Kurang dari Sebulan, Cacar Monyet di Indonesia Capai 38 Kasus

Written by

in

7cloud.asia – Kasus cacar monyet atau Mpox di Indonesia terus meningkat. Kementerian Kesehatan mencatat sejak 13 Oktober hingga 7 November sebanyak 38 kasus positif cacar monyet.

Menurut Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin mereka semuanya tertular melalui aktivitas seksual.

Namun, meski penularan cacar monyet tidak secepat virus Corona SARS-Cov-2, Kementerian Kesehatan terus melakukan upaya pencegahan. Salah satunya dengan memberikan vaksin Mpox.

Budi mengatakan hingga kini sebanyak 1.500 orang telah divaksin Mpox. Mereka adalah kelompok tertentu yang dianggap berisiko terkena Mpox.

“(Vaksin Mpox) sudah (didistribusikan). Tapi balik lagi, kita ngasihnya ke kelompok tertentu saja. Kita masuknya lewat organisasi-organisasi,” jelas Budi seperti yang dilansir Detik.com.

baca: jumlah kasus cacar monyet bertambah terbanyak dari jakarta

Sementara itu, Ketua Satgas Mpox PB Ikatan Dokter Indonesia (IDI), dr Hanny Nilasari, dari kasus yang ada, penularan Mpox paling banyak melalui sentuhan kulit, di antaranya bisa melalui aktivitas seksual.

Penularan lainnya adalah melalui droplet. Khususnya, dari pasien yang mengalami gejala berupa lesi di sekitar mulut.

“COVID-19 itu penularannya sangat mudah melalui droplet, melakukan inhalasi. Tapi Monkeypox ini menyebar dari orang ke orang, jadi harus kontak dulu antara kulit dengan orang yang terinfeksi virus,” jelas Hanny.

Lebih jauh Hannya menjelaskan, meski dapat menular melalui droplet, tetapi penularannya tidak mudah seperti penularan Covid.

“Tidak mudah droplet menginfeksi dari orang ke orang. Agak berbeda. Mudah-mudahan tidak jadi wabah dunia,” katanya.

Sebelumnya diberitakan, gejala cacar monyet pada manusia mirip dengan gejala cacar air, namun lebih ringan. Gejala dimulai dengan demam, sakit kepala, nyeri otot, dan kelelahan.

baca: kasus cacar monyet di jakarta bertambah dinkes dki imbau masyarakat waspada

Namun, ada perbedaan utama diantara keduanya, yaitu cacar monyet menyebabkan pembengkakan pada kelenjar getah bening (limfadenopati) sedangkan cacar air tidak.

Masa inkubasi cacar monyet biasanya berkisar dari 6 hingga 13 hari tetapi dapat pula 5 hingga 21 hari.

Gejala dan tanda cacar monyet :

  • Sakit kepala
  • Demam akut >38,5oC
  • Limfadenopati (pembesaran kelenjar getah bening)
  • Nyeri otot/Myalgia
  • Sakit punggung
  • Asthenia (kelemahan tubuh)
  • Lesi cacar (benjolan berisi air ataupun nanah pada seluruh tubuh)

Dalam 1 sampai 3 hari (kadang-kadang lebih lama) setelah munculnya demam, penderita akan mengalami ruam, sering dimulai pada wajah kemudian menyebar ke bagian lain dari tubuh.

Penyakit ini biasanya berlangsung selama 2−4 minggu. Di Afrika, cacar monyet telah terbukti menyebabkan kematian pada 1 dari 10 orang yang terinfeksi penyakit tersebut.

baca: mengenal lebih dekat cacar monyet yang diperkirakan akan tembus 3600 kasus

Pencegahan Cacar Monyet

Ada beberapa tindakan yang dapat dilakukan untuk mencegah infeksi virus cacar monyet, yang meliputi :

  • Hindari kontak dengan hewan yang dapat menjadi reservoir virus (termasuk hewan yang sakit atau yang ditemukan mati di daerah di mana cacar monyet terjadi).
  • Hindari kontak dengan bahan apa pun, seperti tempat tidur, yang pernah bersentuhan dengan hewan yang sakit.
  • Pisahkan pasien yang terinfeksi dari orang lain yang mungkin berisiko terinfeksi.
  • Lakukan cuci tangan yang baik dan benar setelah kontak dengan hewan atau manusia yang terinfeksi.
  • Menggunakan alat pelindung diri (APD) saat merawat pasien yang terinfeksi
  • Memasak daging dengan benar dan matang.

Reporter: Nurakhmayani

 

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *