet di Indonesia capai 38 kasus

    “Pasien juga belum pernah mendapat ARV (anti retroviral),” sambungnya.

    Kementerian kesehatan hingga kini mencatat sebanyak 57 pasien cacar monyet yang tersebar di berbagai wilayah di Indonesia.

    Kasus cacar monyet terbanyak ditemukan di Jakarta Selatan dengan jumlah 19 kasus, Jakarta Barat 10 kasus, Jakarta Timur 5 kasus, Jakarta Utara 4 kasus
    dan Jakarta Pusat 4 kasus.

    Sementara di Tangerang terdapat 3 kasus, Kota Tangerang Selatan: 2 kasus, Kota Tangerang: 1 kasus

    Baca: Jumlah kasus cacar monyet bertambah terbanyak dari Jakarta

    Di Kota Bandung, Bekasi, Cirebon, Depok, Kabupaten Cirebon, Kabupaten Bogor, Kota Batam, Madiun dan Kota Surabaya masing-masing terdapat 1 kasus.

    Selanjutnya dr. Maxi menjelaskan kasus Mpox yang terjadi di Indonesia seluruhnya adalah pria dengan usia 25 hingga 50 tahun.

    Mereka umumnya mengalami gejala hanya berupa lesi. Selain itu, tidak ada gejala atau komplikasi lain akibat terinfeksi Mpox.

    Kebanyakan mereka tertular melalui aktivitas hubungan seksual berisiko. Karena itu, dr Maxi mengimbau masyarakat untuk menunda hubungan seks saat pasien memiliki gejala mengarah ke Mpox.

    Baca: Jumlah kasus cacar monyet terus meningkat ahli memperkirakan bisa tembus hingga 3600 kasus

    Hal ini perlu dilakukan demi menekan penularan semakin meluas. Apalagi, pasien mempunyai riwayat penyakit penyerta atau komorbid.

    Saat ini seluruh pasien dilaporkan dalam kondisi stabil dan bergejala ringan.

    Lebih dari 20 pasien cacar monyet dinyatakan sudah pulih atau menyelesaikan perawatan isolasi di RS, maupun mandiri.

    Reporter: Nurakhmayani